Claim Missing Document
Check
Articles

OPPORTUNITIES AND CHALLENGES BENTENG PANCASILA CAMPUS AT SEBELAS MARET UNIVERSITY Sutimin, Leo Agung; Bramastia; Djono; Winarno; Rawanoko, Endrise Septina; Tarsidi, Deni Zein; Salsalova, Andrea
JURNAL SETIA PANCASILA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Setia Pancasila, September 2025
Publisher : PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelas Maret University Surakarta declared itself a Pancasila Fortress Campus, one of its objectives being to prevent the recurrence of events that undermined the Pancasila ideology in the past, including radicalism and intolerance; this was announced when UNS commemorated Pancasila Day on 1 October 2018. As a consequence of this declaration, UNS has constructed six places of worship located in a single area, namely: Mosques, Catholic churches, Christian churches, Buddhist temples, Hindu temples, and Chinese temples. This study uses qualitative methods, with data collection techniques using document studies or documentation, namely from books and articles related to the challenges of Pancasila as the ideology and foundation of the Republic of Indonesia.  In efforts to strengthen itself as a Pancasila Fortress Campus, there are several programs and activities that have been and continue to be implemented, including Pancasila Education lectures; Citizenship Education; and the establishment of the Pancasila Implementation Study Centre (PSPP). The challenges faced by UNS as a Pancasila Fortress Campus include individualism, market liberalism, radicalism, religious fundamentalism; the weakening of the practice and actualisation of Pancasila; and the lack of Pancasila role models.
PENGEMBANGAN EDUPRENEURSHIP MELALUI KANTIN KEJUJURAN UNTUK PENGUATAN LITERASI KEWARGANEGARAAN DAN NUMERASI SISWA Ati Aryani; Deni Zein Tarsidi; Joko Daryanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35308

Abstract

This study aims to analyze the role of implementing honesty canteens in shaping students’ character and numeracy skills through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review examines various studies discussing the effectiveness of honesty canteen programs as a medium for character education within school environments. Data were obtained from five articles identified through Google Scholar based on PRISMA criteria. The findings indicate that honesty canteens make a significant contribution to fostering students’ values of honesty, responsibility, discipline, and integrity through experiential learning. In addition to serving as a means of internalizing moral values, honesty canteens also have the potential to develop basic numeracy skills through transactional activities involving price calculation, payment, and change. However, the success of this program’s implementation depends on the support of school culture, teachers’ role modeling, and student participation. Overall, the honesty canteen represents a contextual, integrative, and relevant approach to character education aligned with the principles of 21st-century learning.
KETERKAITAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Salsabila Mar’atu Nurfatihah; Salsabilah Nethia Putri; Yolanda Cahya Saputri; Deni Zein Tarsidi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kys93y59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar, kedisiplinan, serta kemampuan peserta didik dalam memahami nilai-nilai Pancasila. Pola asuh demokratis yang ditandai dengan komunikasi terbuka, dukungan emosional, serta pengawasan belajar yang konsisten mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi anak dalam pembelajaran. Sebaliknya, pola asuh permisif atau kurang tegas berdampak pada rendahnya kedisiplinan, lemahnya kontrol diri, serta berkurangnya kesadaran anak terhadap kewajiban sekolah. Motivasi orang tua, baik melalui penguatan verbal, teladan, maupun penyediaan fasilitas belajar, juga terbukti memperkuat proses internalisasi nilai moral dan sosial yang diajarkan dalam Pendidikan Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Pancasila tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada keterlibatan aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama.
Social learning in karawitan education: contemporary patterns of cultural transmission in elementary schools of Surakarta Karsono, Karsono; Khusnul Mutiara Wardani; Joko Daryanto; Endrise Septina Rawanoko; Deni Zein Tarsidi; Moh. Salimi; Brian Rusty Santosa
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol. 12 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jpsd.v12i2.a31644

