p-Index From 2021 - 2026
10.256
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Jurnal Sosial dan Teknologi Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalithikum di Desa Banyuputih-Wringin-Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Syamsia Dwi Wulandari .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) asal usul keberadaan watu lawang di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) bentuk watu lawang yang terdapat di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, dan (3) potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap: (1) lokasi penelitian di Desa Banyuputih-Wringin, Bondowoso, (2) penentuan informan menggunakan “purposive sampling”, (3) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data melalui trianggulasi sumber, trianggulasi metode, dan (5) analisis data. Hasil penilitan, yaitu (1) asal usul keberadaan watu lawang merupakan peninggalan zaman pra aksara pada zaman megalithikum yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. (2) bentuk watu lawang di Desa Banyuputih berupa menhir yang berdiri tegak (monolith) yang tersusun dari 3 batu besar yang menyerupai pintu, oleh masyarakat digunakan sebagai tempat yang sakral yaitu sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur. (3) watu lawang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X berdasarkan kurikulum 2013, terutama terkait dengan zaman pra aksara. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan, yaitu: aspek historis, aspek bentuk watu lawang, aspek fungsi watu lawang, aspek religius (religi) dan aspek gotong royong.Kata Kunci : watu lawang, bentuk, sumber belajar This research aims to determine, (1) the origin of the existence of watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) the form watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, and (3) its potential as a source of history learning school. This research using qualitative approach with stages: (1) research location in Banyuputih village, Wringin, Bondowoso, (2) informant determination use “purposive sampling”, (3) data collection technique through observation, interview, document study), (4) data validation technique through source triangulation and method triangulation, (5) data analysis. The results of the research are: (1) The origin of the existence of watu lawang is a relic of pre-literacy in the time of megalithicum used as a place worship of the spirit of the ancestors. (2) watu lawang in Banyuputih village builded in form of menhir that stands upright (monolith) is composed of 3 large rocks that resemble the door, by the community used as a sacred place as a place of worship of ancestral spirits. (3) watu lawang has the potential as a source of learning history in high school in class X based on the curiculum 2013, especially related to the pre-literacy era. As for the aspects that can be used ie: historical aspect, form watu lawang aspect, watu lawang function aspect, religious aspect (religious) and aspects mutual cooperation.keyword : watu lawang, form, learning resources
TRADISI MELASTI MENDAK HUJAN DI DESA PECATU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Km Ega Mahendra .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12563

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Melasti Mendak Hujan di desa Pecatu, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Melasti Mendak Hujan, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Melasti Mendak Hujan yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) sejarah tradisi Melasti Mendak Hujan, adalah untuk meningkatakan srada dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghapuskan segala penderitaan yang ada pada masyarakat, menghilangkan kekotoran alam semesta serta mencegah kerusakan alam semesta yang membuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya; (2) Sistem pelaksanaan upacara Melasti Mendak Hujan diawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan ngayah sebelum Melasti Mendak Hujan, adanya proses persembahyangan bersama di Pura Sad Kahyangan,puncak acara adanya berbagai tarian diantaranya upacara nedunang ida bhatara, tarian kincang-kincung dan ngurek di pesisir pantai; (3) Aspek-aspek tradisi Melasti Mendak Hujan yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut nilai religius, nilai memperkuat solidaritas/kelompok masyarakat, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai sosial religius.Kata Kunci : Tradisi Melasti Mendak Hujan, Potensi, Sumber Belajar Sejarah. This research is aimed at (1) to know the background of Melasti Mendak Rain tradition in Pecatu village, (2) to know the system of ritual implementation of Melasti Mendak Hujan Tradition, (3) to know aspects of Melasti Mendak Hujan tradition which can be implemented as learning resource of History in senior high school. This study using qualitative methods with stages; (3) Data collection techniques (observation, interview, document study), (4) Data validity technique (data triangulation, triangulation method) and, (5) Technique of analysis data. This research produces the findings, namely: (1) The historical of Melasti Mendak Hujan tradition, is to increase srada and bhakti to God Almighty to eliminate all suffering that exist in society, eliminate the defilements of the universe and prevent the destruction of the universe that makes the harmonious relationship between man and God, man with his fellow man and man with his natural environment; (2) The system of Melasti Mendak Hujan ceremony begins with the preparation stage ceremony, preparation ngayah before Melasti Mendak Hujan, the process of praying together in Pura Sad Kahyangan, the culmination of various dances such as the nedunang ida bhatara ceremony, kincang-kincung dan ngurek dance on the coast; ; (3) Aspects of Melasti Mendak Hujan tradition that can be implemented as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum are as follows religious values, values of strengthening solidarity / community groups, values of maintaining harmonious relationships with nature, religious social valueskeyword : Melasti Tradition Mendak Hujan, potential, source of learning history
