Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan Ripitabilitas Berat Lahir dan Berat Sapih Kambing Peranakan Ettawa (PE) Berdasarkan Kelahiran Kembar Kusnadi Yulham; Mudawamah .; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi nilai dugaan ripitabilitas berat lahir dan berat sapih kambing PE pada kelahiran kembar. Variabel yang diamati adalah berat lahir dan berat sapihanak kambing PE. Kambing PE yang diukur adalah sebanyak 86 ekor meliputi 43 jantan dan 43 betina.Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yaitusampel yang diambil berdasarkan kriteria induk yang memiliki anak kembar jantan dan betina. Hasilpenelitian menunjukkan berat lahir anak jantan adalah 3,40 ± 0,36 kg. Dan berat lahir anak betina adalah3,30 ± 0,39 kg. Sedangkan berat sapih anak adalah 13,43 ± 1,30 kg dan anak betina adalah 12,85 ± 1,26kg. Nilai ripitabilitas berat lahir kelahiran kembar adalah 0,82 ± 0,23. Sedangkan nilai ripitabilitas beratsapih kelahiran kembar adalah 0,90 ± 0,55. Kesimpulan penelitian ini adalah nilai ripitabilitas berat lahirdan berat sapih adalah kategori tinggi.
STUDI KASUS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN DENGAN STRAW BELGIAN BLUE PADA AKSEPTOR SAPI PFH DAN PO Johan Sumarsono; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan daging yang cenderung meningkat salah satunya dilakukan dengan introduksi jenis sapi baru.  Introduksi melalui Inseminasi Buatan dengan menggunakan straw Belgian Blue. Sapi Belgian Blue dikenal memiliki prosentase karkas tinggi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan dengan straw Belgian Blue pada akseptor breed berbeda. Breed akseptor adalah Sapi PFH dan PO. Materi yang digunakan adalah Data recording akseptor yaitu Conception Rate (CR) dan Service per conception (S/C). Jumlah data masing-masing sapi adalah 36. Metode yang digunakan studi kasus. Data dianalisis dengan uji Chi square untuk melihat perbedaan tingkat keberhasilan IB pada masing-masing akseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan IB dengan straw Belgian Blue pada Induk breed PFH tidak berbeda nyata (P˃0,05) dengan Induk breed PO. Rata-rata nilai SC Sapi PFH = 2,6 ; Sapi PO = 5,1. Rata-rata nilai CR Sapi PFH=39% dan PO=19%. Kesimpulannya adalah Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan straw Belgian Blue tidak berbeda antara Induk PFH dan PO.
PENGARUH PERENDAMAN ASAM GELUGUR TERHADAP KADAR AIR, WATER HOLDlNG CAPAClTY (WHC), DAN SUSUT MASAK PADA DAGlNG SAPI BRAHMAN CROSS Nadyah Maharani Amir Hamzah; Dedi Suryanto; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dampak perendaman asam gelugur terhadap Kadar Air, Water HoIding Capacity (WHC), dan Susut Masak pada daging sapi Brahman Cross. Sampel yang digunakan dalam peneIitian ini adalah daging sapi Brahman Cross jantan berumur 4-5 tahun, khususnya pada bagian paha, dengan berat 506 gram, serta menggunakan 75 gram asam gelugur kering. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang melibatkan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Keempat perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: P0 = daging sapi Brahman Cross + tanpa asam gelugur (0%), P1 = daging sapi Brahman Cross + konsentrasi asam gelugur 10%, P2 = daging sapi Brahman Cross + konsentrasi asam gelugur 12,5%, dan P3 = daging sapi Brahman Cross + konsentrasi asam gelugur 15%. VariabeI yang diamati dalam peneIitian ini mencakup kadar air, Water HoIding Capacity (WHC), dan susut masak pada daging sapi Brahman Cross. Data penelitian dianaIisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika hasil ANOVA menunjukkan pengaruh yang signifikan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan konsentrasi asam gelugur sebanyak 15% pada daging sapi Brahman Cross memiliki pengaruh yang sangat signifikan (P˂0,01) terhadap kadar air, WHC, dan susut masak. Rata-rata nilai kadar air (%) pada setiap perlakuan adalah (P0) 59,15a , (P1) 65,45b , (P2) 70,15c , (P3) 75,25d . Nilai WHC (%) adalah (P0) 30,15a , (P1) 29,41b , (P2) 28,29c , (P3) 25,22d . Sementara nilai susut masak (%) adalah (P0) 46,64a , (P1) 49,14b , (P2) 49,66c , (P3) 50,89d . Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perendaman dengan asam gelugur dapat signifikan meningkatkan kadar air dan susut masak, namun sebaliknya dapat menurunkan nilai WHC pada daging sapi Brahman Cross jantan berumur 4-5 tahun. Meskipun demikian, nilai-nilai ini masih dalam kisaran normal. Kata kunci: asam gelugur, daging sapi Brahman Cross, kadar air, WHC, susut masak.
