Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR: KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN ARTRITIS GOUT Muhamad Jauhar; Nur Ulisetiani; Sri Widiyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1264

Abstract

Artritis gout merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan peningkatan kasus setiap tahunnya. Penyakit ini jarang disadari oleh masyarakat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada disabilitas. Gejala yang sering dikeluhkan adalah nyeri sendi. Salah satu intervensi non-farmakologi untuk menurunkan keluhan tersebut adalah kompres air garam epsom hangat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efektifitas kompres air garam epsom hangat dalam menurunkan nyeri sendi pada klien artritis gout. Desain penelitian studi literatur melalui database jurnal terindeks seperti PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dan didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel menggunakan analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu waktu publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres air garam epsom hangat, variabel dependen yaitu nyeri sendi pada atritis gout. Kriteria eksklusi yaitu terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan warm epsom salt water compress, joint pain, gout arthritis. Kompres air garam epsom hangat diberikan sebanyak 200 mg dalam satu liter air (perbandingan 1:5) pada suhu 40-50oC. Kompres dilakukan 10-20 menit, 3 kali per minggu, selama 15 hari. Kompres dapat menurunkan nyeri sendi skala sedang menjadi ringan pada klien artritis gout. Kelebihannya bahan mudah didapatkan dan teknik mudah dilakukan. Kekurangannya dilakukan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan hasil analisis artikel didapatkan adanya pengaruh yang signifikan kompres air garam Epsom hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada klien artritis gout. Hasil kajian dapat digunakan sebagai dasar ilmiah dalam pemilihan intervensi alternative non-farmakologi dalam mengurangi keluhan nyeri sendi pada klien artritis gout. 
TINGKAT SPIRITUALITAS DAN RISIKO KESEPIAN PADA LANSIA Rizka Himawan; Ilyana Sari; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2079

Abstract

Kesepian menjadi masalah psikologi yang sering dialami oleh lansia. Terjadi tren peningkatan jumlah lansia yang mengalami kesepian setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh harga diri rendah, perubahan tata cara hidup dan kultur budaya, dan agama yang dapat menghilangkan kekosongan spiritual. Kesepian pada lansia akan mengakibatkan masalah psikologis yang lebih berat seperti depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi. Variabel independen ialah tingkat spiritualitas dan variabel dependen ialah risiko kesepian pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 di Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jumlah sampel penelitian sebanyak 56 orang melalui teknik stratified random sampling. Kriteria inklusi responden yaitu lansia usia lebih dari 60 tahun, tidak mengalami gangguan komunikasi dan kognitif.  Instrumen penelitian menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan University of California Los Angeles Loneliness Scale version 3. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang signifikan dan positif secara statistik antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan nilai p (rho)=0,670. Perlu adanya tindakan dalam menangani kesepian lansia melalui modifikasi faktor lain yang berhubungan dengan kesepian salah satunya spiritualitas.
DETERMINAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DI FASILITAS LAYANAN KESEHATAN PRIMER Pingki Agit Setyasih; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi; Novy Kumalasari; Ifa Nailatul Iza
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3019

Abstract

Waktu tunggu merupakan durasi yang diperlukan pasien sejak pendaftaran hingga pemeriksaan oleh dokter. Standar ideal menurut Kementerian Kesehatan adalah ≤60 menit. Waktu tunggu yang lama dapat memperburuk kondisi pasien dan menurunkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi teknis petugas, ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), pelayanan administrasi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pelayanan pendaftaran dengan waktu tunggu pasien rawat jalan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada November 2023 hingga Mei 2024, menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 96 responden dipilih dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria pasien yang pernah berkunjung ke Puskesmas untuk pelayanan rawat jalan serta mampu membaca dan menulis. Instrumen penelitian berupa kuesioner pelayanan rawat jalan dan lembar observasi waktu tunggu pasien. Pengumpulan data dilakukan secara langsung setelah mendapatkan informed consent, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis petugas (p=0,003) dan ketepatan waktu pelayanan (p=0,004) memiliki hubungan signifikan terhadap waktu tunggu pasien. Sementara itu, ketersediaan SDM (p=0,070), pelayanan administrasi (p=0,130), ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,484), dan pelayanan pendaftaran (p=0,014) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi petugas dan ketepatan waktu pelayanan perlu menjadi prioritas. Disarankan agar Puskesmas Kaliwungu meningkatkan koordinasi antar petugas guna mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan waktu tunggu pasien.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PEMICU KARIES GIGI PADA ANAK Rusnoto Rusnoto; Ckancer Bela Romantis; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2081

