p-Index From 2021 - 2026
9.337
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Hubungan Internasional JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Jurnal Bina Praja Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik Tourism Scientific Journal Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Abdi Insani Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Prosiding Conference on Research and Community Services Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Bisnis Indonesia Jurnal Pewarta Indonesia Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Jurnal Kajian Pariwisata KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesian Community Journal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Global Focus Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Jurnal Adijaya Multidisiplin Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Masip: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Journal of Community Service (JCOS) JOSAR (Journal of Students Academic Research) Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal SIYAR (Social Issues by Academic Researhers) Journal Pesona Pariwisata Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreativasi: Journal of Community Empowerment
Claim Missing Document
Check
Articles

Bamboonimics in Tegaren Village Jojok Dwiridhotjahjono; Prihandono Wibowo; Praja Firdaus Nuryananda
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Seminar of Research Month
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2019.0437

Abstract

Besek is made from bamboo which is then woven. This besek craft is the main craft of women in Tegaren Village. However, problems arise when besek does not provide enough income for women in Tegaren Village. By providing more training and insight for the residents of Tegaren Village, it is hoped that there will be an increase in the economic capacity of the village. The method of implementing the Community Partnership Program (PKM) is through comparative studies, training, as well as providing assistance to residents of Tegaren Village to continue to improve their economic capacity through bamboo woven commodities. As an object of comparative study, bamboo craft center Bamboo Indah was chosen, located in Wonoanti Village, Gandusari District, Trenggalek Regency. During a comparative study, three agreements were reached between the government of Tegaren Village and the Bambu Indah center, namely 1) Tegaren Village would send two or three craftsmen to conduct intensive bamboo weaving training, 2) two "lazy chair" products would be sent to Tegaren Village as a learning material for developing bamboo commodity products, and 3) Bambu Indah centers agreed to empower the human resources of Tegaren Village if there are besek and pincuk orders. This assistance program will continue as Tegaren Village has become one of the target villages of UPN "Veteran" East Java.
Pendampingan Pemetaan dan Pengemasan Wisata Cagar Budaya di Kabupaten Blitar Sugiarto Sugiarto; Evi Triandini; Praja Firdaus Nuryananda; Atabuy Frit Elisa Yonce; Chrystia Aji Putra; Agung Mustika Rizki
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v2i3.299

Abstract

Cagar budaya merupakan warisan budaya yang bisa bersifat kebendaaan dan perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting bagi sejarah. Perkebunan Kopi De Karanganyar merupakan salah satu wisata cagar budaya yang terletak Kabupaten Blitar. Perkebunan ini didirikan tahun 1874 oleh warga Belanda bernama H.J. Velsink. Perkebunan kopi ini merupakan salah satu penghasil kopi hitam di Blitar. Perkebunan ini memiliki beberapa atraksi wisata didalamnya yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Atraksi wisata yang tersedia antara lain: Koffie Boomstaart, Roemah Lodji, Museum Nugroho, dan Pabrik. Perkebunan kopi ini merupakan salah satu destinasi wisata yang tersedia dalam paket wisata Saya Tour. Keberadaan wisata cagar budaya ini masih belum dikelola dengan optimal oleh Saya Tour, mitra kegiatan pengabdian. Berdasarkan kondisi mitra kegiatan pengabdian dan peluang yang bisa diberikan ke mitra, maka tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan wawasan terhadap mitra terkait dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memetakan dan mengemas wisata cagar budaya. Metode yang digunaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu metode konsultasi dan pelatihan. Kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan target dan telah memberikan solusi atas permasalahan mitra dengan memberikan beberapa rekomendasi, antara lain pemetaan lokasi wisata berbasis digital, pengemasan wisata memanfaatkan teknologi multimedia dan virtual tourism
Cultural Tourism and The Use of Local Wisdom in The Bancakan Salak Galengdowo, East Java Herlina Suksmawati; Dias Pabyantara; Praja Firdaus Nuryananda
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to elaborate on the common value represented by Bancakan Salak of Gelengdowo Village. Qualitative phenomenology was used to obtain a comprehensive understanding of the research problem. The data collection techniques used in this research is observation of both preparation and due day process. The semi-structured interview was conducted with the chief of the committee, local government representation, local youth figure, and two elders while checking the previous studies to get a comprehensive picture. The finding consists of three-part: (1) the preparation stage has substantial collectivism value, (2) the word bancakan finds its intrinsic value in the long tradition of bancakan practice by the community to express their gratitude upon God blessing, (3) the culture of almsgiving reflected in the tumpeng-shaped salak. The community has been practicing those three values since the beginning. Therefore it inspires and reflected in the creation of Bancakan Salak.Keywords: bancakan salak, Galengdowo, local wisdom, social practice.
The Impact of Pandemic on Bancakan Salak Cultural Tourism Praja Firdaus; Herlina Suksmawati; Renitha Hapsari; Ade Kusuma
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This second-term research examined the dynamics of Bancakan Salak cultural tourism after being hit by the COVID-19 pandemic. Knowing how the tourism strategy was implemented in the times of pandemic and what were the tips to be able to survive in this limited condition were two interesting things this article studied. Like many other tourist attractions, Bancakan Salak cultural tourism was also affected by the pandemic. Yet, as previous research has concluded, Galengdowo’s local society had three essential traditional values reflected in Bancakan Salak cultural tourism that helped them to get through this situation. These three values were collectivism, gratitude, and almsgiving. These three values also created further key concepts in responding to the pandemic, the importance of resilience, and innovation. Using qualitative method (in-depth interview) combined with the observation participatory method, and also ABCD (asset-based community development), this article highlighted the crucial role of human basic needs resilience and socio-cultural resilience. Because in the era of globalization nowadays, connectivity had proven could be substituted by collectivism, gratitude, almsgiving, and other traditional values that hold tight the element of togetherness. This article also highlighted the role played by cultural assets and personal assets to build villages' capacity. In the end, Bancakan Salak and its tourism industry in Galengdowo was hit by the pandemic and Galengdowo’s local society responded with resilience and innovation.  Keywords: Bancakan Salak, cultural tourism, community, pandemic, globalization.
Pelatihan Pembuatan Bisnis Model Canvas pada Saya Tour Sugiarto; Evi Triandini; Praja Firdaus Nuryananda
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 3 (2022): Juli
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i3.332

Abstract

Kota Blitar memiliki banyak tempat wisata yang dikunjungi masyarakat, baik dari lokal Kota Blitar, namun juga dari luar daerah hingga luar negeri. Makam Bung Karno merupakan ikon utama destinasi wisata di Blitar. Sementara lokasi lain yang saat ini menjadi tujuan wisatawan yaitu , Istana Gebang, Taman Kebonrojo, Water Park Sumber Udel, Taman Sentul dan lain-lain. CV. Putra Berbakti Abimata ini merupakan mitra untuk kegiatan Bakti Inovasi bagi Masyarakat yang terletak di Blitar, Jawa Timur. Mitra bergerak di bidang Pariwisata. Mitra mempunyai sebuah produk Jasa Tour yang dinamakan Saya Tour, dimana Saya Tour ini telah beroperasi sejak tahun 2020. Ketatnya persaingan antara organisasi dengan jenis usaha yang sama, menuntut mitra untuk melihat peluang bisnis bagi keberlanjutan usahanya. Pendekatan model bisnis yang mutakhir dan kekinian akan menggambarkan secara jelas tentang elemen-elemen yang saling terkait terhadap bisnis mitra. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu edukasi dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu Bisnis Model Canvas (BMC) mitra yang memiliki Sembilan komponen. Pendampingan implementasi BMC dilakukan terhadap mitra sehingga produktivitas dan keberlanjutan usaha mitra akan meningkatkan pendapatannya.
Melampaui Pahlawan Devisa: Peran Aktor Negara dan Non-Negara Menyasar Permasalahan Finansial PMI Perempuan di Taiwan Praja Firdaus Nuryananda; Ayu Rikza; Wulan Anggit Utami; Pujana Anggresta
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v15i2.36080

