Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perancangan Sistem Pemanas Ruangan dengan Memanfaatkan Energi Panas dari Brine di Lapangan Panas Bumi Wayang Windu Pandey, Fhandy; Kuntjoro, Yanif Dwi; Uksan, Arifuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3166

Abstract

AbstrakFluida yang diproduksikan dari sumur-sumur lapangan panas bumi bisa berwujud satu fasa air, satu fasa uap ataupun dalam bentuk dua fasa (air dan uap). Pada lapangan-lapangan panas bumi yang memproduksikan dua fasa fluida, fasa uap dan air dipisah dengan menggunakan separator. Uap digunakan untuk menggerakan turbin. Fluida hasil pemisahan (brine) diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Injeksi kembali fluida ke dalam reservoir melalui sumur reinjeksi. Brine hasil pemisahan masih memiliki energi panas dan dapat dimanfaatkan kembali. Temperatur brine yang dimanfaatkan untuk pemanasan ruangan akan berkurang. Jika temperatur brine berkurang hingga melewati nilai tertentu, maka akan menimbulkan terbentuknya endapan (scaling) pada pipa brine tersebut. Nilai minimum temperatur brine perlu diketahui. Nilai minimum berguna untuk mempertimbangkan besar heat loss dari brine yang digunakan untuk pemanasan ruangan. Tujuan kajian ini yaitu merancang alat penukar panas untuk sistem pemanas ruangan menggunakan brine panas bumi. Sistem pemanas ruangan untuk 64 kamar. Hasil perhitungan didapatkan besar area perpindahan panas HE yaitu 113.9 m2 dan Panjang Pipa HE yaitu 57,11 m. Luas penampang ducting untuk setiap ruangan yaitu 0.05 m2. Nilai SSI < 1 menunjukan bahwa brine keluaran dari heat exchanger menuju sumur injeksi tidak terjadi pengendapan silika.Kata Kunci: energi terbarukan, panas bumi, geotermal, penukar panas, pemanas ruangan AbstractThe fluid produced from geothermal field wells can be in the form of one air phase, one vapor phase, or two phases (water and steam). In geothermal fields that produce two fluid phases, the vapor and water phases are separated using a separator. The steam is used to drive the turbine. The brine is reinjected into the reservoir. Re-injection brine into the reservoir through reinjection wells. Brine still has heat energy and can be reused. Reuse of brine for agriculture, agro-industry, fisheries, tourism, greenhouses, heating, and others. The temperature of the brine used for heating the room will be reduced. If the temperature of the brine is reduced beyond a certain value, it will cause the formation of deposits (scaling) in the brine pipe. The minimum brine temperature value needs to be known. The minimum value is useful for considering the amount of heat loss from the salt water used for heating the room. The purpose of this research is to design a heat exchanger for a space heating system using geothermal brine. The results of the calculation of the HE heat transfer area are 113.9 m2 and the HE pipe length is 57.11 m. The cross-sectional area of ducting for each room is 0.05 m2. SSI value < 1 indicates that the brine output from the heat exchanger to the injection well does not contain silica.Keywords: Renewable Energy, Brine, Geothermal, Heat Exchanger, Space Heating
Rencana Penerapan Pajak Karbon di Indonesia Pandey, Fhandy; Kuntjoro, Yanif Dwi; Uksan, Arifuddin; Sundari, Sri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3175

Abstract

AbstrakJika suatu aktivitas ekonomi menimbulkan dampak negatif maka perlu dilakukannya suatu intervensi pemerintah. Pemerintah bisa melakukan pemungutan pajak terhadap suatu kegiatan ekonomi yang menimbulkan eksternalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa urgensi penerapan pajak karbon di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa situs di internet dan jurnal internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan tersebut mayoritas menunjukkan dampak yang signifikan bagi lingkungan dan penerimaan negara.Kata Kunci: Pajak, Karbon, Indonesia AbstractIf economic activity is negatively impacted, it is necessary to request government intervention. The government can collect taxes on an economic activity that causes externalities. This study analyzes the urgency of implementing a carbon tax in Indonesia. This research is a literature study using secondary data from several sites on the internet and international journals. The results showed that the implementation of the policy showed a significant impact on the environment and state revenues.Keywords: Taxes, Carbon, Indonesia
Upaya Bela Negara di Era Society 5.0 Nurhayati, Ari; Uksan, Arifuddin; Duarte, Editha Praditya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3352

