Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT SPIRITUALITAS DAN RISIKO KESEPIAN PADA LANSIA Rizka Himawan; Ilyana Sari; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2079

Abstract

Kesepian menjadi masalah psikologi yang sering dialami oleh lansia. Terjadi tren peningkatan jumlah lansia yang mengalami kesepian setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh harga diri rendah, perubahan tata cara hidup dan kultur budaya, dan agama yang dapat menghilangkan kekosongan spiritual. Kesepian pada lansia akan mengakibatkan masalah psikologis yang lebih berat seperti depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi. Variabel independen ialah tingkat spiritualitas dan variabel dependen ialah risiko kesepian pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 di Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jumlah sampel penelitian sebanyak 56 orang melalui teknik stratified random sampling. Kriteria inklusi responden yaitu lansia usia lebih dari 60 tahun, tidak mengalami gangguan komunikasi dan kognitif.  Instrumen penelitian menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan University of California Los Angeles Loneliness Scale version 3. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang signifikan dan positif secara statistik antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan nilai p (rho)=0,670. Perlu adanya tindakan dalam menangani kesepian lansia melalui modifikasi faktor lain yang berhubungan dengan kesepian salah satunya spiritualitas.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PEMICU KARIES GIGI PADA ANAK Rusnoto Rusnoto; Ckancer Bela Romantis; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2081

Abstract

Karies gigi yaitu suatu kondisi yang menyerang mulut dan gigi anak prasekolah. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Praktek tidak membersihkan gigi dan mengonsumsi makanan kariogenik adalah akar permasalahan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, akan timbul masalah gigi dan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku menyikat gigi dengan konsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi pada anak. Korelasi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kejadian karies gigi merupakan variabel terikat penelitian, dan variabel bebasnya adalah kebiasaan membersihkan gigi dan konsumsi makanan kariogenik. Di Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 98 orang yang dipilih secara acak dari keseluruhan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan, lembar observasi karies gigi, dan kuesioner kebiasaan menyikat gigi dengan nilai validitas dan reliabilitas masing-masing 0,864-0,888 dan 0,886. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Temuan melaporkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian karies gigi dan perilaku menyikat gigi, dengan nilai p=0,011 (p0,05), dan konsumsi makanan kariogenik yang memicu karies gigi, dengan nilai p=0,030 (p0 05). Praktek menyikat gigi dan menghindari makanan penyebab karies adalah cara yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih banyak variabel yang terkait dengan kejadian karies gigi dan menciptakan langkah-langkah pencegahan yang kreatif terhadap penyakit ini pada anak-anak.
COLD COMPRESS REDUCES PAIN SCALE INSULIN INJECTION AMONG DIABETES MELLITUS CLIENTS IN A PUBLIC HEALTH CENTER Faridha Alfiatur Rohmaniah; Fery Nanik Handayani; Diana Tri Lestari; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2601

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that is a threat to health due to increased morbidity and mortality rates. This disease burdens sufferers, families who care for them, and the country. Problems that often arise are pain as an effect of insulin injection. One of the interventions that can be done independently is a cold compress. To analyze the effect of cold compress on the pain scale of insulin injection. The research design used a quasi-experimental with a pretest and a post-test with a control group design. The study was conducted at the Mijen I Health Center in August 2024—a sample of 15 clients for each group through purposive sampling. Inclusion criteria were diagnosed with Diabetes Mellitus, blood sugar measurement results 120 mg/dl (fasting blood sugar) or 140 mg/dl (random blood sugar), and received insulin injection. Exclusion criteria were respondents who withdrew and consumed analgesic drugs. This research instrument used the Numeric Rating Scale. Researchers provided cold compress intervention with a temperature of 13-16 0 C once for 3 days. Data analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Cold compresses have a significant effect on the insulin injection pain scale with a p = 0.008 (p 0.05). Cold compresses reduce the insulin injection pain scale. Health centers can develop interventions by providing cold compresses to treat pain caused by insulin injections.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.
THE ROLE OF SPIRITUAL MINDFULNESS THERAPY IN INCREASING SELF-ACCEPTANCE AMONG ADOLESCENT Muhamad Jauhar; Ashri Maulida Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.3063

Abstract

Evaluation of the benefits of spiritual therapies, such as mindfulness, for adolescent mental health is needed. Adolescence is a difficult period for self-adjustment and is particularly vulnerable to decreased self-acceptance. In today's educational environment, adolescents often experience various crises that are largely due to low self-acceptance. Spiritual mindfulness is a strategy that is easy to implement and can help adolescents recognize problems without judgment, thus reducing the cost and time required in the therapeutic process. This study aims to determine the effect of spiritual mindfulness on increasing self-acceptance in adolescents. The research design used was a pre-experiment with pre-test and post-test methods and involved a control group. Through purposive sampling, twenty-six high school students in Kudus were selected as respondents and divided into intervention and control groups. The study used the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). The researcher conducted six sessions of mindfulness therapy, each lasting 30 minutes for two days. The results showed a statistically significant difference in self-acceptance in the intervention group before and after the intervention, with a value of p=0.04 (p0.05). In contrast, in the control group, no significant difference was found with a value of p=0.477 (p0.05). The intervention group showed an increase in self-acceptance of 1.46 higher than the control group. However, the overall effect of mindfulness therapy was less significant in improving self-acceptance in adolescents p=0.332 (p0.05). Changes need to be made in the way spiritual mindfulness therapy is delivered to adolescents to see a more noticeable improvement in self-acceptance.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR AND THE INCIDENCE OF DENTAL CARIES IN SCHOOL-AGED CHILDREN Siti Rukhaniyah; Umi Faridah; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2672

Abstract

Dental and oral health has become a problem that needs to be solved immediately. In Indonesia, the prevalence of dental caries tends to be high (above 70%) in all age groups. There is an improvement in the prevalence of dental caries in school-aged children. This happened because the children did not exhibit healthy hygiene. To determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-aged children. Correlational analytical research type. Cross-sectional approach method. The research variable studied was dental caries. The population of all students at Pecangaan Elementary School Jepara is 80 students. By using the Slovin formula, the final result is 45 students. The research sample was selected based on the inclusion criteria: 1) Having dental caries. 2) Children aged 6-12 years at Pecangaan Elementary School. 3) Willing to be a respondent. Exclusion criteria: 1) Children who were not present during the research. 2) Children who do not agree to informed consent. A stratified random sampling was used to determine the sample for each class. The measuring tool used is a "clean and healthy living behavior" questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate with the chi-square test. The implementation was in November 2024. Results: There is a statistically significant relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-age children, with a P value of 0.005 (p 0.05). There is a statistically significant relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-aged children. The participation of teachers, parents, and health centers is very needed to overcome health problems in elementary schools, especially related to dental and oral health.
DEGREE OF SHORTNESS OF BREATH AND LOW IRON CONSUMPTION HABITS CAUSE DECREASED HEMOGLOBIN IN PATIENTS CONGESTIVE HEART FAILURE Noor Eswanti; Alfiatur Rochma; Rusnoto Rusnoto; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2618

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) causes the blood supply to the lungs to decrease, and blood does not enter the heart. This condition causes a buildup of fluid in the lungs, thereby reducing the exchange of oxygen and carbon dioxide. Heart failure patients who experience chronic iron deficiency can increase the prevalence of anemia. Analyzing the Relationship between the degree of shortness of breath and low iron diet habits with a decrease in hemoglobin levels in CHF patients. This type of correlational analytical research uses a cross-sectional approach with independent variables (Degree of Shortness of Breath and Low Iron Consumption Habits) and dependent variables (CHF Patients). This research was conducted in October 2023 at a private hospital. The total sample was 31 respondents using consecutive sampling techniques. The instruments used were observation sheets measuring RR and hemoglobin, iron consumption behavior questionnaires. Data analysis used Spearman Rho test. There is a significant relationship between the degree of shortness of breath (p=0,000; r=-0,861) and iron consumption habits (p=0,000; r=0,913) with hemoglobin levels in CHF patients. The degree of shortness of breath and low iron consumption cause anemia in CHF patients. The hospital can provide interventions to monitor the degree of shortness of breath, provide foods high in iron to increase hemoglobin in CHF patients, and consider aspects of the degree of shortness of breath.
WORKLOAD AND UNIVERSAL PRECAUTIONS COMPLIANCE AMONG HEALTH WORKERS IN AN EMERGENCY ROOMS Novi Tiara; Diah Irawati; Umi Faridah; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2597

Abstract

Healthcare-associated infections (HAIs) are prevalent in nearly all healthcare facilities worldwide. The most effective way to prevent these infections is to implement universal precautions during patient care in hospitals consistently. In Indonesia, the reported incidence of HAIs is significantly higher than the rates in developed countries. Several risk factors influence the occurrence of HAIs, including advanced age, compromised immune systems, disruptions to anatomical barriers, the presence of implanted foreign objects, and changes in normal microflora caused by antibiotic use. If not addressed promptly, non-compliance with Universal Precautions can lead to various adverse outcomes for patients, including potential disability or even death. This research aims to analyze the relationship between workload and compliance with the implementation of Universal Precautions among healthcare workers. The study used an analytic correlation design with a cross-sectional approach, targeting healthcare staff working in the Emergency Department of Bhakti Wira Tamtama Hospital in Semarang, totaling 33 participants. A total sampling technique was used for participant selection. The research utilized a workload questionnaire and an observation sheet for Universal Precaution compliance. Data analysis using the Chi-Square test revealed a significant relationship between workload and compliance with Universal Precautions among healthcare workers, with a p-value of 0.000 (p0.05). The findings of this study highlight the importance of providing additional education for healthcare workers who have limited knowledge and awareness of Universal Precautions to enhance compliance and reduce the incidence of HAIs.
TINGKAT STRES DAN KADAR GULA DARAH PADA DIEBETESI Rizka Himawan; Catur Ririn Indarsih; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Fitriana Kartikasari; Edi Wibowo Suwandi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2214

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat global. Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM meningkat setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah stress. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pengontrolan glukosa yang disebabkan oleh produksi kortisol berlebih sehingga menyebabkan glukosa sulit memasuki sel dan mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Penyakit DM jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, bahkan kematian. Tujaun penelitian yaitu menganalisis hubungan tingkat stress dan kadar gula darah pada diabetesi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent tingkat stress dan variabel dependen kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pati I Kabupaten Pati pada tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 60 diabetesi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria terdiagnosis DM oleh dokter atau tenaga kesehatan, tidak memiliki gangguan mental dan kepribadian, kooperatif, dan kesadaran penuh. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan glucometer. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan tingkat stress dan kadar gula darah dengan nilai p=0,001 (p0,05) dan memiliki korelasi cukup kuat dengan nilai koefisioen korelasi sebesar 0,3. Hasil penelitian menjadi data dasar dalam mengembangkan intervensi keperawatan melalui manajemen stress dan kadar gula darah bagi diabetesi. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM atau posyandu lansia di masyarakat.  
Co-Authors A Nur Anna AS Adella Risma Triwijayanti Aeni, Linda Nur Agustiani, widya Ahmad Suriyadi Muslim Alfiatur Rochma Amarilla Melati Anggara Dwi Sulistiyanto Anny Fauziyah Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Ardiansyah, Diki Arina Novitasari Ariyanto, Andhika Arwani Arwani Ashri Maulida Rahmawati Astuti Yuni Nursasi Astuti, Verra Widhi Aulia Chusna, Arda Auliya, Arida Balqis Fashila Catur Ririn Indarsih Choiruna, Hasby Pri Ckancer Bela Romantis D. Eka Harsanto Darmawati, Laesa Desak Parwati Dewi Hartinah Dewi Murti Sari Dewi, Risah Wati Diah Irawati Diah Widowati Diana Tri Lestari Dina Indrati Dwi Astuti Dwi Mei Anggraini Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Eko Retnowati Elisa Elisa Endang Triyanto Endang Triyanto Erni Setiyowati Eswanti, Noor Etikasari, Ria Eva Luthfiati Putri Fajar Surachmi Fajar Surachmi Fajar Surahmi, Fajar Fania Nurul Khoirunnisa Faridha Alfiatur Rohmaniah Fatihatul Husna Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Futkhatin Nasikhah Gunardi Pome Gunardi Pome Heni, Yasinta Anugrah Heny Siswanti I Gusti Ayu Putu Desy Rohana Iffah Hanifah Iis Sriningsih Iis Sriningsih Ike Puspitaningrum Ike Puspitaningrum Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari Inayah Alviorizka Pujanti Indah Risnawati Indanah Intan Idiasari Ismail, Wan Ismahanisa Iswatun Qasanah Iza, Ifa Nailatul Jelita, Monica Artha Kanan, Thanalechumy Kinantika Nur Dewanti Kumalasari, Novy Kurniasaria, Intan Endyka Kurniati Puji Lestari Kurniati Puji Lestari kusumawardani, lita heni Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Lestari, Rizka Puji Lisa Tiyansi Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani M.Agung Akbar Maksuk Marendra, Irvan Maulana Masayu Hartina Ulfa Masithoh, Anny Rosisana Maula Mar'atus Solikhah Maulana, Bonnix Hedy Mauludina, Ibtasama Megah Andriany Misga, Nesdania Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Mohammad Sholahudin Mugi Hartoyo Muhammad Adi Saseno Muhammad Hasan Burhanudin Muhammad Niko Bagus Saputro Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Nadya Tiara Sabila Nanda Arum Widya Warapsari Nasriyah Nasriyah Nerlita Yogi Rizki Rulloh Nikmah, Mauliana Nurlaila Nisa Herlina Puspitasari Noor Eswanti Noor Hidayah Novi Tiara Nur Ulisetiani Okta Yosiana Dewi Padad, A. Tenri Putra, Ilham Syarochman Putra, M. Adib Jaharii Dwi Rachmawati, Utami Rahmasari, Lutfir Fitri Rasdiyanah, Rasdiyanah Ririn Navita Sari Ririn Widyasari Riza Yanti Rizka Himawan Rohana, I Gusti Ayu Putu Desy Rohmaniah, Faridha Alfiyatur Roisul Fahmi Ilyas rusnoto rusnoto Rusnoto Rusnoto Salma Adilanisa Sari, Etik Nila Sarwo Edi, Sarwo Sekar Ayuningtyas Septyani, Ima Aulia Setyasih, Pingki Agit Sheva Jusuf Az Zahra Shobirun Shobirun Shobirun Shobirun Sholikhah, Shafa Artamevia Siti Rukhaniyah Siti Wahyuni Sofiana Nur Mardhiyah Sri Karyati Sri Widiyati Sugih Wijayati Sugih Wijayati Sugih Wijayati, Sugih Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Sukoharjanti, Bintari Tri Susanti, Sofy Norma Taftazani Ghazi Pratama Tassya Yanurifsa Ameilia Theresia Avila Kurnia Tiara, Novi Trianita Siwi Utami Udin, Berkah Afif Umi Faridah Umi Faridah Umi Hani Unsa, Annisa Laila Usamah Jundullah Verra Widhi Astuti Wardani, Ema Saputri Kusuma Widara, Jihan Zinnia widya Agustiani Widyatuti Wisdom Rudiyana Wiwik Dewi Mulyani Wiwin Wiarsih Yasmina Izzat Yayuk Mundriyastutik Yuliastuti, Fitri Zaenal Fanani