Claim Missing Document
Check
Articles

Integrating Anti-Corruption Values into Basic Mathematics Learning Apriyani, Rini; Mulyati, Tita; Dewi, Dinie Anggraeni
International Conference on Elementary Education Vol. 8 No. 1 (2025): Proceedings The 8th International Conference on Elementary Education
Publisher : International Conference on Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elementary education plays a strategic role in shaping students' character and integrity. One important effort in this regard is the integration of anti-corruption values into the learning process, including mathematics learning. This study aims to describe the forms and strategies for integrating anti-corruption values into mathematics learning at the elementary school level. Using a qualitative descriptive approach through literature analysis and classroom-based contextual practice, this study identifies mathematics learning as an effective medium for fostering honesty, responsibility, and transparency among students. The research findings indicate that mathematics learning thatemphasizes logical reasoning, transparent group work, and problem-solving in a social context can foster anti-corruption awareness from an early age. The implementation of projects such as “classroom financial transparency” and integrity-based assessments encourage students to develop habits of honesty and fairness. Therefore, the integration of anti-corruption values into mathematics education not only improves students' numeracy skills but also contributes to building an integrity-based culture as the foundation of national character.
Penegakan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Obstruction of Justice dalam Perspektif Hukum Pidana Indonesia Iqlimah Nadhilah; Ivan Zairani Lisi; Rini Apriyani
Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mandub.v4i1.2956

Abstract

This research aims to analyze criminal acts that may be qualified as perpetrators of the crime of obstruction of justice from the perspective of the criminal law applicable in Indonesia, as well as to analyze the application of the law against perpetrators of obstruction of justice in Indonesia. The type of research used in this thesis is doctrinal research. The doctrinal approach has a normative character; therefore, its object of study consists of a set of legal norms (black letter law) at the level of application (professional constituency), or, at certain levels of analysis, this approach extends to the examination of legal theory. Based on the results of the research, the author finds that the provisions governing acts that may be qualified as the crime of obstruction of justice in Indonesia encompass all forms of interference, from the beginning to the end, with the entire ongoing legal and judicial process. A perpetrator of obstruction of justice is aware that a person has committed a crime or is undergoing a legal process and then deliberately commits acts that may hinder or obstruct law enforcement officials in conducting examinations of the criminal offender, with the purpose that the processes of investigation, prosecution, or examination before the court are impeded, cannot be carried out, or ultimately fail to be carried out. The forms of legal enforcement against perpetrators of acts obstructing the judicial process (obstruction of justice) in Indonesia include, among others, intentionally damaging, concealing, or destroying evidence before or after the commencement of the investigation process.
Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Bahan Berbahaya Di Kota Samarinda Sintia Wahyuni; Rini Apriyani; Nur Aripkah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4775

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Kesehatan, kosmetik termasuk dalam sediaan farmasi yang peredaranya harus memenuhi persyaratan standar dan mutu yang telah ditetapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif implementasi pengaturan hukum positif yang berlaku dalam mengendalikan peredaran kosmetik berbahaya dan untuk mengetahui bagaimana proses penegakan hukum peredaran kosmetik berbahaya khususnya di Kota Samarinda agar mengetahui apakah terdapat kendala dalam proses penegakan hukum tersebut. dengan menggunakan pendekatan penelitian Socio-Legal Research. Hasil penelitian diperoleh melalui wawancara dan permintaan data kosmetik dengan Instansi terkait seperti BPOM, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Kejaksaan, Hakim. Serta dengan melakukan observasi ke toko-toko kosmetik di 10 (sepuluh) Kecamatan Kota Samarinda. Secara keseluruhan efektivitas implementasi hukum dalam mengendalikan peredaran kosmetik berbahaya di Kota Samarinda tidak efektif secara keseluruhan. Dalam proses  Penegakan hukum lembaga-lembaga menjalankan perannya dengan aktif, Namun terkendala kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), Uji Laboratorium. Mengakibatkan kosmetik berbahaya masih marak beredar di Kota Samarinda. Penelitian ini menekankan perlunya memperkuat koordinasi antar instansi seperti Dinas Kesehatan dan BPOM untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kosmetik berbahaya, optimalisasi laboratorium agar efisien, melakukan sosialisasi rutin bahaya kosmetik ke masyarakat dan pelaku usaha, tingkatkan literasi masyarakat terkait komposisi atau bahan pada kosmetik, dan kesadaran akan kesehatan masyarakat.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Perundungan Di Pondok Pesantren Putra Nabil Husein Samarinda Dini Amalia Anggraini; Abdul Kadir Sabaruddin; Rini Apriyani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5031

Abstract

Meningkatnya pemberitaan mengenai kasus perundungan di lingkungan pesantren mengungkap kenyataan bahwa praktik tersebut sesungguhnya kerap terjadi, namun sering luput dari perhatian hukum maupun media. Berangkat dari pengalaman pribadi peneliti sebagai salah satu korban perundungan di pesantren, kondisi tersebut mendorong peneliti untuk menelaah lebih jauh fenomena ini sebagai dasar pemilihan topik penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada pengungkapan faktor-faktor penyebab terjadinya perundungan serta upaya perlindungan yang seharusnya diberikan kepada korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-legal dengan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan teknik purposive sampling yakni dengan pihak pesantren, santri, serta lembaga seperti LPKA Kelas II dan PPA Kota Samarinda. Data sekunder berasal dari studi literatur dan regulasi terkait, seperti KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan teori kriminologi dan viktimologi untuk mengungkap pola penyebab dan dampak dari tindak perundungan terhadap santri putra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan di Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda dipengaruhi oleh faktor struktural, kultural, dan kelembagaan, seperti budaya senioritas berlebihan, lemahnya pengawasan, serta budaya diam yang menghambat pelaporan. Meskipun secara normatif perlindungan hukum terhadap korban telah diatur, implementasinya di lingkungan pesantren belum optimal, baik dalam aspek pencegahan maupun penindakan. Namun demikian, meningkatnya kesadaran hukum dan komitmen pengelola pesantren menjadi langkah awal menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan berorientasi pada perlindungan hak anak.
Tinjauan Kriminologi Terkait Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pelecehan Seksual Di Kota Samarinda Muhammad Ammar.J; Rini Apriyani; Agustina Wati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5062

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor kriminogen yang mempengaruhi anak menjadi pelaku tindak pidana pelecehan seksual di Kota Samarinda, serta mengkaji bentuk pertanggungjawaban pidana dalam sistem peradilan pidana anak. Menggunakan metode socio-legal, penelitian menggabungkan pendekatan normatif dan empiris melalui wawancara mendalam dengan aparat penegak hukum, lembaga pembinaan, dan anak pelaku. Hasil penelitian menunjukkan faktor dominan meliputi lemahnya kontrol diri, pengawasan orang tua tidak efektif, pengaruh lingkungan maladaptif, rendahnya orientasi masa depan, dan ketidakpatuhan terhadap norma sosial. Berdasarkan Teori Social Control Hirschi, elemen attachment, commitment, involvement, dan belief pada anak pelaku berada pada tingkat rendah, meningkatkan kerentanan perilaku menyimpang. Dalam aspek pertanggungjawbaan pidana, penanganan perkara anak di Kota Samarinda telah sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang SPPA dengan penerapan prinsip perlindungan hak anak, keadilan restoratif, dan diversi pada setiap tahapan peradilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelecehan seksual oleh anak merupakan hasil interaksi multidimensional faktor internal dan eksternal yang memerlukan intervensi komprehensif melalui penguatan fungsi keluarga, pendidikan moral, dan lingkungan sosial, serta dibutuhkannya optimalisasi pembinaan, rehabilitasi, dan pengawasan untuk pemulihan efektif dan pencegahan residivisme.
Co-Authors Abdul Kadir Sabaruddin Agustina Wati Ai Sutini, Ai Aji Hensy Paradilla Putri Aldila Hijrianita Amsari Damanik Angga Nuraufa Zamzami Aprilliani, Nadira Ari Suharman Aulia, Nur Riska Ayu Nur Shawmi Aziz Septiatin Darmadi Dea Prida Oktavia Dede Margo Irianto, Dede Margo Devi Novia Utami Putri Dewi, Dinie Anggraeni Dharmawan, Muhammad Arry Dini Amalia Anggraini Erna Susanti Erwinta, Poppilea Faziya, Aji Devy Fransiskus Paran Gifari Riski Ananda Grizelda Grizelda Hartati, Iis Hema Malini, Hema Hendri Budi Satrio I Gusti Bagus Wiksuana Ichdar Domu Iis Sundari Ine Ventyrina Iqlimah Nadhilah Isjoni Isjoni Ivan Zairani Lisi Jadidah, Ines Tasya Jenuri Jurniati , Jurniati Kalen Sanata Irma Suriyani Kurniawan, Denie Lenny Hasan, Henny Sjafitri, Nelharosma, Limbong, Tiur Vila Delvia Made Kompyang Mahatir Ahmad Madika Maryamah Maryamah Miftahul Munir, Miftahul Muh. Sakur Muhammad Ammar.J Muhammad Iqbal Fitriawan Muhammad Maulani Muhammad Rizky Muhammmad Aulya Mulyati, Sri Entang Nawami, Muhammad Niswah, Rodiatun Nova Tri Evriani Nur Aripkah Nurlaeli, Nurlaeli Nursidik, Ismail Nursyabani, Kinkin Karimah Orin Gusta Andini Poppilea Erwinta Putriana Paulina Dheri Rahma, Intan Hudzaifah Nur Rahmat Hidayatullah Rendy Febrian Noor Rizqullah, Kharis Tegar Robby Juniansyah Rodiatun Niswah Sadrianoor, Sadrianoor Sally Maria Bramana Salsabillah, Sakhiro Khoirunnisa’ Sari, Desi Redita Septiawan, Aristo Sintia Wahyuni Sofwan Rizko Ramadoni Sylvia Jane Annatje Sumarauw Tiara Cristin Sianturi Tita Mulyati, Tita Titin Okta Tutut Handayani Ventyrina, Ine Vika Permatasari Wati, Agustina Wihasanah Winda Agustin Winda Agustin Yoga Taufik Ramadha Yuditra Runggu Yuliantoro Yunus Abidin