Claim Missing Document
Check
Articles

Tehnik Akupresur untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri Putri Ayuni Sari; Selfa Gita Febrisari; Marrusia Inna; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common maternity problems among women of all ages. Usually, dysmenorrhea occurs among teenagers and occurs in the first three years after menarche. However, dysmenorrhea also starts after the first menstruation (menarche). Usually dysmenorrhea or pain can subside after menstruation, but in some women the pain can continue during menstruation and this pain has an impact and interferes with activities. Dysmenorrhea consists of primary dysmenorrhea and secondary dysmenorrhea. The degree of dysmenorrhea varies, starting from mild to severe, thus affecting daily activities. Treatment to treat dysmenorrhea can be given pharmacologically and non-pharmacologically. Acupressure is a traditional healing skill using the technique of pressing acupuncture points, which involves pressing using fingers or blunt objects on the surface of the body. Acupressure has the advantages of lower risk, easy to learn and do, which is useful in relieving pain and increasing relaxation. Acupressure is the application of firm and continuous pressure to specific locations in certain areas of the body with the aim of reducing pain, producing relaxation, reducing nausea, treating health problems and for fitness). The effect of pressing acupressure points is to increase endorphin levels which function as pain relievers which are produced by the body in the blood and endogenous opioid peptides in the central nervous system. Nerve tissue will provide a stimulus to the endocrine system to release endorphins according to the body's needs and is expected to reduce pain during menstruation. The acupressure technique used by the author is Hegu point acupressure (LI4). Acupressure technique on the hand area (located between the I and II metacarpal bones of the middle radial metacarpal bone II or on the dorsal surface of the hand between the thumb and index finger approximately in the middle of the second metacarpal bone.       Abstrak Dismenore adalah salah satu masalah kehamilan yang paling umum terjadi pada wanita dari segala usia. Biasanya dismenore terjadi pada remaja dan terjadi pada tiga tahun pertama setelah menarche. Namun dismenore juga dimulai setelah menstruasi pertama (menarche). Biasanya dismenore atau nyeri dapat mereda setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita nyeri dapat berlanjut hingga saat menstruasi dan nyeri ini berdampak serta mengganggu aktivitas. Dismenore terdiri dari dismenore primer dan dismenore sekunder. Derajat dismenore bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Pengobatan untuk mengatasi dismenore dapat diberikan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Akupresur merupakan suatu keterampilan penyembuhan tradisional dengan menggunakan teknik penekanan titik-titik akupunktur, yaitu dengan cara menekan menggunakan jari atau benda tumpul pada permukaan tubuh. Akupresur mempunyai kelebihan yaitu risiko yang lebih rendah, mudah dipelajari dan dilakukan, sehingga bermanfaat dalam meredakan nyeri dan meningkatkan relaksasi. Akupresur adalah penerapan tekanan yang kuat dan terus menerus pada lokasi tertentu pada area tubuh tertentu dengan tujuan untuk mengurangi nyeri, menghasilkan relaksasi, mengurangi rasa mual, mengatasi gangguan kesehatan dan untuk kebugaran). Efek penekanan titik akupresur adalah meningkatkan kadar endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri yang diproduksi tubuh di dalam darah dan peptida opioid endogen di sistem saraf pusat. Jaringan saraf akan memberikan rangsangan pada sistem endokrin untuk melepaskan hormon endorfin sesuai kebutuhan tubuh dan diharapkan dapat mengurangi nyeri saat menstruasi. Teknik akupresur yang penulis gunakan adalah akupresur titik Hegu (LI4). Teknik akupresur pada area tangan (terletak di antara tulang metakarpal I dan II tulang metakarpal radial tengah II atau pada permukaan punggung tangan antara ibu jari dan jari telunjuk kira-kira di tengah-tengah tulang metakarpal kedua.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal Cahya, Putri; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is a model of midwifery care as an effort to detect complications early. A woman who receives continuous midwifery care, who is provided care by a midwife, is more likely to be emotionally close to a midwife they know during pregnancy, labor and birth, and is more likely to have a spontaneous vaginal birth and is less likely to experience an episiotomy, or also a vaginal birth. tool help. Midwifery services must be provided starting from preconception, early pregnancy, during pregnancy, delivery and up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing midwifery care to Mrs. L Comprehensive (Continuity of Care) covers the pregnancy period, delivery period, postpartum and newborn babies, neonates to family planning. In this research method, the author used data collection methods, namely using interviews, observations using primary and secondary data through KIA books, physical examinations and this research started from May-June 2024 and the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) obtained from Mrs. L 39 years old G3P2A0 39 weeks 5 day gestation no problems found. Mrs. L delivery took place at the PMB Amanda Sukmawati.The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and Mrs. L decided to use birth control implants.   Abstrak Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan pendeteks dini komplikasi. Seorang wanita yang menerima asuhan kebidanan berkelanjutan ini, yang diberikan asuhan oleh bidan lebih cenderung memiliki kedekatan secara emosional dengan bidan yang mereka kenal selama kehamilan, persalinan dan kelahiran, dan lebih memungkingkan memiliki kelahiran secara vagina spontan dan kecil kemungkinannya mengalami episiotomi, ataupun juga kelahiran dengan bantuan alat. Layanan kebidanan harus disediakan mulai dari prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan, persalinan dan sampai enam minggu pertama postpartum yang dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. L secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam asuhan ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak Mei-Juni 2024 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. L usia 39 tahun G3P2A0 usia kehamilan 39 minggu 5 tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny.L dilakukan di PMB Amanda Sukmawati. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. L memutuskan menggunakan KB implant.
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI di RS Ken Saras Dwiyanti, Feni; Mila Elvi Ekayanti; Putri Cahya; Ida Sofiyanti; Yulia Nur Khayati; Rini Susanti; Siti Musarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding for the first 6 months of a baby's life is crucial, yet many mothers still experience challenges with inadequate milk production. Oxytocin massage is one solution to increase breast milk production by stimulating the oxytocin hormone. This community service aims to improve postpartum mothers' knowledge and understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.The method used was observation with 20 postpartum mother respondents at Ken Saras Hospital. The activity was conducted in three stages: 1) Assessment of mothers' initial knowledge about oxytocin massage, 2) Socialization and practice of oxytocin massage, 3) Evaluation of mothers' knowledge after the education.Pre-test results showed that mothers' initial knowledge was still lacking, especially regarding the definition, benefits, and techniques of oxytocin massage. Mothers' education and occupation factors influenced their knowledge level. After the education, there was a significant increase in knowledge. The average pre-test score of 50.83 increased to 81.66 in the post-test. Mothers gained a better understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.In conclusion, education and practice of oxytocin massage effectively improved postpartum mothers' knowledge about the benefits and techniques of oxytocin massage for smooth breast milk production. The increase in knowledge is expected to encourage mothers to apply oxytocin massage independently. Recommendations include: 1) Conducting health promotion with village midwives and local health centers, 2) Providing education and training on oxytocin massage to posyandu cadres, 3) Conducting ongoing mentoring for postpartum mothers. With these efforts, it is hoped that exclusive breastfeeding coverage can be increased through optimization of mothers' breast milk production using the oxytocin massage method..   Abstrak Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sangat penting, namun masih banyak ibu yang mengalami kendala produksi ASI yang tidak lancar. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu nifas tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Metode yang digunakan adalah observasi dengan 20 responden ibu nifas di RS Ken Saras. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: 1) Kajian pengetahuan awal ibu tentang pijat oksitosin, 2) Sosialisasi dan praktik pijat oksitosin, 3) Evaluasi pengetahuan ibu setelah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan awal ibu masih kurang, terutama terkait pengertian, manfaat, dan teknik pijat oksitosin. Faktor pendidikan dan pekerjaan ibu berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata pre-test 50,83 meningkat menjadi 81,66 pada post-test. Ibu menjadi lebih memahami tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Kesimpulannya, penyuluhan dan praktik pijat oksitosin efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat dan teknik pijat oksitosin untuk kelancaran produksi ASI. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu untuk menerapkan pijat oksitosin secara mandiri. Saran yang diberikan antara lain: 1) Melakukan promosi kesehatan bersama bidan desa dan puskesmas setempat, 2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin kepada kader posyandu, 3) Melakukan pendampingan berkelanjutan pada ibu nifas. Dengan upaya tersebut, diharapkan cakupan ASI eksklusif dapat meningkat melalui optimalisasi produksi ASI ibu dengan metode pijat oksitosin.
Asuhan Kebidanan Continuty of Care (COC) pada Ny. Mdn Umur 35 Tahun G3P2002AB000 di Puskesmas Haliwen Maria Matihlda H. Bere Rin; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and planned family services that link women's health in particular and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancies and family planning acceptors, midwives as managers, such as managing public health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this study the author used descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on a certain goal to be achieved. This research started from october 30,2023 to june 16 2024, until the date of midwifery care given to Mrs. Mdn which lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of visits for pregnant women 4 times, postpartum 2 times, neonate 2 times, delivery and family planning were carried out at the health center. For Mrs. Mdn, the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications, although at TM 1 the mother complained of lower abdominal cramps. TM III complained of lower back pain. The birthing process proceeded normally. During the second postpartum visit there were no complaints. In providing birth control midwifery care, the mother has been given counseling and decided to use 3-monthly birth control injections at the community health center after giving birth. Continuous midwifery care (continuity of care) then always applies midwifery management, maintains and binds competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan,  nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berenana yang menghubungkan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan – kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik  pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purosive yang artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 30 oktober 2023 sampai dengan tanggal 16 juni 2024 asuahan kebidanan yang diberikan pada Ny.MDN yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 4 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali, persalinan dan KB dilakukan di puskesmas. Pada Ny.MDN proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM 1 ibu mengeluh kram perut bagian bawah. TM III mengeluh nyeri pingang. Proses persalinan berjalan dengan normal. Pada masa nifas kujungan ke 2 tidak ada keluhan. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu tela diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB suntikan 3 bulanan di puskesmas setelah melahirkan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahanakan dan mengikatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Penyuluhan Jenis Terapi Komplementer pada Ibu dan Anak sebagai Alternatif Pengobatan Non Farmakologis Siti Waslikhah; Nurhayati; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alternative complementary medicine is non-conventional medicine aimed at improving the level of public health, including promotive, curative, preventive and rehabilitative efforts. Public health can be improved by providing information about health through outreach activities. This research aims to provide education about types of complementary therapy as an alternative non- pharmacological treatment for mothers and children at the Pratama Noah Arofah Clinic. The complementary therapies discussed include various methods such as hypnobirthing, prenatal massage, oxytocin massage and baby messages, which can provide health benefits for pregnant women and children without having to rely on conventional medicines. It is hoped that this education will increase participants' knowledge and awareness of the various therapy options available, so that they can make better decisions regarding their and their families' health. The results of this outreach show an increase in participants' understanding of the benefits and practical applications of complementary therapies. Thus, it is hoped that these methods can be integrated into daily health care to improve the quality of life of mothers and children. This community service activity involves health workers, especially Pratama Clinic Midwife Noah Arofah and mothers who have experienced the transition from the pregnancy stage to the birth stage. Community service activities were carried out at the Pratama Noah Arofah Clinic in May – June 2024. Participants in this outreach event included 15 pregnant women and mothers with toddlers. Activities are carried out in stages (1) Explain the purpose of the activity; (2) Providing education about complementary therapies and their benefits for maternal health. The results of this study show that parents' knowledge about alternative medicine, namely complementary therapy, has increased before and after the counseling was carried out. After participating in this activity, parents will carry out this activity at home and if they are pregnant/postpartum if there is a pregnancy class, the counseling participants agree to visit there regularly.   Abstrak Pengobatan komplementer alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, kuratif, preventif dan rehabilitatif. Kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi pada tentang kesehatan melalui kegiatan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang jenis terapi komplementer sebagai alternatif pengobatan non farmakologis pada ibu dan anak di Klinik Pratama Noah Arofah. Terapi komplementer yang dibahas meliputi berbagai metode seperti hypnobirthing, prenatal massage, pijat oksitosin dan baby message, yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak tanpa harus bergantung pada obat-obatan konvensional. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang berbagai pilihan terapi yang tersedia, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait kesehatan mereka dan keluarga. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat dan aplikasi praktis dari terapi komplementer. Dengan demikian, diharapkan metode- metode ini dapat diintegrasikan ke dalam perawatan kesehatan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan tenaga kesehatan terutama Bidan Klinik Pratama Noah Arofah dan ibu yang telah mengalami transisi dari tahap kehamilan sampai ke tahap melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Klinik Pratama Noah Arofah pada bulan Mei – Juni 2024. Peserta dalam acara penyuluhan ini mencakup 15 orang ibu hamil dan ibu yang punya balita. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap (1) Menjelaskan tujuan kegiatan; (2)Memberikan edukasi mengenai terapi komplementer dan manfaatnya bagi kesehatan ibu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang pengobatan alternatif yaitu tentang terapi komplementer mengalami peningkatan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Setelah mengikuti kegiatan ini, orang tua akan melakukan kegiatan ini di rumah dan jika dalam kondisi hamil/nifas apabila ada kelas hamil, peserta penyuluhan setuju untuk berkunjung ke sana secara rutin.
Edukasi Pijat Commond Cold pada Balita sebagai Upaya Mengurangi Gejala Flu dan Batuk Emi Rafita Sari; Zahrotussalamah; Rini Susanti; Ari Widiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage is touch therapy from the masseuse's hands to a person's skin using certain movement techniques. Baby massage is health care in the form of touch therapy with certain techniques given to babies so that treatment and therapy can be achieved. One of the purposes of baby massage is to relieve colds/flu that occurs in children. The common cold (commond cold) is an upper respiratory tract infection that most often occurs in babies and children. Parents often look for ways to relieve cold symptoms in their babies, other than medication. One way you can try is baby massage. Baby massage has many benefits, including helping relieve nasal congestion, coughing, and improving sleep quality. Mothers lack knowledge regarding how to deal with flu symptoms by massaging babies, therefore this service activity was carried out in the Flamboyan toddler mother class in Tengaran Village to increase mothers' knowledge about baby massage as a common cold therapy. Participants were 10 mothers who had babies/toddlers at the toddler class activity on June 8 2024. The activity consists of 3 stages, namely presentation of material, demonstration and evaluation. The methods used are lectures, discussions and demonstrations. The evaluation results show an increase in knowledge from an average of 50% (pretest) to 80% (posttest). It is hoped that mothers can practice massage for their babies/toddlers who have a cold.   Abstrak Pijat merupakan terapi sentuhan dari tangan pemijat kepada kulit seorang dengan Teknik-teknik Gerakan tertentu. Pijat bayi merupakan perawatan Kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga pengobatan dan terapi dapat tercapai. Salah satu tujuan pijat bayi adalah untuk meredakan pilek/flu yang terjadi pada anak. Pilek biasa (commond cold) merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Orangtua seringkali mencari cara untuk meredakan gejala pilek pada bayinya, selain dengan obat-obatan. Salah satu  cara yang dapat dicoba adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi memiliki banyak manfaat, termasuk membantu meredakan hidung tersumbat, batuk, dan meningkatkan kualitas tidur. Kurangnya pengetahuan ibu terkait cara mengatasi gejala flu dengan memijat bayi, dengan demikian kegiatan pengabdian ini dilakukan di kelas ibu balita Flamboyan Desa Tengaran untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebagai terapi commond cold. Peserta adalah ibu yang mempunyai bayi/balita pada kegiatan kelas balita tanggal 8 Juni 2024 sejumlah 10 orang. Kegiatan terdiri 3 tahap yaitu pemamaparan materi, dmonstrasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 50% (pretest) meningkat menjadi 80% (posttest). Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi/ balitanya mengalami flu.
POLEMIK TERMINOLOGI KAJIAN ISLAM ANTARA ISLAMIC APOLOGETICS DAN ISLAMIC STUDIES PERSPEKTIF MAJID DANESHGAR Afifah, Farida Nur; Rini Susanti
EL-ADABI : Jurnal Studi Islam Vol 3 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM STAI Nida El-Adabi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59166/el-adabi.v3i1.208

Abstract

Islamic studies which are mostly carried out by Muslim academies, are apparently considered apologetic by Majid Daneshgar. According to Daneshgar, Islamic apologetics refer to a set of scholarly approaches and practices rooted in Muslim academies around the world that effectively protect Muslims from critical thinking about Islam and the koran. Through qualitative methods using literature study. This paper will analyze and criticize Daneshgar’s thinking using Jarl Manheim’s theory of the sociology of knowledge. The results of this research found two important points.  First, Daneshgar's thesis on the apologetics of Islamic studies in the Muslim academic environment cannot be separated from Majid Daneshgar's socio-historical construction.  How Daneshgar grew up in a Shiite tradition and was influenced by critical thoughts from Western scholars.  Second.  Daneshgar has overgeneralized Muslim academies.  Daneshgar only focuses on apologetic studies and ignores critical studies conducted by Muslim academies.  The most important finding from this research is that not all Western scholars' thoughts are suitable and should be adopted by Muslims.  The dominance of Western thought will make Muslims trapped in a captive mind so that Muslims lose their own originality.
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Konstipasi di Panti Asuhan Manarur Mabrur: Caregivers' Knowledge About Constipation Massage At Manarur Mabrur Orphanage Rika Aprillia; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.435

Abstract

Functional constipation is a common clinical condition and digestive disorder with a high global prevalence. There are different approaches to treating constipation in babies. Although some pharmacological approaches involve the use of laxatives, non-pharmacological approaches are recommended to increase safety, one of which is constipation massage. The lack of knowledge of caregivers regarding treating constipation using baby massage is due to the fact that there has never been any education and training on baby massage given to the orphanage. So the treatment carried out by caregivers when a baby experiences constipation is by giving laxatives. Excessive use of laxatives, enemas, or suppositories can worsen constipation and even cause constipation that is difficult to treat without laxatives. This research method is quantitative descriptive research using non-probability sampling techniques. The population and sample used were all 12 caregivers. The data analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the caregivers' knowledge about constipation massage had insufficient knowledge, namely 10 people (83.3%). The majority who did not know about baby massage techniques in statement number 17 were 11 respondents (91.7%). This is due to the lack of information received about massage for constipated babies, especially from health workers. The second culture is that if a baby experiences constipation, the caregiver will immediately give him a laxative.   ABSTRAK Konstipasi fungsional adalah kondisi klinis umum dan gangguan pencernaan dengan prevelensi global yang tinggi. Ada pendekatan berbeda untuk mengatasi sembelit pada bayi. Meskipun beberapa pendekatan farmakologis melibatkan penggunaan obat pencahar, pendekatan non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satunya yaitu dengan pijat konstipasi. Kurangnya pengetahuan pengasuh terkait penanganan konstipasi menggunakan pijat bayi dikarenakan belum pernah dilakukannya edukasi serta pelatihan pijat bayi yang diberikan ke panti. Sehingga penanganan yang dilakukan pengasuh saat bayi mengalami konstipasi yaitu dengan memberikan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar, enema, atau supositoria yang berlebihan dapat memperburuk sembelit dan bahkan menyebabkan sembelit yang sulit diatasi tanpa obat pencahar. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh pengasuh sebanyak 12 orang. Anasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan pengasuh tentang pijat konstipasi sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (83,3%). Yang didominasi tidak mengetahui tentang teknik pijat bayi pada pernyataan pada nomor 17 sebanyak 11 responden (91,7%). Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pijat bayi konstipasi yang diterima khususnya dari petugas kesehatan. Yang kedua budaya apabila ada bayi yang mengalami konstipasi pengasuh akan langsung memberikan obat pencahar.
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Bayi Sehat di Panti Asuhan Manarur Mabrur: Caregivers' Knowledge About Healthy Baby Massage at Manarur Mabrur Orphanage Diah Ayu Ningsih; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.436

Abstract

Healthy baby massage is also known as touch stimulation or touch therapy. Moreover, this baby massage is a way for parents to express their affection to their child through skin touch, this touch has a huge impact on the physical, emotional, and developmental development of the child. For orphanage caregivers, knowledge of the correct healthy baby massage is very important. Most of those cared for at the Manarur Mabrur Orphanage are 33 toddlers (55.0%). The purpose of this study is to find out the level of knowledge of caregivers about healthy baby massage at the Manarur Mabrur Orphanage. This research was conducted using a quantitative descriptive method in September 2023. This study involved 12 caregivers of infants and toddlers. This study uses a non-probability sampling method  with a saturated sample. This study used a questionnaire sheet containing 25 statements about healthy baby massage. The univariate analysis method was used to analyze the data. The results showed that of the 12 people who responded, 10 (83.3%) had enough knowledge about healthy baby massage, and 2 (16.7%) had less knowledge. This research is expected to serve as a reference for future researchers to engage more diverse populations and locations, including from various socioeconomic and cultural backgrounds. This will help understand the variation in knowledge about baby massage in different places.   ABSTRAK Pijat bayi yang sehat juga dikenal sebagai stimulasi sentuh atau terapi sentuh. Selain itu, pijat bayi ini adalah cara orang tua mengungkapkan kasih sayang mereka kepada anak mereka melalui sentuhan kulit, sentuhan ini berdampak besar pada perkembangan fisik, emosional, dan perkembangan anak. Bagi para pengasuh panti asuhan pengetahuan tentang pijat bayi sehat yang benar sangat penting. Sebagian besar yang di asuh di Panti Asuhan Manarur Mabrur adalah balita sebanyak 33 balita (55,0%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengasuh tentang pijat bayi sehat di Panti Asuhan Manarur Mabrur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif pada September 2023. Penelitian ini melibatkan 12 orang pengasuh bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan metode sampling non-probability dengan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang pijat bayi sehat. Metode analisis univariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 orang yang menjawab, 10 (83,3%) memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi sehat, dan 2 (16,7%) memiliki pengetahuan kurang. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi bagi peneliti yang akan datang untuk melibatkan populasi dan lokasi yang lebih beragam, termasuk dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Ini akan membantu memahami variasi pengetahuan tentang pijat bayi di berbagai tempat.
Gambaran Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Common Cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur: Overview of Caregivers' Knowledge About Common Cold Massage at Manarul Mabrur Orphanage Bela Catur Sakti Rahayu; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.437

Abstract

The most common health problems experienced by toddlers are coughs and colds caused by irritation of the respiratory tract, allergies, weakened immune systems and poor environments. Coughs and colds in children if not treated immediately can result in serious complications. Caregivers at the Manarul Mabrur Orphanage experience fluctuations, where caregivers drop out because they work voluntarily. Every day 5 out of 24 toddlers who live in one room experience coughs and colds. The treatment carried out by the orphanage when toddlers are sick with coughs and colds is only given telon oil or body warmers until they recover on their own because they are considered to be just common flu. Lack of knowledge of caregivers in treating coughs and colds with non-pharmacological baby massage that can be done by yourself and also saves on treatment costs causes the treatment of coughs and colds to be delayed. This study aims to determine the knowledge of caregivers regarding common cold baby massage at the Manarul Mabrur Orphanage. With the existence of non-pharmacological cough and cold treatment that can be done by yourself and also saves on treatment costs for the orphanage. The method used in this study is descriptive with a location at the Manarul Mabrur Orphanage on July 21-28, 2023. The sample in this study was the entire population taken, namely, all caregivers of the Manarul Mabrur Orphanage as many as 7 respondents who were in the orphanage when the study was conducted. The results of the study showed that most of the caregivers' educational level regarding common cold massage at the Manarul Mabrur Orphanage, most of the knowledge was lacking at the basic education level of 5 caregivers (71.4%)   ABSTRAK Gangguan kesehatan yang paling sering dialami bayi balita adalah batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya daya tahan tubuh dan lingkungan yang buruk. Batuk pilek pada anak apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memberatkan. Pengasuh di Panti Asuhan Manarul Mabrur mengalami fluktuatif, dimana pengasuh drop out karena bekerja dengan sukarela. Setiap harinya 5 dari 24 balita yang tinggal dalam satu ruangan mengalami batuk pilek. Penanganan yang dilakukan pihak panti ketika balita sakit batuk pilek hanya diberikan minyak telon atau penghangat badan sampai sembuh dengan sendirinya karna dianggap hanya flu biasa, serta kurangnya pengetahuan pengasuh dalam pengobatan batuk pilek dengan non farmakologi pijat bayi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan ini menyebabkan penganganan batuk pilek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengasuh mengenai  pijat bayi common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Dengan adanya pengobatan batuk pilek non farmakologi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan pihak panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan lokasi di Panti Asuhan Manarul Mabrur pada tanggal 21 – 28 Juli 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi yang diambil yaitu, seluruh pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur sebanyak 7 responden yang berada di panti saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian pengasuh tingkat pendidikan pengasuh tentang pijat common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur sebagian besar pengetahuan kurang pada tingkat pendidikan dasar sebanyak 5 pengasuh (71,4%)
Co-Authors -, Bqyulia100499 Abdullah, Abdul Halim Addin Arsyadana Afriani, Astri Afriyani, Luvi Dian Agung Ar Rasyid Ahmad Fauzi Akbari Alif Rahman Habibi Alrefi Alya Rahmaditya Arfan Amandha Rassya D Ana Puji Astuti Anasa Laila Wiradani Andini Hanif Anif Istianah Anissa Regita Annisa Nurul Islami Antoni Apriana Aprilani, Andy Ulmi Aprillia, Rika Ari Widiyaningsih Arna Suryani, Arna Asri Jenita Atika Purnama Sari Bela Catur Sakti Rahayu Cahya, Putri Calista Desy R Chichik Nirmasari datuarrang, esther Dede Maysarah Desi Apriyanti Devi Andriani Diah Ari Murti Afsari Diah Ayu Ningsih Dian mentari putri Dinda Aldila Dwi Koernia Putri Dwiyanti, Feni Eko Mardiyaningsih Emi Rafita Sari Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas Erwin Indrioko Fareza Januwarti Farida Nur Afifah, Farida Nur Finoria Vitoria Firriantin Ayu Widiyanti Fitra Syawal Harahap Fitria Fitria Hadi Wijoyo Hanafi, Nurul Hazreen Hapsari Windayanti Heni Setyowati Ihsanul Hadi Indawan Syahri Irma Fitrilia Irwan Mariyadi Isfaizah Isri Nasifah Jatmiko Susilo Jayawarsa, A.A. Ketut Juanna Soehardy Juliati Kartika Sari Kartika Sari Khairuddin, Nur Khairina KHOLIFAH Lili Miwirdi Lisdayani, Lisdayani Mahani Mokhtar Maria Matihlda H. Bere Rin Marrusia Inna Mazid, Sukron Melisa Fitri Meri Padila Meri Ulfa Nely Mila Cholilah Mila Elvi Ekayanti Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah Muhammad Alqamari Mukhtar Yusuf Muspitarini Nabila Syafira Nanda Azabi Naning Dianasari Ninick Corea Fernandez Nira Andayani Novi Udhiyana NOVITASARI Nur Ahid Nurhayati Nurliyana Nurmilah Puji Astutik Putri Ayuni Sari Putri Cahya Rambu Anggi Hunga Meha Ratnasari Reynaldi Dwi Gustiansyah Ria Julita Sari Rifdatul Husna Rika Aprillia Rika Irawan Risnawati Risnawati Risnawati Rizka Fauza Rusdani Rusdani Rusdani Sari, Putri Mustika Sekar Sari Annasiyah Selfa Gita Febrisari Selvia Ananda Wandi Setyowati Shinta Trimulya Sholihun Hakim Silvia Nora, Silvia Sirlia Salsabila Bren Siti Aisah Siti Haryani Siti Musarofah Siti Permata Pricilla Siti Waslikhah Sofiyanti, Ida Sovia Puspita Anggraeni Suci Astriani Sudarianti Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah Suryani Suryani Tiara Julianti Udhiyana, Novi Umi Nurlistiani UntungKhoiruddin Wahyu Perdana Widayati Widya Wahyu Utami Wilisa Apriana Windy Della Sari Wiwit Vanora Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yuliarni Yunita Adriani Yusup Dibisono Zahrotussalamah Zaikar Faisal Zakaria, Mohamad Ikram Zengga Zengga