Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pijat Commond Cold dalam Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Bayi dan Balita Rambu Anggi Hunga Meha; Nanda Azabi; Anasa Laila Wiradani; Calista Desy R; Finoria Vitoria; Amandha Rassya D; Rini Susanti; Hapsari Windayanti; Kartika Sari; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a contagious disease that can be transmitted through air particles and is located in the respiratory tract. Transmission depends on the size of the particles (droplets) that carry the virus into the respiratory tract. The common cold virus can be transmitted through inhalation, direct contact, or indirect contact. A person exposed to an infectious dose of 10 viruses/droplets, 50% will suffer from common cold. Early symptoms include discomfort from the nose or throat. Then it starts with sneezing, runny nose, and feeling slightly sick. Sometimes followed by mild fever. The nose releases clear and watery fluid in the first few days. Then the nasal discharge becomes thicker, yellow-green in color. Usually, parents feel worried about cough, runny nose, and sore throat in children, especially when the child refuses to eat. This worry is caused because parents do not understand the pathophysiology of cough and cold and lack understanding of how to manage the disease. Besides pharmacological therapy, there is also complementary therapy, which is common cold massage. Massage has several positive effects such as weight gain, better sleep patterns, improved neuromotor development, better emotional bonding, and reduced rates of nosocomial infections including common cold. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about handling cough and cold in babies/toddlers using non-pharmacological therapy, which is common cold massage. Counseling was given to 24 mothers who had babies/toddlers in Kebon Kliwon Village, Bergas District. The first stage was finding respondents, mothers who have babies/toddlers because they are vulnerable to cough and cold. The second stage was conducting a pre-test about the mother's knowledge. The third stage was delivering materials and management of common cold massage. The fourth stage was post-test. The goal of this counseling is so that mothers are expected to be able to apply common cold massage at home.   Abstrak Common cold merupakan penyakit menular yang dapat bertransmisi lewat partikel udara dan terletak di traktus respiratorius. Penularan bergantung pada ukuran partikel (droplet) yang membawa virus tersebut masuk ke dalam saluran nafas. Virus common cold dapat menular melalui inhalasi, kontak langsung ataupun kontak tidak langsung. Seseorang yang terserang dengan dosis infeksi 10 virus/droplet, 50% akan menderita common cold. Gejala awal berupa rasa tidak enak dari hidung atau tenggorokan. Kemudian mulai bersin-bersin, hidung meler dan merasa sakit ringan. Kadang disertai demam ringan. Hidung mengeluarkan cairan yang encer dan jernih pada hari-hari pertama. Selanjutnya sekret hidung menjadi lebih kental, berwarna kuning hijau. Umumnya orangtua akan merasa khawatir akan batuk, pilek dan radang tenggorokan pada anak-anak serta karena anak menolak makan. Kekhawatiran ini disebabkan karena para orangtua tidak memahami patofisiologi batuk pilek serta kurang memahami upaya untuk tatalaksana pada penyakit tersebut. Selain terapi farmakologis terdapat juga terapi komplementer yaitu pijat commond cold. Pijat memiliki beberapa efek positif dalam hal penambahan berat badan, pola tidur yang lebih baik, peningkatan perkembangan neuromotorik, ikatan emosional yang lebih baik, penurunan tingkat infeksi nosokomial salah satunya common cold. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan batuk pilek pada bayi/balita menggunakan terapi non farmakologis yaitu dengan pijat commond cold. Penyuluhan dilakukan kepada 24 ibu yang memiliki bayi/balita di Desa Kebon Kliwon Kecamatan Bergas. Tahap pertama adalah mencari responden edukasi ibu yang memiliki anak bayi/balita karena rentan terkena batuk pilek. Tahap kedua melakukan pre test tentang pengetahun ibu. Tahap ketiga pemaparan materi dan penatalaksanaan pijat commond cold. Tahap ke empat post test. Tujuan dari penyuluhan ini agar ibu diharapkan dapat mengaplikasikan pijat commond cold di rumah.
Determinants of Weight Increase and Menstrual Cycle Irregularities in KB Implant Acceptors in Pematang Cengal, Tanjung Pura District Ria Julita Sari; Rini Susanti; Sudarianti
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.389

Abstract

Based on data from the World Health Organization or WHO and the Central Statistics Agency, the use of contraceptives in 2022 will increase. It is recorded that in 2022 there are around 55.36% of fertile couples using these contraceptives, an increase of 0.30% from 2021. One of the commonly used contraceptive methods is the implant method which is included in the long-term contraceptive method. This method will be applied to the subdermal area containing progestin with a fairly long acting. In addition, the dose is low and reversible for women. The effectiveness of the use of implant contraception is quite high. And can be used in the long term and restore the fertility rate of women who will quickly return and affect the hormone estrogen. This research was conducted to find out and obtain data and information regarding the relationship between weight gain and changes in the menstrual cycle that occur in women using implant contraception in the Pematang Cengal area, Tanjung Pura District. The population in this study were KB Implant acceptors who were in the area. The research method used in this study used group data collection from a population of around 50 people. It is hoped that respondents and informants can obtain information regarding the relationship between weight gain and changes in the menstrual cycle.
Pengaruh Media Colour Corrugated Paper (Kokoru) Terhadap Kemampuan Kreativitas Anak Usia Dini Tiara Julianti; Akbari; Alrefi; Rini Susanti
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i2.13325

Abstract

This research aims to determine the effect of colored corrugated paper (kokoru) media on the creative abilities of group B children at KB Aisyiyah 5 Baturaja. The type of research used was pre-experiment with a one-shot case study design. The sampling technique used purposive sampling, namely class B with a total of 20 children consisting of 12 boys and 8 girls. The data collection technique used will then be analyzed using a one-sample t-test. The results obtained were t-value of 5.74 with a significance of 0.05 and the degrees of freedom were 19 so that a t-table of 1.729 was obtained. So the t-value of 5.74 is greater than t-table of 1.729. So it can be concluded that there is an influence of Color Corrugated Paper (Kokoru) Media on the Creativity Abilities of Group B Children at KB Aisyiyah 5 Baturaja.
Hubungan Pengetahuan Ibu Post Partum Terhadap Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di Desa Tandam Hulu II Dede Maysarah; Rini Susanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7451

Abstract

Kolostrom merupakan cairan yang pertama kali keluar, berwarna kekuning-kuningan, mengandung protein, antibodi dan immunoglobulin. Masa nifas (Post Partum) adalah masa di mulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, praktis, murah dan bersih karna langsung diminum dari payudara ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu post partum dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Desa Tandam Hulu II. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer melalui kuesioner 30 ibu post partum sebagai sample di desa Tandam Hulu II. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat 17 responden (56,7%) tidak memberikan kolostrum dan 13 responden (43,3%) memberikan kolostrum. Hasil uji chi square diperoleh nilai p value adalah 0,003< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan Pemberian ASI kolostrum. Diharapkan kepada ibu postpartum agar lebih banyak memberikan kolostrum setelah bayi lahir agar bayi dapat memiliki antibodi yang baik agar terhindar dari penyakit.
Click, Like, Travel : Social Media Effect on Historical Tourism Engagement–A Case Study of Siti Nurbaya Park Gunung Padang Sari, Windy Della; Meri Ulfa Nely; Rifdatul Husna; Rini Susanti; Siti Permata Pricilla; Zengga, Zengga; Asri Jenita; Lili Miwirdi; Agung Ar Rasyid; Selvia Ananda Wandi
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 06 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, September - October (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media on tourist engagement and formulate a digital marketing strategy for the development of the historical tourist destination of Siti Nurbaya Park, Gunung Padang, in Padang City. This study uses a mixed methods approach, a combination of quantitative and qualitative methods. The quantitative research design used is explanatory research because it aims to explain the causal relationship between social media (the independent variable) and tourist engagement (the dependent variable). Meanwhile, a qualitative approach is used to deepen the results of the quantitative analysis and formulate a digital marketing strategy for the destination. The quantitative data analysis technique uses simple linear regression analysis to test the relationship between social media variables and tourist engagement. Furthermore, this study also utilizes a SWOT analysis to formulate a digital marketing development strategy for the destination. The results show that social media has a significant influence on tourist engagement, contributing 57.5%. This is reflected in the increased interest in visiting, interactions through digital media, and the tendency of tourists to provide recommendations. Current digital marketing strategies are still limited to the use of Instagram and the official website, supported by short video content. However, limited human resources, digital devices, and minimal community participation hinder optimal promotion. Based on the SWOT analysis, potential strategies include strengthening creative content, expanding the use of digital platforms, collaborating with influencers, and increasing the capacity of local communities in community-based promotion. This research is expected to provide practical contributions to the development of digital marketing strategies for historical tourism destinations, while simultaneously strengthening local cultural identity and regional tourism competitiveness.
Pengaruh Minuman Jahe Terhadap Tingkat Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri di Kelurahan Candirejo: The Effect of Ginger Drinks on Menstrual Pain Levels in Adolescent Girls in Candirejo Village Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2713

Abstract

Dysmenorrhea or pain during the menstrual cycle with the prevalence of dysmenorrhea varying between 16% and 91% in women of childbearing age, with severe pain in 2%-29% of women which has a major impact on the quality of life and work productivity.This study aims to analyze the effect of drinking ginger on the sensation of menstrual pain (dysmenorrhea) in young women in Candirejo, Ungaran. Quasi-experimental research using one group pre-post test design. A total of 13 subjects (consecutive sampling), were young women aged 19 - 24 years, unmarried and experiencing dysmenorrhea. Subjects drank 2 packs of ginger a day starting from two days before until the third day of menstruation. Data was taken using the Numeric Rating Scale, Verbal Multidimensional Scoring System, and Brief Pain Inventory. Subjects were 22.15 ± 1.72 years old, menarche age 12.69 ± 1.18 years. The average pain sensation before was 3.38 ± 0.96 and after drinking ginger was 1.15 ± 1.07 on the pain scale. Giving ginger to drink can significantly reduce the sensation of menstrual pain,(p<0.001). Giving ginger drinks has the effect of reducing the sensation of menstrual pain in young women in Candirejo, Ungaran. Teenagers are expected to use ginger drinks to treat pain during menstruation which is cheap and safe.   Abstrak Dismenore atau nyeri selama siklus menstruasi dengan prevalensi dismenore bervariasi antara 16% dan 91% pada wanita usia subur, dengan nyeri hebat pada 2%-29% wanita yang berdampak besar pada kualitas hidup, dan produktivitas kerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minum jahe terhadap sensasi nyeri mestruasi (dismenore) pada remaja putri di Keluarahan Candirejo, Ungaran. Penelitian kuasi eksperimental menggunakan one group pre-post test design. Sebanyak 13 subyek (consecutive sampling) remaja putri usia 19 – 24 tahun, belum menikah dan mengalami dismenore Subyek meminum jaheR sebanyak 2 bungkus sehari dimulai dari dua hari sebelum hingga hari ketiga menstruasi. Data diambil menggunakan Numeric Rating Scale, Verbal Multidimensional Scoring System, dan Brief Pain Inventory. Subyek berumur 22,15 ±1,72 tahun, usia menarche 12,69 ± 1,18 tahun. Rata-rata sensasi nyeri sebelum 3,38 ± 0,96 dan sesudah minum jahe 1,15 ± 1,07 skala nyeri. Pemberian minum jahe dapat menurunkan sensasi nyeri menstruasi remaja putri secara bermakna (p< 0,001). Pemberian minuman  jahe berpengaruh menurunkan sensasi nyeri menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Candirejo Ungaran. Remaja diharapkan menggunakan minuman jahe untuk mengatasi nyeri saat menstruasi yang murah dan aman.
Kontruktivisme dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Grogol Udhiyana, Novi; Nur Ahid; Rini Susanti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori pembelajaran adalah landasan untuk memahami bagaimana individu belajar dan bagaimana guru dapat mendesain pembelajaran yang efektif. Teori pembelajaran dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pendekatan dan konsep yang mendasarinya. Diantara teori pembelajaran yang umum digunakan dalam pendidikan adalah teori konstruktivisme. Pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada penyesuaian kebutuhan individu siswa berdasarkan kemampuan, minat, dan gaya belajar mereka. Setiap teori memiliki penerapan yang spesifik tergantung pada tujuan, konteks, dan kebutuhan siswa. Dalam praktik, guru sering menggabungkan berbagai teori untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana teori pembelajaran konstruktivisme dan  diaplikasikan dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi pada praktik Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMAN 1 Grogol. Pendekatan teori konstruktivisme ini dapat diterapkan melalui strategi seperti diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, yang semuanya bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pengalaman belajar, dan memperkuat penguasaan konsep. Teori konstruktivisme memainkan peran penting dalam mendorong interaksi aktif antara guru dan siswa.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KURIKULUM SEKOLAH DI MI AL HUDA Rini Susanti; Nur Ahid; Novi Udhiyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kearifan lokal memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran guna memperkuat nilai-nilai universal Islam, mengembangkan kontekstualisasi materi, meningkatkan minat belajar siswa, dan menghasilkan apresiasi budaya lokal. Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum dan pendekatan pembelajaran memberikan konteks yang relevan bagi siswa untuk mengembangkan identitas budaya dan karakter yang kuat. Namun, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa serta untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Kesimpulannya, integrasi kearifan lokal dalam pendidikan merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang memiliki identitas budaya yang kuat dan karakter yang berkualitas, serta berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis dan berbudaya. Penelitian ini menyelidiki integrasi nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah MI Al Huda Kedunglo Nronggot Kab.Nganjuk. Pendidikan yang sistematis dan terencana sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman belajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kajian ini menyoroti pentingnya memasukkan nilai-nilai kearifan lokal  ke dalam kurikulum untuk menciptakan generasi yang sadar spiritual. Penelitian ini merupakan  penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum yang efektif melibatkan identifikasi nilai-nilai kelembagaan, menilai kebutuhan pembelajaran, menetapkan tujuan pendidikan, dan evaluasi berkelanjutan. Kata Kunci: Kearifan Lokal
IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PROSES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI MI ALHUDA RINI SUSANTI; Addin Arsyadana; Novi Udhiyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam kajian ini penulis mencoba mengangkat supervisi pendidikan. Yang menjadi fokus masalah bagi penulis ialah supervisi, proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Selanjutnya dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan ini lebih dideskripsikan dan diklasifikasikan sesuai dengan kondisi penelitian. Selain itu penulis juga menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan atau library research. Supervisor pendidikan (kepala sekolah dan pengawas) harus memiliki kemampuan profesional yang handal dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran (instructional supervision),kemampuan profesional pengawas diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan guru di sekolah. Masalah peningkatan kualitas pembinaan guru di sekolah pada hakikatnya berkaitan dengan peranan supervisor dalam memberikan bantuan  dan pelayanan profesional bagi guru-guru agar mereka lebih mampu melaksanakan tugas pokoknya. Kualitas kinerja supervisor sekolah perlu dilandasi dengan peningkatan kemampuan supervisi kepala sekolah dalam melaksanakan kewajibannya secara bertanggungjawab. Supervisi tidak berhenti pada selesainya pemberian bantuan dan terlaksananya teknik supervisi melainkan harus ada follow up untuk  melihat keberhasilan proses dan hasil pelaksanaan supervisi.Kata Kunci: Supervisi, proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.  
Jus Jambu Merah sebagai Alternatif untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri yang Mengalami Anemia di Pondok Pesantren An Nur: Red Guava Juice As an Alternative to Increase Hemoglobin Levels in Teenage Girls With Anemia at An Nur Islamic Boarding School Sari, Kartika; Rini Susanti; Jatmiko Susilo; Isfaizah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4450

Abstract

Anemia causes a reduction in the number of red blood cells or the amount of hemoglobin in red blood cells, so the blood cannot carry the amount of oxygen the body needs. Anemia is generally characterized by low hemoglobin levels below normal, reducing the body's physiological needs. Despite the program's implementation, adolescent girls still suffer from anemia. They rarely consume iron tablets because the smell of iron often causes nausea and vomiting. Red guava is a healthy and safe alternative for increasing hemoglobin levels in adolescents with anemia. Consuming red guava is a healthy and safe alternative for preventing and treating anemia through non-pharmacological means. This research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were 15 adolescent girls with anemia at the An Nur Islamic boarding school. All respondents who participated in the study experienced an increase in Hb levels (14 of them) (100%). The results showed that the average Hb before treatment was 10.8 g/dL and the average Hb after treatment was 14.7 g/dL, resulting in an average increase in Hb of 3.9 g/dL. Further data analysis using a paired t-test (p-value = 0.000) revealed a significant difference in hemoglobin levels before and after consuming red guava juice. This demonstrates that consuming red guava juice increases hemoglobin levels. It is hoped that the use of red guava juice can be further promoted to reduce anemia among adolescents.   Abstrak Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Anemia umumnya ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dibawah nilai normal sehingga pemenuhan kebutuhan fisiologis tubuh menjadi berkurang.  Meskipun program sudah dilaksanakan, akan tetapi masih saja ditemukan remaja putri yang mengalami anemia. Mereka jarang mengkonsumsi tablet Fe tersebut karena sering menimbulkan mual dan muntah karena bau besi. Jambu merah untuk peningkatan kadar hemoglobin pada remaja yang mengalami anemia dan merupakan terobosan sehat dan aman sebagai salah satu upaya lain untuk alternatif mencegah serta mengatasi anemia secara non farmakologis yaitu dengan mengkonsumsi jambu merah. Metode penelitian ini adalah Pre- eksperimental dengan rancangan one grup pretest post test. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 remaja putri yang mengalami anemia di pondol pesantren An Nur. Seluruh responden yang mengikuti proses penelitian mengalami peningkatan kadar HB 14 orang (100%). Dan didapatkan hasil bahwa rerata Hb sebelum perlakuan 10,8 g/dL dan rerata Hb sesudah perlakuan 14,7 g/dL sehingga rerata peningkatan Hb adalah 3,9 g/dL. Data  selanjutnya  dianilisa  dengan  Paired  T  Test (p-value = 0,000)  menunjukkan  terdapat  perbedaan  signifikan  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus jambu biji merah. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi jus jambu merah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Diharapkan penggunaan jus jambu merah bisa lebih di galakkan lagi sehingga penderita anemia pada remaja dapat berkurang.
Co-Authors -, Bqyulia100499 Abdullah, Abdul Halim Addin Arsyadana Afriani, Astri Afriyani, Luvi Dian Agung Ar Rasyid Ahmad Fauzi Akbari Alif Rahman Habibi Alrefi Alya Rahmaditya Arfan Amandha Rassya D Ana Puji Astuti Anasa Laila Wiradani Andini Hanif Anif Istianah Anissa Regita Antoni Apriana Aprilani, Andy Ulmi Aprillia, Rika Ari Widiyaningsih Arna Suryani, Arna Asri Jenita Atika Purnama Sari Bela Catur Sakti Rahayu Cahya, Putri Calista Desy R Chichik Nirmasari datuarrang, esther Dede Maysarah Diah Ari Murti Afsari Diah Ayu Ningsih Dwiyanti, Feni Eko Mardiyaningsih Emi Rafita Sari Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas Erwin Indrioko Finoria Vitoria Firriantin Ayu Widiyanti Fitra Syawal Harahap Fitria Fitria Hadi Wijoyo Hanafi, Nurul Hazreen Hapsari Windayanti Heni Setyowati Ihsanul Hadi Indawan Syahri Isfaizah Isri Nasifah Jatmiko Susilo Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Sari Kartika Sari Khairuddin, Nur Khairina KHOLIFAH Lili Miwirdi Lisdayani, Lisdayani Mahani Mokhtar Maria Matihlda H. Bere Rin Marrusia Inna Mazid, Sukron Meri Ulfa Nely Mila Cholilah Mila Elvi Ekayanti Mohamad Rasol, Nur Izzah Atirah Muhammad Alqamari Mukhtar Yusuf Muspitarini Nanda Azabi Naning Dianasari Ninick Corea Fernandez Novi Udhiyana Nur Ahid Nurhayati Nurliyana Nurmilah Puji Astutik Putri Ayuni Sari Putri Cahya Rambu Anggi Hunga Meha Reynaldi Dwi Gustiansyah Ria Julita Sari Rifdatul Husna Rika Aprillia Risnawati Risnawati Risnawati Rizka Fauza Rusdani Rusdani Rusdani Sari, Putri Mustika Selfa Gita Febrisari Selvia Ananda Wandi Sholihun Hakim Silvia Nora, Silvia Siti Aisah Siti Haryani Siti Musarofah Siti Permata Pricilla Siti Waslikhah Sofiyanti, Ida Sovia Puspita Anggraeni Sudarianti Suhaimee, Nurul Rabiatul Adawiyah Tiara Julianti Udhiyana, Novi Umi Nurlistiani UntungKhoiruddin Widayati Widya Wahyu Utami Wilisa Apriana Windy Della Sari Wiwit Vanora Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yuliarni Yusup Dibisono Zahrotussalamah Zakaria, Mohamad Ikram Zengga Zengga