Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Chicken Liver Sausage Consumption on Increasing Hemoglobin and Iron Levels in Anemic Adolescent Girls in High School Zuraida, Reni; Angraini, Dian Isti; Yunianto, Andi Eka; Ernawaty, Tutik; Meiyanti, Meiyanti; Yana, Risda
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp329-333

Abstract

Anemia in adolescent girls remains a public health problem in Indonesia. Low iron intake is a major contributing factor to anemia, while iron supplementation programs are not optimal due to low compliance. Chicken liver is a source of heme iron with high bioavailability, and sausage is a popular food product among adolescents. The purpose of this study was to assess the effectiveness of consuming selected formula chicken liver sausage on increasing hemoglobin and iron levels in anemic adolescent girls. This study used a quasi-experimental design with a pre-post test control group design conducted on 30 anemic female students divided into an intervention group (n=15) and a control group (n=14). The intervention group was given formula F6 chicken liver sausage for four weeks. Hemoglobin (Hb) and iron (Fe) levels were measured before and after the intervention. Analysis was performed using paired t-tests, Wilcoxon, and independent t-tests. The results showed a significant increase in Fe levels in the intervention group (Z = -2.272; p = 0.023), while the control group showed no significant changes (p = 0.272). Hb levels increased significantly in the control group (p = 0.002) but not in the intervention group (p = 0.057). Intergroup tests showed a significant difference in ΔFe (p = 0.026) but not in ΔHb (p = 0.308). Consumption of F6 formula chicken liver sausage effectively increased iron levels but did not significantly increase hemoglobin levels within the four weeks of intervention.
Skrining Dan Edukasi Anemia Pada Anak Usia Prasekolah Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4543

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang diderita hampir semua kelompok rentan, termasuk anak usia prasekolah. Anemia pada anak usia prasekolah seringkali tidak terdeteksi dan cenderung diabaikan. Faktor risiko anemia pada anak usia prasekolah antara lain asupan makan inadekuat, kecacingan, pola asuh dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah skrining (deteksi dini) anemia dan edukasi terkait anemia pada anak usia prasekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD “A” Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan, pada tanggal 6 Oktober 2022. Peserta sebanyak 37 orang anak yang merupakan murid PAUD dan 37 orangtua anak. Metode yang akan dilakukan adalah dengan skrining anemia dan edukasi kesehatan mengenai anemia pada anak usia prasekolah. Peserta kegiatan adalah 18 orang (48,6%) anak laki-laki dan 19 orang (51,4%) anak perempuan. Hasil pemeriksaan skrining anemia didapatkan terdapat 5 peserta (13,5%) yang mengalami anemia. Pelaksaan edukasi kesehatan dilakukan segera setelah skrining anemia, terutama pada orangtua anak yang menderita anemia. Edukasi terkait tentang definisi, faktor risiko, cara pencegahan dan penanggulangan anemia, pola makan yang meningkatkan penyerapan dan menghambat absorbsi zat besi serta dampak anemia pada anak. Kegiatan skrining dan edukasi anemia pada anak usia prasekolah ini merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin, sehingga anemia bisa dicegah, dideteksi dini dan ditanggulangi secara cepat dan tepat.
Edukasi gizi seimbang dan inovasi menu sehat kepada orang tua siswa di Desa Cipadang, Pesawaran Ramadhana Komala; Wiwi Febriani; Eka Putri Rahmadhani; Dian Isti Angraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35633

Abstract

AbstrakMasalah gizi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, masih menjadi tantangan serius. Rendahnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Program Makan Bergizi Gratis yang diterapkan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025 di Balai Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang tua. Kegiatan pengabdian berupa kegiatan edukasi mengenai gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan sebanyak 86,67% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Nilai rata-rata dan standar deviasi skor pengetahuan orang tua sebelum edukasi yaitu 71,67 ± 13,91 poin dan sesudah edukasi sebesar 86,63 ± 11,59 poin. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang dan beragam. Pengetahuan yang meningkat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; menu sehat; pengetahuan orang tua. AbstractNutritional problems in Indonesia, especially in rural areas such as Cipadang Village, Pesawaran Regency, remain a serious challenge. Low parental knowledge about the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns contributes to high rates of stunting. The Free Nutritious Meal Program launched by the government is a strategic step to build healthy, active, and productive human resources towards the Golden Generation of 2045. This community service activity was carried out on August 30, 2025, at the Cipadang Village Hall, Pesawaran Regency, with 30 parents participating. The community service activity consisted of educational activities regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. Evaluation of the activity was given through pre-tests and post-tests. The analytical method used in this activity was descriptive analysis. The results of the community service showed that 86.67% of participants experienced an increase in knowledge regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. The average value and standard deviation of parental knowledge scores before education were 71.67 ± 13.91 points and after education were 86.63 ± 11.59 points. This demonstrates that the educational activity successfully increased participants understanding of the importance of adopting a balanced and varied diet. This increased knowledge is expected to be the first step in establishing healthy eating habits within the family. Keywords: education; balanced nutrition; healthy menu; parental knowledge.
PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP PENINGKATAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Naila Fathiya Isnanto; Sutarto Sutarto; Anisa Nuraisa Jausal; Dian Isti Angraini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8088

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg) menjadi krisis kesehatan global dengan 1,13 miliar kasus, sementara di Indonesia prevalensinya 29,2-30,8%. Tren konsumsi kopi meningkat di tengah perdebatan perannya sebagai faktor risiko hipertensi melalui vasokonstriksi akibat kafein. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko hipertensi. Metode: Tinjauan pustaka kualitatif dari Google Scholar dan PubMed (2020-2025) dengan kata kunci "hipertensi," "tekanan darah," "konsumsi kopi." Populasi seluruh studi relevan nasional/internasional; sampel 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen tabel analisis literatur; analisis deskriptif-komparatif dengan model Emzir. Hasil: Enam studi tunjukkan hubungan signifikan positif (p<0,05), terutama ≥3 cangkir/hari pada lansia (kenaikan SBP/DBP 5-15 mmHg); empat studi tidak temukan hubungan akibat toleransi kafein. Kesimpulan: Konsumsi kopi sedang-tinggi tingkatkan risiko hipertensi pada kelompok rentan, meski bervariasi berdasarkan dosis dan demografi.
Education and Family Support are The Most Influential Factors on Diet Compliance of Hypertension Patients Angraini, Dian Isti; Lipoeto, Nur Indrawaty; Zuraida, Reni; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Yunianto, Andi Eka; Rahmadhani, Eka Putri
Media Gizi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v21i2.219-231

Abstract

The prevalence of hypertension has continued to increase in recent years, highlighting the importance of dietary compliance among patients. This study aimed to analyze the factors influencing the dietary compliance of patients with hypertension. The study procedures were carried out using an observational analytical method with a cross-sectional design from April to October 2023 in the working area of the Kedaton Public Health Center in Bandar Lampung City. The sample population comprised 100 patients diagnosed with hypertension for at least the last 3 months who agreed to participate. The study variables were age, sex, knowledge, education, family income, attitude, motivation, self-efficacy, family support, food availability, psychological factors, health worker support, and diet compliance. Data were collected through interviews and validated questionnaires. Diet compliance was measured based on 2×24-hour food recall and compared with the standards (Recommended Daily Allowance). The data obtained were analyzed using chi-square and logistic regression analyses. The results showed that only 19% of patients with hypertension were compliant with the diet. In addition, knowledge, level of education, family income, attitude, motivation, self-efficacy, family support, food availability, psychological factors, and health worker support influenced diet compliance in patients with hypertension (p<0.05). The most influential factors were education and family support. The results of this study show the importance of educational interventions and increasing the role of the family in supporting the successful diet management of hypertensive patients to maintain normal blood pressure and prevent complications.  
DETERMINANTS OF ANEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMA NEGERI 3 BENGKULU: A CROSS-SECTIONAL STUDY Risda Yana; Reni Zuraida; Susianti Susianti; Dian Isti Angraini; Wuryaningsih Wuryaningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10761

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health challenge that has not been fully resolved, particularly because this condition has wide-ranging impacts on various aspects of adolescents’ lives from impaired growth and development, decreased concentration during learning, reduced daily productivity, to an increased risk of reproductive system disorders. The aim of this study was to identify the determinants of anemia among female students at SMA Negeri 3 Bengkulu City. The study was designed using an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 131 tenth-grade students aged 15 to 17 years were selected as participants through simple random sampling. Hemoglobin levels were directly measured using a rapid-test–based Hb meter. The variables examined included nutritional status, chronic energy deficiency, duration of menstruation, adequacy of nutrient intake, level of compliance in consuming iron supplement tablets, and the extent of peer support received. Data were analyzed using the chi-square test for bivariate analysis and the backward Wald method of multiple logistic regression for multivariate analysis. The study found that one in four respondents (25.2%) was confirmed to have anemia. Through multivariate modeling, it was revealed that four factors significantly influenced the occurrence of anemia nutritional status, duration of menstruation, adequacy of protein intake, and the presence of social support from peers with nutritional status emerging as the strongest predictor. Therefore, anemia prevention interventions should prioritize comprehensive improvement of nutritional status, increased consumption of adequate protein, monitoring of menstrual patterns and duration, as well as empowerment of peer networks as health support agents within the school environment. ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi, terutama karena kondisi ini berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari terhambatnya tumbuh kembang, menurunnya daya konsentrasi saat belajar, berkurangnya produktivitas harian, hingga timbulnya risiko gangguan pada sistem reproduksi. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan kejadian anemia di kalangan siswi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Studi dirancang menggunakan metode observasional analitik berpendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 131 siswi kelas X dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun dipilih sebagai partisipan melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Kadar hemoglobin diukur secara langsung menggunakan alat Hb meter berbasis rapid test. Variabel yang diteliti meliputi status gizi, kondisi kekurangan energi kronik, lama hari menstruasi, kecukupan asupan zat gizi, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen tablet tambah darah, serta sejauh mana dukungan yang diperoleh dari teman sebaya. Pengolahan data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda metode backward Wald untuk analisis multivariat. Studi ini menemukan bahwa satu dari empat responden (25,2%) terkonfirmasi mengalami anemia. Melalui pemodelan multivariat, terungkap bahwa empat faktor secara bermakna memengaruhi kejadian anemia, yakni status gizi, lama menstruasi, kecukupan asupan protein, dan keberadaan dukungan sosial dari teman sebaya, dengan status gizi menempati posisi sebagai prediktor paling kuat. Dengan demikian, intervensi pencegahan anemia hendaknya diprioritaskan pada perbaikan status gizi secara menyeluruh, peningkatan konsumsi protein yang memadai, pemantauan pola dan durasi siklus menstruasi, serta pemberdayaan jaringan teman sebaya sebagai agen dukungan kesehatan di lingkungan sekolah.
Respon Antibiotik Salmonella typhi pada Anak dengan Demam Tifoid Febilla Naili Alfalah; Intanri Kurniati; Dian Isti Angraini; Oktadoni Saputra
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.774

Abstract

Typhoid fever is a significant health issue worldwide, especially in developing countries. The highest incidence of typhoid fever occurs in the pediatric population, particularly among school-age children. Patients often resort to self-medication with antibiotics, where chloramphenicol is the primary choice for treating typhoid fever in Indonesia. However, reports of resistance to the chloramphenicol group have been documented in some locations. A total of 8 articles are included in this literature, revealing the existence of resistant isolates in the antibiotic susceptibility test for Salmonella thypi during the primary therapy. Several cases demonstrate resistance to various antibiotics such as ceftriaxone, cefuroxime, amoxicillin, ampicillin, ciprofloxacin, augmentin, fluoroquinolones, azithromycin, and nalidixic acid. However, some drugs have proven effective, including Cefixime, ceftriaxone, chloramphenicol, ofloxacin, cefepime, quinolones, and third-generation cephalosporins, which are considered sensitive to S. Typhi.
Dampak Status Sosial Ekonomi terhadap Insiden Demam Tifoid: Literatur Review Evandra Athallah Pramana; Suharmanto Suharmanto; Chicy Widya Morfi; Dian Isti Angraini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1058

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama akibat kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang belum memadai. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dengan insiden demam tifoid berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data ilmiah yang kredibel, seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, serta Portal Garuda untuk publikasi nasional. Selain itu, dokumen resmi dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO digunakan sebagai sumber pelengkap. Kata kunci pencarian dirumuskan dalam kombinasi Boolean, antara lain “typhoid fever”, “Salmonella Typhi”, “socioeconomic status”, “poverty”, “WASH”, “incidence”, dan “risk factors dengan artikel 10 tahun terakhir (2015-2025). Peneliti menemukan 645 artikel dan 12 artikel yang memenuhi syarat. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi demam tifoid karena sering terpapar air minum yang tidak layak, sanitasi buruk, serta kurangnya edukasi mengenai praktik kebersihan yang benar. Selain itu, hambatan ekonomi dalam memperoleh pemeriksaan dan pengobatan juga menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga meningkatkan risiko penularan dalam komunitas. Ketidakmerataan akses vaksinasi tifoid turut memperberat beban penyakit pada populasi rentan. Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan kondisi sosial ekonomi merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian demam tifoid. Intervensi yang direkomendasikan meliputi peningkatan infrastruktur air bersih dan sanitasi, edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, pemerataan akses layanan kesehatan, serta perluasan jangkauan vaksinasi. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkeadilan sosial, penurunan insiden tifoid dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Pra-Kehamilan dengan Kenaikan Berat Badan Berlebih Selama Kehamilan: A Literature Review Fitri Az Zahra; Dian Isti Angraini; Suryani Agustina Daulay; Reni Zuraida
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1107

Abstract

Kenaikan berat badan selama kehamilan atau gestational weight gain (GWG) merupakan indikator penting dalam kesehatan maternal dan berhubungan erat dengan berbagai outcome kehamilan. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) pra-kehamilan dan risiko GWG berlebih berdasarkan bukti dari berbagai negara. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Web of Science, Embase, dan Cochrane Library, serta ditambah penelusuran Google Scholar dan penelusuran referensi dari artikel terkait. Kata kunci utama yang digunakan mencakup istilah “prepregnancy BMI”, “preconception body mass index”, “gestational weight gain”, dan “excessive weight gain”, yang disesuaikan dengan sintaks masing-masing basis data. Melalui literature review pada beberapa basis data utama, empat studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam dengan membuat ringkasan dan menganalisis pada hasil penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa IMT pra-kehamilan yang berada pada kategori overweight atau obesitas secara konsisten meningkatkan risiko GWG berlebih. Faktor biologis seperti resistensi insulin dan inflamasi kronis, serta faktor psikologis seperti depresi prenatal, turut memperkuat hubungan tersebut. Selain itu, GWG berlebih pada perempuan dengan IMT tinggi terkait dengan risiko komplikasi maternal dan neonatal, termasuk diabetes gestasional, hipertensi kehamilan, makrosomia, serta bayi besar untuk usia kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi prakonsepsi melalui pengelolaan berat badan, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan mental untuk mencegah GWG berlebih.
Literature Review: Efek Kafein terhadap Tekanan Darah Zelinda Imroatus Soleha; Dian Isti Angraini; Intan Kusumaningtyas
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1227

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam perubahan tekanan darah adalah konsumsi kafein, terutama melalui kopi yang saat ini semakin populer di berbagai kelompok usia. Namun, hasil penelitian mengenai efek kafein terhadap tekanan darah menunjukkan temuan yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efek kafein terhadap tekanan darah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan merupakan penelitian asli (research articles), tersedia dalam teks lengkap, bersifat open access, dan dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi “kafein”, “tekanan darah”, dan “hipertensi”.  Pencarian mendapatkan 3680 artikel dan 8 artikel yang memenuhi syarat. Proses seleksi dilakukan secara sistematis mengikuti alur PRISMA dan menghasilkan sepuluh artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi kafein secara akut atau dalam dosis tinggi cenderung meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik, sedangkan konsumsi kafein secara habitual atau dalam dosis rendah hingga sedang menunjukkan respons yang lebih adaptif dan pada beberapa penelitian tidak berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Variasi hasil dipengaruhi oleh dosis kafein, pola konsumsi, status hipertensi, serta karakteristik individu. Kesimpulannya, hubungan antara kafein dan tekanan darah bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga diperlukan pendekatan yang hati-hati dalam interpretasi hasil dan rekomendasi konsumsi kafein.
Co-Authors Adelia Meutia Putri agustyas tjiptaningrum Ahdalifa, Pinkan Akhmad Rizki Farhan Akmal, Vina Amelia Al Supartinah Al Supartinah, Al Ali, Muhammad Chaidar Amourisva, Assyiva Putri Andi Rassya Daffa Islami Andriansah, M. Anggraeni, Liza Anisa Maulidia Anisa Nuraisa Jausal Anjaya, Putri Ulayya Athallah, Dimas Rifqi Aurelina, Renata Bachtiar, Nabylly Aghna Bagus Pratama Bambang Pujianto Bayu Anggileo Pramesona Carolia, Imelda Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Daulay, Suryani Agustina David Bryan Natanael Simanjuntak Deddy Nur Wachid Delmi Sulastri Diana, Mayasari Dita Rifzian, Malyca Rachmaniar Dwi Indria Anggraini Dwita Oktaria Dyah Wulan S.R Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Efrida Warganegara Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Eka Putri Rahmadhani Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Enriko Aprilio Ernawaty, Tutik Ety Apriliana Ety Apriliana Evandra Athallah Pramana Fathaniah, Widya Fauzi Ahmad Muda Febilla Naili Alfalah Fitri Az Zahra Fitri, Dilla Syahra Noor Fitria Saftarina Ginting, Kristian Pieri Giska Tri Putri Habsari, Maharani Kusuma Hafizha, Syifa Happy, Terza Aflika Hardisman Harmaina Harmaina, Harmaina Hesti Yuningrum Indria, Anggraini Dwi Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Kania, Susi Karima, Nisa Karimah Khitami Aziz Karyus, Aila Khairun Nisa Khairunnisa, Lyliani Khairunnisa, Salma Kirana, Falahdila Rebika Kristian Pieri Ginting Kurnia Eka Putri Larasati, Ratri Mauluti Leni Ervina Liana Sidharti, Liana Lidya Angelina Purba Linda Septiani Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Meiyanti Meiyanti, Meiyanti Merry Indah Sari Merry Indah Sari Miranda, Alyzah Nabila Muhamad Fathurrahman Zain Muhammad Abdul Ghoni Muhammad Aditya Muhammad Iz Zuddin Adha Muhammad Jundi Nasrullah Muhammad Yusran Mukhlis Imanto Mukhlis Imanto, Mukhlis Naila Fathiya Isnanto Nisa Karimah Nisa, Lutfi Khoirun Nixon Steven Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nur Indrawaty Lipoeto Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Perdana, Azzahra Gadis Junita Putri Damayanti Putu Risyaning Ayu Rahmani, Adrina Rizka Rahmi Zuraida Ramadhan, Rifqi Ihza Ramadhana Komala Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Renti Kusumaningrum Samosir Risda Yana Riska Oktavioni Salsabilla Rizki Arisandi Rizki Hanriko Rodiani Rojwa Azka Syakira Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Hasri Aghnia Salwa Alina Faza Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sari, Merry Indah Sekar Ronna Fiskasari Sembiring, Dustin Delano Pranata Sharlene Sabrina Azzahra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sri Hasnawati Suharmanto Suharmanto Suryadi Suryadi Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Taufiqy, Athaya Terza Afika Happy Tutik Ernawati Utari Gita Mutiara Wachid, Deddy Nur Winata, Afriza Wiwi Febriani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Wuryaningsih Wuryaningsih Yaktiworo Indriani Yana, Risda Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yuliana Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Yusrawati Yusrawati Zahira Farini Hasbani Zelinda Imroatus Soleha Zenith Puspitawati