Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS KAWIN BERULANG PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRISIAN HOLLAND DI WILAYAH KERJA PETUGAS KESEHATAN HEWAN BATU Lilasaidah Munawaroh; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan reproduksi merupakan permasalahan reproduksi yang sering terjadi pada sapi perah peternakan rakyat di Indonesia.  Salah satu tanda masalah reproduksi ialah kawin berulang (repeat breeding). Tujuan penelitian ialah menganalisa faktor-faktor yang terkait dengan terjadinya repeat breeding pada sapi perah PFH di wilayah kerja petugas kesehatan hewan Batu. Metode penelitian adalah survey. Materi penelitian ini adalah data dari 50 ekor sapi perah PFH yang mengalami minimum 4 kali kejadian kawin berulang. Data primer didapatkan dari wawancara langsung dengan peternak dan data Sekunder diperoleh dari rekording petugas kesehatan hewan. Data disajikan dalam bentuk prosentase kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kejadian kawin berulang terjadi pada peternakan yang tidak melakukan rekording (60%), tidak ada penambahan mineral pakan (66%), sapi tidak diberi kesempatan exercise (86%), sapi dengan produksi susu 11-20 lt/ekor/hari (60%), sapi yang telah partus lebih 3 kali (72%), sapi dengan masa kering 50 hari (50%), sapi dengan BCS 2 (50%), tidak dilakukan pemotongan kuku (74%) dan sapi yang pernah mengalami retensi plasenta (34%). Kesimpulan adalah kasus kawin berulang sering terjadi pada peternakan dengan manajemen yang kurang baik terkait rekording, pakan dan penanganan kesehatan hewan.
STUDI KASUS FASCIOLOSIS SAPI POTONG DI RUMAH POTONG HEWAN SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Muhammad Rahul Khadafi; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus Fasciolosis sapi potong di Singkawang Kalimantan Barat. Materi penelitian ini adalah 50 data hati Fasciolosis dari 100 ekor sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH) Singkawang serta data survey di 50 peternak pemilik sapi potong terinfeksi Fasciola hepatica. Metode penelitian adalah survey.  Data ditabulasikan dalam bentuk persentase dan dianalisa secara deskriptif. Variabel yang diamati adalah karakteristik peternak, performa sapi potong, Manajemen pemeliharaan, pengetahuan peternak tentang Fasciolosis, supporting pemerintah, pencegahan dan pengobatan. Hasil penelitian dari persentase tertinggi menunjukkan bahwa karateristik peternak meliputi umur yaitu peternak berusia 41-60 tahun 58%. Pendidikan peternak tertinggi yaitu SMA 46%. Pengalaman beternak 6-10 tahun 54%. Kepemilikan ternak 88% ternak pribadi. Performa sapi meliputi jenis sapi yaitu Sapi Bali 50%. Umur sapi yaitu 3–4 tahun sebesar 56%. Berat badan yaitu 100–150 kg 58%. Pemeliharaan ekstensif 54%. Pemberian pakan hijauan sebanyak 54%. Pengetahuan Fasciolosis adalah 100% peternak pernah mendengar faciolosis, pengetahuan gejala Fasciolosis 76% tahu. Pencegahan Fasciolosis 74% peternak tidak tahu. Pengobatan Fasciolosis 88% peternak tahu. Supporting pemerintah adalah 60% menyampaikan tidak ada penyuluhan. Pengobatan gratis dari pemerintah 76% menjawab tidak mendapatkan. Peternak yang melakukan pencegahan Fasciolosis tidak ada sama sekali atau 0%. Peternak yang melakukan pengobatan Fasciolosis ada 88%. Kesimpulan adalah Ketidaktahuan akan pencegahan Fasciolosis dan kurangnya suporting pemerintah dengan penyuluhan Fasciolosis adalah faktor utama penyebab tingginya Fasciolosis. Saran adalah melakukan edukasi tentang pencegahan Fasciolosis kepada peternak baik oleh pemerintah setempat maupun perguruan tinggi.Kata kunci : fasciolosis, zoonosis, rumah potong hewan, post mortem
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI PADA PAKAN KELINCI TERHADAP PERFOMANS KELINCI NEW ZEALAND WHITE Muh ’Ainun Syamsuddin Haris; Dedi Suryanto; M Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan menemukan dosis terbaik penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi pada pakan kelinci terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan serta diharapkan menjadi pedoman pemberian dosis probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan kelinci New Zealand White. Materi penelitian meliputi Kelinci New Zealand White, Lactobacillus salivarius, bahan pakan meliputi jagung kuning 26%, pollard 15%, dedak halus 7,50%, bungkil kedelai 14%, Gandum 10%, gaplek 5%, DDGS 10%, bungkil kelapa 5%, kulit kacang tanah 5%, mineral 2,25% dan garam 0,25%. Metode penelitian ini yakni eksperimen Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kelompok. Variabel yang diamati yakni konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data hasil penelitian dianalisis ragam kemudian dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian didapatkan perlakuan dan kelompok berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dengan rataan P0=4579,00a, P1=4726,25ab, P2=4851b, P3=4901,25b, sedangkan rataan K1=4509,5a gram/ekor, K2= 4716,25ab gram/ekor, K3= 4829,00bc gram/ekor, K4=5003,50c gram/ekor. Hasil perlakuan dan kelompok didapatkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap PBB dengan rataan P0=739,50a, P1=868,75b, P2=932,75c, P3=983,75d, sedangkan rataan K1=865,25a gram/ekor, K2=888b gram/ekor, K3=903,25c gram/ekor, K4=921,75d gram/ekor. Hasil perlakuan dan kelompok didapatkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR  dengan rataan P0=5,77d, P1=5,44c gram/ekor, P2=5,2b, P3=4,98a, sedangkan rataan K1=5,24a, K2=5,34b, K3=5,37b, K4=5,45c. Disimpulkan penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi berpengaruh terhadap Perfomans kelinci New Zealand White. Penggunaan dosis probiotik Lactobacillus salivarius sebanyak 7g/kg pakan memperlihatkan hasil terbaik.Kata kunci : Lactobacillus salivarius, kelinci, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan. 
PENGARUH PEMBERIAN GARLIC (Allium sativum) PLUS Saccharomyces cerevisiae PADA PAKAN TERHADAP KONSUMSI, PBB DAN FEED CONVERTION RATIO BROILER PERIODE FINISHER Khabib Mustofa Alkamal; M. Farid Wadjdi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian garlic (Allium sativum) powder plus saccharomyces cerevisae pada pakan terhadap konsumsi, PBB dan FCR broiler periode finishser. Materi yang digunakan yaitu garlic powder, saccharomyces cerevisae, broiler umur 21 hari Unsexing, pakan konsentrat CPI,Tbk S12G. Metode penelitian dilakukan uji eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (Pakan kontrol), P1 ( Pakan tambahan garlic powder 0,2%), P2 (Pakan tambahan probiotik saccharomyces cerevisiae) dan P3 (kombinasi garlic powder 0,2% : saccharomyces cerevisiae 0,6%). Penelitian ini dianalisa menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Bahan campuran dicampurkan berdasarkan prosentase pakan yang akan diberikan atau pemberian garlic powder sebesar 2 gram/kg pakan sedangkan untuk saccharomyces cerevisiae sebanyak 6 gram/kg pakan. Variabel penelitian yang diukur yaitu konsumsii,pertambahan bobot badani dan FCR. Data diolah dan analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan garlic powder plus saccharomyces cerevisiae tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi. iDiperolehinilaiirata – irata ikonsumsi P0 = 1879,5 g/ekor, P1 = 1878,75 g/ekor, P2 = 1843,75 g/ekor, dan P3=1831 g/ekor. Namun hasil analisa ragam pada pertambahan bobot badan dan FCR menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan nilai rata – rata PBB sebesar P0=1139,38a g/ekor, P1= 1155,66a g/ekor, P2= 1261,97b g/ekor, dan P3= 1282,09b g/ekor. Pada hasil FCR broilerijugaiimemberikanipengaruhisangat inyata (P<0,01) yakni dengan nilai P0= 1,65b, P1= 1,63b, P2= 1,46a, dan P3= 1,43b. ikesimpulanidariihasilIpenelitianiini adalahi penggunaan garlic powder plus saccharomyces cerevisiaeitidakiberpengaruhIterhadapIkonsumsiibroiler namuni berpengaruhisangat nyata pada PBB dan FCR dengan nilai PBB tertinggi P3 1282,09b, broiler mengalami peningkatan bobot badan secara baik diakibatkan adanya perbaikan tingkat daya cerna sehingga penyerapan nutrisi dapat diakukan secara maksimal selain itu juga didapatkan nilai FCR terbaik P3= 1,43b.Kata kunci : Galic powder, Saccharomyces cerevisiae, broiler, konsumsi, PBB dan FCR 
