Claim Missing Document
Check
Articles

KEPADATAN DAN POLA PERTUMBUHAN TERIPANG Holothuria scabra, Holothuria atra dan Bohadchia marmorata SERTA ASOSIASINYA DENGAN LAMUN DI PESISIR PULAU AMBON, SAPARUA, OSI DAN MARSEGU, PROVINSI MALUKU Luhulima, Yunita; Zamani, Neviaty Putri; Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.23454

Abstract

Holothuria scabra, Holothuria atra dan Bohadschia marmorata merupakan jenis teripang dengan habitat yang sangat beragam dan umumnya ditemukan dalam jumlah yang dominan dibandingkan jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan pola pertumbuhan teripang H. scabra, H. atra dan B. marmorata serta asosiasinya dengan jenis lamun di pesisir Pulau Ambon, Pulau Osi dan Pulau Marsegu. Asosiasi teripang dengan lamun dianalisis dengan menggunakan analisis koresponden (CA). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019 sampai November 2019. Pengambilan sampel dilakukan pada pada 3 stasiun yang mewakili masing-masing lokasi dengan menggunakan kuadran 1m2. Hasil penelitian mendapatkan kepadatan teripang berkisar dari 4,0 sampai 6,6 ind/100 m2. Secara keseluruhan pola pertumbuhan teripang adalah allometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan berat. Thalassia hemprichii merupakan jenis lamun dengan kerapatan tertinggi sebesar 64407 ind/100 m2 dan Halodule pinifolia adalah jenis terendah sebesar 900 ind/100 m2. Hasil koresponden analisis menunjukkan adanya tiga kelompok asosiasi antara teripang dengan lamun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan jenis lamun dan kerapatan lamun berdampak pada kepadatan dan penyebaran jenis teripang.
PENGARUH KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TERHADAP POPULASI IKAN KARANG DI PULAU AY DAN RHUN, KEPULAUAN BANDA, PROVINSI MALUKU Welly, Marthen; Fahrudin, Achmad; Bengen, Dietriech G.; Damar, Ario
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.453 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.25376

Abstract

Kawasan konservasi perairan (KKP) berfungsi untuk mengelola sumber daya perikanan dan keanekaragaman hayati laut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kondisi ikan karang merupakan salah satu bioindikator untuk mengukur dampak pengelolaan KKP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak pembentukan KKP Daerah (KKPD) Pulau Ay dan Pulau Rhun terhadap sumber daya perikanan karang di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu Underwater Visual Census (UVC) dan Fish Length Estimation dengan bantuan peralatan SCUBA. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data sekunder dan data primer yang meliputi kelimpahan, biomassa, status tropik dan komposisi ukuran ikan besar dan ikan kecil dari 10 famili ikan target dan ekonomis penting sebelum dan sesudah Pulau Ay dan Pulau Rhun dicadangkan sebagai KKP. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan dan biomassa ikan karang secara temporal berfluktuasi sebelum dan sesudah Pulau Ay dan Pulau Rhun dicadangkan sebagai KKP, namun masih dalam kondisi melimpah dan tinggi. Status tropik dan komposisi ukuran ikan karang berubah-ubah sebelum dan sesudah pencadangan KKP, namun masih dalam kondisi seimbang antar kelompok tropik, ikan besar dan ikan kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah pencadangan KKPD memberikan dampak positif terhadap sumber daya ikan karang di Pulau Ay dan Pulau Rhun.
Font_matter: Font_matter Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2492.178 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30696

Abstract

Font_matter
Back_matter: Back_matter Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.161 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30697

Abstract

Back_matter
Jejaring Sistem Sosial-Ekologi di Kawasan PAAP Kepulauan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara: Pemahaman Holistik untuk Transformasi Berkelanjutan Ariston, Muhamad; Adrianto, Luky; Bengen, Dietriech G; Susanto, Handoko Adi
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2024): Desmeber 2024
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v14i2.13895