Abstract

This study explores contemporary patterns of cultural transmission of gamelan among children in Surakarta through the interconnection between formal school learning and community-based learning. Using an ethnopedagogical perspective grounded in Social Learning Theory (Bandura, 1986), the research examines how observation, imitation, modeling, and reinforcement function as interconnected processes in karawitan education. Data were collected through an ethnographic approach that included interviews, observations, and visual documentation by observing extracurricular practices and gamelan learning activities in elementary school programs in Surakarta. The findings show that gamelan learning functions not only as musical instruction but also as a moral enculturation process, where collective practices cultivate social values such as rukun (harmony), gotong royong (cooperation), and tata krama (cultural respect). These findings affirm that the sustainability of Javanese musical heritage depends on active collaboration between schools and local communities, which transforms traditional music into a living pedagogical medium. Integrating traditional arts into formal education can foster mindful, meaningful, and joyful learning, a culturally grounded approach that blends skills, empathy, and collective happiness.
Kampus Benteng Pancasila sebagai Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan: Integrasi Nasionalisme dan Kewargaan Global Tarsidi, Deni Zein; Bramastia, Bramastia; Sutimin, Leo Agung; Winarno, Winarno; Djono, Djono; Rawanoko, Endrise Septina; Salsalova, Andrea
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7779

Abstract

Gagasan Kampus Benteng Pancasila berangkat dari pertanyaan yang sederhana namun menentukan: bagaimana kampus dapat menjadi laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan yang mampu mengintegrasikan nasionalisme dan kewargaan global tanpa menjadikan keduanya saling meniadakan. Artikel ini bertujuan menjelaskan mekanisme integrasi tersebut melalui desain kualitatif dengan metode studi kasus di Universitas Sebelas Maret. Data dihimpun dari analisis dokumen institusional dan dokumen program, observasi pada ruang serta aktivitas kampus yang berfungsi sebagai simpul nilai, dan wawancara semi-terstruktur dengan civitas akademika (pengelola program, dosen, dan mahasiswa lintas latar). Analisis tematik menunjukkan empat temuan utama: (1) Pancasila bekerja sebagai pengalaman ruang yang menormalisasi perjumpaan lintas identitas; (2) integrasi nilai menguat ketika pembelajaran bergerak melalui pengalaman partisipasi yang disertai refleksi moral; (3) kewargaan global paling bermakna saat berjangkar pada tanggung jawab kebangsaan dan diterjemahkan ke isu-isu publik yang dialami mahasiswa; (4) kualitas dialog dan rasa diakui menjadi prasyarat agar keterlibatan tidak jatuh ke kepatuhan seremonial. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menawarkan konsep “arena integrasi” sebagai model kerja kampus melalui ruang proyek kewarganegaraan, pengalaman, refleksi, dan dialog dirajut sebagai rangkaian cara untuk membentuk nasionalisme yang matang dan kewargaan global yang membumi. Keterbatasan studi ini terletak pada sifatnya sebagai kasus tunggal dan belum menelusuri dampak jangka panjang, sehingga riset komparatif lintas kampus dan studi longitudinal disarankan untuk menguji ketahanan mekanisme integrasi serta menyusun indikator operasional yang lebih tajam.
Analisis Relevansi dan Adaptabilitas Modul Ajar Pendidikan Pancasila Shofiatul Thoriqoh Alfadillah; Syifa Luthfia Afif; Zayda Zahra Salsabilla; Deni Zein Tarsidi
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.146

