Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN FRAKTUR DENGAN CARA PEMBIDAIAN DI SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1184

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah bantuan pertama yang diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan dengan tujuan menyelamatkan nyawa,menghindari cedera atau kondisi yang lebih parah dan mempercepat penyembuhan.Ekstermitas yang mengalami trauma harus diimobilisasi dengan bidai.Bidain(splint stsu spalk)adalah alat yang kuat tetapi ringan untuk imobilisasi tulang yang patah dengan tujuan mengistirahatkan tulang tersebut dan mencegah timbulnya rasa nyeri.Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN terkaid Pembidaian pada Fraktur.Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta penyuluhan,maka sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan peserta diminta u ntukmengisi kuesioner Pre-Test dan Poat-Test tentang tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberitan materi adalah 44,46 dan 75,00.Kegiatan Penyuluhan ini dapat berjalan dengan lancar.Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang cara Pembidaian pada Fraktur.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Asma pada Remaja di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1244

Abstract

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang umum dan memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari mengi yang sangat ringan hingga penutupan saluran napas akut yang mengancam jiwa. Asma merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar masyarakat (remaja) dapat mengetahui konsep asma dan memahami tentang pengobatannya. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan, serta guru sebagai pendamping. Lokasi penyuluhan dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak sekolah SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep asma dan cara pencegahannya. Saran kepada pihak sekolah dan puskesmas agar kedepannya melakukan promosi kesehatan sebagai program kerja puskesmas dan unit Kesehatan sekolah (UKS).
Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Padangsidimpuan rangkuti, nur aliyah; batubara, Novita Sari; Hasibuan, khoirunnisah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1257

Abstract

Anemia merupakan penyakit kedua tertinggi di dunia. Hal tersebut menjadikan anemia sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Bentuk kegiatan Yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang anemia pada Wanita Usia Subur (WUS). Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 60 menit ini yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Kota Padangsidimpuan sebanyak 8 orang. Penyuluhan dilakukan kepada WUS yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit dengan menyampaikan salam pembukaan acara dan isi materi, hal ini disampaikan pemateri selama 30 menit. Setelah materi di sampaikan, pemateri memberikan sesi tanya-jawab dan diskusi selama 15 menit. Hasil pengabdian masyarakat tentang imunisasi dapat berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran WUS tentang anemia. Pendidikan kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan dan harus diperoleh semua umat manusia karena semakin tinggi pendidikan seseorang, akan semakin baik pula seseorang tersebut menerima dan segala bentuk informasi sehingga akan memperluas informasi yang dimilikinya. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Kota Padangsidimpuan. Masyarakat yang mengikuti kegiatan telihat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pemeriksaan kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat terutama WUS yang sudah mengetahui tengatang anemia agar lebih memperhatikan kesehatannya. Anemia is the second highest cause of disability in the world. This makes anemia a serious public health problem not only in Indonesia but also around the world. The form of activities carried out is health education counseling about anemia in women of childbearing age (WUS). This counseling activity lasted for 60 minutes which was carried out at the Class IIb Penitentiary in Padangsidimpuan City as many as 8 people. Counseling was carried out to WUS which began with an opening by the moderator for 15 minutes by delivering the opening greetings of the event and the content of the material, this was delivered directly by the speaker for 30 minutes. After the material was delivered, the speaker gave time for a question and answer session and discussion for 15 minutes. The results of community service about immunization can be in the form of increasing WUS knowledge and awareness about anemia. Health education is very important and needed and must be obtained by all mankind because the higher a person's education, the better a person will receive and all forms of information so that it will expand the information he has. The counseling activities carried out went well and in an orderly manner, this activity was carried out at the Class IIb Penitentiary in Padangsidimpuan City. People who participated in the activity seemed enthusiastic in participating in counseling activities about health checks. It is expected that the community, especially WUS who already know about anemia, will pay more attention to their health. If one of the signs of anemia symptoms occurs, you can immediately go to the available health facilities in prison.
EDUKASI PERSONAL HYGIENE PADA WARGA BINAAN LAPAS KLAS II B PADANGSIDIMPUAN Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Juni Andriani; Rangkuti, Nur Aliyah; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1291

