Claim Missing Document
Check
Articles

Developing the Textbook for Teaching Arabic Using the Audiolingual to Enhance Language Skills at the Islamic Boarding School Lubis, Zulfahmi; Lubis, Farhan Mubarok; Rozi S, Fahrur; Haq, Samsul
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 2 (2024): Geographical Coverage: Indonesia, Iraq, Malaysia, and Denmark
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i2.6060

Abstract

This research aims to understand the following matters: 1) How to develop the prescribed book for teaching Arabic using the Audiolingual to enhance language skills, 2) The evaluation of linguistic and material experts regarding this book, 3) The experimental results of this book in enhancing language skills. The research methodology follows the pattern outlined by Sugiono in his book on scientific research. The researcher used testing, observation sheets, documents, and interviews to collect data. The research is conducted through the following steps: reviewing potential resources and identifying problems in the research field, collecting information about the product, designing the product according to theory, evaluating by experts, revising the product based on expert suggestions, testing the product in both the control and experimental classes and correcting the product (error correction based on some experimental feedback). For data analysis, to infer the comparison between two classes or pre- and post-teaching, statistical tests such as the paired t-test can be used. The t-test estimates the true difference between the means of two groups by comparing the difference in group means to the combined standard error of the groups. The research results indicate that the book was designed according to the theory explained by Ahmad Fouad in his book. After evaluation by both material and media experts, the book was deemed suitable for experimentation, with an 80% success rate in the trial phase. Following the experiment, the control class showed lower results than the experimental class, demonstrating that the Audiolingualis more effective and better for teaching Arabic. The success rate using this method was 88%.
AKTUALISASI LONG LIFE EDUCATION PRESPEKTIF HADIS RIWAYAT IBNU MAJAH NOMOR 220 Febrian, M Agil; Lubis, Zulfahmi; Sirait, Azyana Alda; Jarkasih Hrp, Ibnu Alwi; Qomariah, Siti
Reflektika Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v18i1.1536

Abstract

This article is entitled Actualization of Long Life Education Perspective Hadith History of Ibnu Majag Number 220. This research aims to find out the Takhrij of H.R. Ibnu Majah No. 220, to find out the actualization of life long education perspective of H.R Ibnu Majah no. 220. This research uses library research, namely research conducted by using literature (libraries) in the form of books, notes or reports of research results from previous research. After the data was analyzed, the research results were obtained, that Long Life Education is a concept of continuous and continuous learning (continuing-learning) from the cradle to the end of life. From the Prophet's point of view, there are two components in lifelong education life. Prenatal education is education that occurs before birth and covers topics such as choosing a partner, marriage, and pregnancy. The second type of education is postnatal, or education that takes place after birth and includes education after the birth period, including: infant, childhood, childhood and adult education. This statement is in accordance with HR. with obligations as a servant of Allah SWT. Muslims here include both men and women.  
Konsep Akidah Akhlak dalam Perspektif Imam Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih: Telaah Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah Ghozali Ma’arif, Muhammad; Siregar, Zahra Rafia Rani; Maulana, M.; Nasution, Mustofa Abdullah; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2082

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep akidah (keyakinan) dan akhlak (moral) dalam perspektif dua ulama besar Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu Imam Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih. Melalui telaah mendalam terhadap karya-karya mereka, seperti Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali dan Tahdzib al-Akhlaq karya Ibn Miskawaih, artikel ini mengeksplorasi bagaimana akidah sebagai fondasi keimanan berintegrasi dengan akhlak sebagai praktik moral dalam kehidupan sehari-hari. Analisis ini menunjukkan bahwa kedua ulama menekankan pentingnya harmoni antara keyakinan teologis dan perilaku etis untuk mencapai kesempurnaan spiritual, dengan Al-Ghazali lebih menekankan aspek sufistik dan Ibn Miskawaih lebih pada pendekatan filosofis. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman ulang konsep-konsep tersebut dalam konteks Islam moderat Ahlussunnah wal Jama’ah, relevan untuk kajian etika dan teologi Islam kontemporer.
Akhlak Sebagai Identitas Muslim Modern: Analisis Quran dan Hadits Beserta Penerapannya di SD Islam ‘Uluwwul Himmah Maulidiyah, Nurul Izzah; Pulungan, Nur Sa’adah; Amnur, Ismail; Basri, Muhammad; Lubis, Zulfahmi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Akhlak sebagai identitas seorang muslim di era modern dengan kajian literatur Al-Quran dan Hadits serta sejauh mana penerapannya di SD Islam ‘Uluwwul Himmah. Bagaimana analisis Al-Quran dan Hadits juga penerapannya di sekolah dasar Islam. Adapun beberapa teknik yang digunakan dalam penelitian ini yakni meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan di SD Islam Uluwwul Himmah dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan kenyataan alamiah yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akhlak di sekolah ini sudah berjalan dengan baik. Siswa terbiasa melaksanakan 5S: senyum, salam, sapa, sopan, dan santun ketika bertemu guru, bersikap jujur, bertanggung jawab, serta membiasakan dzikir pagi sebelum masuk kelas dan berdoa sebelum belajar. Praktik-praktik ini mencerminkan pemenuhan berbagai aspek akhlak, baik akhlak terhadap Allah maupun akhlak terhadap orang-orang di sekitar mereka.
Aliran Maturidiyah: Sejarah, Pemikiran, dan Pengaruhnya Dalam Teologi Islam Sakdiah, Halimatun; Amaliah, Khairul; Br Bangun, Diva Amanda; Daulay, Mutiara Mastina Fitri; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2372

