Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2024 Rangkuti, Nur Aliyah; Andriani Rangkuti, Juni; Nasution, Ayannur; Kahirani, Leli
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Vol. 4 No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v4i1.3700

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab dari terjadi prematuritas dan kematian ibu diseluruh dunia (Trogstad, 2012). Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang preeklamsi pada ibu khususnya ibu hamil. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. 1) Tahap persiapan terdiri dari penyusunan proposal, pembuatan bahan presentasi dan persiapan tempat penyluhan. 2) Tahap pelaksanaan : berlangsung selama 60 menit. Penyuluhan berupa perkenalan, presentase materi, diskusi, tanya jawab, penutup dan foto bersama. Peserta kegiatan berjumlah 16 orang. Penyuluhan dilakukan kepada ibu hamil yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit, menyampaikan presentasi materi disampaikan langsung oleh pemateri selama 30 menit. 3) Tahap evaluasi : Setelah materi di sampaikan, pemateri memberikan waktu untuk sesi diskusi, tanya-jawab selama 15 menit. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 03 Maret tahun 2024 pukul 09.00 wib – selesai bertempat di posyandu. Pada kegiatan ini sosialisasi pengabdian masyarakat melakukan pengisian absen dan penyajian materi yang akan disampaikan oleh pemateri kepada ibu hamil. Setelah kegiatan ini dilakukan, ibu hamil sudah mengertai dan mengetahui tentang preeklamsi. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Desa Simapil Apil Kelurahan Lembah Lubuk Raya Kecamatan Padangsidimuan Hutarimbaru Kota Padangsidimpuan dan termasuk dalam Wilayah Kerja Puskesmas Hutarimbaru. Diharapkan kepada remaja sudah mengetahui tentang yang dismenorea dan cara penanganannya sehingga bisa melakukan perawatan mandiri jika mengalami disemenorhea.
The use of policresulen concentrate in the management of hypergranulation in diabetic foot ulcers: A case report Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani; Lubis, Arisa Harfa Said; Nasution, Nur Arfah
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 16, No 2, (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol16.Iss2.art15

Abstract

Diabetic foot ulcers are a severe complication of diabetes, causing pain, infection risk, and reduced quality of life. Timely and effective wound management is crucial to prevent delayed healing, which may ultimately result in amputation. One of the complications often encountered in diabetic foot ulcers is hypergranulation tissue. Policresulen, known for its hemostatic and antimicrobial properties, presents a potential option for managing hypergranulation. This case report explores the effects of applying policresulen concentrate to a diabetic foot ulcer complicated by hypergranulation tissue. The case involved a 61-year-old male patient with a 15-year history of diabetes mellitus which developed a diabetic foot ulcer two years prior. Despite 10 months of various treatments, wound healing remained suboptimal due to persistence hypergranulation tissue. Policresulen concentrate was applied every three days for a total of 16 wound care sessions, and healing progress was evaluated using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool. Over the course of treatment, the hypergranulation tissue gradually diminished, and the wound progressively closed until complete epithelialization was achieved. This case demonstrates that policresulen concentrate may be effective in managing hypergranulation and facilitating wound closure in diabetic foot ulcers. No adverse effects were observed during the treatment period.
PENYULUHAN PENYULUHAN TENTANG KEPUTUHAN PADA REMAJA DI DESA GUNUNG TUA PARGARUTAN JAE TAHUN 2025: KEPUTIHAN PADA REMAJA rangkuti, nur aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2203

Abstract

Keputihan merupakan suatu pengeluaran lendir bening pada alat genetalia. Keputihan bukan merupakan sebuah penyakit merupakan sebuah manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan dan reproduksi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan pendidikan kesehatan mengenai Keputihana, khususnya ditujukan kepada Remaja. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kerja sama antara kecamtan Angkola Timur, Puskesmas Pargarutan dan Program Studi Kebidanan Diploma Tiga Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan. Hasil pengabdian masyarakat dapat peningkatkan pengetahuan remaja khususnya remaja putri tentang keputihan serta menyadari pentingnya penanganan yang dilakukan jika mengalami keputihan yang tidak normal. Penyuluhan kesehatan tentang keputihan pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat remaja putri dalam menjaga kesehatan reproduksi. Diperlukan tindak lanjut berupa penyuluhan rutin serta pembentukan kelompok sebaya agar remaja lebih nyaman berbagi pengalaman.Kepada remaja putri diharapkan untuk melakukan pencegahan terhadap keputihan dengan cara rutin mencuci vagina setelah BAK dan BAB, mengganti pembalut selama 4 jam sekali ketika haid dan menghindari pemakaian celana ketat serta membagikan informasi yang telah disampaikan selama penyuluhan kepada teman sebaya dan lingkungan sekitar.
Iptek bagi Masyarakat: Pemberian Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi Pelacak Mood untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Antoni, Adi; Harahap, Alprida; Ahmad, Haslinah; AA, Abdullah; J. Hadi, Anto; Andriani Rangkuti, Juni; Nafratilova Ritonga, Nevo
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.932

Abstract

Masalah kesehatan mental remaja perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya seks bebas pada remaja. Edukasi kesehatan remaja menjadi hal penting dalam kondisi saat ini. Tujuan edukasi ini adalah memberikan pengetahuan pada remaja tentang penggunaan aplikasi pelacak mood untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dalam mencegah perilaku seks bebas serta pemanfaatan aplikasi pelacak mood dalam meningkatkan kesehatan remaja. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi pelacak mood yang dapat di download di playstore yang mudah di akses oleh pengguna smartphone. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2024 dengan sasaran kegiatan ini adalah remaja SMA sederajat Se Kota Padangsidimpuan sebanyak 19 orang. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dan diskusi serta demontrasi memanfaatkan aplikasi pelacak mood untuk meningkatkan kesehatan mental remaja serta dilakukan pretes dan posttest terkait kesehatan mental remaja. Hasil sebelum edukasi diperoleh kesehatan mental remaja diperoleh rendah 15 orang (78,94%) dan pengetahuan kesehatan mental tinggi 4 orang (21,06%). Setelah edukasi diperoleh kesehatan mental remaja diperoleh tinggi 19 orang (100%). Edukasi  kesehatan berbasis aplikasi pelacak mood dapat meningkatkan kesehatan mental remaja agar selalu bertindak positif dan mencegah perilaku negative seperti seks bebas.
PENYULUHAN TENTANG SIKAT GIGI DI TKIT BUNAYYA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2021 rangkuti, nur aliyah; Ritonga, Nefonavratilova -; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.286 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.517

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan gigi mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan dimasyarakat luas yaitu karies gigi,karies tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat pula terjadi pada anak. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 120 menit ini dilaksanakan di TKIT Bunayya. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh siswa TK. Penyuluhan berupa perkenalan, presentase, demonstrasi cara dan praktek langsung tentang bagaimana cara menyikat gigi. Jumlah peserta kegiatan berjumlah 87 orang. Saat kontrak waktu dengan pihak selokah, seluruh anak TKIT Bunayya di beritahukan untuk membawa sikat gigi sendiri. Penyuluhan dilakukan kepada siswa yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit dengan menyampaikan salam pembukaan acara dan isi materi dan melaksanakan sikat gigi, hal ini disampaikan langsung oleh pemateri selama 60 menit. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini di lanjutkan dengan memberikan evaluasi kepada siswa. Terdapat 4 pertanyaan yang diberikan pada siswa dan siswa hampir rata-rata mengetahui dan mampu menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut. Hanya saja siswa masih kesulitan dengan ilmu yang baru di dapat. Adapun kesimpulan dari kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik oleh siswa kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan gosok gigi. Adapun saran dari kegiatan penyuluhan dapat dilakukan lebih sering agar siswa lebih mengetahui bagaimana cara gosok gigi yang benar.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA ANAK DI DESA LABUHAN LABO TAHUN 2022 rangkuti, Nur aliyah; Ritonga, Nefonavratilova; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 1 (2022): Vol.4 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i1.730

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan hal yang wajib diberikan pada bayi usia 0-9 bulan. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit atau usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh guna merangsang pembuatan anti bodi yang bertujuan untuk mencegah penyakit tertentu. Sasaran pengabdian ini ibu yang memiliki bayi dan anak balita sebanyak 25 orang di desa Labuhan Labo. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengatahun dan kesadaran ibu tentang imunisasi. Kegitan yang dilakukan yaitu penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini, Setelah dilakukan penyuluhah tentang imunisasi pada anak, manyarakat mengetahui tentang imunisasi yang diberikan pada anaknya. Hasil peninjauan kembali pengabdian kepada masyarakat ibu-ibu sudah banyak yang datang ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan anaknya terutama melakukan imunisasi. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik oleh ibu, kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan pemenuhan manfaat imunisasi pada bayi dan balita. Hal ini dibuktikan dengan antusias ibu hamil menjalankan kegiatan dengan teratur dan tertib juga mendengarkan penyuluhan tentang manfaat imunisasi pada bayi dan balita. Kata kunci : Imunisasi, Anak ABSTRACT Immunization is mandatory for infants aged 0-9 months. Immunization is an effort to actively generate or increase a person's immunity against a disease or an attempt to provide immunity to infants and children by introducing vaccines into the body to stimulate the manufacture of antibodies aimed at preventing certain diseases. The target of this service is mothers who have babies and toddlers as many as 25 people in Labuhan Labo village. The purpose of the activity is to increase knowledge and awareness of mothers about immunization. The activity carried out is counseling. The results of this activity, After counseling about immunization to children, the community knows about immunizations given to their children. The results of the review of community service, many mothers have come to the posyandu to check the health of their children, especially immunizations. The counseling activities carried out went well by the mother, the activities seemed enthusiastic in participating in counseling activities to fulfill the benefits of immunization for infants and toddlers. This is evidenced by the enthusiasm of pregnant women carrying out activities in an orderly and orderly manner as well as listening to counseling about the benefits of immunization for infants and toddlers. Keyword : Immunization, Child
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SIKAT GIGI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Adelina, Mei; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 1 (2022): Vol.4 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i1.731

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sesungguhnya merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tentunya tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum.Usia anak pra sekolah merupakan usian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik seseorang anak. Periode ini juga disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini anak mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya menetap sampai dewasa.Salah satunya terjadi kebiasaan menyikat gigi. Menurut survey yang dilakukan , kebiasaan anak Indonesia untuk menyikat gigi dengan baik masih rendah. Perawatan gigi seperti menyigat gigi dianggap tidak terlalu penting, padahal manfaatnya sangat viral dalam menunjang kesehatan dan penampilan. Tujuan pengabdian nuntuk Meningkatkan pengetahuan anak pra sekolah tentang sikat gigi yang benar. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu pendidikan kesehatan tentang sikat gigi pada anak usia pra sekolah . Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik , kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan tentang sikat gigi pada usia pra sekolah . Hal ini dibuktikan dengan antusias anak menjalankan kegiatan dengan teratur dan tertib juga mendengarkan pendidikan kesehtan tentang sikat gigi pada anak usia pra sekolah Dan Kegiatan demontrasi menyikat gigi dengan benar , menempel spanduk dan foto bersamaoleh panitia kegiatan dan anak. Kata Kunci :Sikat Gigi ,Anak Pra sekolah Abstract . Dental and oral health is actually an integral part of overall body health which of course cannot be separated from general body health. Pre-school age is an important age for a child's physical growth and development. This period is also referred to as the critical period because at this time children begin to develop habits that usually persist into adulthood. One of them occurs is the habit of brushing teeth. According to a survey conducted, the habit of Indonesian children to brush their teeth properly is still low. Dental care such as brushing teeth is considered not very important, even though the benefits are very viral in supporting health and appearance. The purpose of the service is to increase the knowledge of pre-school children about the correct toothbrush. The form of activity carried out is health education about toothbrushing for pre-school age children. The counseling activities that were carried out went well, the activities seemed enthusiastic in participating in health education activities about toothbrushing at the pre-school age. This is evidenced by the enthusiasm of children carrying out activities in an orderly and orderly manner as well as listening to health education about toothbrushing for pre-school age children and demonstration activities of brushing teeth properly, sticking banners and taking photos together by the activity committee and children. Keywords: Toothbrush, Preschool Children
PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Nur Aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i2.833

Abstract

Promosi kesehatan merupakan esensi dari peran tenaga kesehatan yang sebenarnya berdampak positif dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan. Membiasakan pola hidup bersih dan sehat perlu diterapkan mulai dari sekarang, terutama di masa wabah Covid-19 ini. Pembiasaan PHBS bermaksud memberikan kegiatan rutin bagi seseorang terkait dengan pola hidup bersih dan sehat sehingga menjadi kebiasaan (Wiranata, 2020). Peran orang tua sangat penting dan berpengaruh dalam pembiasaan pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Orang tua berkewajiban menentukan pilihan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi anggota keluarga seperti mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi, dukungan emosional, aktivitas sehari-hari (aktivitas fisik), dan kualitas lingkungan (Inderan dan Weta, 2018). Oleh karena itu, pembiasaan pola hidup bersih dan sehat bagi anggota keluarga khususnya dan masyarakat selama wabah Covid-19 dapat berupa edukasi, baik berbasis teori maupun praktik langsung. Jika masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat sejak dini, maka secara tidak langsung masyarakat telah berperan aktif dalam memerangi COVID-19 di Indonesia. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih, Sehat Abstract Health promotion is the essence of the role of health workers who actually have a positive impact in an effort to increase community participation in improving the health status . Getting used to a clean and healthy lifestyle needs to be applied from now on, especially during this Covid-19 outbreak. PHBS habituation intends to provide a routine activity for someone related to a clean and healthy lifestyle so that it becomes a habit (Wiranata, 2020). The role of parents is very important and influential in the habituation of a clean and healthy lifestyle in the family. Parents are obliged to determine the choice of quality health services for family members such as consuming various types of nutritious food, emotional support, activities of daily living (physical activity), and environmental quality (Inderan and Weta, 2018). Therefore, habituation of a clean and healthy lifestyle for family members in particular and the community during the Covid-19 outbreak can be in the form of education, both theory-based and direct practice. If people get used to a clean and healthy lifestyle from an early age, then indirectly the community has played an active role in fighting COVID- 19 in Indonesia.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SENAM REUMATIK LANSIA DI PANTI JOMPO AL-YUSUFIYAH Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.903

Abstract

Usia lanjut atau lanjut usia bukanlah merupakan suatu penyakit, meskipun hal tersebut dapat menimbulkan masalah sosial. Di beberapa negara, terutama di negara-negara maju umur harapan hidup telah bertambah panjang sehingga warga-warga yang berusia lebih dari 65 tahun juga bertambah. Adanya peningkatan jumlah penduduk usia lanjut tersebut menyebabkan perlunya perhatian pada para lansia agar lansia tidak hanya berumur panjang tetapi juga dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Tanda-tanda masa tua disertai dengan adanya kemunduran-kemunduran kemampuan kerja panca indera, gangguan fungsi alat-alat tubuh, perubahan psikologi serta adanya berbagai penyakit. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada lansia banyak pula masalah kesehatan yang dihadapi. Untuk mempertahankan kesehatan lansia-lansia tersebut perlu adanya upaya-upaya baik besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat dan juga upaya lain seperti senam reumatik. Metode yang di gunakan ceramah dan kegiatan terapi aktivitas kelompok senaam reumatik lansia. Pelaksanaan di lakukan di Panti Jompo Al- Yusufiyah pada bulan Juni 2022 yang diikuti oleh 13 lansia yang menderita reumatik. Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan kegiatan terapi aktivitas kelompok senam reumatik ini dapat dijadikan bukan hanya upaya menurunkan skala nyeri tapi juga dapat mencegahan kompikasi pada penderita reumatik. Old age or old age is not a disease, even though it can cause social problems. In several countries, especially in developed countries, life expectancy has increased so that citizens aged over 65 years are also increasing. The increase in the number of elderly population causes the need for attention to the elderly so that the elderly not only live long but can also enjoy their old age happily and improve their quality of life. Signs of old age are accompanied by declines in the ability of the five senses, impaired function of the organs, psychological changes and the presence of various diseases. With the many changes that occur in the elderly there are also many health problems they face. To maintain the health of the elderly, it is necessary to make good efforts in the form of treatment, medication, a healthy lifestyle and also other efforts such as rheumatic gymnastics. The method used is lectures and group activity therapy activities for the elderly rheumatic gymnastics. The implementation was carried out at the Al-Yusufiyah Nursing Home in June 2022 which was attended by 13 elderly people suffering from rheumatism. This activity was carried out well and even the participants looked enthusiastic and hoped that the therapy activities of the rheumatism exercise group could be used not only as an effort to reduce the pain scale but also to prevent complications in rheumatism sufferers.
APLIKASI SKRINING AUSDRISK (THE AUSTRALIAN TYPE 2 DIABETES RISK ASSESSMENT TOOL) MODIFIKASI PADA KARYAWAN UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.937

Abstract

Jumlah penderita diabetes mellitus terus meningkat dari waktu ke waktu, termasuk diabetes mellitus tipe 2. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari semua kalangan untuk mencegah pertambahan jumlah penderita diabetes mellitus ini. Salah satunya adalah melalui upaya deteksi dini pada masyarakat dengan kelompok usia kurang dari 40 tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi penderita diabetes mellitus tipe 2 pada karyawan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan aplikasi skrining. Partisipan pada kegiatan ini adalah karyawan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan yang berusia kurang dari 40 tahun dengan jumlah total yang terlibat adalah 21 orang. Instrumen yang digunakan dalam deteksi dini penderita diabetes mellitus tipe 2 ini AUSDRISK (The Australian Type 2 Diabetes Risk Assessment Tool). Hasil kegiatan ini adalah 8 orang partisipan (38,10%) memiliki resiko tinggi untuk menderita DM tipe 2. Kemudian setelah dikonfirmasi melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, diperoleh hasil bahwa 1 partisipan (12,5%) dari kelompok resiko tinggi terkonfirmasi telah menderita diabetes mellitus, sedangkan 6 partisipan (75%) dari kelompok resiko tinggi tersebut belum pasti DM. Skrining menggunakan AUSDRISK ini dapat menjadi upaya dalam pencegahan terjadinya DM tipe 2 pada kelompok usia kurang dari 40 tahun, sehingga dapat memberikan intervensi secepat mungkin pada kelompok yang memiliki resiko tinggi.
Co-Authors AA, Abdullah Abdullah AA Adelina, Mei Adelina, Mei - Adi Antoni Aflah Lubis, Yuni Ahmad, Haslinah Ahmad, Haslinah HA Alprida Harahap Anto J Hadi Antoni, Adi Arinil Hidayah Ariona, Septi Arisa Aswan, Yulinda Aswan, Yulinda - Aulia, Nisa Ayuni Harahap, Alya Baik Rambe, Nur Batubara, Novita Sari Dalimunthe, Maharani Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Diningsih, Ayus Efrina Sahri Pulungan, Putri Gintings, Akhyar Fauzi Habibah, Nursalmah Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Halinah Ahmad Harahap, Alya Ayuni Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Mei Adelina Harahap, Rizki Noviyanti Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasibuan, Elmi Sariani Hasibuan, Khoirunnisah Hasibuan, khoirunnisah - Hasibuan, Rido Haslina Hidayah, Arinil Insan, Hafni Nur J. Hadi, Anto Kahirani, Leli Khoirunnisah Hasibuan Lastari, Asdi Leli Khairani Liana Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Yuni Aflah manurung, dina mariana Massraini Daulay, Nanda Mei Adelina Mei Adelina Harahap Nafratilova Ritonga, Nevo Nanda Massraini Daulay Nasution, Ayannur nasution, ayannur - Nasution, Nur Arfah Nazlina, Nina Nefonavratilova Ritonga Nisa Aulia Nopita Yanti Sitorus Nugraeny, Lolita Nur Aliyah Rangkuti Nur Aliyah Rangkuti Nurhamimah Nursalmah Habibah Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Pulungan, Putri Efrina Sahri Ramadhini, Delfi Rambe, Muhammad Arsyad E Rambe, Nur Baik Rangkuti, Nur Aliyah Rantesalu, Matius Ratna Dewi Rido Hasibuan Ridwan Amiruddin Ritonga, Nefona fratilova Ritonga, Nefonafratilova Ritonga, Nefonavratilova - Ritonga, Sukhri Herianto Sallipadang, Edwinn Saskiyanto Manggabarani Septi Ariona Simamora, Asnil Adli Simamora, Febrina Angraini Siregar, Putri Khairani Siregar, Putri Runggu Suhartini Sujoko, Edy Utaminingtyas, Farida Vera, Yulia Wisudawan, Owilda Wiwi Wardani Tanjung Yuana, Putri Yulinda Aswan Yuni Aflah