Articles
PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT, MALPRAKTIK PEMILU DAN PELANGGARAN PEMILU
Ferdian Ferdian;
Asrinaldi Asrinaldi;
Syahrizal Syahrizal
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 1 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.516 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i1.2019.20-31
Perilaku memilih seseorang dalam pemilihan umum dipengaruhi oleh berbagai variabel seperti agama, ras, daerah, dan suku yang dikelompokkan oleh Lazarsfeld dalam mashab sosiologis, orientasi kepada kandidat dan identifikasi kepartaian yang termasuk dalam mashab psikologis, oleh Angust Campbel, dan kepentingan ekonomi dalam mashab rational atau ekonomi yang dipelopori oleh Anthony Downs. Perilaku memilih masyarakat di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Terdapat beberapa karakteristik perilaku memilih yang dapat menimbulkan terjadinya malpraktik dan pelanggaran pemilu khususnya vote buying atau politik uang.
Penerapan Prinsip Independensi Dan Etika Bagi Penyelenggara Pemilu Di Aceh Pada Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019
Rahmah Harianti;
Nursyirwan Effendi;
Asrinaldi Asrinaldi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.124 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i2.2019.374-387
Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Aceh memang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang kemudian dijabarkan ke dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016, Komisi A DPRA (di tingkat provinsi) dan/atau DPRK (di tingkat Kabupaten/Kota) mempunyai tugas dan wewenang dalam mengusulkan pembentukan Penyelenggara Pemilu dan Pemilihan di Aceh khususnya dalam rekrutmen Komisi Independen Pemilihan (KIP). Hal ini terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan sistem desentralisasi asimetris di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti bagaimana prinsip Independensi dan Etika Penyelenggara Pemilu di Aceh pada penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 menyangkut fenomena yang dimuat dalam pasa-pasal tersebut. Dimana Independensi serta etika para penyelenggara patut untuk dipertanyakan menyangkut kinerja dan faktor kepentingan yang terdapat di dalamnya antara penyelenggara pemilu dan legislatif perekrutnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan meilakukan wawancara dengan berbagai informan dan juga dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah penyelenggara Pemilu di Aceh yaitu Komisioner KIP Aceh dan beberapa informan lain sebagai triangulasi. Dari hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa KIP Aceh selaku Penyelenggara Pemilu dan Pemilihan di Aceh juga sebagai puncak kontrol dalam struktur organisasi penyelenggara Pemilu di wilayah Provinsi Aceh, telah menerapkan kedua prinsip ini untuk dapat menegakkan Pemilu yang demokratis di Aceh. Meskipun belum optimal sepenuhnya dikarenakan pernah mendapat peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Namun selebihnya KIP Aceh telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan azas, prinsip dan tujuan penyelenggaraan Pemilu itu sendiri.Kata Kunci: Penyelenggara Pemilu, Independensi, Etika dan Komisi Independen Pemilihan Aceh
Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Sebagai Penyelenggara Pemilu Tingkat Ad Hoc
Istikharah Istikharah;
Asrinaldi Asrinaldi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.807 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i2.2019.314-328
Penelitian ini berawal dari masih rendahnya pengetahuan politik masyarata. Masyarakat yang menjadi penyelenggara pemilu secara otomatis juga memiliki pengetahuan politik yang masih rendah. Dilihat dari fungsi partai politik yang memiliki tugas memberikan pendidikan Pendidikan politik bagi masyarakat masih belum maksimal. Maka dirasa perlu untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat guna menambah kesadaran masyarakat tentang politik. Bahwa politik bukan hanya sekedar untuk mendapatkan kekuasaan, politik mengajarkan kita bagaimana proses demokrasi yang baik dan sesuai dengan peraturan.Kata Kunci: Pendidikan Politik, Penyelenggara Pemilu Ad Hoc.
Golput Terdidik pada Pilkada Tahun 2015 di Kabupaten Sijunjung
Lindo Karsyah;
Asrinaldi Asrinaldi;
Aidinil Zetra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.276 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i2.2019.388-402
Partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak Tahun 2015 di Kabupaten Sijunjung sangat rendah bila dibanding dengan dua Pilkada sebelumnya. Pemilih yang tidak datang ke Tempat Pemunggutan Suara (TPS) adalah mereka yang terdidik, orang yang paham politik dan punya ketertarikan pada pemilu. Orang melek politik mengabsenkan hak konstitusi dalam pemilihan kepala daerah. Alasan orang terdidik tidak ikut mencoblos, ternyata tidak sekadar hanya disebabkan perkara politis dan ideologis, melainkan karena sumbang kurenah (cacat moralitas) pasangan calon dan kompetensi pasangan calon. Pemilih menjadi enggan ikut berpartisipasi mencoblos karena pasangan calon tidak mau membayar utang pada toko bangunan dan kedai kopi. Pemilih patah semangat untuk mengunakan hak pilih disebabkan kemampuan pasangan calon tidak memadai untuk memimpin daerah.Kata kunci : Pemilih Terdidik, Golput Pilkada 2015
Pola Penetapan Tim Seleksi Anggota KPU Kabupaten/Kota Dalam Rekrutment Anggota KPU
Irwansyah Irwansyah;
Yuslim Yuslim;
Asrinaldi Asrinaldi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.307 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i2.2019.329-343
Secara umum Pemilu diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh komisi Pemilihan Umum tak terkecuali juga pembentukan Tim seleksi karena sesuai dengan amanat Undang-Undang tahun 1945 menyebutkan bahwa Pemilihan Umum dilaksanakan oleh suatu komisi Pemilihan Umum yang bersifat Nasional, tetap, dan mandiri. Undang-Undang nomor 15 Tahun 2011tentang penyelenggara pemilu menetapkan Anggota timsel berpendidikan paling rendah S-1 dan berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun yang di bentuk oleh KPU Pusat. Berbeda dengan pola rekrutmen Penyelenggara di Aceh termasuk yang membentuk Timsel yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintah Aceh Pasal 56 ayat (4) dan (5) dinyatakan bahwa anggota KIP Aceh diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA) dan ditetapkan oleh KPU dan diresmikan oleh Gubernur, selama pelaksanaan pemilu berlangsung ada sejumlah permasalahn diantaranya adalah Sumber daya Manusia (SDM). Studi ini mengkaji tentang Integritas komisi Independen Pemilihan (KIP)sebagai penyeleggara Pemilu di Aceh.Kata Kunci : Integritas Penyelenggara Pemilu, rekrutmen, tim seleksi
PENGATURAN CUTI KAMPANYE PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
