Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Journal of Bio-Creaducation

Identifikasi tren penelitian dan peluang inovasi pembelajaran melalui analisis bibliometrik strategi pembelajaran biologi di sekolah menengah Fajeriadi, Hery; Fitriani, Antung
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 1 (2024): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective learning strategies need to be designed to support in-depth exploration, adapt teaching methods to student needs, and utilize technology and diverse learning resources. This study aims to identify research trends and opportunities for learning innovation through the analysis of biology learning strategies in secondary schools. This research uses a bibliometric study to identify research trends and innovation opportunities in biology learning strategies in secondary schools. The data source is the Google Scholar database for the period 2019-2023 analyzed with the Publish or Perish and VOSviewer applications. Data filtering was carried out based on the keywords “biology learning” “learning strategies” “secondary school”. The results found 579 relevant documents with 5416 citations, 1083.20 citations per year, and 9.35 citations per document. VOSviewer visualization revealed that “teaching,” “technology,” and “problem-based learning” were the main topics, and in recent years there has been a shift towards the use of technology and innovative approaches. Opportunities for innovation in biology learning in secondary schools are still vast, especially technology integration, optimization of problem-based learning approaches, adaptation of online and hybrid models, use of digital platforms, development of self-efficacy, and innovation of learning environments to increase student motivation and engagement in the learning process. The most cited studies show that the development of higher-order thinking skills, the use of technology, and local and problem-based approaches can improve the effectiveness of biology learning strategies in secondary schools. These innovations have great potential to improve student engagement and learning outcomes, providing important guidance for educators in designing effective learning strategies.Strategi pembelajaran yang efektif perlu dirancang untuk mendukung eksplorasi mendalam, menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa, dan memanfaatkan teknologi serta sumber belajar yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian dan peluang inovasi pembelajaran melalui analisis strategi pembelajaran biologi di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan studi bibliometrik untuk mengidentifikasi tren penelitian dan peluang inovasi dalam strategi pembelajaran biologi di sekolah menengah. Sumber data adalah database Google Scholar periode 2019-2023 dianalisis dengan aplikasi Publish or Perish dan VOSviewer. Penjaringan data dilakukan berdasarkan kata kunci “biology learning” “learning strategies” “secondary school”. Hasil penelitian ditemukan 579 dokumen yang relevan dengan 5416 sitasi, 1083,20 sitasi per tahun, dan 9,35 sitasi per dokumen. Visualisasi VOSviewer mengungkapkan bahwa topik "teaching," "technology," dan "problem-based learning" adalah topik utama, dan pada tahun-tahun terakhir menunjukkan adanya pergeseran menuju penggunaan teknologi dan pendekatan inovatif. Peluang inovasi pembelajaran biologi di sekolah menengah masih luas, terutama integrasi teknologi, optimalisasi pendekatan pembelajaran berbasis masalah, adaptasi model daring dan hibrida, penggunaan platform digital, pengembangan self-efficacy, dan inovasi lingkungan belajar untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian dengan sitasi terbanyak menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, penggunaan teknologi, dan pendekatan berbasis lokal serta masalah dapat meningkatkan efektivitas strategi pembelajaran biologi di sekolah menengah. Inovasi-inovasi ini berpotensi besar meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa, memberikan panduan penting bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif.
