Claim Missing Document
Check
Articles

STATUS TROPIK DAN ISI LAMBUNG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DARI WADUK WONOREJO, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Renitasari, Diana Putri; Widiastuti, Irawati Mei
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.6

Abstract

Plankton merupakan salah satu jenis pakan alami yang berperan penting untuk pertumbuhan organisme akuatik terutama ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis plankton beserta kelimpahannya di perairan dan di lambung ikan nila yang tertangkap di Waduk Wonorejo, beserta aktivitas enzimatis lambung ikan nila tersebut. Penelitian ini bertempat di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur dengan metode survei. Sampel diambil dari 2 stasiun, yaitu stasiun pertama di daerah wisata Waduk Wonorejo, sedangkan stasiun 2 berada di wilayah pemancingan umum Waduk Wonorejo. Plankton di perairan Waduk Wonorejo ditemukan 17 genus fitoplankton, dan 5 genus zooplankton, sedangkan di lambung ikan nila ditemukan 30 genus fitoplankton dan 2 genus zooplankton. Genus Spirogyra sp. merupakan genus yang paling tinggi kehadirannya baik di lambung maupun perairan Waduk Wonorejo. Kelimpahan plankton di perairan waduk dapat digolongkan oligotrofik dengan nilai kelimpahan plankton sebesar 1487 ind/ml di stasiun 1 dengan keanekaragaman tinggi dan 746 ind/ml di stasiun 2 dengan keanekaragaman sedang, serta tidak ada jenis plankton tertentu yang mendominasi di kedua stasiun tersebut. Analisis aktivitas enzim lambung ikan nila menunjukkan aktivitas enzim protease sebesar 0,84 ± 0,02 µmol tirosin/g enzim menit; enzim amilase 14,59 ± 1,07 µmol glukosa/g enzim menit; enzim lipase 17,83 ± 0,14 µmol asam lemak/g enzim menit. Kualitas air di Waduk Wonorejo tergolong baik dengan suhu berkisar 26,3-27,3 oC, pH 7, DO 7,1-8,4 mg/L, Kecerahan 110-154 cm, TOM 19-30,3 mg/L. Maka dari itu upaya untuk mempertahankan kondisi Waduk Wonorejo agar tetap oligotrofik perlu dilakukan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM LAMUN DI PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Herawati, Endang Yuli; Buwono, Nanik Retno; Firdaus, Aminuddin; Winarno, Muhklas Shah; Puspitasari, Asthervina Widyastami
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.1

Abstract

Ekosistem lamun di wilayah Paciran, Lamongan, Jawa Timur, merupakan habitat bagi komunitas makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di wilayah pesisir Paciran dengan metode survei. Sampel makrozoobentos diamati dengan menggunakan transek saat air laut surut di tiga stasiun yang telah ditentukan. Stasiun 1 merupakan wilayah tempat bersandarnya kapal; stasiun 2 adalah daerah dekat pemukiman penduduk dan stasiun 3 di dekat daerah pembenihan ikan atau udang. Hasil penelitian ditemukan 3 filum organisme, yaitu Mollusca, Echinodermata, dan Annelida. Kelimpahan makrozoobentos di tiga stasiun berkisar 486-608 ind/m2, dengan indeks keanekaragaman (H’) sedang (1,68-1,71), indeks keseragaman (E) tinggi (0,70-0,73) dan indeks dominasi (C) rendah (0,23-0,25) dengan kelimpahan relatif tertinggi yaitu pada gastropoda Cerithium granosum dan tidak ditemukan makrozoobenthos yang mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pemantauan dan penyuluhan bagi warga sekitar lingkungan pantai agar ketersediaan makrozoobentos tersebut tetap lestari.
DINAMIKA JUMLAH BAKTERI Bacillus subtilis DALAM PENURUNAN KADAR BAHAN ORGANIK TOM LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Arfiati, Diana; Lailiyah, Shofiyatul; Dina, Karina Farkha; Cokrowati, Nunik
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.6

Abstract

Air sisa budidaya ikan lele berupa bahan organik apabila dibuang ke perairan secara terus menerus dan berlebihan mengakibatkan pengkayaan nutrisi di perairan sehingga terjadi perubahan lingkungan. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar bahan organik adalah dengan menggunakan metode bioremediasi dalam penelitian ini yaitu penambahan bakteri Bacillus subitilis. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh dinamika jumlah bakteri Bacillus subtilis dalam menurunkan kadar bahan organik pada limbah budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan dalam penelitian  atau uji laboratorium adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan.  Adapun 2 perlakuan tersebut yaitu perlakuan waktu inkubasi (24, 48, 72, 96 dan 120 jam) dan perlakuan kepadatan bakteri yaitu 107 CFU/mL, 106 CFU/mL dan 105 CFU/mL, dengan ulangan sebanyak 3x dan pengolahan data dilakukan Uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Sosial Science) Statistic 23 dan software Minitab 18 untuk uji lanjutan Tukey. Kurva pertumbuhan bakteri bertujuan untuk mengetahui waktu bakteri memasuki fase logaritmik dan fase stasioner.  Hasil pengukuran Total plate count bakteri Bacillus subtillis mengalami peningkatan jumlah bakteri pada semua perlakuan kepadatan setiap 24 jam. Hasil kepadatan bakteri berkisar antara 2,44 x 105 CFU/ml sampai 5,3 x 107 CFU/ml. Selama masih ada bahan organik maka bakteri akan tetap berkembang, bakteri akan menurun seiring nutrientnya habis, jika menurunkan bahan organik dalam waktu 5 hari, tetapi untuk bakteri membutuhkan waktu lebih dari 5 hari bahan organik tidak terdegradasi 100%.
PLANKTON ANALYSIS IN THE PONDS OF CATFISH (Clarias sp) AND NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) Arfiati, Diana; Inayah, Zakiyyah Nur; Lailiyah, Shofiyatul; Dina, Karina Farkha
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.13

Abstract

Clarias and Nile tilapia ponds contain high organic matter levels which will be decomposed by bacteria. It also produces carbon dioxide, which can be utilized by phytoplankton for photosynthesis process. This research aimed to compare the types of phytoplankton and zooplankton in Clarias and Nila tilapia ponds for eutrophication and water quality control. The research was conducted in August-September 2020. The water samples were taken using plankton net to become 35 ml from Clarias and Nile tilapia ponds. Analysis of plankton abudance, diversity, Evenness and Dominance Index was carried out in the Laboratorium Hidrobiologi. The analysis result of the average abundance of phytoplankton in the Clarias ponds was 71.026 cell/mL (11 genera), and zooplankton was 93 ind/mL (4 genera). Meanwhile in Nile tilapia ponds was 1.503 cell/mL (9 genera), and zooplankton was 91 ind/mL (1 genus). The average of zooplankton in Nile tilapia pond was higher than in catfish ponds; since Clarias are carnivores while Tilapia are omnivores. The plankton diversity index of catfish pond was average 0.817, while in Nile Tilapia was average 0.553. The evenness ndex of catfish pond was average 0.5, while in Nile Tilapia was average 0,4. The dominance index of catfish pond was average 0.59, while in Nile Tilapia was average 0.77. The conclusion obtained is the type of phytoplankton in Catfish pond consisted of 11 genera (99.62%) and zooplankton of 4 genera (0.38%), while in Nile Tilapia pond the type of phytoplankton consisted of 9 genera (97.85%) and zooplankton of 1 genera (2.15%).
DETERMINATION OF WATER QUALITY STATUS BASED ON HEAVY METAL CONTENTS IN THE RAINY AND DRY SEASON USING THE STORET INDEX IN PASURUAN SEA WATERS, EAST JAVA Herawati, Endang Yuli; Arfiati, Diana; Samuel, Pratama Diffi; Dina, Karina Farkha; Anugerah, Putri; Valina, Rahmi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.3

Abstract

Waters that are presumably contaminated with heavy metals need to be observed to ensure the level of pollution to perform water restoration. This study was aimed to determine the status of water quality based on heavy metal contents. The survey method was employed in this study, and it was conducted in Pasuruan sea waters in different seasons; September 2019 represented the dry season, and April 2020 represented the rainy season. The water sampling stations were chosen by using purposive sampling in three sampling locations: the sea waters of Kraton, Lekok, and Nguling districts. The heavy metals and water quality parameters were analyzed by using Storet Index. The results indicated that the highest level of heavy metals was found in Lekok waters in September, consisting of Hg (1.22 mg/l), Cd (1.20 mg/l), and Pb (0.55 mg / l). The seawater of Nguling district had the lowest content in April, while Kraton's seawater was moderate. The water quality status based on the Storet Index suggested that the sea waters of Kraton, Lekok, and Nguling districts were classified as moderately polluted with a score of -16 to -24. The highest score was in September in the rainy season with a score of -24 and the score in April in the dry season was -16. It means that the score is increasing but still in the moderately polluted category. The measurement results of temperature, pH, dissolved oxygen, salinity, and current velocity were in optimum results for aquatic organisms in the dry season or the rainy season. Regarding the water quality status in Pasuruan sea waters, it can be concluded that the heavy metal contents exceeded the quality standard set by the government. Therefore, improved management is required to prevent the deterioration of the pollution status in Pasuruan sea waters
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS AIR DAN KADAR GULA DARAH Gambusia affinis DI PERAIRAN SUNGAI BRANTAS Hertika, Asus Maizar Suryanto; Arfiati, Diana; Lusiana, Evellin Dewi; Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, Renanda
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.4

Abstract

Ikan merupakan salah satu biota perairan yang digunakan sebagai bioindikator karena sangat peka terhadap perubahan lingkungan perairan. Kondisi perairan yang tidak mendukung dapat menyebabkan stress pada ikan yang salah satunya ditandai oleh perubahan kadar gula darah ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas perairan Sungai Brantas dengan kadar gula darah Ikan Gambusia (Gambusia affinis). Penelitian dilaksanakan pada sepuluh lokasi sampling di sepanjang aliran Sungai Brantas dengan mengukur enam parameter kualitas air (in-situ dan ex-situ) dan mengambil sampel Ikan Gambusia untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah tertinggi dan melampaui batas normal ditemukan pada sampel Ikan Gambusia yang ditangkap di wilayah Mojokerto. Kondisi ini berkaitan erat dengan rendahnya kadar DO dan tingginya konsentrasi BOD, ammonia, dan fenol di lokasi tersebut.
Histopathological Changes and Metallothionein Levels in Filopaludina javanica During Depuration Aminin, Aminin; Arfiati, Diana; Andayani, Sri
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 6 No. 3 (2024): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i3.647

Abstract

The heavy metal lead has been reported to pollute waters along the Glagah River, Lamongan Regency, Indonesia. Lead contamination in all organs of the Tutut snail (Filopaludina javanica) was detected at 2.92 ± 0.5 ppm. Therefore, lead contamination can cause severe problems because lead can accidentally accumulate in the human body through the food chain. One effort to reduce risks related to food safety is Depuration. The research aimed to analyze the effect of Depuration using a flushing system on histopathological changes and metallothionein levels in all organs of the spotted snail (Filopaludina javanica). The research used a Completely Randomized Design with four treatments and three replications. Treatment includes flushing time (6 hours, 12 hours, 18 and 24 hours). The MT response was tested statistically using One Way Anova, while the histopathological analysis used a descriptive method by comparing before treatment and after flushing treatment for 24 hours, to determine metallothionein levels, the ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) method was used. The results showed tissue damage in edema, hyperplasia, and vacuolation. Tissue damage before and after Depuration was relatively the same and included in the low category, with damage ranging from (0-6.1%). Meanwhile, metallothionein analysis has not shown a significant decrease in levels. Metallothionein levels increased with the duration of flushing. Further checks showed that the media water used in flushing during Depuration contained Fe and Zn, which resulted in increased MT levels
UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN KONSORSIUM BAKTERI DAN KEPADATAN Chlorella sp.YANG BERBEDA Pratiwi, Rizky kusma; Arfiati, Diana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.341

Abstract

Pengolahan limbah cair sisa budidaya udang di tambak perlu dilakukan sebelum air limbah tersebut masuk ke perairan umum. Dalam proses penurunan bahan organik selalu diperoleh kadar CO2 yang tinggi bahkan melebihi ambang batas untuk perairan umum. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mendapatkan kadar bahan organik terendah dan mengetahui kepadatan terbaik dari mikroalga (Chlorella sp.) yang dapat menurunkan kadar CO2 sampai tingkat terendah dengan waktu tercepat. Metode penelitian adalah RAL dengan 6 perlakuan , 2 kontrol dan 3 ulangan. Masing-masing bak perlakuan diisi 4 liter air (sisa Budidaya Udang Vaname selama 118 hari) dan di tambahkan konsorsium bakteri 3 gram/L lalu ditambahkan mikroalga dengan kepadatan 104 sel/ml, 105 sel/ml dan 106 sel/ml. Pengamatan fisika kimia air dan mikroalga dilakukan setiap 6 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan mengalami penurunan bahan organik yang nilainya hampir sama dengan kontrol. Kadar karbondioksida mengalami penurunan dari kadar 11,88 mg/ L menjadi 0 mg/L setelah 72 jam. Kadar bahan organik mengalami penurunan dari 39.2 mg/l menjadi 0.2 mg/l setelah 54 jam. Selama penelitian suhu berkisar antara 23 - 26°C, pH 7 - 9, oksigen terlarut 6,0 – 9,3 mg/l, salinitas 10 – 13 mg/l. Dapat disimpulkan bahwa bahan organik dapat menurun sampai dengan 99,7 % setelah 54 jam dan CO2 dapat menurun sampai 100 % setelah 72 jam. Apabila diperlukan penambahan mikroalga untuk membantu menurunkan kadar CO2, maka disarankan menggunakan kepadatan mikroalga 106 sel/ml atau 55.5 ml/L agar tidak terjadi blooming mikroalga di perairan umum.
PENAMBAHAN KONSORSIUM BAKTERI DAN AERASI PADA UPAYA PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR SISA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Alvateha, Dini; Arfiati, Diana; Lailiyah, Shofiatul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.346