Abstract

Penelitian ini berusaha meninjau lebih jauh apakah kontribusi remitansi dalam bentuk devisa kepada negara berkontribusi yang sama pada perekonomian individu pasca kerja. Penelitian terdahulu menunjukkan permasalahan yang meliputi proses reintegrasi eks-PMI pasca kepulangan mereka, diantaranya adalah potensi jatuhnya eks-PMI ke kemiskinan dan akhirnya membawa eks-PMI pada keputusan bekerja kembali ke luar negeri. Permasalahan ini jika ditinjau secara struktural menyasar pada sistem yang melayani dan melanggengkan ketimpangan yang dihadapi oleh kelas pekerja. Penelitian ini mengurai aspek agensi yang melatarbelakangi kemiskinan pasca kerja eks-PMI. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan dan kewirausahaan memainkan faktor dalam mencegah PMI jatuh pada kemiskinan dan jerat industri migran. Dari studi kualitatif yang dilaksanakan, penelitian ini mengungkapkan bahwa kehadiran aktor non-negara memiliki peran membentuk kapasitas perempuan PMI yang cenderung altruis dalam mengelola keuangan mereka sebagai basis agensi finansial mereka. Kontribusi penting penelitian ini terhadap penelitian yang terdahulu adalah skema pendidikan keuangan non-formal bagi PMI yang berlangsung di host country selama periode kerja mereka sehingga PMI memperoleh transfer of skill and knowledge yang mereka memungkinkan untuk merencanakan keputusan ekonomi dengan lebih baik.
Implementation of Conservation Tourism in Supporting The Protection of The Essential Turtle Ecosystem Area at Taman Kili - Kili Beach Wonocoyo, Panggul Herlina Suksmawati; Leily Suci Rahmatin; Praja Firdaus
E-Journal of Tourism Volume 9 Number 2 (September 2022)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24922/eot.v9i2.91384

Abstract

Conservation tourism was developed as an alternative to large-scale tourism activities that operate in nature without paying attention to ecological sustainability through natural resources. Conservation management in tourism is a form of concern for the damage to the life of natural resource ecosystems, both caused by human activities and global climate change. Analyzing the relevance of establishing the Taman Kili - Kili Coastal Turtle Ecosystem Reserve as a tourist destination, while prioritizing natural ecosystems and providing benefits for the livelihoods of the local community. The approach in this research is a descriptive qualitative method, describing the results of the study and relating each research data found. The data instrument used involved observation and in-depth interviews with the Kili - Kili beach turtle conservation local community. Conservation tourism activities at Kili – Kili Beach prioritize educating visitors regarding turtle habitats and ecosystems, besides that the purpose of conservation tourism on the Kili – Kili coast is as one of the limited uses of natural resources and natural resources owned without having to exploit turtles. Conservation tourism is carried out in accordance with the provisions in the management of conservation areas and also essential ecosystem areas, while still paying attention to the socio-cultural environment of the surrounding community so that the purpose of the function of utilizing the essential turtle ecosystem area can also be felt by the surrounding community. Keywords: conservation tourism; turtle essential ecosystem areas.
Perspektif Sosiokultural Nelayan Kedung Cowek Terhadap Pandemi Covid-19 di Surabaya Praja Firdaus Nuryananda; Probo Darono Yakti; Wulan Anggit Utami
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v12i2.11038