Abstract

Karies gigi yaitu suatu kondisi yang menyerang mulut dan gigi anak prasekolah. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Praktek tidak membersihkan gigi dan mengonsumsi makanan kariogenik adalah akar permasalahan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, akan timbul masalah gigi dan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku menyikat gigi dengan konsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi pada anak. Korelasi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kejadian karies gigi merupakan variabel terikat penelitian, dan variabel bebasnya adalah kebiasaan membersihkan gigi dan konsumsi makanan kariogenik. Di Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 98 orang yang dipilih secara acak dari keseluruhan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan, lembar observasi karies gigi, dan kuesioner kebiasaan menyikat gigi dengan nilai validitas dan reliabilitas masing-masing 0,864-0,888 dan 0,886. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Temuan melaporkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian karies gigi dan perilaku menyikat gigi, dengan nilai p=0,011 (p0,05), dan konsumsi makanan kariogenik yang memicu karies gigi, dengan nilai p=0,030 (p0 05). Praktek menyikat gigi dan menghindari makanan penyebab karies adalah cara yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih banyak variabel yang terkait dengan kejadian karies gigi dan menciptakan langkah-langkah pencegahan yang kreatif terhadap penyakit ini pada anak-anak.
KESEHATAN EMOSIONAL DAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Ema Saputri Kusuma Wardani; Anny Rosisana Masithoh; Muhamad Jauhar; Novi Tiara; Lasmini Lasmini; Noor Eswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3032

Abstract

Kelompok lansia mengalami peningkatan jumlah populasi setiap tahunnya. Harapan hidup dan kualitas hidup merupakan satu hal yang penting bagi lansia, Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia bisa dilihat dari segi kesehatan emosionalnya. Menganalisis hubungan Masalah Kesehatan Emosional Dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara. Metode penelitian menggunakan Analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian ini menggunakan kesehatan emosional sebagai variabel independen dan kualitas hidup lansia sebagai variabel dependen. Besar sampel 68 lansia di RPSLU Potroyudan Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi lansia ≥ 60 tahun, tinggal di panti lansia potroyudan jepara, kooperatif serta mampu membaca dan menulis. Kriteria eksklusi penelitian ini lansia yg tidak tinggal di panti sosial potroyudan dan mengundurkan diri. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Psychological Well-Being (SPWB), serta lembar kuesioner kualitas hidup (SF-36). Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Terdapat hubungan masalah kesehatan emosional dengan kualitas hidup lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara, dengan nilai p = 0,000 α 0,05.  Masalah Kesehatan emosional mempengaruhi kualitas hidup lansia. Panti sebagai tempat tinggal lansia harus memberikan lingkungan yang dapat meningkatkan Kesehatan emosional dan kualitas hidup penerima manfaatnya.  AbstractThe elderly population is increasing every year. Life expectancy and quality of life are important things for the elderly. One of the factors that can affect the quality of life of the elderly can be seen from their emotional health. To determine the relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Center. This study employed a correlational method with a cross-sectional approach. The independent variable was emotional health, and the dependent variable was quality of life. A total of 68 elderly residents from the Potroyudan Jepara Social Service Center were selected using purposive sampling. Inclusion criteria included being ≥60 years old, residing in the center, cooperative, and able to read and write. Exclusion criteria were non-residency or withdrawal from the study. Data were collected using the SPWB and SF-36 questionnaires and analyzed using the Spearman Rho test. There is a relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Home, with a p value = 0.000 α 0.05. Emotional health issues impact the quality of life of older adults. Nursing homes, as places for seniors to live, must provide an environment that improves the emotional health and quality of life of their residents.
JUS PARE MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Risah Wati Dewi; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Noor Eswanti; Faridha Alfiatur Rohmaniah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2520