Meningkatkan hasil belajar siswa tentang sistem peredaran darah dengan pembelajaran kooperatif tipe CIRC dan TGT Wahyuni, Andina; Atmaja, Gilang Tri; Khasanah, Khayatun; Maulida, Novi Apriani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Hartati, Deffi; Khatimah, Husnul
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooperative learning offers a promising alternative for improving student understanding. CIRC method (Cooperative Integrated Reading and Composition) and TGT (Teams Games Tournaments) are two types of cooperative learning designed to increase student engagement through collaboration and active interaction. This research aims to explore the application of the CIRC and TGT methods in teaching the human circulatory system, as well as analyzing their impact on the learning outcomes of class XI science students. This research consisted of 2 cycles with 5 meetings. The first cycle was held in 3 meetings, while the second cycle was held in 2 meetings. Cycle 2 is carried out based on the results of reflection from cycle 1. There are several experts who put forward action research models with different charts, but in general there are four stages that are commonly followed, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Analysis of research data which is classified as quantitative data in the form of learning completeness results obtained from pre-test and post-test results is carried out descriptively, namely by calculating classical completeness and individual completeness. Cooperative learning types TGT and on the concept of the human circulatory system at SMAN Banjarmasin are effective in improving student learning outcomes. This can be seen from the lower percentage increase in classical completion in cycle 2 from cycle 1. However, TGT showed a more significant increase in classical completion than CIRC in cycle 2.Pembelajaran kooperatif menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dan TGT (Teams Games Tournaments) merupakan dua tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui kolaborasi dan interaksi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode CIRC dan TGT dalam pengajaran sistem peredaran darah manusia, serta menganalisis dampaknya terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan 5 kali pertemuan. Siklus pertama dilaksanakan 3 kali pertemuan, sedangkan siklus kedua dilaksanakan 2 kali pertemuan. Siklus 2 dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi dari siklus 1. Beberapa ahli menyusun model penelitian tindakan dengan berbagai bagan, namun umumnya terdapat empat tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil ketuntasan belajar yang diperoleh dari hasil pretes dan postes dilakukan secara deskriptif, yakni dengan menghitung ketuntasan klasikal dan ketuntasan individual. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dan CIRC pada konsep sistem peredaran darah manusia di SMAN Banjarmasin efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari persentase kenaikan ketuntusan klasikal pada siklus 2 dari siklus 1 yang lebih rendah. Namun, TGT menunjukkan peningkatan ketuntusan klasikal yang lebih signifikan dibandingkan CIRC pada siklus 2.
Penggunaan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem respirasi manusia Hakim, Akhmad Nur; Nurmiati, Nurmiati; Nurmina, Nurmina; Sulistiani, Sulistiani; Nadiya, Zulfa; Masrah, Masrah; Pitriyani, Pitriyani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology learning has complex concepts so that many students have difficulty remembering these concepts. This study aims to determine the use of learning strategies using concept maps as an effort to improve student learning outcomes so that there is mastery of the concept of the human respiratory system material. The concept map that has been designed focuses on meaningful learning so that students can more easily understand and remember the material taught. The research conducted was in the form of classroom action research by looking at the comparison of the two studies conducted for two cycles. Each cycle consists of stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques were carried out with tests, observations and rubrics. The results of this study were in the form of an analysis of students' cognitive learning. Experiment 1 showed that in cycle I there was an increase in understanding of 87.13% and in cycle II there was an increase in understanding of the concept of 90.36%. While the results of experiment 2 showed that in cycle I there was an increase of 85.30% and in cycle II there was an increase of 92.5%. In addition to increasing learning outcomes, it turns out that concept maps also have an effect on increasing student activity. This can be seen during the learning process, students are more active in seeking information and more enthusiastic in expressing their opinions.  Based on the results of the study, it can be concluded that learning using concept maps can improve learning outcomes and student activities on the human respiratory system material.Pembelajaran biologi memiliki konsep yang kompleks sehingga banyak peserta didik yang mengalami kesulitan untuk mengingat konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan strategi pembelajaran menggunakan peta konsep sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga terjadi penguasaan konsep materi sistem respirasi manusia. Peta konsep yang telah dirancang berfokus pada pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diajarkan. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas dengan melihat perbandingan kedua penelitian yang dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan rubrik. Hasil penelitian ini berupa analisis belajar kognitif peserta didik. Pada percobaan 1 menunjukkan siklus I terjadi peningkatan pemahaman  sebesar 87,13% dan pada siklus II terjadi peningkatan pemahaman konsep sebesar 90,36%.  Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 85,30% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 92,5%. Selain terjadi peningkatan hasil belajar, ternyata peta konsep juga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas peserta didik. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran peserta didik lebih aktif mencari informasi dan lebih antusias dalam mengemukakan pendapatnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik pada materi sistem respirasi manusia.
Optimalisasi pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving Marniyanti, Marniyanti; Auliyani, Novia; Saajidah, Saajidah; Munirah, Sabrina; Putra, Aminuddin Prahatama; Zaini, Muhammad; Fajeriadi, Hery; Hernawati, Hernawati; Yulinda, Ratna
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to non-interactive and boring teaching, many students face difficulties in understanding the concept of natural resources. This research aims to improve the learning process of natural resources through the interaction of science skills and problem solving approach. This learning involves problem solving to encourage students to be more active and understand the material more deeply. The research used the Classroom Action Research (PTK) method implemented in two cycles on grade V elementary school students in South Kalimantan. The research procedure was designed in two cycles, where each cycle consisted of one lesson with an effective duration of four lesson hours, plus additional learning time agreed with the teacher. The results showed a significant improvement in students' concept understanding and problem solving ability from the first cycle to the second cycle. In addition, it was found that teachers' activities in guiding students also improved, although there were still some aspects that needed to be improved. The problem solving approach proved effective in improving student engagement and learning outcomes, as well as encouraging the development of critical and analytical thinking skills. The scientific impact of this study shows that the problem solving approach is generally effective in increasing student engagement in learning, although there are some aspects of guidance that need to be improved by teachers to ensure the sustainability of improved learning outcomes. Based on this research, it can be concluded that the application and problem solving approach in Natural Resources learning can be an effective alternative to improve student learning outcomes.Akibat pengajaran yang tidak interaktif dan membosankan, banyak siswa menghadapi kesulitan untuk memahami konsep sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving. Pembelajaran ini melibatkan problem solving mendorong siswa untuk lebih aktif dan memahami materi secara lebih mendalam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas V SD di Kalimantan Selatan. Prosedur penelitian dirancang dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari satu kali pembelajaran dengan durasi efektif empat jam pelajaran, ditambah waktu belajar tambahan yang disepakati bersama guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus pertama ke siklus kedua. Selain itu, ditemukan bahwa aktivitas guru dalam membimbing siswa turut mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Pendekatan problem solving terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dampak ilmiah dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan problem solving secara umum efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, meskipun ada beberapa aspek bimbingan yang perlu diperbaiki oleh guru untuk memastikan keberlanjutan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan dan pendekatan problem solving dalam pembelajaran Sumber Daya Alam dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Perbandingan penerapan metode simulasi dan problem-based instructional untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi ekosistem Irmayanti, Aulia; Damayanti, Rudiah; Wahyuni, Sri Ayu; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lisda, Lia Jumiati; Zaini, Muhammad; Nia, Dewi Ayu Aldilla
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecosystem material in science lessons is often poorly understood by students. This is because the learning method does not involve interaction between students and the material taught directly. This research aims to determine the level of students' understanding and activity in understanding the concept of ecosystem material using Problem-based instructional and Simulation methods. This research uses a nonequivalent control group design to compare the application of the Simulation method and the Problem-based instructional (PBI) method in Ecosystem learning for class X students at SMA Negeri Banjarmasin. The research population was all class X students of Banjarmasin State High School. The samples used were one class X MIPA which applied the simulation method as the experimental class, and another one class X MIPA which applied the Problem-based instructional method as the control class. Based on the results, the average posttest score for the experimental class with the Problem-based instructional method was 83.91, while the simulation method class was 77.78. This shows that both methods are equally good, but the Problem-based instructional method is superior to the simulation method. This research data shows significant value. The number of students who gave positive responses to the Problem-based instructional and simulation methods was 94.44% of students interested in participating in learning activities. This makes students enthusiastic when taking part in learning, students feel that learning seems more fun and not monotonous. The application of the Problem-based instructional and simulation method makes students understand the material being studied so that learning outcomes become more optimal.Materi Ekosistem pada pelajara IPA seringkali kurang dipahami oleh siswa. Hal tersebut dikarenakan metode pembelajaran yang kurang melibatkan interaksi antara siswa dengan materi yang diajarkan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan aktivitas siswa dalam memahami konsep materi ekosistem dengan menggunakan metode Problem-based instructional dan Simulasi. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design untuk membandingkan penerapan metode Simulasi dan metode Problem-based instructional (PBI) dalam pembelajaran Ekosistem pada siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Sampel yang digunakan adalah satu kelas X MIPA yang diterapkan metode simulasi sebagai kelas eksperimen, dan satu lagi kelas X MIPA yang diterapkan metode Problem-based instructional sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil rata-rata nilai posttest kelas eksperimen metode Problem-based instructional 83,91 sedangkan kelas metode simulasi 77,78. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut sama-sama bagus, namun metode Problem-based instructional lebih unggul dari metode simulasi. Data penelitian ini menunjukkan nilai signifikan. Jumlah siswa yang memberi tanggapan positif terhadap metode Problem-based instructional dan simulasi, sebesar 94,44% siswa tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadikan siswa bersemangat saat mengikuti pembelajaran, siswa merasa pembelajaran terkesan lebih menyenangkan dan tidak monoton. Penerapan metode Problem-based instructional dan simulasi membuat siswa paham terhadap materi yang dipelajari sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep biologi Hafizah, Hafizah; Agustina, Elya; Annisa, Majidah; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Imellia, Hanny; Norhidayati, Norhidayati; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Learning Outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study used the True Experimental Design method with the Posttest-Only-Control-Design form and the Classroom Action Research method. The data collection technique used in this study was to give posttest questions after completing the learning process in the experimental class and control class on Biodiversity material. While Classroom Action Research uses data collection techniques in the form of observation, measurement and documentation. This research uses descriptive statistical analysis techniques. The results concluded that the learning outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament learning model on students obtained an average class score of 84.90. The control class with conventional learning (discussion method) on Biodiversity material obtained a class average score = 82.35. While in the Classroom Action Research method, the average posttest value of student learning outcomes in cycle I was 70.35 and cycle II was 82.50. Cooperative Learning type Teams Games Tournament (TGT) Biodiversity material in both research methods shows that learning outcomes and student activity have increased or influenced.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hasil Belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan bentuk desain Posttest-Only-Control-Design dan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan soal posttest setelah selesai proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam materi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengukuran dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hasil belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament pada peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas 84,90. Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (metode diskusi) pada materi Keanekaragaman Hayati memperoleh nilai rata-rata kelas = 82,35. Sedangkan pada metode Penelitian Tindakan Kelas, nilai rata-rata posttest hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 70,35 dan siklus II sebesar 82,50. Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi Keanekaragaman Hayati pada kedua metode penelitian tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan atau berpengaruh.
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan Muhaimin, Ahmad; Azizah, Nur; Mahmudah, Rifatul; Nabila, Rini Salma; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Widiati, Rahmi; Rosmalina, Indah
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning materials are generally difficult to understand, so a teacher strategy is needed to deliver the material more interestingly. One strategy that can be done is the application of the inquiry approach. The inquiry approach focuses on the activities of students in seeking and finding information, so that learning is more meaningful. This study aims to determine the effect of applying learning with an inquiry approach in an effort to improve students' understanding of environmental pollution material.  The application of inquiry learning is made as interesting as possible to make it easier for students to understand the learning material. The research conducted was classroom action research with two cycles through a comparison of two studies. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, field notes and documentation. The results of this study are in the form of qualitative data analysis by describing and analyzing data from observations of learning outcomes and student activities. Experiment 1 shows that getting student learning outcomes in cycle I amounted to 58% and cycle II increased by 96%. While the results of experiment 2 showed that the learning outcomes of students in cycle I were 40% then increased in cycle II to 86%. In addition, there was also an increase in learner activity, namely in journal I by 85% while journal II by 86%.  This can be seen in the learning process, a conducive classroom situation, a positive classroom atmosphere with students who dare to ask questions and discuss, creating a pleasant learning climate, growing a sense of responsibility, good cooperation and student learning participation is quite good. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of learning with an inquiry approach can increase students' understanding and activity on environmental pollution material.Materi pembelajaran IPA umumnya sulit untuk dipahami, sehingga diperlukan strategi guru dalam menyampaikan materi tersebut dengan lebih menarik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penerapan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri berfokus pada aktivitas   peserta didik dalam mencari dan menemukan informasi, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.  Penerapan pembelajaran inkuiri dibuat semenarik mungkin untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui perbandingan dua penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan menelaah data hasil observasi hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Percobaan 1 menunjukkan bahwa mendapatkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 58% dan siklus II mengalami peningkatan sebanyak 96%. Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 86%. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yakni pada jurnal I sebesar 85% sedangkan jurnal II sebesar 86%.  Hal ini dapat dilihat pada proses pembelajaran, situasi kelas yang kondusif, suasana kelas yang positif dengan peserta didik yang berani bertanya dan berdiskusi, menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, tumbuhnya rasa tanggung jawab, terjalin kerjasama yang baik dan partisipasi belajar peserta didik cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.
Implementasi pendekatan inkuiri dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP Wulandari, Ayu; Apsari, Lisa; Febrian, Muhammad Rifqy; Maulida, Rahmah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Belawati, Octa; Otari, Widiati Hairina
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to enhance the learning quality of junior high school students through the implementation of a guided inquiry learning model using image media in science education. The research method employed is Classroom Action Research (CAR), consisting of two cycles, with each cycle encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 36 eighth-grade students in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data were collected through pretests, posttests, and observations of student activities during the learning process. The results indicate a significant improvement in student learning outcomes between the first and second cycles. This improvement was evident in both the cognitive and psychomotor domains, with the percentage of cognitive learning outcomes rising from 86.1% in the first cycle to 88.8% in the second cycle, and the percentage of student activity also showing consistent growth. Based on these results, it can be concluded that the guided inquiry learning model is effective in improving students' learning quality, particularly in science subjects. It is recommended that this approach be implemented more widely for other topics in biology education and supported by various media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan media gambar dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas VIII pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara siklus I dan II. Peningkatan terlihat pada ranah kognitif dan psikomotorik siswa, yang mana persentase hasil belajar kognitif meningkat dari 86,1% pada siklus I menjadi 88,8% pada siklus II, dan persentase keaktifan siswa juga mengalami peningkatan yang konsisten. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA. Disarankan agar pendekatan ini diimplementasikan lebih luas untuk topik-topik lain di pembelajaran biologi dan didukung oleh media yang bervariasi.
Meningkatkan pemahaman siswa sma melalui penggunaan peta konsep pada materi IPA Azmi, Jihan; Salsabilla, Nisvie Nur; Yulyana, Puspa; Ambarwati, Upik; Slamet, Zahra Anindya Putri; Zaini, Muhammad; Rezeki, Amalia; Putra, Aminuddin Prahatama; Riza, Muhammad Faisal; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concept maps are a very important visual tool in the learning process, serving to illustrate the relationship between concepts systematically. By using concept maps, students can understand and organize information better, thus improving their critical and creative thinking skills. Overall, an understanding of concept maps is essential in the modern educational context. Concept maps not only serve as learning aids, but also as a bridge to connect various complex ideas and concepts, thus facilitating more effective and efficient learning. This study aims to examine the effectiveness of using concept maps in improving students' understanding of science materials. This study was conducted based on the analysis of two classroom action researches (PTK) conducted by Amalia Rezeki and Muhammad Faisal Riza. The research shows that the use of concept maps as learning media is effective in improving student learning outcomes, both individually and classically. The research method used was descriptive with two cycles, including planning, implementation, observation, and reflection. Data were obtained through pretest, posttest, formative test, and student activity observation. The results showed a significant increase in student understanding, with individual learning completeness reaching ≥ 65 and classical completeness ≥ 85%. Students' learning activities became more active, such as making concept maps and group discussions. Concept maps proved to be able to connect new information with students' prior knowledge, resulting in meaningful learning. These findings support the importance of applying innovative learning methods such as concept maps to improve the quality of education.Peta konsep merupakan alat visual yang sangat penting dalam proses pembelajaran, berfungsi untuk menggambarkan hubungan antar konsep secara sistematis. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat memahami dan mengorganisasikan informasi dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Secara keseluruhan, pemahaman tentang peta konsep sangat penting dalam konteks pendidikan modern. Peta konsep tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghubungkan berbagai ide dan konsep yang kompleks, sehingga memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan peta konsep dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA. Kajian ini dilakukan berdasarkan analisis dua penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan oleh Amalia Rezeki dan Muhammad Faisal Riza. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peta konsep sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara individu maupun klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan dua siklus, mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui pretes, postes, tes formatif, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan ketuntasan belajar individu mencapai ≥ 65 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif, seperti membuat peta konsep dan berdiskusi kelompok. Peta konsep terbukti mampu menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan awal siswa, sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Temuan ini mendukung pentingnya penerapan metode pembelajaran inovatif seperti peta konsep untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemanfaatan media teknologi melalui pendekatan kooperatif dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa sekolah menengah atas Jainab, Jainab; Audia, Arfa Veni; Safitri, Yulina; Yuli, Yuli; Ramadhan, Muhammad Nazhief; Rahmawati, Sri; Febrianti, Gerhana; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of this research lies in the pressing need to improve the quality of biology education in secondary schools. The use of technological media and collaborative approaches creates a more interactive and collaborative learning environment that not only improves student learning outcomes but also enhances the learning process to be more effective and enjoyable. In today's digital era, integrating technology into education is essential to prepare students for global challenges and develop critical and collaborative thinking skills needed in the world of work. This research aims to analyze technology-based cooperative learning approaches, particularly animation media, in biology learning at the high school level to improve student learning outcomes and processes. The rapid development of technology opens up new opportunities for improving the quality of education, especially in the development of effective learning media. This study uses the STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model that encourages collaborative skills and active participation of students. Through classroom action research, this study compares pretest and posttest results, as well as evaluates student activities and classroom management by teachers. The results showed significant improvement in student learning outcomes, increased student activity, as well as positive responses to the use of animated media. These results support the effectiveness of animation as a learning tool and show that technology-based cooperative methods can improve learning quality and student interest in complex biological concepts.Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi di sekolah menengah. Penggunaan media teknologi dan pendekatan kolaboratif menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Di era digital saat ini, mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang diperlukan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis teknologi, khususnya media animasi, dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang baru untuk peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang mendorong keterampilan kolaboratif dan partisipasi aktif siswa. Melalui penelitian tindakan kelas, studi ini membandingkan hasil pretest dan posttest, serta mengevaluasi aktivitas siswa dan manajemen kelas oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, peningkatan aktivitas siswa, serta respons positif terhadap penggunaan media animasi. Hasil ini mendukung efektivitas animasi sebagai alat pembelajaran dan menunjukkan bahwa metode kooperatif berbasis teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap konsep-konsep biologi yang kompleks.