GUA JEPANG DI DESA BANJARANGKAN KLUNGKUNG, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA NI MADE ERMAWATI .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.14666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) bentuk/struktur fisik gua Jepang di Desa Banjarangkan Klungkung; 2) fungsi gua J epang sebagai sumber belajar Sejarah di Desa Banjarangkan Klungkung; 3) pemanfaatan gua jepang di Desa Banjarangkan Klungkung Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian adalah 1) rancangan penelitian, 2) teknik penentuan lokasi penelitian, 3) teknik penentuan informan, 4) teknik pengumpulan data, 5) teknik validasi, dan 6) teknik analisis data. Berdasarkan wawancara, observasi, studi pustaka atau dokumen di lapangan diketahui bahwa, 1) Gua buatan manusia yang berbentuk setengah lingkaran dengan lorong yang memanjang di dalamnya dari utara ke selatan dengan panjang 165 meter. Gua ini terdiri dari 16 lubang yang didalamnya saling terhubung; 2) Saat ini Gua Jepang ini juga difungsikan sebagai gua perlindungan dan penghadangan pada zaman Jepang gerilya saat revolusi fisik sebagai tempat wisata karena Gua Jepang memiliki bentuk yang unik dan khas; 3) Gua Jepang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah, dengan menggunakan metode pembelajaran di luar kelas yaitu dengan berkunjung secara langsung ke tempat-tempat peninggalan sejarah seperti Gua Jepang maupun dengan pembelajaran di dalam kelas dengan metode ceramah dan sosio-drama. Kata Kunci : Kata kunci: Gua Jepang, Sumber Belajar This study aims to determine; 1) the physical structure / structure of the Japanese cave in Banjarangkan Klungkung Village; 2) the function of the cave J epang as a source of learning History in the Village Banjarangkan Klungkung; 3) utilization of Japanese cave in Banjarangkan Klungkung village as a source of history in high school. This research is a qualitative research with stages in the research are 1) research design, 2) research location determination technique, 3) informative determination technique, 4) data collection technique, 5) validation technique, and 6) data analysis technique. Based on interviews, observations, literature studies or documents in the field it is known that, 1) man-made cave in the form of a semicircle with a tunnel extending in it from north to south with a length of 165 meters. This cave consists of 16 holes in which are connected; 2) Currently Japanese Cave is also functioned as a cave of protection and reserve in the guerrilla Japanese era during the physical revolution as a tourist destination because the Japanese Cave has a unique and distinctive shape; 3) Japanese cave can be used as a source of learning history, using the method of learning outside the classroom by visiting directly to places of historical relics such as the Japanese Cave as well as with learning in the classroom with lecture and socio-drama methods.keyword : Goa Jepang, Learning Resources
Sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali Tahun 2006-2016 (Studi Tentang Sejarah Pendidikan Dan Kontribusinya Bagi Pembelajaran Sejarah Di MA) ABDULLAH .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15255

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali; (2) Perkembangan Madrasah Syamsul Huda Dari Tahun 2006-2016; (3) Aspek-aspek yang apa yang disumbangkan bagi pembelajaran sejarah di MA. Penelitian merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang digunakan adalah (1) Heuristik dengan cara mengumpulkan jejak sejarah lewat pengamatan terhadap lokasi penelitian, wawancara dan telaah dokumen yang relevan, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan kritik intern) yaitu menentukan keabsahan sumber yang didapat terkait derkait dengan permaslahan yang di kaji, (3) Interpretasi, yaitu menganasis dan mensintesis data-data yang telah didapatkan yang dikaitnak dengan permasalahan yang dikaji, (4) Historiografi (menulis sejarah pendidikan). Informan dalam penelitian ini adalah pengasuh Madrasah, Kepala sekolah, dan guru-guru. Berdasarkan hasil temuan di lapangan latar belakang berdirinya MA Syamsul Huda adalah untuk mempermudah masyarakat muslim Desa Tegallinggah melanjutkan pendidikan yang berbasis keagamaan khusunya masyarakat muslim karena kebanyakan setelah lulus Mts tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang kurang mendukung dan tempat yang jauh dari sekolah SMA/MA, selain mempermudah masyarakat muslim Tegallinggah, di Desa Tegallinggah juga belum ada MA hal ini yang mendorong Bapak Ustadz Jamhuri beserta istrinya dan dibantu guru-guru lainnya untuk mengelola dan mendirikan MA di Desa Tegallinggah. Didalam perkembangannya MA Syamsul Huda mengalami perkembanga yang sangat signifikan, baik dari fisik dan non-fisiknya. Dari segi fisiknya terdapat perubahan fasilitas atau sarana dan prasarana sedangkan dari non-fisiknya mengalami perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kurikulum nasional namun dalam penerapannya disesuaikan dengan kemampuan siswanya. Kata Kunci : Kata Kunci: perkembangan, pendidikan, MA Syamsul Huda Tegallinggah. This research was conducted in Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah aims to know (1) the history of Madrasah Syamsul Huda In Tegallinggah Village, Buleleng-Bali; (2) Development of Madrasah Syamsul Huda From 2006-2016; (3) What aspects are contributed to the study of history in MA. Research is a historical study, so the steps used are (1) Heuristics by collecting traces of history through observation of the location of research, interviews and review of relevant documents, (2) Source Criticism (external criticism and internal criticism) that determines the validity of the source (3) Interpretation, which is to analyze and synthesize the data that have been obtained that dikaitnak with the problems studied, (4) Historiography (writing history of education). The informants in this study were the caregivers of Madrasahs, principals, and teachers. Based on the findings in the field of the background of the establishment of the MA Syamsul Huda is to facilitate the Muslim community of Tegallinggah Village to continue the religious-based education especially the Muslim community because most after graduated Mts did not continue the school because the cost is less supportive and a place far from high school / MA, facilitate the Muslim community Tegallinggah, in the village of Tegallinggah also there is no MA this matter that encourage Mr. Ustadz Jamhuri and his wife and assisted other teachers to manage and establish MA in the village of Tegallinggah. In its development, MA Syamsul Huda experienced a very significant development, both from physical and non-physical. In terms of physical there is a change of facilities or facilities and infrastructure while the non-physically experienced curriculum changes tailored to the national curriculum but in its application tailored to the ability of students. keyword : Keywords: development, education, MA Syamsul Huda Tegallinggah.
KAMPUNG TOGE DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG, BALI : SEJARAH DAN NILAI-NILAINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ABDUL GOFAR .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.21492

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui sejarah keberadaan kampung toge (2) Untuk mengetahui wujud Toleransi yang ada di Kampung Toge (3) sejarah dan nilai-nilainya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) penentuan Jenis Penelitian (2) Lokasi penelitian (3) Teknik penentuan informan (4) Teknik pengumpulan data, meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, dan pengelolaan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Kampung toge karena adanya perpindahan penduduk dari kerang asem akibat adanya bencana alam yang berupan letusan gunung agung, kemudian yang disusul oleh orang-orang Madura, dan jawa, kemudian kampung toge ini menjadi kampung yang multicultural dengan penuh kedamaian, kedamaian ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari refleksi tokoh-tokoh masyarakat Kampung Toge, yaitu adanya musolla yang berada ditengah-tengah Masyarakat Kampung Toge. Hal itu berdampak positif karena adanya musollah menunjukkan atas merima dengan adanya perbedaan. Selain itu dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial, masyarakat selalu dalalam kondisi yang terintegrasi. Faktor- faktor keberadaan kampung toge yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu (1) faktor sosial (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya (4) integrasi. Kata Kunci : Sejarah, Toleransi, Sumber Belajar. This study aims to (1) To find out the history of the existence of Toge village (2) To find out the form of Tolerance in Kampung Toge (3) history and its values ​​that can be used as a source of historical learning in high school. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) determination of the type of research (2) location of research (3) technique of determining informants (4) data collection techniques, including (observation, interviews, document studies, and data management). Toge village because of the displacement of residents from tamarind shells due to natural disasters which have a massive volcanic eruption, then followed by Madurese people, and Java, then the Toge village became a multicultural village with peace, peace itself cannot be separated from reflection of community leaders from Kampung Toge, namely the existence of musolla in the midst of the Kampung Toge Community, which had a positive impact because the existence of musollah showed the merima with differences. In addition, with intense interaction between Hindus and Muslims because of the same interests both economically and socially, the community interrupted You're in an integrated condition. The factors of the existence of toge village which are used as sources of learning are three, namely (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors (4) integration.keyword : History, Tolerance, Learning Resources
PURA CEDOK WARU DI DESA ADAT KUTA KABUPATEN BADUNG BALI (SEJARAH, STRUKTUR, FUNGSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih; Nengah Bawa Atmadja; I Wayan Mudana
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.32525

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Sejarah Keberadaan Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali (2) Struktur dan fungsi Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali (3) Aspek-aspek apa saja dari Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut; (1) Penentuan Lokasi Penelitian (2) Penentuan Informan  (3) Pengumpulan Data (4) Tahap Validasi Data menggunakan Teknik Triangulasi Data. Adapun Hasil penelitian menunjukan pada bahwa, (1) Sejarah kebradaan Pura Cedok Waru tidak bisa dilepaskan dari adanya Pohon Waru yang kemudian lebih dikenal dengan Pohon Cedok Waru yang merupakan tempat untuk memperingati penyerahan kekuasaan oleh Mahapatih Gajah Mada kepada Sri Kresna Kepakisan atas suksesnya pendaratan pasukan Mahapatih Gajah Madha menginvansi Bali pada tahun 1265 Caka atau tahun 1343 Masehi. (2) Struktur pada bangunan Pura Cedok Waru dianggap masih menggunakan konsep Dwi Mandala yaitu hanya memiliki Jaba sisi dan Jeroan dan terdapat beberapa fungsi ( fungsi religius, fungsi sosial, fungsi budaya, dan fungsi peendidikan (3) terdapat beberapa aspek pada Pura Cedok Waru (aspek historis, aspek spiritual, aspek pengetahuan, aspek sosial dan aspek peninggalan).
IDEOLOGI NYEGARA GUNUNG: SEBUAH KAJIAN SOSIOKULTURAL KEMISKINAN PADA MASYARAKAT PESISIR DI BALI UTARA I Wayan Mudana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v2i1.1290

Abstract

Target khusus yang ingin dicapai dalam tahun ini adalah terdeskrepsikannya fenomenan kemiskinan sosiokultural dan geneologis kemiskinan sosiokultural masyarakat pesisir; terdeskrepsikannya secara kritis ideologi nyegara gunung yang berkembang pada masyarakat pesisir; terdeskrepsikannya secara kritis keberfungsian ideologi nyegara gunung dalam mengatasi masalah kemiskinan sosiokultural pada masyarakat pesisir di Bali Utara; serta tersdeskrepsikannya peranan masyarakat politik, ekonomi dan sipil dalam pengentasan kemiskinan sosiokultural berbasis ideologi nyegara gunung pada masyarakat prsisir di Bali Utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pada tahun pertama adalah pendekatan yang bersifat etnografis kritis. Sehunbungan dengan hal itu, informan penelitian ini menggunakan purposive smowball, pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka, analisis data menggunakan analisis kritis deskreptif kualitatif. Berdasarkan pendekatan tersebut di atas dapat dikemukakan hasil kajian ini sebagai berikut: Kemiskinan sosiokultural masyarakat di Bali Utara dapat dilihat dari lingkungan pemukiman masyarakat pesisir yang berada di sekitar pantai pada umumnya menempati tanah negara dan dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana. Kemiskinan sosiokultural yang dimilikinya juga tercermin oleh tingkat pendidikan dan penguasan teknologi kebaharian yang masih terbatasa. Kondisi ini tentu saja juga terkait dengan keterbatasan modal  finansial yang dimiliki oleh m syarakat pesisir.Terjadinya kemiskinan sosiokultural pada masyarakat pesisir secara geneologis disebabkan oleh keterbatasan modal financial yang dimiliki dan kebijakan-kebijakan pembangunan yang kurang berpihak pada masyarakat pesisir yang mengalami jeratan gurita kemiskinan. Dalam mengatasi kemiskinan sosiokultural, masyarakat pesisir mengembangkan berbagai aktivitas sosial ekonomi yang dilandasi kesadarannya terhadap kebenaran ideologi nyegara gunung, dan menjadikan laut sebagai ruang hidup yang menjanjikan. Di samping itu, masyarakat pesisir juga mengembangkan berbagai diversifikasi usaha dan kelembagaan kredit sosial dan ekonomi sebagai bentuk adaptasinya dalam mengatasi kemiskinan sosiokultural yang ada.  Dalam mengatasi kemiskinan, masyarakat politik, ekonomi dan sipil ikut berperan, baik dalam bentuk pendampingan modal maupun pembinaan terhadap masyarakat pesisir.
PEMASARAN MODAL TUBUH DAN MODAL SIMBOLIK MELALUI IKLAN JODOH PADA MEDIA MASSA CETAK DI BALI (Sebuah Studi Berbasis Gender pada Masyarakat Multikultur) I Wayan Mudana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4500

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mengungkapkan tentang karakteristik sosiokultural perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh, bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkandalam iklan jodoh, bentuk-bentuk modal simbolik yang dipasarkan dalam iklan jodoh,kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihan perempuan dalam iklan jodoh,makna apa yang ada di balik  kecendrungan-kecendrungan  yang ditampilkan dalam teksiklan jodoh dalam kaitannya dengan masyarakat multikultur, dan  persepsi anggotamasyarkat Bali yang multikultur terhadap iklan jodoh.Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini terutama menggunakanmetoda studi dokumen, analisis wacana kritis.  Di samping itu untuk menggali informasiyang terkait dengan persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodoh, informan penelitian iniditunjuk secara purposive snow-ball. Analisis data dilakukan dengan triangulasi data.Penyajian data dilakukan secara deskreptif kualitatif. Berdasarkan atas hal itu terungkapbahwa karakteristik pengguna iklan jodoh dapat dinyatakan sebagian besar perempuan.Perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh dilihat dari usia sebagian besar berusia di atas30 tahun. Pengguna iklan jodoh sebagaian besar beagama Islam, berasal dari Jawa,umumnya  menetap di kota-kota besar. Bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkan dalamiklan jodoh, meliputi tinggi dan berat badan, warna kulit, kesehatan diri. Modal-modalsimbolik yang dipasarkan meliputi, tingkat pendidikan, agama, pakaian, etnis, sikap/perilaku,status perkawinan, dan pekerjaan.Kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihanperempuan melalui iklan jodoh adalah laki-laki yang seiman, berpendidikan, memilikipekerjaan tetap, sehat jasmani dan rohani, serta siap nikah. Makna di balik kecendrunganadanya perkawinan dengan calon pasangan yang seiman, dan berasal dari berbagai etnisakan berkontribusi bagi dinamika masyarakat multikultur, dengan agama sebagai perekathubungan dalam kehidupan keluarga. Persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodohsebagai suatu ruang publik untuk menemukan jodoh. Terbatasnya masyarakat Balimenggunakan iklan jodoh terkait dengan masih luasnya ruang publik yang dapat digunakanuntuk mendapatkan joodoh. Di samping itu juga disebabkan karena dalam prosesperkawinan keluarga, kerabat, masyarakat memiliki peranan penting, dan adanya gengsidari individu dan keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH TUJUAN WISATA DESA PEMUTERAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN I Wayan Mudana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan tentang bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Desa Pemuteran.  Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan triangulasi. Melalaui hal itu dapat dikemukakan bahwa bentuk pemberdayaan yang dikembangkan adalah  bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Strategi pemberdayaannya dilakukan secara terpadu baik yang  bersifat mikro, mezzo, maupun makro. Kebijakan pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran meliputi pengembangan SDM, pengembangan ekonomi, pengembangan kelembagaan, pengembangan prasara/sarana, dan pengembangan informasi. Pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran seperti itu dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
KOLABORASI MASYARAKAT EKONOMI, POLITIK, DAN SIPIL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR DI BALI I Wayan Mudana
Candra Sangkala Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jcs.v1i2.28764

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi: 1. Mendeskrepsikan model pemberdayaanmasyarakat pesisir berbasis sosial budaya yang dikembangkan di kawasan pesisir Bali. 2.Mendeskrepsikan bentuk implementasi penguatan modal komunitas yang dikembangkan di kawasan pesisir Bali. 3.Mendeskrepsikan bentuk pengembangan pengawasan keberlanjutan wisata bahari di kawasan pesisir Bali. 4.Mendeskrepsikan model promosi wisata bahari yang dikembangkan di kawasan pesisir Bali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kulaitatif yang bersifat etnografis kritis , sehunbungan dengan hal itu maka informan penelitian ini menggunakan purposive smowball, pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan diskusi. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Berpijak dari hal itu telah diahsilkan sebuah model pembeerdayaan masyarakat pesisir berbasis sosial budaya. Adapun bentuk penguatan modal komunitas yang dilakukan melalui proses sosialisasi, pendampingan dan pemberian bantuan modal finansial. Dalam menjaga keberlanjutan waisata bahari masyarakat mengembangkan pengawasan yang melibatkan masyarakat setempat, lembaga swadaya masyarakat, dan kelembagaan formal. Model promosi wisata bahari yang dikembangkan selama meliputi promosi melalui penyebaran brosur paket wisata bahari, promosi wisata bahari berbasis teknologi informasi, dan melalui kegiatan-kegiatan festival wisata bahari. Pengembangan wisata bahari di kawasan peisisr merupakan ruang hidup yang telah mempu meningkatkan kesejahteraan beberapa anggota masyarakat setempat . Kata Kunci : Kolaborasi, PariwisataBahari,KemiskinanMasyarakatPesisir
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra Yudistira, Cokorda Gede Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sari, Yuyun Diah Kemuning Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah