p-Index From 2021 - 2026
11.262
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia VISIKES Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari The Indonesian Journal of Public Health HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Sistem Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) EnviroScienteae Jurnal Ergonomi dan K3 Jurnal Kesehatan Manarang JURNAL PHOTON Jurnal Kreativitas PKM Ensiklopedia of Journal Jurnal Sehat Mandiri Menara Ilmu Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Science Midwifery Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Sosial dan Teknologi Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Community Engagement Research for Sustainability Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Proceeding Muhammadiyah International Public Health and Medicine Conference International Journal of Health Science and Technology Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Multidisiplin Sahombu Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika International Journal of Health Literacy and Science IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Perawat di Unit Gawat Darurat (Ugd) Rumah Sakit Mesra Tahun 2025 Rizki Samur; Nofiyadi Nofiyadi; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.53470

Abstract

The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an important component in preventing infection transmission, especially for nurses working in the Emergency Unit (ER) with high risk. Occupational Safety and Health (OSH) is an important aspect in every work environment in the world as an effort to prevent accidents and health problems due to work. This study aims to evaluate the level of compliance and effectiveness of the use of personal protective equipment (PPE) among nurses in the Emergency Unit (ER) of a hospital. The methods used include observation, interviews, and risk analysis using the USG and Fishbone Analysis approaches. The results of the study indicate that there are still shortcomings in aspects of human resources, standard operating procedures (SOP), supervision, facilities, and budget limitations that have the potential to increase the risk of accidents and exposure to occupational hazards. Conclusion: that although some nurses have implemented the use of PPE correctly, there is still a need for continuous education, supervision, and the provision of PPE facilities to improve occupational safety in the ER. It is hoped that the results of this study will be the basis for policy making related to occupational safety and health at Mesra Hospital
Evaluasi SIMRS Dengan Metode SWOT dan IFAS, EFAS Di Rawat Inap RSIA X Pekanbaru Kasmiati, Neng; Herniwanti, Herniwanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6407

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada unit rawat inap RSIA X Pekanbaru sebagai respons terhadap tuntutan digitalisasi layanan kesehatan dan kewajiban penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Berbagai kendala, seperti rendahnya kedisiplinan pengisian SIMRS, keterbatasan sumber daya manusia teknologi informasi, belum optimalnya standar operasional prosedur, serta keterbatasan sarana prasarana, mendorong perlunya analisis strategis yang komprehensif agar pemanfaatan SIMRS lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan SWOT guna merumuskan strategi pengembangan SIMRS rawat inap yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode survei, serta penentuan informan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT), dilengkapi dengan perhitungan Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil IFAS menunjukkan skor kekuatan sebesar 16 dan kelemahan 14, sedangkan EFAS menunjukkan skor peluang 15 dan ancaman 13. Selisih masing-masing faktor sebesar dua menempatkan organisasi pada koordinat X sama dengan dua dan Y sama dengan dua, yaitu kuadran I dengan strategi agresif Strength–Opportunity. Posisi ini menunjukkan bahwa SIMRS memiliki kekuatan internal yang baik serta peluang eksternal yang besar. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi SIMRS untuk pemenuhan regulasi RME, penguatan kerja sama dengan vendor, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan manajemen terhadap infrastruktur dan tata kelola SIMRS. Penelitian menyimpulkan bahwa RSIA X Pekanbaru berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk menerapkan strategi pertumbuhan agresif secara konsisten dan berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Rawat Jalan Melalui Analisis SWOT Menggunakan Matriks IFAS Dan EFAS Di RS X Kota Pekanbaru Muharani, Defrika; Herniwanti, Herniwanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6450

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan farmasi rawat jalan, khususnya layanan obat anak, di RS X Kota Pekanbaru menggunakan pendekatan analisis SWOT. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya tuntutan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta kebutuhan layanan farmasi yang cepat, tepat, dan berorientasi pada pasien anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) melalui observasi lapangan, wawancara terbatas dengan petugas farmasi, tinjauan dokumen, serta penilaian proses alur layanan. Matriks IFAS dan EFAS digunakan untuk menentukan posisi strategis layanan farmasi rumah sakit dan merumuskan alternatif strategi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah sakit berada di Kuadran III (Kelemahan–Peluang), yang mengindikasikan bahwa meskipun terdapat peluang eksternal yang signifikan seperti dukungan kebijakan kesehatan, perkembangan teknologi informasi farmasi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan berkualitas, kelemahan internal masih menghambat kinerja layanan. Kelemahan utama meliputi waktu tunggu yang lama untuk obat racikan anak, keterbatasan sumber daya manusia farmasi, serta fasilitas peracikan yang kurang optimal. Oleh karena itu, strategi yang paling tepat adalah strategi WO, yang berfokus pada pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Perbaikan seperti pembentukan alur layanan obat anak khusus, optimalisasi dan pelatihan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas peracikan, serta penguatan penggunaan sistem informasi rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan.
Analisis SWOT Implemetasi Rekam Medis Elektronik di Unit Dialisis RS X Riau Yorismanto, Yorismanto; Herniwanti, Herniwanti; Rahmi, Sherly Firsta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6472

Abstract

Peningkatan jumlah pasien gagal ginjal kronik menyebabkan lonjakan kebutuhan pelayanan dialisis di RSUD X Riau, seiring dengan rencana penambahan kapasitas mesin dialisis hingga 20 unit. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) melalui SIMRS  telah berjalan, namun pengelolaannya di unit dialisis masih dilakukan oleh perawat. Kondisi ini berpotensi menambah beban kerja, menurunkan mutu pelayanan, serta meningkatkan risiko kesalahan dokumentasi klinis dan keterlambatan klaim BPJS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi RME di unit dialisis serta merumuskan strategi optimalisasi sistem melalui pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan SWOT yang meliputi identifikasi faktor internal (Strengths dan Weaknesses) serta faktor eksternal (Opportunities dan Threats). Selanjutnya dilakukan penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi organisasi dalam kuadran strategi. Hasil analisis menunjukkan nilai IFAS sebesar -0,3 dan EFAS sebesar 0,2, yang menempatkan RS X Riau pada Kuadran III (WO). Posisi ini mengindikasikan bahwa rumah sakit memiliki peluang eksternal yang besar, namun masih terkendala oleh kelemahan internal yang signifikan. Strategi yang paling tepat adalah strategi WO (Turn Around Strategy), yaitu berfokus pada perbaikan kelemahan internal agar peluang eksternal dapat dimanfaatkan secara optimal. Prioritas strategi meliputi penguatan sumber daya manusia rekam medis, penyusunan SOP pengelolaan RME yang jelas, serta penyediaan sarana pendukung. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data klinis, keselamatan pasien, serta mendukung keberlanjutan klaim BPJS di unit dialisis RS X Riau.
STRATEGI PELAKSANAAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI STERILWAVE DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN PROVINSI RIAU Marwad, Marwad; Herniwanti, Herniwanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54798

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat merupakan salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Sterilwave berbasis gelombang mikro yang mampu mensterilisasi dan mereduksi volume limbah tanpa proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi pelaksanaan pengolahan limbah medis padat menggunakan teknologi Sterilwave di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 10 informan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan limbah medis. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT dengan penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kekuatan (2,11) lebih besar dibandingkan kelemahan (0,98), serta skor peluang (1,94) lebih dominan dibandingkan ancaman (0,65), sehingga posisi strategis UPT berada pada Kuadran I (strategi agresif). Strategi yang direkomendasikan berfokus pada optimalisasi kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal, antara lain pengembangan UPT sebagai pusat layanan pengolahan limbah medis, peningkatan kapasitas operasional, serta penguatan kerja sama lintas fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah. Penerapan strategi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah medis yang efektif, aman, dan berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Environmental Health Surveillance of Household Drinking Water in Buluh Cina Village, a Riverine Rural Community along the Kampar River, Indonesia Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Leonita, Emy; Nashabila, Rafni; Utamiasari, Rahmi
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26760

Abstract

Access to safe household drinking water remains a major environmental health concern in riverine rural communities that rely on untreated groundwater and refill water sources. Buluh Cina Village, located along the Kampar River in Riau Province, depends largely on shallow wells and refilled drinking water stations, many of which lack adequate disinfection and routine monitoring. This study aimed to conduct an integrated environmental health surveillance of household drinking water quality in Buluh Cina Village to identify microbiological and physicochemical risks relevant to local public health action. A cross-sectional surveillance study was conducted by collecting 30 water samples from points of access (supply) and 30 samples from points of use (ready-to-drink) in selected households using stratified random sampling. Laboratory analyses assessed microbiological parameters (Escherichia coli and Total Coliform), physical parameters (turbidity, color, and pH), and chemical parameters (iron, manganese, and residual chlorine), following the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2/2023. Overall, 91.7% of samples did not meet national drinking water quality standards. Microbiological contamination was detected at both sampling points, with Escherichia coli present in 33.3% of PA samples and 46.7% of PU samples, and total coliform contamination in 53.3% of PA samples and 63.3% of PU samples. However, the differences between PA and PU were not statistically significant. Residual chlorine was absent or below the recommended level in 70% of samples, while turbidity, abnormal pH, and elevated iron and manganese were also observed. These findings indicate significant environmental health risks associated with household drinking water in this riverine rural community. Priority public health actions include improving safe household water storage practices, increasing uptake of point-of-use disinfection, strengthening routine monitoring of refill drinking water depots, and integrating drinking water surveillance into primary health care center (puskesmas)-based environmental health workflows. This study provides locally grounded evidence to support targeted interventions for improving drinking water safety in riverine rural settings Keywords:  Buluh Cina Village, Drinking Water Quality, Environmental Health Surveillance, Household Water Safety, Kampar River
Implementasi Program GERMAS untuk Meningkatkan Personal Hygiene dan PHBS Lansia Secara Berkelanjutan Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Leonita, Emy; Nashabila, Rafni
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5802

Abstract

Purpose: This study aimed to improve personal hygiene practices and Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) among elderly individuals through a structured health education program integrated with Indonesia’s national Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). The program focused on increasing awareness, encouraging healthy daily habits, and supporting independence among older adults. Methodology/Approach: The program was implemented in Sungai Kamuyang Village, West Sumatra, using a community-based home-visit approach. Health education was delivered through brief counseling and demonstrations of personal hygiene practices, accompanied by the distribution of hygiene kits. Observations of household sanitation conditions and daily hygiene routines were conducted, and data were collected through short interviews and field notes with assistance from local health cadres. Results/Findings: The intervention resulted in positive behavioral changes. Approximately 85% of participants demonstrated improved understanding of PHBS principles, 80% practiced regular personal hygiene routines, and 60% engaged in light physical activity. However, only 40% reported routine health check-ups, and nearly half of the households still lacked adequate sanitation facilities, indicating ongoing environmental and service-related barriers. Conclusions: The program effectively improved elderly hygiene practices and PHBS awareness, though barriers like sanitation and health check-ups remain. Further research is needed. Limitations: The study was limited by a small sample size and a short implementation period, which may restrict the generalizability of the findings. Contributions: This study provides practical evidence for public health practitioners, community health workers, and policymakers on the effectiveness of home-based education integrated with GERMAS in promoting healthy behaviors among the elderly.
Literature Review : Analisis Kebijakan Pengelolaan Limbah Medis Padat Rumah Sakit Sarwendah, Sarwendah; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2622

Abstract

The management of hazardous and toxic solid medical waste (B3) in hospitals remains a critical issue due to its potential to cause infection risks and environmental pollution if not properly managed. In Riau Province, the compliance level of health facilities with medical waste management standards is still low, while the volume of waste continues to increase. This study aims to analyze the overview of management practices, identify the types of medical waste, and examine policies related to the management of B3 solid medical waste in hospitals in Riau Province. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by searching scientific articles through the Google Scholar database using keywords related to hospital medical waste management in Riau. From 169 identified articles, 10 met the inclusion and exclusion criteria and were analyzed narratively. The results indicate that infectious waste and sharps are the most dominant types, mainly generated from inpatient wards, emergency departments, laboratories, and operating rooms, with an average volume of about 100–150 kg per day. Several issues were identified, including inconsistent waste segregation, substandard temporary storage facilities, limited transportation infrastructure, and high dependence on third-party services for waste treatment. In conclusion, the management of B3 solid medical waste in hospitals in Riau Province is not yet optimal and requires improved regulatory compliance, better infrastructure, and strengthened monitoring and evaluation systems.
VARIASI NILAI BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA MEDIA AIR DAN SUMBER PENCEMAR DI PROVINSI RIAU : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nabila, nabila; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55324

