p-Index From 2021 - 2026
5.455
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara Majalah Pembelajaran Geografi JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Jurnal Ilmiah Dikdaya Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan JURNAL EKSBIS Jurnal el-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indobiosains Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Asian Management and Business Review Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos) Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (JPM ITTC ) International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Journal of Artificial Intelligence and Digital Business DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Journal Economic Management and Business JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Proceedings Series of Educational Studies Environmental Science Journal (esjo) Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Peranan Perbankan Syariah dalam Menciptakan Stabilitas Moneter di Indonesia Tahun 1994 – 2024 Anggraini, Putri; Sadly, Effendi; Rahmarisa, Faty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8282

Abstract

Perbankan syariah memiliki peranan strategis dalam mendukung stabilitas moneter di Indonesia sejak mulai diperkenalkan pada tahun 1992 hingga saat ini. Sistem perbankan syariah beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam seperti larangan riba, maysir, dan gharar, serta menerapkan mekanisme bagi hasil dan penekanan pada aktivitas sektor riil. Karakteristik ini menjadikan perbankan syariah sebagai alternatif sistem keuangan yang tidak hanya lebih stabil, tetapi juga lebih adil dan inklusif dibandingkan sistem konvensional yang berbasis bunga. Dalam konteks perekonomian nasional, keberadaan perbankan syariah turut memperkuat struktur sistem keuangan dengan mengurangi praktik spekulatif yang berpotensi memicu ketidakstabilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perbankan syariah dalam menciptakan stabilitas moneter di Indonesia selama periode 1994 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah berbagai kebijakan moneter serta kontribusi perbankan syariah terhadap indikator stabilitas ekonomi, seperti pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar, dan ketahanan sistem keuangan nasional. Data yang digunakan berasal dari berbagai sumber sekunder, termasuk laporan resmi lembaga keuangan dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbankan syariah memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas moneter melalui mekanisme pembiayaan berbasis bagi hasil yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap gejolak ekonomi. Selain itu, perbankan syariah juga berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, serta memperkuat ketahanan sektor perbankan, khususnya pada saat terjadi krisis ekonomi global maupun domestik. Meskipun demikian, pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil dibandingkan perbankan konvensional, sehingga kontribusinya belum sepenuhnya optimal.
Intizar ke Jihad: Paradigma Islam Protes dalam Pemikiran Ali Syari’ati Saifullah, Saifullah; Amin, Saidul; Kasmuri, Kasmuri; Jasman, Febrina Alya; Anggraini, Putri
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10842

