Claim Missing Document
Check
Articles

Strategies For Building Peace in Multicultural Society in The Digital Era: New Challenges and Inclusive Approaches Situmorang, May Laura Thecci; Sagala, Parluhutan; Triadi, Irwan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2716

Abstract

The digital era has changed the dynamics of social interaction, including in multicultural societies, by expanding communication spaces while simultaneously presenting new challenges in the form of polarization, the spread of hoaxes, and cultural stereotypes. This article aims to analyze peacebuilding strategies in multicultural societies in the digital era through an inclusive approach that emphasizes digital literacy, legal awareness, and ethical online interactions. The research method used is qualitative, with a desk study approach and normative analysis of academic literature, regulations, and best practices in maintaining social harmony. The analysis results indicate that an effective strategy requires a combination of formal and non-formal education to improve digital literacy, ongoing public campaigns to build social and legal awareness, and multi-stakeholder collaboration between the government, educational institutions, civil society organizations, and technology platforms. This inclusive approach is expected to not only strengthen individuals' capacity to respond to the dynamics of cyberspace but also create a safe, harmonious digital space that supports the strengthening of humanitarian values ​​and social cohesion in multicultural societies. These findings contribute to academic thinking on digital-based peacebuilding and adaptive strategies in the context of cultural plurality.
Peran Strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam Pemberantasan Judi Online sebagai Upaya Mendukung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Anggitadewi, Kananita Saras; Utama, Anang Puji; Saragih, Herlina Juni Risma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13823

Abstract

Fenomena perjudian daring atau online gambling telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi yang semakin masif memungkinkan aktivitas judi online meluas tanpa batas ruang dan waktu, melibatkan berbagai kalangan masyarakat dari usia muda hingga dewasa. Kota Mojokerto, sebagai kota dengan pertumbuhan digital yang pesat, turut menghadapi tantangan ini. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam pemberantasan judi online sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui pendekatan studi literatur, artikel ini menganalisis dinamika kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi dengan lembaga penegak hukum, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto memiliki posisi penting dalam membangun tata kelola keamanan berbasis digital melalui sinergi antarinstansi, literasi digital masyarakat, serta optimalisasi kebijakan lokal yang berpihak pada keamanan siber. Namun, tantangan seperti keterbatasan kewenangan daerah dan kompleksitas jaringan kejahatan digital masih menjadi hambatan signifikan. Kajian ini merekomendasikan pendekatan integratif berbasis kolaborasi multipihak dan inovasi teknologi untuk membentuk ekosistem masyarakat digital yang aman dan beretika.
Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan
Peran Korban Dalam Peacebuilding Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Nasional Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1040

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran paradigma peran korban dalam proses pembangunan perdamaian serta implikasinya terhadap keamanan nasional di Indonesia. Secara historis, korban sering diposisikan sebagai penerima pasif kebijakan negara, hanya dipandang sebagai objek perlindungan atau penerima bantuan kemanusiaan. Namun, melalui perspektif viktimologi aktif dan teori peacebuilding yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan John Paul Lederach, penelitian ini menunjukkan bahwa korban dapat menjadi aktor strategis dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis data sekunder, studi ini menelaah berbagai kasus di Indonesia dan dunia, termasuk Ambon, Kolombia, dan Rwanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi korban berkontribusi terhadap transformasi konflik dalam tiga aspek utama: narasi (pergeseran wacana dari kebencian ke dialog), struktur (pembangunan ruang komunitas inklusif), dan relasi (pemulihan kepercayaan sosial). Partisipasi aktif korban memperkuat legitimasi negara, mencegah radikalisasi, dan memperluas dimensi keamanan manusia. Dengan demikian, pelibatan korban dalam peacebuilding bukan sekadar keharusan normatif, melainkan strategi keamanan nasional untuk menciptakan stabilitas yang inklusif dan tangguh.
Peran Strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam Pemberantasan Judi Online sebagai Upaya Mendukung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Anggitadewi, Kananita Saras; Utama, Anang Puji; Saragih, Herlina Juni Risma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13823

