Claim Missing Document
Check
Articles

Extra Gastrointestinal Stromal Tumor Pada Ovarium, Kasus Jarang Nana Liana; RZ Nizar; Aswiyanti Asri; Hera Novianti; Andi Friadi
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.4.2.173-182.2020

Abstract

Objective : This article objective is to describe a woman with extra gastrointestinal stromal tumor (extra GIST) in ovary; Method : A case report and literature review; The author reports a woman 54 years old with complaints of swelling in the abdomen. Tumors suspected originate from ovary with an extension to abdominal wall. The patient had history of previous ovarian tumor surgery with pathological anatomy diagnosis was thecoma. Working diagnosis of the patient was residif ovarian malignancy and then suboptimal debulking was performed. Microscopically, ovarian tumors appear cellular and diffuse, partially arranged fascicles. Cells with rounded-spindle nuclei, mitosis ≥ 4 per 10 HPF. The conclusion was malignant thecoma which metastasizes to peritoneum and omentum. Differential diagnosis were GIST and leiomyosarcoma. Immunohistochemistry examination was performed with  Calretinin and CD117 to rule out the differential diagnosis. Calretinin were negative  and CD117 were strongly positively smeared. Based on the morphology and positive CD117 results, diagnosis was extra GIST of ovary.; Conclusion: Extra GIST in the ovary is an unusual location so that it can be misdiagnosed as a gynecological disorder. The differential diagnosis at this location is quite limited including thecoma, fibrothecoma and leiomyosarcoma.Keywords: extra gastrointestinal stromal tumor, ovary, thecoma
Ovarian Clear Cell Carcinoma which Detected in Ascitic Fluid Smear Muthia Kamelia; Aswiyanti Asri; Syamel Muhammad
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.5.2.269-277.2021

Abstract

Objective: To report the case of ovarian clear cell carcinoma with involvement of both ovaries and metastatic to ascitic fluid and the label mass in the bladderMethod: Case Report  Case: A 51 years old female presented with enlarging abdominal with gradual pain. The result of transabdominal sonography were multiple cysts with solid mass, suspected solid cystic ovarian neoplasm and ascites. The patient prepared for laparotomy; optimal debulking surgery, mass resection from bladder. Cytology examination was performed from ascitic fluid and it was confirmed by histopathology examination.Result: Microscopic features on cytology examination of ascitic fluid smear was suggest carcinoma. Histological examination was confirmed the diagnosis and the result was ovarian clear cell carcinoma. Discussion: Ovarian clear cell carcinoma is a rare subtype of epithelial ovarian cancer and comprises about 5-10% of ovarian carcinomas. Clear cell carcinoma tends to occur in the fifth to seventh decades. Cytology examination showed the cellular smear consists of groups of epithelial cells with large nucleus, hyperchromatic, pale-staining, vacuolated cytoplasm. There is also eosinophilic, extracellular substance. The presence of a tumor in ascitic fluid and the label mass in the bladder can categorize become IIB. This determined based on the FIGO’s ovarian tumor staging system.Keywords: ovarian clear cell carcinoma; ascitic fluid.
Malignant GIST DOG-1 Positif Pada Colon Dengan Metastasis Pada Jaringan Paraovarium Dan Cairan Asites Dini Andri Utami; Aswiyanti Asri; Hera Novianti; Andi Friadi
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.4.2.183-193.2020

Abstract

Gastrointestinal stromal tumors (GISTs) are the most common mesenchymal neoplasm of gastrointestinal tract that originate from Interstitial Cell of Cajal (ICC). The correct diagnosis of GISTs is important for therapeutic reasons of imatinib. Recently, DOG-1 has been introduced as an important diagnostic marker with high sensitivity and specificity. We report a caseof 40 years old woman with pain and swollen stomach in left lower quadrant since four month before come to the hospital. Ultrasound examination showed hipoechoic lession in the posterior of uterus and ascites. Paraovarian mass attached to the transverse colon and ascites was found on surgery. Histopathology diagnosis was a mesenchymal stromal tumour suggestive malignant GIST. Citological examination of asites fluid show a malignancy metastases. Immunohistochemistry showed negative for c-kit and positive for DOG-1, the conclusion is a GIST. Immunohistochemistry examinations are important to make defenitive diagnosis for GIST.  C-kit-negative GIST sare still rare, but defenitive diagnosis must be made because related to target therapy. DOG 1 has been proven in 89% of c-kit-negative GIST and claimed more sensitive and spesific.Keywords: GIST, c-kit, DOG-1, ICC, paraovary
HUBUNGAN EKSPRESI TOPO2A DAN HER-2 DENGAN FAKTOR PROGNOSTIK HISTOPATOLOGIK KARSINOMA PAYUDARA INVASIF TIDAK SPESIFIK Yessy Setiawati; Salmiah Agus; Aswiyanti Asri; Tofrizal Tofrizal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2S.961

