Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Fisik dan Kimiawi Telur Ayam Yang Diberi Penambahan Lactobacillus salivarius dalam Pakan dan Minum sebagai Alternatif Pengganti AGP Mahardhika, Brahmadhita Pratama; Kalsum, Umi; Suryanto, Dedi; Wadjdi, Muhammad Farid; Sudjoni, Noerhadi; Saputro, Arief Joko; Qur’ainia, Anita; Darmayani, Dian Eka
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 1 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.01.7

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini  untuk menganalisa dampak penggunaan probiotik terhadap kualitas fisik dan kimiawi telur ayam. Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga jumlah ternak yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 ekor ayam petelur. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai adalah P0= perlakuan pontrol (pemberian pakan basal ayam petelur), P1=perlakuan pemberian antibiotik Zink Bacitracin, P1= pemberian probiotik Lactobacillus salivarius  1 g/kg pakan (1 g probiotik memiliki dosis 107 CFU), P3= pemberian probiotik Lactobacillus salivarius  1 ml/L air minum (1 mL probiotik memiliki dosis 107 CFU). Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis of variance. Apablia didapatkan data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian probiotik L. salivarius secara sangat nyata (P<0.01) meningkatkan bobot telur, bobot albumin, tinggi albumin dan tinggi yolk. Pemberian probiotik L. salivarius secara sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan protein telur ayam serta menurunkan kolesterol telur. Penggunaan probiotik L. salivarius dapat dijadikan alternative penggunan Antibiotic Growth Promoter (AGP) untuk peningkatan kualitas fisik dan kimiawi telur ayam.
ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN pH PADA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN (Arenga pinnata Merr) Mubaraq, Ghusni; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula aren (Arenga pinnata Merr) dengan konsentrasi yang berbeda pada yogurt terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan pH. Materi yang digunakan, starter yogurt komersil, 3 liter susu sapi, gula aren, MRS Agar, alkohol, kapas, alumunium foil, aquades. Penelitian menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan, P0 = gula aren 0%, P1 = gula aren 4%, P2 = gula aren 8%, P3 = gula aren 12%, dan diuji menggunakan analisis ragam dan uji lanjut BNT. Variabel yang diamati total bakteri asam laktat dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan gula aren pada yogurt berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total bakteri asam laktat namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH. Hasil rata-rata total BAL (CFU/ml) P0 = 1,1x1010 b, P1 = 1,1x1010 a, P2 = 2,1x1010 b, P3 = 1,8x1010 b. Nilai rata-rata pH yogurt yaitu P0 = 3,94, P1 = 3,91, P2 = 3,98, P3 = 3,97. Kesimpulan penelitian penambahan gula aren pada yogurt mempengaruhi total bakteri asam laktat namun tidak mempengaruhi nilai pH yogurt. Penambahan gula aren pada yogurt optimal sebesar 8% dapat  meningkatkan total BAL. Disarankan untuk menambahkan gula aren sebanyak 8% untuk mendapatkan kualitas yogurt lebih baik.Kata kunci : yogurt, susu sapi, gula aren, total BAL, nilai pH
PENGGARUH PEMBERIAN DAUN KELOR DAN ACIDIFIER PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMEN AYAM POTONG PERIODE FINISER Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan daun kelor dan zat pengasam (acidifier) dalam pakan komersial terhadap performa ayam broiler pada fase finisher. Materi yang digunakan mencakup 80 ekor anak ayam broiler (day old chick/DOC) dengan bobot awal rata-rata 37,5±21,2 gram. Pemeliharaan dilakukan selama 35 hari. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., dengan penambahan daun kelor serta asam sitrat yang diberikan melalui air minum dengan konsentrasi 1,5% sebagai acidifier. Ayam ditempatkan dalam kandang percobaan berukuran 1 x 1 meter, dengan masing-masing kandang diisi oleh 5 ekor ayam. Perlakuan pakan dimulai sejak ayam berumur 21 hari, dan pemanenan dilakukan pada umur 35 hari. Peralatan yang digunakan meliputi sprayer, tempat pakan dan minum, hygrometer, termometer, timbangan, serta vaksin.Kata Kunci: Daun Kelor, Acidifier, Pakan