Abstract

Abstract: This study analyzes the paradigm of protest Islam in the thought of Ali Syari’ati through the conceptual transformation from intizar to jihad. It aims to explain how Syari’ati reconstructs the meaning of intizar (awaiting) from a passive eschatological attitude into a historical consciousness that critically engages with social injustice. Within this framework, intizar is not understood as a fatalistic stance, but rather as a theological and ethical foundation for committed struggle. Furthermore, this research demonstrates that jihad in Syari’ati’s perspective is not merely physical warfare, but an intellectual, moral, and social struggle to uphold tawhid and to liberate the oppressed (mustadh‘afin) from structures of domination. Islam is thus conceived as a revolutionary force that stands for justice and rejects the religious legitimation of political tyranny and economic inequality. In this context, the role of the enlightened intellectual (raushanfikr) becomes central as an agent of social transformation who awakens the collective consciousness of the community. Using a qualitative library-based approach, this study affirms that the integration of intizar and jihad forms an ideological framework of Islam that is active, critical, and transformative. This paradigm positions faith as a liberating energy that demands concrete engagement in social struggle, so that true awaiting gains meaning only when embodied in action aimed at realizing justice and historical change.Keywords: Ali Syari’ati, intizar, jihad, protest Islam, social transformation. Abstrak: Penelitian ini menganalisis paradigma Islam protes dalam pemikiran Ali Syari’ati melalui transformasi konseptual dari intizar menuju jihad. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana Syari‘ati merekonstruksi makna intizar (penantian) dari sikap eskatologis yang pasif menjadi kesadaran historis yang kritis terhadap ketidakadilan sosial. Dalam kerangka tersebut, intizar tidak dimaknai sebagai sikap fatalistik, melainkan sebagai fondasi teologis dan etis bagi komitmen perjuangan.Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa jihad dalam perspektif Syari‘ati bukan sekadar perang fisik, tetapi perjuangan intelektual, moral, dan sosial untuk menegakkan tauhid serta membebaskan kaum tertindas (mustadh‘afin) dari struktur penindasan. Islam dipahami sebagai kekuatan revolusioner yang berpihak kepada keadilan dan menolak legitimasi religius atas tirani politik maupun ketimpangan ekonomi. Dalam konteks ini, peran intelektual tercerahkan (raushanfikr) menjadi sentral sebagai agen transformasi sosial yang membangkitkan kesadaran kolektif umat.Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi intizar dan jihad membentuk kerangka ideologis Islam yang aktif, kritis, dan transformatif. Paradigma ini menempatkan iman sebagai energi pembebasan yang menuntut keterlibatan nyata dalam perjuangan sosial, sehingga penantian sejati hanya bermakna ketika diwujudkan dalam aksi untuk menghadirkan keadilan dan perubahan historis.Kata kunci: Ali Syari‘ati, intizar, jihad, Islam protes, transformasi sosial.
Co-Authors ., Faradika ., Renita Astri ahmad kamal, ahmad Aini, Mahsuri Aini, Muqsita Akiriningsih, Titik Amanda, Wilia Zulkifni Ana Susiati, Ana Anjani, Salsabila Apriliani, Liza Apriyanto, Bejo Apriyanto, Wahyudi Ardhiyanti, Virdiana Intan Arfatussalamah, Arfatussalamah Az-Zahro, Aisyah Aziza, Wafiq Azizi, Ainun Bambang Sri Anggoro Bunga Aditi Daffa , Wijdan Dalimunthe, Nikmah Darmaesti Dean Amri, Ary DESTRIANA DESTRIANA, DESTRIANA Destriani, Destriani Dewi Novianti Dwi Sartika, Dwi Efa Rodiah Nur Eka Yuliani Enjelica, Celsia Eva Suryani Fachriza, Muhammad Rifqy Faradika, Faradika Faraditha, Sabrina Fardhani, Indra Febrianty, Febrianty Febryanti, Anisa Finarsih, Endang Ulfa Gilberto Silimalar, Juan Arthur Gunawan, Dika Andiana Sari Handayani, Misari Harahap, Ahmad Taufiq Harahap, Aulia Nurul Annisa Herni, Zulfiana Irawan, Ravika Putri Istianah, Iis Izzati, Normaily Dewi Jasman, Febrina Alya Juliani, Arsi Kasmuri Kasmuri, Kasmuri Kurniawan, Heldi Liana, Firza Lubis, Muya Syaroh Iwanda Maharani, Aliffa Manusama, Selma Safrina Markhomah, Wiwik Matondang, Sabrina Natasya Maulidia, Eva Mu'in, Fathul Muji Gunarto Muller Tamba Mulya, Dio Prima Muslimin Muslimin Mutiara Eka Puspita Nabila, Rossa Nasution, Asrindah Netty Merdiaty Noor Diani Novita, Elma Nurhaliza, Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Pangastuti, Era Iswara Panjaitan, Miranda Patria, Armen Pradini, Aufa Ema Prasetyaningtyas, Pingkan Visionari Prasetyo, Andre Pratiwi Octasylva, Annuidya Rosyidta Puspasari, Rita Putra, Ramadhan Nugraha Putri Tunggal Dewi, Citra Putri, Gustiana Rahayu, Jihan Chandra Hesti Rahim, Rani Rahmarisa, Faty Refia, Farah Audifa Renita Astri Renita Astri Reyhan, Edowardo Rina Rehayati Rizki Thoyyibah, Rahmah Rosida Rakhmawati Sadly, Effendi Saidul Amin Saifullah Saifullah Salsabila, Tiara Sari, Dinda Aulia Sari, Intan Utna Septia Wulandari Septian, Bunga Shamara, Devina Sokawati, Nowita Ayu SRI ASTUTIK Sularno Sularno Sularno, Sularno Theresia, Tiarma Talenta Tolubaw, Andrido Umu Da’watul Choiro Utnasari, Intan Victorian, Ahmad Richad Wahid, Abdurahman Wahyuni, Willia Wendi Boy Winarsih Winarsih Yunita Panca Putri, Yunita Yusfi, Herri Yuza, Windy Putri Zarwani, Moch. Zulfahmi . Zulfahmi Zulfahmi Zulkarnain Zulkarnain