Co-Authors Agustina, Elya Agustina, Noor Fithri Amalia Rezeki Ambarwati, Upik Aminuddin Prahatama Putra Annisa, Majidah Antung Fitriani Antung Fitriani Aprida, Dini Aprillita, Gina Apsari, Lisa Atmaja, Gilang Tri Audia, Arfa Veni Aulia, Nurul Auliyani, Novia Aurora, Zevira Fransisca AYU LESTARI Ayu Wulandari Azhari, Muhammad Hafizh Azmi, Jihan Azzahra, Fatimah Ghina Azzam, Muhammad Naufal Bimo Aji Nugroho Bimo Aji Nugroho Bunda Halang D. Dharmono Damayanti, Rudiah Deffi Hartati Dewi Amelia Widiyastuti Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono, Dharmono Fachry Abda El Rahman Fadil, Muhammad Rio Fahmi Fahmi Fahmi Febrian, Muhammad Rifqy Febrianti, Gerhana Fitriani, Antung Gusti, Muhammad Abdi Hakim, Akhmad Nur Hanisa, Hanisa Hanny Imellia Hasmi, Yulita Hernawati Hernawati Husin, Gt. Muhammad Irhamna Husin, Muhammad Irhamna Husnul Khatimah Indah Rosmalina Irianti, Riya Irmayanti, Aulia Irwandi Irwandi Iskandar, Ayuk Cucuk Jainab, Jainab Kaspul Kaspul Khasanah, Khayatun Lisda, Lia Jumiati Maharani, Pramesti Diah Sulistya Mahrudin Mahrudin Marniyanti, Marniyanti Masrah Masrah Maulana Khalid Riefani Maulida, Novi Apriani Muhaimin, Ahmad Muhammad Faisal Riza Muhammad Fajar Muhammad Kusasi Muhammad Kusasi, Muhammad Muhammad Rizki Anwar Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Munirah, Sabrina Nabila, Rini Salma Nadiya, Zulfa Nia, Dewi Ayu Aldilla Ni’mah, Laili Noorhasanah, Noorhasanah Norhafizah, Norhafizah Norhidayati, Norhidayati Normila Sari, Normila Nugroho, Bimo Aji Nur Azizah Nurmiati Nurmiati Nurmina Nurmina, Nurmina Nurtamara, Luthfiana Octa Belawati Otari, Widiati Hairina Pitriyani Pitriyani Prasetyo, Opik PUTRI WULANDARI Putri, Kania Nabilah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Maulida Rahmawati, Rahmawati Rahmi Saputri, Rahmi Rahmi, Baiti Ramadhan, Muhammad Nazhief Ratna Yulinda Retnaningati, Dewi RIFATUL MAHMUDAH Rina Oktaviana Riza Arisandi Riza Arisandi Roziah, Mida Laisani RUWAIDA, ULYA Saajidah, Saajidah Sadiqin, Ikhwan Khairu Safitri, Nabella Putri Rama Safitri, Yulina Saidatun Nikmah Salsabilla, Nisvie Nur Simbolon, Putri Stephanie Slamet, Zahra Anindya Putri Solly Aryza Sri Ayu Wahyuni, Sri Ayu Suga, Nur Abdi Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Suryajaya Suryajaya, Suryajaya Ulanhar, Salma Nida Wahyuni, Andina Widiati, Rahmi Wiwik Handayani Yudha Irhasyuarna Yuli, Yuli Yulianti, Yuyun Eka Yulyana, Puspa Yuyun Eka Yulianti Zuhrah, Siti Nadzifah Zulfa Rahili