p-Index From 2021 - 2026
10.256
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Jurnal Sosial dan Teknologi Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS.4 SMA N 2 BANJAR SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Dian Lestari .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3614

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (3) mengetahui tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ialah (1) Penentuan Subjek Penelitian, (2) Membuat Rencana Tindakan, (3) Melaksanakan Tindakan, (4) Melakukan Observasi, (5) Evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I adalah 58,10 dengan kategori tinggi, meningkat dengan rata-rata pada siklus II menjadi 59,82 dengan kategori tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I mencapai rata-rata 67,34% dengan kategori sedang, serta ketuntasan belajar siswa mencapai 37,93% meningkat pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar sejarah siswa mencapai 80,34% dengan kategori tinggi, serta ketuntasan belajar mencapai 82,75%; (3) Tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), mencapai rata-rata 41,37 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar. Kata Kunci : Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Sejarah, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). ABSTRACT This study aims to (1) determine the increase of student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of a model cooperative learning Teams Games Tournament (TGT), (2) determine the increase students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), (3) determine the students' responses in class XI student IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) in history. This research is Classroom Action Research (CAR). The stages which are carried out of classroom action research (CAR) is (1) Determination of Research Subjects, (2) Creating an Action Plan, (3) Implement the action, (4) Conducting Observations, (5) Evaluation and Reflection. The results showed: (1) student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle was 58.10 with a high category, increased by an average of 59.82 on the second cycle into the high category; (2) students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle at an average of 67.34% with moderate category, as well as mastery learning students achieve 37.93% increase in the second cycle is an average of the results of learning history 80.34% of students achieve the higher categories, as well as mastery learning reaches 82.75%; (3) The students' response in class XI of SMA N 2 IPS.4 about the question of the application of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), reaching an average of 41.37 with a high category. Based on the results of this research is known that the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) can enhance the students' learning motivation and learning outcomes of history class XI IPS.4 in SMA N 2 Banjar. keyword : Keywords: Motivation, Learning Outcomes, History, type of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament (TGT).
KEIKUTSERTAAN PEREMPUAN DALAM PEMERTAHANAN TRADISI PEMBUATAN BANTEN MELALUI SEKOLAH NONFORMAL PADA PASRAMAN PINANDITA BRAHMA VIDYA SAMGRAHA, DESA PAKRAMAN PENARUNGAN, SINGARAJA, BALI Vania Ratna Wedha .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (2) Latar belakang perempuan mengikuti pendidikan nonformal pembuatan banten di Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (3) Sistem pendidikan nonformal yang diterapkan pada Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha. Penelitian ini sepenuhnya mengacu pada metode yang telah disiapkan. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan teknik snow ball. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh diolah secara berkesinambungan (continue) yang diawali dengan mengumpulkan data, memilah-milah data, mengklarifikasi data dan mengolah data dengan teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha disebabkan oleh keprihatinan Ida Bhawati Hermawan Tangkas terhadap umat Hindu yang belum mengerti dan paham akan tata cara upacara yadnya termasuk tradisi pembuatan banten. Ini yang mendorong Ida Bhawati Hermawan Tangkas bersama tokoh-tokoh agama Hindu di Desa Pakraman Penarungan dan bekerja sama dengan PHDI Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan keinginan untuk mendirikan tempat belajar yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan umat Hindu, sehingga berdirilah Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha seperti yang kita lihat saat ini. Motivasi perempuan belajar di pasraman dipengaruhi oleh motivasi intrinsik untuk terlibat dalam pendidikan nonformal dengan mempertahankan tradisi pembuatan banten serta mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan ektrinsik dengan lingkungan belajar kondusif serta mengembangkan jaringan sosial. Sistem pendidikan nonformal yang berlaku di Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha memiliki memiliki komponen-komponen pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, fasilitas pendidikan, metoda pembelajaran dan waktu pembelajaran. Kata Kunci : Perempuan, tradisi, banten, nonformal, dan pasraman This research purposed to know (1) The existence background of Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (2) The existence background of woman which is followed non-formal education in creating a ritual offering in Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (3) The System of non-formal education which applied in Pasrman Pinandita Brahma Vidya Samgraha. This research fully referred to method that has been prepared. The approach that used in this research was descriptive qualitative. The determination of the informant used purposive sampling technique and developed by snow ball technique. The data collected by observation, interview, and work sheet. The data was analyzed by continuously which started with collect the data, data elimination, data clarification, and cultivated data by technique. The result of this research showed that the existence background of Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha caused by attention of Ida Bhawati Hermawan Tangkas with Hindus people which didn’t understand with tradition in making a ritual offering. That encouraged Ida Bhawati Hermawan Tangkas with some hindus people in Penarungan Pakraman village to work together with PHDI in Buleleng regency to achieve that purpose, because of that Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha was exist. Women’s motivation influenced by intrinsic motivation to be involved in non-formal education by saving tradition of making banten and decreasing market demanding. Meanwhile the outside motivation raised by networking. Non-formal system in Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha has some components of education like educator, education participator, education facilitation, teaching method, and learning time.keyword : woman, tradition, banten, nonformal, and pasraman
Pengintegrasian Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Penerapan Model STAD Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Nasionalisme Pada Siswa Kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014. I Made Budiana .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3616

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pengintegrasian pendidikan karakter melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) dapat meningkatkan kesadaran nasionalisme pada siswa kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja tahun ajaran 2013/2014. (2) mengetahui bagaiman tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja yang berjumlah 38 orang yaitu 6 laki-laki dan 32 perempuan. Objek penelitian adalah kesadaran nasionalisme siswa dan tanggapan siswa. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan tes. Dari hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut dengan pelaksanaan penelitian sebanyak 2 siklus: (1) Nilai kesadaran nasionalisme siswa, skor rata-rata 74,00% pada siklus I dan 95,00% pada siklus 2, dari siklus I ke siklus II meningkat 21,00%. (2) Aktivitas yang menunjukan sikap kesadaran nasionalisme siswa berdasarkan hasil observasi dan analisis data diperoleh hasil aktivitas siswa pada siklus I 11% termasuk katagori cukup sadar nasionalisme, pada siklus II 12,34% termasuk kedalam kategori sadar nasionalisme. Dari siklus I ke siklus II meningkat 1,34%. (3) Hasil respon siswa dilakukan dengan perbandingan antar siklus, yaitu pada siklus 1 dan siklus 2 respon siswa mengalami peningkatan 10,09%. Kata Kunci : Kata Kunci: Pengintegrasian Pendidikan Karakter, Pembelajaran Kooperatif STAD, Kesadaran Nasionalisme, dan Tanggapan Siswa. ABSTRACT The purpose of research measure this class; (1) To know is that the integration of education character by learning model application cooperative type of student team achievement division (STAD) can increase the consciousness of nationality for the students class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja in 2013/2014. (2) To know how the student reations to learning model application cooperative type student team achievement division (STAD). In this research, who is the subject is the student class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja who were the number are 38 students they are 6 boys and 32 girls. The research object is the consciousness of nasionality student and the student reaction. The method of data collection are observation, interview, and test. For the result of measure the class and the analysis that found the result as follow with the research implementation for 2 cycle! (1) the value of consciousness nationality the student, the eve rage score 74, 00%, in 1 cycle an 95, 00% in 2 cycle From 1 cycle to 2 cycle rise in 21, 00%. (2) The Activity that indicate attitude of consciousness student nationality according the observation result and data analysis find out the result student activity in 1 cycle is 11% include the enough aware category in nationality, in 2 cycle is 12, 34% include in the enough aware category in nationality. From 1 cycle to 2 cycle rise in 1, 34%. The result of student reaction did with the ratio inter cycle, is for 1 cycle and 2 cycle of student have a raising 10, 09%. keyword : Key words: The Integration Charater of Education, Cooperative Learning of STAD, The consciousness of nationality and The reaction of student.
Monumen Kusuma Yudha Ringdikit, Seririt, Buleleng dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Gede Juli Suwirtana Putra .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Kusuma Yuda di Desa Ringdikit, Seririt, Buleleng, (2) nilai-nilai yang dapat diwariskan dari Monumen Perjuangan Kusuma Yudha di Desa Ringdikit,Seririt, Buleleng untuk generasi muda Desa Ringdikit, (3) aspek-aspek yang dimiliki Monumen Kusuma Yuda terkait potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) latar belakang didirikannya Monumen Kusuma Yuda yaitu sebagai peringatan terhadap peristiwa pertempuran di desa Ringdikit, penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasa pahlawan yang gugur seperti J.Williem beserta pembantunya, Dewa Putu Sumpena, Dewa Made Rai, Gde Rai, Agung Maruti, Gede Tantri, dan Anang Ramli (Bung Ali) serta adanya peran wanita dalam memperjuangkan kemerdekaan di desa Ringdikit (2) Nilai-nilai yang diwariskan dari Monumen Perjuangan Kusuma Yuda dapat dipilah menjadi dua aspek yaitu nilai-nilai dasar dan nilai-nilai operasional. (3) Nilai-nilai yang terkandung di dalam Monumen Kusuma Yuda seperti nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jiwa dan semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme serta rela dan iklas berkorban untuk tanah air, (4) Aspek-aspek Monumen Kusuma Yuda sebagai sumber belajar sejarah yaitu aspek struktur bangunan dan aspek sejarah.Kata Kunci : monumen, pewarisan nilai-nilai sejarah, sumber belajar sejarah This research was aimed at knowing : (1) the background of the establishment of Kusuma Yuda Monument in Ringdikit Village, Seririt, Buleleng, (2) what values can be inherited from Kusuma Yuda Monument in the Village Ringdikit, Seririt, Buleleng for the younger generation Ringdikit village, (3) what aspects are owned Kusuma Yuda Monument related potential as a source of learning history. In this study, the data collected using qualitative methods with the stages; (1) a technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, review of documents), (4) the authenticity of the data guarantor techniques (data triangulation, triangulation methods), and (5) the technique data analysis.The results of this study showed that, (1) background of the establishment of Kusuma Yuda Monument is a warning of fighting events in the Ringdikit villange, respect and appreciation for services of death heroes as J.Williem, Dewa Putu Sumpena, Dewa Made Rai, Gde Rai, Agung Maruti, Gede Tantri, and Anang Ramli (Bung Ali), and also as the role of women in the struggle for independence in the village Ringdikit. (2) The values are inherited from Kusuma Yuda Monument can be divided into two aspects: the basic values and operational values. (3) The values contained in the Kusuma Yuda Monument as the value of piety towards Almighty God, the soul and the spirit of independence, nationalism, patriotism and sincere and willing to sacrifice for the homeland, (4) aspects of Kusuma Yuda Monument as resources of history learning are build of the structure aspects and history aspects.keyword : monument, inheritance of history values, resources of history learning
PURA AGUNG JAGATNATHA DI DENPASAR, BALI (PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA-SISWI SMPN 1 DENPASAR) Putu Admi Suryani .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui(1) Sejarah Pura Agung Jagatnatha di Kota Denpasar ;(2) Persembahyangan yang dilakukan siswa-siswi SMPN 1 Denpasar;(3) Nilai-nilai Pendidikan Karakter yang ditanamkan bagi siswa-siswi SMPN 1 Denpasar melalui kegiatan persembahyangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap yaitu:(1) Teknik penentuan informan; (2) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Hasil temuan dilapangan bahwa pembangunan Pura Agung Jagatnatha yang berlokasi di sebelah timur Lapangan Puputan Badung dan di sebelah utara Museum Bali itu adalah untuk merealisasikan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam Pesamuhan Parisada Dharma Hindu Bali pada tanggal 20 November 1961 di Campuhan Ubud, Kabupaten Gianyar. Yaitu membangun pusat kegiatan keagamaan di jantung Kota Denpasar dan tempat persembahyangan umum. Akhirnya pada tanggal 13 Mei 1968 pura ini selesai di bangun dan dipelaspas dan dapat digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk semua umat Hindu sedharma. Selain masyarakat umum, siswa-siswi SMPN 1 Denpasar juga sering melakukan persembahyangan di Pura ini saat Purnama Tilem atau hari hari biasa. Karena lokasi sekolah SMPN 1 Denpasar yang berdampingan dengan Pura Agung Jagatnatha. Melalui kegiatan persembahyangan inilah yang menjadi potensi dalam menanamkan Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi SMPN 1 Denpasar. Sejalan dengan menurunnya etika dan moralitas di jaman globalissai ini. Dengan adanya kegiatan persembahyangan yang dilakukan inilah diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter yang positif seperti religius, disiplin, jujur, toleransi, demokratis, rasa ingin tahu, kerja keras, kreatif,mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif,cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain sebagainya. Kata Kunci : Sejarah Pura Agung Jagatnatha, Persembahyangan/ritual, dan Pendidikan Karakter. This research as a purpose to knows about: (1)History