Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN RENDAM KAKI DENGAN AIR GARAM UPAYA PENURUNAN SKALA NYERI REUMATIK PADA LANSIA DI PANTI JOMPO BASILAM Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Nur Aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1010

Abstract

AbstractThe increasing number of elderly people creates problems, especially in terms of health and welfare of the elderly. The existence of disease affects the condition of a person's physical health which is one aspect that determines a person's quality of life. One of the changes in physical condition due to aging is in the musculoskeletal system, namely joint disorders which are common diseases that are very closely related to the aging process with the main symptom being pain. One of the diseases associated with pain in the joints and bones that the elderly commonly complain about due to pain that is felt to really interfere with activities is rheumatism. Rheumatism is a disease that attacks the joints and bones or the supporting tissues around the joints. Measures to treat pain in rheumatism using non-pharmacological techniques, namely by soaking the feet in salt water. Salt water is known to reduce the inflammatory effect on the joints so that the pain is reduced. The methods used are providing information (lectures) and carrying out foot soaks with salt water in an effort to reduce the rheumatic pain scale. The implementation was carried out at the Basilam Nursing Home in March 2023 which was attended by 12 elderly people suffering from rheumatism. This activity was carried out well and even the participants looked enthusiastic and hoped that the implementation of foot soaks with salt water could reduce the rheumatic pain scale and prevent complications in the elderlyAbstrakMeningkatnya jumlah lansia menimbulkan masalah terutama dari segi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Keberadaan penyakit mempengaruhi kondisi kesehatan fisik seseorang yang merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas hidup seseorang. Salah satu perubahan kondisi fisik karena menua adalah pada sistem muskuloskeletal yaitu gangguan pada persendian yang merupakan penyakit yang sering dijumpai yang sangat erat hubungannya dengan proses menua dengan gejala utama nyeri. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan nyeri pada persendian dan tulang yang biasa dikeluhkan lansia akibat nyeri yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas adalah reumatik. Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan tulang atau jaringan penunjang sekitar sendi. Tindakan untuk mengatasi nyeri pada Rematik dengan menggunakan teknik non farmakologi yaitu dengan rendam kaki dengan air garam. Air garam diketahui mengurangi efek inflamasi pada sendi sehingga rasa nyerinya berkurang.Metode yang digunakaan adalah memberikan informasi (ceramah) dan melaksanakan rendam kaki dengan air garam upaya menurunkan skala nyeri reumatik. Pelaksanaan di lakukan di Panti Jompo Basilam pada bulan Maret 2023 yang diikuti oleh 12 lansia yang menderita reumatik. Kegiatan ini terlaksana dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan pelaksanaan rendam kaki dengan air garam dapat menurunkan skala nyeri reumatik dan dapat mencegah kompilkasi pada lansia.
PENYULUHAN TENTANG IMUNISASI PADA BALITA DI DESA PINTU LANGIT KECAMATAN AN PADANGSIDIMPUAN ANGKOLA JULU TAHUN 2023 rangkuti, nur aliyah; Hasibuan, Khoirunnisah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1011

Abstract

ABSTRACT Immunization is the process of giving a substance called a vaccine into a person's body with the aim of forming immunity against a certain disease. The form of activity carried out is health education counseling about the benefits of immunization in infants and toddlers. This extension activity lasted for 120 minutes and was carried out in Pintu Langit Village, Padangsidimpuan Angkola Julu District. The purpose of this activity is to provide counseling to mothers who have children under five. Counseling in the form of presentations, providing posters, carrying out immunization activities for toddlers. The number of participants in the activity was 38 people. The results of community service regarding immunization can be in the form of increasing public knowledge and awareness regarding the importance of immunization and increasing the number of people who carry out immunizations. The counseling activities carried out went well and in an orderly manner, this activity was carried out in Puntu Langit Village, which is in the working area of Pintu Langit Health Center. The people who took part in the activity seemed enthusiastic in participating in counseling activities about health checks. It is hoped that the community, especially mothers who have toddlers, will already know the benefits of the activities carried out and routine health checks for toddlers and will make visits for health checks in the following month. Imunisasi adalah proses memberikan suatu zat yang disebut vaksin ke dalam tubuh seseorang dengan tujuan untuk membentuk kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Bentuk kegiatan Yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang manfaat imunisasi pada bayi dan balita. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 120 menit ini dilaksanakan di desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu yang memiliki anak balita. Penyuluhan berupa presentase, pemberian poster, melakukan kegiatan pemberian imunisasi pada balita. Jumlah peserta kegiatan berjumlah 38 orang. Hasil pengabdian masyarakat tentang imunisasi dapat berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi serta meningkatnya jumlah masyarakat yang melakukan imunisasi. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Puntu Langit yang berada wilayah kerja Puskesmas Pintu Langit. Masyarakat yang mengikuti kegiatan telihat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pemeriksaan kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki balita sudah mengetahui manfaat dari kegaiatan yang dilakukan serta rutin pemeriksaan kesehatan balita serta akan melakukan kunjungan untuk pemeriksaan kesehatan pada bulan berikutnya.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SADABUAN Wisudawan, Owilda; ahmad, haslinah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.1050

