Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 30 Tahun G2P1A0 di Praktik Mandiri Bidan Sri Harti Banyubiru Puji Astutik; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. AKI describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that care is provided comprehensive to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). The aim of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. A at PMB Sri Harti Banyubiru  with a descriptive approach by taking anamnesis and observing patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and when selecting contraceptives and documenting the use of SOAP. Meanwhile, health services for children are carried out when new babies are born, neonate visits and counseling on how to care for the umbilical cord and exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of units. single. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. A is from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn until the mother uses contraception, that is, it occurs physiologically and there are no complications. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. A is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Tujuan dari  asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A di PMB Sri Harti Banyubiru   dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi serta mendokumentasikan menggunakan SOAP . Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lahir, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal.Hasil yang diperoleh dari pendampingan  komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. A adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas,  bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. A adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. I Umur 27 Tahun G1P0A0 di TPMB Rizkiyah S.Keb Kota Tangerang Selatan Umi Nurlistiani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), maternal mortality is death during pregnancy or within 42 days of the end of pregnancy, due to all causes related to or aggravated by the pregnancy or its management, but not due to accident/injury. The maternal mortality rate (MMR) is one of the targets of the Global Sustainable Development Goals (SDGs) in reducing the maternal mortality rate (MMR) to 70 per 100,000 live births by 2030. According to WHO, the mortality rate is 303,000 people. The maternal mortality rate (MMR) in ASEAN is 235 per 100,000 live births (ASEAN Secretariat, 2020). According to the SDKI, the MMR in Indonesia increased from 228 per 100,000 live births in 2002-2007 to 359 per 100,000 live births in 2007-2012. MMR decreased in 2012-2015 to 305 per 100,000 live births and the number of maternal deaths in Indonesia in 2019 was 4,221 cases (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in Continuity of Care (COC) to Mrs. I Age 28 Years G1P0A0 at TPMB Rizkiyah S.Keb, South Tangerang City with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing a contraceptive and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord to Exclusive Breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques used interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance through Continuity of Care (COC) on Mrs. I from pregnancy are still within normal limits, normal delivery, postpartum is physiological, newborns are normal, and Mrs. I decided to use birth control pills. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care through Continuity of Care (COC) on Mrs. I is that as health workers, especially midwives, they can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR. Suggestions for the author in carrying out pregnancy, childbirth, BBL, postpartum and family planning care are in accordance with SOP and midwifery knowledge is improved again by conducting training.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO) Kematian Ibu (Maternal Mortality) merupakan kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target Global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Menurut WHO Angka Kematian yaitu sebanyak 303.000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI AKI di Indonesia meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002-2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007-2012. AKI mengalami penurunan pada tahun 2012-2015 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian ibu di Indonesia pada tahun 2019 yaitu sebanyak 4.221 kasus. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. I Umur 28 Tahun G1P0A0 di TPMB Rizkiyah S.Keb Kota Tangerang Selatan dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lahir, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. I dari kehamilan masih dalam batas normal, persalinan normal, nifas berjalan secara fisiologis, bayi baru lahir normal, dan Ny. I memutuskan untuk menggunakan KB Pil. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. I adalah sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB. Saran buat penulis dalam melakukan asuhan kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB sesuai dengan SOP dan ditingkatkan kembali ilmu kebidanan dengan melakukan pelatihan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. F Usia 28 Tahun Aisah, Siti; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Midwifery services must be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and delivery until the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. Objective to provide comprehensive midwifery care to Mrs F (Continuity of Care) covering pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning.Method in this research the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in October 2023, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on  Mrs.F from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs.F aged 28 years G1P0A0 gestational age 39 weeks no problems found, Delivery of Mrs. F was carried out at the clinic labor, amniotic fluid leaking. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal. Mrs.F decided to injections for 3 months birth control.   Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny F secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Oktober 2024 Penyajian data menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny F dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. F  usia 28 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu tidak ditemukan masalah , Persalinan pada Ny. F  dilakukan di Puskesmas. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. F memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan.
HUBUNGAN SIDIK BIBIR DAN TUNGKAI ATAS DENGAN JENIS KELAMIN PADA SUKU MINANG IKATAN KELUARGA SUMATERA BARAT (IKSB) KOTA BATAM Rusdani; Rini Susanti
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 12 No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forensic identification is important to know about people identity like gender. Cheiloscopy is forensic investigation technique based on pattern lip print. Personal identification of based on human bone findings is so important on anthropology. one of it is the length of femur because femur length can be relied to determine human gender.The methode of this research was observational analytic and the number of population was 96 people of minang ethnic group, 48 men and 48 women above 20 years old. Took their lip print by using lipstick methode. After that classified their lip print based on Suzuki-Tsuchihashi and measured their femur length by using left leg.The result showed that Type II men was dominant (37,5%, 47,9%, 35,4%, and 33,3%). In the women side Type I was dominant in quadrant I, III, and IV (29,2%, 45,8%, and 43,8%¬) and Type IV was dominant in quadran II (39,6%). The statistic tested using Chi square alternative test which is Kolmogorov-Smirnov test was P≤0,05 in quadrant II, III, and IV, P≥0,05 in quadrant I. In the other hand for the length of femur, the average of it was men (42,02 cm) longer than women (38,60 cm). When tested with Mann Whitney test got a significant value P≤0,05.Lip print be able to identify personal and gender identification because the unique individual characteristic. And the length of femur be able to identify gender because there was a differentiation on the average between men and women
The Impact of Ethnomathematics Activities Using Zapin and Kuda Kepang Dances on Students' Academic Achievement and Appreciation of Isometric Transformations Abdullah, Abdul Halim; Zakaria, Mohamad Ikram; Mokhtar, Mahani; Khairuddin, Nur Khairina; Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah; Hanafi, Nurul Hazreen; Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah; Syahri, Indawan; Antoni; Apriana; Rini Susanti; Yuliarni
Mathematics Education Journal Vol. 19 No. 2 (2025): Mathematics Education Journal
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/mej.v19i2.pp299-322

Abstract

Cultural integration in education has emerged as a powerful tool for enhancing student engagement and learning outcomes. However, the specific impact of cultural integration on mathematics education, particularly in relation to students' academic achievement and their appreciation of mathematical beauty, has not been thoroughly examined. This study explores the effects of a teaching module that integrates Zapin and Kuda Kepang dances with isometric transformations on these outcomes. Using a quasi-experimental design, the research involved 60 Form Two students from Johor Bahru, divided into treatment and control groups. The module was implemented over five weeks, with data collected through academic performance tests, questionnaires, and semi-structured interviews. Independent t-tests and Mann-Whitney U tests (conducted using SPSS version 21) revealed significant improvements in academic achievement and appreciation of mathematical beauty among students in the treatment group. Thematic analysis of interview data further revealed increased motivation, interest, and emotional connection to mathematics. These findings highlight the potential of integrating cultural elements into mathematics education to foster deeper engagement and academic success, emphasizing the need for innovative teaching approaches in secondary education.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Jatmiko Susilo; Rini Susanti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3891

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) tend to increase every year and the highest number of deaths are cardiovascular disease (CVD), cancer, respiratory disease and diabetes. The prevalence of NCDs is still high in Indonesia due to unhealthy lifestyles, which are actually preventable diseases. This service aims to provide an understanding of NCDs and to reduce prevalence by understanding risk factors through counseling or communication, information and education (CIE) among women at homestead RT01 RW03, Candirejo Village, West Ungaran, Semarang Regency. CIE is carried out using audiovisual aids and holding discussion sessions. To evaluate knowledge, a pre-test and post-test were carried out.  The results of NCDs knowledge showed a significant increase (p= 0,779). Having a discussion is an indication that the participants have high concern. CIE is a communication strategy to encourage sustainable behavior change and is a key component of community development, increasing awareness, and providing a positive impact on knowledge, attitudes and behavior. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) cenderung meningkat setiap tahunnya dengan jumlah kematian tertinggi merupakan penyakit kardiovaskular (PKV), kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes. Prevalensi PTM masih tinggi di Indonesia disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, yang sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang PTM dan untuk menurunkan prevalensi dengan memahami faktor resiko melalui penyuluhan atau komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada ibu dasa wisma RT01 RW03 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kebupaten Semarang. KIE dilakukan menggunakan alat bantu audiovisual dan dilakukan sesi diskusi. Untuk mengevaluasi pemahaman dilakukan pre-test dan post-test. Hasil pemahaman tentang PTM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p= 0,779). Adanya diskusi merupakan salah satu indikasi bahwa peserta memiliki kepedulian yang tinggi. KIE merupakan strategi komunikasi untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dan merupakan komponen kunci pengembangan masyarakat, meningkatkan kesadaran, serta  memberikan dampak positif pada pengetahuan, sikap, dan perilaku.
INTEGRASI KURIKULUM UMUM DAN ENTERPENEURSHIP DALAM SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN MODERN (STUDI KASUS DI POMOSDA TANJUNGANOM NGANJUK) Rini susanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk integrasi antara kurikulum pendidikan umum dan pendidikan entrepreneurship dalam sistem pendidikan pesantren modern, dengan studi kasus di Pesantren Modern Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA) Tanjunganom, Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POMOSDA menerapkan integrasi kurikulum secara tematik dan kontekstual, dengan menyatukan pelajaran umum seperti Matematika, IPA, Bahasa, dan IPS dengan pembelajaran kewirausahaan dalam bentuk praktik langsung. Santri tidak hanya belajar secara teoritis di kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan usaha seperti pertanian organik, pengolahan limbah menjadi produk ekspor, produksi kerajinan tangan, hingga pelatihan teknologi digital yang dibimbing oleh mahasiswa STT POMOSDA. Model integrasi ini dilakukan melalui strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), kolaborasi lintas mata pelajaran, serta pelibatan langsung dalam unit usaha pesantren. Integrasi ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang mandiri, kreatif, dan memiliki jiwa wirausaha, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai spiritual khas pesantren.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny ‘N’ Usia 38 Tahun di Klinik Aria Medistra Kabupaten Semarang Diah Ari Murti Afsari; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the digital recording system of Maternal Perinatal Death Notification data, Central Java is included in the 3 provinces with the highest MMR. Therefore, innovation and acceleration strategies are needed to achieve the expected target. The purpose of this case study is to provide comprehensive midwifery care to Mrs. 'N' who is 38 years old. Care is provided with a continuity of care approach according to midwifery service standards starting from pregnancy, childbirth, postpartum period, BBL care, to family planning services. The care method applied is descriptive, with a Case study approach. The implementation of care was carried out during the period from November 2024 to April 2025. Data collection techniques include primary and secondary data. Primary data was collected through physical and supporting examinations, interviews, and direct observation while secondary data was from the maternal and child health book (KIA). During pregnancy, Mrs. "N" underwent a physiological pregnancy with regular monitoring which showed fetal development and maternal condition within normal limits. The labor process took place spontaneously, with active phase I pain management through effleurage massage. The baby was born healthy and had a normal APGAR score. The newborn received complete initial care and growth and development monitoring through neonatal visits. No neonatal danger signs were found. During the postpartum period, the mother showed no complications, and all postpartum visits were carried out according to standards. The mother chose to use the IUD contraceptive method as postpartum birth control. This choice was based on the desire for exclusive breastfeeding and the need for safe long-term contraception.   Abstrak Berdasarkan sistem pencatatan secara digital data kematian Maternal Perinatal Death Notification, Jawa Tengah termasuk dalam  3 provinsi dengan AKI terbanyak. Untuk itu diperlukan inovasi dan strategi percepatan agar dapat mencapai target yang diharapkan.  Tujuan dari studi kasus ini ialah memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh  kepada Ny. ‘N’ yang berusia 38 tahun. Asuhan diberikan dengan pendekatan continuity of care sesuai standar pelayanan kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan BBL, hingga pelayanan KB. Metode asuhan yang diterapkan ialah deskriptif, dengan pendekatan  Case study (studi kasus). Pelaksanaan asuhan dilakukan selama periode November 2024 hingga April 2025. Teknik pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, wawancara, dan observasi langsung sedangkan data sekunder dari buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Selama masa kehamilan, Ny. “N” menjalani kehamilan fisiologis dengan pemantauan teratur yang menunjukkan perkembangan janin dan kondisi ibu dalam batas normal. Proses persalinan berlangsung secara spontan, dengan penatalaksanaan nyeri kala I fase aktif melalui massage effleurage. Bayi lahir dalam kondisi sehat dan nilai APGAR normal. Bayi baru lahir mendapat perawatan awal yang lengkap serta pemantauan tumbuh kembang melalui kunjungan neonatus. Tidak ditemukan tanda bahaya neonatal. Pada masa nifas, ibu menunjukkan tidak terdapat komplikasi, dan seluruh kunjungan nifas dilaksanakan sesuai standar. Ibu memilih untuk menggunakan metode kontrasepsi IUD sebagai KB pascasalin. Pemilihan ini didasarkan pada keinginan untuk menyusui eksklusif dan kebutuhan akan kontrasepsi jangka panjang yang aman.
Penyuluhan Akupressur Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Puskesmas Bojong II Kabupaten Pekalongan Eni Trisniningtyas; Naning Dianasari; Mila Cholilah; Kholifah; Endang Kartiasih; Nurmilah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a dynamic phase of development in a person's life. One of the biological signs of adolescence is the start of menstruation which begins between the ages of 10 and 16 years. Menstruation is a physiological thing that happens to every woman. However, in reality, many women experience menstrual problems, including menstrual pain/ dysmenorrhea. Menstrual pain/ dysmenorrhea is a gynecological complaint due to an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain. The purpose of this community service is to provide counseling and training on Acupressure to reduce dysmenorrhea pain. This community service activity will be divided into 3 stages of activity, the first is planning, the second is counseling and practicum, and the third is evaluation. Participants in the dysmenorrhea acupressure counseling are adolescent girls. They are the main target because they often experience menstrual pain or dysmenorrhea, which can interfere with daily activities. Acupressure counseling aims to provide knowledge and practical skills about acupressure techniques as an alternative to relieve dysmenorrhea pain. From the results of univariate analysis before counseling was given to 17 respondents, there were 11 respondents who had knowledge in the poor category, after counseling, the results were obtained from 17 respondents, 16 respondents had good knowledge and 1 respondent had knowledge in the poor category. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan Akupresur untuk mengurangi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yang pertama perencanaan, kedua penyuluhan dan praktikum yang ketiga evaluasi. Peserta penyuluhan akupresur dismenore adalah remaja putri. Mereka menjadi target utama karena sering mengalami nyeri haid atau dismenorea, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyuluhan akupresur bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik akupresur sebagai alternatif untuk meredakan nyeri dismenore. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 17 responden terdapat 11 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 17 responden sebanyak 16 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.D Umur 22 Tahun G1P0A0 di PMB Minarti Pringapus Wilisa Apriana; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning (KB). This aims to assist, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses KB. The method of midwifery care at PMB Minarti is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "D" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate, to KB with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonates. The method in this study uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examinations and this study started from the month Desember-Mei 2025 research instrument using SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. D from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns and neonates. It was found that Mrs. D was 22 years old G1P0A0 with a gestational age of 24 weeks. Mrs. D's delivery took place at PMB, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal, and Mrs. D decided to use the KB Implant. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga bersencana (KB). Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi  yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Minarti melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “D” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai dari bulan Desember-Mei 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. D dari kehamilan trimester II, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. D umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 24 minggu. Persalinan pada Ny. D berlangsung di PMB, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. D memutuskan untuk menggunakan KB Implan. Kesimpulan dari penelitian ini telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada ibu hamil, persalinan, nifas, bbl, dan kb dari semua asuhan yang diberikan tidak ada permasalahan dan semua sesuai dengan yang dibutuhkan ibu, saran untuk profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Co-Authors -, Bqyulia100499 Abdullah, Abdul Halim Addin Arsyadana Afriani, Astri Afriyani, Luvi Dian Agung Ar Rasyid Ahmad Fauzi Akbari Alif Rahman Habibi Alrefi Alya Rahmaditya Arfan Amandha Rassya D Ana Puji Astuti Anasa Laila Wiradani Andini Hanif Anif Istianah Anissa Regita Antoni Apriana Aprilani, Andy Ulmi Aprillia, Rika Ari Widiyaningsih Arna Suryani, Arna Asri Jenita Atika Purnama Sari Bela Catur Sakti Rahayu Cahya, Putri Calista Desy R Chichik Nirmasari datuarrang, esther Dede Maysarah Diah Ari Murti Afsari Diah Ayu Ningsih Dwiyanti, Feni Eko Mardiyaningsih Emi Rafita Sari Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas Erwin Indrioko Farida Nur Afifah, Farida Nur Finoria Vitoria Firriantin Ayu Widiyanti Fitra Syawal Harahap Fitria Fitria Hadi Wijoyo Hanafi, Nurul Hazreen Hapsari Windayanti Heni Setyowati Ihsanul Hadi Indawan Syahri Irma Fitrilia Isfaizah Isri Nasifah Jatmiko Susilo Jayawarsa, A.A. Ketut Juanna Soehardy Kartika Sari Kartika Sari Khairuddin, Nur Khairina KHOLIFAH Lili Miwirdi Lisdayani, Lisdayani Mahani Mokhtar Maria Matihlda H. Bere Rin Marrusia Inna Mazid, Sukron Meri Ulfa Nely Mila Cholilah Mila Elvi Ekayanti Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah Muhammad Alqamari Mukhtar Yusuf Muspitarini Nanda Azabi Naning Dianasari Ninick Corea Fernandez Novi Udhiyana Nur Ahid Nurhayati Nurliyana Nurmilah Puji Astutik Putri Ayuni Sari Putri Cahya Rambu Anggi Hunga Meha Reynaldi Dwi Gustiansyah Ria Julita Sari Rifdatul Husna Rika Aprillia Rika Irawan Risnawati Risnawati Risnawati Rizka Fauza Rusdani Rusdani Rusdani Sari, Putri Mustika Sekar Sari Annasiyah Selfa Gita Febrisari Selvia Ananda Wandi Setyowati Sholihun Hakim Silvia Nora, Silvia Siti Aisah Siti Haryani Siti Musarofah Siti Permata Pricilla Siti Waslikhah Sofiyanti, Ida Sovia Puspita Anggraeni Suci Astriani Sudarianti Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah Suryani Suryani Tiara Julianti Udhiyana, Novi Umi Nurlistiani UntungKhoiruddin Widayati Widya Wahyu Utami Wilisa Apriana Windy Della Sari Wiwit Vanora Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yuliarni Yusup Dibisono Zahrotussalamah Zakaria, Mohamad Ikram Zengga Zengga