of “Pura Agung Jagatnatha”in Denpasar City. (2) Praying who students of SMPN 1 Denpasar do. (3) The characteristic for students of SMPN 1 Denpasar by prayed activity on this research make us of qualitative by means phase that is: (1) Technique act of defermining informant. (2) Technique aggregation of data (Observation, interview, document study) and (3) data analyze. Result finding on Fact development of “Pura Agung Jagatnatha” which located on east Puputan badung field and on north Bali Museum. For bring something about permanent decisions in “Pesamuhan PARISADHA DHARMA HINDU BALI” on 20 November 1961 in Campuhan Ubud, Gianyar Regency. That’s to develop religiousness activity in Denpasar City and temple for public. Finally on 13 May 1968 this temple finish builded and “dipelaspas”and might be use as praying place for all Hinduism in Bali. Besides the society, students of SMPN 1 Denpasar as often as do praying at “Pura Agung Jagatnatha” when full moon and tilem or anothers days without “rahinan” Because of location SMPN 1 Denpasar contiguous with “Pura Agung Jagatnatha” by the praying activities which become potential of characteristic education for students in SMPN 1 Denpasar be in accordance with decrease of ethic and morality in this globalisastion period. With praying activity which do togethers to wishing can be character values positively. Such as religious, discipline, honest, tolerance, democratic, eager to know hard working, creative, be autonomous, spirit of nationality, appreciate archievement, be friends or communicative , eager to learn, people person, responsibility, and etc. keyword : History of “Pura Agung Jagatnatha”, praying/ritual, and characteristic education.
TRADISI PANGUANGAN DI DESA ULIAN, KINTAMANI, BANGLI, BALI, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA N 1 KINTAMANI I Komang Dedi Indra Asmara p .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang keberadaan Tradisi Panguangan di Desa Ulian, Kintamani, Bangli, Bali; (2) Bentuk/wujud dari Tradisi Panguangan, dan (3) Aspek-aspek dari Tradisi Panguangan yang dapat dijadikan sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA N 1 Kintamani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan informan, (3) pengumpulan data (observasi, wawancara, pencatatan dukumen), (4) penjaminan keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode), dan (5) analisis data. Hasil penelitian menunjukan Tradisi Panguangan merupakan uapcara yadnya yang didasari oleh rasa bakti umat Hindu di Ulian untuk memohon anugrah kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. Pelaksanaan upacara ini pada dasarnya dilatarbelakangi oleh rasa bakti dan cinta kasih masyarakat Desa Ulian kepada leluhurnya yang telah meninggalkan bermacam-macam kebudayaan terutama pelestarian lingkungan hidup serta menjaga keharmonisan kehidupan manusia melalui upacara yadnya. Bentuk/wujud tradisi panguangan yaitu : (1) Gagasan Tradisi Panguangan merupakan tradisi yang digagas dengan tujuan untuk meletarikan lingkungan. (2) aktivitas Tradisi Panguangan berkaitan dengan bentuk aktivitas Tradisi Panguangan, masyarakat Desa Ulian melaksanakan aktivitas-aktivitas untuk mewujudkan tradisi ini berjalan secara optimal. (3) Atefak Tradisi Panguangan Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia. Aspek-aspek yang bisa dijadikan sumber belajar dalam Tradisi Panguangan adalah bentuk fisik bangunan, sejarah, gotong royong dan kebersamaan, dan religius.Kata Kunci : Tradisi Panguangan, bentuk/wujud tradisi, sumber belajar sejarah This study aimed to determine (1) the background in the village where Tradition Panguangan Ulian, Kintamani, Bangli, Bali; (2) The shape / form of Tradition Panguangan, and (3) aspects of the Tradition Panguangan that can be used as a source of Learning History in SMA N 1 Kintamani. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the research, (2) the determination of the informant, (3) data collection (observation, interview, recording dukumen), (4) guarantees the authenticity of the data (triangulasi triangulasi data and methods), and (5) data analysis. The results showed a uapcara yadnya Panguangan tradition based on the devotion of Hindus in Ulian to invoke the gift presented to Ida Sang Hyang Widhi. Implementation of this ceremony is essentially motivated by a sense of devotion and love to his ancestors Ulian villagers who have left a variety of cultures, especially the preservation of the environment and maintain harmonious human life through yadnya ceremony. Shape / form Panguangan Tradition that is: (1) The idea Panguangan Tradition is a Tradition that was initiated with the aim to meletarikan environment. (2) activity Panguangan Tradition associated with this form of activity Panguangan Tradition, villagers Ulian implement activities to achieve this tradition running optimally. (3) Artifacts Panguangan Atefak Tradition is a form of physical culture in the form of the results of the activities, actions, and the work of all human beings. Aspects that could be used as a source of learning in the tradition of Panguangan is the physical form of the building, history, mutual assistance and solidarity, and religious.keyword : Tradition Panguangan, shape / form of the tradition, the history of learning resources.