Abstract

ABSTRACT In the GBHN, it is stated that the basic pattern of national development is in essence the complete Indonesian human development and the development of Indonesian society. ISPA is still an important health problem because it causes quite high infant and under-five deaths, which is approximately 1 in 4 deaths. The purpose of this service is for the public to know the danger signs, calcifications, prevention and ways to eradicate ISPA. This service uses lecture, discussion and question and answer methods using leaflets, LCDs, and sound systems. The results of this dedication show that the enthusiasm of the people in the Working Area of ​​the Sadabuan Health Center can take part in counseling with so many questions about the Prevention of ARI Diseases delivered by the speakers. The conclusion from this activity is that residents who take part in this counseling already know the danger signs, calcifications, prevention and ways to eradicate ARI. Dalam GBHN, dinayatakan bahwa pola dasar pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia. ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira – kira 1 dari 4 kematian terjadi. Tujuan dari pengabdian ini untuk agar masyarakat mengetahui tanda bahaya, kalsifikasi, pencegahan dan cara pemberantasan ISPA. Pengabdian ini menggunkan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan leaflet, LCD, serta sound system. Hasil dari pengabdian ini terlihat antusias dari masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan tersebut dapat mengikuti penyuluhan dengan begitu banyak memberikan pertanyaan seputar Pencegahan Penyakit ISPA yang disampaikan pemateri. Kesimpulan dari kegiatan ini warga yang mengikuti penyuluhan ini sudah mengetahui tanda bahaya, kalsifikasi, pencegahan dan cara pemberantasan ISPA.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK DI DESA SIMASOM KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN ANGKOLA JULU Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Juni Andriani; Rangkuti, Nur Aliyah; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1169

Abstract

Abstrak Tingkat Kesehatan pada bayi perlu mendapatkan perhatian mengingat bayi atau anak sebagai generasi yang sehat yaitu dengan mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas pada anak salah satunya dengan pemberian imunisasi . Imunisasi merupakan salah satu strategi yang efektif dan efisien delam meningkatkan derajat kesehatan nasional .Imunisasi bertujuan untuk merangsang sistem imunitas tubuh agar membentuk kekebalan didalam tubuh. Imunisasi dasar lengkap mencegah terjangkitnya berbagai macam penyakit diantaranya penyakit tuberculosis, hepatitis B, tetanus toxoid, pertusis, influenza tipe B, dan campak. pemberian imunisasi terbukti cost effective bagi kesehatan masyarakat, karena bertujuan untuk menjaga kesehatan anak dan merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih merupakan permasalahan yang sangat sulit dihadapai. Pengetahuan menjadi faktor dominan dengan kepatuhan melaksanakan imunisasi.Metode yang di gunakan adalah berupa penyuluhan . Pelaksanaan di lakukan di Desa Simasom Kecamatan Padangsidimpuan Angkola julu dan diikuti oleh ibu- ibu yang mempunyai aanak usia 0- 12 bulan . Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan diharapkan perlu adanya dukungan dari pemerintah dalam media informasi sehingga dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh kader posyandu dan bidan desa sehingga ibu mendapat informasi secara akurat. Abstract The level of health in infants needs to get attention considering that babies or children are a healthy generation, namely by reducing morbidity and mortality rates in children, one of which is by administering immunizations. Immunization is an effective and efficient strategy in improving national health status. Immunization aims to stimulate the body's immune system to form immunity in the body. Complete basic immunization prevents the spread of various diseases including tuberculosis, hepatitis B, tetanus toxoid, pertussis, type B influenza, and measles. immunization is proven to be cost effective for public health, because it aims to maintain children's health and is the best way to protect children from various diseases. The low coverage of complete basic immunization is still a problem that is very difficult to deal with. Knowledge is the dominant factor with adherence to immunization. The method used is counseling. The implementation was carried out in Simasom Village, Padangsidimpuan District, Angkola Julu and was attended by mothers with children aged 0-12 months. This activity was carried out well and even the participants looked enthusiastic and it is hoped that there will be support from the government in information media so that it can be carried out on an ongoing basis by posyandu cadres and village midwives so that mothers get accurate information.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pemilihan Sumber Gizi Untuk Mencegah Anemia Pada Anak SD Pendidikan Kesehatan Tentang Pemilihan Sumber Gizi Untuk Mencegah Anemia Pada Anak SD Rangkuti, Juni Andriani; Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, nur Aliyah; Siregar, Putri Runggu; Nursalmah Habibah; Yuni Aflah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1177