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk memanfaatkan modul ajar yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai acuan pembelajaran. Namun, pada prakteknya, banyak guru menggunakan modul tersebut secara langsung tanpa mengkaji relevansi dan adaptabilitasnya terhadap karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptabilitas modul ajar Pendidikan Pancasila yang digunakan di sekolah dasar, khususnya ditinjau dari kemampuan belajar peserta didik, kondisi kelas, dan kebutuhan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru kelas V sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modul ajar telah disusun secara sistematis dan sesuai dengan capaian pembelajaran kurikulum, implementasinya belum sepenuhnya relevan dengan kondisi nyata peserta didik. Selain itu, modul ajar belum diadaptasi secara optimal untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar, termasuk peserta didik yang mengalami kesulitan membaca dan memiliki kebutuhan khusus. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peran guru dalam melakukan adaptasi modul ajar agar pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat berlangsung secara bermakna, kontekstual, dan inklusif.
Co-Authors Adinda Valerina Tahta Agustin, Putri Andrea Salsalova Ati Aryani Aulia Rahma Itsnaningtyas Ayu Susilowati Azhar Nur Fitriani Azizah Malika Salsabilah Bagas Priyambodo Berta Putri Aprilia Bondan Wira Pranatama Bramandita Restu Fauzan Bramastia Bramastia, Bramastia Brian Rusty Santosa Citra Indri Pramesti Regina Damasa Fida Anggra Dewi Darda Abdullah Sjam Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dea Ayu Scarleta Delila Kania Delila Kania, Delila Denada Dian Saraswati Desi Fitri Utami Dessy Ayu Artika Desy Nur Afriyani Dina Ernawati Dinda Demes Sagita Djono Djono Djono Eka Dayani Yulianti Eki Karuniawati Elida Rifghana Nur Elvira Aulia Rahma Endrise Septina Rawanoko Ersalina Widya Rahma Fadhilah, Muhamad Tegar Galang Budi Prakoso Gilang Surya Leksana Henny Widiawati Hidayati, Isnaini Nurul Hieronymus Purwanta Indah Kurniasari Joko Daryanto Joko Daryanto Joko Daryanto Karim Suryadi Karim Suryadi Karsono Karsono Keyla, Zifora Putri Kharisma Ingera Millennia Khusnul Mutiara Wardani Kurnia Sri Wahyuni Laila Inayatul Isnaini Leo Agung Sutimin Lina Ariani Lindha Puspitaning Cahya Maharani, Ervina Maya Candra Dewi Ma’ruf Nur Ramadan Moh Salimi Muhammad Ilman Nashir Muhammad Ridwan Maulana Muhammad Zahran Ramadhan Mumtaza, Izzatun Nuha Munna Indra Lisa Nadya Qonita Syahira Naila Miftakhul Janah Najwa Anggari Namira Shifa Chaerunnisa Natasya Megumi Neo Fanda Bintang Purnalyta Nilam Cahya Sholikah Nita Dwi Ariyanti Nova Noer Cahyani Novyta Puspasari Nur A'ini Nur Endratno, Sholichin Nur Fadhilah Nur Mala Ni’matul Fadhilah Nur Rahma Nugraheni Nur Saudah Nur Setyo Jatiningtyas Nurcahyani, Oktavia Nurlaely Wulan Rahmawati Nurul Wahidah Putri Ardila Nurvitasari Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Raihana Aisyah Rawanoko, Endrise Septine Refi Sofiana Rifqy Ali Alfauzan Riski Andita Putri Risma Dwi Astuti Rofi’ah Putri Kusumastuti Rosilah Minarsyil Rosita Putri Damayanti RR. Ella Evrita Hestiandari Sabrina Salma Fida Sahitya Indriati Pratiwi Sahra Suqyaa Rahmatina Salahudin, Rivan Kusnan Haris Salma Nabilah Rachmawati Salma Zahratun Nisa Salsa Billa Ajrina Salsabila Mar’atu Nurfatihah Salsabilah Nethia Putri Salsalova, Andrea Sanaz Rena Dipta Sahara Selvyana Mahita Sari Setyorini, Winda Putri Shafira Maya Relegia Shelly Nur Yulianti Shofiatul Thoriqoh Alfadillah Silfia Yahrotus Salsabila Silvia Rizki Oktavia Sondang, Sondang Stefani, Nindi Ardhita Suderajat Fivan Imani Sutimin , Leo Agung Sutimin, Leo Agung Syaffatus Novitryana Arta Putri Syafitri Aisyah Ardhia Putri Syifa Luthfia Afif T Heru Nurgiansah Tita Putri Nur Fadhilah Tri Sutantina Triyanto Viola Puspita Sari Waskitho, Olivia Marcha Widarsih Widya Gustian Ramadhanty WINARNO Winarno Winarno Winarti Rusviani Wirdiyana, Nina Yesa Angelina Maharani Yolanda Cahya Saputri Yunia Parmastuti Yusuf Nurhidayat Zahrotunnisa’ Zakiyyah Afrahas Sholikhah Zakki Abdillah Sjam Zakki Abdillah Sjam Zayda Zahra Salsabilla Zulfa Aswida Najib