PENGARUH UMUR INDUK PARENT STOCK LAYER PASCA PUNCAK PRODUKSI TERHADAP KUALITAS TELUR TETAS DAN DOC Wahyu Rizky Ananda, Bintang; Suryanto, Dedi; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur induk ayam petelur merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas telur tetas dan DOC (Day Old Chick) yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umur induk parent stock hasil produksi terhadap kualitas telur tetas dan DOC. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil produksi induk parent stock umur 40 minggu, 50 minggu, dan 60 minggu.Variabel yang diukur meliputi berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC, dan kualitas DOC. Metode penelitian adalah studi kasus. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan umur induk berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC dan kualitas DOC.  Kualitas telur tetas dan DOC pada umur 40, 50 dan 60 minggu sebagai berikut : berat telur (g) adalah 60,47, 60,97 dan 63,60. Fertilitas (%) adalah : 97, 94, dan 79. Daya tetas (%) adalah : 94, 81, dan 75. Weight loss (%) adalah : 34, 39, dan 46. Uniformity DOC (%) adalah : 97, 91, dan 73. Kualitas DOC (%) adalah 91, 81, dan 63. Kesimpulan penelitian menunjukkan penggunaan induk sebagai parent stock umurnya tidak boleh melebihi 65 minggu karena sudah terjadi penurunan kualitas telur tetas dan DOC.Kata Kunci : umur induk, parent stock, layer.
PERBEDAAN SISTEM PEMELIHARAAN BROILER PARENT STOCK TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS EMBRIO Ismayadi Tambunan, Maswan; Wadjdi, M. Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemeliharaan merupakan menjadi salah satu hal yang penting bagi peternakan unggas seperti sistem pemeliharaan baterai dan litter atau lantai. Sistem pemeliharaan baterai pada broiler breeding mampu menghasilkan telur tetas yang memiliki kualitas bagus dan layak pakai sebagai bahan utama untuk menghasilkan bibit ayam karena sistem pemeliharaan ini menggunakan perkawinan inseminasi buatan sehingga perkawwinan induk dapat terkontrol, pemberian pakan yang terukur dan teratur, serta kandang yang relatif bersih karena kotoran induk terpisah sedangkan sistem pemeliharaan litter menghasilkan telur tetas yang kurang layak di pakai sebagai bahan utama untuk produksi bibit ayam pedaging atau broiler tetapi masih bisa dipakai sebagai jika stain dari telur tetas tersebut harga jualnya tinggi karena sistem pemeliharaan ini perkawinannya alami sehigga tidak terkontrol, pemberian pakan secara berkoloni, banyak aktivitas fisik pada ayam, serta tempat bertelur untuk ayam tidak terpisah atau memakai alas yaitu ness yang rentan terkena kotoran pda telur tetas yang akan di jadikan bibit. Variabel yang diamati berupa daya tetas dan mortalitas. Metode yang digunakan ialah studi kasus. 162 telur tetas broiler final stock stain cobb umur 55 minggu dari sistem pemeliharaan baterai dan 162 telur tetas broiler final stock strain cobb umur 55 minggu dari sistem pemeliharaan litter menjadi materi pada studi kasus ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek daya tetas dari sistem pemeliharaan baterai memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu 93% dengan mortalitas embrio yang rendah yaitu 3,80% sedangkan daya tetas dari sistem pemeliharaan litter memiliki tigkat keberhasilan yang rendah yaitu 30% dengan mortalitas yang tinggi yaitu 41,33%. Kesimpulan penelitian ini adalah perbedaan sistem pemeliharaan broiler parent stock terhadap daya tetas dan mortalitas embrio berbeda sangat nyata untuk ditetaskan sebagai bibit broiler.Kata Kunci : Sistem Pemeliharaan, Broiler, Daya Tetas, Mortalitas
Pengaruh Pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) pada Air Minum terhadap Kinerja Pertumbuhan Ayam KUB-2 Ihsan, Muhammad; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10501

Abstract

Ampas Buah Merah adalah hasil samping dari pembuatan minyak buah merah. Ampas Buah Merah (ABM) memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ABM pada ayam jarang dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian ABM pada air minum ayam KUB-2 terhadap kinerja pertumbuhannya dan mengetahui dosis ABM terbaik. Metode penelitian adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan ada 4 dengan 5 ulangan. Perlakuan adalah pemberian ABM dengan konsentrasi berbeda melalui air minum. Perlakuan adalah P0 = Kontrol (Tanpa ABM), P1 = 1% ABM, P2 = 2% ABM, P3 = 3% ABM. Materi penelitian adalah ayam KUB-2 umur 16 minggu sebanyak 60 ekor dan ABM. Variabel yang diukur adalah kinerja pertumbuhan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiaan ABM melalui air minum pada Ayam KUB 2 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan sedangkan pada pertambahan bobot badan berpengaruh nyata (P<0.05%). Rata-rata konsumsi pakan (gr/ekor) yaitu P0: 1870.60±32.99c, P1: 1778.13±12.95b, P2: 1742.93±8.61b, dan P3: 1627.60±13.08a. Rata-rata pertambahan bobot badan (gr/ekor) yaitu P0: 344.800±10.64a, P1: 354.000±15.49ab, P2: 367,200±10.03bc, dan P3: 371.400±10.21c. Rata-rata konversi pakan (gr/ekor) yaitu P0: 5.43±0,12d, P1: 5.03±0.20c, P2: 4.74±0.12b, dan P3: 4.38±0.10a. Kesimpulan adalah pemberian Ampas Buah Merah pada air minum berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan Ayam KUB 2 umur 16 minggu. Penggunaan Ampas Buah Merah dengan konsentrasi 3% memberikan kinerja pertumbuhan terbaik.
Pengaruh Pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) Pada Air Minum terhadap Aktivitas SOD dan Kadar MDA Ayam KUB-2 Noho, Siti Nurul Asma H.; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10517

Abstract

Ampas buah merah merupakan hasil ikutan dari pengolahan minyak atau sari Buah Merah yang mengandung antikosidan dan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan  penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian Ampas Buah Merah (ABM) pada air minum terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA dan mengetahui dosis optimum ABM sebagai additive pada ayam KUB 2. Materi penelitian adalah ayam  KUB-2 umur 16 minggu sebanyak 60 ekor dan ABM. Metode penelitian  adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan ada 4 dengan 5 ulangan. Perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol (Tanpa pemberian ABM), P1 = 1% ABM pada air minum, P2 = 2% ABM, P3 = 3% ABM. Variabel yang diukur yaitu Superoxide Dismutase (SOD) dan Malondialdehid (MDA). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ABM berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA. Adapun nilai rata-rata aktivitas SOD (mmol/L) setiap perlakuan yaitu P0 : 14,26±1,65a, P1 : 20,02±4,76a P2 : 33,95±0,71b dan P3 : 34,08±4,16b. Rata-rata kadar MDA (mmol/L) setiap perlakuan yaitu P0 : 32,21±6,44a, P1 : 28,72±8,54a, P2 : 19,78±1,34b dan P3 : 13,53±4,42b. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) yang dicampurkan dengan air minum berpengaruh terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA Ayam KUB 2. Dosis terbaik ABM yang disarankan adalah 2%.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA DALAM BERBAGAI LEVEL TERHADAP HEMATOLOGI AYAM PETELUR Afrizal, Ananda; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak Lemuru adalah hasil limbah pengolahan ikan Lemuru dari proses pengalengan dan tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan minyak ikan Lemuru dan jus daun Afrika terhadap hematologi ayam petelur. Materi yang digunakan yaitu minyak Ikan Lemuru, Daun Afrika, pakan dan ayam petelur fase pullet  umur 16-18 minggu berjumlah 27 ekor. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor percobaan dan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati ialah hematologi pada ayam petelur meliputi, hemoglobin, eritrosit dan hematokrit. Perlakuan adalah kombinasi pemberian minyak Ikan Lemuru dan jus Daun Afrika. Dosis minyak Ikan Lemuru dalam pakan adalah L0=Kontrol (tanpa minyak Ikan Lemuru), L1= minyak Ikan Lemuru 1,5%, L2= minyak Lemuru 3%, sedangkan dosis jud Daun Afrika dalam air minum adalah P0= Kontrol (tanpa pemberian jus Daun Afrika), A1= jus Daun Afrika 1mL, A2 = jus daun Afrika 10mL. Hasil diuji menggunakan uji two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak ikan Lemuru dan jus