Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN GENAP MELALUI PEMANFAATAN MEDIA MANIPULATIF BERBASIS BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Dwi Zahra Pratiwi; Safrida Napitupulu; Dra Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.583

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar sering kali masih menghadapi kendala dalam hal pemahaman konsep, khususnya pada materi bilangan genap. Siswa cenderung menghafal tanpa memahami makna konsep secara mendalam karena pembelajaran yang masih bersifat abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pemahaman konsep bilangan genap melalui pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Penulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan mengkaji berbagai teori dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif, seperti kancing, stik es krim, dan benda konkret lainnya, mampu membantu siswa memahami konsep bilangan genap secara lebih nyata dan bermakna. Selain itu, penggunaan media ini juga dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Dengan demikian, pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret sangat efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar.
KAJIAN GEOMETRI DUA DIMENSI: STRUKTUR, SIFAT, DAN FUNGSI BANGUN DATAR Dara Juliyanti; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.588

Abstract

Kajian geometri dua dimensi adalah cabang matematika yang mempelajari bangun datar berdasarkan struktur, sifat, dan fungsinya dalam berbagai konteks teoretis dan praktis. Struktur bangun datar mengacu pada susunan elemen-elemen penyusunnya, seperti titik, garis, sisi, sudut, diagonal, dan hubungan antar elemen tersebut. Dalam geometri Euklides, yang dirumuskan oleh Euklides, struktur ini disusun secara aksiomatik untuk membentuk sistem yang logis dan konsisten. Sifat-sifat bangun datar meliputi karakteristik spesifik yang membedakan satu bangun dari bangun lainnya, seperti jumlah sisi dan sudut dalam segitiga, kesamaan dan kekongruenan, garis simetri dan simetri rotasional, dan hubungan antara panjang sisi dan sudut dalam persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan lingkaran. Pemahaman tentang sifat-sifat ini memungkinkan proses klasifikasi dan pembuktian matematika deduktif. Fungsi bangun datar berkaitan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya, seperti arsitektur, teknik, desain grafis, dan pemetaan. Konsep luas, keliling, dan transformasi geometris digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis. Dengan demikian, studi geometri dua dimensi tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga memiliki relevansi fungsional yang luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Dira Salsabila Bilbina; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Sutarini; Abdul Mujib
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan faktor penyebab kesulitan siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei diagnostik. Subjek penelitian berjumlah 87 siswa kelas III dan IV dari tiga sekolah dasar negeri di Kota Medan. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik membaca waktu, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (72,3%) mengalami kesulitan dalam membaca posisi jarum menit pada jam analog, dan 78,6% mengalami kesulitan dalam mengkonversi format waktu 24 jam pada jam digital. Faktor utama penyebab kesulitan meliputi: (1) pemahaman konsep waktu yang masih abstrak, (2) minimnya paparan terhadap jam analog di lingkungan sehari-hari, dan (3) metode pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media konkret berbasis manipulatif serta pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan membaca waktu siswa sekolah dasar.
PEMANFAATAN MEDIA KONKRET DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR Nabila Cinta Pradana Tanjung; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.590

Abstract

Studi ini meneliti pengaruh penggunaan media konkret dalam pembelajaran geometri spasial terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Media konkret, berupa model fisik tiga dimensi geometri spasial, digunakan untuk membantu siswa memvisualisasikan dan lebih memahami konsep geometri. Studi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan benda konkret dapat membantu siswa memahami konsep volume, serta bagaimana pengaruhnya terhadap keterlibatan dan motivasi siswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti penggunaan benda konkret dalam pembelajaran volume geometri spasial sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengenalan media pembelajaran dalam materi geometri spasial di kelas atas sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka melalui data dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa seringkali bingung dengan unsur-unsur geometri spasial, seperti rusuk, sisi, dan jaring.
Eksplorasi Geometri Dua Dimensi Dalam Kehidupan Sehari-hari Najwa Dwi Putri; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.591

Abstract

Bangun datar merupakan bagian penting dari geometri yang mempelajari bentuk dua dimensi. Studi ini bertujuan untuk memahami konsep bentuk datar, jenis-jenisnya, sifat-sifatnya, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis contoh bentuk datar di lingkungan sekitar. Hasil diskusi menunjukkan bahwa bentuk datar tidak hanya dipelajari secara teori tetapi juga memainkan peran penting dalam bidang-bidang seperti arsitektur, desain, dan teknologi. Pemahaman tentang bentuk datar membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah matematika.
Konseptual dan Aplikasi Pinjaman dan Tabungan Nayla Nur Faiza; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.592