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan, prinsip teologis, serta kontribusi aliran Maturidiyah dalam khazanah teologi Islam. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis karya-karya klasik Abu Mansur al-Maturidi beserta literatur kontemporer mengenai pemikiran kalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maturidiyah merupakan aliran Sunni yang menempatkan akal dan wahyu secara seimbang, mengambil posisi moderat di antara aliran rasional ekstrem dan tekstual ekstrem. Pemikiran Maturidiyah berpengaruh besar dalam mazhab Hanafi dan menjadi fondasi teologis bagi Kesultanan Turki Utsmani. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan rasional-moderat Maturidiyah relevan dalam menjawab isu-isu keagamaan kontemporer, termasuk moderasi beragama dan tantangan pemikiran ekstrem.
STUDI PEMIKIRAN FILOSOF MUSLIM MENGENAI AKIDAH Muhaimin, Rizky Akbar; Aisyah, Siti; Siregar, Meida Sari; Zulfadli, Zulfadli; Basri, Muhammad; Lubis, Zulfahmi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6055

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran para filosof Muslim mengenai akidah dengan menekankan integrasi antara wahyu dan akal sebagai fondasi keimanan yang rasional dan argumentatif. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau library research, dengan sumber data berupa buku klasik dan kontemporer serta artikel jurnal yang relevan dengan filsafat Islam dan teologi rasional. Fokus pembahasan diarahkan pada pemikiran tokoh utama, yaitu al Kindi, al Farabi, Ibn Sina, al Ghazali, dan Ibn Rusyd, khususnya terkait konsep ketuhanan, kenabian, jiwa, serta hubungan antara akal dan wahyu. Hasil kajian menunjukkan bahwa para filosof Muslim tidak memandang akidah sebagai keyakinan dogmatis semata, melainkan sebagai kerangka teologis yang dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan secara rasional. Perbedaan pendekatan para tokoh memperkaya khazanah pemikiran akidah Islam dan menunjukkan dinamika intelektual yang beragam. Dalam konteks kontemporer, pemikiran para filosof Muslim tetap relevan dalam menjawab tantangan krisis keimanan, ekstremisme agama, sekularisme, dan melemahnya tradisi berpikir kritis dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, integrasi akal dan wahyu dapat menjadi landasan penting bagi penguatan akidah yang moderat, rasional, dan kontekstual di era modern..
Konsep Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dalam Membangun Toleransi Keagamaan Pada Generasi Z di Era Digital Hakim, Arif Rahman; Manurung, Ade Irma; Lubis, Maryam; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2132

Abstract

Era digital informasi memberikan dampak besar terhadap pola keberagamaan Generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital. Akses terhadap informasi keagamaan menjadi semakin cepat dan tidak terbatas, terutama melalui media sosial, platform video, dan forum diskusi berani. Kondisi ini memberikan peluang bagi Generasi Z untuk memperdalam pemahaman keislaman, mengakses kajian para ulama, serta terhubung dengan komunitas keagamaan global. Namun di sisi lain, derasnya arus digital juga membawa risiko buruk berupa penyebaran paham kebencian, radikalisme, fanatisme sempit, dan fenomena informasi intoleransi berbasis agama. Informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, provokatif, dan bersifat hitam-putih seringkali mempengaruhi cara berpikir Generasi Z yang cenderung kritis tetapi emosional dan cepat bereaksi. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memiliki relevansi penting sebagai pedoman keberagamaan. Nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan untuk memahami agama secara rahmatan lil ‘alamin. Internalisasi nilai-nilai Aswaja mampu mengarahkan Generasi Z untuk inklusif, menghargai perbedaan, dan menghindari pemahaman keagamaan yang ekstrem. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai Aswaja dapat membentuk toleransi keagamaan dalam kehidupan Generasi Z di tengah derasnya arus informasi digital. Metode penelitian menggunakan kajian literatur dari buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Aswaja melalui pendidikan formal, nonformal, dan pemanfaatan media digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat sikap toleransi keagamaan serta mencegah pengaruh radikalisme dan ekstremisme pada Generasi Z.
Konsep Dosa Besar dalam Perspektif Khawarij: Analisis Teologis dan Konsekuensinya Indah Sari, Devi; Novriani, Iklima; Swasta Agung, Sandi; Fadhli Azmi, Muhammad; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2182

Abstract

Pemahaman mengenai dosa besar merupakan salah satu isu fundamental dalam teologi Islam yang memunculkan perbedaan tajam antarkelompok, khususnya dalam pandangan Khawarij. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dosa besar dalam perspektif Khawarij, landasan teologis yang melatarbelakanginya, serta konsekuensi teologis, sosial, dan politik yang ditimbulkannya, baik dalam konteks klasik maupun relevansinya terhadap ekstremisme modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa kitab klasik, buku, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada basis data akademik seperti Google Scholar dan Garuda, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khawarij memandang pelaku dosa besar sebagai kafir yang keluar dari Islam akibat pemahaman literal terhadap nash dan relasi iman–amal yang rigid. Doktrin ini melahirkan implikasi serius berupa praktik takf?r, legitimasi kekerasan, dan fragmentasi sosial. Sebaliknya, mayoritas aliran teologi Islam menolak pandangan tersebut demi menjaga prinsip kehati-hatian dan kohesi umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kritis terhadap teologi Khawarij sebagai upaya preventif menghadapi ekstremisme keagamaan kontemporer.
Konsep Mahabbah Dalam Pembentukan Akhlak dan Akidah Islami Sundari, Krenniti; Sahirah, Rafidatun; Ghani, Farhan Abdul; Basri, Muhammad; Lubis, Zulfahmi
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2185

Abstract

ABSTRAK Tasawuf dalam tradisi Islam sebagai pembersihan jiwa dan pembinaan akhlak yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis spiritual masyarakat modern telah mengarahkan pada dunia yang mengabaikan dunia spiritual dengan tujuan surga di akhirat, dengan demikian akidah akhlak, etika cinta ilahi dan tasawuf kini menjadi asing bagi masyarakat modern saat ini. Melihat dampak krisis karakter dan akidah akhlak masyrakat akibat modernisasi, maka diharapkan problematika tersebut dapat teratasi dengan cinta Ilahi dan tasawuf yakni pensucian diri, menjernihkan pikiran dan akhlak untuk menjadi manusia religius. Teknis pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library esearch yang berupa data kepustakaan jurnal ilmiah, literatur dan buku-buku yang relevan dengan topik penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pembentukan karakter serta akidah dan akhlak yang tidak terlepas dari ajaran tasawuf melalui konsep cinta Ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengetahui, dan memahami bagaimana konsep cinta Ilahi dalam tradisi tasawuf dapat membentuk dan memperkuat akidah berupa keyakinan kepada Tuhan, serta akhlak berupa sikap moral dan etika dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta ilahi searah dengan pembentukan karakter baik dan dapat memperkuat keyakinan pada Allah dengan menerapkan tasawuf pensucian diri yang di barengi dengan etika dan ilmu yang benar. Kesimpulan penelitian ini menyatakan cinta ilahi dalam tasawuf yang dilengkapi dengan pensucian diri memiliki peran dan hal penting dalam kespritual manusia yang dapat memberikan pengaruh positif dalam hidup manusia terutama dalam pembentukan akidah akhlak.
Qadariyah Dan Kebebasan Individu Di Era Digital: Telaah Teologis Atas Self-Expression Pratiwi, Indah; Izzatussyakira, Izzatussyakira; Azwany, Nazli; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2334