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia di sekitar badan air berkontribusi terhadap meningkatnya beban pencemaran organik yang berdampak pada penurunan kualitas air. Salah satu parameter yang umum digunakan untuk menilai tingkat pencemaran organik adalah Biochemical oxygen demand (BOD), yang merepresentasikan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam perairan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi nilai BOD pada media air dan sumber pencemar di Provinsi Riau serta mengidentifikasi pola hubungan antara karakteristik media air, sumber pencemar, dan tingkat pencemaran organik. Penelitian ini menggunakan desain studi kepustakaan berupa narrative literature review dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas kualitas air dengan parameter BOD, sedangkan sampel berupa artikel terpilih yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan data full text, dan lokasi penelitian di Provinsi Riau. Variabel yang dikaji meliputi nilai BOD, media air, dan sumber pencemar. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran Google Scholar, sedangkan analisis data dilakukan secara naratif dengan membandingkan dan mensintesis temuan antarartikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai BOD pada media air sungai di Provinsi Riau bervariasi dari kategori tercemar ringan hingga tercemar sedang, dengan sebagian lokasi melampaui baku mutu kualitas air. Limbah domestik merupakan sumber pencemar dominan yang berkontribusi terhadap peningkatan nilai BOD, terutama di wilayah perkotaan dan permukiman padat. Kesimpulannya, nilai BOD di Provinsi Riau dipengaruhi oleh jenis media air dan intensitas aktivitas manusia, sehingga diperlukan pengendalian beban pencemar organik secara terpadu untuk menjaga kualitas air yang berkelanjutan.
SWOT Analysis Using IFAS and EFAS Methods to Shorten Waiting Times for Pharmaceutical Services at Hospital X, Pekanbaru City Nailul Fithri Arrasily; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 03 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze strategies for improving outpatient pharmacy service waiting time at RS Mesra using a SWOT analysis approach. A qualitative research design was applied by identifying internal and external factors that influence pharmacy service performance. Data were collected through in-depth interviews, observations, and SWOT questionnaires involving the head of the pharmacy unit, pharmacists, pharmacy technicians, and hospital management selected through purposive sampling. Internal and external factors were analyzed using the Internal Factors Analysis Summary (IFAS) and External Factors Analysis Summary (EFAS) matrices. The IFAS results showed that weaknesses outweighed strengths, indicating internal challenges such as limited human resources, long compounding processes, and high patient queues. Meanwhile, the EFAS results revealed that opportunities were greater than threats, highlighting favorable external conditions including national waiting time standards, technological advancements, and managerial support. The SWOT matrix positioned the outpatient pharmacy unit in a condition that requires both improvement and development strategies. Therefore, optimizing internal resources, strengthening information systems, and utilizing external opportunities are essential to reduce waiting time and enhance the quality of pharmacy services in a patient-centered hospital setting.
Co-Authors Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Alni Diniati Alni Diniati, Alni Anas, Siti Nafiah Arba’a, Nurhamni Ardiana Ardiana Arisandhi, Sovia Arti, Eliyah Dwi Setyo Asril Asril ASRIL ASRIL Asril Asril Bagyo Yanuwiadi Bambang Joko Priatmadi Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Danil Sahputra Dedi Afandi Dedy Khairul Ray Desi Susanti Devis, Yesica Dewi , Oktavia Dewi, Oktavia Dwi Jayanti Edi Sudarto Edi Sudarto Emmi Winarni Endang P. Rahayu Endang P.R Endang Purnawati Rahayu Endang Purnawati Rahayu Endang.P Rahayu Ervira Dwiaprini As Syifa Estri Kartika Fabiola, Vanny Hilda Firman Edigan Firsty Mitalianti Fitriani Fitriani Fitriani, Ernita Furqon, Al Gustina, Tin Hamid, Abdurrahman Haryanto Haryanto Herlina Susmaneli Heryudarini Harahap Ikhtiyaruddin Irma Sari Isra Rahma Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jehan Al Habib Murvi Jepisah, Doni Kamali Zaman Kamali Zaman Kasmiati, Neng Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto lamin lamin Leonita, Emi Leonita, Emy Leonita, Emy Lestari, Rita Lita, Lita M. Kamali Zaman MAHFHIROH, INTAN Makomulamin Makomulamin Marlina, Hastuti Marngatin Marngatin Marwad, Marwad Masribut Masribut Mega Ratu Meidia Wahyuni Mhd. Rizki Triwijaya Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Molina, Oni Muhammad Ade Setiawan Muhammad Muzakir Fahmi muharani, Defrika Mustika Sari, Nova Muthia Nabilla Nabila, Nabila Nahabila, T. Sy Rafni Nailul Fithri Arrasily Nashabila, Rafni Nashabila, Rafni Nasyabila, Rafni Neneng, Andi Nila Puspita Sari Ningrum, Hesti Nofiyadi Nofiyadi Nofiyadi, Nofiyadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Novita Rani Novita Rani Nugraha, A. Fajri Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Octaviani, Dita Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Putri Hidayah Putri Permata Yanda Putri, Rossa Anugerah Rahayu Aishakina Rahayu, Endang P Rahayu, Endang Purnawati Rahayu, Yessi Rahmi, Rawdhotul Rahmi, Sherly Firsta Rany, Novita Ratna Masni, Fenny Raviola Raviola Rawani, Azzah Reno Renaldi Retno Titi Humairoh Ridwan, Junaina Riri Maharani Rizki Samur Romadiah, Ulil Sandi, Yogie Pratama Sangap Daniel T Santoso Santoso Santoso SANTOSO SANTOSO Sarah Atyikah Sarah Atyikah Sari, Rina Gustina Sarwendah, Sarwendah Silfiani, Adawiyah Sitohang, Nelson Soemarno Soemarno Sri Irianti Sri Wahyuni Sumengen Soetomo Susanto, Yudi Susmeneli, Herlina Syafrani Syafrani Syafrani Syukaisih Syukaisih T. Sy Rafni Nahabila Tri Jenny Minarsih Trismon, Ignatius Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Utamiasari, Rahmi Utamiasari, Rahmi Wijayanti, Nurul Diyah Winda Kristanti, Winda Wirdaningsih Wirdaningsih Yen Purwawinata Mohan Yessi Harnani Yorismanto, Yorismanto Yuli Devila Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zaman, Kamali Zaman, M. Kamali