Abstract

Anemia is a type of health disorder that has an indirect impact on human productivity. Apart from poor food intake, anemia is also caused by parasitic infections. As a result of a lack of hemoglobin levels, it causes symptoms of lethargy, weakness and fatigue when carrying out activities which will have an impact on decreasing concentration and learning achivement, and in the long term will have an impact on the quality of human resources, where children are the future generation of the nation who will later to support determining the next generation. The aim of carrying is to provide community service efforts in order to increase students’ knowledge about nutrition, selecting nutritional sources to prevent anemia. This activity took place on 29 September 2023 at SD N 100723 Aek Ngadol Village. This activity was attended by 30 students accompained by teachers. Activities are carried out using the lecture method, question and answer disqussions. The evaluation results show increase in students’ knowledge about nutrition, eating patterns that can prevent anemia and choosing nutrinional sources. Anemia merupakan jenis gangguan kesehatan yang memiliki dampak secara tidak langsung pada produktivitas manusia. Selain karena intake makanan yang kurang baik, anemia juga disebabkan oleh infeksi parasit. Akibat dari kekurangan kadar hemoglobin menimbulkan gejala lesu, lemah letih dan cepat lelah saat melakukan aktivitas yang akan berdampak menurunnya konstentrasi serta prestasi belajar, dan pada jangka panjang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, dimana anak-anak merupakan generasi masa depan bangsa yang nantinya akan mendukung menentukan generasi berikutnya.Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk upaya pengabdian masyarakat dalam rangka untuk peningkatan pengetahuan siswa tentang pengetahuan tentang gizi, pemilihan sumber gizi untuk mencegah anemia. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 29 september 2023 di SDN 100723 Desa Aek Ngadol. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta didik dengan didampingi bapak/ibu guru. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi, pola makan yang dapat mencegah anemia dan pemilihan sumber gizi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN FRAKTUR DENGAN CARA PEMBIDAIAN DI SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1184

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah bantuan pertama yang diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan dengan tujuan menyelamatkan nyawa,menghindari cedera atau kondisi yang lebih parah dan mempercepat penyembuhan.Ekstermitas yang mengalami trauma harus diimobilisasi dengan bidai.Bidain(splint stsu spalk)adalah alat yang kuat tetapi ringan untuk imobilisasi tulang yang patah dengan tujuan mengistirahatkan tulang tersebut dan mencegah timbulnya rasa nyeri.Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN terkaid Pembidaian pada Fraktur.Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta penyuluhan,maka sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan peserta diminta u ntukmengisi kuesioner Pre-Test dan Poat-Test tentang tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberitan materi adalah 44,46 dan 75,00.Kegiatan Penyuluhan ini dapat berjalan dengan lancar.Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang cara Pembidaian pada Fraktur.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Asma pada Remaja di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1244