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode analisis jaringan sosial-ekologi (SENA) untuk memetakan dan menganalisis sistem sosial-ekologi skala kecil (SES) dalam pengelolaan area akses untuk perikanan skala kecil (PAAP) di Wilayah Kepulauan Wawonii, Kabupaten Kepulauan Konawe. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara berbagai aspek sosial, ekologi, ekonomi, tata kelola, dan pemanfaatan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menguji dinamika sistem sosial-ekologi di area PAAP Kabupaten Kepulauan Konawe. Penelitian dilakukan dari Februari hingga November 2022 dengan menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan FGD kepada 227 responden yang terdiri dari nelayan PAAP dan Non PAAP. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur, dokumen, dan laporan terkait. Model jaringan dasar dari SES dibangun menggunakan pendekatan jaringan untuk memahami pola interaksi antara entitas dalam sistem ini. Komunikasi, deteksi komunitas, dan analisis komputasi menggunakan R paket dilakukan untuk menghasilkan pemetaan terbaik dan mendapatkan wawasan tentang pola interaksi yang ada. Hasil pemetaan mengungkapkan kluster signifikan dan hubungan antara entitas dalam sistem perikanan skala kecil. Penelitian ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan kompleks antara berbagai aspek sistem perikanan skala kecil di Wilayah Kepulauan Wawonii, Kabupaten Kepulauan Konawe, yang dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan dan pengelolaan yang lebih efektif. Title: Social-Ecological System Networks in the PAAP Wawonii Islands Region, Konawe Islands District: Holistic Understanding for Sustainable Transformation This research utilizes the Social-Ecology Network Analysis (SENA) method to map and analyze small-scale social-ecological systems (SES) in the management of access areas for small-scale fisheries (PAAP) in the Wawonii Islands Region, Konawe Islands District. The study identifies and analyzes the relationships among various social, ecological, economic, governance, and resource utilization aspects. The research objective was to examine the dynamics of social-ecological systems in the PAAP area of Konawe Islands Regency. The research was conducted from February to November 2022 using a combination of primary and secondary data collection methods. Primary data were obtained through observations, interviews, and FGDs involving 227 respondents comprising PAAP and Non-PAAP fishermen. Meanwhile, secondary data were collected through literature reviews, document analysis, and relevant reports A basic network model of the SES is constructed using a network approach to understand the patterns of interactions among entities within this system. Communication, community detection, and computational analysis using the R package are performed to generate the best mapping and gain insights into the existing patterns of interactions. The mapping results reveal significant clusters and relationships among entities within the small-scale fisheries system. This study also provides a better understanding of the complex relationships among various aspects of the small-scale fisheries system in the Wawonii Islands Region, Konawe Islands District, serving as a foundation for decision-making and more effective management.
Mengungkap Aspek Biologi dan Emergence Point Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) di Laut Pulau Maitara Maluku Utara Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut; Siolimbona, Abdul Ajiz; Tahir, Irmalita; Paembonan, Rustam E; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy; Baksir, Abdurrachman; Subur, Riyadi; N, Furqan; Yidoatimojo, Sudibyo; Nurjaya, I Wayan; Restu, Yunan Gilang; N Natih, Nyoman Metta; Hari, Restu Fajar; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28334

