Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENAMPILAN FISIK SAPI TERHADAP HARGA JUAL BAKALAN SAPI POTONG LIMOUSIN CROSS DI PASAR HEWAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO Mohammad Yani Permana Firman Sanjaya1, Dedi Suryanto2, Irawati Dinasari2 Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman; Suryanto, Dedi; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penampilan fisik sapi terhadap harga jual bakalan sapi potong di pasar hewan daerah Kabupaten Mojokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peternak yang memilih bakalan sapi potong berbangsa Limousin cross yang berumur 1,5 – 2,5 tahun dan memiliki bobot badan antara 250-350 kg. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, cara pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling yang dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner oleh para peternak sapi Limousin cross sebanyak 35 responden. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai BCS penampilan fisik bakalan sapi potong  Limousin cross terhadap harga jual masuk dalam kategori kuat dan 63,09% dipengaruhi oleh nilai BCS. Persamaan regresinya adalah Y=100.000+6.840.476X. Pada variabel umur bakalan sapi potong Limousin cross terhadap harga jual masuk dalam kategori sedang dan 28,5% dipengaruhi oleh umur. Persamaan regresinya adalah Y=2.437.555+617.526X. Kesimpulan dalam penelitian ini, nilai BCS memiliki hubungan yang masuk dalam kategori kuat dan memiliki pengaruh sebesar 63,09% pada harga jual. Pada variabel umur sapi Limousin cross memiliki hubungan yang masuk dalam kategori sedang dan memiliki pengaruh sebesar 28,5% pada harga jual.Kata kunci: BCS, Umur, Harga Jual Sapi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HERBAL PROBIOTIK PADA AIR MINUM TERHADAP PERFORMANS AYAM JANTAN PETELUR Masthoni, Ivan; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Menganalisis pemberian ekstrak herbal probiotik pada air minum terhadap konsumsi pakan, Pertambaham bobot badan dan efisiensi pakan pada ayam jantan petelur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini adalah ayam jantan petelur Stain pada umur 14 hari sebanyak 64 ekor dengan bobot badan rata-rata 141,5 ± 1.25 gram, dengan koefesien keragaman 1,25%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit perlakuan dengan pemberian yang berbeda sebagai berikut: P0 = tanpa pemberian Herbal Probiotik (kontrol), P1 = pemberian Herbal Probiotik 1 ml / liter air minum, P2 = pemberian Herbal Probiotik 3 ml / liter air minum, P3 = pemberian Herbal Probiotik 5 ml / liter air minum Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Varians) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian berdasarkan analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat penggunaan herbal probiotik dalam air minum menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) dan menunjukkan pengaruh yang  nyata (P<0.05)  terhadap efisiensi pakan, Adapun nilai rata-rata konsumsi pakan  (gram/ekor) setiap perlakuan yaitu P0=2080,75, P1=2079,00, P2=2094,75 dan P3=2105,75, rata-rata Pertambahan bobot badan (gram/ekor) setiap perlakuan yaitu P0=896,50a, P1=902,25a, P2=939,75b dan P3=948,00b dan Efisiensi Pakan (persen) P0=43.09a, P1=43.40a, P2=44,87b dan P3=45,02b. Kesimpulan penelitian ini adalahbahwa pemberian herbal probiotik pada air minum sebesar 5 ml/liter air minum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan meningkatkan efisiensi pakan. Kata Kunci: Ayam Jantan Petelur, Herbal Probiotik, Performans Ayam
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE SECARA PENGUAPAN TERHADAP KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM Al Udhma, As’ad M Wafawaid; Kentjonowaty, Inggit; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dampak penguapan ekstrak Daun Pare terhadap mutu interior telur ayam. Sebanyak dua puluh empat butir telur dari strain Isa Brown dipilih sebagai subjek penelitian, diambil pada hari pertama dari peternak, dengan bubuk Daun Pare yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang enam kali. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: tanpa penguapan, P1: penguapan ekstrak Daun Pare 5%, P2: 10%, dan P3: 15%. Variabel yang dicatat meliputi Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), serta Unit Haugh (HU). Analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penguapan ekstrak Daun Pare tidak memberikan dampak signifikan (P>0,05) pada semua parameter mutu interior telur. Rata-rata nilai IKT tercatat pada P0 (0,224), P1 (0,258), P2 (0,251), dan P3 (0,263); nilai IPT pada P0 (0,018), P1 (0,020), P2 (0,021), dan P3 (0,022); serta HU pada P0 (48,854), P1 (48,433), P2 (52,502), dan P3 (53,853). Secara keseluruhan, pola peningkatan nilai pada setiap perlakuan menunjukkan indikasi efek positif dari ekstrak Daun Pare, dengan hasil tertinggi pada konsentrasi 15%.Kata kunci: ekstrak Daun Pare, interior telur ayam, indeks putih telur, indeks kuning telur, Haugh Unit. THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER MELON LEAF EXTRACT BY EVAPORATION ON THE INTERIOR QUALITY OF CHICKEN EGGS ABSTRAKThis research aimed to find out how using evaporated extract from bitter melon leaves impacts the quality inside chicken eggs. In this study, twenty-four Isa Brown hen eggs were chosen and gathered on their first day from the source, and the bitter melon leaf powder was taken out using 96% ethanol. The approach in this research involved an experimental setup using a Completely Randomized Design (CRD), which included four different methods, each tested six separate times. The treatments used were P0, where nothing was evaporated, P1 with 5% evaporation of bitter melon leaf, P2 at 10%, and P3 at 15%. The study tracked several factors, including the Egg White Index (IWI), the Egg Yolk Index (IKT), and the Haugh Unit (HU). Statistical analysis (ANOVA) showed that evaporating the bitter melon leaf extract did not significantly change (P>0.05) any of the measures of egg quality inside. The average IWI numbers were P0 (0.224), P1 (0.258), P2 (0.251), and P3 (0.263); the IPT numbers were P0 (0.018), P1 (0.020), P2 (0.021), and P3 (0.022); and the HU numbers were P0 (48.854), P1 (48.433), P2 (52.502), and P3 (53.853). In general, because the numbers went up in each method, this shows that bitter melon leaf extract has a good effect, with the best outcomes when the concentration was 15%.Keywords: bitter melon leaf extract, chicken egg interior, egg white index, egg yolk index, Haugh Uni
UPENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) DENGAN PERLAKUAN ENZIM NON STRATCH POLYSACHARIDES (NSP) TERHADAP PERFORMA PRODUKSI TELUR PUYUH COTURNIX-COTURNIX JAPONICA Muchammad Fikri Herdiansyah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana pemberian tepung daun kelor yang dikombinasikan dengan enzim Non-Starch Polysaccharides (NSP) memengaruhi tingkat konsumsi pakan harian serta produksi massa telur puyuh. Studi ini berlangsung selama 45 hari di Poncokusumo, Kabupaten Malang bertujuan menguji kelayakan kelor sebagai bahan pakan alternatif untuk menggantikan ransum komersial (basal). Studi ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu 2 jenis daun kelor (daun kelor utuh dan pucuk 5 teratas daun kelor) serta dosis enzim NSP (0 unit, 5.000 unit/g, dan 50.000 unit/g) yang dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) Kemudian dilanjutkan Uji Duncan jika terdapat pengaruh.  