PENGAWETAN TELUR DENGAN PENGUAPAN EKSTRAK DAUN SIRIH DAN GETAH BATANG PISANG TERHADAP KUALITAS KUNING TELUR AYAM RAS Akbarina, Febria Syahri; Sholikah, Nisa'us; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif penggunaan uap yang berasal dari bahan alami, yaitu getah batang pisang dan ekstrak daun sirih, dalam menjaga mutu kuning telur. Bahan yang di pakai pada penelitian ini adalah 80 butir telur ayam ras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Desain penelitian yang diterapkan merupakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan yaitu perbandingan presentase bahan getah batang pisang (GBP) dan ekstrak daun sirih (EDS) dengan kode P0, P1, P2,dan P3, serta lama penyimpanan dengan kode H0, H1, H2, dan H3, dengan setiap perlakuan dilakukan dengan pengulangan sebanyak lima kali. Variable yang  diamati meliputi tinggi yolk dan pH yolk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan apabila terdapat pengaruh, dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh perbandingan persentase bahan dan interaksi antara perbandingan persentase bahan dengan lama penyimpanan terhadap tinggi yolk (P>0,05), namun lama penyimpanan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05). Rata-rata nilai perbandingan persentase bahan adalah sebagai berikut : P0 = 13,38, P1 = 12,88, P2 = 14,18, dan P3 = 13,31. Rata-rata nilai lama penyimpanan sebagai berikut : H0 = 16,37c, H1 = 13,89b, H2 = 12,76b, H3 = 10,73a. Ditemukan interaksi yang signifikan (P<0,01) antara perbandingan bahan dan lama penyimpanan terhadap pH yolk, dengan rata-rata sebagai berikut : P0-H0 = 6.01g, P0- H1 = 5.93efg, P0-H2 = 5.30abcdefg, P0-H3 = 4.84abcd, P1-H0 = 5.82defg, P1-H1 = 4.88abcde, P1- H2 = 4.94abcdef, P1-H3 = 5.94fg, P2-H0 = 5.99gg, P2-H1 = 4.50ab, P2-H2 = 4.68abc, P2-H3 = 4.94abcdef, P3-H0 = 6.09g, P3-H1 = 4.36a, P3-H2 = 5.46bcdefg, P3-H3 = 5.60cdefg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lama penyimpanan H0 memberikan hasil yang paling baik terhadap tingggi yolk. Sedangkan untuk pH yang paling baik pada kombinasi perlakuan P3-H0. Kata Kunci : Evaporasi, Getah Batang Pisang, Ekstrak Daun Sirih, Kualitas Telur
PENGARUH LAMA PEREBUSAN AIR KELAPA TUA TERHADAP KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING ENTOK (Cairina moschata) Anwar, N. Khoirul; Suryanto, Dedi; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu subsektor unggas yang memiliki kontribusi penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat adalah entok (Cairina moschata). Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengidentifikasi serta mengkaji pengaruh lama perebusan menggunakan air kelapa tua terhadap tingkat keempukan serta persentase susut masak daging entok (Cairina moschata). Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa daging dada entok jantan berusia 8 bulan dengan bobot 1.200 gram (1,2 kg) serta air kelapa tua sebanyak 3 liter. Peralatan yang digunakan meliputi talenan, stopwatch, gelas ukur, plastik klip, pisau, tisu, dan alat pengukur keempukan daging Warner Bratzler Shear Force (WBSF). Penelitian ini mengaplikasikan metode eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan: P0 (kontrol) yaitu perebusan daging entok dengan air kelapa tua selama kurang dari 1 menit, P1 selama 15 menit, P2 selama 30 menit, dan P3 selama 45 menit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati mencakup tingkat keempukan dan susut masak daging. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keempukan daging entok adalah P0 = 7,93 kg/cm²ᶜ, P1 = 4,57 kg/cm²ᵇ, P2 = 4,50 kg/cm²ᵇ, dan P3 = 2,50 kg/cm²ᵃ. Sementara itu, rata-rata susut masak berturut-turut adalah P0 = 9,33%ᶜ, P1 = 28,66%ᵇ, P2 = 36,00%ᵇ, dan P3 = 44,66%ᵃ. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa lama perebusan menggunakan air kelapa tua memberikan pengaruh terhadap tingkat keempukan dan persentase susut masak daging entok (Cairina moschata).Kata Kunci : Daging Entok, Air Kelapa Tua, Keempukan, Susut Masak.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH ORGANIK RUMAH MAKAN DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE KARKAS PADA AYAM JOPER Safitri, KusmiatuI; Suryanto, Dedi; Kulsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah organik rumah makan (LORM) dalam pakan terhadap pertambahan bobot badan dan persentase karkas pada ayam joper. Penelitian dilaksanakan pada 15 Mei hingga 15 Juni 2022 di Rumah Dr. Ir. Usman Ali, MP, menggunakan ayam joper berumur ±2 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (pakan komersil), P1 (jagung 35%, bekatul 25%, konsentrat 40%), P2 (LORM 8%, konsentrat 32%), P3 (LORM 24%, konsentrat 24%), dan P4 (LORM 24%, konsentrat 16%). Variabel yang diamati meliputi pertambahan bobot badan dan persentase karkas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji BNT. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan LORM berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, namun tidak berpengaruh terhadap persentase karkas (P>0,05). Rataan pertambahan bobot badan tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 (15,87 g), sedangkan persentase karkas relatif stabil di semua perlakuan. Disimpulkan bahwa LORM dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif hingga 60% tanpa menurunkan kualitas karkas, serta meningkatkan pertambahan bobot badan secara signifikan pada level 20%. LORM berpotensi sebagai pakan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Kata kunci: Ayam Joper, Limbah Organik Rumah Makan, Bobot Badan, Persentase Karkas, Pakan Alternatif.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP INDEKS KUNING TELUR DAN HAUGH UNIT TELUR AYAM RAS PETELUR Mubarrok, Mohammad Ramadan; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan probiotik pada ayam petelur dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta meningkatkan kesehatan ternak dan meningkatkan penyerapan mineral dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei terhadap indes kuning telur serta haugh unit pada ayam petelur. Penelitian ini menggunakan 320 ekor ayam ras petelur berusia 70 minggu, yang dibagi ke dalam 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei diberikan secara ad libitum. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap indeks kuning telur ayam petelur. Nilai rata-rata indeks kuning telur adalah: P0 : 0,41 ± 0,008a, P1 : 0,43 ± 0,006ab, P2 : 0,46 ± 0,017c, P3 : 0,44 ± 0,017bc. Pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Haugh unit telur ayam petelur. Nilai rata-rata Haugh unit adalah: P0 : 88,16 ± 3,306, P1 : 90,04 ± 3,425, P2 : 91,88 ± 7,501, P3 :89,44 ± 5,032. Dengan P2 menunjukkan hasil terbaik untuk indeks kuning telur dan haugh unit telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dalam air minum dengan dosis 5 mL/L mampu meningkatkan indeks kuning telur dan haugh unit telur ayam petelur.
PEMBERIAN ADDITIVE HERBAL DAN NON-ADDITIVE HERBAL TERHADAP PERBEDAAN PENAMPILAN PRODUKSI, KONSENTRASI AMMONIA DAN KARBONDIOKSIDA DI KANDANG BROILER Deas Adisty, Laura Auralia; Yulianti, Dyah Lestari; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pemberian Additive Herbal dan Non Additive Herbal terhadap Perbedaan Penampilan Produksi, Konsentrasi Ammonia, dan Karbondioksida  di Kandang Broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu DOC Broiler strain Cobb yang diproduksi oleh PT Dinamika Megatama Citra, pada kandang control 3.400 ekor dan kandang trial 3.200 ekor. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Produk komersial additive herbal dengan merk dagang ”Nutromeat’’ memiliki komposisi bahan utama : Rumput laut (Ascophyllum nodosum), Adas (Foeniculum vulgare mili), dan buah lima rasa (Schisandra chinensis). Metode yang digunakan adalah eksperimental. Faktor yang diamati berupa 2 perlakuan yang terdiri dari P0 = 0 ml additive herbal/1000 liter air minum (kontrol) dan P1 = 1000 ml additive herbal/1000 liter air minum. Variabel yang diamati Konsumsi pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan, Konsentrasi Ammonia (NH3) dan Karbondioksida (CO2). Data yang di dapatkan dianalisa dengan Uji (Independent Samples T-test) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Konsumsi pakan pada umur 1-7 hari (P0=25,3g P1=26,9g)  8-14 hari (P0=42,6g P1=45,1g) 15-21 hari (P0=67,6g P1=69,0g) 22-28 hari (P0=88,6g P1=89,5g) 29-35 hari (P0=105,6g P1=95,6g) 36-40 hari (P0=105,1g P1=101,3g). Dari. Rata-rata PBB pada umur 1-7 hari (P0=18,4g P1=17,7g)  8-14 hari (P0=45,1g P1=45g) 15-21 hari (P0=66,2g P1=67,1g) 22-28 hari (P0=75,7g P1=74,2g) 29-35 hari (P0=62,8g P1=67,8g) 36-40 hari (P0=84g P1=83g). Rata-rata Konversi Pakan pada umur 1-7 hari (P0=1,021 P1=1,159)  8-14 hari (P0=1,126 P1=1,235) 15-21 hari (P0=1,015 P1=1,082) 22-28 hari (P0=1,106 P1=1,156) 29-35 hari (P0=1,185 P1=1,206) 36-40 hari (P0=1,258 P1=1,240). Hasil rata-rata pada parameter penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan menunjukkan bahwa perlakuan non additive herbal (P0) lebih tinggi dibandingkan kelompok additive herbal (P1). Pada mikroklimat kandang yang meliputi konsentrasi ammonia dan karbondioksida menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan p>0,05. Rata-rata konsentrasi ammonia pada umur 15 hari (P0=3,74ppm P1=3,76ppm) 22 hari (P0=3,56ppm P1=3,14ppm) 30 hari (P0=4,70ppm P1=4,32ppm) 36 hari (P0=3,96ppm P1=4,42ppm). Rata-rata konsentrasi karbondioksida pada umur 15 hari (P0=663,44ppm P1=637,00ppm) 22 hari (P0=505,89ppm P1=503,56ppm) 30 hari (P0=518,67ppm P1=506,89ppm) 36 hari (P0=570,33ppm P1=582,89ppm). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian additive herbal dan non additive herbal pada broiler secara deskiptif pada parameter penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan, menunjukkan bahwa hasil rata-rata perlakuan non additive herbal (P0) lebih tinggi dibandingkan kelompok additive herbal (P1), serta pemberian additive herbal dan non additive herbal pada air minum broiler menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan p>0,05 terhadap parameter mikroklimat kandang, seperti konsentrasi ammonia (NH₃) dan karbondioksida (CO₂).Kata Kunci : additive herbal, broiler, penampilan produksi , ammonia, karbon dioksida
Pengembangan Pembibitan dan Pengendalian Produksi Peternakan Ayam Kampung di Pinggiran Kota Malang Suryanto, Dedi; Dinasari, Irawati; Ali, Usman
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i1.1473

Abstract

Program Iptek bagi masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembibitan dan pengendalian produksi ayam kampung dalam berbagai aspek sapta usaha peternakan terutama manajemen pembibitan, pengendalian produksi, strategi pemberian pakan, bioteknologi pakan, reboisasi tanaman pangan dan sistem pemasaran. Metode yang digunakan adalah observasi, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingan di lapang. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon peternak baik sekali dan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan. Sistem pembibitan ayam kampung sudah intensif dengan  kandang panggung atas bawah berdinding bambu, menggunakan pakan komersial dan vaksinasi pengobatan penyakit sudah terprogram. Kandang pembibitan dengan perbandingan jumlah betina dan pejantan = 5 : 1 dan lama penetasan berkisar antara 21-23 hari dengan daya tetas telur diatas 85 %. Pemeliharaan ayam final stock siap potong selama 3 – 4 bulan dilakukan oleh peternak binaan. Peternak masih menggunakan pakan komersial harga mahal dan jalur pemasaran ayam kurang luas terutama konsumen perumahan dan warung khusus. Kesimpulan program IbM ini yaitu peternak sudah melakukan sistem pembibitan dan pengendalian produksi peternakan secara intensif. Disarankan penggunaan limbah warung nasi untuk pengganti jagung dan bekatul yang diformulasi dengan konsentrat sebagai pakan komplit.
