p-Index From 2021 - 2026
12.694
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia VISIKES Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari The Indonesian Journal of Public Health HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Sistem Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) EnviroScienteae Jurnal Ergonomi dan K3 Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Kesehatan Manarang JURNAL PHOTON Jurnal Kreativitas PKM Ensiklopedia of Journal Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) Menara Ilmu Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Science Midwifery Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Sosial dan Teknologi Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Community Engagement Research for Sustainability Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Proceeding Muhammadiyah International Public Health and Medicine Conference International Journal of Health Science and Technology Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Multidisiplin Sahombu Science and Education Journal Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika International Journal of Health Literacy and Science IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program GERMAS untuk Meningkatkan Personal Hygiene dan PHBS Lansia Secara Berkelanjutan Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Leonita, Emy; Nashabila, Rafni
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5802

Abstract

Purpose: This study aimed to improve personal hygiene practices and Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) among elderly individuals through a structured health education program integrated with Indonesia’s national Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). The program focused on increasing awareness, encouraging healthy daily habits, and supporting independence among older adults. Methodology/Approach: The program was implemented in Sungai Kamuyang Village, West Sumatra, using a community-based home-visit approach. Health education was delivered through brief counseling and demonstrations of personal hygiene practices, accompanied by the distribution of hygiene kits. Observations of household sanitation conditions and daily hygiene routines were conducted, and data were collected through short interviews and field notes with assistance from local health cadres. Results/Findings: The intervention resulted in positive behavioral changes. Approximately 85% of participants demonstrated improved understanding of PHBS principles, 80% practiced regular personal hygiene routines, and 60% engaged in light physical activity. However, only 40% reported routine health check-ups, and nearly half of the households still lacked adequate sanitation facilities, indicating ongoing environmental and service-related barriers. Conclusions: The program effectively improved elderly hygiene practices and PHBS awareness, though barriers like sanitation and health check-ups remain. Further research is needed. Limitations: The study was limited by a small sample size and a short implementation period, which may restrict the generalizability of the findings. Contributions: This study provides practical evidence for public health practitioners, community health workers, and policymakers on the effectiveness of home-based education integrated with GERMAS in promoting healthy behaviors among the elderly.
VARIASI NILAI BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA MEDIA AIR DAN SUMBER PENCEMAR DI PROVINSI RIAU : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nabila, nabila; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55324

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia di sekitar badan air berkontribusi terhadap meningkatnya beban pencemaran organik yang berdampak pada penurunan kualitas air. Salah satu parameter yang umum digunakan untuk menilai tingkat pencemaran organik adalah Biochemical oxygen demand (BOD), yang merepresentasikan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam perairan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi nilai BOD pada media air dan sumber pencemar di Provinsi Riau serta mengidentifikasi pola hubungan antara karakteristik media air, sumber pencemar, dan tingkat pencemaran organik. Penelitian ini menggunakan desain studi kepustakaan berupa narrative literature review dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas kualitas air dengan parameter BOD, sedangkan sampel berupa artikel terpilih yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan data full text, dan lokasi penelitian di Provinsi Riau. Variabel yang dikaji meliputi nilai BOD, media air, dan sumber pencemar. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran Google Scholar, sedangkan analisis data dilakukan secara naratif dengan membandingkan dan mensintesis temuan antarartikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai BOD pada media air sungai di Provinsi Riau bervariasi dari kategori tercemar ringan hingga tercemar sedang, dengan sebagian lokasi melampaui baku mutu kualitas air. Limbah domestik merupakan sumber pencemar dominan yang berkontribusi terhadap peningkatan nilai BOD, terutama di wilayah perkotaan dan permukiman padat. Kesimpulannya, nilai BOD di Provinsi Riau dipengaruhi oleh jenis media air dan intensitas aktivitas manusia, sehingga diperlukan pengendalian beban pencemar organik secara terpadu untuk menjaga kualitas air yang berkelanjutan.
The Implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Eradication Program Rossa Anugerah Putri; Herniwanti Herniwanti; Aldiga Rienarti Abidin; Endang Purnawati Rahayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.1.132-148

Abstract

Billions of people living in wet tropical climates are at risk of suffering from Dengue Hemorrhagic Fever. In 2019, until mid-December throughout Indonesia, there were 71,668 people with dengue fever, and 641 of them died. Indragiri Hulu Regency is an area with a wet tropical climate and it becomes an endemic area Rengat District. This study aims to analyze of the implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever eradication program. The type of research is analytical qualitative with case study design. The research informant technique used purposive sampling with 11 people. From the results of research and observations, it is shown that human resources are limited in facilities, not enough infrastructure is available, funds are still limited, from fogging carried out when cases occur, Eradication of Mosquito Nests. Dengue Hemorrhagic Fever is still not actively carried out by the community, abate powder is not evenly distributed to the community, Counseling that is still interested in carrying out Eradication of Mosquito Nests for Dengue Hemorrhagic Fever. Minimally carried out and public awareness about the condition of the environment around the community which is still not clean, causing the development of dengue mosquito larvae. It can be concluded that the Dengue Hemorrhagic Fever eradication program at the Sipayung Health Center still needs to be improved. It is expected to make program innovations to increase public interest in carrying out Eradication of Mosquito Nests for Dengue Hemorrhagic Fever.
Faktor Kerja dan Kualitas Tidur sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Vanny Hilda Fabiola; Santoso Santoso; Herniwanti Herniwanti; Jasrida Yunita; Kamali Zaman; Asril Asril
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.126-137.2025

Abstract

Perawat berisiko mengalami kelelahan kerja akibat faktor kerja, tingginya tuntutan, dan kualitas tidur yang buruk. Di IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, jam kerja perawat sering melebihi batas shift (41–46 jam/minggu) dengan beban tinggi, karena satu perawat menangani 7–8 pasien, terutama saat shift malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor kerja dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik ganda model prediksi. Hasil menunjukkan 69,1% responden mengalami kelelahan kerja. Faktor kerja (beban kerja, masa kerja, dan shift kerja) mempengaruhi kelelahan sebesar 46,5%, sedangkan kualitas tidur sebesar 53,5%. Terdapat pengaruh beban kerja (p=0,005), shift kerja (p=0,041), dan kualitas tidur (p=0,003) terhadap kelelahan kerja, namun tidak terdapat pengaruh usia (p=0,534), status pernikahan (p=1,000), dan masa kerja (p=0,148). Variabel dominan adalah kualitas tidur (POR=6,439) dengan Nagelkerke R Square = 0,395. Disarankan RSUD Arifin Achmad menambah jumlah perawat untuk menyeimbangkan rasio perawat-pasien, memperhatikan pembagian tugas, rotasi kerja, serta menerapkan program pencegahan kelelahan melalui manajemen stres, relaksasi, dan konseling.
Peningkatan Perilaku Ibu Hamil Melalui Strategi Promosi Kesehatan pada Program ANC di Puskesmas Meral Kabupaten Karimun Sugiyarningsih, Sugiyarningsih; Leonita, Emy; Harnani, Yessi; Dewi, Oktavia; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w62m3618

Abstract

The behavior of pregnant women in conducting ANC visits remains a challenge in the success of the ANC program. The behavior of pregnant women visiting ANC remains a challenge at the Meral Community Health Center, with coverage of K1 (75.3%), K4 (69.3%), and K6 (64.3%) not meeting the 2024 SPM. This study aims to analyze maternal behavioral factors and health promotion strategies in the 2025 ANC program using a mixed method convergent design. The sample consisted of 130 respondents, 5 stakeholders, and 5 postpartum mothers. Quantitative analysis used multiple logistic regression, while qualitative analysis used triangulation of sources, methods, and data. This study found that K1 was 88.5%, K4 was 85.4%, and K6 was 43.8%. There is a significant relationship between knowledge (p=0.018, POR=6.610, CI: 1.383-31.672), attitude (p=0.002, POR=3.550, CI: 1.574-8.008), and husband's support (p=0.003, POR=3.395, CI: 1.558-8.292) with the behavior of pregnant women. Knowledge is the most dominant factor (POR=6.610). Advocacy is carried out through cross-sector workshops and budget submissions to the Regent/BPKAD, although participation is still low. Cultivating an atmosphere supported by facilities such as air conditioning, priority services, and ultrasound, but educational media are not optimal. Empowerment has been carried out, but human resources are limited. Cross-sector partnerships exist, but coordination and understanding are still weak. Meral Health Center needs to develop community-based innovations integrated with education, family support, and service digitalization
Implementasi Program Edukasi Keselamatan Kebakaran Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran di RS X Kota Dumai Wahdania, Annisa; Santoso, Santoso; Lita, Lita; Herniwanti, Herniwanti; Makomulamin, Makomulamin; Asril, Asril
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3m95js54

Abstract

Fire incidents in hospitals pose a serious safety threat that requires systematic prevention and control measures. This study aimed to identify factors influencing fire prevention and control in a hospital in Dumai City using a quantitative approach with a cross-sectional design, involving hospital staff selected through simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using association tests and multivariable analysis to examine the influence of variables. The findings indicated that most respondents demonstrated good levels of fire prevention and control practices, and there were significant associations between attitude, emergency response simulation, and supervision with fire prevention and control efforts. Attitude emerged as the most dominant factor, indicating that respondents with negative attitudes were more likely to have poor fire prevention and control practices compared to those with positive attitudes, with this relationship controlled by knowledge. It can be concluded that work capacity influencing fire prevention and control includes attitude as the primary factor, supported by knowledge, emergency response simulation, and supervision. Therefore, it is recommended that the Hospital Occupational Health and Safety Committee strengthen positive attitudes among staff, enhance the quality of emergency response simulations, and implement consistent supervision to support effective fire prevention and control.
Optimalisasi Kepatuhan Penggunaan APD Kebisingan Melalui Program Promosi Kesehatan Kerja pada Operator Konstruksi Di Minas Lasniroha, Romauli; Santoso , Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Mitra, Mitra; Zaman, Kamali
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gxz9zn50

Abstract

Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.
Implementasi Perencanaan (K3) Melalui Pembentukan Tim dan HIRADC di Laboratorium Klinik X Budianingsih, Endang; Herniwanti, Herniwanti; Kurniawan, Ilham
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4ync116

Abstract

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2025 merupakan pembaruan komprehensif yang memperkuat struktur, tugas, pelaporan, dan pengawasan P2K3 dengan menyesuaikan perkembangan regulasi dan teknologi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap lingkungan kerja di dunia sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan pembentukan Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis risiko dengan pendekatan USG dan Fishbone Analysis. Hasil kegiatan ini menunjukkan masih terdapat kekurangan pada aspek sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), pengawasan, sarana, serta keterbatasan anggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan paparan bahaya kerja. Kesimpulan: pembentukan Tim K3 dan metode HIRADC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta kualitas layanan di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Rekomendasi disampaikan untuk pelatihan berkala dan penguatan sistem dokumentasi prosedur K3. Efektivitas penerapan HIRADC sangat bergantung pada keberadaan Tim K3 yang akan dibentuk, yang memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas, kemampuan teknis yang baik, serta koordinasi yang solid antar anggota.
Analysis of Suboptimal Household Waste Management in Coastal Villages of Sungai Kampar, Bangkinang Nabila; Herniwanti; Roby Yandri
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/8nyj2p57

Abstract

Household waste management is a crucial component of environmental health, particulary in rural riverside areas where limited facilities and poor community practices contribute to environmental degraduation. This study aims to identify the conditions and factors contributing to suboptimal household waste management in Sungai Tonang Village. A qualitative descriptive method was uses, involving field observations and semi- structured interviews with village officials, health workers, and residents. Data were analyzed thematically and verified through triangulation of interviews, observations, and supporting documents. The findings indicate that household waste management in the village remains inadequate, as residents commonly dispose of waste into the river, burn it, or bury it due to the lack of waste sorting facilities, temporary storage, and transportation systems. Community knowledge of proper waste management and the 3R concept is low, and the village lacks regulations or institutional structures to support waste management. This situation creaters environmental pollution and increases the potential for vector-borne diseases. The study concludes that ineffective waste management practices in Sungai Tonang Village pose a significant environmental health risk, highlighting the need for regulatory development, facility provision, and ongoing community education to support sustainable waste management practices. 
Strategic Analysis of Accelerating the Reduction of Stunting Prevalence in Kuantan Singingi Regency Using the SWOT Approach and IFAS–EFAS Matrix Sarwendah; Herniwanti
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/6z9xkn73

Abstract

Stunting remains a significant public health problem in Kuantan Singingi Regency, Riau Province, with a relatively high prevalence influenced by nutritional, environmental, and behavioral factors. This study aimed to analyze strategies to accelerate the reduction of stunting prevalence in Kuantan Singingi Regency using a SWOT approach and the IFAS–EFAS matrix. This was a descriptive-analytic study with a cross-sectional design employing SWOT analysis. Primary data were collected through in-depth interviews and observations with key informants from public health units, nutrition, environmental health, and health promotion. Secondary data were obtained from health profiles, stunting reports, and sanitation coverage data. Strategic analysis was conducted using SWOT analysis supported by the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The IFAS calculation produced a score of −9.4, the EFAS calculation yielded −6.9; this negative value indicates that the external opportunities supporting WASH–stunting in Kuantan Singingi Regency are also weak, because external threats are far greater than external opportunities. Furthermore, based on the IFAS and EFAS results, strategic positioning for accelerating stunting reduction was mapped onto the SWOT quadrant diagram. The SWOT quadrant shows that the coordinate point (−9.4; −6.9) falls in Quadrant IV (Weakness–Threat), indicating the dominance of internal weaknesses and external threats in accelerating stunting reduction. This position suggests that the most appropriate approach is a defensive strategy: addressing mothers’ low knowledge through education delivered by health centers (puskesmas) and community health volunteers (cadres); establishing a routine schedule for counseling, home visits, and cadre-based education activities led by environmental health cadres; strengthening monitoring and evaluation of STBM and SKAMRT through a simple reporting system supported by cadres; and addressing limited education budgets through collaboration with village funds to reinforce support for STBM and SKAMRT programs and to support the construction of improved, adequate latrine.
Co-Authors Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Rienarti Abidin Aldiga Rienarti Abidin Alni Diniati Alni Diniati, Alni Anas, Siti Nafiah Arba’a, Nurhamni Ardiana Ardiana Arif Susanto Arisandhi, Sovia Arti, Eliyah Dwi Setyo Asril Asril ASRIL ASRIL Asril Asril Bagyo Yanuwiadi Bambang Joko Priatmadi Benny Yulianto Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Budianingsih, Endang Danil Sahputra Dedi Afandi Dedy Khairul Ray Desi Susanti Devis, Yesica Dewi , Oktavia Dwi Jayanti Edi Sudarto Edi Sudarto Emmi Winarni Endang Budianingsih Endang P. Rahayu Endang P.R Endang Purnawati Rahayu Endang Purnawati Rahayu Endang Purnawati Rahayu Endang.P Rahayu Ervira Dwiaprini As Syifa Estri Kartika Firman Edigan Firsty Mitalianti Fitriani Fitriani Fitriani, Ernita Furqon, Al Gustina, Tin Hamid, Abdurrahman Haryani, Linda Haryanto Haryanto Herlina Susmaneli Heryudarini Harahap Ikhtiyaruddin Ilham Kurniawan Irma Sari Isra Rahma Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jehan Al Habib Murvi Jepisah, Doni Kamali Zaman Kamali Zaman Kasmiati, Neng Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto lamin lamin Lamtiur, Posma Rohana Lasniroha, Romauli Leonita, Emi Leonita, Emy Lestari, Rita Lita, Lita M. Kamali Zaman MAHFHIROH, INTAN Makomulamin Makomulamin Makomulamin Makomulamin, Makomulamin Marlina, Hastuti Marngatin Marngatin Marwad Marwad Marwad Marwad, Marwad Masribut Masribut Mega Ratu Meidia Wahyuni Mhd. Rizki Triwijaya Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Molina, Oni Muhammad Ade Setiawan Muhammad Muzakir Fahmi muharani, Defrika Mustika Sari, Nova Muthia Nabilla Nabila Nabila, Nabila Nahabila, T. Sy Rafni Nailul Fithri Arrasily Nashabila, Rafni Nasyabila, Rafni Neneng, Andi Nila Puspita Sari Ningrum, Hesti Nofiyadi Nofiyadi Nofiyadi, Nofiyadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Novita Rani Novita Rani Nugraha, A. Fajri Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Nurwijayanti Octaviani, Dita Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Putri Hidayah Putri Permata Yanda Putri, Rossa Anugerah Rafni Nashabila Rahayu Aishakina Rahayu, Endang P Rahayu, Endang Purnawati Rahayu, Yessi Rahmi Utamiasari Rahmi, Rawdhotul Rahmi, Sherly Firsta Rany, Novita Ratna Masni, Fenny Raviola Raviola Rawani, Azzah Reno Renaldi Retno Titi Humairoh Ridwan, Junaina Riri Maharani Rizki Samur Roby Yandri Romadiah, Ulil Rossa Anugerah Putri Sandi, Yogie Pratama Sangap Daniel T Santoso Santoso , Santoso SANTOSO SANTOSO Santoso Santoso Santoso Santoso Sarah Atyikah Sarah Atyikah Sari, Rina Gustina Sarwendah Sarwendah, Sarwendah Silfiani, Adawiyah Sitohang, Nelson Soemarno Soemarno Sri Hayati, Sri Sri Irianti Sri Irianti Sri Wahyuni Sugiyarningsih, Sugiyarningsih Sumengen Soetomo Susanto, Yudi Susmeneli, Herlina Syafrani Syafrani Syafrani Syukaisih Syukaisih T. Sy Rafni Nahabila Tri Jenny Minarsih Trismon, Ignatius Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Utamiasari, Rahmi Vanny Hilda Fabiola Vinki Trigunanda Aditya Wahdania, Annisa Wijayanti, Nurul Diyah Winda Kristanti, Winda Wirdaningsih Wirdaningsih Yen Purwawinata Mohan Yessi Harnani Yessi Harnani Yorismanto, Yorismanto Yuli Devila Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zaman, Kamali Zaman, M. Kamali