Daun Afrika memberikan interaksi yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar hemoglobin ayam petelur. Kadar hemoglobin rata-rata (g/dL) adalah : L0A2=7,68, L0A1=7,85, L2A2=8,03, L1A2=8,40, L1A1=9,03, L2A1=9,08, L0A0=9,55, L1A0=12,17, L2A0=12,53. Pemberian campuran jus daun Afrika dan minyak Ikan Lemuru tidak berinteraksi (P>0,05) terhadap eritrosit ayam, akan tetapi masing-masing factor memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01). Rata-rata kadar eritrosi Minyak Lemuru (x10⁶/mm3) adalah : L0=2,38, L1=2,67, L2=2,91. Rata-rata kadar eritosit jus Daun Afrika (x10⁶ mm3) adalah A0=3,01, A1=2,57, A2=2,38. Penambahan jus Daun Afrika dan minyak Ikan Lemuru tidak berinteraksi (P>0,05) dengan nilai hematokrit. Rata-rata kadar hematokrit (%) adalah : L1A1=22,37, L0A0=22,50, L0A1=22,73, L2A0=22,9, L1A2=23,11, L2A1=23,18, L2A2=23,84, L1A0=24,23, L0A2=24,40. Kesimpulan penelitian adalah bahwa  Penambahan Minyak Lemuru memberikan pengaruh terhadap hemoglobin, tetapi tidak mempengaruhi terhadap kadar eritrosit dan hematokrit ayam petelur. Kadar Minyak Lemuru terbaik adalah 3% dalam fungsinya meningkatkan haemoglobin.Kata Kunci : Hematologi, Layer, Minyak lemuru, Daun Afrika
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN HERBAL + MULTI ENZIM PADA AIR MINUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN EFISIENSI RATIO BROILER PERIODE FINISHER Dhiya’ul Haq, Ahmad; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian campuran ramuan herbal + multi enzim dalam air minum terhadap kencernaan bahan organik dan protein efisiensi ratio pada broiler fase finisher. Materi penelitian ini meliputi ramuan herbal, multi enzim, pakan komersial, dan broler. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah esperimen dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan mencangkup: P0 (kontrol, 100% air minum), P1 (multi enzim + ramuan herbal 2 ml), P2 (multi enzim + ramuan herbal 4 ml), dan P3 (multi enzim + ramuan herbal 8 ml). Setiap perlakuan menggunakan 1 liter air serta serta campuran kunyit 45 gram, temulawak 45 gram, kencur 40 gram, bawang putih 10 gram, dan 2 lembar daun sirih, kecuali pada perlakuan kontrol. Variabel yang diamati meliputi tingkat kecernaan bahan organik dan protein efisiensi ratio dalam air minum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bawa penambahan ramuan herbal dan multi enzim memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, serta berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap protein efisiensi ratio broilr fase finisher. Rata-rata yang diperoleh dari kecernaan bahan organik yang diperoleh adalah: P0 = 74,25%a, P1 = 74,87%ab, P2 = 75,17%bc, dan P3 = 2,67%b, sedangkan rata- rata yang diperoleh dari protein efisiensi ratio adalah: P0 = 2,56%a, P1 = 2,64%b, P2 = 2,66%b, P3 = 2,67%b. Kesimpulannya, penggunaan ramuan herbal dan multi enzim sebagai campuran dalam air minum memiliki pengaruh nyata terhadap kecernaan bahan organik, serta berpengaruh sangat nyata terhadap protein efisiensi ratio pada broiler priode finisher.Kata Kunci : Estrak Herbal, Multi Enzim, Protein Efisiensi Ratio, Kecernaan Bahan Organik
Profil Hematologi Darah Puyuh Yang Diberi Pakan Tinggi Omega 3 Dengan Suplementasi Jus Daun Afrika (Vernonia amygdalina) Martapuri, Dyah Cahyaning; Herdiansyah, Muchammad Fikri; Rahmatullah, Ayung; Darmayani, Dian Eka; Mayzahra, Difa Cantika; Suryanto, Dedi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 1 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.01.5

Abstract

Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan unggas yang banyak dibudidayakan untuk menghasilkan telur dan daging, dengan permintaan yang terus meningkat, khususnya produk yang kaya akan omega-3. Omega-3 diketahui memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas telur dan daging serta mendukung sistem kardiovaskular manusia. Pengayaan pakan dengan omega-3 sering diterapkan dalam industri peternakan, namun dapat menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme pada unggas. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan bahan alami yang memiliki sifat antioksidan dan imunostimulan, seperti daun Afrika (Vernonia amygdalina). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi jus daun Afrika dalam pakan puyuh yang diberi pakan tinggi omega-3 terhadap profil kesehatan, termasuk parameter hematologi, biokimia darah, dan respons fisiologis puyuh. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan burung puyuh Ibu Sunariyah di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Agustus - September 2023. Puyuh betina periode layer digunakan dalam penelitian ini dan diberi perlakuan pakan selama 30 hari. Ransum yang digunakan mengandung minyak lemuru dan jus daun Afrika sebagai suplemen. Perlakuan yang diberikan terdiri dari: P0 (pakan tanpa minyak lemuru dan jus daun Afrika), P1 (pakan dengan 1,5% minyak lemuru dan 4% jus daun Afrika), P2 (pakan dengan 3% minyak lemuru dan 6% jus daun Afrika). Variabel yang diamati meliputi evaluasi hematologi, yaitu jumlah heterofil, limfosit, dan kandungan hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak lemuru dan jus daun Afrika tidak berpengaruh signifikan terhadap diferensiasi leukosit darah, namun kombinasi keduanya mampu meningkatkan kadar hemoglobin yang menunjukkan efek positif terhadap kesehatan puyuh. Penelitian ini memberikan bukti bahwa minyak lemuru dan jus daun Afrika dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas puyuh, serta dapat menjadi alternatif dalam strategi peningkatan kualitas unggas.
Co-Authors Adriani Adriani Afrizal, Ananda Aghnia Fidya Sagar N. M. Agung Firmansyah Ahmad Novianto Ahmad Wildan Attoriq Akbarina, Febria Syahri Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Ali Fatul Ulfah Alif Brillian Abiwardhani Alivia Hafidatul Maula Ananda Octa Lutfia Anwar, N. Khoirul Arief Joko Saputro Arif Purnama arifin, Nur laily romdlaniyah Arista Wahyu Febriansyah Audio, Rico Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa Badat Muwakhid Bambang Sudibyo Pamungkas Basar, Hairil Beatrix Rose Veronicha Buchori, Dimas Chandra Kurnia Sandy Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Darmayani, Dian Eka Deas Adisty, Laura Auralia Dhiya’ul Haq, Ahmad Dinasari, Irawati Doni Ambar Putra Dwiki Wirahadi Kusuma Dyah Lestari Yulianti Fachry Abda El Rahman Fajar Prabowo Fajri, Moh Farid Wadjdi Fatimatuzzahro Muharomah Fauzi, Muhammad Rifki Firdaunsyah Firdaunsyah Firmansyah Firmansyah Guruh Setyo Pambudi Helmi Adieryansyah Herdiansyah, Muchammad Fikri Herman Christantyo Imam Suprayitno Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari R Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Ismayadi Tambunan, Maswan Johan Sumarsono Khabib Mustofa Alkamal Khairul Amali Khoirul Fanani KHUSNUL FATIMAH Kurniawan Dwi Adiguna Kusnadi Yulham Lilasaidah Munawaroh M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M.Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Martapuri, Dyah Cahyaning Marthotillah, Achmad Bagus A. Masthoni, Ivan Mayzahra, Difa Cantika Moch. Luqman Harits Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Fajar Ismail Imani Mubaraq, Ghusni Mubarrok, Mohammad Ramadan Mudawamah . Mudawamah Mudawamah Muh ’Ainun Syamsuddin Haris Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Rahul Khadafi Mushael Wenang Fatwa Aji Nadyah Maharani Amir Hamzah Nahdlatul Ummah Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Pambudi, Seto Tri Pebri Hartanto Qur’ainia, Anita Rahmatullah, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Ribhi Sofil A’yun Rio Dwi Sandriono Rizki rizki Safitri, KusmiatuI Saiful Rijal Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman Sri Susilowati Sri Susilowati Sudjoni, Noerhadi Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrul Firmansyah Syamsiar, Syamsiar Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Ustman Ali Verdianto, Ageng Prima Wadjdi, Farid Wadjdi, M. Farid Wadjdi, M.Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wijaya, Muhammad Riski Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yuda Awaliyu Yudhi Mahendra Yulianti Yulianti Yusuf Mahdi Yuwantoro yuwantoro Zakysrof Riza Farrosy