TUDI KASUS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN INDUK SAPI PFH DENGAN RIWAYAT ABORTUS KARENA PENYAKIT MULUT DAN KUKU Fauzi, Muhammad Rifki; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keberhasilan inseminasi buatan (IB) induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari hasil survey keberhasilan IB induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena PMK sebanyak 30 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Kriteria sampel berupa induk sapi PFH yang sembuh dari PMK, pernah bunting dan kemudian abortus karena PMK. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Data yang diperoleh diuji dengan Uji t berpasangan yaitu membandingkan keberhasilan IB induk sapi PFH sebelum dan sesudah PMK dengan riwayat abortus. Variabel yang diamati terdiri dari Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C dan CR  Sapi PFH sebelum PMK berbeda sangat nyata ( P > 0.01) dengan setelah PMK. Rata-rata nilai S/C setelah PMK yaitu 1.53 lebih tinggi daripada sebelum PMK yaitu 1.07. Nilai Rataan CR setelah PMK lebih rendah yaitu 60% dari sebelum PMK yaitu 93%. Kesimpulan penelitian ini yaitu efisiensi reproduksi sapi perah PFH dengan riwayat abortus karena PMK berbeda dengan sebelum PMK. Nilai SC dan CR lebih bagus sebelum PMK dibandingkan setelah PMK. Saran dari penelitian ini adalah bahwa peternak sebaiknya lebih memperhatikan manajemen pemeliharaan ternak khususnya pada tata laksana reproduksi yang meliputi kondisi kesehatan reproduksi ternak setelah abortus dan pencegahannyaKata kunci: ib, abortus, pmk, s/c, cr.
Co-Authors Adriani Adriani Afrizal, Ananda Aghnia Fidya Sagar N. M. Agung Firmansyah Ahmad Novianto Ahmad Wildan Attoriq Akbarina, Febria Syahri Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Ali Fatul Ulfah Alif Brillian Abiwardhani Alivia Hafidatul Maula Ananda Octa Lutfia Anwar, N. Khoirul Arief Joko Saputro Arif Purnama arifin, Nur laily romdlaniyah Arista Wahyu Febriansyah Audio, Rico Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa Badat Muwakhid Bambang Sudibyo Pamungkas Basar, Hairil Beatrix Rose Veronicha Buchori, Dimas Chandra Kurnia Sandy Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Darmayani, Dian Eka Deas Adisty, Laura Auralia Dhiya’ul Haq, Ahmad Dinasari, Irawati Doni Ambar Putra Dwiki Wirahadi Kusuma Dyah Lestari Yulianti Fachry Abda El Rahman Fajar Prabowo Fajri, Moh Farid Wadjdi Fatimatuzzahro Muharomah Fauzi, Muhammad Rifki Firdaunsyah Firdaunsyah Firmansyah Firmansyah Guruh Setyo Pambudi Helmi Adieryansyah Herdiansyah, Muchammad Fikri Herman Christantyo Imam Suprayitno Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari R Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Ismayadi Tambunan, Maswan Johan Sumarsono Khabib Mustofa Alkamal Khairul Amali Khoirul Fanani KHUSNUL FATIMAH Kurniawan Dwi Adiguna Kusnadi Yulham Lilasaidah Munawaroh M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M.Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Martapuri, Dyah Cahyaning Marthotillah, Achmad Bagus A. Masthoni, Ivan Mayzahra, Difa Cantika Moch. Luqman Harits Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Fajar Ismail Imani Mubaraq, Ghusni Mubarrok, Mohammad Ramadan Mudawamah . Mudawamah Mudawamah Muh ’Ainun Syamsuddin Haris Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Rahul Khadafi Mushael Wenang Fatwa Aji Nadyah Maharani Amir Hamzah Nahdlatul Ummah Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Pambudi, Seto Tri Pebri Hartanto Qur’ainia, Anita Rahmatullah, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Ribhi Sofil A’yun Rio Dwi Sandriono Rizki rizki Safitri, KusmiatuI Saiful Rijal Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman Sri Susilowati Sri Susilowati Sudjoni, Noerhadi Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrul Firmansyah Syamsiar, Syamsiar Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Ustman Ali Verdianto, Ageng Prima Wadjdi, Farid Wadjdi, M. Farid Wadjdi, M.Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wijaya, Muhammad Riski Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yuda Awaliyu Yudhi Mahendra Yulianti Yulianti Yusuf Mahdi Yuwantoro yuwantoro Zakysrof Riza Farrosy