Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN USIA IBU PRIMIPARA SAAT PERNIKAHAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS HUTABARGOT KECAMATAN HUTABARGOT KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2021 rangkuti, nur aliyah; Dewi, Sri Sartika Sari; Rangkuti, Juni Andriani; Adelina, Mei -; Diningsih, Ayus
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1045

Abstract

ABSTRACT Hutabargot Health Center located in Hutabargot District, Mandailing Natal Regency obtained information from coordinator midwives at Hutabargot Health Center in 2021 with a death rate of 19 babies out of 224 babies born with the age of 0-12 months due to poor care in BBL with the status of mothers primipara age < of 20 years. The purpose of this study was to determine the relationship between the age of primiparous mothers at marriage and the ability to care for infants 0-12 months. The type of research used is quantitative research and analytic survey design with a cross- sectional approach. The population of this study is all primiparous mothers who have newborns or babies aged 0-12 months as many as 42 people in the working area of Hutabargot Health Center. a sample of 42 people. Analysis of the data that will be used is the distribution of frequency and Chi-Square. Based on the results of the study, the majority of married ages were <20 years or >35 years. The results showed that there was a significant relationship between the age of primiparous mothers at marriage and the ability to care for infants 0-12 months, p-value 0.014. It is hoped that this research will be useful for the Puskesmas so that health workers pay more attention to the importance of the age of marriage for prospective mothers, further improve their approach to the community, especially about the age of marriage for mothers by holding health education about a good marriage age so as not to experience anxiety in caring for babies. ABSTRAK Puskesmas Hutabargot berada di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal diperoleh informasi dari bidan kodinator di Puskesmas Hutabargot tahun 2021 dengan angka kematian sebanyak 19 bayi dari 224 bayi yang lahir dengan umur 0-12 bulan yang disebabkan perawatan yang buruk pada BBL dengan status ibu primipara usia < dari 20 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia ibu primipara saat pernikahan dengan kemampuan perawatan bayi 0-12 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu primipara yang memiliki bayi baru lahir atau usia bayi 0-12 bulan sebanyak 42 orang di wilayah kerja Puskesmas Hutabargot, penarikan sampel dengan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 42 orang. Analisis data yang akan digunakan adalah distribusi frekuensi dan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil usia menikah mayoritas <20 tahun atau >35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia ibu primipara saat pernikahan dengan kemampuan perawatan bayi 0-12 bulan p-value 0,014. Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi Puskesmas agar tenaga kesehatan lebih memperhatikan pentingnya usia pernikahan untuk calon ibu, lebih meningkatkan pendekatan kepada masyarakat terutama tentang usia pernikahan untuk ibu dengan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang usia pernikahan yang baik agar tidak mengalami kecemasan dalam merawat bayi.
Pengaruh Program Jalan Kaki 30 Menit Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Terkontrol Di Kota Padangsidimpuan Harahap, Mei Adelina; Gintings, Akhyar Fauzi; Rangkuti, Nur Aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1151

Abstract

Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. In general, blood pressure is high when the systolic blood pressure is more than 120 mmHg and the diastolic blood pressure is more than 80 mmHg. The purpose of this study was to determine the effect of a 30-minute walk program on reducing blood pressure in controlled hypertension patients. This research method is quantitative with the design used in time series research, the population in this study amounted to 9,448 respondents and a sample of 15 respondents, it can be seen that the comparison of blood pressure in respondents before and after a 30-minute walk program using the Wilcoxon test obtained the value P-value = 0.000 (<0.05), the results of the study showed that there was a significant effect of the 30-minute walk program on reducing controlled blood pressure in patients with hypertension. The conclusion of this study is that non- pharmacological therapy such as a 30-minute walk program is an alternative treatment for reducing blood pressure in controlled hypertension patients. Suggestions for people with controlled hypertension should walk for 30 minutes regularly so that blood pressure is stable and avoid complications that will occur.
Pengaruh Konsumsi Seduhan Air Rebusan Daun Bangun-Bangun Terhadap Produksi Air Susu Ibu (Asi) Untuk Ibu Menyusui Di Desa Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Putri Runggu
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi, Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya produksi ASI. Salah satu upaya meningkatkan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat tradisional dalam bentuk rebusan dan ekstrak daun bangun-bangun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun bangun-bagun terhadap peningkatan produksi air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Desa Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur. Jenis Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain Eksperimen semu (Quasi eksperimen), Penelitian ini dilakukan di Desa Batang Pane II Adapun Alasan pemilihan lokasi ini karena belum pernah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsumsi seduhan air rebusan daun bangun-bangun terhadap produksi ASI untuk ibu menyusui. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan sebanyak 18 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh jumlah populasi di jadikan sampel sebanyak 18 orang, Setelah dilakukan uji menggunakan uji Paired t-tes diperoleh Pvalue = 0,020 (p<0,05), maka dapat diambil kesimpulan terdapat pengaruh konsumsi seduhan air rebusan daun bangun-bangun terhadap produksi ASI untuk ibu menyusui. Disarankan ibu menyusui dapat mengkonsumsi daun bangunbangun untuk menambah volume ASI nya sesuai takaran dan dosis yang dianjurkan. Breastfeeding is very important for optimal growth and development, both physically and mentally and baby's intelligence. Insufficient milk production is the most common inhibiting factor causing the cessation of breast milk production. One of the efforts to increase breast milk production is through the use of traditional medicine in the form of decoction and extracts of the leaves of Bangun-bangun. The purpose of this study was to determine the effect of the leaves of the leaves on increasing the production of breast milk (ASI) in breastfeeding mothers in Batang Pane II Village, East Halongonan District. The type of research used is quantitative with a quasi-experimental design (quasi-experimental). This research was conducted in the village of Batang Pane II. The reason for choosing this location is because there has never been a study on the effect of consuming boiled water from the leaves of the wake on the milk production for breastfeeding mothers. The population in this study were all breastfeeding mothers 0-6 months as many as 18 people. The sampling technique used total sampling where the entire population was sampled as many as 18 people. After testing using the Paired t-test, it was obtained that P value = 0.020 (p <0.05), it can be concluded that there is an effect of consuming boiled water from the leaves of the wake -wakes up to milk production for nursing mothers. It is recommended that breastfeeding mothers can consume Bangunbangun leaves to increase the volume of their breast milk according to the recommended dose and dosage.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAYURMATINGGI KECAMATAN SAYURMATINGGI KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2023 Rangkuti, Nur Aliyah; Harahap, Cory Linda Futri; Rangkuti, Juni Andriani; Harahap, Mei Adelina; Nasution, Ayannur; Ritonga, Nefonavratilova; Ramadhini, Delfi; Yuni Aflah; Deliana Tarigan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin (Hb) level in the blood is less than normal, based on age group, gender and pregnancy. Anemia in pregnancy causes hemoglobin levels below 11 gr% in the first and third trimesters or hemoglobin levels <10.50 to 11.00 gr/dl. Anemia is an important factor in pregnancy because it is associated with morbidity or mortality in the mother and fetus. Anemia in pregnancy is a problem because it reflects the socio-economic welfare of society and has a huge influence on the quality of human resources. Anemia in pregnant women is called "potential danger for mother of child" (potentially dangerous for mother and child) which is why anemia requires serious attention from parties involved in health services. This research aims to find out the picture. The research was conducted in the Sayurmatinggi Health Center Working Area, Sayurmatinggi District, South Tapanuli Regency in 2023. The method in this research was descriptive. The population in the study was 56 pregnant women. The sample in this study was 55 using total sampling technique. The research results showed that the research results showed that the level of knowledge was poor for 26 people (46.4%), sufficient for 18 people (32.1%) and good knowledge for 12 people (21.4%). Advice for pregnant women is expected to recognize the danger signs of pregnancy early, especially in pregnant women, such as anemia and know how to prevent it.
GAMBARAN SEIF CARE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA Harahap, Mei Adelina; Simamora, Febrina Angraini; Gintings, Akhyar Fauzi; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1343

Abstract

Diabetes melitus atau DM adalah penyakit yang sebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Masalah -masalah yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diminiimalisir jika penderita memiliki kemampuan dan pengetahuan. Self care yang dilakukan penderita Diabetes Melitus meliputi pengeturan pola makan / diet, aktivitas fisik / olahraga, perawatan kaki, minum obat diabetes, dan monitoring gula darah. Tujuan penelitihan ini untuk mengetahui gambaran Self care penderita Diabetes Melitus. Penelitihan inimrnggunakan desain deskriftif. Responden pada penelitahan ini berjumlah 67 orang. Analisa data dilakukan secara analitik dengan melihat persentase data yang disajikan dalam table distribusi. Hasil penelitihan ini menunjukkan mayoritas Self Care baik sebanyak 42 orang (62,7%). Penelitihan diharapkan dapat menjadi gambaran pada pasien dan keluarga pasien tentang pentingnya melakukan Self Care untuk mengontrol kadar gula darah sehingga pasien akan termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Diabetes mellitus or DM is a disease that causes high levels of glucose in the blood. The problems experienced by diabetes mellitus sufferers can be minimized if sufferers have the ability and knowledge. Self-care carried out by Diabetes Mellitus sufferers includes adjusting eating patterns/diet, physical activity/exercise, foot care, taking diabetes medication, and monitoring blood sugar. The aim of this research is to determine the description of self-care for diabetes mellitus sufferers. This study uses a descriptive design. Respondents in this research were 67 people. Data analysis was carried out analytically by looking at the percentage of data presented in the distribution table. The results of this research show that the majority of Self Care is good as many as 42 people (62.7%). It is hoped that the research will provide an illustration to patients and their families about the importance of self-care to control blood sugar levels so that patients will be motivated to adopt a healthy lifestyle.
Gambaran Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Simamora, Asnil Adli
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1366

Abstract

Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Penurunan kondisi psikis pada lansia disebabkan karena demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi ADL (Activity of Daily Living) yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri, dimulai dari bangun tidur, mandi, berpakaian dan seterusnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriftif. Populasi adalah seluruh lansia yang berada di panti jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 50 orang lansia. Tehnik sampel menggunakan total sampling. Analisa data yang dilakukan adalah univariat. Hasilnya adalah mayoritas lansia mampu melakukan perpindahan (transfer) dengan mandiri yaitu sebanyak 19 responden (38%), melakukan mobilisasi dengan dibantu satu orang/walker sebanyak 17 responden (34%), menggunakan toilet dengan mandiri sebanyak 25 responden (50%), dan menggunakan toilet dengan pertolongan orang lain sebanyak 25 responden (50%), mampu membersihkan diri dengan mandiri sebanyak 29 responden (58%), kadang-kadang tidak dapat mengontrol BAB sebanyak 20 responden (40%), tidak dapat mengontrol BAK sebanyak 19 responden (38%), mampu mandi sendiri sebanyak 34 responden (68%), mampu berpakaian dengan mandiri sebanyak 30 responden (60%), makan dengan pertolongan orang lain sebanyak 23 responden (46%), dan yang tidak mampu naik turun tangga sebanyak 27 responden (54%).. Disarankan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan responden dan dapat diterapkan untuk meningkatkan Activity of Daily Living Lansia di Panti Jompo Basilam Kabupaten Tapanuli Selatan.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PANYABUNGAN SELATAN Harahap, Mei Adelina; Ritonga, Nefonavratilova; Rangkuti, Juni Andriani; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa cara dilakukan untuk dapat meningkatkan berat badan bayi, salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi yaitu dengan metode Teknik pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuhan yang merupakan ekspresi dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Dengan sentuhan tersebut, orang tua dan anak akan sama – sama merasa nyaman, karena hubungan kedekatan secara emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Panyabungan Selatan. Metode penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling. Jumlah sebanyak 15. Analisi data menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian P=0,001. Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Panyabungan Selatan (P<0,05). Disarankan bagi ibu khusunya pada bayi lahir rendah untuk melakukan Teknik pijat bayi. Several ways are used to increase the baby's weight, one effective way to increase the weight of baby is by using baby massage techniques. Baby massage is touching therapy as an expression of a parent's love for their child. With this touch, parents and children will both feel comfortable, because of the emotional closeness of the relationship. The purpose of the study was to determine the effect of baby massage on increasing the weight of low-birth-weight babies at South Panyabungan District Health Center working area. The study used Quasi Experimental with one group pretest-posttest design. The samples were taken using total sampling. The total was 15. Data analysis used the Paired T Test. The results showed that P=0.001. It can be concluded that there is an effect of baby massage on increasing the weight of low birth weight babies at South Panyabungan District Health Center working area (P<0.05). It is suggested for mothers, especially with low birth weight babies, to carry out baby massage techniques.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK BERSALIN MONA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2024 Rangkuti, Juni Andriani; Yuana, Putri; Dewi, Ratna; Nugraeny, Lolita; Rangkuti, Nur Aliyah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1864

Abstract

Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan normal di bagian perineum. Penyembuhan luka perineum dapat dilakukan pemberian air rebusan daun sirih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di Klinik Mona Kota Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang dipakai adalah kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu postpartum yang mengalami robekan pada bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Februari 2024 sebanyak 18 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan tehnik total sampling yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok intervensi sejumlah 9 orang, dan kelompok kontrol sejumlah 9 orang. Analisa yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan pada dua kelompok, dengan nilai Mean kelompok kontrol 5,22 dan kelompok eksperimen 13,78 dan nilai p=0,000. Kesimpulan penelitian ini ada efektivitas pemberian rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Saran kepada ibu postpartum untuk memberikan air rebusan daun sirih setelah persalinan agar luka perineum karena penyembuhannya lebih cepat. Perineal wounds are injuries that occur during normal delivery in the perineum. Perineal care includes care that occurs as a result of the birth process due to rupture and episiotomy. This study aims to determine the effectiveness of giving boiled betel leaf water for healing perineal wounds for postpartum mothers at the Mona Maternity Clinic, Padangsidimpuan City. This research used quantitative research using the quasi-experimental method at the Mona Maternity Clinic from December 2023 to February 2024. The population in this study were all postpartum mothers who experienced tearing from December to February about 18 people and the sample was using total sampling, by taking the entire sample which is divided into 2 groups. The intervention group consisted of 9 people, and the control group consisted of 9 people. The research instrument uses a check list. Data processing was carried out using univariate and bivariate analysis using the Mann Whitney test. The results of this research showed that there were significant differences in the two groups, with a mean value for the control group of 5.22 and an experimental group of 13.78 and a value of p=0.000. The conclusion of this study was that giving betel leaf decoction was effective for postpartum mothers with perineal wounds. So it is recommended for midwives and postpartum mothers to give boiled betel leaf water to postpartum mothers with perineal wounds because the healing will be faster.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR Haslina; Nur Aliyah Rangkuti; Juni Andriani Rangkuti; Yulinda Aswan
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Vol.1 No.1 Maret 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i1.3

Abstract

Kolostrum merupakan cairan kental kekuning – kuningan yang dihasilkan oleh alveoli payudara ibu pada periode akhir atau trimester ke tiga kehamilan. Diketahuinya hubungan antara pendidikan ibu dengan pemberian kolostrum di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Diketahuinya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian kolostrum di Rumah Sakit Daerah Haji Makassar. Diketahuinya hubungan antara umur ibu dengan pemberian kolostrum di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. penelitian ini adalah observasional dengan desain correlational tentang Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Hasil penilitian ini dengan menggunakan analisis statistik dengan menggunakan Uji Chi-square diperoleh nilai p=0,00. Karena nilai p < α=0,05 maka hipotesis alternatif diterima. Hal ini menunjukan adanya hubungan antara pendidikan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Adanya hubungana antara pengetahuan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Adanya hubungan antara umur dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.
Co-Authors AA, Abdullah Abdullah AA Adelina, Mei Adelina, Mei - Adi Antoni Aflah Lubis, Yuni Ahmad, Haslinah Ahmad, Haslinah HA Alprida Harahap Anto J Hadi Antoni, Adi Arinil Hidayah Ariona, Septi Arisa Aswan, Yulinda Aswan, Yulinda - Aulia, Nisa Ayuni Harahap, Alya Baik Rambe, Nur Batubara, Novita Sari Dalimunthe, Maharani Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Diningsih, Ayus Efrina Sahri Pulungan, Putri Gintings, Akhyar Fauzi Habibah, Nursalmah Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Halinah Ahmad Harahap, Alya Ayuni Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Mei Adelina Harahap, Rizki Noviyanti Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasibuan, Elmi Sariani Hasibuan, Khoirunnisah Hasibuan, khoirunnisah - Hasibuan, Rido Haslina Hidayah, Arinil Insan, Hafni Nur J. Hadi, Anto Kahirani, Leli Khoirunnisah Hasibuan Lastari, Asdi Leli Khairani Liana Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Yuni Aflah manurung, dina mariana Massraini Daulay, Nanda Mei Adelina Mei Adelina Harahap Nafratilova Ritonga, Nevo Nanda Massraini Daulay Nasution, Ayannur nasution, ayannur - Nasution, Nur Arfah Nazlina, Nina Nefonavratilova Ritonga Nisa Aulia Nopita Yanti Sitorus Nugraeny, Lolita Nur Aliyah Rangkuti Nur Aliyah Rangkuti Nurhamimah Nursalmah Habibah Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Pulungan, Putri Efrina Sahri Ramadhini, Delfi Rambe, Muhammad Arsyad E Rambe, Nur Baik Rangkuti, Nur Aliyah Rantesalu, Matius Ratna Dewi Rido Hasibuan Ridwan Amiruddin Ritonga, Nefona fratilova Ritonga, Nefonafratilova Ritonga, Nefonavratilova - Ritonga, Sukhri Herianto Sallipadang, Edwinn Saskiyanto Manggabarani Septi Ariona Simamora, Asnil Adli Simamora, Febrina Angraini Siregar, Putri Khairani Siregar, Putri Runggu Suhartini Sujoko, Edy Utaminingtyas, Farida Vera, Yulia Wisudawan, Owilda Wiwi Wardani Tanjung Yuana, Putri Yulinda Aswan Yuni Aflah