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep dasar dan penerapan tabungan dan pinjaman dalam manajemen keuangan individu. Tabungan dan pinjaman adalah dua instrumen keuangan yang berperan penting dalam mendukung perencanaan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Secara konseptual, tabungan adalah dana yang disisihkan untuk kebutuhan masa depan, sedangkan pinjaman adalah dana yang diperoleh dari pihak lain yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan tambahan bunga. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan meninjau beberapa studi terkait literasi keuangan, layanan pinjaman, dan penerapan konsep matematika dalam manajemen keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang konsep bunga sederhana, bunga majemuk, dan perhitungan cicilan pinjaman sangat penting untuk pengambilan keputusan keuangan. Lebih lanjut, kualitas layanan keuangan dan penggunaan teknologi juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan tabungan dan pinjaman. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep dan penerapan tabungan dan pinjaman, diharapkan individu dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak, terencana, dan berkelanjutan.
MENGENAL SEGITIGA DAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI YANG BERMAKNA Ade Irma Yani Putri; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.600

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan penalaran spasial, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa. Segitiga dan lingkaran adalah konsep geometri fundamental yang perlu diperkenalkan secara bermakna karena keduanya berkaitan erat dengan objek dan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pengajaran geometri seringkali disampaikan secara prosedural, menyebabkan siswa fokus pada menghafal rumus tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran geometri yang bermakna melalui pengenalan konsep segitiga dan lingkaran di pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis konten konseptual, strategi pembelajaran kontekstual, dan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek di sekitarnya. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna mendukung siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat geometris, memahami hubungan matematika, dan menerapkan konsep dalam konteks otentik. Pembelajaran kontekstual juga mendorong partisipasi aktif dan memperkuat penguasaan konsep. Oleh karena itu, pengajaran geometri yang bermakna direkomendasikan sebagai pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geometri dasar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS PADA MATERI SEGITIGA DAN LINGKARAN DI SD Linda Febriani; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.601

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan perangkat pembelajaran yang mendukung pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait pembelajaran matematika, HOTS, serta perangkat pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang meliputi RPP, LKPD, media, dan instrumen penilaian dapat mendorong siswa untuk berpikir aktif melalui kegiatan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Pada materi segitiga dan lingkaran, penggunaan pendekatan kontekstual, media konkret, serta strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran kooperatif dan multisensori terbukti dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, penalaran matematis, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan berorientasi HOTS agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai secara optimal.
Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima Dwi Andini; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.606

Abstract

Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.
Penerapan Model Project-Based Learning Berbantuan Komik Digital terhadap Kreativitas Siswa dalam Mengapresiasi Cerita Anak Kelas V Sekolah Dasar Lubis, Wisuda Pramarta; Wulandari, Sri; Sutarini, Sutarini
ARZUSIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i4.10492

Abstract

Students’ low ability to appreciate children’s stories, particularly in understanding intrinsic elements such as characters, plot, setting, and moral message, as well as their low creativity in expressing story comprehension, constitutes an important problem in Indonesian language learning in elementary schools. This condition is influenced by learning that remains teacher-centered and the lack of use of engaging media. This study aims to improve creativity and the ability to appreciate children’s stories through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by digital comic media among Grade V students at SD Negeri 091641 Bandar Tinggi. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, which was implemented in two cycles, with each cycle including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 27 students. Data were collected through observation, tests, and documentation using instruments in the form of observation sheets and assessment rubrics for creativity and understanding of the intrinsic elements of stories. The results showed a significant improvement from the pre-cycle to Cycle II. In the pre-cycle, students in the high creativity category reached only 33.33%, whereas those in the low category reached 37.03%. In Cycle I, the high creativity category increased to 68.18%, and in Cycle II it reached 81.48%, with no students in the low category. The ability to understand the intrinsic elements of stories also improved, as reflected in students’ ability to identify characters, understand the plot sequentially, recognize the setting completely, and find the moral message in their own words. The use of digital comics as a learning stimulus helped students understand stories in a visual, engaging, and meaningful way. The conclusion of this study affirms that the implementation of PjBL assisted by digital comics can improve creativity and the ability to appreciate children’s stories. The implications of this study indicate that project-based learning with digital comic media provides space for students to be actively involved, think creatively, collaborate, and express ideas and imagination through real works in the form of scrapbooks and dioramas.