Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Dosa Besar dalam Perspektif Khawarij: Analisis Teologis dan Konsekuensinya Indah Sari, Devi; Novriani, Iklima; Swasta Agung, Sandi; Fadhli Azmi, Muhammad; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2182

Abstract

Pemahaman mengenai dosa besar merupakan salah satu isu fundamental dalam teologi Islam yang memunculkan perbedaan tajam antarkelompok, khususnya dalam pandangan Khawarij. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dosa besar dalam perspektif Khawarij, landasan teologis yang melatarbelakanginya, serta konsekuensi teologis, sosial, dan politik yang ditimbulkannya, baik dalam konteks klasik maupun relevansinya terhadap ekstremisme modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa kitab klasik, buku, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada basis data akademik seperti Google Scholar dan Garuda, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khawarij memandang pelaku dosa besar sebagai kafir yang keluar dari Islam akibat pemahaman literal terhadap nash dan relasi iman–amal yang rigid. Doktrin ini melahirkan implikasi serius berupa praktik takf?r, legitimasi kekerasan, dan fragmentasi sosial. Sebaliknya, mayoritas aliran teologi Islam menolak pandangan tersebut demi menjaga prinsip kehati-hatian dan kohesi umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kritis terhadap teologi Khawarij sebagai upaya preventif menghadapi ekstremisme keagamaan kontemporer.
Konsep Mahabbah Dalam Pembentukan Akhlak dan Akidah Islami Sundari, Krenniti; Sahirah, Rafidatun; Ghani, Farhan Abdul; Basri, Muhammad; Lubis, Zulfahmi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2185

Abstract

ABSTRAK Tasawuf dalam tradisi Islam sebagai pembersihan jiwa dan pembinaan akhlak yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis spiritual masyarakat modern telah mengarahkan pada dunia yang mengabaikan dunia spiritual dengan tujuan surga di akhirat, dengan demikian akidah akhlak, etika cinta ilahi dan tasawuf kini menjadi asing bagi masyarakat modern saat ini. Melihat dampak krisis karakter dan akidah akhlak masyrakat akibat modernisasi, maka diharapkan problematika tersebut dapat teratasi dengan cinta Ilahi dan tasawuf yakni pensucian diri, menjernihkan pikiran dan akhlak untuk menjadi manusia religius. Teknis pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library esearch yang berupa data kepustakaan jurnal ilmiah, literatur dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pembentukan karakter serta akidah dan akhlak yang tidak terlepas dari ajaran tasawuf melalui konsep cinta Ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengetahui, dan memahami bagaimana konsep cinta Ilahi dalam tradisi tasawuf dapat membentuk dan memperkuat akidah berupa keyakinan kepada Tuhan, serta akhlak berupa sikap moral dan etika dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta ilahi searah dengan pembentukan karakter baik dan dapat memperkuat keyakinan pada Allah dengan menerapkan tasawuf pensucian diri yang di barengi dengan etika dan ilmu yang benar. Kesimpulan penelitian ini menyatakan cinta ilahi dalam tasawuf yang dilengkapi dengan pensucian diri memiliki peran dan hal penting dalam kespritual manusia yang dapat memberikan pengaruh positif dalam hidup manusia terutama dalam pembentukan akidah akhlak.
Qadariyah Dan Kebebasan Individu Di Era Digital: Telaah Teologis Atas Self-Expression Pratiwi, Indah; Izzatussyakira, Izzatussyakira; Azwany, Nazli; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2334

Abstract

Kebebasan individu merupakan konsep fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam kaitannya dengan kehendak, tindakan, dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemikiran teologi Qadariyah dan fenomena self-expression di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologis klasik dan kajian kontemporer mengenai kebebasan berekspresi di ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teologi Qadariyah menempatkan manusia sebagai subjek aktif yang memiliki kehendak bebas dalam menentukan tindakannya serta bertanggung jawab penuh atas konsekuensi moral dari perbuatannya. Dalam konteks era digital, kebebasan tersebut terepresentasi melalui praktik self-expression di media sosial yang memungkinkan pembentukan identitas, partisipasi sosial, dan aktualisasi diri. Namun, kebebasan berekspresi juga menghadirkan tantangan etis berupa relativisme moral, tekanan sosial, dan potensi penyalahgunaan ruang digital. Oleh karena itu, pemikiran Qadariyah relevan sebagai kerangka etis dalam menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai dengan kesadaran tanggung jawab moral demi terciptanya ruang digital yang beretika dan berkeadaban.
Co-Authors Akbarina, Raihan Al Ashari, Abu Hasan Aldair Siregar, Muhammad Diva Amaliah, Khairul Amnur, Ismail Ansyah, Ridho Ansyari, Rija Anwar, Wan Tasya Arif Rahman Hakim Asmadi, Soraya Zairina Asmiralda, Febrina Asnil Aidah Ritonga Azhar Azhar Azhar, Ahmad Azroi, Muhammad Habib Azwany, Nazli Bahri, Al Fajri Bancin, Nurazizah Batubara, Naufal Akbar Br Bangun, Diva Amanda Br Ginting, Nur Sya'adah Br Purba, Alvira Asri Chairun Nisyah, Siti Dabutar, Roni R. Daulat, Daulat Daulay, Mutiara Mastina Fitri Dermawan Saragih, Muhammad Rizki Efendi, Iswar Fadhli Azmi, Muhammad Fadly, Mhd Farizal Fahmi, Hendra Alsa Faisal Faisal Fathimah, Laila Febrian, M Agil Fitriani Sitorus, Junida Ghani, Farhan Abdul Ghozali Ma’arif, Muhammad Ginting, Budi Setiawan Halimatun Sakdiah, Halimatun Haq, Samsul Harahap, Amira Mufidah Harahap, Ida Marina Hasibuan, Fahmi Nurjannah Hazmi, Deni Hendriyal, Hendriyal Hidayati, Yusranida Hutagaol, Abdul Latif Ihwan Mahmudi Ika Puspita Sari Indah Pratiwi Indah Sari, Devi Iqbal Maulana Irma Handayani, Irma Irwansya, Muhammd Izzatussyakira, Izzatussyakira Jamalia, Jamalia Jarkasih Hrp, Ibnu Alwi Khairani, Dia Ayu Khairani, Ismi Khoirun Nisa Khurniawan, Deni Kurniawan Nasution, Syukri Latif Ramud, Abdul Lestari, Sri Indah Lubis, Farhan Mubarok Lubis, Maryam Lubis, Qomaruddin Lutfiah, Izmi luthfiah, izmi M, Rifki Azhar Ma’ruf, Rizqan Maha, Marheni Br Manurung, Ade Irma Manurung, Rafiqah Wardah Maulana, M. Maulidiyah, Nurul Izzah Ma’ruf, Rizqan Miftahul Jannah Muhaimin, Rizky Akbar Muhammad Basri Muhammad Hidayat Muhammad Isa Muhammad Wahyu, Muhammad Nasution, Mustofa Abdullah Nasution, Nurul Liza Nawawi, Muhammad Imam Nazri, Elfin Novriani, Iklima Nur Aini Nur Hilmy Harahap, Aina Nur, Rizka Pulungan, Nur Sa’adah Purba, Abdur Rahman Puteri, Aulia Rahmah Rabiah Adawiyah, Rabiah Rafiza, Siti Nur Rahman, Mhd Fazlul Rahman, Yandi Ritonga, Asnil Aida Rizki Utami, Siti Rianti Robby, Ahmad Dai Roshan Ramadhan, Muhammad Rozi S, Fahrur Sahirah, Rafidatun Salun, Raisa Nur Saragih, Elida Sari, Tina Alfina Sholahuddinh, Muhammad Syafii Siagian, Nisa Silmy, Ahmad Nahidl Simamora, Dian Mutiara Sirait, Azyana Alda Siregar, Meida Sari Siregar, Siti Kholilah Siregar, Zahra Rafia Rani Siti Aisyah Siti Qomariah, Siti Sulistia Silaen, Irma Sundari, Krenniti Suyatmika, Yulita Swasta Agung, Sandi Syahputra, Agil Syawal Karo-Karo, Muhammad Tarigan, Ira Wahyuni Br Ulwan, Mishiyyah Nashih Zalzuli, Ahmad Zulfadli Zulfadli