Kerajinan Kain Tenun Rangrang Dusun Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali (Pemertahanan, Proses Pembuatan) Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS di SMP I Komang Wisujana Putra .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3826

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Dusun Karang, Desa Pejukutan bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang masyarakat Dusun Karang, Desa Pejukutan mempertahankan usaha kerajinan Tenun Rangrang, (2) Sistem Produksi usaha kerajinan tenun rangrang, (3 Potensi kerajinan Tenun Rangrang di Dusun Karang, Desa Pejukutan sebagai Sumber Pembelajaran IPS di SMP.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jalan memahami situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok.Populasi penelitian ini adalah perajin tenun rangrang di Dusun karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang berjumlah 81 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang penenun kerajinan tenun Rangrang, 2 siswa SMP kelas VII dan 2 Guru bidang Studi IPS yang ditentukan melalui pendekatan porposive sampling. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu 1) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen) 2) Analisis data, 3) Penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan 1) sejarah keberadaan tenun rangrang diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dengan nama cerik bolong, kemudian berkembang menjadi nyrangnyang, terakhir menjadi rangrang; (2) Pemertahanan usaha kerajinan tenun Rangrang dipengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu ; meningkatkan pendapatan keluarga, melestarikan warisan dari kebudayaan leluhur dan faktor lingkungan; 3) sistem produksi meliputi : Alat, bahan dan tenaga kerja. Alat yang digunakan adalah tenun cagcag, Bahan yang dipergunakan: benang metris dan rayon, pewarna alami menggunakan daun tarum, daun jati, kulit kayu (jamblang, mangga, kepundung/menteng, mengkudu),dan kayu secang/sepang, penguat warna alami digunakan tunjung/mimusops elengi, kapur tohor/calcium carbonate, dan tawas/ potasium alum sulfide), sedangkan pewarna kimia menggunakan pewarna direk dan nandrin, serta metanol sebagai penguat pewarna kimia; (3) Aspek yang terdapat pada kerajinan Tenun Rangrang sebagai sumber belajar meliputi: Aspek ketekunan, Aspek sumber daya alam dan aspek kewirausaha. Kata Kunci : pemertahanan, Tenun Rangrang, produksi, sumber belajar, IPS, SMP Abstract This research was conducted in theDusun Karang, Pejukutan Village aims at describing (1) The background of Dusun Karang community, Pejukutan village in preserving handicraft of Tenun Rangrang, (2) The production system of handicraft of Tenun Rangrang, (3 The potential of handicraft of Tenun Rangrang, Pejukutan village as social learning resources of social study in SMP. The approach which is used in this study is qualitative approach to understand social situation, event, role, and group interaction. Population of this study is the artisan of Tenun Rangrang in Dusun Karang, Pejukutan village, Nusa Penida subdistict, Klungkung regency which totaled 81 people. There are 6 samples of Tenun Rangrang’s asrtisan in this study, 2 junior high school students and 2 teachers of class VII social studies field studies determined through sampling porposive approach. The steps of which are used to collect data: 1) data collection technique (observation, interviews, and studies document) 2) data analysis, 3) Writing research results. The result of the study indicates 1) the history of Tenun Rangrang is believed existuing since the era of Majapahit kingdom named Cerik Bolong, then developing became Nyrangnyang, the lattest being Rangrang; (2) The preserving of Tenung Rangrang handicraft’s business is affected by several factors, namely; increasing family income, preserving the cultural heritage of the ancestors and environmental factors; 3) the production system includes: equipment, materials and labors. The tools which is used is the Tenun Cagcag, the materials used: metric and rayon yarn, natural dyes using Tarum leaf, teak leaves, bark (jamblang, mango, kepundung, Morinda citrifolia), and a Sepang wooden, natural color boosters which are used namely lotus / mimusops elengi, calcium oxide / calcium carbonate, and alum / alum potassium sulfide), while the use of chemical are direk and dyes Nandrin, and methanol as a chemical dye amplifier; (3) the aspects which are contained in Tenun Rangrang as a learning resource include: Aspects of preseverance, Aspects of natural resources and personal business aspects. keyword : preservance, Tenun Rangrang, production, learning resources, IPS, junior high school
Identifikasi Koleksi Museum Puri Lukisan di Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali (Kajian Sejarah, Struktur, dan Fungsinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA Kelas XI Bahasa) I Wayan Agus Suatmika .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang berdirinya Museum Puri Lukisan (2) mengetahui tata ruang dan koleksi-koleksi yang terdapat di Museum Puri Lukisan (3) mengetahui koleksi-koleksi yang terdapat dalam Museum Puri Lukisan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi pustaka), (4) teknik validitas data (triangulasi data), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Pendirian Museum Puri Lukisan diprakarsai oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati yang didukung oleh Rudolf Bonnet dan seniman-seniman Pita Maha yang bertujuan untuk menyelamatkan warisan hasil budaya leluhur agar tidak hilang dibawa ke luar negeri oleh wisatawan asing. (2) Tata ruang Museum Puri Lukisan mengikuti struktur tata rumah adat di Bali yakni konsep Asta Kosala-kosali dimana koleksi museum ditempatkan di empat ruangan yakni gedung utara, gedung barat, gedung timur dan gedung selatan berdasarkan urutan waktu koleksi tersebut dibuat. (3) Koleksi-koleksi di Museum Puri Lukisan dapat dirasakan manfaatnya sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di kelas XI Bahasa yang dimaksudkan agar siswa dapat melihat relevansi antara pembelajaran yang diberikan di sekolah dengan yang ada di lingkungan sehingga bermanfaat bagi pemahaman dan hasil belajar siswa. Selain itu, manfaat lainnya adalah siswa dapat menumbuhkan rasa cinta akan budaya sendiri dan turut serta untuk melestarikannya.Kata Kunci : museum, sumber belajar sejarah, tata ruang dan koleksi This study was aimed at (1) knowing the background of the existence of Puri Lukisan Museum (2) knowing the architecture and the collections of Puri Lukisan Museum (3) knowing the collections existed in Puri Lukisan museum which could be used as the source of learning for cultural history. In this study, the data was collected by using the qualitative method which consisted of the following steps; (1) technique of examining the setting of the study, (2) technique of determining the informant, (3) technique of data collection (observation, interview, literature review), (4) technique of data validation (data triangulation), (5) technique of data analysis. The result of the study indicated that (1) the establishment of Puri Lukisan museum was initiated by Tjokorda Gde Agung Sukawati with the support from Rudolf Bonnet and Pita Maha artists, and was established in purpose to save the cultural heritage of the ancestor for not being extinct and taken abroad by foreigner tourists. (2) the architecture of Puri Lukisan museum followed the concept of Balinese traditional architecture known as Asta Kosala Kosali where the collections of the museum were placed in four different rooms namely gedung utara (north building), gedung barat (west building), gedung timur (east building), and gedung selatan (south building) in accordance with the chronological times when those collections of the museum were made. (3) the collections of Puri Lukisan museum contributed to the learning sources of cultural history for language class students at grade XI, for which the students could see the relevancy of the lesson they got at school and the one existed in the community, therefore it could be beneficial for their understanding as well as their learning outcome. Besides that, as the other advantages, the students could grow their interest toward their own culture and take the role in protecting it.keyword : museum, learning source of history, architecture and collection
PURA DALEM SEGARA MADHU DI DESA JAGARAGA, SAWAN, BULELENG (LATAR BELAKANG BERDIRI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA Ni Wayan Yuliasih .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.3830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pura Dalem Segara Madhu, Sawan, Buleleng; (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal; dan (3) Faktor yang menyebabkan SMA Wira Bhakti belum memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa (1) Pura Dalem Segara Madhu sebelumnya bernama “Jaya Pura” yang berfungsi sebagai Pasraman. Pada masa Perang Jagaraga tahun 1849, pura ini dijadikan sebagai pusat pertahanan benteng dalam menghalau serangan Belanda. Namun, akibat kekalahan perang pada masa itu, pura ini sempat dihancurkan oleh Belanda dan dibangun kembali oleh masyarakat Buleleng pada tahun 1865 dengan nama “Segara Madhu”, (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal yaitu aspek historis, dan aspek arsitektur bangunan, (3) Faktor yang menyebabkan guru sejarah di SMA Wira Bhakti kurang memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal, yaitu karena faktor jarak, kesibukan, dan belum adanya kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kata Kunci : Pura Dalem Segara Madhu, Sumber Belajar, Sejarah Lokal Pura Dalem Segara Madhu the aim of this study is to determine (1) Backround of the founding of Segara Madhu Temple, Sawan, Buleleng; (2) Aspect which are owned by Segara Madhu temple as a source of learning local history; (3) Faktor which made the SMA Wira Bhakti not exploit yet the Segara Madhu Temple as a source of leraning local history the research is done in Jagaraga Village. This study uses qualitative methods namely: (1) Determination techniques informant; (2) Techniquest of data collection (observation, interviews, study document); (3) Based on data analysis. Finding in the field showed that (1) A previous Dalem Segara Madhu Temple named “Jaya Pura” which functioning as pasraman. During the war 1849, this temple was made as fortress in the center of defense to block attacks by dutch. But the loosed of the war at that time, the temple was destroyed by the Dutch and rebuilt by the the people of Buleleng on 1865 with names “Segara Madhu”, (2) Aspects which are owned by the Segara Madhu Temple as a source of learning local history namely historical aspects, and aspects of building arsitektur, (3) The factor that cause SMA Wira Bhakti history teacher in an underutilization of the temple as a source of learning local history, namely because the distance factor, busyness, and the lack of cooperation with the department of education. keyword : Dalem Segara Madhu Temple, Resource, Local History
JALINAN PERDAGANGAN ANTARA ETNIS TIONGHOA DENGAN ETNIS BALI DI DESA BATURITI, TABANAN, BALI (Sumbangannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Berbasis Kurikulum 2013) Ni Made Cristia Dewi .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terdapatnya jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali di Desa Baturiti, Tabanan, Bali, (2) Bentuk-bentuk jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali di Desa Baturiti, Tabanan, Bali, dan (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali di Desa Baturiti, Tabanan, Bali dan sumbangannya sebagai sumber belajar sejarah berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Teknik penentuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) Teknik penjaminan keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode), dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali merupakan suatu bentuk kerjasama dalam bidang perdagangan (ekonomi) yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, budaya, sosial, dan politik. Bentuk-bentuk jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali di Desa Baturiti, Tabanan, Bali yaitu : (1) Bentuk Perdagangan Barang (produk pertanian dan produk bahan bangunan), (2) Bentuk Perdagangan Jasa. Nilai-nilai yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah dalam jalinan perdagangan antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali adalah nilai toleransi,kerjasama, etos kerja yang ulet, kreatif dan pantang menyerah.Kata Kunci : Perdagangan, jalinan kerjasama, sumber belajar sejarah This study is aimed in order to know (1) Background of the trade relation between Tionghoa ethnic and Balinese ethnic at Baturiti, Tabanan, Bali, (2) Trade forms of Tionghoa ethnic and Balinese ethnic at Baturiti, Tabanan, Bali, (3) Values in relationship between Tionghoa ethnic and Balinese ethnic at Baturiti, Tabanan, Bali and its role as the resources of the study of curriculum 2013 based. This study used qualitative approach which are: (1) Techniques used in deciding the location of the study, (2) Techniques in deciding the informants, (3) Techniques in collectig the Data (observation, interviews, documents recited, (4) The trustful of data, (5) Techniques of data analysis. The result of the study showed that the relationship between Tionghoa ethnic and Balinese ethnic was the relationship in economic field which effected by economic factors, cultures, social, and politics. The form of trade relations between Tionghoa ethnic and Balinese ethnic at Baturiti, Tabanan, Bali were: (1) Trade goods form (agricultural products and building materials products), (2) Trade servise form. Values that can be resources of the history study in trade relation between Tionghoa ethnic and Balinese ethnic at Baturiti, Tabanan, Bali is tolerance, teamwork, hardworking, creative, and never give up.keyword : Trading, teamwork relationship, resources of history study
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra Yudistira, Cokorda Gede Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sari, Yuyun Diah Kemuning Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah