p-Index From 2021 - 2026
10.382
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Hubungan Internasional JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Jurnal Bina Praja Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik Tourism Scientific Journal Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Abdi Insani Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Community Service and Empowerment Prosiding Conference on Research and Community Services Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Bisnis Indonesia Jurnal Pewarta Indonesia Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Jurnal Kajian Pariwisata KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesian Community Journal Global Focus Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Jurnal Adijaya Multidisiplin Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Masip: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Journal of Community Service (JCOS) JOSAR (Journal of Students Academic Research) Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal SIYAR (Social Issues by Academic Researhers) Journal Pesona Pariwisata Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreativasi: Journal of Community Empowerment
Claim Missing Document
Check
Articles

Barriers in Digitalization for Tourism Village: Case of Tegaren’s Demographic and Geographic Constraints Nuryananda, Praja Firdaus; Wahyuningtyas, Dwi; Dwiridotjahjono, Jojok
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 7, No 1 (2024): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v7i1.66615

Abstract

ABSTRACTThis article is one of the scientific publications that summarizes field research in Tegaren, a tourism village in Trenggalek, East Java. The research team seeks to provide a discourse on tourism village digitalization from a different perspective. This article examines Tegaren's barriers to increasing digital telecommunications penetration and adapting their digital technology after becoming a tourism village. The four factors are 1) the dominance of the low productive age generation in Tegaren, 2) youths who migrate out of Tegaren, 3) Tegaren's agrarian life and ecosystem, and 4) Tegaren's geographical location which is not close to the main transportation modes. Using a theoretical framework that consists of participatory rural appraisal method, asset-based community development method, community-based tourism, and digital culture literacy of rural communities, this article provides an explanation of the demographic and geographical factors that have become obstacles for Tegaren to increase the digitalization utility for tourism village. All the data presented was obtained by means of in-depth interviews and participatory observation by team researchers. All respondents are from stakeholders in the village, such as village officials, Pokdarwis members, BUMDes members, besek farmers, and village youths. ABSTRAKArtikel ini merupakan salah satu publikasi ilmiah yang merangkum penelitian lapangan di Tegaren, sebuah desa wisata di Trenggalek, Jawa Timur. Tim peneliti berupaya memberikan diskursus tentang digitalisasi desa wisata dari sudut pandang yang berbeda. Artikel ini mengkaji hambatan Tegaren dalam meningkatkan penetrasi telekomunikasi digital dan mengadaptasi teknologi digital mereka setelah menjadi desa wisata. Keempat faktor tersebut adalah 1) dominasi generasi usia produktif rendah di Tegaren, 2) pemuda yang merantau keluar Tegaren, 3) kehidupan agraris dan ekosistem Tegaren, dan 4) letak geografis Tegaren yang tidak dekat dengan moda transportasi utama. Dengan menggunakan kerangka teori yang terdiri dari metode participatory rural appraisal, metode asset-based community development, community-based tourism, dan budaya digital literasi digital masyarakat pedesaan, artikel ini memberikan penjelasan mengenai faktor demografi dan geografis yang menjadi kendala Tegaren untuk meningkatkan utilitas digitalisasi desa wisata. Semua data yang disajikan diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif oleh tim peneliti. Semua responden berasal dari pemangku kepentingan di desa, seperti perangkat desa, anggota Pokdarwis, anggota BUMDes, petani besek, dan pemuda desa.
Permasalahan Kultural dan Pentingnya Kontekstualisasi dalam Penerapan Teknologi dalam Pengembangan Pariwisata Kampung Adat Segunung Nuryananda, Praja Firdaus; Al Fitriani, Alisya Qathrunnada
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15931

Abstract

Abstrak Kampung Adat Segunung merupakan destinasi wisata di Jawa Timur yang telah mencoba menerapkan teknologi digital untuk mengembangkan desa wisata mereka. Teknologi digital yang diterapkan adalah online ticketing melalui laman website loket.com. Namun ternyata penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung tidak sesuai dengan premis popular bahwa digitalisasi akan membawa dampak positif pada perkembangan desa wisata. Peneliti menemukan setidaknya ada tiga permasalahan yang membuat penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung terhambat, yakni 1) adanya pengenaan tarif tambahan yang memberatkan para pengelola destinasi wisata, 2) inkapabilitas dari pengelola destinasi dan pihak ketiga penyedia teknologi untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, dan 3) adanya penurunan semangat dan partisipasi dari para pemuda sebagai masyarakat lokal di daerah Segunung. Dengan menggunakan metode participatory rural appraisal dan asset-based community development, penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari pengelola Kampung Adat Segunung. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi partisipatoris. Penelitian ini berfokus pada dua konsep kajian, yakni desa wisata dan teknologi digital. Sedangkan salah satu temuan penelitian adalah perlunya kontekstualisasi terhadap kondisi masyarakat lokal dalam penerapan teknologi digital ke desa wisata. Dengan adanya kontekstualisasi, diharapkan teknologi digital yang diterapkan dapat diadopsi dan diadaptasi dengan baik oleh masyarakat lokal dengan menyesuaikan kapasitas dan kababilitas mereka.Kata Kunci : destinasi wisata, teknologi digital, Kampung Adat Segunung, online ticketing AbstractKampung Adat Segunung is a tourist destination in East Java that has tried to apply digital technology to develop their tourist village. The digital technology applied is online ticketing via the loket.com website. However, it turns out that the application of digital technology in Segunung Traditional Village is not in accordance with the popular premise that digitization will have a positive impact on the development of tourist villages. Researchers found that there were at least three problems that hindered the implementation of digital technology in the Segunung Traditional Village, namely 1) the imposition of additional tariffs that were burdensome to tourist destination managers, 2) the incapability of destination managers and third-party technology providers to communicate and coordinate properly, and 3) there is a decrease in enthusiasm and participation from youth as local people in the Segunung area. By using the participatory rural appraisal and asset-based community development methods, this research involved the active participation of the management of the Segunung Traditional Village. The research carried out was a type of qualitative descriptive research, with in-depth interview data collection techniques and participatory observation. This research focuses on two study concepts, namely tourism villages and digital technology. Meanwhile, one of the research findings is the need for contextualization of the conditions of local communities in the application of digital technology to tourist villages. With contextualization, it is hoped that the digital technology that is applied can be properly adopted and adapted by local communities by adjusting their capacities and capabilities.Keywords:  tourist destination, digital technology, Kampung Adat Segunung, online ticketing
Co-Authors ., Trisfani A. Muammar Alawi Abdul Rezha Efrat Najaf Adnyana, Made Bambang Afghani, Kevin Al Agustina, Zalfa Nurrahmah Ajinegoro, Brian Tyan Mukti Al Fitriani, Alisya Qathrunnada Alfattama, Lona Chinsia Alfiandi Imam Mawardi Aliyah Shafa Nurharyana Alla, Muhammad Anbiya Fath Amanda Nazhira Firdaus Amelia Hilda Risky Jenny Eden Amin, Mochamad Sahlan Andre Yusuf T. Putra Andre Yusuf Trisna Putra Anggresta, Pujana Anindyah, Sukma Ardiansyah, Muhammad Irfanny Arif Wicaksono Arin Setiyowati Atabuy Frit Elisa Yonce Athaya Aza Nabil Hibrizi Ayu Rikza Bagus Ariz Faishal Berlianty, Evanie Zahra Bilqis, Thufailah Nafiisah Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budiwitjaksono, Gideon Setyo Dava Praya Syafa Kurniawan Devinta Permata A Didiek Tranggono Djenggala Prasandi Dwi Ari Suryaningrum, Dwi Ari Dwi Wahyuni, Nurul Dwi Wahyuningtyas Eka Elsha Septiyana Elfrida Laras Candrakusuma Eliada Samuel Pasaribu Erna Daniati Evi Triandini Evi Triandini Fadilla Ryandini Femy Atha Fredella Firdaus Nuryananda Garsione Agni Andrea Gege, Rendy Hamdan, Arva Rizqullah Handayani, Ruci Hapsari, Renitha Hapsari, Renitha Dwi Haq, Jelita Arinal Herlina Sukmawati Herlina Suksmawati Herlinda Suksmawati Hidayat, Rusdi Hidayat, Rusdi Hilman Hasibur Rohman Hindah Muchtamilatur Rochmah Idhoh Fitriana, Nisa Hafi Imam Taufik Jauharie, Mochamad Jelita Arinal Haq Jojok Diwridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Joko Mijiarto, Joko Kartika Ramadhani, Savira Kemuning Radhita Cahyani Kusuma, Ade Kusuma, Ade Leily Suci Rahmatin Lestari, Mufida Diah Made Bambang Adnyana Mahayasa, Dias Pabyantara Swandita Masayu, Revina Dwi Maulana, Hendra Mawardi, Alfiandi Imam Megahnanda Alidyan Mubah, Ahmad Safril Muhammad Dedy Yanuar Mustika, Yesi Rahma Netta Aprillia Andaresta Putri Noor Rizkiyah Nugroho, Rusdi Hidayat Pandana, Zacky Alifirano Prabowo, Budi - Prasandi, Djenggala Prasetyo, Erlangga Wahyu Prihandono Wibowo Prima, Rama Putra Primawardana Probo Darono Yakti Pujana Anggresta Purwadi MP. Ir Putra, Chrystia Aji Rahmatin, Leily Suci Raihan Nur Rafi RASDIYAH, RESA Rasyidah, Resa Renitha Hapsari Rikza, Ayu Risqi Firdaus Setiawan Riva Dika Adhilni Rizki, Agung Mustika Rosita, Putri Aulia Roziana Febrianita Rudiany, Novita Putri Rusmiati, Siti Binik S, Dedik Fitra Septiandini Saskia Putri, Setiawan, Tho’at Setiyowati, Arin Sugiarto, Sugiarto Sukmawati, Herlina Sulistyo, Nanda Tho’at Setiawan Thufailah Nafiisah Bilqis Tiska Khoirotun Nisa Tita Ayu Rospricilia Tjahjono, Jojok Dwirido Tri Lathif Mardi Suryanto Trirahardjo, Muhammad Rizqy Trisna P, Andre Yusuf Trisna, Andre Yusuf Utami, Wulan Anggit W.K. Faizin Ahzani Wahyu Dwi Lestari Wahyuni WAHYUNI Wahyuni Wahyuni Wibowo, Nur Cahyo Wulan Anggit Utami Wulan Anggit Utami Zainal Abidin Achmad Zalfa Nurrahmah Agustina Zein, Isynariyah