Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Infeksi Parasit Usus dengan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Sehat Siswa SDN 101 Luwu Nurafidah Kasmal kasmal; Satriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Hermiaty Nasaruddin; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.375

Abstract

Infelksi parasit usus melrupakan masalah kelselhatan yang masih tinggi di Indonelsia, telrutama pada anak-anak. Faktor-faktor yang belrkontribusi telrhadap pelningkatan infelksi parasit usus adalah relndahnya pelngeltahuan dan sikap hidup belrsih, sanitasi yang buruk, selrta lingkungan yang melmfasilitasi pelnularan parasit. Pelncelgahan infelksi parasit usus pelrlu difokuskan pada pelningkatan pelngeltahuan, pelrilaku hidup belrsih, dan pelrbaikan sanitasi. Tujuan Melngeltahui adanya hubungan antara infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih selhat pada anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Pelnellitian ini adalah obselrvasional analitik delngan pelndelkatan cross selctional. Populasi dalam pelnellitian ini adalah selluruh siswa-siswi di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Sampell dalam pelnellitian ini adalah siswa kellas 3,4 dan 5 SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, selsuai kritelria inklusi dan elksklusi. Pelngambilan data belrupa quelsionelr dan pelngambilan felsels. Hasil Pelnellitian melnunjukkan ada hubungan selngnifikansi antara keljadian infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang. Kellompok pelngeltahuan hidup belrsih yang baik (96,4%) relspondeln, seldangkan hanya (3,6%) relspondeln yang melmiliki pelngeltahuan kurang. Sellain itu kellompok pelrilaku hidup belrsih baik mayoritas melmiliki pelrilaku yang baik (80,0%) relspondeln, seldangkan hanya seldikit yang melmiliki pelrilaku yang kurang (20,0%) relspondeln. Kelsimpulan adanya hubungan yang signifikan antara pelngeltahuan hidup belrsih dan pelrilaku hidup belrsih delngan keljadian infelksi parasit usus pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelcamatan Walelnrang Barat, Kabupateln Luwu.
Karakteristik Pasien Cedera Kepala di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Widya Narti; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Berry Erida Hasbi; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.413

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah Kesehatan yang serius di masyarakat karena merupakan pemicu kecacatan dan kematian. Cedera kepala atau Trauma kepala adalah keadaan dimana fungsi otak mengalami gangguan yang bisa saja disebabkan oleh benturan, pukulan atau bisa juga kecelaakan dalam berlalu lintas atau kegiataaan yang dapat memicu terjadinya cedera pada kepala. Cedera kepala tidak mengenal usia, jenis kelamin, ras atau apapun itu sehingga dapat terjadi pada siapun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien cedera kepala di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif Observasioanl. Populasi penelitian ini ialah semua pasien cedera kepala yang terdata di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar sehingga sampel penelitian diperoleh dengan total sampling yaitu keseluruhan populasi penelitian yang berjumlah 25 pasien. Perolehan sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu pasien cedera kepala dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat. Mayoritas pasien cedera kepala berusia 17-25 tahun (28%) dan di dominasi oleh laki-laki (52%). Penyebab tersering yaitu akibat kecelakaan lalu lintas (52%), dengan skor GCS terbanyak yaitu GCS 13-15 (88%). Untuk gambaran CT Scan paling umum di dapatkan tidak terdapat lesi (68%) dan lama rawat inap yang dibutuhkan paling banyak didapatkan 1-5 hari (56%). Umur, jenis kelamin, penyebab, derajat, ct scan serta lama rawat pasien cedera kepala adalah faktor penting yang perlu untuk diperhatikan.
Karakteristik Penderita Hidrokel Di Rumah Sakit Umum Daerah Teriawaru Bone Tahun 2019-2022 Nurfaisah Fadilah; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Reeny Purnamasari; Dahlia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.439