Abstract

Selepas periode puncak pandemi Covid-19, pemerintah menghimbau masyarakat untuk segera kembali pada kehidupan normal dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Himbauan dikeluarkan menyusul masa-masa sulit di mana selama 1,5 tahun pergerakan masyarakat terkendala oleh kebijakan pemerintah yang membatasi kegiatan ekonomi dan sosial. Dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang sangat masif di masa normal dan karenanya mengalami tekanan yang signifikan pada masa pandemi, kasus komunitas nelayan Kedung Cowek di Kota Surabaya memberi pelajaran baik untuk penerapan kebijakan serupa di masa yang akan datang. Dengan latar belakang tersebut, penelitian bertujuan menganalisis situasi kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir Kedung Cowek terkait dengan pandemi dilihat dari perpektif sosiokultural. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 menggunakan metodologi kualitatif, yang menerapkan analisis data etnografi dan mengacu pada kerangka pemikiran trinitas strategi Carl von Clausewitz dan etnografi baru James Spradley. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat yang terdiri atas pejabat pemerintah kelurahan, komunitas nelayan, dan masyarakat umum di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) pandemi tidak mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat nelayan terkait ekonomi dan lingkungan; nelayan tetap melaut meskipun ada himbauan pembatasan, (2) terjadi fenomena resistensi masyarakat terhadap himbauan pembatasan kegiatan terkait pandemi Covid-19, dan (3) masyarakat nelayan memiliki resiliensi sosiokultural yang menyebabkan pandemi tidak terpengaruh secara fundamental. Implikasi kebijakan dari penelitian ini pentingnya memandang perpektif sosiokultural masyarakat sebagai sebuah aspek penting yang karenanya perlu diakomodasikan sebagai salah satu konsideran utama dalam penerapan kebijakan terkait kondisi kebencanaan seperti terjadi pada masa pandemi Covid-19. Tittle: Sociocultural Perspective of Fishermen Community in Kedung Cowek on Covid-19 Pandemic In Surabaya The COVID-19 pandemic has become a new challenge for businesses and communities around the world. In particular, the community is encouraged to resume their activities to support the post-pandemic economic recovery program. This advisory was issued after almost one and a half years the community was asked to limit many activities, especially economic and social activities. Kedung Cowek fishermen in Surabaya City are an example of a fishing community facing post-pandemic socioeconomic recovery. This study aims to 1) describe the economic activities of coastal communities during a pandemic and 2) their interactions with market traders during a pandemic. This study uses a qualitative methodology by analyzing ethnographic data taken from primary data sources through in-depth interviews with community leaders consisting of village government officials, fishing communities and the general public in Kedung Cowek Village. The analysis was carried out using the strategic trinity framework by Carl von Clausewitz and the new ethnography by James Spradley. This research was conducted in 2021 in Kedung Cowek Village, Surabaya City, as the center of the fishing community in Surabaya City. The results of this study found that (1) the pandemic did not change the perspective and behavior of the fishing village community towards the economy, as well as environmental cleanliness so that they continued to go to sea despite the call for restrictions and (2) there is a phenomenon of community resistance to the call for restrictions on activities related to the COVID-19 pandemic which is indicated by the characteristics of fishing communities who have sociocultural resilience so that they are not fundamentally affected. This case study leads to the conclusion that COVID-19 does not have a significant influence on the social behavior of the fishing community in Kedung Cowek Village in Surabaya.
Komoditas Super Strategis Porang dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sumberejo, Pasuruan Praja Firdaus Nuryananda; Jojok Dwiridotjahjono; Purwadi Purwadi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v10i2.12692

Abstract

Abstract: Sumberejo Village in Pasuruan Regency, East Java, is a village that has potential assets in the agricultural and tourism sectors. The agricultural potential in Sumberejo is increasing when the super strategic commodity porang is introduced as a new commodity to be cultivated in Sumberejo through the Sinar Agro Permata farmer group. Porang cultivation aims to advance and increase the income of the agricultural sector and empower farmers in Sumberejo. However, because the porang commodity is a new knowledge for Sinar Agro Permata, the Sinar Agro Permata group is still experiencing confusion and worries about results that are not in line with existing expectations. This scientific article is the result of research on empowering agriculture communities in Sumberejo Village. The research was conducted using a mixed-method presented descriptively and using in-depth interview instruments, participatory observation, focus group discussions, and literature study. The research that has been done has found that the porang commodity has not been able to provide maximum leverage for community empowerment. This commodity has become a new habit for Sinar Agro Permata in Sumberejo, so it requires time and ongoing assistance. With the application of the hexa-helix approach and the behavior drivers model, the research found that there are still three of the six hexa-helix components that have been integrated in this empowerment program. Meanwhile, in the behavior drivers model, this study also found that the Sumberejo community needed driving factors to the individual level to change their mindset, both in terms of farming and as farmers. It still takes time for the empowerment of the Sumberejo community with porang cultivation to reach its maximum point. Even with the role of stakeholders who are required to be collaborative and sustainable.Keywords: behavior drivers model, community empowerment, farmer, hexa-helix, porangAbstract: Desa Sumberejo di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, merupakan desa yang memiliki aset potensial di sektor pertanian dan pariwisata. Potensi pertanian di Sumberejo semakin meningkat ketika komoditas super strategis porang dikenalkan sebagai komoditas baru untuk dibudidayakan di Sumberejo melalui kelompok tani (poktan) Sinar Agro Permata. Budidaya porang bertujuan untuk menambah dan meningkatkan penghasilan sektor agrikultur serta memberdayakan para petani di Sumberejo. Namun demikian karena komoditas porang merupakan pengetahuan baru bagi Sinar Agro Permata, maka poktan Sinar Agro Permata masih mengalami hambatan kebingunan dan kekhawatiran akan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi yang ada. Artikel ilmiah ini merupakan hasil penelitian terhadap pemberdayaan masyarakat tani di Desa Sumberejo. Penelitian dilakukan menggunakan metode kombinasi yang disajikan secara deskriptif serta menggunakan instrumen wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi kepustakaan. Penelitian yang telah dilakukan menemukan bahwa komoditas porang belum bisa memberikan daya ungkit pemberdayaan masyarakat secara maksimal. Komoditas ini terbilang menjadi kebiasaan baru bagi Sinar Agro Permata di Sumberejo, sehingga membutuhkan waktu dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan aplikasi pendekatan hexa helix dan behavior drivers model, penelitian yang dilakukan menemukan bahwa masih tiga dari enam komponen hexa helix yang sudah terintegrasikan dalam program pemberdayaan ini. Sedangkan dalam behavior drivers model, penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat Sumberejo memerlukan faktor pendorong sampai ke tingkat individu untuk melakukan perubahan mindset, baik dalam hal bertani maupun sebagai petani. Masih memerlukan waktu agar pemberdayaan masyarakat Sumberejo dengan budidaya porang menemui titik maksimal. Pun dengan peran stakeholders yang dituntut agar kolaboratif dan berkelanjutan.Keywords: pemberdayaan masyarakat, petani, porang, hexa helix, behavior drivers model
STRATEGI INDONESIA DALAM BERDIPLOMASI BUDAYA MELALUI BATIK TERHADAP JEPANG SEJAK TAHUN 2008-2017 Praja Firdaus Nuryananda; Hindah Muchtamilatur Rochmah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i1.2023.138-143