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan di dunia selain penyakit menular yang juga masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. DM ditandai dengan defisiensi insulin akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, obesitas, dan keturunan. Dampak yang muncul antara lain penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, kecacatan, bahkan kematian. Salah satu intervensi nonfarmakolgi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah pemberian jus pare. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh jus pare terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe. Desain Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest posttest group with control design dengan variable independent (Jus Pare) dan dependen (kadar gula darah). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe dengan jumlah sampel 19 responden untuk masing-masing kelompok. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosis DM, GDS 140 mg/dL, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria eksklusi yaitu memiliki komplikasi, mendapatkan terapi nonfarmakologi lain. Instrumen penelitian menggunakan glukometer GCU type 301 dan lembar observasi. Terapi yang diberikan yaitu jus pare sebanyak 2 kali masing-masing 250 ml selama 1 minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pemberian jus pare terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p = 0.000 (0,05). Jus pare menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis sebagai upaya dalam mengkontrol kadar gula darah pasien DM. @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:14.2pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:JA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; text-align:justify; text-indent:14.2pt;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
COLD COMPRESS REDUCES PAIN SCALE INSULIN INJECTION AMONG DIABETES MELLITUS CLIENTS IN A PUBLIC HEALTH CENTER Faridha Alfiatur Rohmaniah; Fery Nanik Handayani; Diana Tri Lestari; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2601

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that is a threat to health due to increased morbidity and mortality rates. This disease burdens sufferers, families who care for them, and the country. Problems that often arise are pain as an effect of insulin injection. One of the interventions that can be done independently is a cold compress. To analyze the effect of cold compress on the pain scale of insulin injection. The research design used a quasi-experimental with a pretest and a post-test with a control group design. The study was conducted at the Mijen I Health Center in August 2024—a sample of 15 clients for each group through purposive sampling. Inclusion criteria were diagnosed with Diabetes Mellitus, blood sugar measurement results 120 mg/dl (fasting blood sugar) or 140 mg/dl (random blood sugar), and received insulin injection. Exclusion criteria were respondents who withdrew and consumed analgesic drugs. This research instrument used the Numeric Rating Scale. Researchers provided cold compress intervention with a temperature of 13-16 0 C once for 3 days. Data analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Cold compresses have a significant effect on the insulin injection pain scale with a p = 0.008 (p 0.05). Cold compresses reduce the insulin injection pain scale. Health centers can develop interventions by providing cold compresses to treat pain caused by insulin injections.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
DIETARY COMPLIANCE AND WOUND CONDITION IN DIABETIC ULCER PATIENTS Intan Endyka Kurniasaria; Umi Faridah; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.3156

Abstract

Diabetic ulcers are a complication in patients with uncontrolled diabetes mellitus. Patients with diabetic ulcers feel anxious and burdened economically, socially, and medically. There is an increasing number of diabetic ulcer cases in hospitals globally and nationally. Seeing this fact, it is necessary to know factors that can accelerate wound healing such as diet, medication, and physical activity. The purpose of this study was to analyze the relationship between dietary compliance and wound conditions in diabetic ulcer patients. This study was a quantitative study, correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variable was dietary compliance. The dependent variable was the wound condition of diabetic ulcer patients. The study was conducted at Dr. Rehatta Regional General Hospital in June-July 2025. A total of 66 samples were selected through a purposive sampling technique. 66 samples were obtained using the Slovin formula. The inclusion criteria were patients diagnosed with diabetes mellitus, diabetic ulcer wounds, composmentis, surgical poly patients, able to read or hear and answer questions on the questionnaire. The exclusion criteria were patients with other disease complications. The research instrument used a dietary compliance questionnaire and a Bates Jensen wound assessment tool observation sheet. Data analysis used the Spearman Rho correlation test. The Spearman Rho test results showed a value (p = 0.000; p 0.05). It was concluded that there was a significant relationship between dietary compliance and wound conditions in diabetic ulcer patients. The correlation coefficient value showed a positive correlation direction with a strong category. It is expected that patients with diabetic ulcers can improve compliance in implementing the recommended dietary pattern.Hospitals are expected to always provide motivation and education to diabetes sufferers regarding diabetes, through service activities inside and outside the building such as posbindu, posyandu and home visits.
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.
Co-Authors A Nur Anna AS Aeni, Linda Nur Agustiani, widya Ahmad Suriyadi Muslim Alfiatur Rochma Amarilla Melati Anggara Dwi Sulistiyanto Anny Fauziyah Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosisana Masithoh Ardiansyah, Diki Arina Novitasari Ariyanto, Andhika Arwani Arwani Astuti Yuni Nursasi Astuti, Verra Widhi Auliya, Arida Balqis Fashila Catur Ririn Indarsih Choiruna, Hasby Pri Ckancer Bela Romantis D. Eka Harsanto Darmawati, Laesa Desak Parwati Dewi Hartinah Dewi Murti Sari Diah Irawati Diah Widowati Diana Tri Lestari Dina Indrati Dwi Astuti Dwi Febryanto Dwi Mei Anggraini Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Elisa Elisa Ema Saputri Kusuma Wardani Endang Triyanto Endang Triyanto Erni Setiyowati Etikasari, Ria Eva Luthfiati Putri Fajar Surachmi Fajar Surachmi Fajar Surahmi, Fajar Fania Nurul Khoirunnisa Faridha Alfiatur Rohmaniah Faridha Alfiatur Rohmaniah Fatihatul Husna Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Futkhatin Nasikhah Gunardi Pome Gunardi Pome Heny Siswanti I Gusti Ayu Putu Desy Rohana Ifa Nailatul Iza Iffah Hanifah Iis Sriningsih Iis Sriningsih Ike Puspitaningrum Ike Puspitaningrum Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari Inayah Alviorizka Pujanti Indah Risnawati Indanah Intan Endyka Kurniasaria Intan Idiasari Ismail, Wan Ismahanisa Iswatun Qasanah Kanan, Thanalechumy Kurnia, Theresia Avila Kurniati Puji Lestari Kurniati Puji Lestari kusumawardani, lita heni Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Lestari, Rizka Puji Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Maksuk Marendra, Irvan Maulana Masayu Hartina Ulfa Maulana, Bonnix Hedy Mauludina, Ibtasama Misga, Nesdania Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Mohammad Sholahudin Mugi Hartoyo Muhammad Hasan Burhanudin Muhammad Niko Bagus Saputro Muhammad Purnomo Nadya Tiara Sabila Nana Umi Farida Nanda Arum Widya Warapsari Nasriyah Nasriyah Nerlita Yogi Rizki Rulloh Nikmah, Mauliana Nurlaila Nisa Herlina Puspitasari Noor Eswanti Noor Hidayah Novi Tiara Novy Kumalasari Nur Ulisetiani Okta Yosiana Dewi Padad, A. Tenri Pingki Agit Setyasih Pusparatri, Edita Putra, Ilham Syarochman Putra, M. Adib Jaharii Dwi Rachmawati, Utami Rahmasari, Lutfir Fitri Rahmawati, Ashri Maulida Rasdiyanah Rasdiyanah Rasdiyanah, Rasdiyanah Ririn Navita Sari Risah Wati Dewi Riza Yanti Rizka Himawan Rohana, I Gusti Ayu Putu Desy Roisul Fahmi Ilyas rusnoto rusnoto Rusnoto Rusnoto Salma Adilanisa Sari, Etik Nila Sekar Ayuningtyas Septyani, Ima Aulia Sheva Jusuf Az Zahra Shobirun Shobirun Shobirun Shobirun Sholikhah, Shafa Artamevia Siti Rukhaniyah Siti Wahyuni Siwitri, Gandi Sofiana Nur Mardhiyah Sri Karyati Sri Widiyati Sugih Wijayati Sugih Wijayati Sugih Wijayati, Sugih Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Sukoharjanti, Bintari Tri Susanti, Sofy Norma Taftazani Ghazi Pratama Tassya Yanurifsa Ameilia Theresia Avila Kurnia Tiara, Novi Trianita Siwi Utami Umi Faridah Umi Faridah Unsa, Annisa Laila Usamah Jundullah Utami Rachmawati Utami Rachmawati Verra Widhi Astuti Widara, Jihan Zinnia widya Agustiani Widyatuti Wisdom Rudiyana Wiwik Dewi Mulyani Wiwin Wiarsih Yasmina Izzat Yayuk Mundriyastutik Yuliastuti, Fitri Zaenal Fanani