Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN NUTRASETIKAL WEDANG RONDE PADA MASYARAKAT DESA GEGERUNG LOMBOK BARAT Deccati, Rizqa Fersiyana; Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Pepadu Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i4.3803

Abstract

Nutrasetikal merupakan pangan atau bagian dari pangan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, meliputi pencegahan dan terapi suatu penyakit. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan perenial yang banyak dijumpai di Indonesia dan dapat diolah menjadi nutrasetikal yang bermanfaat bagi kesehatan seperti wedang ronde. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ibu-ibu PKK Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan nutrasetikal wedang ronde. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi, pelatihan pembuatan nutrasetikal dengan metode partisipatif dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Melalui kegiatan ini, pengetahuan terhadap nutrasetikal meningkat dan peserta mendapatkan kemampuan di dalam pembuatan wedang ronde. Berdasarkan hasil kuesioner juga diketahui bahwa 94% peserta merasa kegiatan ini dirasa sangat baik dan sangat bermanfaat. Peserta juga merasa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah pelatihan ini. Nutraceuticals are foods or parts of food that provide medical or health benefits, including prevention and therapy of disease. Ginger (Zingiber officinale Roscoe) is a perennial plant that is often found in Indonesia and can be processed into nutraceuticals that are beneficial for health such as wedang ronde. Through this community service activity, PKK women in Gegerung Village, Lingsar District, West Lombok, West Nusa Tenggara were given education and training in making the nutraceutical wedang ronde. The stages in this activity include activity preparation, implementation of socialization, training in making nutraceuticals using participatory methods and evaluation of activities through providing feedback by participants. Through this activity, participant’s knowledge of nutraceuticals increased and participants gained skills in making wedang ronde. Based on the results of the questionnaire, it was also known that 94% of participants felt that this activity was very good and very useful. Participants also felt they could apply the knowledge gained after this training
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN NUTRASEUTIKAL SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI DESA MENINTING, KABUPATEN LOMBOK BARAT Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata; Saputra, Yoga Dwi; Nirmala, Annisa Rizka; Hafizah, Qori'atul; Ananta, Muhammad Naufal Farras; Farobbi, Muhammad Iqbal; Kabir, Mila Mayanti; Alya, Ainun; Amalia, Marshanda Fitri; Rahmayanti, Wulan Desi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4062

Abstract

Consuming healthy foods such as nutraceuticals or functional foods is very important to prevent and reduce the risk of degenerative and chronic diseases. Efforts to improve community knowledge and skills related to nutraceuticals are very important, so community service activities are carried out with the aim of providing socialization and training on the production of nutraceutical drinks from local natural ingredients, as well as health checks including blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid. The partners of this community service activity are PKK women and the community in Kongok Hamlet, Meninting Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The community service activities consist of several stages, namely activity preparation, location survey and coordination with partners, socialization of nutraceutical drinks using PowerPoint slides and leaflets, training on the production of nutraceutical drinks, health checks, and ending with post-tests and activity evaluations using questionnaires. The 56 residents who attended were very enthusiastic in participating in the activities. The results of the questionnaire showed that 35.7% of the participants who attended were able to answer questions related to the socialization material with an average score of 74.3. The results of the activity evaluation questionnaire stated that activities like this are very important to do and the selection and provision of material are very good and clear. Thus, it can be concluded that this community service activity is very beneficial for the community and the socialization and training materials can be understood well by the participants of the community service activity.
EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
PEMBUATAN COOKIES DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) DALAM UPAYA OPTIMALISASI PEMANFAATAN TANAMAN MANGROVE Attaya, Kalisa; Maziya, Raehanul; Amalia, Marshanda Fitri; Bulkis, Nanda; Sutanti, Baiq Novia Rahmadita; Permatasari, Lina
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6150

Abstract

An unhealthy lifestyle can lead to increased production of free radicals as a byproduct of metabolism. This condition can be mitigated by antioxidants. Rhizophora mucronata offers various health benefits, including its role as an antioxidant. However, public utilization of Rhizophora mucronata remains limited. To enhance its appeal, Rhizophora mucronata was processed into mangrove leaf cookies, making it more convenient for consumption. The objective of this activity was to optimize the utilization of mangrove plants. The activity was conducted on December 20, 2024, at the Meninting Village Hall, Batulayar Subdistrict, West Lombok Regency, with 20 participants. The implementation method included training sessions comprising the delivery of materials on mangrove plants and the process of making mangrove cookies, followed by hands-on cookie-making training. The participants were highly enthusiastic throughout the program, and the material was well understood, as evidenced by the quiz results provided during the session.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN MANGROVE (RHIZOPHORA MUCRONATA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Hafizah, Qori'atul; Permatasari, Lina; Muchlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28302