Abstract

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang umum dan memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari mengi yang sangat ringan hingga penutupan saluran napas akut yang mengancam jiwa. Asma merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar masyarakat (remaja) dapat mengetahui konsep asma dan memahami tentang pengobatannya. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan, serta guru sebagai pendamping. Lokasi penyuluhan dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak sekolah SMA Negeri 5 Kota Padangsidimpuan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep asma dan cara pencegahannya. Saran kepada pihak sekolah dan puskesmas agar kedepannya melakukan promosi kesehatan sebagai program kerja puskesmas dan unit Kesehatan sekolah (UKS).
Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Padangsidimpuan rangkuti, nur aliyah; batubara, Novita Sari; Hasibuan, khoirunnisah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1257

Abstract

Anemia merupakan penyakit kedua tertinggi di dunia. Hal tersebut menjadikan anemia sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Bentuk kegiatan Yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang anemia pada Wanita Usia Subur (WUS). Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 60 menit ini yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Kota Padangsidimpuan sebanyak 8 orang. Penyuluhan dilakukan kepada WUS yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit dengan menyampaikan salam pembukaan acara dan isi materi, hal ini disampaikan pemateri selama 30 menit. Setelah materi di sampaikan, pemateri memberikan sesi tanya-jawab dan diskusi selama 15 menit. Hasil pengabdian masyarakat tentang imunisasi dapat berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran WUS tentang anemia. Pendidikan kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan dan harus diperoleh semua umat manusia karena semakin tinggi pendidikan seseorang, akan semakin baik pula seseorang tersebut menerima dan segala bentuk informasi sehingga akan memperluas informasi yang dimilikinya. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Kota Padangsidimpuan. Masyarakat yang mengikuti kegiatan telihat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pemeriksaan kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat terutama WUS yang sudah mengetahui tengatang anemia agar lebih memperhatikan kesehatannya. Anemia is the second highest cause of disability in the world. This makes anemia a serious public health problem not only in Indonesia but also around the world. The form of activities carried out is health education counseling about anemia in women of childbearing age (WUS). This counseling activity lasted for 60 minutes which was carried out at the Class IIb Penitentiary in Padangsidimpuan City as many as 8 people. Counseling was carried out to WUS which began with an opening by the moderator for 15 minutes by delivering the opening greetings of the event and the content of the material, this was delivered directly by the speaker for 30 minutes. After the material was delivered, the speaker gave time for a question and answer session and discussion for 15 minutes. The results of community service about immunization can be in the form of increasing WUS knowledge and awareness about anemia. Health education is very important and needed and must be obtained by all mankind because the higher a person's education, the better a person will receive and all forms of information so that it will expand the information he has. The counseling activities carried out went well and in an orderly manner, this activity was carried out at the Class IIb Penitentiary in Padangsidimpuan City. People who participated in the activity seemed enthusiastic in participating in counseling activities about health checks. It is expected that the community, especially WUS who already know about anemia, will pay more attention to their health. If one of the signs of anemia symptoms occurs, you can immediately go to the available health facilities in prison.
EDUKASI PERSONAL HYGIENE PADA WARGA BINAAN LAPAS KLAS II B PADANGSIDIMPUAN Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Juni Andriani; Rangkuti, Nur Aliyah; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1291

Abstract

Kebutuhan dasar manusia dibagi menjadi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial. Kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi atau terganggu jika seseorang tidak atau kurang memiliki pengetahuan dan kemampuan personal hygiene yang baik. Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Tujuan dari personal hygiene adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan., memelihara kebersihan diri, pencegahan penyakit, meningkatkan percaya diri, serta menciptakan keindahan. Dari hasil wawancara dengan pengelola lapas diketahui bahwa pemahaman dan kesadaran penghuni lapas mengenai personal hygiene masih cukup rendah sehingga muncul dampak masalah kesehatan fisik pada penghuni Lapas. . Metode yang di gunakan adalah berupa Edukasi. Pelaksanaan di lakukan di Lapas Kelas II- B Padangsidimpuan.Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias Basic human needs are divided into physical, psychological and social needs. These needs cannot be met or disturbed if someone does not or lacks the knowledge and ability of good personal hygiene. Personal hygiene is an action to maintain a person's cleanliness and health for physical and psychological well-being. The aim of personal hygiene is to improve health, maintain personal hygiene, prevent disease, increase self-confidence, and create beauty. From the results of interviews with prison managers, it is known that the understanding and awareness of prison inmates regarding personal hygiene is still quite low, resulting in the impact of physical health problems on prison inmates. . The method used is in the form of counseling. The implementation was carried out at the Class II-B Padangsidimpuan Prison. This activity was carried out well and even the participants looked enthusiastic
Pendidikan Kesehatan tentang Perawatan Keluarga pada Anak dengan ISPA di Ruang Anggrek RSUD Panyabungan Simamora, Febrina Angraini; Rangkuti, Juni Andriani; Manurung, Dina Mariana; Harahap, Mei Adelina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1299

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang menimbulkan gejala dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Kemampuan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga sangat diperlukan, agar keluarga dapat mencegah terjadinya ISPA pada anak. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar keluarga khusunya ibu dapat mengetahui konsep ISPA dan memahami tentang perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Peserta merupakan orangtua (keluarga) pasien anak yang mengalami ISPA dan menjalani rawat inap di ruang Anggrek RSUD Panyabungan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan didampingi oleh dosen pembimbing dan difasilitasi oleh pihak RSUD Panyabungan. Peran dan tugasnya telah ditetapkan antara lain sebagai penanggung jawab, moderator, pencatat, pengamat, fasilitator dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta penyuluhan tentang konsep ISPA dan cara perawatan anggota keluarga yang mengalami ISPA. Saran kepada keluarga agar lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat pada aktivitas sehari-hari agar dapat mencegah terjadinya ISPA pada anggota keluarga.
Co-Authors AA, Abdullah Abdullah AA Adelina, Mei Adelina, Mei - Adi Antoni Aflah Lubis, Yuni Ahmad, Haslinah Ahmad, Haslinah HA Alprida Harahap Anto J Hadi Antoni, Adi Arinil Hidayah Ariona, Septi Arisa Aswan, Yulinda Aswan, Yulinda - Aulia, Nisa Ayuni Harahap, Alya Baik Rambe, Nur Batubara, Novita Sari Dalimunthe, Maharani Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Diningsih, Ayus Efrina Sahri Pulungan, Putri Gintings, Akhyar Fauzi Habibah, Nursalmah Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Halinah Ahmad Harahap, Alya Ayuni Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Mei Adelina Harahap, Rizki Noviyanti Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasibuan, Elmi Sariani Hasibuan, Khoirunnisah Hasibuan, khoirunnisah - Hasibuan, Rido Haslina Hidayah, Arinil Insan, Hafni Nur J. Hadi, Anto Kahirani, Leli Khoirunnisah Hasibuan Lastari, Asdi Leli Khairani Liana Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Yuni Aflah manurung, dina mariana Massraini Daulay, Nanda Mei Adelina Mei Adelina Harahap Nafratilova Ritonga, Nevo Nanda Massraini Daulay Nasution, Ayannur nasution, ayannur - Nasution, Nur Arfah Nazlina, Nina Nefonavratilova Ritonga Nisa Aulia Nopita Yanti Sitorus Nugraeny, Lolita Nur Aliyah Rangkuti Nur Aliyah Rangkuti Nurhamimah Nursalmah Habibah Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Pulungan, Putri Efrina Sahri Ramadhini, Delfi Rambe, Muhammad Arsyad E Rambe, Nur Baik Rangkuti, Nur Aliyah Rantesalu, Matius Ratna Dewi Rido Hasibuan Ridwan Amiruddin Ritonga, Nefona fratilova Ritonga, Nefonafratilova Ritonga, Nefonavratilova - Ritonga, Sukhri Herianto Sallipadang, Edwinn Saskiyanto Manggabarani Septi Ariona Simamora, Asnil Adli Simamora, Febrina Angraini Siregar, Putri Khairani Siregar, Putri Runggu Suhartini Sujoko, Edy Utaminingtyas, Farida Vera, Yulia Wisudawan, Owilda Wiwi Wardani Tanjung Yuana, Putri Yulinda Aswan Yuni Aflah