Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) MELALUI PAKAN TERHADAP PROFIL DARAH BROILER Helmi Adieryansyah; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  untuk menganalisa pengaruh. penambahan tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) melalui pakan terhadap presentase profil darah broiler. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peternak serta peneliti sebagai sumber pengetahuan, informasi dan referensi mengenai penggunaan tepung Bawang Dayak sebagai campuran dalam pakan broiler. Materi yang digunakan broiler dengan umur 15 hari sebanyak 48 ekor. Broiler dipelihara selama 35 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen,menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan Tepung Bawang Dayak dengan dosis sebagai berikut : P0 = pakan, komersial.100% (sebagai. kontrol), P1= dengan penambahan tepung Bawang Dayak 1.5%, P2= dengan penambahan tepung bawang dayak 2% dan P3= dengan penambahan tepung bawang dayak 2.5%. Variabel yang diamati adalah limfosit dan neutrofil broiler. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran penambahan tepung bawang dayak pada pakan broiler, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase limfosit dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap presentase neutrofil. Adapun nilai rata-rata limfosit (%) yaitu P0 : 62,68a, P1 : 63,59a, P2 : 65,68ab, P3 : 67,06b. Sedangkan nilai rata-rata neutrofil (%) yaitu P0 : 30,39a, P1 : 32,02b, P2 : 32,36b, P3 : 33,19b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan tepung Bawang Dayak pada pakan komersial broiler dapat meningkatkan kadar Limfosit dan Neutrofil dalam sel darah putih pada broiler.Kata kunci : broiler, limfosit, neutrofil, bawang dayak.  
PENGARUH PERGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN AMPAS SAGU TERFERMENTASI DAN BUNGKIL KEDELAI TERHADAP PRESENTASE LEMAK DAN KARKAS PADA BROILER FASE FINISHER Ribhi Sofil A’yun; Dedi Suryanto; M.Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari PeneIitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana substitusi pakan komersial dengan campuran ampas sagu yang telah difermentasi dan bungkil kedelai sebagai pakan alternatif pada ayam broiler berdampak pada persentase Iemak dan karkas. Ayam broiler yang dipelajari berusia 22 hari dibagi menjadi empat keIompok PerIakuan, masing-masing dengan empat ulangan. Perilaku ini terdiri dari P0= pakan komersial sepenuhnya + 10% campuran ampas sagu terfermentasi dan bungkil kedelai (BKKAS), P1= 90% pakan komersial sepenuhnya + 10% BKKAS, dan P2= 85% pakan komersial sepenuhnya + 15% BKKAS. Variabel yang diamati adalah persentase Iemak dan karkas. Data diuji dengan ANOVA dan metode Beda Nyata Terkecil (BNT) jika ada perbedaan signifikan.  HasiI PeneIitian menunjukkan bahwa pada fase finishing ayam broiler, penambahan multiprobiotik dan bungkil kedelai memiIiki efek signifikan (P<0,05) terhadap persentase Iemak (P0= 52,18b, P1= 50,83b, P2= 50,58ab, dan P3= 48,82a). Selain itu, ada efek signifikan (P<0,01) terhadap persentase karkas (P0= 0,69b, P1= 0,66ab, P2= 0,63a, dan P3= 0,62a).  HasiInya menunjukkan bahwa, pada fase finishing ayam broiler, semakin tinggi persentase penggantian pakan komersial dengan campuran ampas sagu dan bungkil kedelai pada tingkat 15%, akan menyebabkan penurunan persentase karkas dan potensi penurunan persentase Iemak. Namun, substitusi pakan komersial dengan campuran ampas sagu dan bungkil kedelai pada tingkat 15% tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada persentase karkas dan persentase Iemak, sehingga dapat dijadikan alternatif pakan pada ayam broiler.Kata kunci: broiler; ampas sagu; fermentasi; bungkil kedelai.
PENGARUH PENGGUNAAN JERAMI BUNGA SEDAP MALAM (Poliantas tuberosa) TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN DOMBA LOKAL Bambang Sudibyo Pamungkas; Dedi Suryanto; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan jerami bunga sedap malam terfermentasi dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan pada domba lokal jantan berekor tipis berusia 12-15 bulan. Bahan yang digunakan melibatkan jerami bunga sedap malam yang telah difermentasi dengan Aspergillus niger, tumpi jagung, bekatul, pollard, konsentrat, dan premix. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, di mana P0 merupakan kelompok kontrol dengan menggunakan pakan lengkap tanpa jerami bunga sedap malam terfermentasi (0%), P1 menggunakan 10% jerami bunga sedap malam terfermentasi, P2 menggunakan 20%, dan P3 menggunakan 30%. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan dan konversi pakan. Data yang diperoleh telah diuji dengan metode analisis ragam ANOVA. Berdasarkan rata-rata konsumsi pakan untuk setiap perlakuan adalah sebagai berikut: P0= 38,00 Kg, P1= 38,50 Kg, P2= 39,00 Kg, dan P3= 39,00 Kg. Rata-rata konversi untuk setiap perlakuan adalah: P0= 8,28, P1= 8,09, P2= 7,87, P3= 7,65. Dari analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan jerami bunga sedap malam yang telah difermentasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan. Level terbaik pada penelitian ini terdapat pada P3 penggunaan 30% jerami bunga sedap malam terfermentasi.Kata kunci : Domba Lokal; Jerami Bunga Sedap Malam; Fermentasi; Konsumsi Pakan; Konversi Pakan
ANALISIS BODY CONDITION SCORE (BCS), PRODUKSI SUSU, DAN PAKAN PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Akhmad Syahril Kafi; Dedi Suryanto; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara Body Condition Score (BCS), pakan dengan produksi susu pada sapi perah peranakan Friesian Holstein di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah peranakan Friesian Holstein sebanyak 75 ekor dengan umur sapi 4 – 5 tahun. BCS yang diamati dari BCS 1 sampai 5 dengan masa laktasi bulan ke 3 – 4. Data recording peternak berupa pakan dari hasil konumsi Bahan Kering (BK) dan produksi susu. Metode penelitian yang digunakan dengan pengamatan langsung di lokasi penelitian, data diperoleh dengan observasi dan wawancara kepada peternak. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi korelasi antara BCS dengan produksi susu harian dan pakan sapi perah PFH. Hasil penelitian koefisien korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dengan koefisen dterminasi (R) sebesar 76% dan persamaan regresi Y = 6,27 + 2,97x. Koefisien korelasi (r) antara Pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 dengan koefisen dterminasi (R) 74% dan persamaan regresi Y = 33,77 + 0,79x. Dengan korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dan pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat. Koefisien determinasi (R) antara BCS dengan produksi susu sebesar 76% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh BCS sebesar 76% sedangkan sisanya 24% dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien determinasi (R) antara pakan dengan produksi susu sebesar 74% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh faktor pakan sebesar 74% sedangkan sisanya 26% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji koefisien regresi antara BCS dengan produksi susu dan pakan dengan produksi susu keduanya menunjukkan adanya hubungan yang sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini bahwa terhadap hubungan yang positif antara BCS dan pakan dengan produksi susu pada umur 4-5 tahun. Disarankan utuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan BCS dengan faktor produksi lainnya.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKANDAN QUIL DAY PRODUCTION TERNAK PUYUH PERIODE LAYER Firdaunsyah Firdaunsyah; Ustman Ali; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim dalam air minum terhadap konsumsi pakan, konversi pakan dan quail day production ternak puyuh fase layer. Materi yang digunakan antara lain ; burung puyuh umur 6 bulan, sari buah mengkudu dan multi enzim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor. Sedangakan perlakuan penambahan campuran sari buah mengkudu dan multi enzim/SME dalam air minum antara lain : Perlakuan A=air minum tanpa SME, B=air minum + 3ml SME,  C=air minum + 6ml SME dan D=air minum + 9ml SME. Dari hasil penelitian ini bahwa penambahan campuran SME tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0.05), terhadap konversi pakan berpengaruh nyata (P<0.05) sedangkan pada quail day produktion berpengaruh sangat nyata (P<0.01). Adapun nilai rata-rata konsumsi pakan yakni : Perlakuan A=20.96, B=20.96, C=20.93 dan D=20.95, konversi pakan A= 3.00a, B=2.97b, C=2.84ab dan D=2.70a, sedangkan quail day production  perlakuan A=67.88, B=69.13, C=70.75 dan D=73,06.Disimpulkan bahwa penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan  multi enzim dalam air minum tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan tetapi berpengaruh nyata terhadap konversi pakan, sedangkan pada Quail Day Production sangat berpengaruh nyata. Dosis penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim yang optimal dalam penelitian ini yakni sebanyak 9 ml/liter air minum. Kata kunci : puyuh, sari buah mengkudu, multi enzim, konversi pakan, konversi pakan dan Quail Day Production.
