p-Index From 2021 - 2026
11.299
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Pengajaran MIPA EDUSAINS Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Formica Education Online Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Al-Ijtimaiyyah Indonesian Journal of Science and Technology Buletin Keslingmas Pedagogi Hayati Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Journal of Applied Information, Communication and Technology (JAICT) Jurnal Bioedukatika BIOEDUKASI Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Communications in Science and Technology Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi JurTI (JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI) BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Jurnal Basicedu Jurnal Kreativitas PKM Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Politea : Jurnal Politik Islam Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Asean Journal of Science and Engineering (AJSE) Indonesian Journal of Multidiciplinary Research (IJoMR) Jurnal Basicedu Journal on Biology and Instruction (JouBIns) Jurnal Higiene Sanitasi Gema Bidan Indonesia (e- Journal). Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Public Health Research Development ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Konseptual, Praktikal, Konstruksi Pengetahuan dan Rekonstruksi Lembar Kerja Praktikum Enzim Katalase : (Conceptual Analysis, Practical, Knowledge Construction and Reconstruction of Catalase Enzyme Worksheets) Rinna Lestari; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
BIODIK Vol. 6 No. 4 (2020): December 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i4.9548

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness (Practicum Worksheet) of the catalase enzyme that has been used in high schools and provide solutions to solve these problems in the form of LKS reconstruction. The method used is descriptive qualitative analysis. Samples were taken from the Biology class XII book published in 2006-2015 using total sampling. The instrument used was the LKS analysis instrument (conceptual, practical and knowledge construction analysis) to determine the relevance of practicum activities with the curriculum and rubrics based on the Vee Diagram. The results of the analysis using the LKS analysis instrument found the following problems: (1) cognitive problems: 70% of the objectives of the LKS were not in accordance with the work steps; and 60% of LKS competencies are not in accordance with KD; (2) practical problems; 100% LKS do not include time allocation; 90% of LKS did not include safety lab procedures and 60% of LKS did not have appropriate work steps (3) knowledge construction problems: 100% of LKS did not contain questions regarding the character of the facts that emerged; and 70% of worksheets did not contain questions of data analysis and interpretation. Whereas in the results of the analysis using the Vee Diagram, there were no LKS that reached the maximum total score of the Vee Diagram rubric (score 18). The conclusion from the analysis can be seen that the worksheets already have conceptual, practical and knowledge construction components but have not obtained the maximum score from the Vee diagram. So that it is necessary to reconstruct the catalase enzyme lab worksheet. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas (Lembar Kerja Praktikum) Enzim Katalase yang selama ini digunakan di SMA dan memberikan solusi pemecahan masalah tersebut dalam bentuk rekonstruksi LKS. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan sampel 10 LKS mengenai praktikum enzim katalase pada kurikulum 2013 dan KTSP . Sampel diambil dari buku Biologi kelas XII yang diterbitkan pada tahun 2006-2015 dengan menggunakan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen analisis LKS (analisis konseptual, praktikal dan konstruksi pengetahuan) untuk mengetahui relevansi kegiatan praktikum dengan kurikulum dan rubrik berdasarkan Diagram Vee (Novak dan Gowin, 2006). Hasil analisis menggunakan instrumen analisis LKS  ditemukan masalah sebagai berikut: (1) masalah kognitif: Hasil analisis menggunakan instrumen analisis LKS ditemukan masalah yang paling mendominasi diantaranya:  (1) masalah kognitif : 70% tujuan LKS tidak sesuai dengan langkah kerja; dan 50% kompetensi LKS tidak sesuai dengan KD ; (2) masalah praktikal; 100% LKS tidak mencantumkan alokasi waktu; 90% LKS tidak mencantumkan prosedur safety lab dan 70% LKS tidak memiliki langkah kerja yang tepat (3) masalah konstruksi pengetahuan: 100% LKS tidak memuat pertanyaan mengenai karakter fakta yang muncul; dan 70% LKS tidak memuat interpretasi data pada tabel hasil pengamatan. Sedangkan pada hasil analisis dengan menggunakan Diagram Vee ditemukan tidak ada satu pun LKS yang mencapai skor maksimal dari rubrik Diagram Vee (skor 18). Simpulan dari analisis dapat diketahui bahwa LKS sudah memiliki komponen konseptual, praktikal dan konstruksi pengetahuan namun belum memperoleh skor maksimal dari Diagram Vee. Sehingga perlu adanya rekonstruksi LKS praktikum enzim katalase
Analisis Lembar Kerja Siswa Praktikum Fotosintesis Dengan Uji SACHS: Students Work Sheet Analysis Of Photosynthesis Practicum With SACHS Test Fidya afiyatusyifa; Sri Anggraeni; Bambang Supriatno
BIODIK Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i3.9623

Abstract

This study aims to analyze and find out the effectiveness of Student’s Worksheet (LKS) in the Photosynthesis practicum with Sachs test experiments and taken from biology books for junior and senior high school, 5 LKS consisting of 2 LKS Junior High School and 3 LKS Senior High School which are used as a source of learning and published by several well-known publishers. The method used in this study is a qualitative description with the sampling technique used is purposive sampling. Based on the findings in the field, it was found that there were still problems in several components in the photosynthetic LKS practicum with the Sachs test. The results obtained show that for notes / transformations, the percentage of scores obtained in junior and senior high school worksheets has not yet shown an ideal score (score 0), which means no notes or transformations can be identified. If practicum does not occur in the process of recording and transformation of data, the claims of knowledge made can be wrong or irrelevant to the conceptual side of Diagram Vee. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui efektivitas penggunaan Lembar Kerja Siwa (LKS) pada praktikum Fotosintesis dengan percobaan uji Sachs dan diambil dari buku biologi untuk SMP dan SMA/MA sebanyak 5 LKS yang terdiri dari 2 LKS SMP dan 3 LKS SMA yang dijadikan sebagai sumber belajar dan dipublikasi oleh beberpa penerbit ternama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripti kualitatif dengan teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil temuan dilapangan ditemukan bahwa masih terdapat permasalahan pada beberapa komponen dalam LKS praktikum fotosintesis dengan percobaaan uji Sachs. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Untuk catatan/transformasi, persentase perolehan skor pada LKS SMP dan SMA belum menunjukkan skor ideal (skor 0) yang artinya tidak ada catatan atau transformasi yang dapat diidentifikasi. Jika pada praktikum tidak terjadi proses pencatatan dan transformasi data, maka klaim pengetahuan yang dilakukan bisa menjadi salah atau tidak relevan dengan sisi konseptual Diagram Vee.
Alternatif Desain Kegiatan Laboratorium Materi Kladogram Berbasis ANCORB : (Alternative Design Laboratory Activities of ANCORB-Based Cladogram Material) Purnamaulida Pratiwi; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12953

Abstract

Practicum Activity Design is very useful for students when carrying out practicum. The design can stimulate the formation of a concept that has previously been obtained. This study aims to analyze several laboratory activity designs, then conduct trials and reconstruct Practicum Activity Design which refers to the 2013 curriculum. The research method used is descriptive quantitative. The sample used in this study as many as nine Practicum Activity Design cladograms selected using purposive sampling technique. The research instrument used is the analysis section relevance, competence, construction of knowledge and practical analysis that has been in judgment by experts. The results showed that the relevance aspect already refers to KD, namely the preparation of a cladogram based on the principle of classification. But in some other aspects it has drawbacks. These deficiencies include unclear tools and materials, unclear working procedures, difficult data interpretation processes. So that it does not help students construct knowledge of concepts, principles and theories from the facts that have been obtained. Based on these problems, the DKL cladogram needs to be reconstructed from its relevance, competence, knowledge construction and practical analysis. Abstrak. Desain Kegiatan Praktikum sangat bermanfaat untuk peserta didik ketika melaksanakan praktikum. Desain tersebut dapat menstimulasi pembentukan konsep yang sebelumnya telah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa Desain Kegiatan Laboratorium lalu lemakukan ujucoba serta merekonstruksi desain yang mengacu pada kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunankan pada penelitian ini sebanyak sembilan DKL kladogram yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rubrik analisis relevansi, kompetensi, konstruksi pengetahuan dan analisis praktikal yang telah di judgment oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek relevansi sudah mengacu kepada KD yaitu penyusunan suatu kladogram berdasarkan prinsip klasifikasi. Tetapi pada beberapa aspek lain memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut seperti alat dan bahan yang tidak jelas, prosedur pengerjaan yang tidak jelas, proses interpretasi data yang sukar dikerjakan. Sehingga belum membantu peserta didik mengkonstruksi pengetauan konsep, prinsip dan teori dari fakta yang telah diperoleh. Berdasarkan permasalahan tersebut, DKL kladogram perlu untuk dilakukan rekonstruksi dari relevansi, kompetensi, konstruksi pengetahuan dan analisis praktikalnya.
Rekonstruksi Desain Kegiatan Laboratorium Berbasis ANCORB Pada Materi Hereditas: (Reconstruction Of ANCORB-Based Laboratory Activities Design on Heredity Materials) Ari Kusnandar Maulana; Bambang Supriatno Supriatno; Sri Anggraeni Anggraeni
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12961

Abstract

Experiment method is suitable learning method for biology’s learning. Experiment method requires a guide in the form of student worksheets, so the experiment method can be implemented and in accordance with the objectives of learning. This research seeks to (1) obtain an overview concerning the suitability of practicum objectives stated in DKL with the basic competences stated in the curriculum, (2) obtain an overview concerning the suitability of practicum objectives with steps in DKL, (3) obtain an overview concerning the practicum objectives, concepts/principles, in DKL, (4) find out whether the steps in DKL guide students to perform knowledge construction. This research implemented descriptive qualitative method with ANCORB stages, consisting of (1) Analysis, (2) Trial, and (3) Reconstruction. The analysis was carried out by paying attention to conceptual, practical, and knowledge construction aspects. The research object consisted of 8 LKPDs on genetics buttons practicum sourced from various books made by teachers, selected through purposive sampling. The research results revealed that those LKPDs are not feasible to use, do not meet the ideal score, and do not meet the criteria stated on diagram fee. Abstrak. Metode praktikum merupakan metode belajar yang sangat tepat untuk pembelajaran biologi. Dalam praktikum biologi diperlukan panduan berupa lembar kerja peserta didik agar praktikum dapat dilaksanakan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Tujuan dari penelitian ini adalah (1) memperoleh gambaran mengenai kesesuaian tujuan praktikum yang terdapat pada DKL dengan kompetensi dasar pada kurikulum, (2) mengetahui gambaran kesesuaian antara tujuan praktikum dengan langkah-langkah pada DKL, (3) mengetahui gambaran mengenai tujuan praktikum prinsip/konsep pada DKL, (4) untuk mengetahui apakah langkah-langkah pada DKL sudah dapat mengarahkan siswa terhadap kontruksi pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan ANCORB, yaitu (1) Analisis, (2) Uji Coba, (3) Rekontruksi.  Analisis dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek, yaitu aspek konseptual, aspek praktikal dan aspek kontruksi pengetahuan. Objek penelitian menggunakan 8 LKPD mengenai praktikum kancing genetika yang berasal dari berbagai buku dan yang dibuat oleh guru disekolah yang dipilih secara purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap 8 LKPD belum layak digunakan dan tidak memenuhi skor ideal dan belum memenuhi kriteria pada diagram fee.
Analisis dan Rekontruksi Lembar Kerja Peserta Didik Pada Konsep Sistem Pencernaan Makanan di SMA: (Analysis and Reconstruction of Student Worksheets On Concept Digestive System Food In Senior High School) Deri Adiyanto; Sri Anggraeni; Bambang Supriatno
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12976

Abstract

Student worksheets as guide for implementation of the practicum process to improve the skills of students. but, in reality this is not case. This study aims to analyse and describe aspesct of relevance, curriculum, practical and knowledge construction on student worksheets used in second from the curriculum 1984 to curricullum 2013 revision as well as to reconstructs the LKPD components. The research method is descriptive qualitative ANCOR model. The research samples was take by using purposive sampling technique with 7 LKPD. The research instrument used was the analysis of relevance, competence, practically and knowledge construction which was adapted from Novak & Gowin (1984). The results showed that the LKPD on the concept of the digestive system in the 1994, 2006, 2013, 2013 revision curriculum had several components that had to be reconstructed, besides that the development of LKPD content did not change according to curriculum development, this practicum had been carried out in junior high schools. Therefore, it is necessary to improve LKPD in the concept of the food digestive system. The components that are repaired: Activity objectives, theoretical basis, tools and materials, work steps, data recording and practical question, this improvement is expected to provide an understanding in accordance with the demands of the current curriculum, namely the 2013 curiculum, providing a more meaningful practicum, besides that, students are able to increase minds on and hands on abilities in practicum activities to face the era of industrial revolution 4.0. Abstrak. Lembar Kerja Peserta Didik sebagai penuntun proses pelaksanaan praktikum untuk meningkatkan keterampilan peserta didik. Namun pada kenyataanya tidak demikian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisian mendeskripsikan aspek relevansi, kurikulum, praktikal dan konstruksi pengetahuan pada lembar kerja peserta didik yang digunakan di sekolah dari kurikulum tahun 1984 sampai erta merekontruksi komponen LKPD. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif model ANCOR. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling LKPD berjumlah 7 buah. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu analisis relevansi, kompetensi, praktikal dan konstruksi pengetahuan yang diadaptasi dari Novak & Gowin (1984). Hasil penelitian menunjukkan LKPD pada konsep sistem pencernaan pada kurikulum tahun 1994, 2006, 2013, 2013 revisi memiliki beberapa komponen yang harus direkontruksi, selain itu perkembangan konten LKPD tidak berubah sesuai perkembangan kurikulum, praktikum tersebut pernah dilakukan di SMP. Oleh karena itu diperlukan perbaikan LKPD pada konsep sistem pencernaan makanan. Adapun komponen yang diperbaiki antara lain : tujuan kegiatan, dasar teori, alat dan bahan, langkah kerja, perekaman data dan pertanyaan praktikan, perbaikan ini diharapkan memberikan pemahaman yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi, memberikan praktikum yang lebih bermakna, selain itu supaya peserta didik mampu meningkatkan kemampuan minds on dan hands on dalam kegiatan praktikum untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.
Analisis dan Rekonstruksi Lembar Kegiatan Peserta Didik pada Materi Keanekaragaman Hayati : (Analysis and Reconstruction of Biodiversity Student’s Worksheet) Nissa Rachmawati; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12982

Abstract

Practical activities are known to be able to develop 21st century skills and higher-order thinking skills to solve various problems but the existing student worksheets as supporting material are not yet optimal. The purpose of this study was to analyze and to reconstruct biodiversity student worksheet. The research method is descriptive quantitative with the ANCOR (Analysis-Try-Reconstruction) model. The analysis process is based on aspects of curriculum relevance, competence and knowledge construction. Then a trial was conducted on one of the student worksheets. The findings from the analyzes and trials formed the basis for reconstructing the biodiversity student worksheets. The results showed that the existing student worksheets had not yet developed higher-order thinking skills, the title / goal had not focused on the main things related to the object and the lack of concepts formed. The results of the reconstruction of student worksheets include the addition of tools and materials, table revisions, and discuss questions that can develop higher-order thinking skills. Abstrak. Kegiatan praktikum diketahui mampu mengembangkan keterampilan abad 21 dan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar bisa menyelesaikan permasalahan keanekaragaman hayati namun LKPD yang ada sebagai penunjang praktikum belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan merekonstruksi LKPD materi keanekaragaman hayati. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan model ANCOR (Analisi-Coba-Rekonstruksi). Proses analisis berdasarkan aspek relevansi kurikulum, kompetensi dan konstruksi pengetahuan. Lalu dilakukan uji coba pada salah satu LKPD. Temuan dari analisis dan uji coba menjadi dasar rekonstruksi LKPD keanekaragaman hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang ada masih belum mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, judul/tujuan belum fokus terhadap hal utama yang berkaitan dengan objek dan masih minimnya konsep yang terbentuk. Hasil rekonstruksi LKPD terdapat penambahan alat dan bahan, revisi tabel pengamatan dan pertanyaan diskusi yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. 
Desain Kegiatan Laboratorium: Pendekatan Diagram Vee pada Materi Struktur Darah: (Laboratory Activity Design: Diagram Vee Approach on Blood Structure Lesson) Sofi Rahmania; Sri Anggraeni; Bambang Supriatno
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.12997

Abstract

It is certain that the Industrial Revolution 5.0 has entered the world of education, so this Industrial Revolution 5.0 is a challenge for the quality of education in Indonesia. One way to improve the quality of education is practicum activities using Laboratory Activity Designs (LAD) that are in accordance with the demands of the curriculum. This study aims to provide an overview of the quality of blood structure LAD in high school and reconstruct it to improve strudents’understanding. This research is a descriptive study and the subject of this research is blood structure LAD. The sampling technique that used is purposive sampling with a total sample of 6 LAD, consisting of 2 LAD from 2006 curriculum or KTSP, 2 LAD from 2013 curriculum, and 2 LAD from 2013 revised 2016 curriculum. The instruments that used are relevance analysis instruments, competency analysis and practical analysis, and knowledge construction analysis. The findings showed that the blood structure LAD was not good yet because there were still problems with competence, practice and knowledge construction. The solution to this problem is to improve the existing LAD and consider it based on the relevant aspects of competency, practicality and knowledge construction. Abstrak. Revolusi Industri 5.0 dapat dipastikan telah memasuki dunia pendidikan, maka revolusi indeustri ke-5 ini menjadi tantangan bagi kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan kegiatan praktikum menggunakan Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kualitas DKL struktur darah dan mereonstruksinya guna meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan subjek penelitian ini adalah DKL struktur darah. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan total sampel sebanyak 6 DKL, terdiri dari 2 DKL kurikulum 2006 atau KTSP, 2 DKL kurikulum 2013 dan 2 DKL kurikulum 2013 revisi 2016. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen analisis relevansi, analisis kompetensi dan analisis praktikal serta analisis konstruksi pengetahuan. Hasil temuan menunjukkan DKL struktur darah belum baik karena masih terdapat masalah pada aspek kompetensi, praktikal dan konstruksi pengetahuan. Solusi untuk permasalahan ini adalah memperbaiki DKL yang ada dengan pertimbangan aspek relevansi, kompetensi, praktikal dan konstruksi pengetahuan.
Analisis dan Rekonstruksi LKPD Berbasis Abad 21 Pada Praktikum Tulang : (Analysis and Reconstruction of LKPD Based on the 21st Century in Bone Practicum) Gusni Nugraha As Syiba; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.13001

Abstract

Student Worksheets (LKPD) on Biology learning, especially bone material in the field, are currently not optimal. This can be seen from the content of the LKPD which does not cover all competencies as formulated in the curriculum. This study aims to reconstruct LKPD on bone material. The research method is descriptive qualitative using the ANCOR (Analysis-Try-Reconstruction) approach, the sampling is carried out by taking 8 samples of LKPD in different curriculum units, namely KTSP and the 2013 curriculum. curriculum), competency aspects, knowledge construction analysis (first time) and practical analysis. The results show that there are still several problems in these aspects. In the aspect of relevance, namely the lack of relevance of LKPD competence and content with KD. In the practical aspect, there are work procedures and material tools that are not clear so that it can cause errors and there is no data recording table so that the data that appears is difficult to interpret, there are problems that are not quite right so that the phenomenon / concept is not observed. In the aspect of knowledge construction, such as objects / phenomena that are not in accordance with the focus question and transforming data is not in accordance with the main activity. Based on the problems found, LKPD reconstruction was carried out in the bone practicum by taking into account these four aspects. Abstrak. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada pembelajaran Biologi khususnya  materi tulang yang ada dilapangan saat ini belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari isi LKPD yang tidak mencakup semua kompetensi sesuai dengan yang telah dirumuskan dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi LKPD pada materi tulang. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan ANCOR (Analisis-Coba-Rekonstruksi), pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil 8 sampel LKPD pada satuan kurikulum yang berbeda yaitu KTSP dan kurikulum 2013. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik analisis aspek relevansi (kegiatan dan kurikulum), aspek kompetensi, analisis konstruksi pengetahuan (diadaptasi dari novak gowin) dan analisis praktikal. Hasil temuan menunjukan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan pada aspek-aspek tersebut. Pada aspek relevansi yaitu kurang relevannya kompetensi dan konten LKPD dengan KD. Pada aspek praktikal adanya prosedur kerja dan alat bahan yang belum jelas sehingga dapat menimbulkan kesalahan serta tidak adanya tabel perekaman data sehingga data yang mucnul sulit untuk dinterpretasikan, terdapat permaslahan waktu yang kurang tepat sehingga fenomena/konsep tidak teramati. Pada aspek konstruksi pengetahuan seperti objek/fenomena tidak sesuai dengan pertanyaan fokus dan transformasi data tidak sesuai dengan kegiatan utama. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan, dilakukan rekonstruksi LKPD pada praktikum tulang dengan memeprhatikan ke-empat aspek yaitu aspek relevansi (kegiatan dan kurikulum), aspek kompetensi, analisis konstruksi pengetahuan (diadaptasi dari novak gowin) dan analisis praktikal.
Rekonstruksi Desain Kegiatan Laboratorium Indera Pengecap melalui Model ANCOR: (Reconstruction of Tastebuds Practical Laboratory Design through ANCOR Model) Dewi Utami Tuzzahra; Sri Anggraeni; Bambang Supriatno
BIODIK Vol. 7 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i2.13005

Abstract

Currently the world is entering the era of the 5.0 industrial revolution, people are required to have various 21st century skills in order to compete in this new era. This is a challenge for Indonesia to develop its education. Practicum is one of the solutions for develop 21st century skills. But turns out that it still has weakness caused by inappropriate practical laboratory worksheet. This study aims to analyze and to reconstruct the practical laboratory worksheet of the tastebuds. The research method used is descriptive qualitative research with the ANCOR model. The sampling technique used was purposive sampling, the sample consisted of 10 practical laboratory worksheet of taste buds from the 2006 KTSP curriculum to the 2013 revised curriculum. The instruments include conceptual, practical, and the construction of knowledge aspect adapted from the Vee diagram. The findings show that the practical laboratory worksheet of the taste buds still has problems from various aspects. Practical laboratory worksheet of tastebuds reconstruction is needed so that students are able to construct their knowledge properly through practicum activities carried out and develop 21st century skills. Abstrak. Saat ini dunia memasuki era revolusi industri 5.0 sehingga masyarakat dituntut untuk memiliki keterampilan abad 21 agar mampu bersaing di era baru ini. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi indonesia dalam mengembangkan pendidikan. Praktikum merupakan salah satu solusi untuk membentuk keterampilan-keterampilan abad 21 ternyata masih memiliki kekurangan karena DKL yang tidak sesuai. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan rekonstruksi DKL materi indera pengecap. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan model ANCOR (Analisis, Uji Coba dan Rekosntruksi). Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, sampel terdiri dari 10 DKL indera pengecap dari kurikulum KTSP 2006 hingga kurikulum 2013 revisi. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen aspek konseptual, praktikal, dan konstruksi pengetahuan yang diadaptasi dari Diagram Vee. Hasil temuan menunjukkan DKL indera pengecap masih memiliki masalah dari berbagai aspek sehingga diperlukan rekonstruksi DKL indera pengecap agar siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya dengan baik melalui kegatan praktikum yang dilakukan dan mengembangkan keterampilan abad 21. 
Analisis Komponen Penyusun Desain Kegiatan Laboratorium Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kerja Enzim Katalase: (Analysis of the components Designing Laboratory Activities based on science process skills of the Working of Catalyst Enzyme) Laurina Sinurat; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
BIODIK Vol. 7 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i3.13028

Abstract

One of the objectives of learning biology is to give students experience in the scientific method which is the demand of the 21st century. This ability is a science process skill that can be obtained in laboratory activities. So that the design of laboratory activities should lead to science process skills. This study aims to analyze the design of laboratory activities to find out: 1) the relevance of competence and content to basic competencies, 2) what competencies or abilities are built in the practicum, 3) tools, materials according to school standards and work procedures are well structured or not. , 4) the knowledge gained whether the focus is on the main thing or not. This study uses a qualitative descriptive method with the ANCOR stages, namely analysis, testing and reconstruction of five designs of laboratory activities on the working material of the catalase enzyme. The results of the study indicate that the lack of competence in science process skills built on the five designs of laboratory activities is proven based on the results of the analysis on the acquisition of knowledge is still lacking. Therefore, knowledge reconstruction needs to be carried out on the design of laboratory activities to improve the quality of laboratory activities in accordance with the demands of basic competencies. Abstrak. Salah satu tujuan pembelajaran biologi yaitu memberi pengalaman kepada siswa pada metode ilmiah yang merupakan tuntutan abad 21. Kemampuan tersebut merupakan keterampilan proses sains yang bisa didapatkan dalam kegiatan laboratorium. Sehingga desain kegiatan laboratorium sebaiknya mengarah kepada keterampilan proses sains. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain kegiatan laboratorium untuk mengetahui : 1) relevansi kompetensi dan konten terhadap kompetensi dasar, 2) kompetensi atau kemampuan yang seperti apa yang dibangun dalam praktikum, 3) alat, bahan sesuai standar sekolah serta prosedur kerja terstruktur dengan baik atau tidak, 4) pengetahuan yang diperoleh apakah fokus kepada hal utama atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan ANCOR yaitu analisis, uji coba dan rekonstruksi lima desain kegiatan laboratorium pada materi kerja enzim katalase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kompetensi keterampilan proses sains yang dibangun pada kelima desain kegiatan laboratorium dibuktikan berdasar hasil analisis pada perolehan pengetahuan masih kurang. Oleh karena itu rekonstruksi pengetahuan perlu dilakukan pada desain kegiatan laboratorium untuk meningkatkan kualitas kegiatan laboratorium yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar.
Co-Authors A. M. Nurjamil AA Sudharmawan, AA Abadi, Hilda Yanuar Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi Achmad Munandar Adelia Aryani Putri Adnan Muchsin Ainisyifa, Zia Nazaliah Aisyah Zumira Al-Obaidi, Abdulkareem Sh. Mahdi Aldi Slamet Riyaldi Ali Rahmat Amalia, Dita Amelya Dewi Laskar Pratiwi Anggi Angreani Ani Nur Aeni, Ani Nur Anna Argiyanti Annesha Rahamadayanti Annisa Rahmawati Anshar, Aghisna Nuthfah Any Aryani Any Aryani Any Fitriani Arfiyana Destaria Tarmizi Arfiyana Destaria Tarmizi, Arfiyana Destaria Ari Kusnandar Maulana Arianto, Doni Yanu Arinalhaq, Zulfa Fathi Asep Bayu Dani Nandiyanto Astuti, Asita Puji Asvinatin Choiriyah Azura Salsabila Azza Nuzullah Putri Bambang Suprianto Bambang Supriatno Bambang Supriyatno Chika Putri Faritzah Daffa, Muhammad Naufal Darmawan, Tedi Deri Adiyanto Devi Ariandini Devi Deratama Dewi Utami Tuzzahra Dewi, Mauseni Wantika Dian Permata Sari Dian Usdiyana Diana Rochintaniawati Didik Bayu Prasetya Dine Nurdian Dita Amalia Dita Amalia Dita Puspitasari Donna Karolina Br Surbakti DWI SURYANTO Dwi Widiarini Dya Candra Maulawati Sani Putranti Dzaljad, Rifma Ghulam Eddy Triyono Edi, Anggya Rahayu Eka Astika Eliya Mei Sisri Endro Wasito, Endro Eni Dwi Wardihani, Eni Dwi Ernawati , Masfuah Faidah, Siti Tahany Rifa Farah Wardatul Zanah Fauzi, Fajar Miraz Fiandini, Meli Fidya afiyatusyifa Firmansyah, Ardi Fitriani Nurpratiwi Susanto Fitriani Nurzeha Francisca Francisca Frima Harsawati Frima Ghaida Sekarlita Fadha Supriadi Ghina Nur Inayah Ghina Rohmatulloh Gusni Nugraha As Syiba Hadi Suryono Handayani, Aris Hermiyanti, Pratiwi Heru Setiawan Hibatulloh, Miussa Rio Hisny Fajrussalam Hotimah, Alin Parliana Ikmanda Nugraha Imam Thohari Iman Ridwan Indra Dodo Saputra Intania Zainal Nurul Huda Irma Kusumastuti Ismail Fadlurrohman Iswanti, Iswanti Jessika Juan Pramudita Jody Martin Ginting Jovanka Oktavia Venneza Zahra Julia Elisabeth Sitanggang Khambali, Khambali Laila, Rahma Nur Latifah, Nur Zahra Laurina Sinurat Leonardi Paris Hasugian Lulu Desia Mutiani MARIYA ULFAH Marlik Masfuah Ernawati Maulana, Aldi Maulidina, Aulia Minnathul Khasanah Mr Amprasto Mrs Sariwulan Diana Mrs Yanti Hamdiyati Muhammad Anif Muhammad Vikram Muhtadi Muhtadi Mukhlish Muhammad Maududi N. A. Wolio Nadhira, Shafwa Faza Nadia Nadia Nadia Zahra Najihah Fakhirah Siregar Narwati Naufal Ahmad Muzakki Nisrina Nur Rahmi Nissa Rachmawati Nor Hidayati Nova Nurul Putri Nova Vivi Clara Saputri Novitasari, Muhlasah Nur Zahra Latifah Nura Syifa Mutiara Aisya Nuraida Lathifah Nurazizah, Siti Nurdian, Dine Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nuris Fattahillah Nurjamil, Aris Muhamad Nurjihan, Zalfa Nurlistia Chandra Kirana Nuryani Rustaman Nuryani Y Rustaman Nurzeha, Fitriani Opi Ropina Opi Sopian Pardosi, Elisa Pipin Puja Lestari Prahara, Tahan Prasetiyo, Adrian Hilmy Purnamaulida Pratiwi Puspa Sari Dewi Putri, Adelia Aryani Putri, Meirin Dwiningtyas R. N. Laila Rachmaniyah Ragadhita, Risti Rahayu, Ari Tri Rahma Maulida, Rahma Rahmadianti, Salma Ramadhayanti Ramadhayanti Resna Litasari Resta Istawa Ria Anita Ekselsa Ridho Ilafi Sukma Rifda Tanfiziyah RIMA RIMA Rina Maryanti Rina Oktaviana Rinna Lestari Rival Arief Tyansha Riyadh Ahmad Faridz Rizky, Yulian Putri Chandra Rohimah, Tina Rizqiyati Rohmah, Silmi Aulia Rohmatulloh, Ghina Rokhmalia, Fitri S. A. Rohmah Sadiyyah, Fitriani Halimatus Saefuddin , Saefuddin Saefudin Saefudin SAKINAH, PUTRI Salsabila, Azura Santiuly Girsang, Gabriela Chelvina Santoso, Rezki Amalia Saputra, Ziyan Saputri, Nova Vivi Clara Sarono Widodo, Sarono Setiadi, Dwi Putra Setiono Sidiq Syamsul Hidayat, Sidiq Syamsul Silvia Sukma Putri Siregar, Najihah Fakhirah Siswahyudianto Siswanto, Adam Sitanggang, Julia Elisabeth Siti Tahany Rifa Faidah Slamet Widodo Sofi Rahmania Sopian, Opi Srinayanti, Yanti Subuh Pramono Sudarjat, Hadi Sugianto Sugianto Surbakti, Donna Karolina Br Syifaul Fuada Tanfiziyah, Rifda Tanfiziyah Taufiq Yulianto Tedi Kurniawan Tedi Kurniawan Tina Rizqiyati Rohimah Topik Hidayat Trianadewi, Dina Trisna Dewi Valensia, Valensia Wafa Raihana Arwa Wahyu Surakusumah Wawan Setiawan Wawan Setiawan Widya Cristanti winarko, winarko Wiwin Kurniasih Wolio, Nurmiyati Annisa Yaimin, Yaimin Yulia Aris Santi Yunni Handayanie Yusnita Renata Tamba Zakiah Nurfadilah Zevira Fransisca Aurora Ziyan Saputra Zulkarnaen Zulkarnaen Zumira, Aisyah