Analisis data menunjukkan bahwa interaksi antara jenis daun kelor dan dosis enzim memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P < 0,01) terhadap konsumsi pakan dan produksi telur. Serat kasar dan enzim NSP yang tinggi pada daun utuh menghambat penyerapan nutrisi, sehingga massa telur yang dihasilkan menurun. Sebaliknya, kombinasi antara pucuk daun kelor dan enzim NSP pada ransum terbukti lebih efektif. Formulasi ini mampu menekan laju konsumsi pakan harian namun secara bersamaan meningkatkan produksi massa telur mendekati hasil dari ransum basal. Pucuk daun kelor yang diproses dengan penambahan enzim NSP merupakan kandidat kuat pengganti ransum basal. Temuan ini menegaskan bahwa dalam penggunaan kelor sebagai pakan unggas, pemilihan bagian tanaman dan strategi pengolahan (seperti suplementasi enzim) sangat menentukan efisiensi produksi dan keberlanjutan usaha peternakan sehingga mendukung sistem produksi unggas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kata Kunci : Daun kelor, Enzim NSP, Konsumsi pakan harian, Produksi massa telur, Coturnix coturnix                japonica THE EFFECT OF ADDITION OF MORINGA OLIEFERA LEAVES WITH NON-STRATCH POLYSACHARIDES (NSP) ENZYME TREATMENT ON THE PRODUCTION PERFORMANCE OF COTURNIX-COTURNIX JAPONICA QUAIL EGG AbstractThis study was conducted to analyze how the administration of moringa leaf powder combined with the Non-Starch Polysaccharides (NSP) enzyme affects daily feed intake and egg production in quail. The study, conducted over 45 days in Poncokusumo, Malang Regency, aimed to test the feasibility of moringa as an alternative feed ingredient to replace commercial (basal) rations. The study used a factorial completely randomized design (RFRD) consisting of two treatment factors: two types of moringa leaves (whole moringa leaves and the top five shoots of the leaves) and the NSP enzyme dosage (0 units, 5,000 units/g, and 50,000 units/g). These factors were analyzed using the F-test (ANOVA), followed by a Duncan test if an effect was found. Data analysis showed that the interaction between the type of moringa leaf and the enzyme dosage had a highly significant effect (P < 0.01) on feed intake and egg production. The high crude fiber and NSP enzyme content in whole leaves inhibited nutrient absorption, resulting in decreased egg production.  In contrast, the combination of moringa leaf shoots and NSP enzyme in the ration proved more effective. This formulation was able to reduce daily feed consumption while simultaneously increasing egg mass production, approaching the results of the basal ration. Moringa leaf shoots processed with the addition of NSP enzyme are a strong candidate to replace the basal ration. These findings confirm that in the use of moringa as poultry feed, the selection of plant parts and processing strategies (such as enzyme supplementation) are crucial for production efficiency and the sustainability of the livestock business, thus supporting a more efficient and sustainable poultry production system. Keywords: Moringa leaves, NSP enzyme, daily feed intake, egg mass production, Coturnix coturnix japonica 
EFFEKTIVITAS NATURAL GROWTH PROMOTOR NANOHERBAL BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) TERHADAP AKTIVITAS SUPEROXIDE DISMUTASE, MALONDIALDEHID DAN ERITROSIT BROILER NON VAKSIN Nanang Hariyanto; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural Growth Promotor (NGP) menjadi trend penggunaannya pada broiler setelah ada pelarangan penggunaan Antibiotic Growtg Promotor (AGP). Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) merupakan tanaman herbal kandidat NGP. Penggunaan pada broiler non vaksin untuk memastikan potensi imunomodulator  sebagai NGP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi immunomodulator nanoherbal Bawang Dayak sebagai NGP terhadap aktivitas Superoxide Dismutase (SOD), kadar Malondialdehid (MDA), dan jumlah eritrosit broiler non vaksin. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilaksanakan pada 100 ekor broiler non vaksin. Perlakuan ada 5 yaitu P0 : kontrol negative ; P1: kontrol positif (broiler divaksin+vitamin) ; P2: pemberian nanoherbal bawang dayak 1% ; P3 : 2%; P4 : 3%. Masing-masing perlakuan mempunyai 4 ulangan. Perlakuan diberikan pada broiler umur 15 hari selama 21 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Nanoherbal Bawang Dayak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas SOD, MDA, dan eritrosit. Aktivitas SOD tertinggi perlakuan P4 (26,11 ± 2,48 ng/ml), kadar MDA terendah pada P4 (6,45 ± 0,49 mmol/ml), dan jumlah eritrosit terendah pada P4 (6.35 ± 0.12× 10¹²/L). Kesimpulan adalah Nanoherbal Bawang dayak berpotensi sebagai NGP pada broiler non vaksin dengan dosis optimum yaitu 3%.Kata Kunci: Nanoherbal, Bawang Dayak, NGP, Broiler, Non VaksinTHE EFFECTIVENESS OF THE NATURAL GROWTH PROMOTER NANOHERBAL DAYAK ONION (Eleutherine bulbosa) ON SUPEROXIDE DISMUTASE ACTIVITY, MALONDIALDEHYDE LEVELS, AND ERYTHROCYTES IN UNVACCINATED BROILERS AbstractNatural Growth Promoters (NGPs) have become increasingly popular in broiler production following the ban on Antibiotic Growth Promoters (AGPs). Dayak Onion (Eleutherine bulbosa) is a candidate herbal plant for use as an NGP. Its use in unvaccinated broilers aims to assess its immunomodulatory potential as an NGP. This study aims to analyze the immunomodulatory potential of Dayak Onion nanoherbal extract as an NGP on Superoxide Dismutase (SOD) activity, Malondialdehyde (MDA) levels, and red blood cell count in unvaccinated broilers. The research method was quantitative, using a Completely Randomized Design (CRD). The study was conducted on 100 unvaccinated broilers. There were five treatments: P0: negative control; P1: positive control (vaccinated broilers + vitamins); P2: administration of 1% Dayak Onion nanoherbal; P3: 2%; P4: 3%. Each treatment had four replicates. The treatments were administered to 15-day-old broilers for 21 days. Data were analyzed using ANOVA followed by the BNT test. The results showed that the administration of Dayak Onion Nanoherbal had a highly significant effect (P<0.01) on SOD activity, MDA levels, and erythrocyte count. The highest SOD activity was observed in treatment P4 (26.11 ± 2.48 ng/ml), the lowest MDA level was in P4 (6.45 ± 0.49 mmol/ml), and the lowest erythrocyte count was in P4 (6.35 ± 0.12 × 10¹²/L). The conclusion is that Dayak Onion Nanoherbal has the potential as an NGP in non-vaccinated broilers at an optimal dose of 3%.Keywords: Nanoherbal, Dayak Onion, NGP, Broiler, Non-vaccinated
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DAN DAUN PANDAN DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS ALBUMIN TELUR AYAM Muhammad Tegar Iman Billah; Dedi Suryanto; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan minyak lemuru dan daun pandan dalam pakan terhadap kualitas albumin telur ayam petelur. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor, dan 3 ulangan, perlakuan pada penelitian ini terdiri atas faktor dosis minyak lemuru dan faktor dosis daun pandan. Faktor dosis minyak lemuru terdiri dari 3 taraf yaitu 0% (L0), 1:1 (L1), dan 3% (L2), sedangkan faktor dosis daun pandan terdiri dari 3 taraf yaitu 0% (P0), 2% (P1), dan 4% (P2). Setiap unit percobaan terdiri dari 1 ekor ayam petelur. Data kualitas albumin diperoleh melalui penimbangan bobot telur harian serta pemisahan komponen telur, yang kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila diperoleh data berbeda nyata dilakukan uji duncan. Berdasarkan hasil penelitian yang diketahui bahwa penambahan minyak lemuru dan daun pandan, baik secara parsial maupun kombinasi, memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap tinggi putih telur, lebar putih telur, serta pH putih telur. Penggunaan minyak lemuru dan daun pandan tidak menghasilkan interaksi yang nyata terhadap tinggi putih telur, lebar putih telur dan pH putih telur. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan minyak lemuru dan daun pandan dalam pakan tidak mengubah karakteristik fisik dan kimia albumin telur ayam. Kata kunci: Kualitas albumin, telur ayam, tinggi putih telur, lebar putih telur, pH putih telur  EFFECT OF ADDING LEMURU OIL AND PANDAN LEAVES IN FEED ON THE ALBUMIN QUALITY OF CHICKEN EGGS ABSTRACTThis study aims to evaluate the effect of the addition of lemuru oil and pandan leaves in feed on the albumin quality of laying hen eggs. The design used in this study is a Factorial Complete Random Design (RALF) with 2 factors, and 3 replicas, the treatment in this study consists of the lemuru oil dosage factor and the pandan leaf dosage factor. The dose factor of lemuru oil consists of 3 levels, namely 0% (L0), 1:1 (L1), and 3% (L2), while the dosage factor of pandan leaves consists of 3 levels, namely 0% (P0), 2% (P1), and 4% (P2). Each experimental unit consists of 1 laying hen. Albumin quality data was obtained through daily egg weight weighing and egg component separation, which was then analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If the data is obtained, the duncan test is carried out. Based on the results of the study, it is known that the addition of lemuru oil and pandan leaves, either partially or in combination, has an unreal effect (P>0.05) on the height of the egg white, the width of the egg white, and the pH of the egg white. The use of lemuru oil and pandan leaves did not produce a noticeable interaction on egg white height, egg white width and egg white pH. The conclusion of this study is that the addition of lemuru oil and pandan leaves in the feed does not change the physical and chemical characteristics of chicken egg albumin. Keyword: Albumin quality, chicken eggs, egg white height, egg white width, egg white pH
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE (Momordica charantia L.) SECARA PENGUAPAN TERHADAP RONGGA UDARA DAN TOTAL BAKTERI TELUR AYAM RAS Ageng Prima Verdianto; Dedi Suryanto; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare (Momordica charantia L.) secara penguapan terhadap rongga udara dan total bakteri telur ayam ras. Materi pada penelitian ini yaitu telur ayam ras (ISA Brown) segar berumur 1 hari yang diambil langsung dari peternak dan bubuk daun pare yang diekstraksi dengan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Perlakuan penelitian ini meliputi P0 : telur tanpa penguapan 0%, P1 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 5%, P2 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 10%, dan P3 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 15%, kemudian telur disimpan selama 21 hari pada suhu ruang. Variabel yang dianalisis mencakup rongga udara dan total bakteri. Analisis statistik yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA). Penelitian yang dilakukan  menunjukkan hasil perlakuan penguapan telur ayam ras menggunakan ekstrak daun pare yang disimpan selama 21 hari tidak memberikan adanya pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai rongga udara dan total bakteri. Hasil nilai rata-rata rongga udara pada setiap perlakuan yaitu P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; dan P3 : 0,445 cm. Rata-rata nilai total bakteri pada setiap perlakuan yaitu: P0 sebesar 3,5 x 108 CFU/ml; P1 sebesar 13 x 108 CFU/ml; P2 sebesar 1,3 x 108 CFU/ml; dan P3 sebesar 2,0 x 108 CFU/ml. Kesimpulan yang didapat yaitu pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan belum mampu mempertahankan kualitas nilai total bakteri, namun pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan dapat mempertahankan mutu kualitas rongga udara setelah disimpan pada suhu ruang selama 21 hari. Pemberian konsentrasi ekstrak daun pare sebanyak 10% secara penguapan menghasilkan nilai rongga udara sebanyak 0,42 cm dengan nilai mutu I, sedangkan nilai total bakteri sebanyak 1,3 x 108 CFU/ml.Kata kunci: telur ayam ras, ekstrak daun pare, penguapan, rongga udara, dan total bakteri.THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER GOURD LEAF EXTRACT (Momordica charantia L.) BY FUMIGATION ON THE AIR CELL                              AND TOTAL BACTERIA OF LAYER CHICKEN EGGS ABSTRACT This study was conducted to analyze the effect of giving various concentrations of bitter melon leaf extract (Momordica charantia L.) by evaporation on the air cavity and total bacteria of purebred chicken eggs. The material in this study is 1 day old fresh purebred chicken eggs (ISA Brown) taken directly from farmers and bitter melon leaf powder extracted with 96% ethanol. This research uses an experimental method with a Complete Random Design (RAL) consisting of 4 treatments and 6 repetitions. The treatment of this study includes P0 : eggs without 0% evaporation, P1 : evaporation of eggs with a concentration of 5% bitter melon leaf extract, P2 : evaporation of eggs with a concentration of 10% bitter melon leaf extract, and P3 : evaporation of eggs with a concentration of 15% bitter melon leaf extract, then the eggs are stored for 21 days at room temperature. The variables analyzed include air cavities and total bacteria. The statistical analysis used is Analysis of Variance (ANOVA). The research carried out showed that the results of the evaporation treatment of purebred chicken eggs using bitter melon leaf extract stored for 21 days did not have a real effect (P>0.05) on the value of air cavities and total bacteria. The average result of the air cavity in each treatment is P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; and P3 : 0,445 cm. The average total value of bacteria in each treatment is: P0 is 3.5 x 108 CFU/ml; P1 is 13 x 108 CFU/ml; P2 is 1.3 x 108 CFU/ml; and P3 is 2.0 x 108 CFU/ml. The conclusion obtained is that the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation has not been able to maintain the quality of the total value of bacteria, but the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation can maintain the quality of the air cavity after being stored at room temperature for 21 days. The administration of a bitter melon leaf extract concentration of 10% by evaporation produces an air cavity value of 0.42 cm with a quality value of I, while the total value of bacteria is 1.3 x 108 CFU/ml. Keywords: hicken eggs, bitter melon leaf extract, evaporation, air space, and total bacteria. 
ANALISIS EFISIENSI PETERNAKAN AYAM PETELUR DENGAN STRAIN BERBEDA (STUDI KASUS DI PT SUMBER KELAPA BEKY BLITAR) Abrar Arief Fayi’ Kusuma; Sri Susilowati; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi usaha, kelayakan ekonomi, serta menentukan strain ayam petelur (Lohmann Brown vs Hy-Line Brown) yang lebih menguntungkan pada sistem kandang closed house. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 di PT Sumber Kelapa Beky, Blitar, Jawa Timur, dengan popilasi ± 48.500 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown dan Hy-Line Brown pada uisa 18 dan 49 minggu, menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data meliputi performa produksi (Feed Conversion Ratio/FCR, Hen Day Production/HDP) dan kelayakan finansial (R/C Ratio, BEP, dan keuntungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain Lohmann memiliki efisiensi pakan lebih baik dengan HDP umur 49 minggu sebesar 94,3% dan nilai FCR lebih rendah. Sebaliknya, strain Hy-Line unggul dalam volume produksi telur (38.878,80 kg/bulan), penerimaan (Rp933.091.200/bulan), dan keuntungan (Rp226.424.200/bulan). Analisis finansial menunjukkan kedua strain layak secara ekonomi (R/C Ratio > 1), di mana nilai R/C Ratio Hy-Line (1,32) sedikit lebih tinggi dari Lohmann (1,29). BEP harga untuk Lohmann sebesar Rp1.142/butir dan Hy-Line Rp1.178/butir, dengan BEP produksi berturut-turut 459.471 dan 453.573 butir/bulan. Disimpulkan bahwa kedua strain layak diusahakan pada sistem closed house, namun strain Hy-Line lebih menguntungkan dan efisien secara ekonomi, terutama pada sistem penjualan berbasis berat (kg). Strain Hy-Line direkomendasikan sebagai pilihan utama dengan tetap mengoptimalkan manajemen pakan. Kata Kunci: Ayam Petelur, Closed House, Efisiensi Usaha, Hy-Line Brown, Lohmann Brown. EFFICIENCY ANALYSIS OF EGG-LAYING HEN FARMING WITH DIFFERENT STRAINS (A CASE STUDY AT PT SUMBER KELAPA BEKY BLITAR) Abstract This study aims to analyze business efficiency and economic feasibility, as well as to determine the more profitable layer hen strain (Lohmann Brown vs. Hy-Line Brown) under a closed-house housing system. The research was conducted in May 2026 at PT Sumber Kelapa Beky, Blitar, East Java, involving population of approximately 48,500 layer hens of the Lohmann Brown and Hy-Line Brown strains aged 18 to 49 weeks, using a case study method with a quantitative descriptive approach. Data analysis encompassed production performance (Feed Conversion Ratio/FCR, Hen Day Production/HDP) and financial feasibility (R/C Ratio, BEP, and profitability). The results indicated that the Lohmann strain achieved better feed efficiency, with a 49-week HDP of 94.3% and a lower FCR value. Conversely, the Hy-Line strain excelled in egg production volume (38,878.80 kg/month), revenue (IDR 933,091,200/month), and profit (IDR 226,424,200/month). Financial analysis revealed that both strains are economically viable (R/C Ratio > 1), with the Hy-Line strain obtaining a slightly higher R/C Ratio (1.32) than the Lohmann strain (1.29). Price BEP for Lohmann was IDR 1,142/egg and for Hy-Line was IDR 1,178/egg, with production BEP reaching 459,471 and 453,573 eggs/month, respectively. In conclusion, both strains are economically feasible for closed-house farming systems; however, the Hy-Line strain is more profitable and economically efficient, particularly in weight-based (kilogram) egg marketing systems. Consequently, the Hy-Line strain is recommended as the primary choice while maintaining optimized feed management. Keywords: Closed House, Business Efficiency, Hy-Line Brown, Layer Hen, Lohmann Brown.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE SECARA PENGUAPAN TERHADAP NILAI pH DAN PENURUNAN BOBOT TELUR AYAM RAS Muhammad Ghozali Ridwan Assabil; Inggit Kentjonowaty; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh berbagai tingkat konsentrasi ekstrak daun pare (Momordica charantia) yang diaplikasikan selama penguapan terhadap parameter kualitas telur, meliputi pH albumen, pH kuning telur, dan penurunan berat telur ayam ras selama 21 hari penyimpanan. Dengan menggunakan 24 butir telur ayam ras Isa Brown yang berumur satu hari, studi ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang dari tanggal 19 September hingga 10 Oktober 2025. Desain Eksperimen ini didasarkan pada uji coba Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat tingkat perlakuan dan enam kali pengulangan. Tingkat P0 adalah konsentrasi tanpa ekstrak, Tingkat P1 adalah konsentrasi 5%, Tingkat P2 adalah konsentrasi 10%, dan Tingkat P3 adalah konsentrasi 15%. Data analisis menggunakan uji Analisis Varian ANOVA, yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) apabila terdeteksi perbedaan yang signifikan. Hasil studi menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun pare dengan metode penguapan tidak memiliki dampak statistic yang signifikan (P>0,05) pada parameter kualitas telur, yaitu pH putih telur (kisaran 9,42–9,65), pH kuning telur (kisaran 6,70–6,89), dan berat telur (kisaran 53,50–54,67 gram), yang masih berada dalam kisaran normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun pare hingga konsentrasi 15% melalui metode penguapan belum efektif mempertahankan kualitas pH dan berat telur selama penyimpanan 21 hari, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan metode aplikasi atau konsentrasi yang berbeda.Kata kunci: ekstrak daun pare, penguapan, pH telur, bobot telur, kualitas telur. THE EFFECT OF  VARYING  CONCENTRATIONS OF BITTER MELON LEAF EXTRACT BY EVAPORATION ON THE pH VALUE AND WEIGHT REDUCTION OF CHICKEN EGGS AbstractThis study aims to examine the effect of various concentration levels of bitter melon leaf extract (Momordica charantia) applied during evaporation on egg quality parameters, including albumen pH, yolk pH, and egg weight loss of broiler chickens during 21 days of storage. Using 24 one-day-old Isa Brown broiler chicken eggs, this study was conducted at the Integrated Laboratory of the Islamic University of Malang from September 19 to October 10, 2025. This experimental design was based on a completely randomized design (CRD) trial with four treatment levels and six replications. Level P0 is the concentration without extract, Level P1 is the concentration of 5%, Level P2 is the concentration of 10%, and Level P3 is the concentration of 15%. Data analysis used the Analysis of Variance ANOVA test, which was then followed by the LSD (Least Significant Difference) test if a significant difference was detected. The results of the study showed that the application of bitter melon leaf extract using the evaporation method did not have a statistically significant impact (P>0.05) on egg quality parameters, namely egg white pH (range 9.42–9.65), egg yolk pH (range 6.70–6.89), and egg weight (range 53.50–54.67 grams), which were still within the normal range. Further research using different application methods or concentrations is recommended to achieve more optimal results.Keywords: bitter melon leaf extract, evaporation, egg pH, weight egg , egg quality
Co-Authors Abrar Arief Fayi’ Kusuma Adriani Adriani Afrizal, Ananda Ageng Prima Verdianto Aghnia Fidya Sagar N. M. Agung Firmansyah Ahmad Novianto Ahmad Wildan Attoriq Akbarina, Febria Syahri Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Ali Fatul Ulfah Alif Brillian Abiwardhani Alivia Hafidatul Maula Ananda Octa Lutfia Anwar, N. Khoirul Arief Joko Saputro Arif Purnama arifin, Nur laily romdlaniyah Arista Wahyu Febriansyah Audio, Rico Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa Badat Muwakhid Bambang Sudibyo Pamungkas Basar, Hairil Beatrix Rose Veronicha Brahmadhita Pratama Mahardhika Buchori, Dimas Chandra Kurnia Sandy Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Darmayani, Dian Eka Deas Adisty, Laura Auralia Dhiya’ul Haq, Ahmad Dinasari, Irawati Doni Ambar Putra Dwiki Wirahadi Kusuma Dyah Lestari Yulianti Fachry Abda El Rahman Fajar Prabowo Fajri, Moh Farid Wadjdi Fatimatuzzahro Muharomah Fauzi, Muhammad Rifki Firdaunsyah Firdaunsyah Firmansyah Firmansyah Guruh Setyo Pambudi Helmi Adieryansyah Herdiansyah, Muchammad Fikri Herman Christantyo Imam Suprayitno Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari R Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Ismayadi Tambunan, Maswan Johan Sumarsono Khabib Mustofa Alkamal Khairul Amali Khoirul Fanani KHUSNUL FATIMAH Kurniawan Dwi Adiguna Kusnadi Yulham Lilasaidah Munawaroh M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M.Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Martapuri, Dyah Cahyaning Marthotillah, Achmad Bagus A. Masthoni, Ivan Mayzahra, Difa Cantika Moch. Luqman Harits Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Fajar Ismail Imani Mubaraq, Ghusni Mubarrok, Mohammad Ramadan Muchammad Fikri Herdiansyah Mudawamah . Mudawamah Mudawamah Muh ’Ainun Syamsuddin Haris Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Fauzi Muhammad Ghozali Ridwan Assabil Muhammad Rahul Khadafi Muhammad Tegar Iman Billah Mushael Wenang Fatwa Aji Nadyah Maharani Amir Hamzah Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Pambudi, Seto Tri Pebri Hartanto Qur’ainia, Anita Rahmatullah, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Ribhi Sofil A’yun Rio Dwi Sandriono Rizki rizki Safitri, KusmiatuI Saiful Rijal Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman Sri Susilowati Sri Susilowati Sudjoni, Noerhadi Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrul Firmansyah Syamsiar, Syamsiar Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Usman Ali Ustman Ali Wadjdi, Farid Wadjdi, M. Farid Wadjdi, M.Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wijaya, Muhammad Riski Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yuda Awaliyu Yudhi Mahendra Yulianti Yulianti Yusuf Mahdi Yuwantoro yuwantoro Zakysrof Riza Farrosy