Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan
Peran Korban Dalam Peacebuilding Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Nasional Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1040

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran paradigma peran korban dalam proses pembangunan perdamaian serta implikasinya terhadap keamanan nasional di Indonesia. Secara historis, korban sering diposisikan sebagai penerima pasif kebijakan negara, hanya dipandang sebagai objek perlindungan atau penerima bantuan kemanusiaan. Namun, melalui perspektif viktimologi aktif dan teori peacebuilding yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan John Paul Lederach, penelitian ini menunjukkan bahwa korban dapat menjadi aktor strategis dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis data sekunder, studi ini menelaah berbagai kasus di Indonesia dan dunia, termasuk Ambon, Kolombia, dan Rwanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi korban berkontribusi terhadap transformasi konflik dalam tiga aspek utama: narasi (pergeseran wacana dari kebencian ke dialog), struktur (pembangunan ruang komunitas inklusif), dan relasi (pemulihan kepercayaan sosial). Partisipasi aktif korban memperkuat legitimasi negara, mencegah radikalisasi, dan memperluas dimensi keamanan manusia. Dengan demikian, pelibatan korban dalam peacebuilding bukan sekadar keharusan normatif, melainkan strategi keamanan nasional untuk menciptakan stabilitas yang inklusif dan tangguh.
Historical Analysis of World War II and its Implications for the Readiness of the RSPAD Medical Laboratory Prabowo, Endra Tri; Uksan, Arifuddin; Subiantoro, Yudi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8091

Abstract

World War II marked a critical turning point in the development of military medical laboratories, transforming them from purely clinical support units into strategic elements of national defense systems. Operational pressures on the battlefield, high rates of infectious diseases, and the threat of biological weapons stimulated innovations such as field laboratories, rapid diagnostic methods, mass production of antibiotics, and military sanitation protocols. These historical lessons remain highly relevant in addressing contemporary health threats, making it essential to examine their implications for the readiness of the Medical Laboratory of RSPAD Gatot Soebroto as the primary military hospital of the Indonesian Army. This study aims to analyze the development of military medical laboratories during World War II and its implications for the readiness of laboratory infrastructure, medical human resources, and operational protocols at RSPAD. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, analysis of official documents, academic literature review, and observation, and examined using data triangulation. The analytical framework is based on the Military Health System, particularly the Clinical Readiness Program (CRP) and Knowledge, Skills, and Abilities (KSA), supported by perspectives from defense studies and Historical Institutionalism. The findings indicate that World War II functioned as a critical juncture that shaped patterns of military medical laboratory readiness, subsequently adopted by RSPAD through strengthened laboratory infrastructure, enhanced medical personnel readiness, and the implementation of biosurveillance and outbreak response protocols. The study concludes that effective medical laboratory readiness can only be achieved through the integrated development of infrastructure, human resources, and operational protocols. It is recommended that RSPAD strengthen the sustained implementation of CRP and KSA while further developing mobile laboratory capabilities and expanding health defense cooperation.