Abstract

The Halmahera Walking Shark (Hemiscyllium halmahera) is an endemic marine biota in the Halmahera Sea. This species has a local migration pattern and is territorial. The distribution of this species is in the intertidal area to a depth of 10-15 meters. Previous studies have shown that this species is spread across several islands in the North Maluku Islands. Maitara Island is a small island located between the North Maluku archipelago. The Halmahera Walking Shark species is also found on this island. Information on the Halmahera Walking Shark species is not fully documented. The purpose of the study is related to biological information and emergence points (emergence points) in the Maitara Island Sea. Data collection was carried out on coral reefs, seagrass and mangroves. Samples were captured and morphometric measurements, weight and sex observations were taken. The sea area where the species was found was used to obtain coordinates for the emergence point. An analysis of length-weight relationship data was carried out to see growth patterns. The study found that morphometric measurements varied among individuals, although there were general similarities. Sexes were found in pairs (Male and Female), indicating that proportions and mating were still normal in nature. The habitat of this species is found in the mangrove area, coral reefs, and seagrass, thus describing that there is an association in nature. The emergence point shows that the Halmahera Walking Shark is found along the coast of Maitara Island although the frequency of the number is different. The length-weight relationship found a negative allometric growth pattern. Information on biological aspects and emergence points is important, to be used as a reference for migration areas and habitats for the interests of species, waters, and ecosystem conservation.  Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan biota laut endemik di laut Halmahera. Spesies ini memiliki pola migrasi lokal dan bersifat teritorial. Penyebaran spesies ini di wilayah intertidal hingga kedalaman 10-15 meter. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesies ini tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Maluku Utara. Pulau Maitara merupakan pulau kecil yang terletak diantara gugusan kepulauan Maluku Utara. Pulau ini juga ditemukan speises Hiu Berjalan Halmahera. Informasi belum terekam lengkap terkait spesies Hiu Berjalan Halmahera. Tujuan penelitian terkait informasi biologi dan emegence point (titik kemunculan) di Laut Pulau Maitara. Pengambilan data dilakukan di terumbu karang, lamun dan mangrove. Sampel ditangkap dan diambil ukuran morfometrik, berat dan pengamatan kelamin. Area laut ditemukannya spesies diambil koordinat untuk di jadikan sebagai titik kemunculan.  Analisis data hubungan panjang-berat dilakukan untuk melihat pola pertumbuhan. Hasil penelitian ditemukan ukuran morfometrik bervariasi pada setiap individu, meskipun terdapat kemiripan secara umum. Kelamin ditemukan sepasang (Jantan dan Betina), dengan demikian menunjukan proporsi dan perkawinan masih normal di alam. Habitat tertangkap spesies ini di area mangrove, terumbu karang dan lamun, sehingga mendeskripsikan terdapat asosiasi di alam. Titik kemunculan menunjukan bahwa, Hiu Berjalan Halmahera ditemukan di sepanjang pesisir laut Pulau Maitara meskipun frekuensi jumlah berbeda. Hubungan panjang berat menemukan pola pertumbuhan allometrik negatif. Informasi aspek biologi dan emergence point penting, untuk dapat dijadikan rujukan wilayah migrasi dan habitat untuk kepentingan konservasi spesies, perairan dan ekosistem.    
Pendekatan Metabarcoding eDNA untuk Mendeteksi Keanekaragaman Spons Laut: Sistematik Literatur Review dan Bibliometrik Analisis Anggi Mayulina Daulay; Beginer Subhan; Andhika Prima Prasetyo; Dietriech Geoffrey Bengen
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32404

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan, fokus tematik, dan arah riset terkait penggunaan environmental DNA (eDNA) metabarcoding untuk mendeteksi dan mengidentifikasi spons laut (Porifera). Pendekatan yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA dan analisis bibliometrik terhadap artikel terindeks Scopus tahun 2009–2025. Dari 116 publikasi awal, 42 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi tren publikasi, pola kolaborasi penulis-negara, serta struktur klaster kata kunci. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan publikasi sejak 2017, dengan kontribusi terbesar berasal dari Britania Raya, Spanyol, dan Amerika Serikat. Analisis kata kunci menghasilkan lima klaster utama yang mencerminkan arah riset global, yaitu (1) genetika dan biodiversitas, (2) mikrobioma dan metagenomik, (3) ekologi terumbu karang, (4) invertebrata laut, serta (5) lingkungan ekstrem. Meskipun eDNA metabarcoding terbukti sensitif untuk mendeteksi komunitas spons, tantangan utama yang ditemukan mencakup keterbatasan marker gen yang belum universal serta kelengkapan basis data taksonomi yang masih rendah. Novelty penelitian ini terletak pada penggabungan SLR dan bibliometrik secara khusus pada spons laut, sehingga mampu mengungkap kesenjangan geografis, keterbatasan metodologis, serta menawarkan rekomendasi strategis berupa standardisasi protokol, penguatan basis data referensi lokal, dan perluasan kolaborasi internasional, terutama di wilayah megabiodiversitas seperti Indonesia.Kata Kunci: eDNA, metabarcoding, Porifera, bibliometric, keanekaragaman hayati.ABSTRACTThis study analyzes the development, thematic focus, and research direction of environmental DNA (eDNA) metabarcoding applied to the detection and identification of marine sponges (Porifera). A systematic literature review (SLR) following PRISMA and a bibliometric analysis of Scopus-indexed publications from 2009–2025 were conducted. From an initial 116 records, 42 articles met the inclusion criteria and were analyzed using VOSviewer to identify publication trends, author–country collaborations, and keyword cluster structures. Results show a substantial increase in publications since 2017, with major contributions from the United Kingdom, Spain, and the United States. Keyword analysis revealed five major thematic clusters: (1) genetics and biodiversity, (2) microbiome and metagenomics, (3) coral reef ecology, (4) marine invertebrates, and (5) extreme environments. Although eDNA metabarcoding demonstrates high sensitivity for sponge detection, key challenges include non-universal genetic markers and incomplete taxonomic reference databases. The novelty of this study lies in integrating SLR and bibliometric approaches specifically for marine sponges, allowing the identification of geographic gaps, methodological limitations, and providing strategic recommendations for protocol standardization, the development of local reference databases, and enhanced international collaboration, particularly in megabiodiverse regions such as Indonesia.Keywords: eDNA, metabarcoding, Porifera, bibliometric analysis, biodiversity.
PEMANFAATAN RUANG LAUT UNTUK EKOWISATA BERDASARKAN RULES IN-USE OSTROM DI KAWASAN KONSERVASI PULAU GILI MATRA Sidqi, Muhandis; Bengen, Dietriech Geoffrey; Priyanta, Maret; Anggraini, Eva
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v11i2.16650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekurangan dan kelemahan substansi peraturan terkait pemanfaatan ruang laut dan pengelolaan Kawasan Konservasi Pulau (KKP) Gili Matra Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam konteks kelembagaan pengelola KKP untuk mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan. Penelitian dilakukan di KKP Gili Matra pada bulan Agustus 2024 dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pemanfaatan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan mendalam dengan aktor-aktor utama yang terlibat dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang laut, sedangkan data sekunder diperoleh melalui analisis substansi tiga peraturan utama: Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut, Keputusan menteri Kelautan dan Perikanan No. 34 Tahun 2022 tentang Penetapan KKP Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, serta Keputusan Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut No. 62 Tahun 2023 tentang Rencana Pengelolaan KKP Gili Matra Tahun 2023–2042. Analisis dilakukan menggunakan konsep rules-in-use dari Elinor Ostrom untuk menilai keselarasan antarperaturan dan efektivitas pengaturan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat ketidaksinkronan antara substansi peraturan pemanfaatan ruang laut dan pengelolaan KKP Gili Matra, yang berdampak pada hambatan implementasi kegiatan ekowisata. Ketidaksinkronan tersebut disebabkan oleh lemahnya koordinasi dan penguatan kelembagaan antar-pemangku kepentingan, serta belum optimalnya integrasi antara regulasi dan kondisi sosial-ekologis masyarakat setempat.TITLE: MARINE SPATIAL UTILIZATION FOR ECOTOURISM BASED ON OSTROM’S RULES-IN USE IN GILI MATRA CONSERVATION AREAThis study aims to analyze the weaknesses and deficiencies in the substance of regulations governing marine spatial utilization and the management of the Gili Matra Island Conservation Area (KKP Gili Matra) in West Nusa Tenggara Province, within the context of institutional arrangements supporting sustainable ecotourism development. The research was conducted in the Gili Matra Conservation Area in August 2024, using a qualitative approach that combined primary and secondary data. Primary data were collected through semi-structured and in-depth interviews with key stakeholders involved in marine spatial utilization and conservation management, while secondary data were obtained through document analysis of three main regulations: the Minister of Marine Affairs and Fisheries Regulation No. 28 of 2021 on Marine Spatial Planning Implementation, the Ministerial Decree No. 34 of 2022 on the Establishment of the Gili Air, Gili Meno, and Gili Trawangan Conservation Area, and the Directorate General of Marine Spatial and Ocean Management Decree No. 62 of 2023 on the Management Plan of the Gili Matra Conservation Area 2023–2042. The analysis applied Elinor Ostrom’s rules-in-use framework to assess the coherence and institutional effectiveness of these regulations. The findings reveal inconsistencies between the regulatory frameworks of marine spatial utilization and conservation management, resulting in implementation challenges for ecotourism activities. These inconsistencies stem from weak institutional coordination among decision-makers and insufficient integration of regulatory instruments with local socio-ecological dynamics.
PENDEKATAN SPASIOTEMPORAL DALAM MENILAI DINAMIKA IKAN KARANG UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN KONSERVASI LAUT DI KAWASAN PULAU PIEH (2021–2024) Muslim, Ryan Adhitia; Subhan, Beginer; Bengen, Dietriech G; Adriani, Adriani; Manafi, Efi Noferya; Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Ilham, Yuwanda; Kahar, Fauzi Abdul; Samsuardi, Samsuardi; Yennafri, Yennafri; Miswandi, Muhammad
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2025): (November) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.2.2025.151-161