Abstract

AbstrakBela negara berhubungan erat dengan tujuan negara Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 alenia empat. Dalam menjaga kedaulatan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era society 5.0, maka kesadaran akan ilmu pertahanan dan bela negara harus ditanamkan agar setiap warga negara memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme. Bela negara merupakan konsep yang dibuat untuk mempertahankan eksistensi negara agar mampu menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Upaya bela negara merupakan bentuk kerelaan setiap warga negara sebagai pengabdian dan cinta kepada bangsa dan negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang bela negara dalam menghadapi era society 5.0 sebagai upaya dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.Kata Kunci: Bela Negara, NKRI, Society 5.0 AbstractState Defense is closely related to the goals of the Indonesian state as stated in the fourth paragraph of 1945 Constitution. In maintaining national soverignity dan the integrity of the unitary Stae of Republic Indonesia (NKRI) in the era of society 5.0, awareness of the science of defense and state defense must be instilled so that every citizen has an attitude of nationalism and patriotism. State defense is a concept created to maintain the existence of the state in order to be able to face threats,disturbance, obstacles and challenges both coming from within and outside the country. Efforts to defend the country is a form of willingness of every citizen as devotion and love to the nation and state. This paper aims to find out the understanding of state defense in facing the era of society 5.0 as an effort to maintain the integrity and sovereignity of the Indonesian nation and state.Keywords: NKRI, Society 5.0, State Defense
Manajemen Pendidikan Karakter TNI dalam Meningkatkan Mental Kejuangan Prajurit Kodam/XIV Hasanuddin Uksan, Arifuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3543

Abstract

AbstrakTugas pokok Tentara Nasional Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara sehingga Setiap prajurit dituntut untuk memiliki karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Pendidikan karakter TNI dalam meningkatkan mental kejuangan Prajurit Komando Daerah militer XIV/ Hasanuddin dengan lokus penelitian di Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dengan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendidikan karakter TNI pada aspek kejuangan belum dilaksanakan dengan baik sehingga untuk membentuk prajurit yang berkarakter tangguh masih sulit untuk ditingkatkan. Selain itu kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia yang mengawaki pembinaan mental aspek kejuangan sangat terbatas. Pendidikan karakter TNI dilakukan untuk membentuk kondisi jiwa prajurit melalui Pembinaan Mental Tradisi Kejuangan. Peningkatan peran dalam pelaksanaan tugas pokok TNI dapat dilakukan dengan baik apabila didukung dengan kemantapan karakter kejuangan setiap prajurit sebagai insan Prajurit Saptamarga.Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan, Karakter TNI, Kejuangan AbstractThe main task of the Indonesian National Army is to protect the entire nation and the entire homeland of Indonesia from all forms of threats and disturbances to the integrity of the nation and state so that every soldier is required to have a strong character. This study aims to analyze how the management of TNI character education in improving the mental struggle of the XIV/Hasanuddin Regional Military Command Soldiers with the research locus in Makassar. This research uses qualitative research. With interview techniques, observation and documentation. TNI character education in the fighting aspect has not been carried out properly so that it is still difficult to develop soldiers with strong character. In addition, the competence and capability of human resources who oversee the mental development of the fighting aspect is very limited. TNI character education is carried out to shape the mental condition of soldiers through the Mental Development of the Fighting Tradition. Increasing the role in the implementation of the TNI's main tasks can be carried out properly if it is supported by the stability of the fighting character of each soldier as a Saptamarga Soldier.Keywords: Management, Education, TNI Character, Struggle
Strategi Pertahanan Negara dalam Melindungi Sumber Energi di Wilayah Perbatasan: Studi Kasus Blok Ambalat & Kepulauan Natuna Indriyani, Yunita; Laksmono, Rudy; Syhataria, M Ikhwan; Uksan, Arifuddin
Cakrawala Vol. 16 No. 1: Juni 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i1.424