Abstract

Fenomena perjudian daring atau online gambling telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi yang semakin masif memungkinkan aktivitas judi online meluas tanpa batas ruang dan waktu, melibatkan berbagai kalangan masyarakat dari usia muda hingga dewasa. Kota Mojokerto, sebagai kota dengan pertumbuhan digital yang pesat, turut menghadapi tantangan ini. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam pemberantasan judi online sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui pendekatan studi literatur, artikel ini menganalisis dinamika kebijakan pemerintah daerah, kolaborasi dengan lembaga penegak hukum, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto memiliki posisi penting dalam membangun tata kelola keamanan berbasis digital melalui sinergi antarinstansi, literasi digital masyarakat, serta optimalisasi kebijakan lokal yang berpihak pada keamanan siber. Namun, tantangan seperti keterbatasan kewenangan daerah dan kompleksitas jaringan kejahatan digital masih menjadi hambatan signifikan. Kajian ini merekomendasikan pendekatan integratif berbasis kolaborasi multipihak dan inovasi teknologi untuk membentuk ekosistem masyarakat digital yang aman dan beretika.
Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan
Historical Analysis of World War II and its Implications for the Readiness of the RSPAD Medical Laboratory Prabowo, Endra Tri; Uksan, Arifuddin; Subiantoro, Yudi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8091

Abstract

World War II marked a critical turning point in the development of military medical laboratories, transforming them from purely clinical support units into strategic elements of national defense systems. Operational pressures on the battlefield, high rates of infectious diseases, and the threat of biological weapons stimulated innovations such as field laboratories, rapid diagnostic methods, mass production of antibiotics, and military sanitation protocols. These historical lessons remain highly relevant in addressing contemporary health threats, making it essential to examine their implications for the readiness of the Medical Laboratory of RSPAD Gatot Soebroto as the primary military hospital of the Indonesian Army. This study aims to analyze the development of military medical laboratories during World War II and its implications for the readiness of laboratory infrastructure, medical human resources, and operational protocols at RSPAD. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, analysis of official documents, academic literature review, and observation, and examined using data triangulation. The analytical framework is based on the Military Health System, particularly the Clinical Readiness Program (CRP) and Knowledge, Skills, and Abilities (KSA), supported by perspectives from defense studies and Historical Institutionalism. The findings indicate that World War II functioned as a critical juncture that shaped patterns of military medical laboratory readiness, subsequently adopted by RSPAD through strengthened laboratory infrastructure, enhanced medical personnel readiness, and the implementation of biosurveillance and outbreak response protocols. The study concludes that effective medical laboratory readiness can only be achieved through the integrated development of infrastructure, human resources, and operational protocols. It is recommended that RSPAD strengthen the sustained implementation of CRP and KSA while further developing mobile laboratory capabilities and expanding health defense cooperation.
Tren Penelitian tentang Disinformasi dalam Konflik Rusia–Ukraina 2022–2025: Analisis Bibliometrik Al-anshori, Muhammad Hasan Syaifurrizal; Setiawan, Bayu; Wahyudi, Bambang; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15372

Abstract

Konflik Rusia-Ukraina sejak 2022 telah memicu lonjakan penelitian tentang disinformasi sebagai senjata hibrida dalam perang informasi. Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian disinformasi dalam konflik tersebut selama periode 2022–2025 melalui analisis bibliometrik. Menggunakan data dari Scopus, sebanyak 565 artikel dianalisis dengan VOSviewer dan Biblioshiny untuk mengidentifikasi tren publikasi, pola kolaborasi penulis/institusi/negara, serta kluster kata kunci. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan publikasi (rerata 73,55% per tahun), dominasi penulis seperti Mykola Makhortykh, institusi seperti Charles University, dan negara seperti Amerika Serikat. Kata kunci dominan meliputi "disinformation", "Russia", dan "Ukraine", dengan empat kluster tematik: perang informasi dan propaganda, konflik dan narasi kognitif, pendekatan teknologi, serta respons masyarakat dan literasi media. Temuan ini menegaskan disinformasi sebagai ancaman strategis keamanan nasional, dengan implikasi untuk penguatan ketahanan informasi. Penelitian mendatang direkomendasikan fokus pada disinformasi visual dan integrasi data real-time.
Menjaga Harmoni dengan Mengelola Keberagaman Agama dan Budaya sebagai Identitas Nasional Indonesia Darojat, Amira Jasmine Salsabila; Utama, Anang Puji; Suwarno, Panji; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15566