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman hayati laut, dengan ikan karang memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan ikan karang dan struktur komunitas terumbu karang secara spasial dan temporal di Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan data primer yang didapatkan dari 16 stasiun pengamatan yang tersebar di berbagai zonasi konservasi (zona inti, pemanfaatan, dan rehabilitasi) pada kedalaman 5–10 meter, menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) untuk ikan karang dan Underwater Photo Transect (UPT) untuk terumbu karang. Data sekunder didapatkan dari hasil monitoring pengelola kawasan konservasi selama tahun 2021-2024 pada periode yang sama setiap tahun. Hasil menunjukkan bahwa keanekaragaman ikan karang berada pada kategori sedang (1 ≤ H’ ≤ 3), keseragaman komunitas sedang hingga tinggi (E > 0,5), dan dominansi rendah (C < 0,5), yang mengindikasikan kondisi ekosistem yang sehat. Hasil Component Analysis (CA) kelimpahan ikan karang dan tutupan karang menunjukan adanya keterkaitan antara stasiun pengamatan, tutupan karang dan kelimpahan ikan. Penurunan tutupan karang dan kelimpahan ikan pada tahun 2024 menandakan adanya pengaruh dari tekanan ekologis maupun aktivitas antropogenik sehingga pengelolaan yang optimal dan pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengelolaan kawasan konservasi secara efektif dan berkelanjutan.Coral reefs are vital ecosystems that support marine biodiversity, with reef fishes playing a key role in maintaining the balance of these ecosystems. This study aims to analyze the spatial and temporal relationship between reef fish abundance and coral reef community structure in the Pieh Island Marine Conservation Area, West Sumatra. The research used primary data conducted at 16 observation stations across different conservation zones (core, utilization, and rehabilitation zones) at depths of 5–10 meters, using the Underwater Visual Census (UVC) method for reef fish and the Underwater Photo Transect (UPT) method for coral reefs. Secondary data was obtained from monitoring conducted by conservation area managers during the same period each year from 2021 to 2024. The results showed that reef fish diversity was in the moderate category (1 ≤ H’ ≤ 3), community evenness was stable in moderate to high (E > 0.5), and dominance was low (C < 0.5), indicating a healthy ecosystem condition. The Component Analysis (CA) of reef fish abundance and coral cover revealed a correlation between observation stations, coral cover, and fish abundance. A decline in coral cover and fish abundance in 2024 indicates the influence of ecological stress and anthropogenic activities, highlighting the need for improved management and increased community awareness. The results of this study can serve as a scientific basis for effective and sustainable marine conservation area management.
DETECTING GROUPER (EPINEPHELINAE) DIET COMPOSITION AND PREY AVAILABILITY IN RAJA AMPAT CORAL REEFS THROUGH DNA AND eDNA METABARCODING Madduppa, Hawis; Bengen, Dietriech Geoffrey; Ayu, Inna Puspa; Subhan, Beginer; Sani, Lalu M Iqbal; Prabowo, Budi
BIOTROPIA Vol. 30 No. 1 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 1 April 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.1.1608

