Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFEKTIVITAS KLAIM PESERTA JAMINAN HARI TUA (JHT) DI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KETENAGAKERJAAN KANTOR CABANG BENGKULU Varera, resty; Praseni, Sisil; Suratman; Hardayani, Yorry
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/y9dmaf65

Abstract

Layanan klaim Program Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan salah satu layanan utama BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan manfaat tunai kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Meskipun program JHT berperan penting dalam perlindungan finansial pekerja, masih banyak pekerja di Kota Bengkulu yang belum tercakup sebagai peserta. Selain itu, jumlah pengajuan klaim JHT menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang mengindikasikan adanya permasalahan dalam efektivitas layanan klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan klaim JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas layanan Borril CS et al. (2001) yang meliputi empat indikator, yaitu ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan akseptabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petugas layanan dan peserta JHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas layanan klaim JHT belum optimal. Keterbatasan sumber daya manusia, kendala akses layanan terutama bagi peserta lanjut usia, adanya biaya tidak langsung, serta keterlambatan layanan dan kurangnya kejelasan informasi menjadi faktor utama yang memengaruhi rendahnya efektivitas layanan klaim JHT.
PENGUATAN PROFESIONALISME CALON GURU PPKN MELALUI MODEL SIMULASI MENGAJAR BERBASIS 4C: Penguatan Profesionalisme Calon Guru PPKn melalui Model Simulasi Mengajar Berbasis 4C (Critical, Creative, Collaborative, Communicative) Wikan Sasmita; Hamidah Ulfa Fauziah; Etty Andyastuti; Agus Widodo; Nursalim; Suratman
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2025.04.2.4

Abstract

This community service program aims to strengthen the professionalism of prospective Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teacher students through the implementation of a 4C-based teaching simulation model (critical thinking, creativity, collaboration, and communication). The background of the activity is based on the need to strengthen 21st-century teacher competencies that require mastery of critical thinking skills, learning creativity, professional collaboration, and effective communication as an integral part of teacher professionalism. The implementation method uses a participatory training approach structured in four stages, namely pre-implementation (need assessment and professionalism pre-test), core implementation (4C concept strengthening workshop and preparation of learning tools), teaching simulation practice (10–15 minutes of microteaching per participant accompanied by observations using the 4C rubric), and reflection and evaluation (peer feedback, self-reflection, and professionalism post-test). Program evaluation is carried out through a comparison of pre-test and post-test scores, supported by microteaching observation data and participant reflections to describe changes in professionalism quantitatively and qualitatively. The expected outcomes of this activity are an increase in the professional attitudes of prospective PPKn teachers, the ability to design and implement innovative learning, and strengthening the 4C competencies reflected in the quality of communication, creative learning strategies, collaboration with colleagues, and critical thinking skills in pedagogical decision-making. This program also produces outputs in the form of 4C-based learning tools, a teaching simulation assessment rubric, and recommendations for implementing models for developing microteaching learning in study programs.
Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Literasi di MIN 2 Samarinda Muhammad Fikri Putra Perdana; Suratman; Tajudin; Bahrani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi di MIN 2 Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, petugas perpustakaan, dan siswa sebagai sumber data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan fungsi manajemen secara efektif, meliputi perencanaan program literasi berbasis kebutuhan siswa, pengorganisasian melalui pembagian tugas dan pelatihan, pelaksanaan kegiatan literasi terintegrasi dalam pembelajaran, serta pengendalian melalui supervisi dan evaluasi rutin. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, petugas perpustakaan, serta fasilitas yang mendukung, sementara hambatan muncul dari rendahnya kesadaran literasi siswa dan orang tua, ketergantungan pada media hiburan, dan keterbatasan koleksi buku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya literasi di MIN 2 Samarinda berkembang positif, dan perlu terus diperkuat melalui sinergi antara sekolah dan orang tua serta penerapan literasi dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
The Effects of Work Ability, Level of Coordination and Work Motivation on the Success of the Government's Food Reserve (GFR) Program in Bengkulu City Sari, Sri Novita; Aminudin, Achmad; Suratman
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.05.01.27

Abstract

The Government Food Reserve (GFR) program is a strategic step in ensuring food availability throughout Indonesia, managing price volatility, and dealing with the impact of natural and social disasters. In Bengkulu City, the successful implementation of the GFR has a very significant impact given the similar challenges faced by other regions in Indonesia. The success of the GFR program in Bengkulu City is influenced by three key factors: work ability, level of coordination, and motivation of the program implementers. Therefore, this study aims to analyze the influence of these three factors on the success of the GFR program in Bengkulu City. The census method was used, targeting GFR program implementers at the kecamatan, village/kelurahan, dusun, and RT levels. Data was collected through a survey with a questionnaire designed to measure the variables of work ability, coordination level, work motivation, and GFR program success. The results showed that there is a significant influence of work ability, coordination level, and work motivation on the success of GFR program in Bengkulu City. The support from these three factors allows the GFR program to maintain food availability for the community effectively and efficiently. Hard work and integration of related agencies are the main keys in achieving the objectives of the GFR program, providing a positive impact on social and economic stability in Bengkulu City.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Kurikulum Merdeka di MIN 1 Samarinda Muhammad Fauzi; Sahmawati; Suratman; Akhmad Ramli
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis kepala sekolah dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka di MIN 1 Samarinda. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana kepemimpinan instruksional kepala sekolah mampu mengatasi kendala transisi kurikulum dan mengintegrasikan nilai-nilai madrasah ke dalam struktur kurikulum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan teknik purposive sampling yang melibatkan kepala sekolah, koordinator kurikulum, dan guru kelas sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran vital sebagai manajer, edukator, dan inovator melalui tiga strategi utama: penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang partisipatif, pelaksanaan supervisi akademik klinis untuk mendampingi penyusunan Modul Ajar, serta fasilitasi integrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA). Kepemimpinan transformasional yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan kesiapan pedagogis guru dan menciptakan iklim kolaboratif di madrasah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat madrasah sangat bergantung pada kemampuan adaptif kepala sekolah dalam menjembatani kebijakan nasional dengan karakteristik lokal lembaga pendidikan.
Integrasi Manajemen Pendidikan Islam dalam Kurikulum Pondok Pesantren Modern Rastina; Bahruddin; Anita Diah Kurniawati; Suratman; Akhmad Ramli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50816

Abstract

This study aims to explore how Islamic education management is integrated into the curriculum of a modern Islamic boarding school, taking a case study at SMP Islam Asqolan Boarding School Samarinda. The research focuses on how the curriculum is planned, implemented, and evaluated by aligning the principles of Islamic education management with the demands of a contemporary curriculum. Using a qualitative approach with a case study design, the data were collected through interviews, field observations, and document analysis. The analysis followed the model of Miles, Huberman, and Saldana, involving stages of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the integration of Islamic education management is reflected in a collaboratively structured curriculum, the consistent cultivation of Islamic values in daily learning activities, and an evaluation process aimed at strengthening students’ character and competencies. Overall, the study provides a comprehensive picture of how Islamic education management can be blended into a modern pesantren curriculum, offering a useful reference for curriculum development in similar institutions. This integration underscores the importance of solid educational management as a foundation for improving institutional quality and preparing students to adapt to ongoing changes in the educational landscape.
Mekanisme Seleksi Calon Peserta Didik Kelas Khusus Olahraga: Bakat dan Prestasi Purwono Sidik Permono; Sri Haryono; Sungkowo; Suratman; Dzulhan Fathan Barkah; Bara Alvaro Recoba; Cindi Aprilia
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v1i2.26504

Abstract

Pengembangan mekanisme penjaringan calon siswa kelas khusus olahraga (KKO) SMA N 1 Kroya merupakan kegiatan sosial terkait penerimaan siswa pada jalur kesuksesan, yang bertujuan untuk membantu calon siswa yang memiliki kemampuan non-akademik mencapai hasil olahraga untuk meraih. Artinya, proses seleksi KKO bersifat publik sehingga transparan dan dapat dipahami. Siswa KKO merupakan aset bagi daerah dan negara karena berupaya menghasilkan siswa yang mampu berprestasi di bidang olahraga. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi pengumpulan, pemetaan, dan pengorganisasian data. Tujuan dari bakti sosial ini adalah untuk memperoleh data tentang sistem seleksi di KKO SMA N 1 Kroya. Sementara kebutuhan mendesak akan layanan ini adalah untuk melihat dan memahami proses seleksi, mulai dari pendaftaran, seleksi berkas, seleksi uji kompetensi, pengumuman, dan pendaftaran ulang. Pengumpulan data menggunakan metode yang menggunakan data primer dan data sekunder. Pemetaan, hal pertama dan terpenting yang meliputi pemetaan program IOS Panitia Program Kerja, pengelolaan pendaftaran dan penyiapan sarana dan prasarana, lokasi kegiatan dan peralatan yang diperlukan. Proses seleksi KKO meliputi empat rangkaian tes yang harus diikuti calon peserta didik. Tes seleksi terdiri dari tes psikologi, tes anthropometri, tes fisik, dan tes keterampilan cabang olahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang tes praktik (tes anthropometri, tes psikologi, tes kondisi fisik, tes keterampilan cabang olahraga) hasilnya baik dan sangat antusias untuk mengikuti kegiatan. Saran unuk kegiatan selanjutnya monitoring atau tes berkala bagis siswa KKO.