p-Index From 2021 - 2026
13.255
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia VISIKES Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari The Indonesian Journal of Public Health HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Sistem Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) EnviroScienteae Jurnal Ergonomi dan K3 Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Kesehatan Manarang JURNAL PHOTON Jurnal Kreativitas PKM Ensiklopedia of Journal Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) Menara Ilmu Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Science Midwifery Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Sosial dan Teknologi Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) KESANS : International Journal of Health and Science Journal of Community Engagement Research for Sustainability Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Proceeding Muhammadiyah International Public Health and Medicine Conference International Journal of Health Science and Technology Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Innovative: Journal Of Social Science Research Health Research Journal of Indonesia Jurnal Multidisiplin Sahombu Science and Education Journal Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika International Journal of Health Literacy and Science IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

The Implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Eradication Program Rossa Anugerah Putri; Herniwanti Herniwanti; Aldiga Rienarti Abidin; Endang Purnawati Rahayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.1.132-148

Abstract

Billions of people living in wet tropical climates are at risk of suffering from Dengue Hemorrhagic Fever. In 2019, until mid-December throughout Indonesia, there were 71,668 people with dengue fever, and 641 of them died. Indragiri Hulu Regency is an area with a wet tropical climate and it becomes an endemic area Rengat District. This study aims to analyze of the implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever eradication program. The type of research is analytical qualitative with case study design. The research informant technique used purposive sampling with 11 people. From the results of research and observations, it is shown that human resources are limited in facilities, not enough infrastructure is available, funds are still limited, from fogging carried out when cases occur, Eradication of Mosquito Nests. Dengue Hemorrhagic Fever is still not actively carried out by the community, abate powder is not evenly distributed to the community, Counseling that is still interested in carrying out Eradication of Mosquito Nests for Dengue Hemorrhagic Fever. Minimally carried out and public awareness about the condition of the environment around the community which is still not clean, causing the development of dengue mosquito larvae. It can be concluded that the Dengue Hemorrhagic Fever eradication program at the Sipayung Health Center still needs to be improved. It is expected to make program innovations to increase public interest in carrying out Eradication of Mosquito Nests for Dengue Hemorrhagic Fever.
Faktor Kerja dan Kualitas Tidur sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Vanny Hilda Fabiola; Santoso Santoso; Herniwanti Herniwanti; Jasrida Yunita; Kamali Zaman; Asril Asril
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.126-137.2025

Abstract

Perawat berisiko mengalami kelelahan kerja akibat faktor kerja, tingginya tuntutan, dan kualitas tidur yang buruk. Di IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, jam kerja perawat sering melebihi batas shift (41–46 jam/minggu) dengan beban tinggi, karena satu perawat menangani 7–8 pasien, terutama saat shift malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor kerja dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik ganda model prediksi. Hasil menunjukkan 69,1% responden mengalami kelelahan kerja. Faktor kerja (beban kerja, masa kerja, dan shift kerja) mempengaruhi kelelahan sebesar 46,5%, sedangkan kualitas tidur sebesar 53,5%. Terdapat pengaruh beban kerja (p=0,005), shift kerja (p=0,041), dan kualitas tidur (p=0,003) terhadap kelelahan kerja, namun tidak terdapat pengaruh usia (p=0,534), status pernikahan (p=1,000), dan masa kerja (p=0,148). Variabel dominan adalah kualitas tidur (POR=6,439) dengan Nagelkerke R Square = 0,395. Disarankan RSUD Arifin Achmad menambah jumlah perawat untuk menyeimbangkan rasio perawat-pasien, memperhatikan pembagian tugas, rotasi kerja, serta menerapkan program pencegahan kelelahan melalui manajemen stres, relaksasi, dan konseling.
Analisis fishbone tingginya prevalensi stunting Sarwendah, Sarwendah; Lamtiur, Posma Rohana; Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2432

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health problem in Kuantan Singingi Regency, with a prevalence of 23.1%. Data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey ranked this regency as having the third highest prevalence in Riau Province. Purpose: To analyze the situation, establish priority issues, identify root causes, and formulate evidence-based interventions to accelerate stunting reduction. Method: This qualitative study, using a problem-solving cycle approach, was conducted in October 2025 at the Kuantan Singingi Regency Health Office. Four key informants, including one Division Head and three Public Health Section Heads, participated through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document review. Results: Based on the Urgency, Severity, and Growth (USG) method, the stunting prevalence of 23.1% was identified as a top priority. Root cause analysis using a fishbone diagram identified six key factors: human factors (low family knowledge and ineffective educational methods), limited facilities and utilization of integrated health posts, suboptimal sanitation conditions, limited provision of locally based supplementary feeding, limited operational budgets, and weak cross-sectoral coordination. Conclusion: Accelerating stunting  reduction requires the integration of Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) interventions. Environmental factors, such as access to safe drinking water, proper sanitation, and waste management, have been shown to significantly influence stunting prevalence through disease risk. The program's success depends on cross-sectoral collaboration, optimizing the role of community health workers, and educating children about sustainable behavior change. Suggestion: The Health Office is expected to continuously intensify the five-pillar Community-Based Total Sanitation program, implement a regular Household Drinking Water Quality Monitoring program, and optimize monitoring and evaluation activities. This program must actively involve community health workers to ensure the sustainability of behavior change in the community.   Keywords: Clean and Healthy Living Behavior; Drinking Water; Environmental Sanitation; Stunting.   Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Kuantan Singingi dengan prevalensi sebesar 23.1%. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, menempatkan kabupaten ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Riau. Tujuan: Untuk menganalisis situasi, menetapkan masalah prioritas, mengidentifikasi akar penyebab, dan merumuskan intervensi berbasis bukti dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan siklus pemecahan masalah yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, di Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi dengan melibatkan 4 informan kunci, terdiri dari 1 Kepala Bidang dan 3 Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan tinjauan dokumen. Hasil: Berdasarkan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), prevalensi stunting  sebesar 23.1% ditetapkan sebagai prioritas utama. Analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone yang mengidentifikasi 6 faktor utama, yaitu faktor manusia (rendahnya pengetahuan keluarga dan metode edukasi yang kurang efektif), keterbatasan sarana dan pemanfaatan posyandu, kondisi sanitasi yang belum optimal, keterbatasan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, keterbatasan anggaran operasional, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Simpulan: Percepatan penurunan stunting  memerlukan integrasi intervensi Water Sanitation and Higiene (WASH). Faktor lingkungan, seperti akses minum aman, sanitasi layak, dan pengolahan sampah terbukti signifikan memengaruhi prevalensi stunting melalu risiko penyakit. Keberhasilan program bergantung pada kaloborasi lintas sektor, optimalisasi peran kader, dan edukasi perubahan perilaku berkelanjutan. Saran: Dinas kesehatan diharapkan dapat mengintensifkan program 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) secara berkelanjutan, melaksanakan program Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) secara periodik dan mengoptimalkan kegiatan monitoring serta evaluasi. Program tersebut hendaknya melibatkan kader kesehatan lingkungan secara aktif untuk memastikan keberlangsungan perubahan perilaku di masyarakat.   Kata Kunci: Air Minum; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Sanitasi Lingkungan; Stunting.
Evaluasi SIMRS Dengan Metode SWOT dan IFAS, EFAS Di Rawat Inap RSIA X Pekanbaru Kasmiati, Neng; Herniwanti, Herniwanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6407

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada unit rawat inap RSIA X Pekanbaru sebagai respons terhadap tuntutan digitalisasi layanan kesehatan dan kewajiban penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Berbagai kendala, seperti rendahnya kedisiplinan pengisian SIMRS, keterbatasan sumber daya manusia teknologi informasi, belum optimalnya standar operasional prosedur, serta keterbatasan sarana prasarana, mendorong perlunya analisis strategis yang komprehensif agar pemanfaatan SIMRS lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan SWOT guna merumuskan strategi pengembangan SIMRS rawat inap yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode survei, serta penentuan informan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT), dilengkapi dengan perhitungan Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil IFAS menunjukkan skor kekuatan sebesar 16 dan kelemahan 14, sedangkan EFAS menunjukkan skor peluang 15 dan ancaman 13. Selisih masing-masing faktor sebesar dua menempatkan organisasi pada koordinat X sama dengan dua dan Y sama dengan dua, yaitu kuadran I dengan strategi agresif Strength–Opportunity. Posisi ini menunjukkan bahwa SIMRS memiliki kekuatan internal yang baik serta peluang eksternal yang besar. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi SIMRS untuk pemenuhan regulasi RME, penguatan kerja sama dengan vendor, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan manajemen terhadap infrastruktur dan tata kelola SIMRS. Penelitian menyimpulkan bahwa RSIA X Pekanbaru berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk menerapkan strategi pertumbuhan agresif secara konsisten dan berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Rawat Jalan Melalui Analisis SWOT Menggunakan Matriks IFAS Dan EFAS Di RS X Kota Pekanbaru Muharani, Defrika; Herniwanti, Herniwanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6450

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan farmasi rawat jalan, khususnya layanan obat anak, di RS X Kota Pekanbaru menggunakan pendekatan analisis SWOT. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya tuntutan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta kebutuhan layanan farmasi yang cepat, tepat, dan berorientasi pada pasien anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) melalui observasi lapangan, wawancara terbatas dengan petugas farmasi, tinjauan dokumen, serta penilaian proses alur layanan. Matriks IFAS dan EFAS digunakan untuk menentukan posisi strategis layanan farmasi rumah sakit dan merumuskan alternatif strategi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah sakit berada di Kuadran III (Kelemahan–Peluang), yang mengindikasikan bahwa meskipun terdapat peluang eksternal yang signifikan seperti dukungan kebijakan kesehatan, perkembangan teknologi informasi farmasi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan berkualitas, kelemahan internal masih menghambat kinerja layanan. Kelemahan utama meliputi waktu tunggu yang lama untuk obat racikan anak, keterbatasan sumber daya manusia farmasi, serta fasilitas peracikan yang kurang optimal. Oleh karena itu, strategi yang paling tepat adalah strategi WO, yang berfokus pada pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Perbaikan seperti pembentukan alur layanan obat anak khusus, optimalisasi dan pelatihan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas peracikan, serta penguatan penggunaan sistem informasi rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan.
Analisis SWOT Implemetasi Rekam Medis Elektronik di Unit Dialisis RS X Riau Yorismanto, Yorismanto; Herniwanti, Herniwanti; Rahmi, Sherly Firsta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6472

Abstract

Peningkatan jumlah pasien gagal ginjal kronik menyebabkan lonjakan kebutuhan pelayanan dialisis di RSUD X Riau, seiring dengan rencana penambahan kapasitas mesin dialisis hingga 20 unit. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) melalui SIMRS  telah berjalan, namun pengelolaannya di unit dialisis masih dilakukan oleh perawat. Kondisi ini berpotensi menambah beban kerja, menurunkan mutu pelayanan, serta meningkatkan risiko kesalahan dokumentasi klinis dan keterlambatan klaim BPJS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi RME di unit dialisis serta merumuskan strategi optimalisasi sistem melalui pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan SWOT yang meliputi identifikasi faktor internal (Strengths dan Weaknesses) serta faktor eksternal (Opportunities dan Threats). Selanjutnya dilakukan penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi organisasi dalam kuadran strategi. Hasil analisis menunjukkan nilai IFAS sebesar -0,3 dan EFAS sebesar 0,2, yang menempatkan RS X Riau pada Kuadran III (WO). Posisi ini mengindikasikan bahwa rumah sakit memiliki peluang eksternal yang besar, namun masih terkendala oleh kelemahan internal yang signifikan. Strategi yang paling tepat adalah strategi WO (Turn Around Strategy), yaitu berfokus pada perbaikan kelemahan internal agar peluang eksternal dapat dimanfaatkan secara optimal. Prioritas strategi meliputi penguatan sumber daya manusia rekam medis, penyusunan SOP pengelolaan RME yang jelas, serta penyediaan sarana pendukung. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data klinis, keselamatan pasien, serta mendukung keberlanjutan klaim BPJS di unit dialisis RS X Riau.
Environmental Health Surveillance of Household Drinking Water in Buluh Cina Village, a Riverine Rural Community along the Kampar River, Indonesia Herniwanti Herniwanti; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Rafni Nashabila; Rahmi Utamiasari
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26760

Abstract

Access to safe household drinking water remains a major environmental health concern in riverine rural communities that rely on untreated groundwater and refill water sources. Buluh Cina Village, located along the Kampar River in Riau Province, depends largely on shallow wells and refilled drinking water stations, many of which lack adequate disinfection and routine monitoring. This study aimed to conduct an integrated environmental health surveillance of household drinking water quality in Buluh Cina Village to identify microbiological and physicochemical risks relevant to local public health action. A cross-sectional surveillance study was conducted by collecting 30 water samples from points of access (supply) and 30 samples from points of use (ready-to-drink) in selected households using stratified random sampling. Laboratory analyses assessed microbiological parameters (Escherichia coli and Total Coliform), physical parameters (turbidity, color, and pH), and chemical parameters (iron, manganese, and residual chlorine), following the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2/2023. Overall, 91.7% of samples did not meet national drinking water quality standards. Microbiological contamination was detected at both sampling points, with Escherichia coli present in 33.3% of PA samples and 46.7% of PU samples, and total coliform contamination in 53.3% of PA samples and 63.3% of PU samples. However, the differences between PA and PU were not statistically significant. Residual chlorine was absent or below the recommended level in 70% of samples, while turbidity, abnormal pH, and elevated iron and manganese were also observed. These findings indicate significant environmental health risks associated with household drinking water in this riverine rural community. Priority public health actions include improving safe household water storage practices, increasing uptake of point-of-use disinfection, strengthening routine monitoring of refill drinking water depots, and integrating drinking water surveillance into primary health care center (puskesmas)-based environmental health workflows. This study provides locally grounded evidence to support targeted interventions for improving drinking water safety in riverine rural settings Keywords:  Buluh Cina Village, Drinking Water Quality, Environmental Health Surveillance, Household Water Safety, Kampar River
Evaluasi Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Perawat di Unit Gawat Darurat (Ugd) Rumah Sakit Mesra Tahun 2025 Rizki Samur; Nofiyadi Nofiyadi; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.53470

Abstract

The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an important component in preventing infection transmission, especially for nurses working in the Emergency Unit (ER) with high risk. Occupational Safety and Health (OSH) is an important aspect in every work environment in the world as an effort to prevent accidents and health problems due to work. This study aims to evaluate the level of compliance and effectiveness of the use of personal protective equipment (PPE) among nurses in the Emergency Unit (ER) of a hospital. The methods used include observation, interviews, and risk analysis using the USG and Fishbone Analysis approaches. The results of the study indicate that there are still shortcomings in aspects of human resources, standard operating procedures (SOP), supervision, facilities, and budget limitations that have the potential to increase the risk of accidents and exposure to occupational hazards. Conclusion: that although some nurses have implemented the use of PPE correctly, there is still a need for continuous education, supervision, and the provision of PPE facilities to improve occupational safety in the ER. It is hoped that the results of this study will be the basis for policy making related to occupational safety and health at Mesra Hospital
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Peningkatan Mutu Layanan Laboratorium Endang Budianingsih; Herniwati Herniwati; Arif Susanto; Jasrida Yunita
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2574

Abstract

Laboratorium klinik merupakan lingkungan kerja dengan berbagai potensi bahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SMK3 dalam upaya peningkatan mutu layanan di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Informan utama meliputi analis laboratorium, petugas pengambil sampel, petugas administrasi pelayanan, dan petugas kebersihan, sedangkan informan pendukung berasal dari dinas ketenagakerjaan dan dinas kesehatan. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber, metode, dan data, dengan analisis menggunakan content analysis. Hasil menunjukkan bahwa penerapan SMK3 telah dilakukan melalui kebijakan K3, perencanaan program, penyediaan alat pelindung diri, serta penerapan SOP sesuai standar ISO 45001:2018. Implementasi juga didukung pemantauan mutu layanan melalui berbagai indikator kinerja. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan SDM, peningkatan beban kerja, serta perlunya penguatan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan
Evaluasi Pelaksanaan Pengolahan Limbah Medis Padat Menggunakan Teknologi Sterilwave Di UPT Laboratorium Kesehatan Dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Marwad Marwad; Jasrida Yunita; Oktavia Dewi; Herniwanti Herniwanti; Benny Yulianto; Vinki Trigunanda Aditya
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.246