Yayat Iftiyatna;
Asrinaldi Asrinaldi;
Indah Adi Putri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i5.2022.1626-1632
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung telah dilaksanakan sebanyak empat kali, selama tahapan pelakasanaan pemilihan tersebut pada masanya diatur oleh Peraturan, baik peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah maupuan Peraturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Mekanisme cuti oleh Presiden dan Wakil Presiden sebagai penjabat Negara diatur dalam Peraturan yang mengatur tentang kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penelitian ini menggambarkan tentang perbandingan pengaturan cuti kampanye Presiden dan Wakil presiden pada empat kali pemilihan yang telah diselenggarakan secara langsung di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan data tentang pengaturan cuti kampanye pada masing-masing periode pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan studi pustaka. Dari penelitian ini dapat dilihat kelemahan aturan cuti kampanye yang ada pada setiap pemilihan yang telah dilaksanakan.
PENGARUH KESADARAN DAN KEPERCAYAAN POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DHARMASRAYA PADA PILKADA 2015
Anggraini Merry;
Asrinaldi Asrinaldi;
Aidinil Zetra Zetra
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 1 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.043 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v8i1.5676
Penelitian ini menganalisis pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh kesadaran dan kepercayaan politik terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Faktor kesadaran dan keprcayan politik mempengaruhi tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Dharmasraya pada Pilkada Serentak Tahun 2015. Hasil peneitian menunjukan bahwa tingkat kesadaran politik dan kepercayaan terhadap sistem pemerintahan masyarakat Kabupaten Dharmasraya cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Kendall Tau diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,462. Kesadaran politik dan kepercayaan terhadap sistem pemerintahan memiliki hubungan positif dengan partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Serentak di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015
Proses Diseminasi Informasi Tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang Tahun 2018 Dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Pemilih
Ilham Firdaus;
Asmawi Asmawi;
Asrinaldi Asrinaldi
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 11 No 1 (2019): September 2019
Publisher : IAI Darussalam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30739/darussalam.v11i1.450
This research describes and analyzes the communication model carried out in the implementation of the process of disseminating the election of the Regional Head (Pilkada) of the City of Padang in 2018 in order to increase voter participation. This study uses the concept of excellence theory according to Grunig and Hunt, were in increasing voter participation in regional elections can be seen from various models, namely first: the press agentry model Second: public information Third: two way asymmetric and fourth: two way symmetric. This research uses the post-positivism research paradigm with qualitative methods and the type of case study approach. The process of data collection is done through interviews and documentation. The results showed that election dissemination carried out by one-way method, media, and face-to-face with emphasis on dialogue as a model of communication conducted turned out to be able to deliver messages to the effect to the community. Therefore, the message of the election delivered uses a cultural approach that was built by prioritizing face-to-face and media as an effort to increase community participation in regional elections.
Komunikasi Birokrasi LABKESDA Kabupaten Solok dalam Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang
Elnita Elnita;
Ernita Arif;
Asrinaldi Asrinaldi
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 11 No 2 (2020): April 2020
Publisher : IAI Darussalam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30739/darussalam.v11i2.621
This study aims to see the implementation of bureaucratic communication at the Labkesda Solok Regency in monitoring the quality of refill drinking water. This type of research is a qualitative approach with descriptive methods using informants as well as observation techniques, interviews, and documentation studies. The analytical tools used are induction analysis, deduction analysis, classification, and verification. Labkesda guides persuasive bureaucratic communication to drinking water depot owners. The communication that is built fulfills a regulatory function, namely ensuring the implementation of applicable regulations. Continuous communication between the government and drinking water depot owners is the main key in maintaining and increasing the compliance of drinking water depot owners. Labkesda carries out comprehensive bureaucratic communication by running formal communication channels with relevant stakeholders so that there is an increase in the compliance of drinking water depot owners in checking the quality of the drinking water they sell
Peran Media Komunikasi pada Keluarga Long Distance Marriage (Studi pada Mahasiswa PPDS FK UNAND)
santhiana surya;
Ernita Arif;
Asrinaldi Asrinaldi
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 12 Nomor 02 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/amj-kpi.v12i02.2635
The marriage is essentially a sacred bond and will last a lifetime. A marriage not only brings together two individuals but also brings together two families who will contain a new family system. In the present we have not seen a few families who underwent a long distance marriage and there are many factors that influence, there are those who have to make a living far to his family or some who continue their school. This research aims to see how the role of communication media and the quality of communication in the family live a long distance. This research is a qualitative research, data collection is done by the method of semi-structured interviews to find this research informant using the snowball technique. In this study there are two concepts, namely family communication and family communication media which results from this study are communication media playing an important role in doing a long distance marriage because the foundation of a long distance relationship commitment is communication that never breaks. All informants in this study argue that video call communication media are the best media used because we can meet face to face even though the body does not meet.