This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan DIKSI Litera Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Pendidikan Indonesia LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Lembaran Ilmu Kependidikan Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Fokus Bisnis PHENOMENON Prosiding KPSDA Medika Tadulako Journal of Biology Education Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Unnes Science Education Journal Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jambura Journal of Health Sciences and Research Al-Ta'lim Journal of Innovative Science Education Jurnal Scientia Indonesia M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Kajian Peradaban Islam Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kode : Jurnal Bahasa Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Journal of Environmental and Science Education Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Journal of Health and Nutrition Research Journal of International Conference Proceedings Proceeding Seminar Nasional IPA Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Jurnal Elementaria Edukasia Unnes Science Education Journal Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Innovative Science Education Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan International Journal of Active Learning Journal of Environmental and Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MELALUI LESSON STUDY TEMA EKOSISTEM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Saidah, Naila; Parmin, Parmin; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3357

Abstract

Hasil observasi dan wawancara pada guru di SMPN 32 Semarang ditemukan belum adanya penggunaan LKS IPA terpadu dan partisipasi siswa dalam aktifitas pembelajaran masih rendah karena siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan lembar kerja siswa IPA terpadu berbasis problem based learning melalui lesson study. Peneliti menggunakan prosedur research and development. Sample dan populasi yang digunakan berjumlah 12 siswa kelas VIIA untuk skala kecil dan 30 siswa kelas VIIB untuk skala luas. Hasil penilaian kelayakan dari ahli mendapatkan skor sebesar 3,9 yang termasuk dalam kategori layak. Penerapan LKS pada subyek penelitian memperoleh respon sangat baik. Hasil observasi mneunjukkan siswa lebih aktif. Hasil penerapan lembar kerja siswa memperoleh Ngain sebesar 0,55 yang termasuk kategori sedang dan hasil Uji t menunjukkan siginifikasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA terpadu memenuhi syarat kelayakan sebagai bahan ajar dan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. The results of observation and interviews in SMP N 32 Semarang found that does not use integrated science student worksheets and the students' participation in learning activities is low because students have lack of the courage to express their opinions on others. This study aims to determine the eligibility of an integrated science student worksheets based on the problem based learning through lesson study. Researcher uses research procedure and development. Sample and populations used were 12 students of VIIa class for small scale and 30 students of VIIB class for wide scale. The results of the feasibility assessment of an expert to get a score of 3.9 which is included in the decent category . Implementation worksheets on study subjects gained very good response . The results of observations showed students more active . The results of the application of student worksheets gain of 0.55 Ngain which includes medium category and t test results showed significance of 13.5.It can concluded that the student worksheets meet the eligibility requirements as teaching materials and able to improve student’s skills in problem solving. 
PENGEMBANGAN PANDUAN PRAKTIKUM IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH SISWA SMP Waluyo, Maya Ektryana; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 3 (2014): December 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i3.4286

