Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : El-Iqtishady

TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENERAPAN MEDIASI SENGKETA EKONOMI SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1A MAKASSAR Muhammadiyah Amin; Arniwati; Muhammad Anis
El-Iqthisadi Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v1i1 Juni.56568

Abstract

Abstrak Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa dengan bantuan mediator netral yang tidak dapat memutuskan, hanya membantu pihak-pihak mencapai kesepakatan. Proses ini mengikuti Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016. Penelitian ini mengkaji penerapan mediasi sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Agama Kelas IA Makassar dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penerapan mediasi sengketa ekonomi syariah di pengadilan agama kelas IA Makassar telah sesuai dengan peraturan Mahkama Agung RI No 1 Tahun 2016 Akan tetapi, mediasi dalam sengketa ini sering kali terbukti tidak berhasil karena banyaknya kreditor yang wanprestasi dalam memenuhi kewajibannya kepada debitur yang mengingkari dari kesepakatan awal. Situasi ini membuat debitur merasa dirugikan dan tidak dapat mencapai perdamaian, maka dari itu tingkat keberhasilan di pengadilan agama makassar sangatlah lemah dan para hakim harus tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan hukum ekonomi syariah Ketentuan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penerapan Mediasi Sengketa Ekonomi Syariah sudah sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2008  yang telah di ubah dengan peraturan Mahkamah Agung RI  No 1 Tahun 2016 tentang prosedur Mediasi di Pengdilan. Implikasi penelitian ini  para hakim harus lebih tegas dalam menghadapi perkara sengketa ekonomi syariah agar terjadi perdamaian  dalam penyelesaian mediasi sesuai dengan prosedur mediasi Nomor 1 Tahun 2016. Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Mediasi, Sengketa   Abstrac Mediation is a dispute resolution process with the help of a neutral mediator who cannot decide, only helps the parties reach an agreement. This process follows Supreme Court Regulation No. 1 of 2016. This study examines the application of sharia economic dispute mediation in the Makassar Class IA Religious Court with a qualitative approach. The results of the study indicate that the practice of implementing sharia economic dispute mediation in the Makassar Class IA Religious Court is in accordance with the Supreme Court Regulation of the Republic of Indonesia No. 1 of 2016. However, mediation in this dispute often proves unsuccessful because many creditors default in fulfilling their obligations to debtors who deny the initial agreement. This situation makes debtors feel disadvantaged and unable to achieve peace, therefore the success rate in the Makassar Religious Court is very weak and judges must be firm in accordance with applicable regulations. Based on the provisions of Islamic economic law, the provisions of Islamic Economic Law on the Implementation of Islamic Economic Dispute Mediation are in accordance with the regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1 of 2008 which has been amended by the regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 concerning Mediation procedures in Court. The implication of this study is that judges must be more assertive in dealing with Islamic economic dispute cases so that peace can be achieved in mediation settlement in accordance with the mediation procedure Number 1 of 2016. Keywords: Sharia Economic Law, Mediation, Dispute
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD ISTISHNA’ PADA PEMBUATAN PERAHU DI PULAU PAMANTAUANG DESA PAMMMAS KECAMATAN LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP Khaerul Anam; Muhammadiyah Amin; Basyirah Mustarin
El-Iqthisadi Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i2.59741

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Istishna’ Pada Pembuatan Perahu di Pulau Pamantauang Desa Pammas Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis dan pendekatan syariah. Adapun sumber data primer dari penelitian ini adalah pihak pembuat perahu dan pembeli perahu, dan sumber data sekunder bersumber dari al-Qur’an, buku, jurnal, dan sumber lainnya. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi langsung dengan pihak pembeli dan pembuat perahu di Pulau Pamantauang. Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan jual beli perahu di Pulau Pamantauang Desa Pammas Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep dilakukan dengan sistem pesanan yaitu pembeli (mustashni’) meminta dibuatkan langsung kepada penjual (shani’) dengan spesifikasi dan syarat tertentu antara kedua belah pihak. Dalam jual beli perahu yang dilakukan di Pulau Pamantauang tersebut termasuk dalam bentuk jual beli Istishna’. 2) Dalam Praktik jual beli perahu yang dilakukan telah memenuhi rukun dan syarat istishna’ yang dimana pembuat dan pembeli perahu dilakukan dengan saling ridha dan sukarela tanpa adanya paksaan, hal tersebut dilandasi pada prinsip yang lebih mengedapankan pada kepercayaan, kerelaan, dan kebersamaan oleh masyarakat sehingga jual beli yang dilakukan dapat dinyatakan sah dan diperbolehkan dalam hukum Islam. Kata Kunci: Hukum Islam, Akad Istishna’, Pembautan Perahu   Abstract This research was conducted to find out how the Review of Islamic Law on the Istishna' Contract on Boat Making on Pamantauang Island, Pammas Village, Liukang Kalmas District, Pangkep Regency. This type of research uses qualitative descriptive field research with the research approaches used are juridical approaches and sharia approaches. The primary data sources of this study are boat builders and boat buyers, and secondary data sources are sourced from the Qur'an, books, journals, and other sources. The data collection methods used are observation, interviews and direct documentation with buyers and boat builders on Pamantauang Island. This study shows that: 1) the implementation of buying and selling boats on Pamantauang Island, Pammas Village, Liukang Kalmas District, Pangkep Regency is carried out with an order system, namely the buyer (mustashni') asks to be made directly to the seller (shani') with certain specifications and conditions between the two parties. In the boat buying and selling carried out on Pamantauang Island, it is included in the form of buying and selling Istishna'. 2) In the practice of buying and selling boats that are carried out has fulfilled the harmony and conditions of istishna' where the boat maker and buyer are carried out with mutual pleasure and voluntarily without any coercion, it is based on a principle that is more based on trust, willingness, and togetherness by the community so that the buying and selling carried out can be declared valid and allowed in Islamic law. Keywords: Islamic Law, Akad Istishna', Boat Anchoring
INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM PEMASARAN PRODUK HALAL: Analisis Hadis Tematik dalam Perspektif Ekonomi Syariah Wahida Rahim; Muhammadiyah Amin; La Ode Ismail Ahmad; Muhammad Ikhlas Supardin
El-Iqthisadi Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i2.63214

Abstract

Abstrak Perkembangan industri halal global yang semakin pesat menuntut strategi pemasaran yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep inovasi dan kreativitas dalam pemasaran produk halal melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ yang berkaitan dengan etika bisnis, kejujuran, amanah, serta larangan penipuan dalam perdagangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis tematik hadis (maudhu‘i) melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi ﷺ mendorong pelaku usaha untuk berinovasi dan berkreasi secara produktif dalam kegiatan ekonomi, selama tidak menyimpang dari prinsip kehalalan, keadilan, dan kejujuran. Penerapan nilai-nilai hadis dalam pemasaran produk halal meliputi tiga dimensi utama: etik (moral foundation), kreatif (value innovation), dan spiritual (barakah-oriented). Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan dalam membentuk model pemasaran halal yang tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga mewujudkan keberkahan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pemasaran halal berbasis nilai-nilai hadis dapat menjadi sarana dakwah ekonomi Islam serta kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian berikutnya disarankan untuk melakukan studi empiris guna menguji implementasi nilai-nilai hadis dalam praktik pemasaran produk halal. Kata Kunci: Ekonomi Islam, Hadis, Inovasi, Kreativitas, Pemasaran Produk Halal. Abstract The rapid growth of the global halal industry demands marketing strategies that are not only competitive but also grounded in Islamic ethical values. This study aims to examine the concept of innovation and creativity in halal product marketing through a thematic analysis of the Prophet Muhammad’s ﷺ hadiths related to business ethics, honesty, trustworthiness, and the prohibition of deceit in trade. The research employs a qualitative approach using the thematic hadith (maudhu‘i) analysis method through a literature study of primary and secondary sources. The results indicate that the Prophet’s ﷺ hadiths encourage entrepreneurs to innovate and act creatively in economic activities, as long as these efforts do not violate the principles of halal, justice, and honesty. The application of hadith values in halal marketing encompasses three main dimensions: ethical (moral foundation), creative (value innovation), and spiritual (barakah-oriented). These three dimensions are interrelated in forming a model of halal marketing that not only enhances competitiveness but also promotes economic blessing (barakah) and social welfare. This study concludes that hadith-based halal marketing serves as both a form of Islamic economic da’wah and a tangible contribution to building a just and sustainable Islamic economy. Future research is recommended to conduct empirical studies to examine the implementation of hadith values in the practice of halal product marketing. Keywords: Creativity, Hadith, Halal Product Marketing, Innovation, Islamic Economic.