Abstract

Air limbah tambak udang yang akan dibuang ke perairan umum harus memenuhi baku mutu yang berlaku agar tidak mencemari perairan setempat. Manajemen limbah budidaya yang baik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Penambahan konsorsium bakteri dan aerasi diduga mampu mempercepat penurunan bahan organik pada air limbah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan penurunan kadar bahan organik dan kadar karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat pada air sisa budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan konsorsium bakteri dan aerasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Rancangan penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap menggunakan 6 perlakuan yakni perlakuan aerasi, tanpa aerasi, tutupan, kontrol aerasi, kontrol tanpa aerasi, dan kontrol tutupan dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan uji Tukey hasil terbaik dalam penurunan bahan organik didapatkan pada perlakuan tutupan dengan penambahan konsorsium bakteri pada jam ke-30 yang mengalami penurunan 99,34%, kadar bahan organik awal 61 mg/L menjadi 0,4 mg/L. Penurunan kadar karbondioksida tercepat yakni pada perlakuan penambahan aerasi dan konsorsium bakteri pada jam ke-186 dapat menurunkan kadar karbondioksida (dari kadar awal 29,6 mg/L menjadi 0 mg/L). Kualitas air dapat mempengaruhi kerja dari bakteri yang menguraikan bahan organik dan menghasilkan karbondioksida. Penurunan kadar bahan organik terbanyak dengan waktu tersingkat yakni dengan perlakuan tutupan pada jam ke-30, dan penurunan karbondioksida terbanyak dengan waktu tersingkat dengan perlakuan aerasi pada jam ke-186.
WATER QUALITY DYNAMICS IN MILKFISH PONDS WITH WATER SOURCE FROM WASTEWATER OF VANAME SHRIMP CULTURE Arfiati, Diana; Safara, Raisa; Khofiffah, Agnes
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i2.1736

Abstract

Wastewater from vaname shrimp culture with a semi biofloc system, was used for milkfish cultivation without additional feed. Fish seeds are stocked 4000 with 18 days of age. The Milkfish pond is 2000 m2, the water level is 0,7 m. Water quality was observed 2 months cultivation. Water samples were taken everyweeks around 9 am, from March to April 2022. During the research, temperature, brightness, pH, dissolved oxygen, CO2 and salinity were relatively stable, except for nitrate and phosphate levels. First observation the levels of nitrate were 0,059 mg/l and phosphate was 0,064 mg/l. When the fish were 2,5 months, nitrate levels increased by 425,4% to 0,31 mg/l and phosphate increased by 479,7% to 0,371 mg/l. This increase is thought the addition of residual water from vannamei shrimp cultivation, so that the pond water level becomes 80 cm. Observation of milkfish at the age of 3 months, nitrate levels decreased 42,6% to 0,178 mg/l and phosphate decreased 8,4% to 0,34 mg/l. This decreasing is thought because nitrate and phosphate are used as a source of nutrients for phytoplankton. The milkfish are 3,5 months, the nitrate level decreases by 58,4% to 0,074 mg/l, but the phosphate level increases by 8,24% to 0,368 mg/l. The increase in phosphate is thought to be from the decomposition of fish feces. And the decreasing of nitrate because used as a source of nutrients for phytoplankton. Water quality monitoring must be carried out regularly, to preserve pond water quality.
Co-Authors Abdul Rahem Faqih Abdul Wafi Abimanyu Bayu Saputra Adita Ramadanti Afella Osa Agnes Khofiffah Agum Bayu Gumelar Agung Pramana Warih Marhendra Aida Sartimbul Aisyah, Fidhiyah Dita Dahria Aisyah, Jumrotul Alfarisi, Muhammad Asnin Alif Raditya Amirul Huda Alvateha, Dini Amin Leksono Aminin, Aminin Aminuddin Firdaus Andi Kurniawan Andi Masriah Aniek Masrevaniah Aniek Masrevaniah Anjasmara, Aang Setyawan Anna Catharina Sri Purna Suswati Anugerah, Putri Anwari, Zaki Apriliyanti, Fisma Josara Arning Wilujeng Ekawati Arning Wilujeng Ekawati Asus Maizar Asus Maizar Suryanto H Asus Maizar Suryanto Hertika Athaillah Mursyid Athaillah Mursyid Audina I. Pratiwi Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, Renanda Bagyo Yanuwiadi Bambang Semedi Cahya, Muhamad Dwi Cakrawira Gundo Catur Budi Noviya Dewi Nur Setyorini Dian Vidiastuti, Dian Diana Putri Renitasari Dina, Karina Farkha Dini Alvateha Djaduk, Saddam Langkung Dyah Tri Rahayu Ekki Windi Endang Yuli Herawati Ertikasari, Nuning Evellin Dewi Lusiana Evellin Dewi Lusiana, Evellin Dewi Evi Veronica Faizal Kasim Feni Iranawati Fidhiyah Dita Dahria Aisyah Firdaus, Aminuddin Fresty Esmi Samber Gayatri, Alifia Gunawan Wibisono Guntur Guntur Hadi Nur Rohman Hadiana, Hadiana Hamami, Syeftyan Muhammad Ali Happy Nursyam Hartati Kartika Ningsih Heri Ariadi Herwati Umi Subarijanti Hu, Shao-Yang Inayah, Zakiyyah Nur Irawati Mei Widiastuti Irsyah Rahmi Jefri Permadi Karimah Karimah Karina Farkha Dina Karina Farkha Dina Karina Farkha Dina Khofiffah, Agnes Kurnianingsih, Asmiyati Kusriani Kusriani Kusuma, Wahyu Endra Lailiyah, Shofiatul Lazimatun Nazifah Ledhyane Ika Harlyan Lestariaji, Chandika Lini Murni Listiya Gita Lesmana Loka, Widi Ayom Maharani, Patricia Dita Maheno Sri Widodo, Maheno Sri Marsoedi Marsoedi Marsoedi Marsoedi Maulidiyah, Vika Mazaya, Amalia Febryane Adhani Miftahul Khair Kadim Miftahul Khair Kadim Mochammad Sholichin Mohammad Mahmudi Mohammad Qodri Fitra Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Nafar Amani Syams Muhklas Shah Winarno Mulyanto Mulyanto Mutia Nur Hayati Nadiro, Vina Nur Nanik Retno Buwono Neni Diah Kusumaning Arum Nia Kurniawan Nuddin Harahap Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nur Maulida Safitri Nur Syahid, Nur Nurhabib, Asro Nurhalisa Nurhalisa Nurkhasanah, Anissa Aprilia Orchida, Kharisma Pane, Elya Putri Patresna, Laelatul Nisa Permanasari, Setya W. A. Prabandani, Alfurena Pratama Diffi Samuel Pratiwi, Rizky Kusma PURWANTI PURWANTI Puspitasari, Asthervina Widyastami Putra, Renanda Baghaz D.S. Putri Anugerah Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo Rahmi Nurdiani Rahmi Valina Raisa Safara Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra Renitasari, Diana Putri Ristianadewi, Priska Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rukmini Rukmini Safara, Raisa Samuel, Pratama Diffi Saputri, Nadya Agustarina Sartika Tangguda Savira, Riza Sawiya Sawiya Septi Anitasari, Septi Setya Widi A. P. Shao-Yang Hu Shofiyatul lailiyah Shofiyatul Lailiyah Shofiyatul Lailiyah Slamat Slamat Soemarmo Soemarmo Soemarno Soemarno Sofiatul Sri Andayani Sri Andayani Sri Andayani Sri Dayuti Sri Intan Anggraini Sri Lestari Styaningrum, Nimas Suliswanto Suliswanto Supriatin, Febriyani Eka Syarifah Hikmah Julinda Sari Tangguda, Sartika Taufik Budhi Pramono Taufik Budhi Pramono Tinny D Kaunang TIWI NURJANNATI UTAMI Umi Zakiyah, Umi Valina, Rahmi Vina Nur Nadiro Widyastami, Asthervina Winarno, Muhklas Shah Yanuhar, Uun Yenny Risjani Yuni Kilawati Zakiyyah Nur Inayah Zakiyyah Nur Inayah