Abstract

Kebutuhan dasar manusia dibagi menjadi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial. Kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi atau terganggu jika seseorang tidak atau kurang memiliki pengetahuan dan kemampuan personal hygiene yang baik. Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Tujuan dari personal hygiene adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan., memelihara kebersihan diri, pencegahan penyakit, meningkatkan percaya diri, serta menciptakan keindahan. Dari hasil wawancara dengan pengelola lapas diketahui bahwa pemahaman dan kesadaran penghuni lapas mengenai personal hygiene masih cukup rendah sehingga muncul dampak masalah kesehatan fisik pada penghuni Lapas. . Metode yang di gunakan adalah berupa Edukasi. Pelaksanaan di lakukan di Lapas Kelas II- B Padangsidimpuan.Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias Basic human needs are divided into physical, psychological and social needs. These needs cannot be met or disturbed if someone does not or lacks the knowledge and ability of good personal hygiene. Personal hygiene is an action to maintain a person's cleanliness and health for physical and psychological well-being. The aim of personal hygiene is to improve health, maintain personal hygiene, prevent disease, increase self-confidence, and create beauty. From the results of interviews with prison managers, it is known that the understanding and awareness of prison inmates regarding personal hygiene is still quite low, resulting in the impact of physical health problems on prison inmates. . The method used is in the form of counseling. The implementation was carried out at the Class II-B Padangsidimpuan Prison. This activity was carried out well and even the participants looked enthusiastic
Pendidikan Kesehatan tentang Perawatan Keluarga pada Anak dengan ISPA di Ruang Anggrek RSUD Panyabungan Simamora, Febrina Angraini; Rangkuti, Juni Andriani; Manurung, Dina Mariana; Harahap, Mei Adelina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1299

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang menimbulkan gejala dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Kemampuan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga sangat diperlukan, agar keluarga dapat mencegah terjadinya ISPA pada anak. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar keluarga khusunya ibu dapat mengetahui konsep ISPA dan memahami tentang perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Peserta merupakan orangtua (keluarga) pasien anak yang mengalami ISPA dan menjalani rawat inap di ruang Anggrek RSUD Panyabungan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak RSUD Panyabungan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep ISPA dan cara perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Saran kepada keluarga agar lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat pada aktivitas sehari-hari agar dapat mencegah terjadinya ISPA pada anggota keluarga.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG DISMENORHEA DI KELURAHAN LUBUK RAYA TAHUN 2024 rangkuti, nur aliyah; Hasibuan, khoirunnisah -; Rangkuti, Juni Andriani; Aswan, Yulinda -; nasution, ayannur -; Siregar, Leli Khairani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1300

Abstract

Haid atau menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan secara periodik. Defenisi lain bisa juga diartikan sebagai siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh perempuan setiap bulannya. Rata-rata masa haid perempuan 3-8 hari dengan siklus rata-rata 28 hari pada setiap bulannya. Dan batas maksimal masa haid adalah 15 hari. Selama darah yang keluar belum melewati batas tersebut, maka darah yang keluar adalah darah haid. Bentuk kegiatan Yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang dismenorhea pada remaja. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 60 menit. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Simapil Apil yang berada di Kelurahan Lebah Lubuk Raya Kecamatan Padangssidimuan Hutarimbaru Kota Padangsidimpuan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada remaja terkait dismenorhea. Penyuluhan berupa perkenalan, presentase materi, diskusi, tanya jawab, penutup dan foto bersama. Peserta kegiatan berjumlah 16 orang. Penyuluhan dilakukan kepada remaja yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit, menyampaikan presentasi materi disampaikan langsung oleh pemateri selama 30 menit. Setelah materi di sampaikan, pemateri memberikan waktu untuk sesi diskusi, tanya-jawab selama 15 menit. Hasil pengabdian masyarakat dapat peningkatkan pengetahuan remaja khususna remaja putri tentang dismenorhea serta menyadari pentingnya penanganan yang dilakukan jika mengalami dismenorhea. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Desa Simapil Apil Kelurahan Lembah Lubuk Raya Kecamatan Padangssidimuan Hutarimbaru Kota Padangsidimpuan dan termasuk dalam Wilayah Kerja Puskesmas Hutarimbaru. Remaja yang mengikuti kegiatan telihat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang dismenorhea. Diharapkan kepada remaja sudah mengetahui tentang yang dismenorea dan cara penanganannya sehingga bisa melakukan perawatan mandiri jika mengalami disemenorhea. Menstruation or menstruation is the release of blood and body cells from the vagina that come from the wall of the female uterus periodically. Another definition can also be interpreted as a natural cycle that occurs regularly to prepare a woman's body every month. The average menstrual period of women is 3-8 days with an average cycle of 28 days each month. And the maximum limit of the menstrual period is 15 days. As long as the blood that comes out has not crossed the limit, then the blood that comes out is menstrual blood. The form of activities carried out is health education counseling about dysmenorrhea in adolescents. This counseling activity lasted for 60 minutes. This activity is carried out in Simapil Apil Village located in Lebah Lubuk Raya Village, Padangssidimuan Hutarimbaru District, Padangsidimpuan. The purpose of this activity is to provide counseling to adolescents related to dysmenorrhea. Counseling in the form of introductions, material presentations, discussions, questions and answers, closing and group photos. There were 16 participants in the activity. Counseling was carried out to teenagers which began with an opening by the moderator for 15 minutes, delivering a presentation of material delivered directly by the speaker for 30 minutes. After the material was delivered, the speaker gave time for a discussion session, question-and-answer for 15 minutes. The results of community service can increase the knowledge of adolescents, especially young women about dysmenorrhea, and realize the importance of handling if they experience dysmenorrhea. The counseling activities carried out went well and in an orderly manner, this activity was carried out out in Simapil Apil Village located in Lebah Lubuk Raya Village, Padangssidimuan Hutarimbaru District, Padangsidimpuan. Teenagers who participated in the activity seemed enthusiastic in participating in counseling activities about dysmenorrhea. It is expected that adolescents already know about dysmenorrhea and how to handle it so that they can do independent care if they experience dysmenorrhea.
Pencegahan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur di Posyandu Anggrek Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Denai Nugraeny, Lolita; Sitorus, Nopita Yanti; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1304

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan morbiditas tertinggi di Indonesia dan setiap tahun terus mengalami peningkatan kasus baru serta kematian. Upaya paling efektif untuk menurunkan kasus kanker serviks dapat dilakukan dengan deteksi dini pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Kesadaran masyarakat khususnya kelompok Wanita Usia Subur (WUS) untuk melakukan pemeriksaan IVA masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan pemeriksaan IVA. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan target WUS yang ada di Desa Selat. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan 13,7% dan sikap 10,6%. Setelah penyuluhan kesehatan 50% peserta langsung melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas. Pengamatan IVA seluruh peserta menunjukkan hasil negatif. Cervical cancer is a cancer disease with the highest morbidity in Indonesia and every year continues to experience an increase in new cases and deaths. The most effective effort to reduce cases of cervical cancer can be done with early detection by acetic acid visual inspection (IVA). Public awareness, especially in the Women of Childbearing Age group, of carrying out VIA examinations is still low. Therefore, it is necessary to make public awareness efforts through health education to increase knowledge, attitudes and actions for IVA examinations. Health education activities targeting WUS in Selat Village. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge of 13.7% and attitude of 10.6%. After health education, 50% of participants immediately underwent an IVA examination at the Community Health Center. IVA observations of all participants showed negative results.
Penimbangan Berat Badan Balita di Posyandu Kelurahan Simarpinggan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Aswan, Yulinda; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1944

Abstract

ABSTRAK Masa balita (bawah lima tahun) merupakan periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak dan juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berat badan balita merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan atau gangguan gizi yang dialami oleh anak balita. Penimbangan berat badan balita di Posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya untuk mendeteksi dini adanya gangguan pertumbuhan atau stunting. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin, biasanya setiap bulan, mulai dari bayi baru lahir hingga usia 5 tahun. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Posyandu Simarpinggan terkait dengan Penimbangan Berat Badan Balita dilaksanakan dengan Kondusif dan dihadiri oleh 39 orang Balita dengan Masing-masing orangtuanya. Hasil dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat 7,7% balita dengan BB Lebih dan 5,1% balita dengan BB sangat kurang. Oleh karena itu, orangtua diberikan konseling gizi lanjutan untuk dapat mengelola gizi anak di rumah, dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke Puskesmas untuk dilakukan evaluasi lanjutan dan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Kata kunci : Penimbangan, Berat Badan, Posyandu, Balita ABSTRACT Toddlerhood (under five years old) is a golden period that greatly determines the quality of children's growth and development and also determines the quality of human resources in the future. Toddler weight is one indicator that can indicate health problems or nutritional disorders experienced by toddlers. Weighing toddlers at the Integrated Health Post is a routine activity carried out to monitor the growth and development of children, especially to detect early growth disorders or stunting. This activity is usually carried out routinely, usually every month, starting from newborns to 5 years of age. Community Service Activities carried out at the Simarpinggan Integrated Health Post related to Toddler Weight Weighing were carried out conducively and accompanied by 39 toddlers with their respective parents. The results of this Community Service Activity showed that there were 7.7% of toddlers with Overweight and 5.1% of toddlers with very low Weight. Therefore, parents are given further nutritional counseling to be able to manage their children's nutrition at home, it is recommended to visit the Health Center to carry out further evaluations and provide PMT (Supplementary Food Provision). Keywords : Weighing, Weight, Integrated Health Post, Toddlerhood
Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Rumah Sakit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Tni-Ad) Kota Padangsidimpuan Tanjung, Wiwi Wardani; Batubara, Novita Sari; Siregar, Putri Khairani; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 2 No 3 (2017): Vol.2 No.3 Desember 2017
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia is an inflammation or infection of the bronchioles and alveoli in the lungs that frequently occurs in infancy and children. Pneumonia is one of the causes of morbidity and mortality in children aged under five in developing countries. The incidence of pneumonia in the hospital TNIAD Padangsidimpuan City continued to increase from 2012-2015. The purpose of this study to analyze the relationship between age, gender, birth weight, history of breastfeeding, nutritional status, a history of vitamin A supplementation, immunization status DPT, the status of measles immunization, as well as a history of asthma and pneumonia in infants at the Hospital of the Indonesian National Army Army (TNI-AD) in 2016. This type of research is an analytic study case-control design. The population consists of a population of as many as 130 cases and control populations is the case all infants and mothers were diagnosed with pneumonia who were treated at the Hospital Inpatient Indonesian Army (TNI-AD) as many as 65 people .. The control population is all children under five and mothers which is not pneumonia who were treated at the Hospital road Indonesian Army (TNI-AD)) as many as 65 people. Data were collected through medical records and interviews using questionnaires. Data was analyzed by univariate and bivariate using Chi-Square test at the level of 95% (P <0.05). Results showed variable birth weight, history of breastfeeding, nutritional status, immunization history DPT, measles immunization history, and a history of asthma associated with the incidence of pneumonia in infants. The variables of age, sex, and history of vitamin A is not associated with the incidence of pneumonia. Advised To Hospitals Army City Padangsidimpuan to make efforts to overcome pneumonia based on risk factors, namely by increasing activities to educate people, especially for parents who have children on the fulfillment of optimal nutrition to improve the nutritional status of children, understanding of exclusive breastfeeding, provide information to the public about the importance of immunization in accordance with the immunization schedule
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELUARGA DALAM KEPEMILIKAN SARANA BUANG AIR BESAR DI DESA JANJIMANAON KECAMATAN BATANG ANGKOLA KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2017 Habibah, Nursalmah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The environment is a major factor that affect the health of individuals and communities. Environmental conditions that do not meet the requirements of health and social behavior can be detrimental to health of both rural and urban communities due to lack of knowledge and keamampuan community health, economics, and technology. The purpose of this study to determine the factors that affect the ownership healthy latrine in the village Promise Manaon district. Angkola Batang district. South Tapanuli 2017. This type of research is analytic survey with cross sectional approach, which aims to analyze the factors that affect families in a healthy latrine ownership family in the village of Promise Manaon Angkola District of South Tapanuli. The population in this study is a household that has a healthy latrines in the village of Promise Manaon district. Angkola Batang district. South Tapanuli as many as 88 households. The sampling technique in this research is total sampling as many as 88 respondents. Data obtained from questionnaires and were analyzed using chi square test and multiple linear regression. showed that the results of the test-F or simultaneous test known to have the effect of independent variables (economic status, knowledge, attitude, clean water and the role of health workers) to the dependent variable (latrine ownership) in the village of Janjimanaon District of Batang Angkola South Tapanuli Year 2017.It that the most dominant variable influence on the family in a village latrine ownership in the District of Batang Angkola Janjimanaon South Tapanuli Year 2017 is a variable of knowledge with significant value 0.006 <0.05. It is expected that all healthcare workers to be able to provide health promotion in order to increase knowledge with regard to the ownership healthy latrine for the community in the village of Batang Angkola Janjimanaon District of South Tapanuli.
Co-Authors AA, Abdullah Abdullah AA Abdullah AA Adelina, Mei Adelina, Mei - Adi Antoni Adi Antoni Aflah Lubis, Yuni Ahmad, Haslinah Ahmad, Haslinah HA Alprida Harahap Anto J Hadi Anto J. Hadi Antoni, Adi Arinil Hidayah Ariona, Septi Arisa Aswan, Yulinda Aswan, Yulinda - Aulia, Nisa Ayuni Harahap, Alya Baik Rambe, Nur Batubara, Novita Sari Dalimunthe, Letnan Dalimunthe, Maharani Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Diningsih, Ayus Efrina Sahri Pulungan, Putri Fitri Napitupulu, Natar Gintings, Akhyar Fauzi Habibah, Nursalmah Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Halinah Ahmad Harahap, Alya Ayuni Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Mei Adelina Harahap, Rizki Noviyanti Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasibuan, Elmi Sariani Hasibuan, Khoirunnisah Hasibuan, khoirunnisah - Hasibuan, Rido Haslina Haslinah Hidayah, Arinil Insan, Hafni Nur J. Hadi, Anto Kahirani, Leli Khoirunnisah Hasibuan Leli Khairani Liana Lola Pebrianthy Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Yuni Aflah Maharani Dalimunthe manurung, dina mariana Massraini Daulay, Nanda Mei Adelina Mei Adelina Harahap Nafratilova Ritonga, Nevo Nanda Massraini Daulay Nasution, Ayannur nasution, ayannur - Nasution, Nur Arfah Nazlina, Nina Nefonafratilova Ritonga Nefonafratilova Ritonga Nefonavratilova Ritonga Nina Nazlina Nisa Aulia Nopita Yanti Sitorus Nugraeny, Lolita Nur Aliyah Rangkuti Nur Aliyah Rangkuti Nurhamimah Nursalmah Habibah Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Putri Efrina Sahri Pulungan Ramadhini, Delfi Rambe, Muhammad Arsyad E Rambe, Nur Baik Rangkuti, Nur Aliyah Ratna Dewi Rido Hasibuan Rido Hasibuan Ridwan Amiruddin Ritonga, Nefona fratilova Ritonga, Nefonavratilova - Ritonga, Sukhri Herianto Saskiyanto Manggabarani Septi Ariona Septi Ariona Simamora, Asnil Adli Simamora, Febrina Angraini SIREGAR, HOTMA ROYANI Siregar, Nurelilasari Siregar, Putri Khairani Siregar, Putri Runggu Suhartini Sujoko, Edy SURYANI Vera, Yulia Wisudawan, Owilda Wiwi Wardani Tanjung Yuana, Putri Yulinda Aswan Yulizar Yuni Aflah Yusnina Maisyaroh