Abstract

Hidrokel ialah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis serta viseralis tunika vaginalis, hidrokel dibagi menjadi dua jenis yaitu primer serta sekunder. Hidrokel primer ialah hidrokel tanpa penyebab yang kentara sedangkan hidrokel sekunder diakibatkan sang penyebab mirip filariasis, cedera skrotum, tindak medis atau tumor. Tujuan penelitian mengetahui karakteristik penderita hidrokel pada Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Bone Tahun 2019-2022. memakai metode penelitian kuantitatif memakai desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel memakai total sampling memakai uji chi square serta akibat dianalisis menggunakan SPSS. Dari 13 penderita, diperoleh (54%) yang menderita hidrokel menggunakan usia terbanyak yaitu 20-40 tahun, etiologi primer (69%), penderita hidrokel dengan sifat komunikan (62%), dihasilkan (54%) yang menderita hidrokel menggunakan distribusi letak kantong terbanyak bagian dextra, serta ada korelasi bermakna antara usia dengan etiologi hidrokel memakai uji chi square dihasilkan nilai p-value = 0.030 (p<0.05).
Interprofessional Collaboration Penanganan Awal Kasus Preeklamsia Dan Eklamsia Di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan Nasrudin Andi Mappaware; Shulhana Mokhtar; Andi Alamanda Irwan; Nevi Sulvita Karsa; Muhammad Mursyid; Armanto Makmun; Aan Adriansyah; Muhammad Irsan; Zherant Parningan
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i2.1766

Abstract

Preeklamsia dan eklamsia merupakan kesatuan penyakit. Istilah kesatuan penyakitdiartikan bahwa kedua peristiwa dasarnya sama karena eklamsia yang merupakanpeningkatan dari pre-eklamsia yang lebih berat dan berbahaya dengan tambahan gejalagejalatertentu. Interprofessional collaboration (IPC) merupakan strategi dalammeningkatkan kualitas pelayanan. Strategi IPC bertujuan untuk patient safety, memperbaikikualitas SDM, dan mengubah sistem perawatan kesehatan yang lebih efektif. Dengandemikian IPC merupakan hal yang penting dalam pelayanan rumah sakit. Tenaga kesehatanyaitu dokter, bidan, perawat dan apoteker untuk dapat menyelesaikan permasalahankegawatdaruratan obstetri maka dapat dilakukan pelatihan dan menerapkan interprofessionalcollaboration (IPC) dalam memberikan edukasi, skrining dan penatalaksanaan awal olehdokter, bidan, perawat dan apoteker dalam menurunkan kejadian yang tidak diinginkanataupun kematian pada kasus preeklamsia dan eklamsia. Pelatihan diberikan kepada petugaskesehatan khususnya dokter, bidan, perawat dan apoteker dalam melakukan praktek IPCdibagi 4 dimensi yaitu Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS)meliputi partnerships, Cooperation, Coordination, Shared Decision Making.
Analisis Prestasi Mahasiswa Hafidz dan Hafidzah di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Zulfi Zain Alfaruq; Rachmat Faisal Syamsu; Nasrudin Andi Mappaware; Ida Royani; Armanto Makmun
YASIN Vol 6 No 1 (2026): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i1.8823

Abstract

Although memorizing the Qur’an (tahfidz) is believed to contribute to cognitive abilities, emotion regulation, and spiritual intelligence, which are theoretically related to academic achievement, empirical evidence directly examining the relationship between tahfidz and academic performance among medical students remains mixed. This study aimed to analyze the relationship between the amount of memorization and the intensity of muraja’ah and the Cumulative Grade Point Average (CGPA) of hafidz and hafidzah students at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia. A quantitative descriptive–analytic approach with a cross-sectional design was employed, involving 81 hafidz/hafidzah students from the 2021–2023 cohorts selected using a total sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and official academic records, then analyzed using the Kruskal–Wallis test due to the non-normal distribution of the data. The results showed that the majority of respondents had a high CGPA (≥ 3.50), but there was no significant relationship between the amount of memorization and CGPA (p = 0.616) nor between the intensity of muraja’ah and CGPA (p = 0.083). These findings indicate that the academic achievement of hafidz/hafidzah medical students is not solely determined by the quantity of memorization and the frequency of muraja’ah, but is also influenced by other factors such as self-regulation, learning motivation, and time management. This study enriches the discourse on spirituality and academic achievement in medical education and recommends further research using qualitative and longitudinal approaches to explore the psychosocial mechanisms underlying this relationship.
Karakteristik Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Maccini Sawah Makassar Tahun 2023-2024 Nur Intan; Armanto Makmun
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.117

