p-Index From 2021 - 2026
10.017
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Lentera Hukum Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam An-Nida' Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Law and Justice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah BILANCIA ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Potret Pemikiran ADHKI: Journal of Islamic Family Law Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Journal of Islamic Law Supremasi Hukum ADDIN SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam MADDIKA: Journal Of Islamic Family Law El-Hikam: Journal of Education and Religious Studies The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Al-Hakim : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Kawanua International Journal of Multicultural Studies JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Familia: Jurnal Hukum Keluarga Al-Aqwal : Jurnal Kajian Hukum Islam SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM JIPM: Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin Jurnal Darussalam : Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Tasyri' Journal of Indonesian Probation and Parole System Siyasah : Jurnal Hukum Tata Negara Constitution Journal Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Al-Balad : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Al-Muqaronah:Jurnal Perbandingan Madzhab dan Hukum Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga Jurnal Studi Islam dan Sosial At-Ta'aruf: Jurnal Hukum Keluarga Islam Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan
Claim Missing Document
Check
Articles

Sebuah Kajian Historis: Periodesasi Dan Tartib Mushafi Ayat-Ayat Al-Quran Majid, Abdul; Sugitanata, Arif
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 4 No 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v4i2.109

Abstract

The existence of the Koran cannot be separated from the history of the beginning of revelation, this shows that the Koran came back and the reason for that verse was revealed, because the Koran is an eternal and appreciative miracle that comes out of its relevance in facing all changes. Al-Quran is the holy book contained in the main teachings for human life, both from the perspective of economy, education, government, health and so on. These instructions are the basis for adherents to always hold fast in carrying out all activities for the happiness of life in this world and in the hereafter. This paper tries to review the period of Makkiyah and Madaniyah and explains the tartib which is the basis for the compilation of the Koran, so that it can be seen that the purpose of the Qur'anic verse which was passed down gradually was to provide for its adherents and as a differentiator from books that also the arrangement of verses and letters in the Koran is more tauqifi based on the Prophet's instructions in accordance with Allah's revelation because the Koran is a miracle of the Prophet Muhammad which contains universal values ​​and is interrelated as a whole in one unity.
Krisis Lahan Pembangunan Bandara Internasional Lombok: Dinamika Dukungan Masyarakat Tanak Awu Saleh, Muhammad; Sunardi, Heru; Sugitanata, Arif
ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Vol 17, No 1 (2023): ADLIYA: JURNAL HUKUM DAN KEMANUSIAAN
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/adliya.v17i1.22880

Abstract

AbstractThis study aims to explore changes in community responses from initial support for development to changes in views along with the development of the Lombok International Airport project in Tanak Awu, Central Lombok. They used the descriptive-analytic method with qualitative research type and social conflict theory popularised by Karl Marx as an analytical scalpel. They conducted in-depth interviews with the community and village officials in Tanak Awu, Central Lombok. This research shows that the people of Tanak Awu initially supported the construction of BIL because it was expected to improve the economy and provide jobs. In addition, the government promised to provide compensation that would not harm the community. However, over time, there was a change in the community's response to the development of BIL. Some factors that led to this change included the non-fulfilment of promises made by the government, recognition of rights, and dissatisfaction with the compensation given. Ultimately, Tanak Awu residents felt pressured by state and customary law in the BIL development process, and despite activities to seek resolution through the judiciary, many community claims were defeated. Although initially supportive, some Tanak Awu community members now feel they have become mere spectators in the BIL development process.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali perubahan respon masyarakat dari awal dukungan terhadap pembangunan hingga perubahan pandangan seiring dengan perkembangan proyek Bandara Internasional Lombok di Tanak Awu Lombok Tengah. Menggunakan metode deksriptif-analitik dengan jenis penelitian kualitatif dan teori konflik sosial yang dipopulerkan oleh Karl Marx sebagai pisau bedah analisis serta melakukan wawancara mendalam terhadap masyarakat dan aparatur desa di Tanak Awu, Lombok Tengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa awalnya, masyarakat Tanak Awu mendukung pembangunan BIL karena diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan memberikan lapangan pekerjaan. Selain itu, terdapat janji dari pemerintah untuk memberikan ganti rugi yang tidak merugikan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, ada perubahan respon masyarakat terhadap pembangu­nan BIL. Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan ini antara lain adalah tidak terpenuhinya janji yang diucapkan oleh pemerintah, pengakuan hak, dan ketidakpuasan terhadap besaran ganti rugi yang diberikan. Pada akhirnya, penduduk Tanak Awu merasa tertekan oleh hukum negara dan hukum adat dalam proses pembangunan BIL, dan meskipun ada aktivitas untuk mencari penyelesaian melalui badan peradilan, banyak gugatan masyarakat yang dikalahkan. Meskipun awalnya mendukung, beberapa anggota masyarakat Tanak Awu sekarang merasa bahwa mereka hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan BIL.
Symbolic Reverence: An Ethnographic Study on the Tonggoluan and Pusi’ Death Rituals Within Bolaang Mongondow Society Through Victor Turner's Perspective Hasan, Faradila; Fadillah, Dinda; Willya, Evra; Sugitanata, Arif
Potret Pemikiran Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i2.2471