Abstract

Kasus resistensi antibiotik menjadi permasalahan serius yang terjadi, salah satunya yaitu resistensi pada strain bakteri Staphylococcus aureus yang disebut MRSA. Resistensi tersebut mendasari perlu dilakukan pencarian obat baru yang berasal dari tanaman dan berpotensi menghambat pertumbuhan S. aureus. Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, mencakup 20-22% dari total luas hutan mangrove dunia. Rhizophora mucronata merupakan salah satu spesies mangrove diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, fenol, tanin, dan saponin, yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Berbagai penelitian terdahulu melaporkan bahwa ekstrak dan fraksi daun mangrove R. mucronata memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Namun, berbagai penelitian tersebut menunjukkan hasil diameter zona hambat yang berbeda-beda. Oleh karena itu dilakukan review artikel yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antibakteri daun mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Review artikel dilakukan dengan metode tinjauan pustaka sistematis berdasarkan data primer dari database elektronik. Hasil review menunjukkan bahwa jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi dapat mempengaruhi polaritas senyawa yang terekstraksi sehingga kemampuan zat untuk larut atau berdifusi pada media uji menjadi berbeda-beda. Perbedaan kandungan senyawa dan perbedaan konsentrasi pada sampel menyebabkan adanya perbedaan diameter zona hambat yang dapat disebabkan karena perbedaan jumlah dan jenis senyawa aktif yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. Kesimpulannya yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas antibakteri daun mangrove (R. mucronata) terhadap bakteri S. aureus antara lain: jenis pelarut, kandungan senyawa, dan konsentrasi sampel.
Determination of total flavonoid content of extract and fractions of mangrove leaves (Avicennia marina) Annas, Zulfiana Fitrianingrum; Muliasari, Handa; Deccati, Rizqa Fersiyana; Permatasari, Lina; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i3.16596

Abstract

Mangrove plants (Avicennia marina) come from the Avicenniaceae family. The leaves have antioxidant, antiviral and antibacterial activity caused by the content of secondary metabolites in mangrove leaves in the form of flavonoid compounds. Research on the total flavonoid content of 96% ethanol extract and the water, ethyl acetate, and n-hexane fractions of A. marina leaves has never been carried out. The aim of this study was to determine the total flavonoid content in extracts and fractions of A. marina mangrove leaves by UV-Vis spectrophotometry method. Extraction was carried out using 96% ethanol solvent by sonication method, then fractionation was carried out using the liquid-liquid fractionation method. The extracts and fractions obtained for their secondary metabolites were identified by test tube and thin layer chromatography and then the total flavonoid content was determined by the colorimetric method. Mangrove leaf extracts and fractions contain secondary metabolites of flavonoids, phenolics, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The results of thin layer chromatography confirmed the results of the tube test that mangrove leaf extracts and fractions contained flavonoid compounds. Total flavonoid content in 96% ethanol extract, water fraction, ethyl acetate fraction, and n-hexane fraction of A. marina mangrove leaves were 19.37; 3.07; 11.30; and 56.62 mg quercetin equivalent/gram sample. In conclusion, the total flavonoid content of A. marina leaves was high, thus supporting its activity as an antioxidant.
REVIEW: PEMANFAATAN TANAMAN JAHE SEBAGAI PENGOBATAN HERBAL UNTUK SAKIT KEPALA Ningrum, Linda Tuanida; Permatasari, Lina; Ussarwan, M Ihya; Farhaini, Azizatul; Aini, Dinatul; Putra, Bayu Karunia
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 02 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i02.3751

Abstract

Sakit kepala merupakan suatu gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti setres, mata lelah dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengkonsmsi obat sintetik seperti parasetamol. Namun, penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan obat-obatan herbal seperti tanaman jahe (Zingiber officinale). Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tanaman jahe sebagai pengobatan herbal untuk sakit kepala. Topik ini penting dan menarik, karena jahe memiliki kandungan zat gizi dan senyawa kimia aktif yang dapat digunakan dalam pengobatan herbal yang berkhasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya untuk sakit kepala. Metode penelitian ini adalah metode yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode ini memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui database Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish dari tahun 2000-2023 dengan kata kunci “sakit kepala”, “tanaman jahe sebagai obat tradisional”, “tanaman jahe untuk sakit kepala” dan ”jenis tanaman jahe”. Hasil menunjukkan bahwa tanaman jahe dapat digunakan dalam pengobatan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti sakit kepala.
PEMANFAATAN DAUN MANGROVE MENJADI MINUMAN NUTRASEUTIKAL: SOLUSI ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA MASYARAKAT PESISIR DESA SEKOTONG TENGAH Permatasari, Lina; Isnaini, Nisa; Aditya Astarika, Yolanda; Fatihatussir, Layla; Sulthanah Ahmad, Dzakiyyah; Fitriani, Risma; Junaida, Alfini; Cintya Ganes Budastra, Wayan; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Ocktaviana Saputri, Legis; Haryanto, Wahyu
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9109

Abstract

  Penyakit degenaratif merupakan penyakit kronis yang dapat berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Desa Sekotong Tengah merupakan wilayah pesisir dengan masyarakat yang rentan terhadap penyakit degeneratif akibat pola hidup tidak sehat, seperti tingginya konsumsi garam. Selain itu, desa Sekotong Tengah memiliki potensi sumber daya alam berupa mangrove (Rhizophora mucronata) yang kaya senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan tanin. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat membantu mencegah penyakit degeneratif dan kardiovaskular. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi penyakit degeneratif, pemeriksaan kesehatan dasar, dan pelatihan pembuatan teh daun mangrove sebagai minuman nutrasetikal kaya antioksidan bagi masyarakat pesisir. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan terkait penyakit degeneratif serta pelatihan pembuatan minuman teh daun mangrove. Masyarakat juga dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat menggunakan GCU meter (Glucose, Cholesterol, Uric acid) yang kemudian dianalisis untuk mengetahui profil kesehatan masyarakat Desa Sekotong Tengah secara umum. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, dengan 64% di antaranya merupakan lansia perempuan. Mayoritas peserta bekerja sebagai petani, pedagang, dan ibu rumah tangga. Teh daun mangrove sangat disukai oleh warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 32% peserta mengalami hipertensi, sementara 8% memiliki tekanan darah tinggi normal. Selain itu, 12% teridentifikasi mengidap diabetes berdasarkan kadar gula darah, dan sekitar 12% lainnya memiliki kadar asam urat yang tinggi. Secara keseluruhan, pengabdian ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit degeneratif melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan, serta memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan daun mangrove R. mucronata sebagai teh antioksidan sebagai upaya pencegahan dan penanganan dini penyakit degeneratif.
In Silico Evaluation of Chitosan's Antibacterial Potential Against Gram-Positive and Gram-Negative Bacteria Maulidya, Selvira; Rahayu, Susi; Permatasari, Lina; Putri, Hudaynu Patya; Juniarza, A'yuni Guban
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v17i1.43047

Abstract

Chitosan, a natural biopolymer, has attracted attention for its potential antibacterial properties against a wide range of pathogens. The escalating crisis of antibiotic resistance necessitates the exploration of novel antibacterial agents effective against both Gram-positive and Gram-negative bacteria. This study aimed to predict the antibacterial potential of chitosan against Staphylococcus aureus (a Gram-positive bacterium) and Escherichia coli (a Gram-negative bacterium) using a comprehensive in silico approach. Short chitosan oligomers, specifically trimers, were used to ensure computational feasibility and reliable molecular docking, as full-length polymers are too large for standard docking algorithms. Molecular docking simulations were performed using AutoDock to investigate the interactions between 13 chitosan compounds and the essential bacterial protein DNA gyrase, a key enzyme involved in DNA replication and repair. Binding affinities, interaction patterns (such as hydrogen bonding and hydrophobic contacts), and conformational changes were analyzed. The ligand showing the most favorable docking profile was further evaluated via molecular dynamics simulations using OpenMMDL to assess the stability of the complex over time. The results indicated that the chitosan derivatives, namely aminoethyl chitosan and dimethylaminoethyl chitosan, interact favorably with DNA gyrase in S. aureus and E. coli, respectively, with differential binding energies and interaction modes suggesting potential variations in inhibitory mechanisms between Gram-positive and Gram-negative bacteria. These computational findings support the potential of chitosan as a broad-spectrum antibacterial agent and provide a theoretical framework to guide further in vitro and in vivo validation of chitosan as a novel antibacterial compound.
Pengaruh Lokasi Tumbuh terhadap Perbedaan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daging Buah Kepundung (Baccaurea racemosa (Reinw. ex Blume) Müll. Arg.) Permatasari, Lina; Aulia Rahmah, Diyani
Sinteza Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v6i1.32122

Abstract

Excessive exposure to free radicals can potentially trigger degenerative diseases in the body. Therefore, antioxidant compounds are required to inhibit free radical reactions. Several antioxidant compounds can be naturally obtained from plants. Kepundung fruit (Baccaurea racemosa (Reinw. ex Blume) Müll. Arg.) is one of the fruits reported to contain bioactive compounds with potential antioxidant properties. However, the study about the effect of different growing locations on the antioxidant activity of kepundung fruit pulp has never been conducted before. This study aimed to determine the influence of growing location on the antioxidant activity of kepundung fruit pulp from two regions, Lombok and Banyuwangi. Kepundung fruit samples from both locations were extracted with methanol p.a. using the maceration method. The antioxidant activity of each sample was evaluated using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method, with quercetin as the positive control. The IC₅₀ values of quercetin and the samples from both locations were analyzed using One-Way ANOVA with a significance level of P < 0.05.The results showed that the IC₅₀ values of the methanol extract of kepundung fruit pulp from Lombok (EMBKL) and Banyuwangi (EMBKB) were 387.53 ± 2.67 µg/mL and 425.17 ± 16.98 µg/mL, respectively. A lower IC₅₀ value indicates higher antioxidant activity; thus, the extract from Lombok exhibited greater antioxidant activity. However, statistical analysis revealed that the antioxidant activity values of the two samples were not significantly different. Therefore, the growing locations of both samples likely share similar environmental conditions.
Co-Authors Abdul Rohman Aditya Astarika, Yolanda Afriza Faishal, Imam Agrijanti, Agrijanti Aini, Dinatul Alfian G. M, Aji Ali, Baiq Aulia Alya, Ainun Amalia, Marshanda Fitri Anandia Intan Maulidya, Selvira Ananta, Muhammad Naufal Farras Anindiya, Naya Wahyu Annas, Zulfiana Fitrianingrum Ari Khusuma Attaya, Kalisa Aulia Rahmah, Diyani Azariani, Wiwin Budastra, Cintya Bulkaini (Bulkaini) Bulkis, Nanda Cintya Ganes Budastra, Wayan Deccati, Rizqa Fersiyana Dewi, Lale Budi Kusuma Djoko Kisworo Enny Yuliani Farhaini, Azizatul Farobbi, Muhammad Iqbal Fatihatussir, Layla Febrianingsih, Karlina Dwi Fersiyana Deccati, Rizqa Fitriani, Risma Guban Juniarza, A'yuni Hafizah, Gina Tasya Rizka Hafizah, Qori'atul Hajrin, Wahida Haryanto, Wahyu Hayyatun Nufus, Fadirah Hidayati, Agriana Rosmalina Ichsan Ichsan Isnaini, Nisa Istiqamah, Juhratul Junaida, Alfini Juniarza, A'yuni Guban Kabir, Mila Mayanti Lisnasari, Baiq Risky Wahyu M. Rifqi Azami S, Lalu Maesarah, Siti Magfira Nurmalasanti, Nadia Maulidya, Selvira Maulidya, Selvira Anandia Intan Maziya, Raehanul Muchlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Muliasari, Handa Mustika, Mitha Juliana Ni Made Amelia Ratnata Dewi Ningrum, Linda Tuanida Nirmala, Annisa Rizka Nisa Isneni Hanifa Ocktaviana Saputri, Legis Patya Putri, Hudaynu Perdana Priya Haresmita, Perdana Priya Pradani, Missya Putri Kurnia Priya Haresmita, Perdana Purnomo, Indra Putra, Bayu Karunia Putri, Fawwaz Aqila Putri, Hudaynu Patya Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng Rahmayanti, Wulan Desi Razkianita, Haulya Rizqullah, Rifqi Rosida, Naela Rosyidi, A. Sammanta, Rahula Vijja Saputra, Yoga Dwi Sasvania, Anisa Sugeng Riyanto Sulthanah Ahmad, Dzakiyyah Susi Rahayu Sutanti, Baiq Novia Rahmadita Tasya Kamila, Afifah Tunggal Arya Rezky, Noval Ulya, Tuhfatul Ussarwan, M Ihya Wardani, Arief Kusuma Wardani, Ray Haerul Zaneta, Nabila Destia Zanuba, Anisa