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis menuntut Indonesia untuk waspada terhadap ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Blok Ambalat dan Kepulauan Natuna merupakan contoh sumber sengketa akibat perebutan kekuasaan dalam sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya strategi pertahanan Indonesia dalam mengatasi sengketa sumber energi di Blok Ambalat dan Kepulauan Natuna. Metode Penelitian yaitu Kualitatif Deskriptif dengan data sekunder berasal dari hasil telaah referensi dan interpretasi jurnal maupun publikasi penelitian. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan melalui pengumpulan data, teori dan konsep dari berbagai sumber penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blok Ambalat dan Kepulauan Natuna sebagai daerah penghasil sumber energi merupakan objek vital nasional yang patut untuk dilindungi.Sistem pertahanan negara perlu memperhatikan faktor geografis, sumber daya nasional, potensi ancaman serta peraturan terkait batas wilayah dan perairan Indonesia untuk menghindari tumpang tindih penguasaan sumber energi di wilayah perbatasan.
Peran ASEAN Dalam Manajemen Konflik Perbatasan Regional: Studi Kasus Ambalat Antara Indonesia Dan Malaysia Rabbani Hakim, Siti; Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 4 No. 04 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v4i04.2520

Abstract

Sengketa Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia, yang dipicu oleh klaim tumpang tindih atas wilayah kaya sumber daya , mengancam stabilitas regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, mekanisme, dan efektivitas ASEAN dalam mengelola konflik tersebut. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan analisis dokumen dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji fenomena dari perspektif ASEAN Way, liberal institusionalisme, dan manajemen konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN berperan sebagai fasilitator melalui pendekatan “ASEAN Way” yang mengedepankan dialog informal, non-intervensi, dan konsensus. Meskipun efektivitas ASEAN dalam penyelesaian akhir terbatas oleh prinsip non-intervensi, perannya sebagai platform (sesuai pandangan liberal institusionalisme) terbukti berhasil mencegah eskalasi konflik terbuka dan menjaga stabilitas kawasan.
Penetapan Batas Wilayah: Analisis Kritis Atas Sengketa Pulau Tujuh Antara Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Junio, Malvin; Madjid, M. Adnan; Samudro, Eko G.; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2101

Abstract

Sengketa batas wilayah antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengenai gugusan Pulau Tujuh merupakan salah satu contoh konflik kewilayahan yang berakar pada perbedaan penafsiran historis dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar historis, faktor yuridis, serta implikasi politik dan sosial dari perebutan Pulau Tujuh antara kedua provinsi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis, yuridis, dan analisis kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis Pulau Tujuh memiliki keterikatan dengan Kesultanan Palembang dan Residen Bangka, namun secara de facto dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui pembangunan fasilitas publik dan pelayanan administratif di Pulau Pekajang. Keputusan Kementerian Dalam Negeri yang menetapkan Pulau Tujuh sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Riau menegaskan dominasi legitimasi administratif dibandingkan dasar historis. Oleh karena itu, penyelesaian sengketa wilayah kepulauan seperti Pulau Tujuh memerlukan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat dengan memperhatikan aspek historis, sosial, dan ekonomi agar tercapai keadilan wilayah dan integrasi nasional.
Model Collaborative Governance untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Deli Serdang Alviandi, Donny; Bangun, Ernalem; Uksan, Arifuddin
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35600

Abstract

Deli Serdang Regency is one of the regions with a high level of vulnerability to hydrometeorological disasters such as flooding, tornadoes, and coastal abrasion. The complexity of its geographical characteristics, settlement expansion, and changes in land use require a collaborative approach to disaster governance. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Governance in hydrometeorological disaster mitigation using the Ansell Gash model as the analytical framework. The research employs a qualitative-descriptive method through literature reviews, observations, and interviews with stakeholders at the regency and sub-district levels. The findings indicate that collaborative governance in Deli Serdang has been implemented in several aspects but remains suboptimal, particularly in the mitigation and preparedness phases. The study shows that the components of drivers, principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action have not been fully internalized within the institutional structure of BPBD and its multi-stakeholder partners. This research offers recommendations to strengthen spatial-based collaborative governance and integrate geospatial data to enhance disaster mitigation efforts in Deli Serdang.
Potensi Konflik Sosial Akibat Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Pesisir Indonesia Rahmadani, Dinda; Kurniadi, Anwar; Prakoso, Lukman Yudho; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12518

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak signifikan bagi wilayah pesisir Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Kenaikan muka air laut, banjir rob, intrusi air asin, degradasi mangrove, dan pemutihan terumbu karang memperparah kerentanan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada perikanan, pertanian pesisir, dan aktivitas ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konflik sosial yang timbul akibat dampak perubahan iklim di kawasan pesisir Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Teori Kelangkaan Lingkungan dan Konflik Kekerasan Homer-Dixon serta perspektif Ekologi Politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa degradasi lingkungan memicu tiga bentuk kelangkaan, yaitu kelangkaan pasokan, kelangkaan permintaan, dan kelangkaan struktural, yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial hingga konflik terbuka. Di sisi lain, ekologi politik menyoroti peran ketimpangan akses, relasi kuasa, dan kebijakan pembangunan yang seringkali meminggirkan masyarakat pesisir. Kedua perspektif ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu ekologis, melainkan juga persoalan sosial-politik dan keamanan. Dengan demikian, solusi adaptasi harus bersifat inklusif, adil, dan berbasis masyarakat agar dapat meminimalkan risiko konflik serta memperkuat ketahanan sosial-ekologis pesisir Indonesia.
Membangun Perdamaian Melalui Kampanye Digital Warga Jaga Warga Berbasis Digital peacebuilding dan Nilai Non-Kekerasan Mahatma Gandhi Setyorini, Islamia Dewi; Risma Saragih, Herlina Juni; Malik, Ichsan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12629

Abstract

Kampanye Warga Jaga Warga merupakan inisiatif digital di Indonesia yang bertujuan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sosial melalui media sosial dan aktivitas luring. Berbeda dengan gerakan formal, kampanye ini berfungsi sebagai gerakan kesadaran kolektif yang mendorong warga untuk tetap waspada dan bersatu menghadapi potensi gangguan atau provokasi, terutama pada masa ketegangan sosial. Kampanye ini berhasil memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan perdamaian, solidaritas, dan perlindungan antarwarga, dengan dukungan dari berbagai pihak seperti komunitas lokal, aparat keamanan, LSM, dan influencer. Implementasinya tampak melalui aksi nyata seperti patroli lingkungan, diskusi komunitas untuk mencegah hoaks dan provokasi, serta kegiatan gotong royong membersihkan ruang publik. Tagar viral #WargaJagaWarga menjadi simbol pemersatu yang mengingatkan masyarakat untuk saling melindungi, menjaga kelompok rentan, dan menegakkan harmoni sosial. Pendekatan inklusif ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama serta menghidupkan kembali nilai budaya gotong royong dan keamanan bersama, termasuk melalui bentuk tradisional seperti siskamling. Secara keseluruhan, kampanye Warga Jaga Warga menunjukkan bagaimana sinergi antara teknologi digital dan partisipasi akar rumput dapat memperkuat kohesi sosial serta membangun budaya anti-kekerasan di era digital, menjadikannya model penting bagi pembangunan perdamaian dalam lanskap sosial-politik Indonesia yang kompleks.