Abstract

Kebebasan individu merupakan konsep fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam kaitannya dengan kehendak, tindakan, dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemikiran teologi Qadariyah dan fenomena self-expression di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologis klasik dan kajian kontemporer mengenai kebebasan berekspresi di ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teologi Qadariyah menempatkan manusia sebagai subjek aktif yang memiliki kehendak bebas dalam menentukan tindakannya serta bertanggung jawab penuh atas konsekuensi moral dari perbuatannya. Dalam konteks era digital, kebebasan tersebut terepresentasi melalui praktik self-expression di media sosial yang memungkinkan pembentukan identitas, partisipasi sosial, dan aktualisasi diri. Namun, kebebasan berekspresi juga menghadirkan tantangan etis berupa relativisme moral, tekanan sosial, dan potensi penyalahgunaan ruang digital. Oleh karena itu, pemikiran Qadariyah relevan sebagai kerangka etis dalam menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai dengan kesadaran tanggung jawab moral demi terciptanya ruang digital yang beretika dan berkeadaban.
Co-Authors Al Ashari, Abu Hasan Aldair Siregar, Muhammad Diva Amaliah, Khairul Amnur, Ismail Ansyah, Ridho Ansyari, Rija Anwar, Wan Tasya Arif Rahman Hakim Asmadi, Soraya Zairina Asmiralda, Febrina Asnil Aidah Ritonga Azhar Azhar Azhar, Ahmad Azroi, Muhammad Habib Azwany, Nazli Bahri, Al Fajri Br Bangun, Diva Amanda Br Ginting, Nur Sya'adah Br Purba, Alvira Asri Chairun Nisyah, Siti Dabutar, Roni R. Daulat, Daulat Daulay, Mutiara Mastina Fitri Dermawan Saragih, Muhammad Rizki Efendi, Iswar Fadhli Azmi, Muhammad Fadly, Mhd Farizal Fahmi, Hendra Alsa Faisal Faisal Fathimah, Laila Febrian, M Agil Fitriani Sitorus, Junida Ghani, Farhan Abdul Ghozali Ma’arif, Muhammad Ginting, Budi Setiawan Halimatun Sakdiah, Halimatun Haq, Samsul Harahap, Ida Marina Hasibuan, Fahmi Nurjannah Hazmi, Deni Hendriyal, Hendriyal Hidayati, Yusranida Hutagaol, Abdul Latif Ihwan Mahmudi Indah Pratiwi Indah Sari, Devi Iqbal Maulana Irma Handayani, Irma Irwansya, Muhammd Izzatussyakira, Izzatussyakira Jamalia, Jamalia Jarkasih Hrp, Ibnu Alwi Khairani, Dia Ayu Khairani, Ismi Khoirun Nisa Khurniawan, Deni Kurniawan Nasution, Syukri Latif Ramud, Abdul Lubis, Farhan Mubarok Lubis, Maryam Lubis, Qomaruddin Lutfiah, Izmi luthfiah, izmi M, Rifki Azhar Ma’ruf, Rizqan Maha, Marheni Br Manurung, Ade Irma Manurung, Rafiqah Wardah Maulana, M. Maulidiyah, Nurul Izzah Ma’ruf, Rizqan Miftahul Jannah Muhaimin, Rizky Akbar Muhammad Basri Muhammad Hidayat Muhammad Isa Muhammad Wahyu, Muhammad Nasution, Mustofa Abdullah Nasution, Nurul Liza Nawawi, Muhammad Imam Nazri, Elfin Novriani, Iklima Nur Aini Nur Hilmy Harahap, Aina Nur, Rizka Pulungan, Nur Sa’adah Puteri, Aulia Rahmah Rabiah Adawiyah, Rabiah Rafiza, Siti Nur Rahim Marpaung, Willi Rahman, Mhd Fazlul Rahman, Yandi Ritonga, Asnil Aida Rizki Utami, Siti Rianti Robby, Ahmad Dai Roshan Ramadhan, Muhammad Rozi S, Fahrur Sahirah, Rafidatun Salun, Raisa Nur Saragih, Elida Sari, Tina Alfina Sholahuddinh, Muhammad Syafii Siagian, Nisa Silmy, Ahmad Nahidl Sirait, Azyana Alda Siregar, Meida Sari Siregar, Siti Kholilah Siregar, Zahra Rafia Rani Siti Aisyah Siti Qomariah, Siti Sulistia Silaen, Irma Sundari, Krenniti Suyatmika, Yulita Swasta Agung, Sandi Syahputra, Agil Syawal Karo-Karo, Muhammad Tarigan, Ira Wahyuni Br Ulwan, Mishiyyah Nashih Zalzuli, Ahmad Zulfadli Zulfadli