Abstract

Limbah medis padat merupakan limbah berbahaya yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan serta lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Penggunaan teknologi Sterilwave menjadi alternatif pengolahan limbah medis yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengolahan limbah medis padat menggunakan teknologi Sterilwave di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau berdasarkan komponen context, input, process, dan product. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2026. Informan penelitian terdiri dari operator Sterilwave, penanggung jawab kesehatan lingkungan, petugas laboratorium, petugas kebersihan, serta kepala UPT. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen konteks, masih terdapat kekurangan SDM, APD tidak lengkap, pemilahan belum konsisten serta keterbatasan pada aspek kebijakan spesifik dan perizinan. Pada komponen input, tidak adanya pelatihan, keterbatasan anggaran, serta belum adanya SOP khusus  Sterilwave. Pada komponen proses, kegiatan telah berjalan cukup baik, namun masih ada human error, waktu penyimpanan lamam tidak semua limbah bisa dikelola dan tidak ada monitoring. Pada komponen produk, sistem pencatatan dan pelaporan belum terintegrasi. Disimpulkan bahwa pelaksanaan pengolahan limbah medis padat menggunakan Sterilwave telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek SDM, monitoring, sistem pelaporan, serta kebijakan dan perizinan agar pengelolaan limbah dapat lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Aldiga Rienarti Abidin Alni Diniati Alni Diniati, Alni Anas, Siti Nafiah Annisa Wahdania Arba’a, Nurhamni Ardiana Ardiana Arif Susanto Arisandhi, Sovia Arti, Eliyah Dwi Setyo Asril Asril Asril Asril Asril Asril Bagyo Yanuwiadi Bambang Joko Priatmadi Benny Yulianto Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Danil Sahputra Dedi Afandi Dedy Khairul Ray Desi Susanti Devis, Yesica Dewi , Oktavia Dwi Jayanti Edi Sudarto Edi Sudarto Emmi Winarni Endang Budianingsih Endang Budianingsih Endang P. Rahayu Endang P.R Endang.P Rahayu Ervira Dwiaprini As Syifa Estri Kartika Firman Edigan Firsty Mitalianti Fitriani Fitriani Fitriani, Ernita Furqon, Al Haryanto Haryanto Hasyir Jumanuddin Herlina Susmaneli Heryudarini Harahap Ikhtiyaruddin Ilham Kurniawan Irma Sari Isra Rahma Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jehan Al Habib Murvi Jepisah, Doni Kamali Zaman Kamali Zaman Kamali Zaman Kasmiati, Neng Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto lamin lamin Lamtiur, Posma Rohana Leonita, Emi Leonita, Emy Lestari, Rita Linda Hariyani Linda Haryani Lita Lita Lita Lita, Lita M. Kamali Zaman M. Kamali Zaman MAHFHIROH, INTAN Makomulamin Makomulamin Makomulamin Makomulamin Marlina, Hastuti Marngatin Marngatin Marwad Marwad Marwad Marwad, Marwad Masribut Masribut Mega Ratu Meidia Wahyuni Mhd. Rizki Triwijaya Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Molina, Oni Muhammad Ade Setiawan Muhammad Muzakir Fahmi muharani, Defrika Mustika Sari, Nova Muthia Nabilla Nabila nabila nabila Nabila, Nabila Nadia Miftahul Jannah Nahabila, T. Sy Rafni Nailul Fithri Arrasily Nashabila, Rafni Nasyabila, Rafni Neneng, Andi Nila Puspita Sari Ningrum, Hesti Nofiyadi Nofiyadi Nofiyadi, Nofiyadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Novita Rani Novita Rani Novita Rany Nugraha, A. Fajri Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Nurwijayanti Octaviani, Dita Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Putri Hidayah Putri Permata Yanda Putri, Rossa Anugerah Rafni Nashabila Rafni Nashabila Rahayu Aishakina Rahayu, Endang P Rahayu, Endang Purnawati Rahayu, Yessi Rahmi Utamiasari Rahmi, Rawdhotul Rahmi, Sherly Firsta Ratna Masni, Fenny Raviola Raviola Rawani, Azzah Renaldi, Reno Retno Titi Humairoh Ridwan, Junaina Rina Gustina Sari Riri Maharani Risda Simatupang Rizki Samur Roby Yandri Romadiah, Ulil Romauli Lasniroha Rossa Anugerah Putri Sandi, Yogie Pratama Sangap Daniel T Santoso Santoso Santoso SANTOSO SANTOSO Santoso Santoso Santoso Santoso Sarah Atyikah Sarah Atyikah Sarwendah Sarwendah Sarwendah Sarwendah, Sarwendah Silfiani, Adawiyah Siti Manna Sitohang, Nelson Soemarno Soemarno Sri Hayati Sri Hayati Sri Irianti Sri Irianti Sri Wahyuni Sugiyarningsih Sugiyarningsih Sumengen Soetomo Susanto, Yudi Susmeneli, Herlina Syafrani Syafrani Syafrani Syukaisih Syukaisih T. Sy Rafni Nahabila Tin Gustina Tri Jenny Minarsih Trismon, Ignatius Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Utamiasari, Rahmi Vanny Hilda Fabiola Vinki Trigunanda Aditya Welly Rahma Devita Wijayanti, Nurul Diyah Winda Kristanti, Winda Wirdaningsih Wirdaningsih Yen Purwawinata Mohan Yessi Harnani Yessi Harnani Yessi Harnani Yessi Harnani Yorismanto, Yorismanto Yuli Devila Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zaman, Kamali Zaman, M. Kamali