Abstract

Gaining extensive knowledge of prey sources is an essential approach for understanding trophic structure and relationships, especially in highly diverse coral reef ecosystems. Groupers are a major Asian reef fish commodity, making it important to study grouper prey and the trophic relations involved. The wide distribution of groupers across different environments could lead to distinctive predatory behaviour. Therefore, this study was conducted to investigate and compare the taxonomic classification and composition of prey in the diets of two common groupers (Epinephelus areolatus and E. malabaricus) based on DNA metabarcoding of stomach contents and potential prey detection using environmental DNA tools at sites in the coral reefs of Raja Ampat, Indonesia. DNA recovered from the water column comprised taxa from the Arthropoda, Chordata, Cnidaria and Mollusca, several of which were also found in grouper guts, with Cnidaria the most abundant class. Diversity was high for potential prey species in the environment and prey consumed by each grouper species. The high overlap in prey identified from gut contents indicates these two epinephelids have a similar feeding strategy. However, nMDS ordination showed segregation between the prey consumed by each species and potential prey available in the environment. The results indicate a low likelihood of competition between the two grouper species, related to the abundance and wide choice of potential prey in the highly biodiverse Raja Ampat coral reef ecosystem.
Co-Authors . Ahyar . Chaidir . Suharsono Abdul Ajiz Siolimbona Abdul Ajiz Siolimbona Abdul Harim Abdullah Hisam bin Omar Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abimanyu Takdir Alamsyah Abrahamsz, Jodie G. Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achyani, Ratno Aditya Hikmat Nugraha ADRIANI ADRIANI Afdal Afdal, Afdal Agung Putra Utama Agus Atmadipoera Agus Sholeh Atmadipoera Agustin Rustam Ahmad Najid Al Azhar Al Azhar Alan Frendy Koropitan Alimudin Laapo An Nisa Nurul Suci Andhika Prima Prasetyo Andi Irwan Nur, Andi Irwan Angela Mariana Lusiastuti Anggi Mayulina Daulay Anggraini, Nurlita Putri Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Arief Pratomo, Arief Arif Satria Ario Damar Arisandi, Defrian Marza Ariston, Muhamad Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman, Asep Sandra Audina Putri Awal . Subandar, Awal . Awal Subandar Ayu, Inna Puspa Beale, Calvin S. Beginer Subhan Bintal Amin Bintang Prayoga Budi Hascaryo Iskandar Budi Prabowo Budy Wiryawan Burhanis Burhanis Chaidir Chaidir Dafit Ariyanto David Smith Dedi Soedharma Dondy Arafat Dzulfannazhir, Fauzan Efriyeldi, Efriyeldi Ekawati Sri Wahyuni Eko S Wibowo Erlania Erlania Etty Riani Eva Anggraini Faisal Hamzah Fauzan Dzulfannazhir Ferawati Runtuboi Ferdinan Yulianda Ferse, Sebastian FERY KURNIAWAN Firdaut Ismail Firdaut Ismail Franto Novico Fredinan Yulianda Gede Iwan Setiabudi Hanif Budi Prayitno Hari, Restu Fajar Harpasis Slamet Sanusi Hawis H Madduppa Hefni Effendi Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli I Wayan Nurjaya I Wayan Nurjaya Idris Idris Ikbal Marus Ikbal Marus, Ikbal Ilham, Yuwanda Indri Manembu Ira Dillenia Irma Akhrianti Irmalita Tahir Irmalita Tahir, Irmalita Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Ismail, Firdaut Isni Nurruhwati Iswandi Wahab John Haluan John I Pariwono Joko Santoso Joshian N.W. Schaduw Juraij Juraij Kadarwan Soewardi Kahar, Fauzi Abdul Kotta, Raismin Kurdi Gunawan Lalu M. Iqbal Sani Leni Maryani Lieng, Lieng LILIK BUDIPRASETYO Luhulima, Yunita Luky Adrianto Luzmi Malia Izza Mai Suriani Majariana Krisanti Manafi, Efi Noferya Maret Priyanta Martini Djamhur Maya F Tamimi Mennofatria Boer Meutia Samira Ismet Michael John Sweet Michael Sweet Miswandi, Muhammad Mudjirahayu Mudjirahayu Muh. Ishak Jumarang Muh. Rasman Manafi Muhammad Agus Muljanto Muhammad Kasnir Muhammad Masrur Islami, Muhammad Masrur Muhandis Sidqi, Muhandis Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mulyono S. Baskoro N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Najid, Ahmad Nanda Tiara Diningsih Nebuchadnezzar Akbar Nella Tri Agustini, Nella Tri Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty Putri Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Noferya, Efi Noverita Dian Takarina Dian Takarina Novi Susetyo Adi, Novi Susetyo Novian Prahandhy Kusuma Nuraini Nuraini Nurlisa Alias Butet Nurlita Putri Anggraini Nyoman M N Natih Nyoman M.N Natih Nyoman Metta N Natih Nyoman Metta N. Natih Ocky Karna Radjasa Ofri Johan Ofri Johan Ofri Johan Ofri Johan Paembonan, Rustam E Prakas Santoso Prehadi, Prehadi R Widodo Rahma Aprilian Rahmat, Fadhlan Basiluddin Rainer A Troa Raismin Kotta Ramili, Yunita Rasidi Rasidi Rasidi, Rasidi Rastina, Rastina Restu, Yunan Gilang Retraubun, Alex S.W. Riana Faiza Richard J. Stanford Richardus F Kaswadji Richardus F Kaswadji Richardus Kaswadji Richardus Kaswadji RIDWAN AFFANDI Rika Anggraini Riris Aryawati Riris Aryawati Rita Rachmawati Riyadi Subur, Riyadi Robba Fahrisy Darus, Robba Fahrisy Rokhmin Dahuri Roni Bawole Rozirwan . Rudi Febriamansyah Rustam E Paembonan Rustam E Paembonan Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Ryan Adhitia Muslim Sadikin Amir Saenudin Safar Dody Salsabila, Afviya Samsuardi Samsuardi, Samsuardi Sani, Lalu M Iqbal Sani, Lalu M. Iqbal Santoso, Prakas Sebastian C. A. Ferse Setyaningsih, Wahyu Adi Setyo Handayani Setyo Pertiwi Simatupang, Candida Putri Nauli Siolimbona, Abdul Ajiz Sonja Kleinertz Subhat Nurhakim Suhaemi Suharsono Suharsono Suharsono _, Suharsono Susanto, Handoko Adi Syahrial Syahrial Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Taqiyuddin, Muhammad Wijdan Tengku Zia Ulqodry Tirtama, Wahyu Tri Hartanto Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Try Al Tanto Ummu Salma Unstain NWJ Rembet Vijaya Isnaniawardhani Wahab, Iswandi Wahyudi, A’an Johan Welly, Marthen Welmar Olfan Barat, Welmar Olfan Wibowo, Eko S Wike Ayu Eka Putri Yanelis Prasenja Yennafri, Yennafri Yidoatimojo, Sudibyo Yuli Naulita Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yunianto Setiawan, Yunianto Yusli Wardiatno Zamani, Nevianty P Zulfikar, Andi