STUDI KAJIAN PREVALENSI SCABIES PADA KAMBING DI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Yogi Dwi Nugroho; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi scabies dan menganalisa penyebab scabies. Materi yang digunakan adalah data dari 50 responden peternak kambing di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode penelitian survey. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan pemeriksaan scabies secara langsung.  Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif.  Variabel yang diamati adalah data personal, hasil pemeriksaan ternak scabies, manajemen pemeliharaan, pengetahuan peternak tentang penyakit scabies dan service dari petugas keswan. Hasil penelitian adalah semua peternak memelihara kambing dalam kandang panggung, intensitas sinar matahari yang dapat masuk di kandang adalah sedang sebanyak 88%, Pemeliharaan kambing semuanya secara koloni. Semua peternak tidak pernah melakukan pembersihan feses, pakan yang diberikan semuanya adalah hijauan dan yang ad libitum sebanyak 92%, ternak dipelihara dengan mengandangkan dan melepas di padang penggembalaan sebanyak 92%, Tidak ada kontak fisik kambing dengan kambing tetangga sebanyak 96%, air hujan yang dapat masuk di kandang sebanyak 56%, semua peternak tidak pernah memandikan kambing dan melakukan pembersihan kandang, peternak yang tidak tahu tentang Scabies sebanyak 94%, peternak tidak mengetahui bahwa scabies dapat menular ke kambing lain sebanyak 96%, semua peternak tidak tahu bahwa scabies dapat menular ke peternak, semua peternak tidak tahu pencegahan scabies, peternak tidak tahu pengobatan scabies sebanyak 98%, service petugas keswan berupa pengobatan dilakukan ke semua peternak, penyuluhan tentang scabies oleh petugas keswan dilakukan tetapi pemeriksaan scabies tidak pernah dilakukan petugas keswan. Kesimpulan yaitu prevalensi scabies yaitu 14,53%, prevalensi kecil karena pemberian hijauan ad libitum, penggunaan kandang panggung, sinar matahari dapat masuk ke kandang, adanya penggembalaan ternak serta pengobatan scabies dari petugas.Kata kunci : scabies, kambing, kesehatan, ternak, prevalensi
PROSPEKTIF USAHA PETERNAKAN BROILER POLA KEMITRAAN (Article review) Chrisna Irfandy; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) dilaksanakan dengan pola inti plasma. Kelompok mitra bertindak sebagai plasma dan perusahaan mitra sebagai inti. Industri mitra menyiapkan instrumen produksi peternakan seperti DOC, pakan, obat-obatan/vitamin, pembimbing teknis serta pemasaran hasil sedangkan kandang dan tenaga kerja disediakan plasma. Dalam menjalin mitra pihak pengusaha atau perusahaan harus memiliki posisi yang sejajar dengan pihak peternak untuk terwujudnya tujuan bersama. Pola kemitraan memberikan hasil keuntungan yang tidak sama di setiap peternak. Hal tersebut tergantung persetujuan kerjasama awal dengan inti, modal awal peternak, jumlah populasi ayam yang dipelihara, fluktuasi harga dan pengetahuan dan keterampilan manajemen. Hal-hal tersebut berpengaruh terhadap jumlah keuntungan yang diperoleh peternak. Peternakan Broiler pola kemitraan inti – plasma dengan pola PIR (Perusahaan Inti Rakyat) dapat diikuti oleh peternak dengan kemampuan ekonomi lemah sehingga terdapat jaminan akan modal, kepastian harga dan kuantitas. Model kemitraan merupakan kerjasama bisnis yang wajib memiliki tujuan dan posisi yang sejajar. Masalah terkait kolaborasi mitra yang tidak saling menguntungkan karena Inti memiliki kekuasaan dalam hal permodalan, teknologi, pasar, dan manajemen. Peternak lemah dalam posisi harga kontrak dan kualitas DOC. Keberhasilan kemitraan usaha sangat ditentukan oleh adanya kepatuhan di antara yang bermitra dalam menjalankan etika berbisnis. Secara umum bisnis broiler dengan model kemitraan lebih menguntungkan dibandingkan dengan peternak model mandiri. Dengan skala pemeliharaan yang sama peternak plasma memerlukan modal pribadi yang lebih sedikit daripada peternak mandiri. Hasil kajian kelayakan bisnis peternakan ayam broiler pola mitra skala lebih dari 3000 ekor menunjukkan profitabilitas yang baik dan layak dipertahankan atau dilanjutkan. Kata kunci : prospekif, usaha, broiler, pola, kemitraan
PENGARUH PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN AMPAS SAGU TERFEERMENTASI PLUS BUNGKIL KEDELAI TERHADAP PERFORMANS BROILER FESE FINISHER Alivia Hafidatul Maula; Farid Wadjdi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObservasi ditujukan sebagai analisa penggantian pakan komersial dengan campuran ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai terhadap konsumsin pakan, pertambahan bonbot badan dan konversi pakan(FCR). Bahan atau sampel yang digunakan yaitu broiler dengan umur 22 hari sebanyak 64 ekor dengan 4 ekor setiap pelakuan, pakan komersial, ampas sagu yang sudah difermentasi dengan multiprobiotik dan bungkil kedelai. Penelitian ini mengggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 4 dan ulangan 4 dan setiap unitnya diisi 4 ekor broiler, pemberian pakan pada setiap perlakuan yaitu P0:pakan komersial 100%, P1:pakan komersial 90% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 10%, P2: pakan komersial 85% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 15%, P3 : pakan komersial  80% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 20%. Variabel yang diamati pada observasi kali ini yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data  yang diperoleh diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA). hasil analisa ragam  yaitu ampas sagu terfermentasi dengan multiprobiotik plus bungkil kedelai ada pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan(P<0,05)  dan berpengaruh sangat nyata terhadap konversi pakan (P<0,01). Nilai rata-rata pada pada setiap variabel yaitu pada konsumsi pakan P0 :2570.00a g, P1:2586.50a g, P2:2607.00ab g, P3:2626.75b g sedangkan rata rata nilai  pertambahan bobot badan yaitu yaitu P0:1475.75a g, P1:1466.75b g, P2:1460.50ab g, P3:1435.50b g dan rata rata (FCR)konversi pakan  P0:1,74a , P1:1,76 a , P2:1,78ab , P3:1,83b. Kesimpulan observasi ini adalah pemberian ampas sagu terfermentasi dengan multi probiotik plus bungkil kedelai 20% dan pakan komersial 80% memiliki pengaruh yang cukup baik terhadap performans broiler fase finisher. Dan pada ketiga variabel konversi pakan yang memiliki peran terpenting terhadap keuntungan beternak broiler.Kata kunci : Broiler; Ampas sagu; Bungkil kedelai; Fermentasi; Multiprobiotik; Performans
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN GAPLEK DAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI Trichoderma viridae SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL STARTER TERHADAP FEED CONVERTION RATIO (FCR) DAN BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN PADA BROILER FINISHER Pebri Hartanto; Sunaryo sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan campuran gaplek dan ampas tahu terfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter terhadap Feed Convertion Ratio (FCR) dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan pada broiler periode finisher. Materi penelitian ini adalah broiler umur 21 hari berjumlah 64 ekor, pakan substitusi berupa campuran tepung gaplek dan ampas tahu (GAT) sejumlah 28.8 kg (dengan perbandingan 14.3% tepung gaplek : 85.7% ampas tahu kering) terfermentasi Trichoderma viridae, pakan komersial starter. Penelitian dilakuan dengan 4 macam perlakuan dengan level subtitusi pakan P0 (0%), P1 (20%), P2 (25%), dan P3 (30%) dan diulang sebanyak 4 kali. Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis of varian (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan campuran gaplek dan ampas tahu terfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Feed Convertion Ratio (FCR) danbiaya perkilogram pertambahan bobot badan. Rata-rata FCR P0 = 1,64a, P2 = 1,69a, P1 = 1,78b, P3 = 1,92c dan rata-rata harga pakan perkilogram P1 = Rp. 11.395,92a, P2 = Rp. 11.706,68ab, P0 = Rp. 12.168,34bc, P3 = Rp. 12.352,37c. Kesimpulan penelitian adalah campuran gaplek dan ampas tahuterfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter sebagai pakan broiler finisher memberikan respon yang sangat nyata dan subtitusi penggunaan campuran terbaik sebesar 20% terhadap FCR dan biaya pakan perkilogram pada broiler finisher.Kata Kunci :Trichoderma viridae, pakan komersial starter, broiler finisher, fermentasi gaplek dan ampas tahu
