Claim Missing Document
Check
Articles

Mengoptimalkan Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Studi Kasus di Taman Kanak-Kanak di Wilayah Aceh Ahmad Fauzi; Rini Susanti
TIFLUN : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Pola Intan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/tiflun.v1i1.76

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun dasar perkembangan anak secara holistik. Dalam konteks ini, pembelajaran berbasis permainan telah menjadi pendekatan yang semakin diakui karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak usia dini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan penerapan pembelajaran berbasis permainan di Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan staf TK, serta studi dokumentasi terkait kurikulum dan kegiatan pembelajaran berbasis permainan yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan di TK di wilayah Aceh memberikan dampak positif pada perkembangan anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam proses belajar dan secara aktif terlibat dalam berbagai aktivitas permainan yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran. Pembelajaran berbasis permainan juga telah membantu dalam membangun keterampilan sosial, kreativitas, dan motorik halus serta kasar pada anak-anak. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapan pembelajaran berbasis permainan, seperti kurangnya sumber daya dan fasilitas yang memadai, serta kurangnya pemahaman dan pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan metode ini dengan efektif. Oleh karena itu, disarankan adanya dukungan yang lebih baik dari pemerintah dan lembaga terkait dalam penyediaan sumber daya dan pelatihan bagi guru, sehingga pembelajaran berbasis permainan dapat dioptimalkan dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah Aceh.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit dalam Upaya Mengurangi Resiko Anemia pada Ibu PKK Kelurahan Candirejo Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4433

Abstract

Anemia is a condition in which the hemoglobin (Hb) level in the blood is lower than normal as a result of a deficiency of one or more essential nutrients. Currently, anemia is one of the most common and difficult nutritional problems throughout the world, both in developing and developed countries. Anemia can be experienced by all age groups, especially teenagers. Beetroot can help overcome anemia because it contains iron, vitamin C, and folic acid needed for the formation of red blood cells. The benefits of beetroot for anemia include: helping to increase hemoglobin levels in the blood, maintaining health, normalizing low blood pressure, preventing inflammation of blood vessels, preventing birth defects, preventing hypertension and stroke, cleansing the intestines, reducing kidney stones, improving menstrual problems. How to consume beetroot: Drink beetroot juice once a day as much as 250ml, for 7 days to overcome anemia. It can also be combined with beetroot and honey. The goal is to increase knowledge about anemia and the benefits of beetroot. The PKM program implementation method uses a participatory approach, meaning that fostered partners will be actively involved in every stage and coaching activity that will be carried out through health education which is then continued with the implementation of daily habits by mothers and families. To analyze the level of participant understanding, pre- and post-test questionnaires were used. The pre-test results showed that 12 mothers (60%) had poor knowledge and 8 mothers (40%) had good knowledge. The post-test results showed that the majority of mothers had good knowledge, 15 mothers (75%) had good knowledge and 5 mothers (25%) had poor knowledge. The implementation of this PKM activity was very effective and beneficial in increasing the knowledge and understanding of PKK mothers about anemia and its management. ABSTRAK Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal sebagai akibat dari kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial. Saat ini anemia merupakan salah satu masalah gizi yang paling umum dan sulit diatasi di seluruh dunia baik negara berkembang maupun negara maju. Kejadian anemia dapat dialami oleh semua kelompok umur terutama remaja. Buah bit dapat membantu mengatasi anemia karena mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Manfaat buah bit untuk anemia antara lain : membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah, menjaga Kesehatan, menormalkan tekanan darah rendah, mencegah peradangan pembuluh darah, mencegah cacat lahir, mencegah hipertensi dan stroke, membersihkan usus, mengurangi batu ginjal, memperbaiki masalah menstruasi. Cara mengonsumsi buah bit yaitu Minum jus buah bit 1 kali/ hari sebanyak 250ml, selama 7 hari untuk mengatasi terjadinya anemia. Bisa juga dikombinasikan buah bit dan madu. Meskipun Buah Bit berpotensi, pengetahuan WUS tentang pemanfaatan dan pengolahan Buah Bit sebagai penambah darah masih minim di wilayah mitra. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan tentang  anemia dan  pemanfaatan buah Bit. Metode pelaksanaan program PKM dengan metode pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang akan dilakukan melalui pendidikan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan penerapan kebiasaan sehari-hari oleh ibu serta keluarga. Untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta digunakan kuesioner pre dan post test. Hasil pre test di dapatkan hasil bahwa 12 orang ibu (60%) memiliki pengetahuan yang kurang dan 8 orang ibu (40%) memiliki pengetahuan baik sedangkan hasil post test didapatkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 orang (75%) dan  5 orang ibu (25 %) memiliki pengetahuan kurang. Penyelenggaraan kegiatan PKM ini sangat efektif dan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu PKK  tentang anemia dan penatalaksanaannya
Kebijakan Pembiayaan Di Sekolah Dasar (BOS) Studi Kasus Mi Al Huda Kedunglo Ngronggot Nganjuk Rini Susanti; UntungKhoiruddin; Erwin Indrioko
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpmp.v2i1.116

Abstract

Anggaran Dana BOS merupakan program pemerintah yang diberikan kepada satuan pendidikan atas dasar pengurangan biaya pendidikan non-personal kepada peserta didik yang tidak mampu, agar meringankan peserta didik serta melaksanakan program wajib belajar dan perluasan akses dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, karena hampir semua biaya kegiatan yang telah diprogramkan dapat memanfaatkan Anggaran Dana BOS tersebut. Program Anggaran Dana BOS bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat dalam pembiayaan pendidikan dalam rangka Program Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu .Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 01 Muara Pawan Kabupaten Ketapang termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pelaporan program BOS.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah MI Al Huda Kedunglo yang terletak di jalan Dr.Soetomo Kedunglo Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Sumber data penelitian ini adalah  kepala sekolah, bendahara BOS, komite sekolah, dan orang tua siswa miskin. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MI Al Huda Kedunglo  telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang tertuang di dalam buku panduan BOS yang meliputi unsur perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pelaporan dana BOS.   
Uji Bioaktivitas Fraksi Etanol Ekstrak Kulit Buah Jeruk Purut Citrus hystrix Sebagai Anti Bakteri Staphilococus aureus dan Escherecia coli Alif Rahman Habibi; Alya Rahmaditya Arfan; Rini Susanti; Reynaldi Dwi Gustiansyah
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v2i3.869

Abstract

Plants have several ways to protect themselves from bacteria, one of which is by producing compounds that are toxic or repellent to bacteria. Compounds produced by plants are known as secondary metabolite compounds which originate from secondary metabolic processes. Several secondary metabolite compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, steroids and terpenoids are currently widely used as antibacterials. One of the plants that has the potential to be developed as a herbal medicine is kaffir lime leaves. Citrus hystrix is ​​the part of the plant most often used by the public. Both for cooking and traditional medicine purposes. In this research, it is hoped that lime peel extract can act as an antibacterial for Escherichia coli and staphylococcus aereus, so that it can be used as a herbal plant for diseases caused by these two bacteria. In the research, the concentrations used for each test bacteria were 50%; 25%; 12.5%. in observing S. aureus bacteria 1x24 hours with a concentration of 50%, the size of the inhibitory zone was 16 mm, the 25% concentration was 11 mm and the 12.5% ​​concentration was 9 mm. Meanwhile, E. Coli bacteria did not show any reaction to the heruk peel extract.
Co-Authors -, Bqyulia100499 Abdullah, Abdul Halim Addin Arsyadana Afriani, Astri Afriyani, Luvi Dian Agung Ar Rasyid Ahmad Fauzi Akbari Alif Rahman Habibi Alrefi Alya Rahmaditya Arfan Amandha Rassya D Ana Puji Astuti Anasa Laila Wiradani Andini Hanif Anif Istianah Anissa Regita Antoni Apriana Aprilani, Andy Ulmi Aprillia, Rika Ari Widiyaningsih Arna Suryani, Arna Asri Jenita Atika Purnama Sari Bela Catur Sakti Rahayu Cahya, Putri Calista Desy R Chichik Nirmasari datuarrang, esther Dede Maysarah Diah Ari Murti Afsari Diah Ayu Ningsih Dwiyanti, Feni Eko Mardiyaningsih Emi Rafita Sari Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas Erwin Indrioko Finoria Vitoria Firriantin Ayu Widiyanti Fitra Syawal Harahap Fitria Fitria Hadi Wijoyo Hanafi, Nurul Hazreen Hapsari Windayanti Heni Setyowati Ihsanul Hadi Indawan Syahri Isfaizah Isri Nasifah Jatmiko Susilo Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Sari Kartika Sari Khairuddin, Nur Khairina KHOLIFAH Lili Miwirdi Lisdayani, Lisdayani Mahani Mokhtar Maria Matihlda H. Bere Rin Marrusia Inna Mazid, Sukron Meri Ulfa Nely Mila Cholilah Mila Elvi Ekayanti Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah Muhammad Alqamari Mukhtar Yusuf Muspitarini Nanda Azabi Naning Dianasari Ninick Corea Fernandez Novi Udhiyana Nur Ahid Nurhayati Nurliyana Nurmilah Puji Astutik Putri Ayuni Sari Putri Cahya Rambu Anggi Hunga Meha Reynaldi Dwi Gustiansyah Ria Julita Sari Rifdatul Husna Rika Aprillia Risnawati Risnawati Risnawati Rizka Fauza Rusdani Rusdani Rusdani Sari, Putri Mustika Selfa Gita Febrisari Selvia Ananda Wandi Sholihun Hakim Silvia Nora, Silvia Siti Aisah Siti Haryani Siti Musarofah Siti Permata Pricilla Siti Waslikhah Sofiyanti, Ida Sovia Puspita Anggraeni Sudarianti Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah Tiara Julianti Udhiyana, Novi Umi Nurlistiani UntungKhoiruddin Widayati Widya Wahyu Utami Wilisa Apriana Windy Della Sari Wiwit Vanora Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yuliarni Yusup Dibisono Zahrotussalamah Zakaria, Mohamad Ikram Zengga Zengga