Claim Missing Document
Check
Articles

Jus Jambu Merah sebagai Alternatif untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri yang Mengalami Anemia di Pondok Pesantren An Nur: Red Guava Juice As an Alternative to Increase Hemoglobin Levels in Teenage Girls With Anemia at An Nur Islamic Boarding School Sari, Kartika; Rini Susanti; Jatmiko Susilo; Isfaizah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4450

Abstract

Anemia causes a reduction in the number of red blood cells or the amount of hemoglobin in red blood cells, so the blood cannot carry the amount of oxygen the body needs. Anemia is generally characterized by low hemoglobin levels below normal, reducing the body's physiological needs. Despite the program's implementation, adolescent girls still suffer from anemia. They rarely consume iron tablets because the smell of iron often causes nausea and vomiting. Red guava is a healthy and safe alternative for increasing hemoglobin levels in adolescents with anemia. Consuming red guava is a healthy and safe alternative for preventing and treating anemia through non-pharmacological means. This research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were 15 adolescent girls with anemia at the An Nur Islamic boarding school. All respondents who participated in the study experienced an increase in Hb levels (14 of them) (100%). The results showed that the average Hb before treatment was 10.8 g/dL and the average Hb after treatment was 14.7 g/dL, resulting in an average increase in Hb of 3.9 g/dL. Further data analysis using a paired t-test (p-value = 0.000) revealed a significant difference in hemoglobin levels before and after consuming red guava juice. This demonstrates that consuming red guava juice increases hemoglobin levels. It is hoped that the use of red guava juice can be further promoted to reduce anemia among adolescents.   Abstrak Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Anemia umumnya ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dibawah nilai normal sehingga pemenuhan kebutuhan fisiologis tubuh menjadi berkurang.  Meskipun program sudah dilaksanakan, akan tetapi masih saja ditemukan remaja putri yang mengalami anemia. Mereka jarang mengkonsumsi tablet Fe tersebut karena sering menimbulkan mual dan muntah karena bau besi. Jambu merah untuk peningkatan kadar hemoglobin pada remaja yang mengalami anemia dan merupakan terobosan sehat dan aman sebagai salah satu upaya lain untuk alternatif mencegah serta mengatasi anemia secara non farmakologis yaitu dengan mengkonsumsi jambu merah. Metode penelitian ini adalah Pre- eksperimental dengan rancangan one grup pretest post test. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 remaja putri yang mengalami anemia di pondol pesantren An Nur. Seluruh responden yang mengikuti proses penelitian mengalami peningkatan kadar HB 14 orang (100%). Dan didapatkan hasil bahwa rerata Hb sebelum perlakuan 10,8 g/dL dan rerata Hb sesudah perlakuan 14,7 g/dL sehingga rerata peningkatan Hb adalah 3,9 g/dL. Data  selanjutnya  dianilisa  dengan  Paired  T  Test (p-value = 0,000)  menunjukkan  terdapat  perbedaan  signifikan  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus jambu biji merah. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi jus jambu merah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Diharapkan penggunaan jus jambu merah bisa lebih di galakkan lagi sehingga penderita anemia pada remaja dapat berkurang.
Mengoptimalkan Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Studi Kasus di Taman Kanak-Kanak di Wilayah Aceh Ahmad Fauzi; Rini Susanti
TIFLUN : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Pola Intan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/tiflun.v1i1.76

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun dasar perkembangan anak secara holistik. Dalam konteks ini, pembelajaran berbasis permainan telah menjadi pendekatan yang semakin diakui karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak usia dini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan penerapan pembelajaran berbasis permainan di Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan staf TK, serta studi dokumentasi terkait kurikulum dan kegiatan pembelajaran berbasis permainan yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan di TK di wilayah Aceh memberikan dampak positif pada perkembangan anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam proses belajar dan secara aktif terlibat dalam berbagai aktivitas permainan yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran. Pembelajaran berbasis permainan juga telah membantu dalam membangun keterampilan sosial, kreativitas, dan motorik halus serta kasar pada anak-anak. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapan pembelajaran berbasis permainan, seperti kurangnya sumber daya dan fasilitas yang memadai, serta kurangnya pemahaman dan pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan metode ini dengan efektif. Oleh karena itu, disarankan adanya dukungan yang lebih baik dari pemerintah dan lembaga terkait dalam penyediaan sumber daya dan pelatihan bagi guru, sehingga pembelajaran berbasis permainan dapat dioptimalkan dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah Aceh.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit dalam Upaya Mengurangi Resiko Anemia pada Ibu PKK Kelurahan Candirejo Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4433

Abstract

Anemia is a condition in which the hemoglobin (Hb) level in the blood is lower than normal as a result of a deficiency of one or more essential nutrients. Currently, anemia is one of the most common and difficult nutritional problems throughout the world, both in developing and developed countries. Anemia can be experienced by all age groups, especially teenagers. Beetroot can help overcome anemia because it contains iron, vitamin C, and folic acid needed for the formation of red blood cells. The benefits of beetroot for anemia include: helping to increase hemoglobin levels in the blood, maintaining health, normalizing low blood pressure, preventing inflammation of blood vessels, preventing birth defects, preventing hypertension and stroke, cleansing the intestines, reducing kidney stones, improving menstrual problems. How to consume beetroot: Drink beetroot juice once a day as much as 250ml, for 7 days to overcome anemia. It can also be combined with beetroot and honey. The goal is to increase knowledge about anemia and the benefits of beetroot. The PKM program implementation method uses a participatory approach, meaning that fostered partners will be actively involved in every stage and coaching activity that will be carried out through health education which is then continued with the implementation of daily habits by mothers and families. To analyze the level of participant understanding, pre- and post-test questionnaires were used. The pre-test results showed that 12 mothers (60%) had poor knowledge and 8 mothers (40%) had good knowledge. The post-test results showed that the majority of mothers had good knowledge, 15 mothers (75%) had good knowledge and 5 mothers (25%) had poor knowledge. The implementation of this PKM activity was very effective and beneficial in increasing the knowledge and understanding of PKK mothers about anemia and its management. ABSTRAK Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal sebagai akibat dari kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial. Saat ini anemia merupakan salah satu masalah gizi yang paling umum dan sulit diatasi di seluruh dunia baik negara berkembang maupun negara maju. Kejadian anemia dapat dialami oleh semua kelompok umur terutama remaja. Buah bit dapat membantu mengatasi anemia karena mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Manfaat buah bit untuk anemia antara lain : membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah, menjaga Kesehatan, menormalkan tekanan darah rendah, mencegah peradangan pembuluh darah, mencegah cacat lahir, mencegah hipertensi dan stroke, membersihkan usus, mengurangi batu ginjal, memperbaiki masalah menstruasi. Cara mengonsumsi buah bit yaitu Minum jus buah bit 1 kali/ hari sebanyak 250ml, selama 7 hari untuk mengatasi terjadinya anemia. Bisa juga dikombinasikan buah bit dan madu. Meskipun Buah Bit berpotensi, pengetahuan WUS tentang pemanfaatan dan pengolahan Buah Bit sebagai penambah darah masih minim di wilayah mitra. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan tentang  anemia dan  pemanfaatan buah Bit. Metode pelaksanaan program PKM dengan metode pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang akan dilakukan melalui pendidikan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan penerapan kebiasaan sehari-hari oleh ibu serta keluarga. Untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta digunakan kuesioner pre dan post test. Hasil pre test di dapatkan hasil bahwa 12 orang ibu (60%) memiliki pengetahuan yang kurang dan 8 orang ibu (40%) memiliki pengetahuan baik sedangkan hasil post test didapatkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 orang (75%) dan  5 orang ibu (25 %) memiliki pengetahuan kurang. Penyelenggaraan kegiatan PKM ini sangat efektif dan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu PKK  tentang anemia dan penatalaksanaannya
Edukasi Kesehatan Preventif sebagai Strategi Pencegahan Kenakalan Remaja di Lingkungan Pendidikan Menengah Rini Susanti; Irma Fitrilia; Juanna Soehardy; Alif Rahman Habibi; Rika Irawan; Suryani Suryani
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8573

Abstract

Juvenile delinquency in secondary education environments is a multidimensional problem that includes violent behavior, bullying, and risky sexual behavior, which impacts adolescents' psychosocial development and the school climate. This study aims to analyze the role of preventive health education as a strategy to prevent juvenile delinquency in secondary education settings. The study uses a descriptive qualitative design with a contextual approach, conducted at a secondary school in an urban area. The research subjects include students, teachers, and guidance counselors directly involved in preventive health education activities. Data collection techniques were carried out through observation, semi-structured interviews, and document studies, while data analysis employed thematic analysis with source and technique triangulation. The research results indicate that preventive health education conducted through counseling and interactive discussions can increase adolescents' understanding of the concepts of violence, bullying, and the risks of risky sexual behavior. Students showed increased awareness of healthy behavioral boundaries, openness in discussions, and active participation during activities. Teachers and counselors assessed that preventive health education helps in efforts to prevent adolescent problems in schools. This study concludes that preventive health education plays a strategic role in preventing juvenile delinquency and needs to be sustainably integrated into school programs to support healthy and adaptive adolescent development.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. E Umur 35 Tahun G4P2A1 di Desa Delik Sekar Sari Annasiyah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers and children are family members who need to be prioritized in the implementation of health efforts. The success of maternal health efforts is seen from the MMR indicator, namely the number of maternal deaths during pregnancy, childbirth, and postpartum but not due to other causes such as accidents or falls in every 100,000 live births. Continuity of Care (COC) Midwifery Care is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning, with the existence of COC care, the development of the mother's condition at all times will be monitored well, in addition, continuous care carried out by midwives can make mothers more trusting and open because they are familiar with the care provider. COC midwifery care is one of the efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). The purpose of the study was to provide comprehensive midwifery care (continuity of care) to Mrs. E, 35 years old, G4P2A1 in Delik Village, Tuntang District, Semarang Regency. The type of method in continuity of care care used is a case study (Care Study). The data collection technique is that the author conducted a question and answer activity directly to the client, family and midwife with the aim of obtaining the necessary data, namely data from Mrs. E aged 35 years to obtain complete information. In this case study, observations were made during pregnancy, childbirth, postpartum, and newborn as well as physical examinations. The results of the study on Mrs. E aged 35 years G4P2A1 the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM III at 32 weeks of pregnancy there were complaints of discomfort in the mother in the form of back pain, however, yoga management for pregnant women has been carried out so that it can reduce the mother's complaints. The delivery process took place normally at the Anindita Clinic, while neonatal visits were carried out 3 times and postpartum visits were carried out 4 times and contraceptive care was carried out simultaneously with postpartum visits.   Abstrak Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Keberhasilan upaya kesehatan ibu, dilihat dari indikator AKI, yaitu jumlah kematian ibu selama kehamilan, persalinan, dan nifas tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana, dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baik, selain itu asuhan berkelanjutan yang dilakukan bidan dapat membuat ibu lebih percaya dan terbuka karena sudah mengenal pemberiasuhan. Asuhan kebidanan secara COC adalah salah satu upaya untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan penelitian yaitu  memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif (continuity of care) Ny. E umur 35 tahun G4P2A1 di Desa Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang. Jenis metode dalam asuhan contuinity of care yang digunakan adalah study penelaah kasus (Care Study). Teknik pengumpulan data yaitu penulis melakukan kegiatan tanya jawab secara langsung kepada klien, keluarga dan kepada bidan yang bertujuan untuk mendapatkan data yang diperlukan, yaitu data Ny. E umur 35 tahun untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Pada studi kasus ini melakukan observasi selama dari kehamilan, persalinan, nifas, dan bbl serta  pemeriksaan fisik. Hasil penelitian pada Ny. E umur 35 tahun G4P2A1 proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III usia kehamilan 32 minggu ditemukan keluhan ketidaknyamanan pada ibu berupa nyeri punggung namum telah dilakukan penatalaksanaan yoga ibu hamil sehingga dapat mengurangi keeluhan ibu. Proses persalinan berlangsung normal di Klinik Anindita, sedangkan kunjungan neonatus dilakukan sebanyak 3 kali dan kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali serta asuhan kontrasepsi dilakukan bebarengan dengan kunjungan nifas. 
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Usia 27 Tahun G2P1A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Setyowati; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain essential indicators of a nation’s health status. In Indonesia, the MMR in 2022 reached 207 per 100,000 live births, still above the Strategic Plan target of 190 per 100,000 live births. The leading causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications. Infant mortality is mainly caused by prematurity, asphyxia, infection, and congenital abnormalities. Efforts to reduce maternal and infant mortality continue through the Safe Motherhood Initiative and the implementation of Continuity of Care (CoC), which provides integrated and ongoing midwifery services during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. Comprehensive care facilitates early risk detection, prevents complications, and improves overall maternal and neonatal health outcomes. This study employed a descriptive case study approach involving Mrs. L, 27 years old, G2P1A0, who received comprehensive midwifery care at the Kaliwungu Health Center. The care included antenatal assessments following the 10T standard, pregnancy monitoring during the second and third trimesters, labor management using the 60 essential steps of APN, postpartum care, newborn assessment, and family planning counseling. Complementary care, such as oxytocin massage and prenatal yoga education, was provided based on the client's needs. The pregnancy, labor, postpartum period, newborn care, and family planning services proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. Oxytocin massage contributed to improved breast milk production, and the newborn exhibited normal adaptation. The mother also successfully selected an appropriate postpartum contraceptive method. Comprehensive Continuity of Care midwifery services were effective in enabling early identification of risk factors, enhancing maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health. Complementary care, such as oxytocin massage, provided additional benefits by improving breastfeeding outcomes and maternal comfort. The implementation of CoC should continue as a key strategy in supporting the reduction of maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan suatu negara. AKI di Indonesia pada tahun 2022 tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, masih di atas target Renstra 190 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu umumnya meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas. Demikian juga angka kematian bayi yang masih dipengaruhi oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan kebidanan berkesinambungan mulai kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi berkontribusi dalam deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. L, usia 27 tahun, G2P1A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu. Asuhan diberikan mulai dari kehamilan trimester II dan III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tindakan meliputi pengkajian lengkap, pemeriksaan ANC sesuai standar 10T, pemantauan persalinan berdasarkan 60 langkah APN, perawatan nifas fisiologis, pemantauan tumbuh kembang bayi, serta konseling KB. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin dan edukasi prenatal yoga juga disertakan sesuai kebutuhan ibu. Seluruh proses—kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB—berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan bayi. Produksi ASI meningkat setelah pemberian pijat oksitosin, bayi memiliki adaptasi yang baik, dan ibu memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi pascasalin. Asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan asuhan komplementer seperti pijat oksitosin turut membantu optimalisasi pemberian ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu. Layanan CoC perlu terus diterapkan sebagai upaya strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 29 Tahun G2P1A0 pada Usia Kehamilan 34 Minggu dengan Letak Sungsang di Puskesmas Karanganyar Suci Astriani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates remain key indicators of a nation’s health status. Based on data from the Central Java Provincial Health Office (2022), the maternal mortality rate reached 87 per 100,000 live births, while neonatal mortality was 5.9 per 1,000 live births, with the highest causes being prematurity, asphyxia, and low birth weight. One of the conditions that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth is breech presentation, which occurs in about 3–5% of singleton pregnancies. Breech presentation is associated with prolonged labor, early rupture of membranes, cord prolapse, and increased perinatal mortality. Efforts to reduce maternal and infant mortality have been strengthened through the Safe Motherhood Initiative and comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning services. This study used a descriptive case study approach involving Mrs. Y, 29 years old, G2P1A0 at 34 weeks of gestation with breech presentation at Karanganyar Health Center. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of breech presentation, management through maternal posture exercises (knee–chest and prenatal yoga techniques), third-trimester antenatal care, labor monitoring, postpartum care, newborn assessment, and family planning counseling. The results showed that the pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, and family planning processes proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated an understanding of fetal well-being, preparation for childbirth, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, newborn care, and postpartum contraceptive options. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services were effective in enabling early detection of risks, improving maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health. Complementary care such as posture exercises (knee–chest and prenatal yoga) was beneficial in helping reposition the fetus and reducing discomfort during pregnancy.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2022), AKI mencapai 87 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal sebesar 5,9 per 1.000 kelahiran hidup dengan penyebab terbanyak BBLR, prematuritas, dan asfiksia. Salah satu kondisi yang berpotensi meningkatkan komplikasi kehamilan dan persalinan adalah letak sungsang, yang terjadi pada 3–5% kehamilan tunggal dan dapat menyebabkan partus lama, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, serta peningkatan mortalitas perinatal. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Ny. Y, usia 29 tahun, G2P1A0 dengan usia kehamilan 34 minggu dan letak sungsang di Puskesmas Karanganyar. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini letak sungsang, penatalaksanaan dengan latihan posisi (knee–chest dan prenatal yoga), pemeriksaan antenatal trimester III, pemantauan persalinan, perawatan masa nifas, penilaian bayi baru lahir, serta konseling keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemantauan kesejahteraan janin, persiapan persalinan, perawatan diri pada masa nifas, pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, serta pemilihan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pelayanan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif efektif dalam mendeteksi dini faktor risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Asuhan komplementer berupa latihan posisi seperti knee–chest dan prenatal yoga juga bermanfaat dalam membantu mengoreksi posisi janin dan mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.
Kebijakan Pembiayaan Di Sekolah Dasar (BOS) Studi Kasus Mi Al Huda Kedunglo Ngronggot Nganjuk Rini Susanti; UntungKhoiruddin; Erwin Indrioko
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpmp.v2i1.116

Abstract

Anggaran Dana BOS merupakan program pemerintah yang diberikan kepada satuan pendidikan atas dasar pengurangan biaya pendidikan non-personal kepada peserta didik yang tidak mampu, agar meringankan peserta didik serta melaksanakan program wajib belajar dan perluasan akses dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, karena hampir semua biaya kegiatan yang telah diprogramkan dapat memanfaatkan Anggaran Dana BOS tersebut. Program Anggaran Dana BOS bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat dalam pembiayaan pendidikan dalam rangka Program Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu .Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 01 Muara Pawan Kabupaten Ketapang termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pelaporan program BOS.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah MI Al Huda Kedunglo yang terletak di jalan Dr.Soetomo Kedunglo Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Sumber data penelitian ini adalah  kepala sekolah, bendahara BOS, komite sekolah, dan orang tua siswa miskin. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MI Al Huda Kedunglo  telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang tertuang di dalam buku panduan BOS yang meliputi unsur perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pelaporan dana BOS.   
Uji Bioaktivitas Fraksi Etanol Ekstrak Kulit Buah Jeruk Purut Citrus hystrix Sebagai Anti Bakteri Staphilococus aureus dan Escherecia coli Alif Rahman Habibi; Alya Rahmaditya Arfan; Rini Susanti; Reynaldi Dwi Gustiansyah
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v2i3.869

Abstract

Plants have several ways to protect themselves from bacteria, one of which is by producing compounds that are toxic or repellent to bacteria. Compounds produced by plants are known as secondary metabolite compounds which originate from secondary metabolic processes. Several secondary metabolite compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, steroids and terpenoids are currently widely used as antibacterials. One of the plants that has the potential to be developed as a herbal medicine is kaffir lime leaves. Citrus hystrix is ​​the part of the plant most often used by the public. Both for cooking and traditional medicine purposes. In this research, it is hoped that lime peel extract can act as an antibacterial for Escherichia coli and staphylococcus aereus, so that it can be used as a herbal plant for diseases caused by these two bacteria. In the research, the concentrations used for each test bacteria were 50%; 25%; 12.5%. in observing S. aureus bacteria 1x24 hours with a concentration of 50%, the size of the inhibitory zone was 16 mm, the 25% concentration was 11 mm and the 12.5% ​​concentration was 9 mm. Meanwhile, E. Coli bacteria did not show any reaction to the heruk peel extract.
Co-Authors -, Bqyulia100499 Abdullah, Abdul Halim Addin Arsyadana Afriani, Astri Afriyani, Luvi Dian Agung Ar Rasyid Ahmad Fauzi Akbari Alif Rahman Habibi Alrefi Alya Rahmaditya Arfan Amandha Rassya D Ana Puji Astuti Anasa Laila Wiradani Andini Hanif Anif Istianah Anissa Regita Antoni Apriana Aprilani, Andy Ulmi Aprillia, Rika Ari Widiyaningsih Arna Suryani, Arna Asri Jenita Atika Purnama Sari Bela Catur Sakti Rahayu Cahya, Putri Calista Desy R Chichik Nirmasari datuarrang, esther Dede Maysarah Diah Ari Murti Afsari Diah Ayu Ningsih Dwiyanti, Feni Eko Mardiyaningsih Emi Rafita Sari Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas Erwin Indrioko Farida Nur Afifah, Farida Nur Finoria Vitoria Firriantin Ayu Widiyanti Fitra Syawal Harahap Fitria Fitria Hadi Wijoyo Hanafi, Nurul Hazreen Hapsari Windayanti Heni Setyowati Ihsanul Hadi Indawan Syahri Irma Fitrilia Isfaizah Isri Nasifah Jatmiko Susilo Jayawarsa, A.A. Ketut Juanna Soehardy Kartika Sari Kartika Sari Khairuddin, Nur Khairina KHOLIFAH Lili Miwirdi Lisdayani, Lisdayani Mahani Mokhtar Maria Matihlda H. Bere Rin Marrusia Inna Mazid, Sukron Meri Ulfa Nely Mila Cholilah Mila Elvi Ekayanti Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah Muhammad Alqamari Mukhtar Yusuf Muspitarini Nanda Azabi Naning Dianasari Ninick Corea Fernandez Novi Udhiyana Nur Ahid Nurhayati Nurliyana Nurmilah Puji Astutik Putri Ayuni Sari Putri Cahya Rambu Anggi Hunga Meha Reynaldi Dwi Gustiansyah Ria Julita Sari Rifdatul Husna Rika Aprillia Rika Irawan Risnawati Risnawati Risnawati Rizka Fauza Rusdani Rusdani Rusdani Sari, Putri Mustika Sekar Sari Annasiyah Selfa Gita Febrisari Selvia Ananda Wandi Setyowati Sholihun Hakim Silvia Nora, Silvia Siti Aisah Siti Haryani Siti Musarofah Siti Permata Pricilla Siti Waslikhah Sofiyanti, Ida Sovia Puspita Anggraeni Suci Astriani Sudarianti Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah Suryani Suryani Tiara Julianti Udhiyana, Novi Umi Nurlistiani UntungKhoiruddin Widayati Widya Wahyu Utami Wilisa Apriana Windy Della Sari Wiwit Vanora Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yuliarni Yusup Dibisono Zahrotussalamah Zakaria, Mohamad Ikram Zengga Zengga