Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Kualitas Air pada Kolam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan Media Air Laut Buatan dan Perlakuan Dosis Fermentasi Bekatul yang Berbeda: Dynamics of Water Quality in Cultivating Ponds for Vannamei Shrimp (Litopenaeus Vannamei) Using Artificial Sea Water and Treatment with Different Rice and Fermentation Doses Suryanto Hertika, Asus Maizar; Musa, Muhammad; Arfiati, Diana; Risjani, Yenny; Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo; Supriatin, Febriyani Eka; Nurdiani, Rahmi; Andayani, Sri; Utami, Tiwi Nurjannati; Putra, Renanda Baghaz D.S.; Ertikasari, Nuning; Kurnianingsih, Asmiyati; Alfarisi, Muhammad Asnin; Savira, Riza; Aisyah, Jumrotul; Patresna, Laelatul Nisa
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 1 (2025): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.01.14

Abstract

Udang vaname merupakan biota budidaya yang sangat rentan terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi kualitas air yang tidak ideal dapat mengakibatkan udang mengalami stress dan menghambat pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis yang tepat dari pemberian fermentasi bekatul dan EM4 sebagai probiotik berdasarkan dampaknya terhadap perbaikan kualitas air kolam budidaya udang vaname. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan 3 perlakuan berbeda terdiri dari kontrol, perlakuan 1 dengan dosis fermentasi bekatul 25 g dan EM4 10 ml dan perlakuan 2 dengan dosis fermentasi bekatul 50 g dan EM4 20 ml. Parameter kualitas air yang diukur sebanyak tujuh yaitu suhu, oksigen terlarut, pH, nitrat, nitrit, ammonia, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air kolam udang cukup ideal dan perlakuan 1 dengan dosis fermentasi bekatul 25 g dan EM4 10 ml secara konsisten lebih unggul dalam memperbaiki kondisi kualitas air dibandingkan dengan perlakuan lainnya.   Vannamei shrimp are cultured biota that are very vulnerable to the surrounding environment. Water quality conditions that are not ideal can cause shrimp to experience stress and inhibit their growth. This study aimed to determine the appropriate dose of fermented rice bran and EM4 as probiotics based on their impact on improving the water quality of vannamei shrimp culture ponds. This study was conducted by applying 3 different treatments consisting of control, treatment 1 with fermented rice bran dose of 25 g and EM4 10 ml and treatment 2 with fermented rice bran dose of 50 g and EM4 20 ml. Seven water quality parameters were measured, temperature, dissolved oxygen, pH, nitrate, nitrite, ammonia, and phosphate. The results showed that the water quality conditions of shrimp ponds were quite ideal and treatment 1 with a fermentation dose of 25 g rice bran and 10 ml EM4 was consistently superior in improving water quality conditions compared to other treatments.
UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN KONSORSIUM BAKTERI DAN KEPADATAN Chlorella sp.YANG BERBEDA Pratiwi, Rizky kusma; Arfiati, Diana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.341

Abstract

Pengolahan limbah cair sisa budidaya udang di tambak perlu dilakukan sebelum air limbah tersebut masuk ke perairan umum. Dalam proses penurunan bahan organik selalu diperoleh kadar CO2 yang tinggi bahkan melebihi ambang batas untuk perairan umum. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mendapatkan kadar bahan organik terendah dan mengetahui kepadatan terbaik dari mikroalga (Chlorella sp.) yang dapat menurunkan kadar CO2 sampai tingkat terendah dengan waktu tercepat. Metode penelitian adalah RAL dengan 6 perlakuan , 2 kontrol dan 3 ulangan. Masing-masing bak perlakuan diisi 4 liter air (sisa Budidaya Udang Vaname selama 118 hari) dan di tambahkan konsorsium bakteri 3 gram/L lalu ditambahkan mikroalga dengan kepadatan 104 sel/ml, 105 sel/ml dan 106 sel/ml. Pengamatan fisika kimia air dan mikroalga dilakukan setiap 6 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan mengalami penurunan bahan organik yang nilainya hampir sama dengan kontrol. Kadar karbondioksida mengalami penurunan dari kadar 11,88 mg/ L menjadi 0 mg/L setelah 72 jam. Kadar bahan organik mengalami penurunan dari 39.2 mg/l menjadi 0.2 mg/l setelah 54 jam. Selama penelitian suhu berkisar antara 23 - 26°C, pH 7 - 9, oksigen terlarut 6,0 – 9,3 mg/l, salinitas 10 – 13 mg/l. Dapat disimpulkan bahwa bahan organik dapat menurun sampai dengan 99,7 % setelah 54 jam dan CO2 dapat menurun sampai 100 % setelah 72 jam. Apabila diperlukan penambahan mikroalga untuk membantu menurunkan kadar CO2, maka disarankan menggunakan kepadatan mikroalga 106 sel/ml atau 55.5 ml/L agar tidak terjadi blooming mikroalga di perairan umum.
PENAMBAHAN KONSORSIUM BAKTERI DAN AERASI PADA UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Alvateha, Dini; Arfiati, Diana; Lailiyah, Shofiatul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.346

Abstract

Air limbah tambak udang yang akan dibuang ke perairan umum harus memenuhi baku mutu yang berlaku agar tidak mencemari perairan setempat. Manajemen limbah budidaya yang baik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Penambahan konsorsium bakteri dan aerasi diduga mampu mempercepat penurunan bahan organik pada air limbah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan penurunan kadar bahan organik dan kadar karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat pada air sisa budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan konsorsium bakteri dan aerasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Rancangan penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap menggunakan 6 perlakuan yakni perlakuan aerasi, tanpa aerasi, tutupan, kontrol aerasi, kontrol tanpa aerasi, dan kontrol tutupan dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan uji Tukey hasil terbaik dalam penurunan bahan organik didapatkan pada perlakuan tutupan dengan penambahan konsorsium bakteri pada jam ke-30 yang mengalami penurunan 99,34%, kadar bahan organik awal 61 mg/L menjadi 0,4 mg/L. Penurunan kadar karbondioksida tercepat yakni pada perlakuan penambahan aerasi dan konsorsium bakteri pada jam ke-186 dapat menurunkan kadar karbondioksida (dari kadar awal 29,6 mg/L menjadi 0 mg/L). Kualitas air dapat mempengaruhi kerja dari bakteri yang menguraikan bahan organik dan menghasilkan karbondioksida. Penurunan kadar bahan organik terbanyak dengan waktu tersingkat yakni dengan perlakuan tutupan pada jam ke-30, dan penurunan karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat dengan perlakuan aerasi pada jam ke-186.
Pendampingan Berbasis Edukasi dalam Bidang Perikanan melalui Pengenalan Biota Laut pada Siswa SDN 3 Manyaran Kediri Pratiwi, Rizky Kusma; Arfiati, Diana; Inayah, Zakiyyah Nur; Mazaya, Amalia Febryane Adhani; Nurkhasanah, Anissa Aprilia; Maulidiyah, Vika; Masriah, Andi; Cahya, Muhamad Dwi; Nadiro, Vina Nur; Hadiana, Hadiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1461

Abstract

Kediri Regency is a non-coastal area, so only a few school students know about Aquatic Invertebrates. Generally, they only know through pictures or electronic information. The purpose of this activity is to increase literacy by directly introducing students to the diversity of marine biota (aquatic invertebrates) in order to foster environmental awareness from an early age. The methods used include interactive lectures, observations of original specimens, and evaluation of understanding through educational games. The activity was carried out on November 9, 2024 and was attended by 37 students in grades 4-6. This activity showcased various types of aquatic invertebrates from the Phylum Mollusca, Phylum Arthropoda, Phylum Coelenterata and Phylum Echinodermata. The results of observations showed that students were enthusiastic and showed an increase in understanding with a success rate of more than 90% in oral evaluations. This program has proven effective in building students' interest in science and environmental conservation, especially related to fisheries (aquatic invertebrates). This activity has a positive impact on strengthening contextual-based education and can be replicated in other non-coastal areas.ABSTRAKWilayah Kabupaten Kediri merupakan daerah non-pesisir, sehingga hanya sedikit siswa sekolah yang mengenal hewan Avertebrata Air. Umumnya mereka hanya mengetahui melalui gambar atau informasi secara elektronik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi dengan mengenalkan secara langsung kepada siswa mengenai keanekaragaman biota laut (avertebrata air) guna menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, pengamatan spesimen asli, serta evaluasi pemahaman melalui permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada 9 November 2024 dan diikuti oleh 37 siswa kelas 4–6. Kegiatan ini memamerkan aneka macam hewan avertebrata air dari Phylum Molusca, Phylum Arthropoda, Phylum Coelenterata dan Phylum Echinodermata. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa antusias dan menunjukkan peningkatan pemahaman dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90% pada evaluasi lisan. Program ini terbukti efektif dalam membangun ketertarikan siswa terhadap sains dan pelestarian lingkungan, khusunya terkait perikanan (avertebrata air). Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan berbasis kontekstual dan dapat direplikasi di daerah non-pesisir lainnya.
Predicting Habitat Suitability of Mahseer Fish (Tor spp.) in Tropical River Systems Using MaxEnt and Google Earth Engine: A Geospatial Modeling Approach Jefri Permadi; Nia Kurniawan; Diana Arfiati; Agung Pramana Warih Marhendra
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i3.2201

Abstract

Rivers are vital freshwater habitats that face threats of degradation and climate change. Mahseer fish, a key species, is in decline. This study predicted Mahseer fish habitats in Central Java using the Google Earth Engine and the MaxEnt machine learning algorithm. Environmental predictors, including NDVI, elevation, slope, river order, temperature, and rainfall, were extracted from Sentinel, SRTM, MODIS, and CHIRPS data. The model identified river order as the most influential variable (73%), followed by elevation (18%) and rainfall (8%), with an AUC score of 0.7, indicating fair accuracy. Suitable habitats were located in upstream river orders (1–3), typically at higher elevations. These findings provide spatial guidance for conservation planning, such as identifying critical habitats, prioritizing upstream areas, and establishing seasonal fishing ban. This approach supports biodiversity protection and aligns with the Sustainable Development Goals by offering a scalable tool for freshwater ecosystem management. Using MaxEnt with GEE shows promise for rapid, and cost-effective species distribution modeling in data-limited tropical regions.
ASSESMENT OF HEAVY METAL POLLUTION (Hg, Pb, Cd) IN THE PASURUAN SEA: STATUS AND COUNTERMEASURES Dina, Karina Farkha; Herawati, Endang Yuli; Arfiati, Diana; Anugerah, Putri
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 31, No 1 (2025): June (2025)
Publisher : Jakarta Technical University of Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.1.1.2025.%p

Abstract

Pasuruan Regency is a major industrial center in Indonesia where their heavy metal industrial waste accompanied by  , household waste, and agricultural activities polluted  Pasuruan waters. The purpose of this study was to determine the status of heavy metal pollution in the Pasuruan sea in the coastal areas of Kraton, Lekok and Nguling and to find out how to overcome it. The survey method was used in this study to analyze the levels of heavy metals (Hg, Pb, Cd) in the waters and calculate the water pollution status based on the pollution index and water quality. Water sampling is carried out at a depth of between 2-15 meters at 3 stationary lift nets (Bagan tancap) at each location. The results showed that the highest levels of heavy metals were found in Lekok waters. The results of the calculation of the pollution index (IP) show that Lekok water has a heavy pollution status for all types of heavy metals (Hg, Pb, Cd). The pollution status in Nguling and Kraton waters based on the Hg and Cd pollution index is classified as heavily polluted. Meanwhile, heavy metal levels of Pb still meet water quality standards. The results of measurements of temperature, pH, dissolved oxygen, salinity, and current velocity are classified as optimum for aquatic biota. Based on the research results, it is known that there are areas of Pasuruan waters that are heavily polluted. Therefore, better water quality management is needed to meet the needs of biota by planting Rizhophora mucronata mangroves.
STATUS TROPIK DAN ISI LAMBUNG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DARI WADUK WONOREJO, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Renitasari, Diana Putri; Widiastuti, Irawati Mei
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.6

Abstract

Plankton merupakan salah satu jenis pakan alami yang berperan penting untuk pertumbuhan organisme akuatik terutama ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis plankton beserta kelimpahannya di perairan dan di lambung ikan nila yang tertangkap di Waduk Wonorejo, beserta aktivitas enzimatis lambung ikan nila tersebut. Penelitian ini bertempat di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur dengan metode survei. Sampel diambil dari 2 stasiun, yaitu stasiun pertama di daerah wisata Waduk Wonorejo, sedangkan stasiun 2 berada di wilayah pemancingan umum Waduk Wonorejo. Plankton di perairan Waduk Wonorejo ditemukan 17 genus fitoplankton, dan 5 genus zooplankton, sedangkan di lambung ikan nila ditemukan 30 genus fitoplankton dan 2 genus zooplankton. Genus Spirogyra sp. merupakan genus yang paling tinggi kehadirannya baik di lambung maupun perairan Waduk Wonorejo. Kelimpahan plankton di perairan waduk dapat digolongkan oligotrofik dengan nilai kelimpahan plankton sebesar 1487 ind/ml di stasiun 1 dengan keanekaragaman tinggi dan 746 ind/ml di stasiun 2 dengan keanekaragaman sedang, serta tidak ada jenis plankton tertentu yang mendominasi di kedua stasiun tersebut. Analisis aktivitas enzim lambung ikan nila menunjukkan aktivitas enzim protease sebesar 0,84 ± 0,02 µmol tirosin/g enzim menit; enzim amilase 14,59 ± 1,07 µmol glukosa/g enzim menit; enzim lipase 17,83 ± 0,14 µmol asam lemak/g enzim menit. Kualitas air di Waduk Wonorejo tergolong baik dengan suhu berkisar 26,3-27,3 oC, pH 7, DO 7,1-8,4 mg/L, Kecerahan 110-154 cm, TOM 19-30,3 mg/L. Maka dari itu upaya untuk mempertahankan kondisi Waduk Wonorejo agar tetap oligotrofik perlu dilakukan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM LAMUN DI PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Herawati, Endang Yuli; Buwono, Nanik Retno; Firdaus, Aminuddin; Winarno, Muhklas Shah; Puspitasari, Asthervina Widyastami
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.1

Abstract

Ekosistem lamun di wilayah Paciran, Lamongan, Jawa Timur, merupakan habitat bagi komunitas makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di wilayah pesisir Paciran dengan metode survei. Sampel makrozoobentos diamati dengan menggunakan transek saat air laut surut di tiga stasiun yang telah ditentukan. Stasiun 1 merupakan wilayah tempat bersandarnya kapal; stasiun 2 adalah daerah dekat pemukiman penduduk dan stasiun 3 di dekat daerah pembenihan ikan atau udang. Hasil penelitian ditemukan 3 filum organisme, yaitu Mollusca, Echinodermata, dan Annelida. Kelimpahan makrozoobentos di tiga stasiun berkisar 486-608 ind/m2, dengan indeks keanekaragaman (H’) sedang (1,68-1,71), indeks keseragaman (E) tinggi (0,70-0,73) dan indeks dominasi (C) rendah (0,23-0,25) dengan kelimpahan relatif tertinggi yaitu pada gastropoda Cerithium granosum dan tidak ditemukan makrozoobenthos yang mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pemantauan dan penyuluhan bagi warga sekitar lingkungan pantai agar ketersediaan makrozoobentos tersebut tetap lestari.
DINAMIKA JUMLAH BAKTERI Bacillus subtilis DALAM PENURUNAN KADAR BAHAN ORGANIK TOM LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Arfiati, Diana; Lailiyah, Shofiyatul; Dina, Karina Farkha; Cokrowati, Nunik
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.6

Abstract

Air sisa budidaya ikan lele berupa bahan organik apabila dibuang ke perairan secara terus menerus dan berlebihan mengakibatkan pengkayaan nutrisi di perairan sehingga terjadi perubahan lingkungan. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar bahan organik adalah dengan menggunakan metode bioremediasi dalam penelitian ini yaitu penambahan bakteri Bacillus subitilis. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh dinamika jumlah bakteri Bacillus subtilis dalam menurunkan kadar bahan organik pada limbah budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan dalam penelitian  atau uji laboratorium adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan.  Adapun 2 perlakuan tersebut yaitu perlakuan waktu inkubasi (24, 48, 72, 96 dan 120 jam) dan perlakuan kepadatan bakteri yaitu 107 CFU/mL, 106 CFU/mL dan 105 CFU/mL, dengan ulangan sebanyak 3x dan pengolahan data dilakukan Uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Sosial Science) Statistic 23 dan software Minitab 18 untuk uji lanjutan Tukey. Kurva pertumbuhan bakteri bertujuan untuk mengetahui waktu bakteri memasuki fase logaritmik dan fase stasioner.  Hasil pengukuran Total plate count bakteri Bacillus subtillis mengalami peningkatan jumlah bakteri pada semua perlakuan kepadatan setiap 24 jam. Hasil kepadatan bakteri berkisar antara 2,44 x 105 CFU/ml sampai 5,3 x 107 CFU/ml. Selama masih ada bahan organik maka bakteri akan tetap berkembang, bakteri akan menurun seiring nutrientnya habis, jika menurunkan bahan organik dalam waktu 5 hari, tetapi untuk bakteri membutuhkan waktu lebih dari 5 hari bahan organik tidak terdegradasi 100%.
PLANKTON ANALYSIS IN THE PONDS OF CATFISH (Clarias sp) AND NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) Arfiati, Diana; Inayah, Zakiyyah Nur; Lailiyah, Shofiyatul; Dina, Karina Farkha
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.13

Abstract

Clarias and Nile tilapia ponds contain high organic matter levels which will be decomposed by bacteria. It also produces carbon dioxide, which can be utilized by phytoplankton for photosynthesis process. This research aimed to compare the types of phytoplankton and zooplankton in Clarias and Nila tilapia ponds for eutrophication and water quality control. The research was conducted in August-September 2020. The water samples were taken using plankton net to become 35 ml from Clarias and Nile tilapia ponds. Analysis of plankton abudance, diversity, Evenness and Dominance Index was carried out in the Laboratorium Hidrobiologi. The analysis result of the average abundance of phytoplankton in the Clarias ponds was 71.026 cell/mL (11 genera), and zooplankton was 93 ind/mL (4 genera). Meanwhile in Nile tilapia ponds was 1.503 cell/mL (9 genera), and zooplankton was 91 ind/mL (1 genus). The average of zooplankton in Nile tilapia pond was higher than in catfish ponds; since Clarias are carnivores while Tilapia are omnivores. The plankton diversity index of catfish pond was average 0.817, while in Nile Tilapia was average 0.553. The evenness ndex of catfish pond was average 0.5, while in Nile Tilapia was average 0,4. The dominance index of catfish pond was average 0.59, while in Nile Tilapia was average 0.77. The conclusion obtained is the type of phytoplankton in Catfish pond consisted of 11 genera (99.62%) and zooplankton of 4 genera (0.38%), while in Nile Tilapia pond the type of phytoplankton consisted of 9 genera (97.85%) and zooplankton of 1 genera (2.15%).
Co-Authors Abdul Rahem Faqih Abdul Wafi Abimanyu Bayu Saputra Adita Ramadanti Afella Osa Agnes Khofiffah Agung Pramana Warih Marhendra Aida Sartimbul Aisyah, Fidhiyah Dita Dahria Aisyah, Jumrotul Alfarisi, Muhammad Asnin Alvateha, Dini Amin Leksono Aminin, Aminin Aminuddin Firdaus Andi Kurniawan Andi Masriah Aniek Masrevaniah Aniek Masrevaniah Anjasmara, Aang Setyawan Anna Catharina Sri Purna Suswati Anugerah, Putri Anwari, Zaki Apriliyanti, Fisma Josara Arning Wilujeng Ekawati Arning Wilujeng Ekawati Asus Maizar Suryanto H Athaillah Mursyid Athaillah Mursyid Audina I. Pratiwi Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, Renanda Bagyo Yanuwiadi Bambang Semedi Cahya, Muhamad Dwi Cakrawira Gundo Catur Budi Noviya Chandika Lestariaji Chandika Lestariaji Dewi Nur Setyorini Dian Vidiastuti, Dian Diana Putri Renitasari Dina, Karina Farkha Dini Alvateha Dyah Tri Rahayu Ekki Windi Endang Yuli Herawati Endang Yuli Herawati Ertikasari, Nuning Evellin Dewi Lusiana Evellin Dewi Lusiana, Evellin Dewi Evi Veronica Faizal Kasim Feni Iranawati Fidhiyah Dita Dahria Aisyah Firdaus, Aminuddin Fresty Esmi Samber Gayatri, Alifia Gumelar, Agum Bayu Gunawan Wibisono Guntur Guntur Hadi Nur Rohman Hadiana, Hadiana Hamami, Syeftyan Muhammad Ali Happy Nursyam Heri Ariadi Hu, Shao-Yang Huda, Alif Raditya Amirul Inayah, Zakiyyah Nur Irawati Mei Widiastuti Irsyah Rahmi Jefri Permadi Karimah Karimah Khofiffah, Agnes Kurnianingsih, Asmiyati Kusriani Kusriani Kusuma, Wahyu Endra Lailiyah, Shofiatul Lazimatun Nazifah Ledhyane Ika Harlyan Listiya Gita Lesmana Loka, Widi Ayom Maharani, Patricia Dita Maheno Sri Widodo, Maheno Sri Marsoedi Marsoedi Marsoedi Marsoedi Maulidiyah, Vika Mazaya, Amalia Febryane Adhani Miftahul Khair Kadim Miftahul Khair Kadim Mochammad Sholichin Mohammad Mahmudi Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhklas Shah Winarno Mulyanto Mulyanto Murni, Lini Mutia Nur Hayati Nadiro, Vina Nur Nanik Retno Buwono Neni Diah Kusumaning Arum Nia Kurniawan Ningsih, Hartati Kartika Nuddin Harahap Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nur Maulida Safitri Nur Syahid, Nur Nurhabib, Asro Nurhalisa Nurhalisa Nurkhasanah, Anissa Aprilia Orchida, Kharisma Pane, Elya Putri Patresna, Laelatul Nisa Permanasari, Setya W. A. Prabandani, Alfurena Pratama Diffi Samuel Pratiwi, Rizky Kusma Priska Ristianadewi Priska Ristianadewi PURWANTI PURWANTI Puspitasari, Asthervina Widyastami Putra, Renanda Baghaz D.S. Putra, Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putri Anugerah Qodri Fitra, Mohammad Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo Rahmi Nurdiani Rahmi Valina Rahmi Valina Rahmi Valina Raisa Safara Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra Renitasari, Diana Putri Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rukmini Rukmini Saddam Langkung Djaduk Saddam Langkung Djaduk Safara, Raisa Samuel, Pratama Diffi Saputri, Nadya Agustarina Sartika Tangguda Savira, Riza Sawiya Sawiya Septi Anitasari, Septi Setya Widi A. P. Shao-Yang Hu Shofiyatul Lailiyah Shofiyatul Lailiyah Shofiyatul lailiyah Slamat Slamat Soemarmo Soemarmo Soemarno Soemarno Sofiatul Sri Andayani Sri Andayani Sri Dayuti Sri Intan Anggraini Sri Lestari Styaningrum, Nimas Subarijanti, Herwati Umi Suliswanto, Suliswanto Supriatin, Febriyani Eka Syams, Muhammad Nafar Amani Syarifah Hikmah Julinda Sari Tangguda, Sartika Taufik Budhi Pramono Taufik Budhi Pramono Tinny D Kaunang TIWI NURJANNATI UTAMI Umi Zakiyah, Umi Valina, Rahmi Vina Nur Nadiro Widyastami, Asthervina Winarno, Muhklas Shah Yanuhar, Uun Yenny Risjani Yuni Kilawati Zakiyyah Nur Inayah Zakiyyah Nur Inayah