p-Index From 2021 - 2026
13.656
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) LINK Jurnal Riset Kesehatan Jendela Nursing Journal (JNJ) Journal of Health (JoH) Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan South East Asia Nursing Research Jurnal Keperawatan Priority Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Raflesia Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat An Idea Health Journal International Journal of Advanced Health Science and Technology International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Prosiding University Research Colloquium Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Journal of Nursing Science Update Gaster Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Dikdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Health, Engineering and Technology Journal of Pubnursing Sciences Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Indonesian Journal of Health Research and Development Journal Of Bionursing NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Info Kesehatan Nurse Point Journal of Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan IJP (Indonesia Jurnal Perawat) Jurnal Abdimas Indonesia Journal of Pharmascience
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI SUNTING BERBASIS MASYARAKAT PADA KADER KESEHATAN Anggara Dwi Sulistiyanto; Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Fitriana Kartikasari; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1827

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Data menyebutkan prevalensi stunting meningkat setiap tahunnya. Stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan balita, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi, akses layanan  kesehatan terbatas, dan ketersediaan makanan bergizi. Dampak stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme tubuh pada balita. Berdasarkan hal tersebut keteramplan deteksi dini stunting menjadi kebutuhan sehingga cakupan penemuan kasus stunting meningkat. Penanganan lebih dini dapat mencegah terjadinya berbagai komplikasi sehingga dapat menyelematkan masa depan anak bangsa. Beberapa factor yang mempengaruhi keterampilan antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan deskiptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 kader kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Undaan sebagai lokus stunting di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting. Analisis data bivariate menggunakan uji t-test. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lama menjadi kader kesehatan, pengalaman pelatihan, pengetahuan, dan sikap terhadap keterampilan deteksi dini stunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menjadi dasar dasar dalam mengembangkan intervensi untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi faktor paling dominan sebagai pertimbangan dalam pengembangan intervensi dan program kesehatan di masyarakat.
STUDI LITERATUR: KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN ARTRITIS GOUT Muhamad Jauhar; Nur Ulisetiani; Sri Widiyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1264

Abstract

Artritis gout merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan peningkatan kasus setiap tahunnya. Penyakit ini jarang disadari oleh masyarakat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada disabilitas. Gejala yang sering dikeluhkan adalah nyeri sendi. Salah satu intervensi non-farmakologi untuk menurunkan keluhan tersebut adalah kompres air garam epsom hangat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efektifitas kompres air garam epsom hangat dalam menurunkan nyeri sendi pada klien artritis gout. Desain penelitian studi literatur melalui database jurnal terindeks seperti PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dan didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel menggunakan analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu waktu publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres air garam epsom hangat, variabel dependen yaitu nyeri sendi pada atritis gout. Kriteria eksklusi yaitu terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan warm epsom salt water compress, joint pain, gout arthritis. Kompres air garam epsom hangat diberikan sebanyak 200 mg dalam satu liter air (perbandingan 1:5) pada suhu 40-50oC. Kompres dilakukan 10-20 menit, 3 kali per minggu, selama 15 hari. Kompres dapat menurunkan nyeri sendi skala sedang menjadi ringan pada klien artritis gout. Kelebihannya bahan mudah didapatkan dan teknik mudah dilakukan. Kekurangannya dilakukan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan hasil analisis artikel didapatkan adanya pengaruh yang signifikan kompres air garam Epsom hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada klien artritis gout. Hasil kajian dapat digunakan sebagai dasar ilmiah dalam pemilihan intervensi alternative non-farmakologi dalam mengurangi keluhan nyeri sendi pada klien artritis gout. 
TINGKAT SPIRITUALITAS DAN RISIKO KESEPIAN PADA LANSIA Rizka Himawan; Ilyana Sari; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2079

Abstract

Kesepian menjadi masalah psikologi yang sering dialami oleh lansia. Terjadi tren peningkatan jumlah lansia yang mengalami kesepian setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh harga diri rendah, perubahan tata cara hidup dan kultur budaya, dan agama yang dapat menghilangkan kekosongan spiritual. Kesepian pada lansia akan mengakibatkan masalah psikologis yang lebih berat seperti depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi. Variabel independen ialah tingkat spiritualitas dan variabel dependen ialah risiko kesepian pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 di Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jumlah sampel penelitian sebanyak 56 orang melalui teknik stratified random sampling. Kriteria inklusi responden yaitu lansia usia lebih dari 60 tahun, tidak mengalami gangguan komunikasi dan kognitif.  Instrumen penelitian menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan University of California Los Angeles Loneliness Scale version 3. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang signifikan dan positif secara statistik antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan nilai p (rho)=0,670. Perlu adanya tindakan dalam menangani kesepian lansia melalui modifikasi faktor lain yang berhubungan dengan kesepian salah satunya spiritualitas.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PEMICU KARIES GIGI PADA ANAK Rusnoto Rusnoto; Ckancer Bela Romantis; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2081

Abstract

Karies gigi yaitu suatu kondisi yang menyerang mulut dan gigi anak prasekolah. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Praktek tidak membersihkan gigi dan mengonsumsi makanan kariogenik adalah akar permasalahan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, akan timbul masalah gigi dan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku menyikat gigi dengan konsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi pada anak. Korelasi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kejadian karies gigi merupakan variabel terikat penelitian, dan variabel bebasnya adalah kebiasaan membersihkan gigi dan konsumsi makanan kariogenik. Di Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 98 orang yang dipilih secara acak dari keseluruhan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan, lembar observasi karies gigi, dan kuesioner kebiasaan menyikat gigi dengan nilai validitas dan reliabilitas masing-masing 0,864-0,888 dan 0,886. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Temuan melaporkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian karies gigi dan perilaku menyikat gigi, dengan nilai p=0,011 (p0,05), dan konsumsi makanan kariogenik yang memicu karies gigi, dengan nilai p=0,030 (p0 05). Praktek menyikat gigi dan menghindari makanan penyebab karies adalah cara yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih banyak variabel yang terkait dengan kejadian karies gigi dan menciptakan langkah-langkah pencegahan yang kreatif terhadap penyakit ini pada anak-anak.
COLD COMPRESS REDUCES PAIN SCALE INSULIN INJECTION AMONG DIABETES MELLITUS CLIENTS IN A PUBLIC HEALTH CENTER Faridha Alfiatur Rohmaniah; Fery Nanik Handayani; Diana Tri Lestari; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2601

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that is a threat to health due to increased morbidity and mortality rates. This disease burdens sufferers, families who care for them, and the country. Problems that often arise are pain as an effect of insulin injection. One of the interventions that can be done independently is a cold compress. To analyze the effect of cold compress on the pain scale of insulin injection. The research design used a quasi-experimental with a pretest and a post-test with a control group design. The study was conducted at the Mijen I Health Center in August 2024—a sample of 15 clients for each group through purposive sampling. Inclusion criteria were diagnosed with Diabetes Mellitus, blood sugar measurement results 120 mg/dl (fasting blood sugar) or 140 mg/dl (random blood sugar), and received insulin injection. Exclusion criteria were respondents who withdrew and consumed analgesic drugs. This research instrument used the Numeric Rating Scale. Researchers provided cold compress intervention with a temperature of 13-16 0 C once for 3 days. Data analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Cold compresses have a significant effect on the insulin injection pain scale with a p = 0.008 (p 0.05). Cold compresses reduce the insulin injection pain scale. Health centers can develop interventions by providing cold compresses to treat pain caused by insulin injections.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.
THE ROLE OF SPIRITUAL MINDFULNESS THERAPY IN INCREASING SELF-ACCEPTANCE AMONG ADOLESCENT Muhamad Jauhar; Ashri Maulida Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.3063

Abstract

Evaluation of the benefits of spiritual therapies, such as mindfulness, for adolescent mental health is needed. Adolescence is a difficult period for self-adjustment and is particularly vulnerable to decreased self-acceptance. In today's educational environment, adolescents often experience various crises that are largely due to low self-acceptance. Spiritual mindfulness is a strategy that is easy to implement and can help adolescents recognize problems without judgment, thus reducing the cost and time required in the therapeutic process. This study aims to determine the effect of spiritual mindfulness on increasing self-acceptance in adolescents. The research design used was a pre-experiment with pre-test and post-test methods and involved a control group. Through purposive sampling, twenty-six high school students in Kudus were selected as respondents and divided into intervention and control groups. The study used the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). The researcher conducted six sessions of mindfulness therapy, each lasting 30 minutes for two days. The results showed a statistically significant difference in self-acceptance in the intervention group before and after the intervention, with a value of p=0.04 (p0.05). In contrast, in the control group, no significant difference was found with a value of p=0.477 (p0.05). The intervention group showed an increase in self-acceptance of 1.46 higher than the control group. However, the overall effect of mindfulness therapy was less significant in improving self-acceptance in adolescents p=0.332 (p0.05). Changes need to be made in the way spiritual mindfulness therapy is delivered to adolescents to see a more noticeable improvement in self-acceptance.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR AND THE INCIDENCE OF DENTAL CARIES IN SCHOOL-AGED CHILDREN Siti Rukhaniyah; Umi Faridah; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2672

Abstract

Dental and oral health has become a problem that needs to be solved immediately. In Indonesia, the prevalence of dental caries tends to be high (above 70%) in all age groups. There is an improvement in the prevalence of dental caries in school-aged children. This happened because the children did not exhibit healthy hygiene. To determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-aged children. Correlational analytical research type. Cross-sectional approach method. The research variable studied was dental caries. The population of all students at Pecangaan Elementary School Jepara is 80 students. By using the Slovin formula, the final result is 45 students. The research sample was selected based on the inclusion criteria: 1) Having dental caries. 2) Children aged 6-12 years at Pecangaan Elementary School. 3) Willing to be a respondent. Exclusion criteria: 1) Children who were not present during the research. 2) Children who do not agree to informed consent. A stratified random sampling was used to determine the sample for each class. The measuring tool used is a "clean and healthy living behavior" questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate with the chi-square test. The implementation was in November 2024. Results: There is a statistically significant relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-age children, with a P value of 0.005 (p 0.05). There is a statistically significant relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of dental caries in school-aged children. The participation of teachers, parents, and health centers is very needed to overcome health problems in elementary schools, especially related to dental and oral health.
DEGREE OF SHORTNESS OF BREATH AND LOW IRON CONSUMPTION HABITS CAUSE DECREASED HEMOGLOBIN IN PATIENTS CONGESTIVE HEART FAILURE Noor Eswanti; Alfiatur Rochma; Rusnoto Rusnoto; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2618

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) causes the blood supply to the lungs to decrease, and blood does not enter the heart. This condition causes a buildup of fluid in the lungs, thereby reducing the exchange of oxygen and carbon dioxide. Heart failure patients who experience chronic iron deficiency can increase the prevalence of anemia. Analyzing the Relationship between the degree of shortness of breath and low iron diet habits with a decrease in hemoglobin levels in CHF patients. This type of correlational analytical research uses a cross-sectional approach with independent variables (Degree of Shortness of Breath and Low Iron Consumption Habits) and dependent variables (CHF Patients). This research was conducted in October 2023 at a private hospital. The total sample was 31 respondents using consecutive sampling techniques. The instruments used were observation sheets measuring RR and hemoglobin, iron consumption behavior questionnaires. Data analysis used Spearman Rho test. There is a significant relationship between the degree of shortness of breath (p=0,000; r=-0,861) and iron consumption habits (p=0,000; r=0,913) with hemoglobin levels in CHF patients. The degree of shortness of breath and low iron consumption cause anemia in CHF patients. The hospital can provide interventions to monitor the degree of shortness of breath, provide foods high in iron to increase hemoglobin in CHF patients, and consider aspects of the degree of shortness of breath.
Co-Authors A Nur Anna AS Adella Risma Triwijayanti Aeni, Linda Nur Agustiani, widya Ahmad Suriyadi Muslim Ainun Reza Hutami Alfiatur Rochma Amarilla Melati Andhika Ariyanto Anggara Dwi Sulistiyanto Anny Fauziyah Anny Rosiana Mashitoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosisana Masithoh Arda Aulia Chusna Ardiansyah, Diki Arina Novitasari Arwani Arwani Ashri Maulida Rahmawati Ashri Maulida Rahmawati Astuti Yuni Nursasi Astuti, Verra Widhi Auliya, Arida Balqis Fashila Berkah Afif Udin Bintari Tri Sukoharjanti Bonnix Hedy Maulana Catur Ririn Indarsih Cherlina Pramushinta Choiruna, Hasby Pri Ckancer Bela Romantis D. Eka Harsanto Darmawati, Laesa Desak Parwati Dewi Hartinah Dewi Hartinah Dewi Hartinah Dewi Murti Sari Diah Irawati Diah Widowati Diana Tri Lestari Diana Tri Lestari Diana Tri Lestari Dina Indrati Dwi Astuti Dwi Febryanto Dwi Mei Anggraini Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Edy Soesanto Eko Retnowati Elisa Elisa Ema Saputri Kusuma Wardani Endang Triyanto Endang Triyanto Erni Setiyowati Eva Luthfiati Putri Fajar Surachmi Fajar Surachmi Fajar Surahmi Fajar Surahmi, Fajar Fania Nurul Khoirunnisa Fania Nurul Khoirunnisa Faridha Alfiatur Rohmaniah Faridha Alfiyatur Rohmaniah Fatihatul Husna Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Futkhatin Nasikhah Gandi Siwitri Gunardi Pome Gunardi Pome Heny Siswanti I Gusti Ayu Putu Desy Rohana Ifa Nailatul Iza Iffah Hanifah Iis Sriningsih Iis Sriningsih Ike Puspitaningrum Ike Puspitaningrum Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari Ima Aulia Septyani Inayah Alviorizka Pujanti Indah Risnawati Indanah Intan Endyka Kurniasaria Intan Idiasari Ismail, Wan Ismahanisa Isna Nailil Hana Iswatun Qasanah Jihan Zinnia Widara Kanan, Thanalechumy Kinantika Nur Dewanti Kurniati Puji Lestari Kurniati Puji Lestari kusumawardani, lita heni Laesa Darmawati Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Lestari, Rizka Puji Lisa Tiyansi Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani Lita Heni Kusumawardani M. Adib Jaharii Dwi Putra M.Agung Akbar Maksuk Marendra, Irvan Maulana Masayu Hartina Ulfa Maula Mar'atus Solikhah Mauludina, Ibtasama Megah Andriany Misga, Nesdania Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Mohammad Sholahudin Monica Artha Jelita Mugi Hartoyo Muhammad Adi Saseno Muhammad Hasan Burhanudin Muhammad Niko Bagus Saputro Muhammad Purnomo Nadya Tiara Sabila Nanda Arum Widya Warapsari Nasriyah Nasriyah Nerlita Yogi Rizki Rulloh Nikmah, Mauliana Nurlaila Nisa Herlina Puspitasari Noor Eswanti Noor Eswanti Noor Hidayah Noor Hidayah Novi Tiara Novi Tiara Novy Kumalasari Nur Ulisetiani Okta Yosiana Dewi Padad, A. Tenri Pingki Agit Setyasih Putra, Ilham Syarochman Putri Intan Rosita Dewi Rachmawati, Utami Rahmasari, Lutfir Fitri Rasdiyanah, Rasdiyanah Retno Dewi Wulandari Ria Etikasari Ririn Navita Sari Ririn Widyasari Risah Wati Dewi Riza Yanti Rizka Himawan Rohana, I Gusti Ayu Putu Desy Roisul Fahmi Ilyas rusnoto rusnoto Rusnoto Rusnoto Salma Adilanisa Sari, Etik Nila Sarwo Edi Sekar Ayuningtyas Sheva Jusuf Az Zahra Shobirun Shobirun Shobirun Shobirun Sholikhah, Shafa Artamevia Siti Rukhaniyah Siti Wahyuni Sofiana Nur Mardhiyah Sri Karyati Sri Widiyati Sugih Wijayati Sugih Wijayati Sugih Wijayati Sugih Wijayati, Sugih Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Susanti, Sofy Norma Taftazani Ghazi Pratama Tassya Yanurifsa Ameilia Theresia Avila Kurnia Tiara, Novi Trianita Siwi Utami Umi Faridah Umi Faridah Umi Hani Unsa, Annisa Laila Usamah Jundullah Verra Widhi Astuti widya Agustiani Widyatuti Wisdom Rudiyana Wiwik Dewi Mulyani Wiwin Wiarsih Wulandari Nuriani Yasinta Anugrah Heni Yasmina Izzat Yayuk Mundriyastutik Yuliastuti, Fitri Zaenal Fanani