Abstract

This ethnography study investigates the sociocultural significance of the Tonggoluan and Pusi’ death rituals that persist in Bolaang Mongondow society despite the threat of modernity. Current understanding ignores its ontological role in preserving the existence of Bolaang Mongondow, so this research aims to explain these traditions as a basis for identity formation and social reproduction through the lens of Victor Turner's symbolic anthropology. Using a rigorous ethnographic field study, data was collected through in-depth interviews and observation of six elders in Bolaang Mongondow. These findings reveal that Tonggoluan graves encapsulate the eternal spiritual connection between living and deceased ancestors. Its sacralization reflects a strong belief in a metaphysical realm that upholds the collective memory of this community. Meanwhile, wearing Pusi’ mourning clothes symbolizes sadness and passing down cultural values from generation to generation. This ritual also builds communal solidarity during mourning, reaffirming Bolaang Mongondow's identity. Essentially, these two traditions combine the temporary and the eternal through the creative reproduction of meaning, forming the basis of local existence. Therefore, maintaining this death ceremony amidst the erosion of modern culture is very important to ensure the continuity of the unique identity of this indigenous community. This encourages a deeper global appreciation of the role of death rituals in strengthening the cultural vitality of the Bolaang Mongondow community group.
FIKIH MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF YUDIAN WAHYUDI Sugitanata, Arif; Kurnianti, Lusia Nia
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 2 No 2 (2023): At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v2i2.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pandangan Yudian Wahyudi tentang moderasi beragama dalam kaitannya dengan Indonesia. Isu moderasi beragama telah mendapatkan perhatian karena perubahan sosial, politik, dan ekonomi, yang merupakan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara interpretasi agama tradisional dan nilai-nilai modern. Tokoh-tokoh seperti Lukman Hakim, KH Yahya Cholil Staquf, dan Gus Dur telah berperan penting dalam mempopulerkan isu moderasi beragama di Indonesia. Namun, Yudian Wahyudi, seorang cendekiawan Muslim yang juga telah membahas moderasi beragama, adalah subjek utama dari penelitian ini. Yudian Wahyudi telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pemikiran Islam kontemporer melalui latar belakang akademis dan pendidikannya. Dengan mengumpulkan data primer dari buku-buku, artikel ilmiah, wawancara di media sosial, dan video wawancara dengan Yudian Wahyudi, penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Analisis data kualitatif dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan keyakinan Yudian Wahyudi bahwa kesetaraan dan keadilan harus didahulukan dalam moderasi beragama. Yudian Wahyudi mengatakan bahwa peradaban yang kuat dibangun di atas keharmonisan agama dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Yudian Wahyudi menggunakan gagasan sikap moderat dalam kegiatan sehari-hari, seperti makan dan minum serta menjauhi ekstremisme, untuk menunjukkan moderasi beragama. Perspektif Yudian Wahyudi menekankan pentingnya memasukkan keadilan, kesetaraan, dan keseimbangan ke dalam kehidupan sehari-hari. Yudian Wahyudi mengatakan bahwa moderasi dalam beragama mencerminkan moderasi dalam semua bidang kehidupan manusia, bukan hanya agama. Oleh karena itu, filosofi Yudian Wahyudi menyoroti bahwa moderasi beragama diperlukan untuk menjalani kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
Membumikan Fikih Flexi-Parenting Sebagai Suatu Pendekatan dalam Pengasuhan Anak di Era Modern Sugitanata, Arif
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 3 No 1 (2024): At-Ta'awun: Jurnal Mu'amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v3i1.6847

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep "Fikih Flexi-Parenting" sebagai solusi adaptif untuk tantangan pengasuhan anak di era modern yang dikarakterisasi oleh dinamika sosial, teknologi, dan ekonomi yang cepat berubah. Fikih Flexi-Parenting, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan pengasuhan kontemporer, bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, spiritual, dan intelektual anak, sambil mempertahankan nilai-nilai syariah. Melalui penelitian berbasis kepustakaan dengan jenis penelitian kualitatif dan memanfaatkan kerangka teori maqashid syariah sebagai pisau bedah analisis, penelitian ini berusaha mengeksplorasi bagaimana Fikih Flexi-Parenting dapat diterapkan dalam konteks keluarga muslim modern, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti media digital, tekanan sosial, dan ekspektasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fikih Flexi-Parenting menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pengasuhan, mengakomodasi kebutuhan fisik, emosional, spiritual, dan intelektual anak, sambil diiringi dengan menjaga nilai-nilai syariah. Fikih Flexi-Parenting mengadvokasi keterlibatan kedua orang tua, pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari, dan pendukungannya terhadap pendidikan yang memfasilitasi perkembangan individu anak. Ini mendukung penciptaan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendidik anak-anak dalam konteks yang memenuhi kebutuhan mereka serta sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, analisis maqashid syariah dari konsep ini menegaskan konsistensinya dengan pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam pendekatan pengasuhan anak, menggabungkan kearifan Islam tradisional dengan kebutuhan adaptasi terhadap perubahan zaman, sehingga mendukung pembentukan keluarga muslim yang harmonis dan dinamis.
Menuju Keluarga yang Harmonis: Manajemen Konflik Politik dalam Keluarga di Tengah Perbedaan Pilihan Politik Sugitanata, Arif; Ridwan, Muannif
Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/jipm.v4i1.706

Abstract

Different political choices within households create interesting dynamics as well as potential conflicts. This phenomenon reflects the diversity of views and values within families. This research utilizes primary sources such as books, journals, and websites, covering diverse perspectives. Qualitative research type and descriptive-analytic method are used to describe and analyze the conflict. Two theoretical frameworks, social conflict and conflict management, were used for a more comprehensive understanding. The results show that family harmony is considered important as it contributes to the well-being of family members. Political conflicts in the family, especially related to the presidential and vice presidential elections, are complex and influenced by social media, identity, and emotional aspects. Solutions involve understanding, open communication, information checking, the value of tolerance, and an agreement to maintain privacy in political discussions. The role of parents is crucial in modeling good behavior. Analysis based on social conflict theory highlights the role of social media, identity and emotions in conflict. Identification of differences and poor communication exacerbate tensions. Conflict management provides guidance on solutions and steps to manage differences in political views in the family. Overall, this study shows that social conflict management can be applied in a family context to maintain harmony amidst differences in political choices. The proposed solutions involve understanding, open communication, information checking, the value of tolerance, and the role of parents as positive behavior models. Thus, family harmony can be maintained, creating a healthy and loving family environment.
MAQASHID ASY-SYARI'AH REVIEW ON FORMER CORRUPTION CONVICTS AS PROSPECTIVE LEGISLATIVE MEMBERS Chairil, Aisyah; Sugitanata, Arif
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 19 No 2 (2022): Hunafa: Jurnal Studia Islamika
Publisher : State Islamic University of Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jsi.Vol19.Iss2.682

Abstract

Abstract. This paper discusses the maqashid asy-syari'ah study of former corrupt convicts as candidates for legislative members. Specifically, it tries to dissect the reasons why corrupt convicts are allowed to become candidates for members of the legislature and examine the Maqashid Asy-Shari'ah regarding the permissibility of corrupt convicts to become candidates for legislative members. By using a literature study approach. The results of this study indicate that it is permissible for former corrupt convicts to nominate themselves as legislature members. Based on the large value of maslahah contained when it is allowed for former corrupt convicts to re-run as legislative members representing electoral districts where the community has been harmed and betrayed by the ex-convicts. This benefit is not only in the position of ex-convicts as individual Muslims or as individual citizens, but the benefits include the stability of the culture of social life in society and the maintenance of a legal system that is following ideal legal as well as in the context of realizing the principles of justice in society.
Analisis Ekologi Sistem Bronfenbrenner Terhadap Upaya Perlindungan Anak Dari Bahaya Pornografi Di Era Globalisasi Digital Sugitanata, Arif
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 3 No 2 (2023): December
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v3i2.778

Abstract

Isu pornografi pada anak dalam era globalisasi memunculkan permasalahan kompleks yang mencakup kemudahan akses melalui internet, peran teknologi dalam penyebaran informasi tidak pantas, dan dampak psikologis dan sosial pada perkembangan anak. Pada penelitian ini berfokus pada implementasi langkah-langkah konkret untuk menanggulangi penyebaran konten pornografi yang merugikan anak-anak. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data primer dari sumber-sumber relevan, seperti buku, jurnal, dan website, dengan pengolahan data secara deskriptif dan analitik menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis mendalam dilakukan dengan menerapkan teori ekologi sistem Bronfenbrenner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam melindungi anak-anak, bukan hanya memberikan informasi tentang bahaya pornografi tetapi juga membentuk nilai-nilai dan norma perilaku. Pengawasan online, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan lembaga terkait, serta melibatkan guru dalam pelatihan menjadi langkah penting. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak serta pengembangan program pendidikan yang mencakup etika online dan tanggung jawab digital juga diidentifikasi sebagai elemen kunci. Dampak negatif pornografi, seperti penurunan harga diri, gangguan kecemasan, dan depresi, memperkuat urgensi perlindungan. Pemahaman menyeluruh tentang etika online, kesadaran masyarakat melalui kampanye publik, dan dukungan dari lembaga perlindungan anak dan kementerian terkait juga diakui sebagai kontribusi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. Analisis ekologi sistem Bronfenbrenner menegaskan bahwa pendekatan holistik yang melibatkan mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem memberikan pemahaman kontekstual dan kompleks terhadap upaya perlindungan anak-anak dari dampak pornografi. Dengan kolaborasi dan kesadaran masyarakat, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di era digital.
Transformasi Pengasuhan Anak di Era Digital: Analisis Fenomena “Sosmedika Mom” dan Dampaknya terhadap Ibu-Ibu Modern Sugitanata, Arif; Aqila, Sarah
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 4 No 1 (2024): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v4i1.1066

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena “Sosmedika Mom” sebagai bentuk transformasi dalam pengasuhan anak di era digital serta mengevaluasi dampak penggunaan media sosial terhadap pengasuhan ibu-ibu modern. Fenomena ini mencerminkan bagaimana ibu-ibu yang aktif di media sosial menggunakan platform digital untuk mencari informasi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan dukungan dalam pengasuhan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan penelitian kualitatif. Data diperoleh dari buku-buku dan jurnal yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan teori dependensi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Sosmedika Mom” telah mengubah cara ibu-ibu mengasuh anak dengan media sosial sebagai sumber utama informasi. Ibu-ibu ini mengalami tekanan sosial untuk memenuhi standar pengasuhan yang ideal, yang sering kali menyebabkan perasaan tidak cukup baik dan menurunkan rasa percaya diri. Ketergantungan pada media sosial juga mengurangi kualitas interaksi langsung dengan anak. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial mempengaruhi sikap dan perilaku ibu-ibu secara signifikan, dengan dampak positif seperti akses informasi dan dukungan komunitas, serta dampak negatif seperti tekanan sosial dan kesehatan mental yang terpengaruh. Pada dasarnya, penelitian ini mengungkapkan pentingnya literasi digital yang kritis bagi ibu-ibu modern dalam memanfaatkan media sosial secara bijak. Diperlukan edukasi digital, dukungan keluarga, dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan ibu dan anak untuk mengatasi dampak negatif dari fenomena “Sosmedika Mom”. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang peran media sosial dalam pengasuhan modern dan menawarkan rekomendasi praktis untuk optimisasi penggunaan media sosial demi kesejahteraan ibu dan anak.
INTEGRASI TEORI SISTEM KELUARGA SALVADOR MINUCHIN TERHADAP POTENSI IBADAH HAJI SEBAGAI PONDASI KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Kurniawan, M Rafli; Sugitanata, Arif; Aminah, Siti
Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Vol. 4 No. 1 (2024): Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/multazam.v4i1.9350

Abstract

This study examines the significance of the Hajj pilgrimage on the spiritual life and domestic life of Muslims. Utilizing qualitative research with an extensive literature review based on reliable data sources, including books, journals, and verified websites, it features an in-depth analysis grounded in Salvador Minuchin’s Family Systems Theory. This theory emphasizes a system in which interactions and relationship structures among family members impact individual behaviour and the overall psychological health of the family. The findings indicate that the Hajj pilgrimage is a continuation of a long tradition predating Prophet Muhammad, emphasizing its role as a manifestation of submission to Allah and a communal expression of gratitude, thereby forming an integral part of the fifth pillar of Islam. On another note, the Hajj also catalyzes strengthening family ties and facilitates both personal and communal spiritual rejuvenation. It is evidenced by how the Hajj contributes to enhancing family harmony, reaffirming Islamic values such as compassion and loyalty, aiding in conflict resolution, and fostering simplicity and tolerance. In relation to Minuchin’s theory, this study illustrates how shared experiences of the Hajj can lead to the restructuring of family roles and improved interpersonal relationships, thereby promoting family cohesion. Therefore, this research identifies that the Hajj extends beyond its religious obligations, functioning as a profound investment in family stability and harmony. The study offers new insights into how the Hajj can be leveraged to support harmony and stability in Muslim family life, suggesting policies and practices that can maximize the spiritual and relational benefits of the pilgrimage.