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by elevated blood sugar levels caused by impaired insulin secretion, insulin action or both. Diabetes mellitus is the sixth ranked cause of death in the world, this was revealed by the World Health Organization (WHO). The International Diabetes Federation (IDF) states that there are around 463 million people aged 20-79 years in the world who have diabetes in 2019 or around 9.3% of the total population of the same age. Based on the health profile in 2019 of South Sulawesi Province, there were 148,311 cases of diabetes mellitus in South Sulawesi. Makassar City occupies the first position of the highest number of cases of diabetes mellitus in South Sulawesi province, namely 27,004 cases. The type of research used is a descriptive and retrospective case study design. The sample used was PRB diabetes mellitus patients at Maccini Sawah Health Center and selected by purposive sampling method from medical records with the most complete data from 2023-2024 and obtained there were 59 patients. The results showed that the majority of patients with type 2 diabetes mellitus were female as many as 40 patients (67.8%) while men were 19 patients (32.2%), the age of diabetes mellitus patients was mostly at the age of 60-69 years around 30 patients (50.8%) and for the most body mass index with the overweight category as many as 25 patients (42.4%).
Gangguan Pendengaran Terhadap Kualitas Hidup Lansia Putri Azimah Fauzi Basalamah; Armanto Makmun; Andi Tenri Sanna Arifuddin; Arhmad Ardhani Pratama; Farah Ekawati Mulyadi
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.126

Abstract

Sejalan dengan bertambahnya usia harapan hidup orang di Indonesia, masalah kesehatan bagi usia lanjut akan semakin bertambah. Salah satu masalah kesehatan usia lanjut adalah gangguan pendengaran. Lansia memiliki beberapa kerentanan dan faktor risiko yang secara umum disebabkan oleh penurunan kondisi fisik, psikologis, dan perubahan perkembangan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan pendegaran pada lanjut usia, untuk mengetahui kualitas hidup lanjut usia, untuk mengetahui hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup pada lansia, serta untuk mengetahui hubungan karakteristik umur dengan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan (57.1%), lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kiri (71.4%), dan lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran unilateral (71.4%). Sebagian besar lansia kualitas hidupnya kurang baik (61.90%). Ada hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup lansia (p<0.05).
Clean and healthy living behaviors and hypertension among elderly people in the community Armanto Makmun; Nafila Cahyani; Nurani Islami Sabir; Nirwana Nirwana; Melan Septiany Mulyadi; Siti Hajar Abdul Husen
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 12 (2026): Volume 8 Number 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i12.2640

Abstract

Background: Hypertension is a major public health problem among older adults and a leading contributor to cardiovascular morbidity and mortality in Indonesia. Clean and healthy living behavior (PHBS) has been recognized as a key preventive strategy for reducing lifestyle-related risk factors associated with hypertension, including unhealthy diet, physical inactivity, and poor health monitoring. Purpose: To determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of hypertension among elderly individuals at Maccini Sawah Health Center and Tamangapa Health Center. Method: A quantitative analytic observational study with a cross-sectional design was conducted. The study involved 98 elderly respondents recruited from Maccini Sawah Health Center (n=50) and Tamangapa Health Center (n=48). Clean and healthy living behavior status was assessed using a validated 12-item questionnaire, while hypertension was identified through medical records and direct blood pressure measurements. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p<0.05. Results: The majority of respondents in both locations showed low levels of clean and healthy living behavior (63.3% overall). The prevalence of hypertension was 62.00% at the Maccini Sawah Community Health Center and 64.58% at the Tamangapa Community Health Center. Bivariate analysis showed that elderly individuals with low levels of clean and healthy living behavior had a significantly higher prevalence of hypertension (85.48%) compared to those with moderate (11.29%) and high (3.23%) levels. Statistical analysis revealed a highly significant association between clean and healthy living behavior and the incidence of hypertension (p=0.000). Conclusion: Clean and healthy living behaviors (Health-Based Drug Consumption Guidelines) are significantly associated with the incidence of hypertension among the elderly in Makassar City. Low adherence to clean and healthy living behaviors is a major risk factor, while moderate to high adherence is correlated with a lower prevalence of hypertension. Strengthening health promotion programs focused on clean and healthy living behaviors in primary healthcare settings is crucial to reduce the burden of cardiovascular disease and improve health outcomes for the elderly.
Profile of Hafiz and Hafizah in Students of the Faculty of Medicine at University of Muslim Indonesia Nasrudin Andi Mappaware; Ida Royani; Shulhana Mochtar; Armanto Makmun; Rachmat Faisal Syamsu; Muhammad Syahrir; Nurfika Utami
YASIN Vol 5 No 1 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i1.4895

Abstract

Hafiz and hafizah in the Qur'an are interpreted as people who keep something good. This research aims to reveal the profile of hafiz and hafizah students of the Faculty of Medicine, University of Muslim Indonesia. This research is descriptive research with a total sampling design that takes the entire population that meets the sample criteria. The results showed that the data of regional origin of South Sulawesi province had the highest proportion of 73 people (74%). Based on gender, the data obtained from the male gender showed the lowest proportion of 23 people (23%), and the female gender showed the highest proportion of 76 people (77%). Based on the number of memorized juz, the data obtained for the number of memorized 30 juz was the highest proportion of 32 people (32%). Based on the results of the study, it can be concluded that the profile of hafiz and hafizah students of the Faculty of Medicine, University of Muslim Indonesia, based on the origin of the province with the highest proportion of South Sulawesi province, based on female gender shows the highest proportion, and based on the number of memorized juz, namely 30 juz as the highest proportion.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Nirwana Loddo; Armanto Makmun; Zulfiyah Surdam; Nabila Said Amri
Green Medical Journal Vol 1 No 1 (2019): Green Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.388 KB) | DOI: 10.33096/gmj.v1i1.19

Abstract

Based on Basic Health Research 2018, showed that children with aged 12-23 months who did not get complete basic immunizations in South Sulawesi were 31.7%. There are still different understanding in society about immunization, so there are still a lot of babies and toddlers who do not get immunization services. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of mother's knowledge with basic immunization in infants at the working area of Public Health Center Kassi-Kassi Makassar. This study was an analytic observational study with a cross sectional design. This research was conducted at the working area of Public Health Center Kassi-Kassi Makassar with a sample of 55 mothers who had a ≥9 month old baby who were selected by accidental sampling. The research data was obtained through primary data from interviews and checking the KIA book. The results of this study indicate that 60% of respondents have less knowledge level with incomplete infants basic immunization status and 40% with complete infants basic immunization status, 11.1% of respondents have sufficient level of knowledge with incomplete infants basic immunization status and 88,9% with complete infants basic immunization status and 100% of respondents have a high level of knowledge with complete infants basic immunization status. The results of the analysis using the Chi-Square test obtained a significant value of 0,000 (p<0.05). The results of this study indicate that there is a significant relationship between the level of mother's knowledge of basic immunization in infants at the working area of Public Health Center Kassi-Kassi Makassar.
Co-Authors A. Ahmad Fitrah Achmad Harun Muchsin Achmad Harun Muchsin Achmad Imron Adela Rahmat Agung Dirgantara Agung Dirgantara Agus Aan Adriansyah Aisyah, Windy Nurul Aisyah, Windy Nurul Aisyah Alamanda Irwan, Andi Andi Alamanda Irwan Andi Alamanda Irwan Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Dirhan Takdir Andi Husni Tanra Andi Mappaware, Nasrudin Andi Masdipa Andi Masdipa Andi Masdipa Andi Masipa Andi Muh. Riflan Astar Andi Sitti Fahirah Andi Sitti Fahirah Arsal Andi Sitti Fahirah Arsal Andi Tenri Sanna Arifuddin Anna Sari Dewi Ardiyanto Arhmad Ardhani Pratama Arina Fathiyyah Arni Isnaini Arfah Arni Isnaini Arfah Arni Isnaini Arfah Aryanti bamahry Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Asro Akjuma Pratama Asyima Batari Putri Audiza Nur Indira Anwar Anwar Azis Beru Gani Azis Beru Gani Azis Beru Gani Azizah Anoez Berry Erida Hasbi Dahlia Dahlia Dahlia Dahliah Dahliah Desi Triutami Saleh Dian Amelia Abdi Dian Fahmi Utami Dzulfachri Kurniawan Egi Alfareza Putri Nasrun Eka Risdayani Eny Arlini Wello Fadhillah Islamyah P. Rusli Fahirany Noor Faisal Sommeng Fajriansyah Fajriansyah Farah Ekawati Farah Ekawati Mulyadi Farah Ekawati Mulyadi Farhah Ayunizar Ramadani Febie Irsandi Syahruddin Febie Irsandy Fendy Dimartyono Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Fira Permata Fiscarina Gunawan, Andi Mufida Hafifah Suci Halimah Sa’diyah Handayani, Prema Hapsari Handi Ardiansyah Hermiaty Nasaruddin Ida Royani Ida Royani Indah Lestari Daeng Kanang Indri Meliawati Radisu Irmayanti Haidir Bima Irna Diyana Kartika Kamaluddin Jihan Adjdjibiyan S. Azzubaidi Khusnul Yaqien Kurniawan, Dzulfachri Lisa Yuniaty M. Akil M. Asro Akjuma Pratama M. Hamsah M. Syahidul Haq Marlyanti Rahmah Akib Melan Septiany Mulyadi Moch. Iwan Kurniawan Mokhtar, Shulhana Mona Nulanda Mona Nulanda Muh. Fuad Alamsyah Muh. Mursyid Muhairah Azzahrah Chairul Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Irsan Muhammad Irsan Muhammad Mursyid Muhammad Mursyid Muhammad Syahrir Mursyid, Muhammad Nabila Fajrin Nabila Said Amri Nafila Cahyani Nasruddin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nevi Sulvita Karsa Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Nirwana Loddo Nirwana Nirwana Nur Aulia Nur Fadhillah Khalid Nur Intan Nur Siamu Ramadhani Nurafidah Kasmal kasmal Nurani Islami Sabir Nurfadhillah Khalid Nurfaisah Fadilah Nurfika Utami Nurika Sarah Medellu Nurul qalbi nuqa Parningan, Zherant Pramuliansyah Haq Putri Azimah Fauzi Basalamah Putri, Asyima Batari Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Radisu, Indri Meliawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawaty Kurnia Rasfahyana Rasfahyana Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Reeny Purnamasari Reny Purnamasari Juhamran Rezky Pratiwi L.B Rezky Putri Indarwati Rezky Putri Indarwati Abdullah Rifka Yusraeni Risdayani, Eka Rodya, Wialda Dwi ruslan, fadhilah nur azizah Rusman Ryan Charmy Pratama Saleh, Desi Triutami Santriani Hadi Satriani Hadi Shofiyah Latief Shulhana Mochtar Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Siti Fadhilah Hazhiyah Siti Hajar Abdul Husen Sitti Putri Sriyanti Asis Sitti Rukiyah Syawal Sitti Suleha Umar Sri Irmandha Kusumardhani Sri Irmandha Kusumawardani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Sri Wahyuni Gayatri Surdam, Zulfiyah Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Utomo Andi P Utomo Andi Pangnguriseng Wawan Susilo Wialda Dwi Rodya Widya Narti Windy Nurul Aisyah Windy Nurul Aisyah Aisyah Wirawan Harahap Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan wiwi Yasmin Fadhilah Yusriani Mangarengi Zherant Parningan Zulfah Midah Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfi Zain Alfaruq Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam