Claim Missing Document
Check
Articles

Laboratory Examination in Tonsillitis: A Literature Review Sembiring, Dustin Delano Pranata; Imanto, Mukhlis; Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Angraini, Dian Isti
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1434

Abstract

Laboratory tests play a crucial role in the diagnosis and etiology of tonsillitis, especially in children. Tonsillitis, an inflammation of the palatine tonsils, commonly affects children aged 5–15 years and is a significant cause of morbidity associated with upper respiratory tract infections. The disease can be classified into acute and chronic tonsillitis based on duration, with causes varying from viral to bacterial infections. Laboratory parameters such as leukocyte, neutrophil, lymphocyte, platelet counts, and C-reactive protein are used to differentiate the etiology of tonsillitis. Bacterial tonsillitis generally shows an increase in leukocytes and neutrophils, while viral infections are more commonly associated with lymphocytosis. Complete blood count, throat culture, and rapid antigen detection test (RADT) are the mainstays of diagnostic testing. Throat culture is considered the gold standard for pathogen identification, although it is more time-consuming. RADT offers a faster alternative with high sensitivity and specificity. Anti-Streptolysin O (ASO) titer is also important to detect Group A β-hemolytic Streptococcus infection, which is often associated with chronic tonsillitis. Recent studies have shown a correlation between laboratory results and the severity of tonsillitis. For example, a study in Sudan found that 64% of patients with tonsillitis had neutrophilia, 54% showed an elevated erythrocyte sedimentation rate, and 50% were ASO positive. These findings confirm the association between bacterial infection and chronic tonsillitis. However, interpretation of laboratory results must be done with caution, considering factors such as the time of sampling, examination technique, patient age, and the skill of the health care provider. Appropriate clinical decision-making requires the integration of laboratory results with the patient's clinical history. Further research is needed to explore the correlation between laboratory parameters, the severity of tonsillitis, and their impact on optimal therapy choices. A better understanding of these relationships will help improve the accuracy of diagnosis and the effectiveness of tonsillitis treatment.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Menarche Dini pada Remaja Perempuan Hafizha, Syifa; Angraini, Dian Isti; Mayasari, Diana; Perdani, Roro Rukmi Windi
Medula Vol 14 No 12 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i12.1452

Abstract

Adolescence is a critical phase of rapid growth characterized by the maturation of reproductive organs, known as puberty. In females, puberty is marked by the onset of menstruation, with menarche being the first occurrence of menstruation, typically between the ages of 12 and 14 years. However, the average age of menarche in Indonesia has declined over the years, leading to an increase in early menarche cases. Early menarche occurs at an age of < 11 years (9-10 years) that is primarily driven by elevated estrogen levels in the female body. Factors influencing early menarche include genetics, nutritional status, lifestyle, dietary intake, physical activity, stress management, socioeconomic conditions, sexual behavior, and media exposure. This literature review aims to examine the correlation between these factors and the decreasing age of menarche among adolescent girls in Indonesia. Nutritional status and imbalanced dietary patterns are external factors strongly associated with early menarche. Genetic factors, particularly maternal menarche age, significantly influence the likelihood of early menarche in daughters. Low levels of physical activity contribute to increased ovarian activity and elevated estrogen levels, thereby raising the risk of early menarche. Furthermore, insufficient physical activity is directly linked to early menarche. External influences such as media exposure shape sexual behaviors, which may accelerate menarche onset. Poor stress management also disrupts estrogen regulation, further contributing to early menarche.
Pelatihan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi (Risti) Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Angraini, Dian Isti; Apriliana, Ety; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana; Wijaya, Sofyan Musyabiq
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2532

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah kehamilan berisiko tinggi yang tidak terdeteksi.Antenatal Care (ANC) sangat penting karena selain untuk memeriksakan keadaan ibu dan janin juga untuk medeteksi apabila terdapat risiko-risiko yang mungkin timbul dalam kehamilan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pemutaran video, pembagian leaflet, dan simulasi penggunaan kartu skor poedji rochdjati (KSPR). Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi disertai dengan pembagian leflet dan pemutaran video pada sesi terakhir. Simulasi penggunaan KSPR dengan memberikan skenario kasus sebagai pemicu dan kemudian peserta mengisi langsung KSPR. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2017 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatanpengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Karang Anyar kabupaten Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0%menjadi90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar10%. Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam upaya deteksi dini dan rujukan kasus kesehatan ibu dan anak terutama pada kasus rujukan persalinan dalam rangka kesiapan dan kesiagaan komplikasi bagi ibu dan bayi baru lahir diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak.Kata Kunci: kader, kehamilan resiko tinggi
‘Metabolic Syndrome Criteria’ Berdasarkan Panel III AHA sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Metabolik pada Wanita Menopause Imantika, Efriyan; Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2536

Abstract

Menopause merupakan masa dimana terhentinya siklus menstruai pada wanita secara permanen yang terjadi secara alami. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 30.3 juta wanita menopause pada tahun 2020. Penelitian terkini menyatakan bahwa terhentinya aktivitas folikular ovarium menyebabkan penurunan produksi estrogen secara signifikan pada wanita menopause dan berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit metabolik. Estrogen memiliki reseptor hampir diseluruh organ tubuh wanita yang artinya Estrogen berperan dalam seluruh proses metabolism sel didalam tubuh meskipun mekanismenya belum jelas. Transisi ke masa menopause selalu diikuti dengan obesitas sentral berupa peningkatan lemak intra abdominal. Sel lemak inilah yang memproduksi subsatnsi yang dikenal sebagai adipokines yang menimbulkan respon inflamasi, resistensi insulin, peningkatan oxidative stress, koagulasi dan memicu terbentuknya atherosklerosis.. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan edukasi mengenai risiko penyakit metabolik serta upaya penapisan (screening) melalui pemeriksaan kesehatan adanya risiko penyakit metabolik menggunakan kriteria yang dikeluarkan oleh Panel III AHA (American Heart Association) pada wanita menopause. Diharapkan risiko tersebut dapat diturunkan atau segera mendapatkan penanganan jika sudah terdiagnosis salah satu penyakit metabolic. Metode yang akan dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan Kriteria Penyakit Metabolik Panel III AHA. Wanita menopause yang mengikuti kegiatan pengabdian di Desa Bandarkagungan Raya dan Desa Tanjung Iman Kabupaten Lampung Utara yang sebanyak 54 orang. Peserta yang besrisiko tinggi menderita sindrom metabolik sebanyak 25 orang (46.3 %). Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai perubahan sistem reproduksi dan risiko terjadinya sindrom metabolik pada wanita menopause, pemahaman masyarakat Desa Bandarkagungan Raya dan Desa Tanjung Iman Kabupaten Lampung Utara mengalami peningkatan.Kata Kunci : Penyakit Metabolik, Metabolik Sindrom, Wanita menopause
Pelatihan “SHASIBU” bagi Kader Posyandu dalam Upaya Meningkatkan Cakupan Peserta Keluarga Berencana Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongtataan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Carolia, Novita; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety; Warganegara, Efrida; Carolia, Imelda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2794

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang relatif tinggi dapat diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB). Ledakan penduduk akan menyebabkan tidak tersedianya sumber daya makanan dan energi yang cukup sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan KIE mengenai KB dan kontrasepsi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pembagian leaflet dan modul pelatihan, dan simulasi dengan metode role play. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2019 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Gedongtataan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 3,33% menjadi 90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar 10% . Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam melakukan KIE mengenai kontrasepsi pada pasangan usia subur dapat meningkatkan cakupan peserta aktif program KB.Kata Kunci: cakupan KB aktif, kader
Penerapan eKIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Elektronik) Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Di Era New Normal Angraini, Dian Isti; Karyus, Aila; Kania, Susi; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2807

Abstract

Indonesia sedang menghadapi bencana nasional nonalam COVID-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil di era new normal dengan menerapkan eKIE. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu promosi kesehatan eKIE (komunikasi, informasi dan edukasi elektronik) berupa pemberian materi dan diskusi interaktif melalui whattsapp group. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu dan Jum’at tanggal 6, 8 dan 10 Juli 2020 pada pukul 09.00 sd 12.00. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah melalui media elektronik secara online dengan whattsapp group. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang baik pada ibu hamil setelah diadakan eKIE dengan peningkatan pengetahuan dari 1,4% menjadi 93%; dan peningkatan perilaku dari 14,1% menjadi 97,2%. Kesimpulan: penerapan eKIE untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya memang dibutuhkan terutama di era new normal.Kata Kunci: eKIE, era new normal, ibu hamil
Model IMLEG (Ibu Melek Gizi) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Gizi Seimbang di 1000 Hari Pertama Kehidupan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2945

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global dan nasional serta membawa banyak dampak buruk terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita dengan menerapkan model IMLEG (ibu melek gizi). Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pembuatan modul IMLEG, pendidikan kesehatan berupa pemberian materi dan diskusi interaktif, serta pemberian makanantambahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Kamis tanggal 29 Juli 2021 dan Selasa tanggal 10 Agustus 2021 pada pukul 09.00 sd 14.00. Tempat kegiatan pengabdian ini di PosyanduMuara Putih, Natar, Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah diadakan pendidikan kesehatan yaitu ibu hamil yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0% menjadi  90%; rerata nilai pretes 55,13 naik menjadi 84 saat postes; hasil analisis uji beda didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (p=0,000). Kesimpulan: penerapan model IMLEG untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita terbukti efektif, terutama dalam menerapkan gizi seimbang dalam 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: model IMLEG, stunting, 1000 HPK
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Siswa SD Negeri 1 Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Apriliana, Ety; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Angraini, Dian Isti; Karima, Nisa; Jausal, Anisa Nuraisa; Mutiara, Utari Gita; Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3175

Abstract

Angka gangguan kesehatan anak usia sekolah dasar, khususnya Provinsi Lampung masih tinggi. Kesehatan peserta didik dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perilaku hidup bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada murid sekolah dasar, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, serta menyediakan sarana dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 1 Marga Agung dengan peserta sebanyak 70 siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini dilakukan dengan carapenyuluhan mengenai perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Evaluasi dilakukan dengan pemberian pertanyaan secara langsung. Pada kegiatan edukasi mengenai PHBS, para siswa diberi pertanyaan-pertanyaan terdahulu secara langsung. Pada akhir penyuluhan pertanyaan kembali diajukan. Pada pertanyaan awal, siswa banyak memberikan jawaban yang salah dan di akhir penyuluhan siswa dapat memberikan jawaban yang benar. 1. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan kepada murid sekolah dasar meningkatsetelah diberikan penyuluhan. Dan dengan melakukan praktik CTPS, akan terbentuk salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: cuci tangan, PHBS, siswa SD
EDUKASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI YANG TEPAT KEPADA IBU BALITA DI POSYANDU SIMBARINGIN DESA SIDOSARI Daulay, Suryani; Yuningrum, Hesti; Angraini, Dian Isti; Islami, Andi Rassya Daffa; Rahmani, Adrina Rizka
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3532

Abstract

Masa 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Pada usia 6 bulan, ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga diperlukan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, baik dari sisi waktu, jumlah, frekuensi, maupun kualitas kandungan gizinya. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting, wasting, dan kekurangan energi maupun zat gizi mikro lainnya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, baik dari segi waktu pemberian, jenis makanan, maupun kandungan gizinya. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi dan diskusi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 20 ibu balita Posyandu Simbaringin, Desa Sidosari. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, baik dari segi waktu pemberian, jenis makanan, maupun kandungan gizinya. Diskusi dilakukan setelah penyampaian materi selesai dilaksanakan. Penyuluhan yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat
The Utilization of Spatial Analysis in Controlling Intestinal Protozoan Infections: Literatur Review: Pemanfaatan Analisis Spasial Dalam Pengendalian Infeksi Nixon Steven; Jhons Fatriyadi Suwandi; Sutarto Sutarto; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp7-12

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan akibat infeksi protozoa usus merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di daerah dengan tingkat sanitasi yang buruk dan kepadatan penduduk yang tinggi. Penyakit akibat infeksi protozoa usus berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang belum menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.Salah satu pendekatan dalam pengendalian penyebaran infeksi protozoa usus adalah analisis spasial, yang mengidentifikasi pola distribusi penyebaran penyakit, faktor risiko lingkungan, serta lingkungan dengan tingkat penularan infeksi yang tinggi. Artikel review ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan analisis spasial dalam mengkaji penyebaran protozoa usus. Dalam artikel ini, berbagai analisis spasial seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pemetaan hotspot. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literature Review, yaitu sebuah pencarian literature baik internasional maupun nasional yang dilakukan dengan menggunakan database Sciencedirect dan Google Scholar menggunakan kata kunci “infeksi protozoa usus”, “analisis spasial”, “pengendalian penyakit”, “SIG”, “kesehatan masyarakat” yang diidentifikasi serta dikompilasikan sehingga didapatkan 10 artikel yang relevan. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemerintah pembuat kebijakan dan peneliti untuk memanfaatkan analisis spasial sebagai alat dalam pengendalian infeksi protozoa usus, khususnya pada lingkungan dengan risiko tinggi. Dengan demikian, pendekatan ini berpotensi meningkatkan efektivitas program pengendalian dan penurunan angka kejadian penyakit akibat infeksi protozoa usus. Kata kunci: Infeksi protozoa usus, analisis spasial, pengendalian penyakit, SIG, kesehatan masyarakat Abstract : Health problems due to intestinal protozoan infections are significant health problems, especially in areas with poor sanitation and high population density. Diseases due to intestinal protozoan infections have an impact on public health, especially school-age children who have not implemented a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) such as washing hands before and after eating. One approach to controlling the spread of intestinal protozoan infections is spatial analysis, which identifies patterns of disease distribution, environmental risk factors, and environments with high levels of infection transmission. This review article aims to evaluate the use of spatial analysis in studying the spread of intestinal protozoa. In this article, various spatial analyses, such as Geographic Information Systems (GIS) and hotspot mapping, are discussed. The method used in writing this article is Literature Review, which is a search for international and national literature conducted using the ScienceDirect and Google Scholar databases using the keywords "intestinal protozoan infections," "spatial analysis," "disease control," "GIS," and "public health," which are identified and compiled so that 10 relevant articles are obtained. The results of this study are expected to provide insight for government policymakers and researchers to utilize spatial analysis as a tool in controlling intestinal protozoan infections, especially in high-risk environments. Thus, this approach has the potential to increase the effectiveness of control programs and reduce the incidence of diseases caused by intestinal protozoan infections.
Co-Authors Adelia Meutia Putri agustyas tjiptaningrum Ahdalifa, Pinkan Akhmad Rizki Farhan Akmal, Vina Amelia Al Supartinah Al Supartinah, Al Ali, Muhammad Chaidar Amourisva, Assyiva Putri Andriansah, M. Anggraeni, Liza Anisa Maulidia Anjaya, Putri Ulayya Athallah, Dimas Rifqi Aurelina, Renata Bachtiar, Nabylly Aghna Bagus Pratama Bambang Pujianto Bayu Anggileo Pramesona Carolia, Imelda Daulay, Suryani Daulay, Suryani Agustina Deddy Nur Wachid Delmi Sulastri Diana, Mayasari Dita Rifzian, Malyca Rachmaniar Dwi Indria Anggraini Dwita Oktaria Dyah Wulan S.R Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Efrida Warganegara Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Ety Apriliana Ety Apriliana Fathaniah, Widya Fauzi Ahmad Muda Firdawati, Firdawati Fitri, Dilla Syahra Noor Fitria Saftarina Ginting, Kristian Pieri Giska Tri Putri Habsari, Maharani Kusuma Hafizha, Syifa Happy, Terza Aflika Hardisman Harmaina, Harmaina Indria, Anggraini Dwi Intanri Kurniati Islami, Andi Rassya Daffa Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Kania, Susi Karima, Nisa Karimah Khitami Aziz Karyus, Aila Khairun Nisa Khairunnisa, Lyliani Khairunnisa, Salma Kirana, Falahdila Rebika Kristian Pieri Ginting Larasati, Ratri Mauluti Leni Ervina, Leni Liana Sidharti, Liana Lidya Angelina Purba Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Merry Indah Sari Merry Indah Sari Miranda, Alyzah Nabila Muhamad Fathurrahman Zain Muhammad Abdul Ghoni Sutardi Muhammad Iz Zuddin Adha Muhammad Jundi Nasrullah Muhammad Yusran Mukhlis Imanto Mukhlis Imanto, Mukhlis Nisa Karimah Nisa, Lutfi Khoirun Nixon Steven Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nurtandhee, Mutiara Putu Risyaning Ayu Rahmani, Adrina Rizka Ramadhan, Rifqi Ihza Ramadhana Komala Rangga Firdaus Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Renti Kusumaningrum Samosir Riska Oktavioni Salsabilla Rizki Arisandi Rizki Hanriko Rodiani Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Hasri Aghnia Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sari, Merry Indah Sekar Ronna Fiskasari Sembiring, Dustin Delano Pranata Sharlene Sabrina Azzahra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sormin, Merris Hartati Sri Hasnawati Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suryadi Suryadi Susianti Susianti Sutarto Sutarto Taufiqy, Athaya Utari Gita Mutiara Wachid, Deddy Nur Winata, Afriza Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yaktiworo Indriani Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yuliana Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Yusrawati Yusrawati Zenith Puspitawati