Abstract

Pembelajaran IPA kurikulum 2013 melatih siswa untuk belajar secara mandiri dan kreatif. Penilaian dalam kurikulum 2013 yaitu aspek kognitif, sikap dan keterampilan. Hasil observasi di SMP Negeri 6 Magelang bahwa belum adanya penggunaan panduan praktikum untuk setiap tema. Bahan ajar yang mendukung kegiatan praktikum dan meningkatkan aspek keterampilan adalah panduan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktikum untuk menumbuhkan keterampilan kerja ilmiah siswa yang layak digunakan dalam pembelajaran IPA terpadu pada tema fotosintesis. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D). Proses penelitian dan pengembangan panduan praktikum dimulai dengan desain kemudian validasi pakar. Rerata hasil validasi oleh pakar mencapa iskor 3,65 untuk validasi materi dan tampilan. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Magelang. Hasil penelitian keterampilan kerja ilmiah siswa oleh observer mencapai kriteria tinggi. Jika menurut penilaian kurikulum 2013 mendapat predikat baik. Hasil belajar siswa, yaitu pretest memperoleh ketuntasan 0% dan hasil posttest memperoleh ketuntasan sebesar 77,27%. Rata-rata nilai posttest kelas mendapat predikat B (3,01). Hasil belajar kemudian dianalisis dengan uji gain yaitu sebesar 0,42 termasuk dalam kriteria sedang. Sesuai hasil penelitian disimpulkan panduan praktikum IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema fotosintesis layak dan mampu menumbuhkan keterampilan kerja ilmiah siswa. Science learning in curriculum 2013 train the students to learned independently and creatively. Assessment in curriculum 2013 includes cognitive, affective, and psychomotor. The results of observation in SMP 6 Magelang that the lack of use of practical instructions for each theme. Instructional materials that support lab activities and improving the skills aspect is the practical instructions. This study aims to developed a practical guide to fosters scientific work skills of students feasible for used in integrated science teaching on the theme of photosynthesis. This research is a Research and Development (R&D). Research proscess and development of practical instructions begins with the design then validation of the experts. The mean results of the validation by the experts to achieve a score of 3.65 for materials validation and display validation. The reseacrh was conducted on a class VII student of SMP Negeri 6 Magelang. The results of research skills of students scientific work by the observer reaches a high criteria. According the assessment in curriculum 2013 got good predicate. Student learning outcomes, are pretest obtain completeness 0% and completeness of posttest results gained by 77.27%. The average value of posttest got predicate B (3.01). Learning outcomes were then analyzed by testing the gain is equal to 0.42 were included in the normal criteria. Based on the results of research concluded that integrated science practical instructions guided inquiry-based on theme photosynthesis feasible and able to fosters scientific work skills students. 
PENGGUNAAN ALAT PERAGA IPA INTEGRATED BOARD DENGAN PERPADUAN HANDS-ON DAN MINDS-ON PADA TEMA CAHAYA DAN OPTIK UNTUK SISWA SMP Ningrum, Mita Novita; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4976

Abstract

Kurikulum 2013 mengharapkan pembelajaran yang lebih mengedepankan pengalaman personal, berorientasi siswa aktif, dan bersifat kontekstual. Salah satu pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran menggunakan alat peraga IPA Integrated Board yang dipadukan dengan kegiatan hands-on dan minds-on. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode control group pretest posttest design yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dan keefektifan penggunaan alat peraga IPA Integrated Board dengan perpaduan hands-on dan minds-on dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen adalah 86,01 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol adalah 81,25 dan persentase ketuntasan belajar klasikal kelas eksperimen mencapai 100% sedangkan pada kelas kontrol hanya mencapai 73% dari jumlah siswa. Rata-rata nilai semua aspek dalam kemampuan afektif antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol masing-masing sebesar 3,804 dan 2,993. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga Integrated Board dengan perpaduan hands-on dan minds-on efektif meningkatkan pemahaman konsep belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA tema cahaya dan optik. Curriculum 2013 expects learning that emphasizes personal experience, student-oriented, and contextual. One of many strategies to explain the lesson material attractively and pleasantly is by optimalizing the using of media, in this  case is the using of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity. This was experimental research with control group pretest posttest design that aim to know students’ activity and the effectiveness of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity. Result of the research showed that experimental students’ cognitive learning outcome average was 86.01, whereas control students’ was 81.25 and classical learning criteria of experimental group reached 100%, while control group 73%. The average value of all aspects of the affective abilities between the experimental group with the control group respectively 3.804 and 2.993. Whereas the average of all psychomotor aspect for experimental and control group were 3.727 and 3.011. The results of this research showed that used of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity can increase improvements of students’ understanding, and students’ activity in the learning of science with theme light and optic.  
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU SUNDIAL FOTOTROPISME PADA TEMA GERAK UNTUK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Maftuh, Muhamad; Parmin, Parmin; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7726

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.     Integrated science learning should be supported by several things including the integrated teaching aid based integrated thematic because science is empiris knowledge learning. Reality in MTs Al Ishlah Pulokulon, are still hard to find the integrated science teaching aid which really integrated. This research was conducted by Research and Development (R & D). Research tested on 8th E class of MTs Al Ishlah Pulokulon Grobogan. Non-test data were analyzed by descriptive percentages, while the test data were analyzed using n-gain analysis. Based on the results of research obtained the mean percentage of expert validation based teaching aid and material respectively is 93.00% and 95.00% that both included in very active criteria. The mean percentage of results of students’ questionnaires of easy to use and observations in learning, respectively is 84.00% with very good criteria and 83.00% with very active criteria. Terms of achievement test results are an increase in pretest-posttest with a mean gain of students is 0,76 that entered on high criteria. Results of this research showed that the teaching aid sundial fototropisme integrated science in a motion theme for student MTs are valideffective used in learning.Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI SMART SCIENCE SERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA SMP Cahyaningrum, Rahajeng Lintang; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7934

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik, maka dari itu pengembangan media pembelajaran berbasis permainan monopoli berpendekatan saintifik diharapkan dapat memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran monopoli smart science berpendekatan saintifik seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan pada pembelajaran di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, metode analisis butir soal, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan persentase tanggapan siswa pada tahap uji coba sebesar 87,3% dan uji pemakaian 88,8%, serta persentase tanggapan guru sebesar 91,1%. Total rata-rata nilai akhir hasil belajar siswa sebesar 79,2 dan total rata-rata ketuntasan klasikal seluruh kelas sebesar 3,2 dengan kategori nilai B+. Analisis N-gain menunjukkan hasil sebesar 0,427 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media monopoli smart science seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan berpendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Curricullum 2013 pressed upon us the learning method using scientific approach, therefore it hoped that the development of learning media based on scientifically-approached monopoly board game could help fulfill the demand of the aforementioned curricullum. The purpose of this research is to find out the the effectiveness of scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game to the middle school students.  The methods used for this research are data collecting, tasks analysis, and data analysis. The research' results show on preliminary field testing, 87.3% of approvement from students being tested, while it rose to 88.8% during main field testing, also teachers approvement was as high as 91.1%. The students' finals grade averaged on 79.2, and the average total of classical fulfillment of all classes was 3.2, or B+ grade category. The analysis of grade gains shows 0.427gain with middle criteria. Based on the results above, it can be concluded that scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game was able to improve students' learnings.
PENGEMBANGAN AUDIO VISUAL SISTEM SIRKULASI DARAH YANG BERPENDEKATAN SAINTIFIK Ariwibowo, Puguh; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7938

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Selain itu pemanfaatan media pembelajaran juga belum maksimal. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 7 pati dan wawancara dengan guru IPA diperoleh hasil, bahwa di SMPN 7 Pati sudah menggunakan Kurikulum 2013,  dalam hal sarana prasarana sudah cukup baik contohnya dibeberapa kelas sudah terdapat LCD proyektor untuk menunjang proses pembelajaran. Namun kenyataan dalam lapangan, guru  belum memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut dan lebih banyak menggunakan buku teks atau panduan IPA daripada menggunakan media. Hal ini menyebabkan siswa merasa kesulitan untuk memahami materi IPA yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa media audio visual yang berpendekatan saintifik. Media audio visual yang berpendekatan saintifik dikembangkan bertujuan untuk mengetahui kelayakan media dan efektifitas penggunaan media dalam proses belajar. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh pakar kemudian dilakukan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data validasi produk oleh pakar, angket tanggapan siswa, angket tanggapan guru dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi media oleh pakar memperoleh 92% dan validasi materi oleh pakar memperoleh 90%.  Hasil tanggapan siswa dan guru terhadap media audio visual menyatakan sangat layak. Hasil belajar siswa melalui tes memperoleh rerata nilai pretest 54,5 dan rerata nilai postest 78,0. Hasil pretest-postest kemudian dianalisis dengan uji Gain dan memperoleh skor 0,50 dengan kriteria sedang. Sesuai dengan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa media audio visual sistem sirkulasi darah yang berpendekatan saintifik layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Integrated science teaching can improve the effectiveness of learning. In addition, the use of instructional media is also not used optimally. Based on the observation in SMP 7 Pati and interview with the science teachers, it can be showed that the school has already used 2013 curriculum, and the media is also well prepared by the school because the school has provided LCD projector in every class. However, the reality showed that, the teachers had not used the facilities and prefer to use more textbooks or science books rather than using the media. Thus, the students felt difficult to understand abstract science material. Learning media developed in this research was audio visual media based on scientific approach. The purpose of this research was to determine the feasibility and effectiveness of media in the learning activity. The method used in this research was Research and Development (R & D). The products were developed, and then validated by experts and afterwards tested in small and large-scale trials. The data analyzed in this study were product validation by experts, students interview sheets, teachers interview sheets, and students learning achievement. The result of the media validation by experts was  92%. Meanwhile, the material validation was 90%. The results of students and teachers interview sheets to audio visual media resulted in very feasible criteria. From the results of students learning tests, mean value of 54.5 could be obtained in pretest. Meanwhile, 78.0 mean value was obtained in post test. Then, the pretest and post test results were analyzed with gain test, that resulted in a score of 0.50, which was a decent value. According to the results of the research, it was concluded that the audio visual media of circulatory system based on scientific approach is feasible and effective to use in learning activity 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PETUNJUK PRAKTIKUM IPA BERBASIS INKUIRI PADA TEMA KALOR DAN PERPINDAHANNYA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Asy’syakurni, Nurul Afdhilla; Widiyatmoko, Arif; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8838

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific (ilmiah). Melalui pendekatan ilmiah peserta didik didorong mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, hal ini dilakukan agar peserta didik mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya. Praktikum merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan ilmiah, di mana praktikum merupakan sarana pemvisualisasi hal yang abstrak menjadi lebih nyata sehingga peserta didik mampu memahami konsep. Petunjuk praktikum diperlukan pada saat melaksanakan praktikum karena selain mampu membantu pelaksanaan praktikum juga memberikan bantuan berupa informasi bagi peserta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan petunjuk praktikum IPA berbasis inkuiri pada tema kalor dan perpindahannya dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep peserta didik pada tema kalor dan perpindahannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Magelang dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata presentase keterampilan proses sains peserta didik kelas eksperimen adalah 82,14% dengan kriteria baik sekali pada pertemuan keempat dengan rata-rata presentase pada pertemuan kesatu adalah 43,90% dengan kriteria cukup baik. Untuk kelas kontrol rata-rata presentase keterampilan proses sains peserta didik adalah 66,52% dengan kriteria baik pada pertemuan keempat dengan rata-rata presentase pada pertemuan kesatu adalah 45,24% dengan kriteria cukup baik. Pemahaman konsep peserta didik kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan nilai N-gain sebesar 0,56 dengan kriteria sedang. Serta kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai pemahaman konsep lebih tinggi dibanding kelas kontrol berdasarkan perhitungan t test dengan nilai thitung ≥ ttabel (5,95≥1,684). Dengan demikian, petunjuk praktikum IPA berbasis inkuiri efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains peserta didik. The learning process in Curriculum 2013 use scientific approach. Through scientific approach students are emphasized to construct their own knowledge, this is done so that students are able to understand and apply knowledge. Practicum is one of the learning activities in accordance with the scientific approach, in which the practicum means visualize the abstract things becomes more real than students is able to understand the concept. Practical instruction is required when carrying out practical because besides being able to help the practical implementation also provide assistance in the form of information for the participants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of science practical instruction based inquiry on heat and the displacement in enhancing science process skills and understanding of the concept of students. This study was an experimental with the type of quasi-experimental research design. The experiment was conducted in Junior High School 2 Magelang with research subjects students of grade VII. The results showed the average percentage of science process skills students experimental class was 82.14% with good criteria once the fourth meeting, with the average percentage the first meeting was 43.90% with a sufficient criteria. Class controlhas an average percentage of science process skills of students is 66.52% with good criteria on the fourth meeting, with the average percentage the first meeting is 45.24%. Understanding the concept of experimental class students have increase in average the value of N-gain of 0.56. As well as the experimental class has an average value of understanding the concept of a higher grade than the control based on the calculation of the t test with tcount≥ttable (5,95≥1,684). Thus, science practical instruction based inquiry on heat and the displacement effectively used to improve the understanding of the concept and science process skills of students.  
PENERAPAN GENIUS LEARNING UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM Andriyani, Resti; Parmin, Parmin; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8852

Abstract

Hasil observasi di SMPN 5 Semarang diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran IPA kurang bisa mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan adanya variase pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang prosesnya dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah genius learning. Penelitian ini menerapkan pendekatan genius learning untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penerapan pendekatan genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Desain penelitian ini ialah quasi eksperimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII SMPN 5 Semarang, sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII C (kelas eksperimen) dan VII E (kelas kontrol) diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket dan metode tes. Analisis data yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat adalah korelasi product moment. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan genius learning dan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Pengaruh penerapan genius learning terhadap pemahaman konsep dilihat dari hasil analisis korelasi product moment (rxy) adalah 0,43 (kategori sedang) dan pengaruh genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa adalah 0,85 (kategori sangat kuat). Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan penerapan genius learning berpengaruh terhadap peahaman konsep siswa dan berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. The result of observations in SMPN 5 Semarang obtained inforations that science learning process was less able to develop student’s critical thinking skill. Based on that inforation, it’s necessary to have learning process to develop student’s critical thinking skills. One of learning approach that can develop student’s critical thinking skills is genius learning. This research is an application of genius learning strategy for measuring student’s critical thinking skills and concept comprehension in ecosystem lesson. The reseach’s aim is knowing the influence of genius learning approach toward student’s critical thingking skills and student’s science concept comprehension. Design of this research is quasi eksperimental design using form nonequivalent control group design. Population that used is student of SMPN 5 Semarang in 7th grade. The sampel is student of class 7C (experimental class) and 7E (control class) taken by purposive sampling. For the data collection, this research used test methods, observation method and questionnaire result.To analyze the data influence of independent variable and dependent variable, was use corelation product  moment formula. Independent variable in this research is genius learning approach, and dependent variable are critical thinking skill and concept comprehension.  Influence of genius learning application concerning to concept comprehension can be seen from the analyze of correlation product moment (rxy) is 0,43 (middle category) ang influence of genius learning application concerning to critical thinking skills is 0,85 (very strong category). Based on the result, the conclusion is genius learning influential to concept comprehension and positively influential to student’s critical thinking skills.
IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING WORKSHEET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Adhitama, Nyna; Parmin, Parmin; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8856

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan pada peserta didik kelas VII D di MTs Negeri Gembong, pembelajaran yang terjadi belum terlaksana secara maksimal. Proses pembelajaran masih kurang optimal dalam penggunaan model pembelajaran, sehingga partisipasi peserta didik masih perlu ditingkatkan. Peserta didik seharusnya tidak hanya mencatat dan mendengarkan melainkan harus responsif dalam pembelajaran. Pengelolaan kegiatan presentasi dalam penilaian terhadap kemampuan komunikasi peserta didik secara konvensional, masih belum dapat mengukur keterampilan individual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Quantum Learning berbantuan mind mapping worksheet, untuk mengukur kemampuan komunikasi serta hasil belajar peserta didik. Quasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control group design menjadi desain penelitian ini. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data kemampuan komunikasi peserta didik diperoleh menggunakan metode observasi, sedangkan hasil belajar diperoleh menggunakan metode tes. Hasilnya adalah pada hasil belajar dan tingkat kemampuan komunikasi kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang ditegaskan melalui nilai n-gain dan uji t. Hasil analisis n-gain menunjukkan bahwa Quantum Learning berbantuan mind mapping worksheet kelas eksperimen mendapatkan 0,70 dengan kriteria sedang sedangkan pada kelas kontrol memperoleh 0,57 dengan kriteria sedang. Quantum learning berbantuan mind mapping worksheet memberikan pengaruh sebesar 92,8% terhadap tingkat kemampuan komunikasi di kelas eksperimen. The results of observations conducted on students of class VII D at MTs Gembong learning that occurs either not been implemented optimally. The learning process is still using conventional learning models, management presentations, namely an assessment of the ability of learners in the conventional presentation it is still not able to measure the individual skills of learners This study aims to determine the effect-aided model of Quantum Learning mind mapping worksheet to measure the ability of communication and learning outcomes learners. Quasi-experimental nonequivalent control group forms into the design of this study. The sample selection using purposive sampling method. Data communication skills of learners obtained using methods of observation, whereas belajarp results obtained using the test method. The result is a result of learning, communication skills levels experimental class is higher than the control class which is confirmed by the value of n-gain and t test. N-gain analysis results indicate that the Quantum Learning mind mapping aided experimental class worksheet gain of 0.70 with the criteria being while in the control group gained 0.57 to the criteria of being. Quantum Learning mind mapping aided worksheet gives the effect of 92.8% against the level of communication skills in the experimental class.  
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA TEMA EKOSISTEM Margiastuti, Siska Nugraheni; Parmin, Parmin; Pamelasari, Stephani Diah
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap ilmiah dengan penerapan model guided inquiry pada tema ekosistem dan efektifitas model guided inquiry untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Experimen Design dengan metode Nonequivalent Control Group Design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII D dan VII J SMP Negeri 3 Ungaran tahun ajaran 2014/2015 pada semester genap.  Pengumpulan data menggunakan draft wawancara guru, data hasil belajar yang didapatkan dari pretest dan posttest, lembar observasi sikap ilmiah siswa dan lembar angket tanggapan siswa terhadap model guided inquiry. Pembelajaran akan dilaksanakan dengan model guided inquiry dengan lima tahap yaitu merumuskan masalah, membuat hipotesis, mengumpulkan data, menginterpretasi data, dan membuat kesimpulan. Model pembelajaran yang digunakan berbantuan LKS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata presentase sikap ilmiah siswa pada kelas eksperimen adalah 86, dan kelas kontrol sebesar 82. Hasil perhitungan uji t sikap ilmiah siswa diperoleh thitung > ttabel dengan thitung = 3,464 dan ttabel= 1,671. Perhitungan pemahaman konsep siswa dengan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,43 dengan kriteria sedang, dan kelas kontrol sebesar 0,35 dengan kriteria sedang. Hasil perhitungan uji t hasil belajar siswa diperoleh thitung > ttabel dengan thitung = 1,776 dan ttabel= 1,671. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. This research aims to investigate the difference of scientific attitude by implementing guided inquiry on Ecosystem theme and the effectiveness of guided inquiry model to improve students’ comprehension of concept. The design of this research was Quasi Experiment Design with Nonequivalent Control Group Design. The sample was class VII D and VII J of SMP Negeri 3 Ungaran students in even semester of academic year 2014/2015. The data was collectied by using interview draft of teachers, learning outcomes data obtained from pretest and posttest, observation sheet of students’ scientific attitude, and questionnaire sheet of students’ feedback towards guided inquiry model. The learning process was done in five stages; they are statement of problem, hypotheses, data collection, data interpretation, and conclusion. The worksheet assisted learning model was used in this research. The result shows that the average score of students’ scientific attitude was 86 in experiment class, and 82 in control class. The result of t-test of students’ scientific attitude was tcount > ttable with tcount = 3.464 and ttable= 1.671. N-gain calculation of  students’ comprehension of concept in experiment class was 0.43 (medium criteria), and control class was 0, 35 (medium criteria). The result of t-test of students’ comprehension of concept was tcount > ttable with tcount = 1.776 and ttable= 1.671. Based on this research, it can be concluded that guided inquiry model is effective to improve students’ comprehension of concept. Moreover, it shows the difference of students’ scientific attitude in experiment and control class.
Co-Authors A. Ashadi, A. A. Leviana, A. A. V. Amalia, A. V. A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Mulyanah Adhar Arifuddin Aditya Marianti Afifah, Saidatul Agus Yulianto Ahmad Muhlisin Aisyah Putri Solichah, Aisyah Putri Alvi Mutia Nurulshifa, Alvi Mutia Amalia, Dike Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anam, M. Khairul Andi Saifah Andik Yuliyanto Andin Vita Amalia, Andin Vita Anggraeni, Diah Arum Ani Rusilowati Ani, Siti Rizqiyah Putri Dwi Anis Alfiyah, Anis Annisetyas, Regilita Annisetyas, Regilita Aprilia Wahyuning Fitri Aprilia, Agnes Verena Ardiputra, Muh. Akbar Ari Yuniastuti Arif Widiyatmoko, Arif Arip Budiman, Arip Asteria, Prima Vidya Aswira, Ziand Asy’syakurni, Nurul Afdhilla Asy’syakurni, Nurul Afdhilla Az-Zahra, Amalia Rizka Bagus Addin Hutomo, Bagus Addin Bambang Budi Raharjo Bambang Priyono Bambang Subali Budi Sulistiyo, Abdul Karim Chaeriah, Siti Deni Kurniyawan, Deni Dewi Mustikaningtyas DWI OETOMO DWI YULIANTI Dyah Rini Indriyanti E. Peniati E. Purwantoyo E. Suwarsi Edy Cahyono Edy Soedjoko Eli Trisnowati Eling Purwantoyo Ellianawati, Ellianawati Endang Sri Lestari Enni Suwarsi Rahayu Fahrisa, Nur Fibriana, F. Fidia Fibriana Fitra, Hawwin Fitri, Aprilia Wahyuning Fitriani, Fifit Friski Herina Fitriani, Friski Herina Guli, Musjaya Hafizhasando, Ramajid Hayati Hayati Hestiana Ikhwati, Hestiana Hishamudin Isam Ibnul Mubarok Ika Sukmawati, Ika Imronah, Imronah inayatillah, fafi Indah Urwatin Wusqo Irfan Helmy Isa Akhlis Iwan junaedi Khamida Hikmawati Kharitsa, Itsna Syafi’ Kharitsa, Itsna Syafi’ Kumalasari, Mia Kurniawati, Destria Kusbin, Irnawati Laksono, Kisyani Lisdiana Lisdiana Luah, Sri Lukman, Fahmy M. Taufiq Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Masduki , Lusi Rachmiazasi Maya Ektryana Waluyo, Maya Ektryana Mieta Novitaningrum, Mieta Miranita Khusniati Miswan Miswan Mita Novita Ningrum, Mita Novita Mohtar, Lilia Ellany Mu’iz Abdul, Mu’iz Mubarak, Ibnul Mudaningrat, Ajeng Muhamad Maftuh, Muhamad Muhamad Taufiq Munir, Muhammad Ardi Nadira, Nadira Nadira, Nadira Naila Saidah, Naila Nanik Murti Prasetyanti, Nanik Murti Niki Hatari, Niki Nindya Handayani Muniroh Umar, Nindya Handayani Muniroh Nisa, Khaerun Norma Eralita Novi Ratna Dewi Nugrahaningsih WH , Nugrahaningsih WH Nur Cholidah, Nur NUR CHOLIFAH Nur Habibah Zain, Nur Habibah Nur Indang Nur Okta Wiliani, Nur Okta Nur Viyanti, Nur Nurdin Rahman Nuri, Ayu Rahma Ulufa Nurul Ifah, Azidhatul Nurussalma, Syafina Nyna Adhitama, Nyna Pamungkas, Bogi Anggra Praptiwi, Ucca Swastika PRASETYONINGSIH, DWI Prastiti, Tri Diyah Pratami, Dita Aulia Pratmika, Witka Putri Prayogi, Arditya Puguh Ariwibowo, Puguh Putri, Rizqi Anggraheni Rasito Rahajeng Lintang Cahyaningrum, Rahajeng Lintang Rahayu, Endah Fitriani Rahma Dwi Larasati Rahmawati, Ayu Ariana Ratna Devi Ratna Setyowati, Ratna Resti Andriyani, Resti Rifqa Nahdliyati, Rifqa Riki Nasrullah Rina Setiawati Risa Dwita Hardianti, Risa Dwita Rizqi, Akmalia Ma’rifathur Rosiani, Ema Safirah, Nur Annisa Sagita, Fara Saing, Muhammad Erwan Sajidan Sajidan Samadani, Mayu Sanlia Samadi, Umar Sardjijo, Sardjijo Sari Septiyani, Sari Sembiring, Rinawati Sholikhah, Mona Ainun Sigit Saptono Siminto Siminto, Siminto Siska Nugraheni Margiastuti, Siska Nugraheni Siti Hardiyanti Hasasiyah, Siti Hardiyanti Siti Harnina Bintari Sitti Rahmawati Sri Nurhayati Sri Sulistyorini, Sri Srii Mulyan E.S, Srii Mulyan Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sudarmani Sudarmani Sudarmin Sudarmin Suharto Linuwih Sumarsih . . Supriyani, Tari Sutikno Madnasri Sutikno Sutikno Syafi, Mohammad Qois Talitha Widiatningrum Tiyas Pratiwi, Tiyas Toni, Mukhammad Ulfiana Dyah Ismirianti, Ulfiana Dyah Umar Samadi, Umar Uswatun Hasanah Utami, Anik Setyo Waeroh, Siti Warihan Unok Widiasih, Widiasih Widyastuti, Sukriyah Wiyanto - Woro Sumarni Yahya Nur Ifriza Zaenal Abidin Zaenuri Mastur Zulaikha, Ismi