HUBUNGAN LINGKAR SKROTUM TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR PEJANTAN SAPI BALI Yusuf Mahdi; Dedi Suryanto; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 - 28 Februari tahun 2021 di BIB Singosari. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan lingkar scrotum terhadap kualitas spermatozoa semen segar pejantan sapi Bali. Materi yang digunakan adalah volume, konsentrasi dan motilitas semen segar dan ukuran lingkar skrotum pejantan sapi Bali. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan metode penelitian yaitu metode observasional. Hasil penelitian diperoleh data rataan lingkar scrotum 30,33 ± 2,47 cm dengan rataan volume semen segar 6,030 ± 1,47 ml, koefisien korelasi (r) 0,266 terkategori rendah dan koefisien determinasi (R) 0,07. Hasil uji koofisien korelasi menujukkan hubungan yang tidak signifikan (P>0,05) . Persamaan regresi yang terbentuk antara lingkar scrotum dengan volume semen Y = -1,2087 + 0.159.x. Rataan konsentrasi 1134.12107 ± 344,41x 17, koefisien korelasi (r) 0,588 terkategori sedang dan koefisen determinasi (R) 0,345. Hasil uji terhadap kooefisien korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan (P<0,01). Persamaan regresi yang terbentuk antara lingkar scrotum dengan konsentrasi spermatozoa Y = -1355.997 +82.092.x. Rataan motilitas spermatozoa 82.29 ± 4,81 %, Korelasi (r) 0.344 terkategori rendah dan koefisien determinasi 0,119. Hasil uji koofisien korelasi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan (P>0,05). Persamaan regresi yang terbentuk antara lingkar scrotum dengan konsentrasi spermatozoa Y = 61.293 + 9.672.x Kesimpulan terdapat korelasi positif antara lingkar scrotum terhadap kualitas semen segar sapi Bali. Disarankan perlu dilakukan penelitian hubungan antara lingkar scrotum dengan kualitas semen dilakukan pada umur sapi yang berbeda. Kata Kunci : Sapi Bali, lingkar scrotum, kualitas semen
PENGARUH POLA PEMBERIAN YAKULT DALAM AIR MINUM PASCA PERIODE BROODING TERHADAP PERFORMA BROILER Moch. Luqman Harits; Sunaryo Sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pola pemberian yakult dalam air minum pasca periode brooding terhadap performa broiler ditinjau dari pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah yakult, broiler 160 ekor umur 15 hari, air minum dan pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap unit percobaan terdapat 10 ekor ayam yang diberi yakult dengan dosis 100ml/liter air minum. Perlakuan penelitian adalah P0= tidak diberi yakult, pemberian yakult secara 3 hari berturut-turut kemudian dibedakan berdasarkan selang waktu P1= 3 hari, P2= 5 hari, P3=7 hari. Pemberian yakult pada broiler dengan cara lewat air minum. Data dianalisis ragam (Anova) kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah pola pemberian yakult berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan nilai konversi pakan. Rata-rata pertambahan bobot badan yaitu P0=1,51gab, P1=1,60gb, P2=1,47ga, P3=1,42ga. Nilai rata-rata FCR yaitu P0= 1,70c, P1= 1,55a, P2=1,62b, P3= 1,64b. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pemberian yakult dalam air minum pada broiler pasca periode brooding dapat mempengaruhi pertambahan bobot badan dan nilai FCR, dan pola pemberian yakult dalam air minum pasca periode brooding secara periodik selama 3 hari berselang 3 hari memberikan respos terbaik terhadap performa broiler.
PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) MELALUI PAKAN TERHADAP HISTOMORFOLOGI USUS HALUS BROILER Saiful Rijal; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa)adalah tanaman liar yang sering tumbuh dihutan. Bawang Dayak merupakan tanaman herbal yang mempunyai zat bioaktif bermanfaat seperti flavonoid dan saponin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian FeedAddittive tepung Bawang Dayak melalui pakan terhadap Histomorfologi Usus Halus.Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tepung Bawang Dayak, pakan dan Day Old Chiks (DOC) Broiler dengan umur 15 hari sebanyak 48 ekor serta alat alat yang digunakan seperti tempat pakan, tempat minum dan kaca objek, mikroskop cahaya, silet,pipet tetes, timbangandan alat tulis.Broiler dipelihara selama 20 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Broiler akan dipelihara selama 35 hari dan dibagi menjadi 4 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap unit percobaan terdapat 4 ekor ayam dan setiap perlakuan diberikan campuran tepung Bawang Dayak dengan ketentuan sebagai berikut: P0= pakan komersial (sebagai control), P1= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 1,5%, P2= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 2,0%, P3= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 2,5%. Variabel yang diamati yaitu tinggi vili, lebar vili dan kedalaman crypta. ANOVA digunakan untuk menganalisis data dalam analisis data. Untuk menguji perbedaan antar perlakuan dilakukan uji BNT (Beda Nyata TerkecilHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi vili, lebar vili dan kedalaman crypta. Adapun rata rata nilai Tinggi Vili (µm) yaitu P0=756,39a; P1=774,26b; P2=800,56b; P3=844,72b, sedangkan Lebar Vili (µm) yaitu P0=1512,01a; P1=1623,84b; P2=1635,02b; P3=1668,72b, Kedalaman Crypta (µm) yaitu P0=257,07a; P1=272,36a; P2=291,10ab; P3=345,03b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan campuran tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) dalam pakan Broiler pada umur 15 – 35 hari dalam pakan komersil mampu meningkatkan kuantitas ukuran usus halus yang meliputi tinggi vili, lebar vili, dan kedalaman crypta.Kata kunci: broiler, bawang dayak, histomorfologi, usus halus.
PERBEDAAN POLA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR TERHADAP KELAYAKAN USAHA DI DESA KIDAL KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Arif Purnama; Sri Susilowati; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pola usaha peternakan ayam petelur fase pullet sampai dengan masa puncak pertama pada pola kemitraan dan non-kemitraan di Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Materi yang digunakan yaitu data kuisioner dari 5 peternak pola kemitraan dan 5 peternak pola non kemitraan. Metode penelitian survey, pengambilan data dengan wawancara. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP, dan RCR. Analisis data menggunakan analisis uji t. Perolehan data yang didapat merupakan hasil analisis dari ternak pola kemitraan dan non pola kemitraa. Hasil analisis uji T menunjukkan bahwa biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP Produksi, BEP Harga dan R/C ratio terdapat perbedaan yang sangat nyata per 1000 ekor ayam antara pola kemitraan dan non kemitraan. Berikut hasil rata-rata BEP Produksi pola kemitraan 11.836 dan pola non kemitraan 11.072 BEP Harga pola kemitraan Rp 19.610 dan pola non kemitraan Rp 19.162, R/C ratio pola kemitraan 1,01 dan pola non kemitraan1,05. Kesimpulan pada penelitian ini ialah pola usaha peternakan ayam ras petelur pola kemitraan dan non kemitraan sama-sama menguntungkan berdasarkan biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP produksi, BEP harga dan R/C Ratio. Pola usaha peternakan ayam ras petelur pola non kemitraan yang terbaik berdasarkan hasil analisis uji t. Hasil analisa usaha peternakan ayam petelur pola kemitraan dan non kemitraan yang masih menguntungkan maka usaha tersebut layak untuk dikembangkan lebih lanjut, sebaiknya para peternak yang ingin memulai usaha peternakan ayam ras petelur baiknya memulai dengan populasi awal sekitar 1.000 populasi agar mendapatkan balik modal dan membangun kandang sedikit menjauhi pemukiman warga.Kata kunci :pola usaha, kelayakan usaha, ayam petelur
PENGARUH”TINGKAT”PENGGUNAAN”DAUN”KIAMBANG (Salvinia molesta) TERFERMENTASI”DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN”BOBOT”BADAN, KONSUMSI, DAN”KONVERSI PAKAN PADA ITIK PEDAGING”PERIODE”FINISHER Zakysrof Riza Farrosy; Muhammad Farid Wadjidi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian”ini”bertujuan”untuk”menganalisis”pengaruh”penggunaan”daun kiambang terfermentasi terhadap”pertumbuhan bobot”badan, konsumsi, dan”konversi”pakan”itik”pedaging”periode finisher. Kegunaan”penelitian”ini sebagai pedoman dan informasi pemanfaatan daun kiambang terfermentasi”sebagai”bahan”pakan”terhadap pertambahan”bobot”badan, konsumsi”dan”konversi pakan”itik”pedaging”periode”finisher. Bahan pakan yang digunakan adalah konsentrat KBR 2, jagung kuning, dedak halus, kapur dan daun kiambang terfermentasi. Metode”yang”digunakan adalah”metode”percobaan”menggunakan”Rancangan”Acak”Lengkap”dengan 4”perlakuan”dan”4 ulangan,”tiap”ulangan”terdiri dari 5 itik”penelitian. Perlakuan”yang”diberikan”adalah P0 = 100% ransum tanpa ditambah daun kiambang. P1 = 95%”ransum”ditambah 5% daun”kiambang. P2 = 90% ransum”ditambah 10% daun”kiambang. P3 = 85% ransum”ditambah 15% daun”kiambang. Variabel”yang”diamati”pada”penelitian”ini”adalah”konsumsi,”pertambahan”bobot”badan” dan konversi”pakan.”Hasil”penelitian”menunjukkan”bahwa”tingkat”penggunaan” daun ”kiambang terfermentasi dalam pakan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, sementara menunjukan pengaruh yang nyata” terhadap PBB (P<0,05) dan terhadap konversi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Nilai rata – rata konsumsi pakan P0 = 3215,00 g/ekor. ; P1 = 3233,25 g/ekor. ; P2 = 3246,25 g/ekor dan P3 = 3271,25 g/ekor.  Nilai rata – rata” pertambahan bobot badan yaitu P0 = 947,00 g/ekor. ; P1 = 930,80 g/ekor. ; P2 = 896,55  g/ekor. ; P3 = 854,70 g/ekor. Nilai rata-rata konversi pakan selama penelitian yaitu P0 = 3,41 ; P1 = 3,47. ; P2= 3,62. ; P3 = 3,83. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunan daun kiambang terfermentasi Aspergillus niger sampai tingkat 10% dalam ransum belum menunjukkan perbedaan terhadap konsumsi, pbb dan konversi”pakan.” Kata Kunci: Daun kiambang, Konversi pakan, Itik pedaging.
PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER PADA POSISI DAN KETINGGIAN CAGE YANG BERBEDA DALAM KANDANG CLOSED HOUSE Doni Ambar Putra; Sunaryo Sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi ayam broiler yang ditempatkan pada posisi cage dan letak ketinggian cage yang berbeda pada kandang closed house. Pengambilan data ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 - Juni 2022 di Peternakan Anang Endrajaya yang terletak di Desa Boro, Kec. Selorejo, Kab. Blitar, Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah kandang closed house sistem cage dan ayam broiler. Metode penelitian. eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang yang terdiri dua faktor yaitu ketinggian rak (deck) yang tersarang dalam faktor utama yaitu posisi cage yang terdiri dari 4 ulangan. Faktor utama terdiri dari P1: posisi cage depan, P2: tengah dan P3: belakang, sedangkan faktor tersarang terdiri dari ketinggian T1, T2, T3 dan T4. Data dianalisis dengan analisi ragam dua arah Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi cage tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (P1: 2202,06 g/ekor; P2:2201,57 g/ekor; P3:2200,75 g/ekor), pertambahan bobot badan (P1: 1482,08 g/ekor; P2: 1481,89 g/ekor; P3: 1481,57 g/ekor) dan FCR (P1:1,445; P2: 1,444; P3: 1,445). Ketinggian cage berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan (T1:2213,13d g/ekor; T2: 2204, 93c g/ekor; T3: 2195,76b g/ekor; T4: 2191,90a g/ekor), pertambahan bobot badan (T1: 1487,00d g/ekor: T2: 1482,58c g/ekor; T3:1479,70b g/ekor; T4 :1478,08a g/ekor) dan FCR (T1: 1,45 d; T2:1,45 c; T3:1,44 b; T4:1,44 a). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu posisi cage pada letak kandang tidak memberikan dampak negatif terhadap konsumsi pakan, PBB dan FCR, sedangkan semakin tinggi letak ketinggian cage, semakin baik performa dilihat dari konsumsi pakan, PBB dan FCRKata kunci : posisi dan ketinggian cage deck
Co-Authors Adriani Adriani Afrizal, Ananda Aghnia Fidya Sagar N. M. Agung Firmansyah Ahmad Novianto Ahmad Wildan Attoriq Akbarina, Febria Syahri Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Ali Fatul Ulfah Alif Brillian Abiwardhani Alivia Hafidatul Maula Ananda Octa Lutfia Anwar, N. Khoirul Arief Joko Saputro Arif Purnama arifin, Nur laily romdlaniyah Arista Wahyu Febriansyah Audio, Rico Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa Badat Muwakhid Bambang Sudibyo Pamungkas Basar, Hairil Beatrix Rose Veronicha Buchori, Dimas Chandra Kurnia Sandy Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Darmayani, Dian Eka Deas Adisty, Laura Auralia Dhiya’ul Haq, Ahmad Dinasari, Irawati Doni Ambar Putra Dwiki Wirahadi Kusuma Dyah Lestari Yulianti Fachry Abda El Rahman Fajar Prabowo Fajri, Moh Farid Wadjdi Fatimatuzzahro Muharomah Fauzi, Muhammad Rifki Firdaunsyah Firdaunsyah Firmansyah Firmansyah Guruh Setyo Pambudi Helmi Adieryansyah Herdiansyah, Muchammad Fikri Herman Christantyo Imam Suprayitno Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari R Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Ismayadi Tambunan, Maswan Johan Sumarsono Khabib Mustofa Alkamal Khairul Amali Khoirul Fanani KHUSNUL FATIMAH Kurniawan Dwi Adiguna Kusnadi Yulham Lilasaidah Munawaroh M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M.Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Martapuri, Dyah Cahyaning Marthotillah, Achmad Bagus A. Masthoni, Ivan Mayzahra, Difa Cantika Moch. Luqman Harits Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Fajar Ismail Imani Mubaraq, Ghusni Mubarrok, Mohammad Ramadan Mudawamah . Mudawamah Mudawamah Muh ’Ainun Syamsuddin Haris Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Rahul Khadafi Mushael Wenang Fatwa Aji Nadyah Maharani Amir Hamzah Nahdlatul Ummah Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Pambudi, Seto Tri Pebri Hartanto Qur’ainia, Anita Rahmatullah, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Ribhi Sofil A’yun Rio Dwi Sandriono Rizki rizki Safitri, KusmiatuI Saiful Rijal Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman Sri Susilowati Sri Susilowati Sudjoni, Noerhadi Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrul Firmansyah Syamsiar, Syamsiar Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Usman Ali Ustman Ali Verdianto, Ageng Prima Wadjdi, Farid Wadjdi, M. Farid Wadjdi, M.Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wijaya, Muhammad Riski Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yuda Awaliyu Yudhi Mahendra Yulianti Yulianti Yusuf Mahdi Yuwantoro yuwantoro Zakysrof Riza Farrosy