PERAN MAKROMINERAL DALAM MENGATASI GANGGUAN REPRODUKSI RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Adriani Adriani; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ma.kromineral ad.alah sa.lah sa.tu nut.risi ya.ng be.rperan pe.nting da.lam pertu.mbuhan, ke.sehatan, prod.uksi, rep.roduksi da.n kek.ebalan tu.buh he.wan. Ter.nak rum.inansia memb.utuhkan makro.mineral sepe.rti ka.lsium (Ca), fos.for (P), magn.esium (Mg), kali.um (K), nat.rium (Na), klor.ida (Cl) dan sul.fur (S). Ke.butuhan min.eral rumina.nsia dipe.ngaruhi ol.eh bebe.rapa fak.tor sep.erti um.ur, sta.tus kebunti.ngan dan st.atus lak.tasi. Keku.rangan mi.neral sa.lah sa.tu akibat.nya ad.alah dap.at me.ngakibatkan gan.gguan repr.oduksi rum.inansia. Kek.urangan makr.omineral be.rpengaruh te.rhadap kin.erja rep.roduksi rumin.ansia sec.ara lang.sung maup.un ti.dak lan.gsung. Ma.kro.mine.ral berp.engaruh se.cara lang.sung ter.hadap kin.erja fung.si kel.enjar hip.ofisa sehi.ngga wakt.u estru.s d.an o.vulasi me.njadi le.bih lam.a, invo.lusi ute.rus ter.tunda, mening.katnya pr.olaps u.teri, kej.adian disto.kia da.n ret.ensi pla.senta. Peng.aruh ti.dak lan.gsung mel.alui penu.runan fun.gsi sya.raf, penuru.nan naf.su ma.kan, kem.ampuan abs.orsi gl.uksa, min.eral, a.sam ami.no se.rta penur.unan bo.bot ba.dan. Pema.haman ya.ng meny.eluruh tent.ang pe.ran makrom.ineral te.rhadap fung.si re.produ.ksi ru.minansia san.gat diper.lukan a.gar dap.at melak.ukan pen.cegahan mun.culnya gan.gguan reprodu.ksi ak.ibat pember.ian min.eral ya.ng ku.rang tep.at.
Co-Authors Adriani Adriani Afrizal, Ananda Aghnia Fidya Sagar N. M. Agung Firmansyah Ahmad Novianto Ahmad Wildan Attoriq Akbarina, Febria Syahri Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Ali Fatul Ulfah Alif Brillian Abiwardhani Alivia Hafidatul Maula Ananda Octa Lutfia Anwar, N. Khoirul Arief Joko Saputro Arif Purnama arifin, Nur laily romdlaniyah Arista Wahyu Febriansyah Audio, Rico Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa Badat Muwakhid Bambang Sudibyo Pamungkas Basar, Hairil Beatrix Rose Veronicha Buchori, Dimas Chandra Kurnia Sandy Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Darmayani, Dian Eka Deas Adisty, Laura Auralia Dhiya’ul Haq, Ahmad Dinasari, Irawati Doni Ambar Putra Dwiki Wirahadi Kusuma Dyah Lestari Yulianti Fachry Abda El Rahman Fajar Prabowo Fajri, Moh Farid Wadjdi Fatimatuzzahro Muharomah Fauzi, Muhammad Rifki Firdaunsyah Firdaunsyah Firmansyah Firmansyah Guruh Setyo Pambudi Helmi Adieryansyah Herdiansyah, Muchammad Fikri Herman Christantyo Imam Suprayitno Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari R Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Ismayadi Tambunan, Maswan Johan Sumarsono Khabib Mustofa Alkamal Khairul Amali Khoirul Fanani KHUSNUL FATIMAH Kurniawan Dwi Adiguna Kusnadi Yulham Lilasaidah Munawaroh M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M.Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Martapuri, Dyah Cahyaning Marthotillah, Achmad Bagus A. Masthoni, Ivan Mayzahra, Difa Cantika Moch. Luqman Harits Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Fajar Ismail Imani Mubaraq, Ghusni Mubarrok, Mohammad Ramadan Mudawamah . Mudawamah Mudawamah Muh ’Ainun Syamsuddin Haris Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Rahul Khadafi Mushael Wenang Fatwa Aji Nadyah Maharani Amir Hamzah Nahdlatul Ummah Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Pambudi, Seto Tri Pebri Hartanto Qur’ainia, Anita Rahmatullah, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Ribhi Sofil A’yun Rio Dwi Sandriono Rizki rizki Safitri, KusmiatuI Saiful Rijal Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman Sri Susilowati Sri Susilowati Sudjoni, Noerhadi Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrul Firmansyah Syamsiar, Syamsiar Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Ustman Ali Wadjdi, Farid Wadjdi, M. Farid Wadjdi, M.Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wijaya, Muhammad Riski Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yuda Awaliyu Yudhi Mahendra Yulianti Yulianti Yusuf Mahdi Yuwantoro yuwantoro Zakysrof Riza Farrosy