Abstract

Resistensi pengobatan yang ditandai dengan kekambuhan lokal-regional serta timbulnya efek samping sistemik yang hebat terhadap terapi non-bedah salah satu penyebab tingginya angka kematian pada penderita karsinoma payudara. Kemoterapi berbasis anthracycline diketahui lebih efektif mencegah kekambuhan lokal-regional namun berisiko terhadap kegagalan jantung sehingga dibutuhkan penanda spesifik untuk pemberian kemoterapi ini. TOPO2A merupakan molekul target direk anthracycline. Ekspresi protein dan kelainan gen TOPO2A diduga dapat dijadikan indikator pemberian anthracycline akan tetapi hasil penelitian saat ini masih ditemukan kontroversi. Kelainan gen TOPO2A selalu dikaitkan dengan amplifikasi gen HER-2 karena keduanya terletak pada kromosom yang sama dan diduga berhubungan dengan sensitifitas terhadap kemoterapi berbasis anthracycline. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 kasus karsinoma payudara invasif tidak spesifik yang dilakukan re-evaluasi terhadap jumlah mitosis dan derajat histopatologik. Ekspresi TOPO2A dan HER-2 dinilai secara imunohistokimia masing-masing pada inti dan membran sel, kemudian dinilai hubungannya dengan jumlah mitosis dan derajat histopatologik dengan menggunakan T-test, Oneway Anova dan Chi square test. Uji statistik bermakna jika nilai p<0,05. Overekspresi TOPO2A dan HER-2 masing-masing ditemukan pada 18 kasus (36%) dan 10 kasus (20%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara ekspresi TOPO2A dengan jumlah mitosis (p=0.004) dan derajat histopatologik (p=0.006), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi HER-2 dengan jumlah mitosis (p=0.72) dan derajat histopatologik (p=1,000). Ekspresi protein TOPO2A secara konsisten berhubungan dengan karsinoma payudara yang agresif dibandingkan dengan ekspresi HER-2 dan dapat digunakan sebagai penanda prognostik terhadap pemberian kemoterapi berbasis anthracycline.
Identifikasi Ekspresi Gen Myc pada Subkultur MCF-7 Breast Cancer Cell Line dengan Sel Punca Yuastika Puspita Sari; Hirowati Ali; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.897

Abstract

Kanker payudara yang paling banyak ditemukan adalah subtipe luminal A dengan karakteristik Estrogen Reseptor+. Subjek penelitian akan diwakili oleh cell line MCF-7 dan Umbilical Cord Blood Mesenchymal Stem Cell (UCBMSC). Over expression Myc pada kanker payudara mengakibatkan sel kanker menjadi lebih invasif dan terjadi resistensi terhadap terapi hormonal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ekspresi gen Myc pada cell line MCF-7 sebelum dan sesudah pemberian sel punca. Penelitian ini menggunakan desain experimental secara in vitro. Sampel menggunakan MCF-7 dan sel punca yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu K1 (kelompok kontrol MCF-7), K2 (kelompok kontrol sel punca), P1 (perlakuan subkultur MCF-7 dengan sel punca inkubasi 24 jam), dan P2 (inkubasi 48 jam). Kemudian, dilakukan isolasi RNA, sintesis cDNA, dan ekspresi Myc diperiksa menggunakan PCR dan elektroforesis. Analisa data yang digunakan adalan One Way ANOVA dan post-hoc LSD. Hasil analisis bivariat didapatkan p<0,05. Dari uji post-hoc LSD tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara K1 dengan P1, K1 dengan P2, dan K2 dengan P2. Namun, tetap ditemukan perbedaan yang bermakna antara K2 dengan P1 dan P1 dengan P2. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi gen Myc pada subkultur antara MCF-7 breast cancer cell line dengan pemberian sel punca mesenkimal.
Korelasi antara Latent Membrane Protein-1 Virus Epstein-Barr dengan P53 pada Karsinoma Nasofaring (Penelitian Lanjutan) Yenita .; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v1i1.1

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor yang unik karena etiologi dan distribusi endemiknya. Di daerah endemik, etiologi KNF berkaitan dengan infeksi EBV. Infeksi EBV yang laten dan persisten pada KNF menunjukkan pola laten tipe II yang ditandai dengan ekspresi EBNA-1, LMP-1, 2 dan EBER. LMP-1 merupakan gen laten EBV yang pertama ditemukan yang dapat mentransformasi galur sel, merubah fenotip sel, menginduksi proliferasi dan mencegah apoptosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara ekspresi LMP-1 EBV dengan ekspresi p53 pada KNF. Cara: Empat puluh sembilan slaid HE dan blok parafin dari KNF dianalisis dan dipulas secara imunohistokima dengan antibodi LMP-1 EBV dan p53. Korelasi antara ekspresi LMP-1 dengan ekspresi p53 diuji dengan menggunakan uji Korelasi Pearson. Nilai p
Efek Pemberian Vitamin C terhadap Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar yang Terpapar Timbal Asetat Arifuddin Arifuddin; Aswiyanti Asri; Elmatris Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.471

Abstract

AbstrakPaparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim yang bekerja sebagai antioksidan esensial dalam tubuh. Vitamin C merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas.Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pemberian vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar yang terpapar plumbum asetat dan dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini dilakukan pada 28 ekor tikus wistar jantan, berumur 3 bulan, berat badan ± 200 gr. Didapatkan bahwa pada pemaparan timbal 50 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati tikus wistar. Penambahan vitamin C 50 mg/kgBB/hari dan 75 mg/kgBB/hari pada tikus yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk pada hati tikus wistar. Berdasarkan uji t berpasangan ternyata tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,501). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar (p = 0,000). Secara statistik pemberian kedua dosis vitamin C ini tidak memberikan perbedaan yang bermakna (p = 0.379).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh proteksi vitamin C terhadap mikroskopis hati tikus wistar yang telah terpapar timbal asetat.Kata kunci: Timbal Asetat, Gambaran Histopatologi Hati, Vitamin C, Plumbum Asetat, Manja Roenigk AbstractExposure of lead acetate can caused cell injury in liver and decrease activity of enzyme which works as essential antioxidant in body. Vitamin C is a natural compound as potent antioxidant and free radical binding.The objective of this study was to determine the effect of vitamin C on liver histopathology in exposed lead acetate wistar rats. This research was conducted at Pharmacy Laboratory and Pathology laboratory, Faculty of Medicine, Andalas University. The study performed on 28 male Wistar rats, 3 months old, body weight 200 g.             It was found that 50 mg/ kgBW/day of lead exposure for 4 weeks increased Manja Roenigk’s grading of wistar rat’s liver. Administration of vitamin C 50 mg/kgBW/day and 75 mg/kgBB/day to rat which exposed to lead acetate showed decrease in score of Manja Roenigk on wistar rat’s liver. Based on paired sample t test was not significant difference score of Manja Roenigk between unexposed and exposed lead acetate (p = 0.501). Based on one way Anova test was found  a significant effect of vitamin C to histopathology of wistar rat’s liver (p = 0.000). Statistically administration of both dose vitamin C did not give significant difference (p = 0.379).The conclusion of this study show  there is the effect of protection from administration of vitamin C to microscopic Wistar rat liver which exposed to lead acetateKeywords: lead acetate, histopathology of liver, vitamin C, plumbum acetate, Manja Roenigk
Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Gambaran Histopatologi Gaster Tikus Wistar yang Diinduksi Indometasin Alan Mustaqim; Aswiyanti Asri; Almurdi Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.751

Abstract

Indometasin dikonsumsi untuk mendapatkan efek analgetik, antipiretik dan antiinflamasi, namun memiliki efek samping yang menyebabkan kerusakan mukosa gaster. Gel lidah buaya (Aloe vera) mungkin dapat memperbaiki mukosa gaster. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap gambaran histopatologi gaster tikus wistar. Penelitian ini dilakukan dari Juli 2015 sampai Januari 2016 di Animal House FK Unand dan Laboratorium Patologi Anatomi FK Unand. Penelitian ini dilakukan pada tikus putih strain Wistar jantan (n=24) dan dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol (indometasin 30 mg/kgBB), perlakuan 1 (indometasin + gel lidah buaya 1 ml), perlakuan 2 (indometasin + gel lidah buaya 2 ml), perlakuan 3 (indometasin + gel lidah buaya 3 ml). Pengamatan dilakukan pada hari ke-14. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik One- way Anova dilanjutkan Post Hoc LSD dengan α=0,05. Pemeriksaan histopatologi gaster menunjukkan bahwa kerusakan mukosa paling berat ditemukan pada kelompok kontrol dengan skor rata-rata integritas mukosa 1,80, kemudian kelompok perlakuan 3 (1,23), kelompok perlakuan 1 (0,93), dan paling sedikit kerusakan pada kelompok 2 (0,77). Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan perlakuan 1 ataupun perlakuan 2, sementara antara kelompok kontrol dengan perlakuan 3 tidak signifikan. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap perbaikan kerusakan mukosa gaster tikus wistar yang diinduksi indometasin dengan dosis gel 1ml dan 2ml.
Profil Tumor Ganas Ovarium di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Periode Januari 2011 Sampai Desember 2012 Iwani Rahmah Rambe; Aswiyanti Asri; Adrial Adrial
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i1.26

Abstract

AbstrakTumor ganas ovarium menempati urutan ketiga setelah tumor ganas serviks dan tumor ganas payudara yang menyebabkan kematian di Indonesia. Penelitian ini didapatkan 143 kasus tumor ganas ovarium. Distribusi profil tumor ganas ovarium berdasarkan umur terbanyak pada kelompok umur 31-40 tahun sebanyak 45 kasus (31,46%), berdasarkan jumlah paritas yang terbanyak adalah pada kelompok paritas 1-3 sebanyak 77 kasus (66,37%), berdasarkan status perkawinan yang terbanyak ditemukan pada perempuan yang sudah menikah sebanyak 116 kasus (81,11%), berdasarkan sel asal tumor terbanyak ditemukan dari sel epitel sebanyak 137 kasus (95,80%), dan berdasarkan subtipe histopatologi yang terbanyak adalah kistadenokarsinoma ovarii serosum sebanyak 72 kasus (50,35%).Kata kunci: tumor ganas ovarium, paritas, sel asal tumorAbstractMalignant ovarian tumour is third rank after malignant cervic tumour and malignant breast tumour that cause death in Indonesia. The research found 143 cases of malignant ovarian tumours. Distribution profile of malignant ovarian tumours by the age of majority in the age group 31-40 years were 45 cases (31,46%), based on the highest number of parity is the parity group 1-3 were 77 cases (66,37%), based on marital status which is mostly found in women who are married as many as 116 cases (81,11%), based on the origin of the tumour cells were observed on the epithelial cells by 137 cases (95,80%), and based on the histopathological subtype is most serosum ovarian cystadenocarcinoma were 72 cases (50,35%).Keywords: malignant ovarian tumours, parity, origin of the tumor
Profil Karsinoma Kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Priode Januari 2009 sampai Desember 2011 Muflikal Hamdi; Asril Zahari; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.261

Abstract

AbstrakPada stadium awal carcinoma colorectal tidak menunjukan gejala klinis yang khas, sehingga sebagian besar penderita datang pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat profil carcinoma colorectal di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini dilakukan pada periode Januari 2009 sampai Desember 2011 dengan metode deskriptif retrospektif . Data penelitian diambil dari rekam medis penderita carcinoma colorectal dalam penelitian yang telah dilakukan pada bulan Juni 2012 sampai bulan Oktober 2012. Pada penelitian ini di temukan 260 kasus carcinoma colorectal dengan histopatologi terbanyak yaitu adenokarsinoma 217 kasus (83,47%) dan grading/diferensiasi II sebanyak 93 kasus (42,85%). Insiden carcinoma colorectal ditemukan pada perempuan lebih tinggi daripada laki-laki dengan perbandingan 1,18 : 1. Kelompok umur terbanyak adalah 51-60 tahun (28,08%) dengan usia termuda 16 tahun dan tertua 86 tahun. Lokasi carcinoma colorectal tersering ditemukan di rektum 131 kasus (50,39%) disusul rektosigmoid 37 kasus (14,23%) dan sigmoid 27 kasus (10,39%) dengan gejala klinis terbanyak BAB berdarah dan berlendir. Pada saat skrining dengan melakukan rektal toucher masa carcinoma colorectal akan dapat teraba, sehingga kasus ini dapat ditemukan pada stadium dini dan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini dapat diturunkan.Kata kunci: profil, carcinoma colorectal, patologi anatomi AbstractIn the early stages of colorectal carcinoma does not show typical clinical symptoms, so most people come at an advanced stage. The objective of this study was to determine the profile of colorectal carcinoma in the anatomic pathology laboratory Andalas University Faculty of Medicine.The research was conducted during the period January 2009 until December 2011 with retrospective descriptive method and the data were taken from the medical records of patients with colorectal carcinoma in the research that has been conducted in June 2012 until October of 2012. Found in this study in 260 cases of colorectal carcinoma with the highest histopathology adenocarcinoma 217 cases (83.47%) and grading/differentiation II as many as 93 cases (42.85%). Colorectal carcinoma incidence found in women is higher than men with a ratio of 1.18: 1. Largest age group was 51-60 years (28.08%) with the youngest aged 16 and the oldest 86 years. Most common location of colorectal carcinoma was found in the rectum 131 cases (50.39%) followed rektosigmoid 37 cases (14.23%) and sigmoid 27 cases (10.39%) with clinical symptoms defecate most bloody and slimy. The screening by rectal toucher will be seen colorectal carcinoma clearly, so this case can be found at an early stage and morbidity and mortality from this disease can be reduced.Keywords: profile,colorectal carcinoma, anatomic pathology
Co-Authors Adrial Adrial Adrial Adrial Afriani - Afriani Afriani, Nita Aisyah Elliyanti Alan Mustaqim Almurdi Almurdi Andi Friadi Anggrainy, Fenty Antonius, Puja Agung Arifuddin Arifuddin Aristya Rahadiyan Budi Arni Amir Arnofyan, Budi Pratama Asril Zahari Asril Zahari Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Daan Khambri Danuwirya, Muhammad Reko Deddy Saputra Desi Aliefia Dessy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dini Andri Utami Dutia Gestin Dutia Gestin Edison Eka Fithra Elfi, Eka Fithra Eka Nofita Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Etriyel Myh Febriyanti, Rizka Fedrivia, Rannia Ginting, Desi Scorpinasari Hafni Bachtiar Hardian, Sonny Hardisman Hasmiwati Hasnaini Hasnaini henny Mulyani Henny Mulyani Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti, Hermafasya, Ayu Octarin Hirowati Ali Histawara Subroto Husna Yetti Husnil Kadri iftahillah - iftahillah Iwani Rahmah Rambe Julizar Julizar Kamelia, Muthia Karmia, Hudila Rifa Kusumardani, Dini Laila Isra Laila Isrona liana, nana Lismawati Rasyd Malinda Meinapuri Mayorita, Pamelia Meta Zulyati Oktora Miftah Irramah Mohamad Reza Muflikal Hamdi Muhamad Febry Muthia Kamelia Nabilla Mahyenda Nadhira Isza Qushoyyi Nadia Oktarina Nana Liana Nana Liana Nana Liana Nita Afriani Nizar, RZ Nova Fenita Sari Noverial Noverial Novianti, Hera Noza Hilbertina, Noza Nuzulia Irawati Oktora, Meta Zulyati Pamelia Mayorita Pemuda, Haris putri, amanda Putri, Rizqy Nurfathonah R Zuryati Nizar R. Zuryati Nizar Rachmadijah Zuryati Nizar Rahmani Welan Rahmi Ramadhani Randi Septiah Hendri Rauza Sukma Rita Resti Aulia Fitri Rizka Fitria Husni Rosfita Rasyid RZ Nizar RZ Nizar Salmiah Agus Salmiah Agus Salmiah Agus Salsabila Muslim Salsabilla Firdaus Sari, Nova Fenita Sari, Rini Purnama Selly Alinta Syukri Shofi Faiza sondang - nora Sorayya A'dilah Putri Suci Rahmadhani Sukri Rahman Susanto Winarko Syamel Muhammad Teddy Kurniawan Tofrizal Tuti Lismayarni Utami, Dini Andri Valencia Valencia Valencia Valencia Valencia, Valencia Vashti Resti Putri Firdaus Wirsma Arif Harahap Yanwirasti . Yenita . Yenita Afriyeni Yessy Setiawati Yessy Setiawati Yuastika Puspita Sari Yulistini, Yulistini Zuryati Nizar, Rachmadijah