Abstract

Penelitian ini membahasa mengenai diplomasi budaya Indonesia melalui Batik Indonesia terhadap Jepang pada tahun 2008-2017. Kegiatan diplomasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkenalkan bahwasanya Batik Indonesia merupakan identitas negara terhadap masyarakat dunia. Pada penelitian ini penulis akan mengkaji mengenai diplomasi batik yang dikaitkan dengan konsep diplomasi budaya dari Simon Mark yang mempunyai 4 instrumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Diplomasi Batik Indonesia terhadap Jepang memberikan dampak yang positif bagi negara Indonesia berupa meningkatnya minat warga Jepang terhadap Batik. Selain itu, dengan adanya diplomasi ini juga dapat meningkatkan jumlah ekspor Batik maka dengan begitu tercipta peluang yang besar bagi industri Batik.
Co-Authors ., Trisfani A. Muammar Alawi A. Muammar Alawi Abdul Rezha Efrat Najaf Ade Kusuma Ade Kusuma Adnyana, Made Bambang Afghani, Kevin Al Agung Mustika Rizki Al Fitriani, Alisya Qathrunnada Alawi, A. Muammar Alfattama, Lona Chinsia Alfiandi Imam Mawardi Alla, Muhammad Anbiya Fath Amanda Nazhira Firdaus Amelia Hilda Risky Jenny Eden Amin, Mochamad Sahlan Andre Yusuf T. Putra Andre Yusuf Trisna Putra Anggresta, Pujana Anindyah, Sukma Ardiansyah, Muhammad Irfanny Arin Setiyowati Atabuy Frit Elisa Yonce Athaya Aza Nabil Hibrizi Ayu Rikza Bagus Ariz Faishal Berlianty, Evanie Zahra Bilqis, Thufailah Nafiisah Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Dava Praya Syafa Kurniawan Devinta Permata A Dias Pabyantara Swandita Mahayasa Didiek Tranggono Didiek Tranggono Djenggala Prasandi Dwi Ari Suryaningrum, Dwi Ari Dwi Wahyuni, Nurul Dwi Wahyuningtyas Eka Elsha Septiyana Elfrida Laras Candrakusuma Eliada Samuel Pasaribu Evi Triandini Evi Triandini Fadilla Ryandini Femy Atha Fredella Firdaus Nuryananda Garsione Agni Andrea Gege, Rendy Hamdan, Arva Rizqullah Handayani, Ruci Hapsari, Renitha Dwi Herlina Sukmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlinda Suksmawati Hidayat, Rusdi Hidayat, Rusdi Hilman Hasibur Rohman Hindah Muchtamilatur Rochmah Idhoh Fitriana, Nisa Hafi Imam Taufik Jauharie, Mochamad Jojok Diwridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Joko Mijiarto Joko Mijiarto Joko Mijiarto Joko Mijiarto, Joko Kartika Ramadhani, Savira Kemuning Radhita Cahyani Kusuma, Ade Leily Suci Rahmatin Leily Suci Rahmatin Leily Suci Rahmatin Lestari, Mufida Diah Maulana, Hendra Mawardi, Alfiandi Imam Megahnanda Alidyan Muammar Alawi Mubah, Ahmad Safril Muhammad Dedy Yanuar Mustika, Yesi Rahma Netta Aprillia Andaresta Putri Netta Aprillia Andaresta Putri Noor Rizkiyah Nur Cahyo Wibowo Nur Cahyo Wibowo Pandana, Zacky Alifirano Prabowo, Budi - Prasandi, Djenggala Prasetyo, Erlangga Wahyu Prihandono Wibowo Prihandono Wibowo Prima, Rama Putra Primawardana Probo Darono Yakti Pujana Anggresta Purwadi MP. Ir Putra, Chrystia Aji Rahmatin, Leily Suci Raihan Nur Rafi RASDIYAH, RESA Rasyidah, Resa Renitha Hapsari Renitha Hapsari Rikza, Ayu Risqi Firdaus Setiawan Riva Dika Adhilni Rosita, Putri Aulia Roziana Febrianita Rudiany, Novita Putri Rusdi Hidayat Nugroho Rusmiati, Siti Binik S, Dedik Fitra Septiandini Saskia Putri, Setiawan, Tho’at Setiyowati, Arin Sugiarto Sugiarto Sugiarto Sukmawati, Herlina Suksmawati, Herlina Suksmawati, Herlina - Tegar Mohamad Arif Wicaksono Tho’at Setiawan Tiska Khoirotun Nisa Tita Ayu Rospricilia Tjahjono, Jojok Dwirido Tri Lathif Mardi Suryanto Tri Lathif Mardi Suryanto Trisna P, Andre Yusuf Trisna, Andre Yusuf Utami, Wulan Anggit W.K. Faizin Ahzani Wahyu Dwi Lestari WAHYUNI Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wibowo, Nur Cahyo Wulan Anggit Utami Wulan Anggit Utami Zein, Isynariyah