Abstract

Keberagaman agama dan budaya di Indonesia merupakan bagian dari kekuatan utama pembentuk identitas nasional bangsa. Seiring dengan globalisasi dan era yang semakin maju, tantangan dalam menjaga harmoni keberagaman di tengah masyarakat semakin besar. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep keberagaman agama dan budaya yang dijaga dan dikelola sebagai kekuatan nasional Indonesia. Menggunakan teori identitas nasional, moderasi agama, dan multikulturalisme, serta metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data dari studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan semboyan persatuan Bhinneka Tunggal Ika memainkan peran penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Moderasi agama dianggap sebagai pendekatan yang efektif meredam ekstremisme agama dan mendorong toleransi, sementara multikulturalisme memberikan fondasi untuk merayakan perbedaan dan menjaga kesatuan bangsa. Menghadapi tantangan globalisasi, pengelolaan keberagaman harus diperkuat melalui pendidikan multikultural, kebijakan inklusif, dan sinergi antar lembaga. Dengan begitu, Indonesia dapat senantiasa menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat identitas nasionalnya.
CRUDE OIL MANAGEMENT INTO DIESEL FUEL IN WONOCOLO VILLAGE: LOCAL WISDOM, ENVIRONMENTAL RISKS, AND LEGAL FRAMEWORK GAPS Rizal, Tulus Afriyan; Madjid, Adnan; Uksan, Arifuddin
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/vw08ey33

Abstract

The management of crude oil into diesel in Wonocolo Village, Bojonegoro, is a traditional practice inherited from the Dutch colonial era, combining local wisdom with the community’s historical values. The background of this study arises from the need to understand how traditional oil processing practices impact the environment and how legal gaps affect the sustainability of these activities. This study aims to analyze diesel management in Wonocolo Village from the perspectives of local wisdom, environmental risks, and compliance with regulations, particularly Permen ESDM 2025. The method used is a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with seven respondents, field observations of processing facilities, and document studies related to regulations and alternative fuels such as biofuel and green diesel. The results indicate that traditional practices remain effective in producing diesel with high community involvement, but pose significant environmental risks due to liquid and solid waste being discharged directly into soil and waterways. In addition, limited regulatory knowledge creates a legal grey area. This study emphasizes the need to integrate local wisdom, technological modernization, environmental education, and adaptive regulations to establish sustainable, safe, and legally compliant diesel management practices.
Co-Authors Afithasari, Devi Al-Anshori, Muhammad Hasan Syaifurrizal Albubaroq, Hikmat Zakky Aldri Frinaldi Alexandra, Halomoan FS FS ali, yusuf Anas, Muhammad Riza Fathu Anggitadewi, Kananita Saras Anggraeni, Bethari Ayu Arbiansyah, Tri Panca Titis Ari Nurhayati Augustine, Helin Candra Bambang Wahyudi Bayu Setiawan BUDI PRAMONO Chandra, Arlina Alfiani Chusnan, Masyitoh Darojat, Amira Jasmine Salsabila Deasy Silvya Sari Desyandri Desyandri Dewi Setyorini, Islamia Duarte, Editha Praditya Fahmi, Syawal Fhandy Pandey, Fhandy Hakim, Siti Hakim, Siti Rabbani Hamdi, Abdul Aziz Hariswati Rachmadani Putri Heru Suryanto Indriyani, Yunita Ivan Yulivan Junio, Malvin Kisworo, Ary Kuntjoro, Yanif Dwi Kurniadi, Anwar Kusuma Kusuma, Kusuma Laksmono, Rudy M Faisal, Pebi Wahyudin Madjid, Adnan Madjid, M. Adnan MALA HAYATI, MALA Malik, Ichsan Neger S, Wello Parluhutan Sagala Prabowo, Endra Tri Prakoso, Lukman Yudho Prihantoro, Kasih Pujo Widodo, Pujo Purwantoro, Susilo Adi Rabbani Hakim, Siti Rachmat Setiawibawa Rahmadani, Dinda Rekaria Guntur Pasaribu Risma Saragih, Herlina Juni Rizal, Tulus Afriyan Rudy Sutanto Samudro, Eko G Samudro, Eko G. Saragih, Herlina Juni Risma Septiani, Kartika Setyawibawa, Rachmat Setyorini, Islamia Dewi Siahaan, Junior Ternama Siswo Pudjiatmoko Situmorang, May Laura Thecci Subiantoro, Yudi Sudarno, Kurnia Agung Suhirwan, Suhirwan Sukendro, Achmed Sundari, Sri Surachman Surjaatmadja Suwarno, Panji Syahnaz, Raesha Syahtaria, Moh Ikhwan Syhataria, M Ikhwan Tarigan, Eka Triadi, Irwan Utama, Anang Puji Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi