This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan DIKSI Litera Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Pendidikan Indonesia LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Lembaran Ilmu Kependidikan Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Fokus Bisnis PHENOMENON Prosiding KPSDA Medika Tadulako Journal of Biology Education Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Unnes Science Education Journal Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jambura Journal of Health Sciences and Research Al-Ta'lim Journal of Innovative Science Education Jurnal Scientia Indonesia M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Kajian Peradaban Islam Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kode : Jurnal Bahasa Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Journal of Environmental and Science Education Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Journal of Health and Nutrition Research Journal of International Conference Proceedings Proceeding Seminar Nasional IPA Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Jurnal Elementaria Edukasia Unnes Science Education Journal Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Innovative Science Education Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan International Journal of Active Learning Journal of Environmental and Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU SUNDIAL FOTOTROPISME PADA TEMA GERAK UNTUK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Maftuh, Muhamad; Parmin, Parmin; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7726

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.     Integrated science learning should be supported by several things including the integrated teaching aid based integrated thematic because science is empiris knowledge learning. Reality in MTs Al Ishlah Pulokulon, are still hard to find the integrated science teaching aid which really integrated. This research was conducted by Research and Development (R & D). Research tested on 8th E class of MTs Al Ishlah Pulokulon Grobogan. Non-test data were analyzed by descriptive percentages, while the test data were analyzed using n-gain analysis. Based on the results of research obtained the mean percentage of expert validation based teaching aid and material respectively is 93.00% and 95.00% that both included in very active criteria. The mean percentage of results of students’ questionnaires of easy to use and observations in learning, respectively is 84.00% with very good criteria and 83.00% with very active criteria. Terms of achievement test results are an increase in pretest-posttest with a mean gain of students is 0,76 that entered on high criteria. Results of this research showed that the teaching aid sundial fototropisme integrated science in a motion theme for student MTs are valideffective used in learning.Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI SMART SCIENCE SERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA SMP Cahyaningrum, Rahajeng Lintang; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7934

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik, maka dari itu pengembangan media pembelajaran berbasis permainan monopoli berpendekatan saintifik diharapkan dapat memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran monopoli smart science berpendekatan saintifik seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan pada pembelajaran di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, metode analisis butir soal, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan persentase tanggapan siswa pada tahap uji coba sebesar 87,3% dan uji pemakaian 88,8%, serta persentase tanggapan guru sebesar 91,1%. Total rata-rata nilai akhir hasil belajar siswa sebesar 79,2 dan total rata-rata ketuntasan klasikal seluruh kelas sebesar 3,2 dengan kategori nilai B+. Analisis N-gain menunjukkan hasil sebesar 0,427 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media monopoli smart science seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan berpendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Curricullum 2013 pressed upon us the learning method using scientific approach, therefore it hoped that the development of learning media based on scientifically-approached monopoly board game could help fulfill the demand of the aforementioned curricullum. The purpose of this research is to find out the the effectiveness of scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game to the middle school students.  The methods used for this research are data collecting, tasks analysis, and data analysis. The research' results show on preliminary field testing, 87.3% of approvement from students being tested, while it rose to 88.8% during main field testing, also teachers approvement was as high as 91.1%. The students' finals grade averaged on 79.2, and the average total of classical fulfillment of all classes was 3.2, or B+ grade category. The analysis of grade gains shows 0.427gain with middle criteria. Based on the results above, it can be concluded that scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game was able to improve students' learnings.
PENGEMBANGAN AUDIO VISUAL SISTEM SIRKULASI DARAH YANG BERPENDEKATAN SAINTIFIK Ariwibowo, Puguh; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7938

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Selain itu pemanfaatan media pembelajaran juga belum maksimal. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 7 pati dan wawancara dengan guru IPA diperoleh hasil, bahwa di SMPN 7 Pati sudah menggunakan Kurikulum 2013,  dalam hal sarana prasarana sudah cukup baik contohnya dibeberapa kelas sudah terdapat LCD proyektor untuk menunjang proses pembelajaran. Namun kenyataan dalam lapangan, guru  belum memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut dan lebih banyak menggunakan buku teks atau panduan IPA daripada menggunakan media. Hal ini menyebabkan siswa merasa kesulitan untuk memahami materi IPA yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa media audio visual yang berpendekatan saintifik. Media audio visual yang berpendekatan saintifik dikembangkan bertujuan untuk mengetahui kelayakan media dan efektifitas penggunaan media dalam proses belajar. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh pakar kemudian dilakukan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data validasi produk oleh pakar, angket tanggapan siswa, angket tanggapan guru dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi media oleh pakar memperoleh 92% dan validasi materi oleh pakar memperoleh 90%.  Hasil tanggapan siswa dan guru terhadap media audio visual menyatakan sangat layak. Hasil belajar siswa melalui tes memperoleh rerata nilai pretest 54,5 dan rerata nilai postest 78,0. Hasil pretest-postest kemudian dianalisis dengan uji Gain dan memperoleh skor 0,50 dengan kriteria sedang. Sesuai dengan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa media audio visual sistem sirkulasi darah yang berpendekatan saintifik layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Integrated science teaching can improve the effectiveness of learning. In addition, the use of instructional media is also not used optimally. Based on the observation in SMP 7 Pati and interview with the science teachers, it can be showed that the school has already used 2013 curriculum, and the media is also well prepared by the school because the school has provided LCD projector in every class. However, the reality showed that, the teachers had not used the facilities and prefer to use more textbooks or science books rather than using the media. Thus, the students felt difficult to understand abstract science material. Learning media developed in this research was audio visual media based on scientific approach. The purpose of this research was to determine the feasibility and effectiveness of media in the learning activity. The method used in this research was Research and Development (R & D). The products were developed, and then validated by experts and afterwards tested in small and large-scale trials. The data analyzed in this study were product validation by experts, students interview sheets, teachers interview sheets, and students learning achievement. The result of the media validation by experts was  92%. Meanwhile, the material validation was 90%. The results of students and teachers interview sheets to audio visual media resulted in very feasible criteria. From the results of students learning tests, mean value of 54.5 could be obtained in pretest. Meanwhile, 78.0 mean value was obtained in post test. Then, the pretest and post test results were analyzed with gain test, that resulted in a score of 0.50, which was a decent value. According to the results of the research, it was concluded that the audio visual media of circulatory system based on scientific approach is feasible and effective to use in learning activity 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PETUNJUK PRAKTIKUM IPA BERBASIS INKUIRI PADA TEMA KALOR DAN PERPINDAHANNYA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Asy’syakurni, Nurul Afdhilla; Widiyatmoko, Arif; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8838

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific (ilmiah). Melalui pendekatan ilmiah peserta didik didorong mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, hal ini dilakukan agar peserta didik mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya. Praktikum merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan ilmiah, di mana praktikum merupakan sarana pemvisualisasi hal yang abstrak menjadi lebih nyata sehingga peserta didik mampu memahami konsep. Petunjuk praktikum diperlukan pada saat melaksanakan praktikum karena selain mampu membantu pelaksanaan praktikum juga memberikan bantuan berupa informasi bagi peserta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan petunjuk praktikum IPA berbasis inkuiri pada tema kalor dan perpindahannya dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep peserta didik pada tema kalor dan perpindahannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Magelang dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata presentase keterampilan proses sains peserta didik kelas eksperimen adalah 82,14% dengan kriteria baik sekali pada pertemuan keempat dengan rata-rata presentase pada pertemuan kesatu adalah 43,90% dengan kriteria cukup baik. Untuk kelas kontrol rata-rata presentase keterampilan proses sains peserta didik adalah 66,52% dengan kriteria baik pada pertemuan keempat dengan rata-rata presentase pada pertemuan kesatu adalah 45,24% dengan kriteria cukup baik. Pemahaman konsep peserta didik kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan nilai N-gain sebesar 0,56 dengan kriteria sedang. Serta kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai pemahaman konsep lebih tinggi dibanding kelas kontrol berdasarkan perhitungan t test dengan nilai thitung ≥ ttabel (5,95≥1,684). Dengan demikian, petunjuk praktikum IPA berbasis inkuiri efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains peserta didik. The learning process in Curriculum 2013 use scientific approach. Through scientific approach students are emphasized to construct their own knowledge, this is done so that students are able to understand and apply knowledge. Practicum is one of the learning activities in accordance with the scientific approach, in which the practicum means visualize the abstract things becomes more real than students is able to understand the concept. Practical instruction is required when carrying out practical because besides being able to help the practical implementation also provide assistance in the form of information for the participants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of science practical instruction based inquiry on heat and the displacement in enhancing science process skills and understanding of the concept of students. This study was an experimental with the type of quasi-experimental research design. The experiment was conducted in Junior High School 2 Magelang with research subjects students of grade VII. The results showed the average percentage of science process skills students experimental class was 82.14% with good criteria once the fourth meeting, with the average percentage the first meeting was 43.90% with a sufficient criteria. Class controlhas an average percentage of science process skills of students is 66.52% with good criteria on the fourth meeting, with the average percentage the first meeting is 45.24%. Understanding the concept of experimental class students have increase in average the value of N-gain of 0.56. As well as the experimental class has an average value of understanding the concept of a higher grade than the control based on the calculation of the t test with tcount≥ttable (5,95≥1,684). Thus, science practical instruction based inquiry on heat and the displacement effectively used to improve the understanding of the concept and science process skills of students.  
PENERAPAN GENIUS LEARNING UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM Andriyani, Resti; Parmin, Parmin; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8852

Abstract

Hasil observasi di SMPN 5 Semarang diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran IPA kurang bisa mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan adanya variase pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang prosesnya dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah genius learning. Penelitian ini menerapkan pendekatan genius learning untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penerapan pendekatan genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Desain penelitian ini ialah quasi eksperimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII SMPN 5 Semarang, sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII C (kelas eksperimen) dan VII E (kelas kontrol) diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket dan metode tes. Analisis data yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat adalah korelasi product moment. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan genius learning dan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Pengaruh penerapan genius learning terhadap pemahaman konsep dilihat dari hasil analisis korelasi product moment (rxy) adalah 0,43 (kategori sedang) dan pengaruh genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa adalah 0,85 (kategori sangat kuat). Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan penerapan genius learning berpengaruh terhadap peahaman konsep siswa dan berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. The result of observations in SMPN 5 Semarang obtained inforations that science learning process was less able to develop student’s critical thinking skill. Based on that inforation, it’s necessary to have learning process to develop student’s critical thinking skills. One of learning approach that can develop student’s critical thinking skills is genius learning. This research is an application of genius learning strategy for measuring student’s critical thinking skills and concept comprehension in ecosystem lesson. The reseach’s aim is knowing the influence of genius learning approach toward student’s critical thingking skills and student’s science concept comprehension. Design of this research is quasi eksperimental design using form nonequivalent control group design. Population that used is student of SMPN 5 Semarang in 7th grade. The sampel is student of class 7C (experimental class) and 7E (control class) taken by purposive sampling. For the data collection, this research used test methods, observation method and questionnaire result.To analyze the data influence of independent variable and dependent variable, was use corelation product  moment formula. Independent variable in this research is genius learning approach, and dependent variable are critical thinking skill and concept comprehension.  Influence of genius learning application concerning to concept comprehension can be seen from the analyze of correlation product moment (rxy) is 0,43 (middle category) ang influence of genius learning application concerning to critical thinking skills is 0,85 (very strong category). Based on the result, the conclusion is genius learning influential to concept comprehension and positively influential to student’s critical thinking skills.
IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING WORKSHEET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Adhitama, Nyna; Parmin, Parmin; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8856

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan pada peserta didik kelas VII D di MTs Negeri Gembong, pembelajaran yang terjadi belum terlaksana secara maksimal. Proses pembelajaran masih kurang optimal dalam penggunaan model pembelajaran, sehingga partisipasi peserta didik masih perlu ditingkatkan. Peserta didik seharusnya tidak hanya mencatat dan mendengarkan melainkan harus responsif dalam pembelajaran. Pengelolaan kegiatan presentasi dalam penilaian terhadap kemampuan komunikasi peserta didik secara konvensional, masih belum dapat mengukur keterampilan individual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Quantum Learning berbantuan mind mapping worksheet, untuk mengukur kemampuan komunikasi serta hasil belajar peserta didik. Quasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control group design menjadi desain penelitian ini. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data kemampuan komunikasi peserta didik diperoleh menggunakan metode observasi, sedangkan hasil belajar diperoleh menggunakan metode tes. Hasilnya adalah pada hasil belajar dan tingkat kemampuan komunikasi kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang ditegaskan melalui nilai n-gain dan uji t. Hasil analisis n-gain menunjukkan bahwa Quantum Learning berbantuan mind mapping worksheet kelas eksperimen mendapatkan 0,70 dengan kriteria sedang sedangkan pada kelas kontrol memperoleh 0,57 dengan kriteria sedang. Quantum learning berbantuan mind mapping worksheet memberikan pengaruh sebesar 92,8% terhadap tingkat kemampuan komunikasi di kelas eksperimen. The results of observations conducted on students of class VII D at MTs Gembong learning that occurs either not been implemented optimally. The learning process is still using conventional learning models, management presentations, namely an assessment of the ability of learners in the conventional presentation it is still not able to measure the individual skills of learners This study aims to determine the effect-aided model of Quantum Learning mind mapping worksheet to measure the ability of communication and learning outcomes learners. Quasi-experimental nonequivalent control group forms into the design of this study. The sample selection using purposive sampling method. Data communication skills of learners obtained using methods of observation, whereas belajarp results obtained using the test method. The result is a result of learning, communication skills levels experimental class is higher than the control class which is confirmed by the value of n-gain and t test. N-gain analysis results indicate that the Quantum Learning mind mapping aided experimental class worksheet gain of 0.70 with the criteria being while in the control group gained 0.57 to the criteria of being. Quantum Learning mind mapping aided worksheet gives the effect of 92.8% against the level of communication skills in the experimental class.  
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA TEMA EKOSISTEM Margiastuti, Siska Nugraheni; Parmin, Parmin; Pamelasari, Stephani Diah
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap ilmiah dengan penerapan model guided inquiry pada tema ekosistem dan efektifitas model guided inquiry untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Experimen Design dengan metode Nonequivalent Control Group Design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII D dan VII J SMP Negeri 3 Ungaran tahun ajaran 2014/2015 pada semester genap.  Pengumpulan data menggunakan draft wawancara guru, data hasil belajar yang didapatkan dari pretest dan posttest, lembar observasi sikap ilmiah siswa dan lembar angket tanggapan siswa terhadap model guided inquiry. Pembelajaran akan dilaksanakan dengan model guided inquiry dengan lima tahap yaitu merumuskan masalah, membuat hipotesis, mengumpulkan data, menginterpretasi data, dan membuat kesimpulan. Model pembelajaran yang digunakan berbantuan LKS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata presentase sikap ilmiah siswa pada kelas eksperimen adalah 86, dan kelas kontrol sebesar 82. Hasil perhitungan uji t sikap ilmiah siswa diperoleh thitung > ttabel dengan thitung = 3,464 dan ttabel= 1,671. Perhitungan pemahaman konsep siswa dengan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,43 dengan kriteria sedang, dan kelas kontrol sebesar 0,35 dengan kriteria sedang. Hasil perhitungan uji t hasil belajar siswa diperoleh thitung > ttabel dengan thitung = 1,776 dan ttabel= 1,671. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. This research aims to investigate the difference of scientific attitude by implementing guided inquiry on Ecosystem theme and the effectiveness of guided inquiry model to improve students’ comprehension of concept. The design of this research was Quasi Experiment Design with Nonequivalent Control Group Design. The sample was class VII D and VII J of SMP Negeri 3 Ungaran students in even semester of academic year 2014/2015. The data was collectied by using interview draft of teachers, learning outcomes data obtained from pretest and posttest, observation sheet of students’ scientific attitude, and questionnaire sheet of students’ feedback towards guided inquiry model. The learning process was done in five stages; they are statement of problem, hypotheses, data collection, data interpretation, and conclusion. The worksheet assisted learning model was used in this research. The result shows that the average score of students’ scientific attitude was 86 in experiment class, and 82 in control class. The result of t-test of students’ scientific attitude was tcount > ttable with tcount = 3.464 and ttable= 1.671. N-gain calculation of  students’ comprehension of concept in experiment class was 0.43 (medium criteria), and control class was 0, 35 (medium criteria). The result of t-test of students’ comprehension of concept was tcount > ttable with tcount = 1.776 and ttable= 1.671. Based on this research, it can be concluded that guided inquiry model is effective to improve students’ comprehension of concept. Moreover, it shows the difference of students’ scientific attitude in experiment and control class.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOENERGI MENERAPKAN MODEL SCIENCE INTEGRATED UNTUK MELATIH KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEKSPLORASI SUMBER BELAJAR Parmin, Parmin; Khusniati, Miranita; Prasetyoningsih, Dwi
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9649

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun bahan ajar Bioenergi dengan menerapkan model science integrated. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Sesuai hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan; penerapkan Model Science Integrated dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengeksplorasi sumber belajar di masyarakat dan mampu menyampaikan kejadian-kejadian di masyarakat, setelah melakukan eksplorasi dari berbagai sumber belajar. Sebagian besar mendapatkan nilai A dan AB, tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah B dan mahasiswa merespon baik, pembelajaran Bioenergi menerapkan Model Science Integrated. Abstract ___________________________________________________________________ The aim of research was to improve students' ability in compiling teaching materials of Bioenergy by applying the model of integrated science. Research using action research methods class. According to the results of research that has been obtained, it can be concluded; Integrated Science appied in order to improve the ability of students to explore learning resources in the community was able to convey the events in the community, after exploration of a variety of learning resources. Most get an A and AB, no students who score below B and the students responded well.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA BONEKA EDUKATIF MATERI SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI GAJAH Kharitsa, Itsna Syafi’; Widiyatmoko, Arif; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9651

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan alat peraga boneka edukatif untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Negeri Gajah tahun ajaran 2015/2016 pada semester ganjil. Pengumpulan data hasil belajar yang didapatkan dari pretest dan posttest, lembar observasi sikap ilmiah siswa dan lembar angket tanggapan siswa dan guru terhadap alat peraga boneka edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga boneka edukatif layak digunakan karena mempunyai nilai kelayakan dari segi media sebesar 93,74% dan segi materi 93,51% dengan kriteria sangat layak. Hasil belajar kognitif dianalisis menggunakan uji N-gain dan uji t yang menunjukkan peningkatan sedang yaitu 0,544 pada uji N-gain setelah itu diuji menggunakan uji t menunjukkan nilai thitung>ttabel (11,481>2,00) dikategorikan bahwa hasil belajar kognitif meningkat secara signifikan. Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Rasa ingin tahu siswa mendapatkan skor 79,04%, teliti mendapatkan skor 81,97%, dan bekerja sama mendapatkan skor 82,23%. Dengan demikian, alat peraga boneka edukatif merupakan alat peraga yang layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa.   Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to determine the properness and effectiveness of teaching aids educational doll to increase learning outcomes and scientific attitudes. This research use Research and Development (R&D) method. Sampel was class VII B MTs Negeri Gajah students in odd semester of academic year 2015/2016. The data of learning outcomes was collectied by using  pretest and posttest, observation sheet of students’ scientific attitude, and questionnaire sheet of students and teacher response towards teaching aids educational doll. The results show that the teaching aids educational doll is proper to be applied because it has proper value in terms of media amounted to 93,74% and 93,51% in term of material with criteria very proper. Cognitive learning outcomes were analyzed using N-gain test and t-test which showed  modest increase that is 0,544 to test N-gain after it was tested using the t test showed the value tcount > ttable (11.481 > 2.00) considered that the cognitive learning increased significantly. Scientific attitude of students also increased at every meeting. Curiosity of students get a score of 79.04%, carefully get a score of 81.97%, and work together to get a score of 82.23%. Thus, teaching aids educational doll props is a viable and effective media used to improve learning outcomes and scientific attitude of students.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TEMA EKOSISTEM UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP Nahdliyati, Rifqa; Parmin, Parmin; Taufiq, Muhamad
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i2.12146

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan saintifik model Project Based Learning tema ekosistem untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, dengan masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, lembar observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendekatan saintifik dengan model PjBL efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar sisa kelas VII di SMP Negeri 1 Ungaran yang dilihat dari rata-rata persentase kemandirian belajar siswa kelas eksperimen tiap aspek yang masuk dalam kategori sangat baik dan dari peningkatan kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen masuk kategori tinggi. Kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan. AbstractThis research was to determine the effectiveness of the Scientific approach with model Project Based Learning theme ecosystem to grow independent learning junior high school students. This study was an experimental study with design Nonequivalent Control Group Design. Sampling was done by purposive sampling, experimental class control class. Data was collected using the method of documentation, observation sheets, test and questionnaire. The results showed that the students' independence learning in the category very good for all indicators, independent learning in experiment class and control class show significant different. The conclution at these research that the scientific approach with models PjBL effective to grow student learning independence.
Co-Authors A. Ashadi, A. A. Leviana, A. A. V. Amalia, A. V. A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Mulyanah Adhar Arifuddin Aditya Marianti Afifah, Saidatul Agus Yulianto Ahmad Muhlisin Aisyah Putri Solichah, Aisyah Putri Alvi Mutia Nurulshifa, Alvi Mutia Amalia, Dike Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anam, M. Khairul Andi Saifah Andik Yuliyanto Andin Vita Amalia, Andin Vita Anggraeni, Diah Arum Ani Rusilowati Ani, Siti Rizqiyah Putri Dwi Anis Alfiyah, Anis Annisetyas, Regilita Annisetyas, Regilita Aprilia Wahyuning Fitri Aprilia, Agnes Verena Ardiputra, Muh. Akbar Ari Yuniastuti Arif Widiyatmoko, Arif Arip Budiman, Arip Asteria, Prima Vidya Aswira, Ziand Asy’syakurni, Nurul Afdhilla Asy’syakurni, Nurul Afdhilla Az-Zahra, Amalia Rizka Bagus Addin Hutomo, Bagus Addin Bambang Budi Raharjo Bambang Priyono Bambang Subali Budi Sulistiyo, Abdul Karim Chaeriah, Siti Deni Kurniyawan, Deni Dewi Mustikaningtyas DWI OETOMO DWI YULIANTI Dyah Rini Indriyanti E. Peniati E. Purwantoyo E. Suwarsi Edy Cahyono Edy Soedjoko Eli Trisnowati Eling Purwantoyo Ellianawati, Ellianawati Endang Sri Lestari Enni Suwarsi Rahayu Fahrisa, Nur Fibriana, F. Fidia Fibriana Fitra, Hawwin Fitri, Aprilia Wahyuning Fitriani, Fifit Friski Herina Fitriani, Friski Herina Guli, Musjaya Hafizhasando, Ramajid Hayati Hayati Hestiana Ikhwati, Hestiana Hishamudin Isam Ibnul Mubarok Ika Sukmawati, Ika Imronah, Imronah inayatillah, fafi Indah Urwatin Wusqo Irfan Helmy Isa Akhlis Iwan junaedi Khamida Hikmawati Kharitsa, Itsna Syafi’ Kharitsa, Itsna Syafi’ Kumalasari, Mia Kurniawati, Destria Kusbin, Irnawati Laksono, Kisyani Lisdiana Lisdiana Luah, Sri Lukman, Fahmy M. Taufiq Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Masduki , Lusi Rachmiazasi Maya Ektryana Waluyo, Maya Ektryana Mieta Novitaningrum, Mieta Miranita Khusniati Miswan Miswan Mita Novita Ningrum, Mita Novita Mohtar, Lilia Ellany Mu’iz Abdul, Mu’iz Mubarak, Ibnul Mudaningrat, Ajeng Muhamad Maftuh, Muhamad Muhamad Taufiq Munir, Muhammad Ardi Nadira, Nadira Nadira, Nadira Naila Saidah, Naila Nanik Murti Prasetyanti, Nanik Murti Niki Hatari, Niki Nindya Handayani Muniroh Umar, Nindya Handayani Muniroh Nisa, Khaerun Norma Eralita Novi Ratna Dewi Nugrahaningsih WH , Nugrahaningsih WH Nur Cholidah, Nur NUR CHOLIFAH Nur Habibah Zain, Nur Habibah Nur Indang Nur Okta Wiliani, Nur Okta Nur Viyanti, Nur Nurdin Rahman Nuri, Ayu Rahma Ulufa Nurul Ifah, Azidhatul Nurussalma, Syafina Nyna Adhitama, Nyna Pamungkas, Bogi Anggra Praptiwi, Ucca Swastika PRASETYONINGSIH, DWI Prastiti, Tri Diyah Pratami, Dita Aulia Pratmika, Witka Putri Prayogi, Arditya Puguh Ariwibowo, Puguh Putri, Rizqi Anggraheni Rasito Rahajeng Lintang Cahyaningrum, Rahajeng Lintang Rahayu, Endah Fitriani Rahma Dwi Larasati Rahmawati, Ayu Ariana Ratna Devi Ratna Setyowati, Ratna Resti Andriyani, Resti Rifqa Nahdliyati, Rifqa Riki Nasrullah Rina Setiawati Risa Dwita Hardianti, Risa Dwita Rizqi, Akmalia Ma’rifathur Rosiani, Ema Safirah, Nur Annisa Sagita, Fara Saing, Muhammad Erwan Sajidan Sajidan Samadani, Mayu Sanlia Samadi, Umar Sardjijo, Sardjijo Sari Septiyani, Sari Sembiring, Rinawati Sholikhah, Mona Ainun Sigit Saptono Siminto Siminto, Siminto Siska Nugraheni Margiastuti, Siska Nugraheni Siti Hardiyanti Hasasiyah, Siti Hardiyanti Siti Harnina Bintari Sitti Rahmawati Sri Nurhayati Sri Sulistyorini, Sri Srii Mulyan E.S, Srii Mulyan Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sudarmani Sudarmani Sudarmin Sudarmin Suharto Linuwih Sumarsih . . Supriyani, Tari Sutikno Madnasri Sutikno Sutikno Syafi, Mohammad Qois Talitha Widiatningrum Tiyas Pratiwi, Tiyas Toni, Mukhammad Ulfiana Dyah Ismirianti, Ulfiana Dyah Umar Samadi, Umar Uswatun Hasanah Utami, Anik Setyo Waeroh, Siti Warihan Unok Widiasih, Widiasih Widyastuti, Sukriyah Wiyanto - Woro Sumarni Yahya Nur Ifriza Zaenal Abidin Zaenuri Mastur Zulaikha, Ismi