Claim Missing Document
Check
Articles

TENTACLE COMPONENTS (NEMATOCYSTS AND ZOOXANTHELLA) OF Montipora danae in MARAK ISLAND, WEST SUMATERA Lieng, Lieng; Zamani, Nevianty P; Bengen, Dietriech Geoffrey; Naulita, Yuli
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 3 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.7.3.398-404

Abstract

Coral animals have tentacles in which there are Nematocysts in the ectoderm layer and zooxanthella in the endoderm layer, and these two components have a role as a defense and food source; this study was conducted to identify the components of Montipora danae coral tentacles. The research was conducted in Marak Island, West Sumatra, with a purposive sampling method based on the presence of M.danae. The coral samples were decalcified to separate the tissue from the skeleton. The results of this study indicate that M.danae consists of Nematocysts type sH (small Holotrich), MpM-I (Microbasic p-Mastighopore I), and H (Holotrich). Holotrich has the highest relative abundance of 74-91%, MpM-I has 3,92-20,63% and sH has 3-24%. Holotrich has larger morphometrics than sH and MpM-I, namely 72,76-82,35 μm capsule length and 19,55-24 μm capsule width. The zooxanthella density of M. danae was lower than that of normal corals at 624 cells/cm2.
Komposisi Jenis Dan Kepadatan Spons (Porifera: Demospongiae) dI Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta: Species Composition and Density of Sponges (Porifera: Demospongiae) on Panggang Island, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Bengen, Dietriech G; Madduppa, Hawis H; Ismet, Meutia Samira; Taqiyuddin, Muhammad Wijdan; Salsabila, Afviya; Setyaningsih, Wahyu Adi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.56300

Abstract

Spons merupakan organisme simbion yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir, seperti menyaring air, menguraikan bahan organik menjadi nutrien, menyediakan tempat berlindung bagi mikroorganisme, serta berperan dalam stabilitas dan pengikatan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi, keanekaragaman spesies spons yang terdapat di habitat lamun di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Penelitian dilakukan di tiga lokasi menggunakan transek garis sepanjang 50 dan 11 transek kuadrat berukuran 0,5 x 0,5 meter di setiap garis transek. Sampel spons diambil dengan memotong sebagian kecil dari setiap spons untuk dianalisis spikulanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spons yang ditemukan di seluruh lokasi penelitian terdata sebanyak 10 spesies dan didominasi oleh Chondrilla caribensis forma dengan nilai kerapatan spons sebesar 0-13 ind/m². Indeks keanekaragaman spons di Pulau Panggang berada pada kategori sedang yang menunjukkan bahwa distribusi genus dalam kumpulan spons di Pulau Panggang cukup merata. Kandungan fosfat dan kecepatan arus menunjukkan korelasi yang kuat dan positif terhadap kepadatan spons, sementara suhu memiliki korelasi positif terhadap kerapatan lamun. Di sisi lain, korelasi antara kepadatan spons dan kerapatan lamun relatif lemah, yang mendukung temuan bahwa kedua komponen ini tidak memiliki keterkaitan erat dalam ekosistem yang diamati.
Variability of Marine Carbonate Systems in Seagrass and Coral Reef Ecosystems of Pari and Lombok Islands, Indonesia Afdal, Afdal; Bengen, Dietriech G.; Wahyudi, A’an Johan; Rastina, Rastina; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Prayitno, Hanif Budi; Hamzah, Faisal; Suteja, Yulianto; Adi, Novi Susetyo; Koropitan, Alan F.
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.221-236

Abstract

The increase in anthropogenic CO2 emissions has induced significant physical and biogeochemical alterations in oceans worldwide, including warming, acidification, and oxygen depletion. Coastal areas are particularly vulnerable due to intensified human activities and terrestrial influences, resulting in increased coastal ocean acidification driven by atmospheric CO2 absorption and regional biological and anthropogenic processes. However, research on the collective impact of land-sea interaction and air-sea CO2 exchange on coastal ocean acidification in severely disturbed areas, such as the small islands of Lombok and Pari in Indonesia, remains limited. This study aims to investigate the daily fluctuations in marine carbonate systems and aragonite saturation (Ωarag) levels in the vicinity of seagrass and coral reef habitats in Pari Island and Sire Bay, Lombok. Seawater samples were collected from Sire Bay, Lombok, and the coastal waters of Pari Island to analyze the carbonate systems, CO₂ flux, and metabolic processes. The findings indicate that Pari Island's coastal waters are more susceptible to ocean acidification than Sire Bay, Lombok, showing significantly lower pH values and Ωarag (P<0.05), ranging from 7.60 to 8.00 and 1.04 to 2.54, respectively. This disparity arises from the decreased temperature and salinity in Pari Island's coastal waters during the northwest monsoon, coupled with the deteriorated state of the seagrass and coral reef ecosystems, altering the equilibrium of ecosystem productivity and calcification. The study underscores the necessity of adopting specific coastal management tactics to lessen the effects on fragile ecosystems, highlighting the urgency for additional studies to evaluate adaptive and conservation strategies to preserve coastal biodiversity and ecosystem services.
EVALUASI MULTITEMPORAL INDEKS KESEHATAN KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PULAU PIEH DAN LAUT SEKITARNYA (2021-2024): ANALISIS BIOFISIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN BERBASIS EKOSISTEM Noferya, Efi; Bengen, Dietriech Geoffrey; Zamani, Neviaty Putri; Ismet, Meutia Samira; Muslim, Ryan Adhitia; Arisandi, Defrian Marza; Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Ilham, Yuwanda; Utama, Agung Putra; Yennafri, Yennafri; Samsuardi, Samsuardi; Miswandi, Muhammad
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2025): (Mei) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.1.2025.59-75

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki peran penting dalam menjaga biodiversitas dan ketahanan lingkungan pesisir. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, degradasi terumbu karang terus meningkat akibat aktivitas antropogenik dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Kesehatan Karang (Coral Health Index / CHI) di Kawasan Konservasi Pulau Pieh dan perairan sekitarnya dalam periode 2021-2024 menggunakan pendekatan biofisik dan statistik. Analisis dilakukan terhadap 16 stasiun pengamatan, menggunakan data parameter bentik (tutupan karang hidup, resiliensi) dan biomassa ikan karang yang diperoleh melalui metode Underwater Photo Transect (UPT) dan Underwater Visual Census (UVC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CHI berkisar antara 3 hingga 10, dengan beberapa stasiun menunjukkan tren peningkatan sementara lainnya mengalami stagnasi atau penurunan. Analisis Spearman correlation mengindikasikan bahwa parameter kualitas air (pH, DO, suhu, dan salinitas) tidak memiliki hubungan signifikan terhadap CHI pada semua tahun pengamatan (p-value > 0,05). Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa faktor kualitas air bukan penentu utama perubahan CHI, tetapi tekanan ekologis dan aktivitas antropogenik lebih berperan dalam menentukan kondisi kesehatan terumbu karang. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengelolaan berbasis ekosistem guna menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang.Coral reefs are marine ecosystems that play a crucial role in maintaining biodiversity and coastal environmental resilience. However, in recent decades, coral reef degradation has continued to increase due to anthropogenic activities and climate change. This study aims to analyze the Coral Health Index (CHI) in the Pieh Island Conservation Area and its surrounding waters from 2021 to 2024 using biophysical and statistical approaches. The analysis was conducted at 16 observation stations using benthic parameters (live coral cover, resilience) and reef fish biomass data collected through the Underwater Photo Transect (UPT) and Underwater Visual Census (UVC) methods. The results indicate that CHI values range from 3 to 10, with some stations showing an increasing trend while others experience stagnation or decline. Spearman correlation analysis indicates that water quality parameters (pH, DO, temperature, and salinity) do not have a significant relationship with CHI in all observation years (p-value > 0.05). Principal Component Analysis (PCA) shows that water quality factors are not the main determinants of CHI changes; instead, ecological pressure and anthropogenic activities play a more significant role in determining coral reef health. This study provides recommendations for ecosystem-based management to ensure the sustainability of coral reef ecosystems.
Integrasi Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Raja Ampat Melalui Analisis Level Aksi Kelembagaan Nuraini, Nuraini; Satria, Arif; Wahyuni, Ekawati Sri; Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v15i1.14900

Abstract

Masalah pengelolaan kawasan konservasi seringkali dipengaruhi oleh ketidaksesuaian kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta bagaimana kepatuhan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kelembagaan pengelolaan kawasan konservasi perairan daerah melalui analisis pada tiga level aksi kelembagaan yaitu level konstitusional, kolektif dan operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten peraturan dan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di Kampung Arborek, Yenbuba dan Sawinggrai Kabupaten Raja Ampat pada bulan Oktober 2022. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, focus group discussion dan analisis dokumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrasi kelembagaan dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan daerah Kabupaten Raja Ampat telah terbentuk. Pada level konstitusional, integrasi kelembagaan terlihat dari kesesuaian aturan mengenai pihak yang berwenang dalam penyusunan rencana zonasi dan pengelolaan kawasan konservasi perairan serta adanya pengakuan kewenangan masyarakat adat. Pada integrasi di level kolektif terwujud melalui adanya kesesuaian tujuan lintas sektor dan kerjasama antar pemangku kepentingan. Pada level operasional, integrasi kelembagaan terwujud melalui kesesuaian pemahaman mengenai batas wilayah konservasi perairan, pelaksanaan aturan konservasi dan pemberlakuan sanksi. Rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat integrasi kelembagaan pengelolaan kawasan konservasi perairan Raja Ampat antara lain: 1) penyesuaian pembaruan penetapan kebijakan mengenai wewenang pengelolaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten; 2) peningkatan kapasitas kelembagaan Dewan Adat Suku Maya dengan cara memberi dukungan dana, keterampilan, atau keahlian untuk menjalankan program-program konservasi perairan; 3) penyesuaian luas konservasi antara yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua Barat dan pemerintah Kabupaten Raja Ampat; serta 4) pemberian tanda batas pada zona-zona konservasi. Title : The Institutional Integration of Marine Conservation Area Management in Raja Ampat Regency Through Institutional Action Level AnalysisThe management of conservation areas is often influenced by the misalignment of policies between the central government, provincial government, and regional government, as well as the level of compliance with the implementation of these policies. This study aims to examine the institutional integration in the management of regional marine conservasion areas through an analysis of three institutional levels: constitutional, collective and operational. A qualitative method with a policy analysis and descriptive analysis approach was employed. The research was conducted in the villages of Arborek, Yenbuba, and Sawinggrai, Raja Ampat Regency, in October 2022. Data were collected through interviews, observations, focus group discussions, and document analysis. The findings show that institutional integration in the management of marine conservation areas in Raja Ampat Regency has been established. At the constitutional level, institutional integration is reflected in the alignment of regulations concerning the authorities responsible for drafting zoning plans and managing marine conservation areas, as well as the recognition of indigenous people’s authority. At the collective level, institutional integration is manifested in the alignment of cross-sectoral objectives, collaboration among stakeholders, and the involvement of indigenous communities. At the operational level, institutional integration is evident in the consistency of understanding regarding the boundaries of marine conservation area, the enforcement of conservation regulations, and the imposition of sanctions. Policy recommendations that could strengthen institutional integration in the management of marine conservation area in Raja Ampat include: 1) adjusting policies regarding management authority between the central, provincial, and regionak governments; 2) enhancing the institutional capacity of the Maya Indigenous Council by providing financial support, skills, or expertise to support marine conservation programs; 3) adjusting the area of the conservation between the central government,the West Papua Provincial Government and the Raja Ampat Regency government; and 4) marking boundaries in the marine conservation zones.
A Comparative Study of Social-Ecological Characteristics of Land-based and Island-based Small-Scale Fisheries in Southeast Sulawesi Province Ariston, Muhamad; Adrianto, Luky; Bengen, Dietriech G; Susanto, Handoko Adi; Zulfikar, Andi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.484

Abstract

Small-scale fisheries exhibit unique, diverse, and varied characteristics in each region. These distinctive traits render small-scale fisheries challenging to regulate centrally. This research aims to compare the characteristics of land-based and island-based small-scale fisheries in Southeast Sulawesi Province. Data were collected through structured interviews involving 445 respondents from two distinct areas: North Konawe, representing land-based fisheries, and Konawe Islands, representing island-based fisheries. Both qualitative (questionnaire data) and quantitative analyses were conducted using R software. Proportion data were tested using the R ggstatsplot package, while word cloud analysis utilized the R wordcloud package. The analysis of fishing ground distribution hotspots was performed using QGIS software version 3.30. The research findings demonstrate differences across various aspects, including education levels, boat sizes, fishing frequency, monthly income, and types of captured fish. Furthermore, the study highlights that island-based small-scale fisheries hold a higher income potential compared to their landbased counterparts. These differing characteristics serve as essential considerations in developing policies that support sustainable management of small-scale fisheries based on the needs of local communities.
KEPADATAN DAN POLA PERTUMBUHAN TERIPANG Holothuria scabra, Holothuria atra dan Bohadchia marmorata SERTA ASOSIASINYA DENGAN LAMUN DI PESISIR PULAU AMBON, SAPARUA, OSI DAN MARSEGU, PROVINSI MALUKU Luhulima, Yunita; Zamani, Neviaty Putri; Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.23454

Abstract

Holothuria scabra, Holothuria atra dan Bohadschia marmorata merupakan jenis teripang dengan habitat yang sangat beragam dan umumnya ditemukan dalam jumlah yang dominan dibandingkan jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan pola pertumbuhan teripang H. scabra, H. atra dan B. marmorata serta asosiasinya dengan jenis lamun di pesisir Pulau Ambon, Pulau Osi dan Pulau Marsegu. Asosiasi teripang dengan lamun dianalisis dengan menggunakan analisis koresponden (CA). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019 sampai November 2019. Pengambilan sampel dilakukan pada pada 3 stasiun yang mewakili masing-masing lokasi dengan menggunakan kuadran 1m2. Hasil penelitian mendapatkan kepadatan teripang berkisar dari 4,0 sampai 6,6 ind/100 m2. Secara keseluruhan pola pertumbuhan teripang adalah allometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan berat. Thalassia hemprichii merupakan jenis lamun dengan kerapatan tertinggi sebesar 64407 ind/100 m2 dan Halodule pinifolia adalah jenis terendah sebesar 900 ind/100 m2. Hasil koresponden analisis menunjukkan adanya tiga kelompok asosiasi antara teripang dengan lamun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan jenis lamun dan kerapatan lamun berdampak pada kepadatan dan penyebaran jenis teripang.
PENGARUH KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TERHADAP POPULASI IKAN KARANG DI PULAU AY DAN RHUN, KEPULAUAN BANDA, PROVINSI MALUKU Welly, Marthen; Fahrudin, Achmad; Bengen, Dietriech G.; Damar, Ario
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.453 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.25376

Abstract

Kawasan konservasi perairan (KKP) berfungsi untuk mengelola sumber daya perikanan dan keanekaragaman hayati laut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kondisi ikan karang merupakan salah satu bioindikator untuk mengukur dampak pengelolaan KKP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak pembentukan KKP Daerah (KKPD) Pulau Ay dan Pulau Rhun terhadap sumber daya perikanan karang di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu Underwater Visual Census (UVC) dan Fish Length Estimation dengan bantuan peralatan SCUBA. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data sekunder dan data primer yang meliputi kelimpahan, biomassa, status tropik dan komposisi ukuran ikan besar dan ikan kecil dari 10 famili ikan target dan ekonomis penting sebelum dan sesudah Pulau Ay dan Pulau Rhun dicadangkan sebagai KKP. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan dan biomassa ikan karang secara temporal berfluktuasi sebelum dan sesudah Pulau Ay dan Pulau Rhun dicadangkan sebagai KKP, namun masih dalam kondisi melimpah dan tinggi. Status tropik dan komposisi ukuran ikan karang berubah-ubah sebelum dan sesudah pencadangan KKP, namun masih dalam kondisi seimbang antar kelompok tropik, ikan besar dan ikan kecil. Kesimpulan penelitian ini adalah pencadangan KKPD memberikan dampak positif terhadap sumber daya ikan karang di Pulau Ay dan Pulau Rhun.
Font_matter: Font_matter Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2492.178 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30696

Abstract

Font_matter
Back_matter: Back_matter Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.161 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30697

Abstract

Back_matter
Co-Authors . Ahyar . Chaidir . Suharsono Abdul Ajiz Siolimbona Abdul Ajiz Siolimbona Abdul Harim Abdullah Hisam bin Omar Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abimanyu Takdir Alamsyah Abrahamsz, Jodie G. Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achyani, Ratno Aditya Hikmat Nugraha ADRIANI ADRIANI Afdal Afdal, Afdal Agung Putra Utama Agus Atmadipoera Agus Sholeh Atmadipoera Agustin Rustam Ahmad Najid Al Azhar Al Azhar Alan Frendy Koropitan Alimudin Laapo An Nisa Nurul Suci Andhika Prima Prasetyo Andi Irwan Nur, Andi Irwan Angela Mariana Lusiastuti Anggi Mayulina Daulay Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Arief Pratomo, Arief Arif Satria Ario Damar Arisandi, Defrian Marza Ariston, Muhamad Asep Sandra Budiman Audina Putri Awal . Subandar, Awal . Awal Subandar Beale, Calvin S. Beginer Subhan Bintal Amin Bintang Prayoga Budi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Burhanis Burhanis Chaidir Chaidir Dafit Ariyanto David Smith Dedi Soedharma Dondy Arafat Efriyeldi, Efriyeldi Ekawati Sri Wahyuni Eko S Wibowo Erlania Erlania Etty Riani Eva Anggraini Faisal Hamzah Fauzan Dzulfannazhir Ferawati Runtuboi Ferdinan Yulianda FERY KURNIAWAN Firdaut Ismail Firdaut Ismail Franto Novico Fredinan Yulianda Gede Iwan Setiabudi Hanif Budi Prayitno Hari, Restu Fajar Harpasis Slamet Sanusi Hawis H Madduppa Hefni Effendi Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli I Wayan Nurjaya I Wayan Nurjaya Idris Idris Ikbal Marus Ilham, Yuwanda Indri Manembu Ira Dillenia Irma Akhrianti Irmalita Tahir Irmalita Tahir, Irmalita Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Ismail, Firdaut Isni Nurruhwati Iswandi Wahab John Haluan John I Pariwono Joshian N.W. Schaduw Juraij Juraij Kadarwan Soewardi Kahar, Fauzi Abdul Kurdi Gunawan Lalu M. Iqbal Sani Leni Maryani Lieng, Lieng LILIK BUDIPRASETYO Luhulima, Yunita Luky Adrianto Luzmi Malia Izza Mai Suriani Majariana Krisanti Manafi, Efi Noferya Maret Priyanta Martini Djamhur Maya F Tamimi Mennofatria Boer Meutia Samira Ismet Michael John Sweet Michael Sweet Miswandi, Muhammad Mudjirahayu Mudjirahayu Muh. Ishak Jumarang Muh. Rasman Manafi Muhammad Agus Muljanto Muhammad Kasnir Muhammad Masrur Islami, Muhammad Masrur Muhandis Sidqi, Muhandis Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Mulyono S. Baskoro N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Najid, Ahmad Nanda Tiara Diningsih Nebuchadnezzar Akbar Nella Tri Agustini, Nella Tri Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty Putri Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Noferya, Efi Noverita Dian Takarina Dian Takarina Novi Susetyo Adi, Novi Susetyo Novian Prahandhy Kusuma Nuraini Nuraini Nurlisa Alias Butet Nurlita Putri Anggraini Nyoman M N Natih Nyoman M.N Natih Nyoman Metta N Natih Nyoman Metta N. Natih Ocky Karna Radjasa Ofri Johan Ofri Johan Ofri Johan Ofri Johan Paembonan, Rustam E Prakas Santoso R Widodo Rahma Aprilian Rahmat, Fadhlan Basiluddin Rainer A Troa Raismin Kotta Ramili, Yunita Rasidi Rasidi Rastina, Rastina Restu, Yunan Gilang Retraubun, Alex S.W. Riana Faiza Richard J. Stanford Richardus F Kaswadji Richardus F Kaswadji Richardus Kaswadji Richardus Kaswadji RIDWAN AFFANDI Rika Anggraini Riris Aryawati Riris Aryawati Rita Rachmawati Riyadi Subur, Riyadi Rokhmin Dahuri Roni Bawole Rozirwan . Rudi Febriamansyah Rustam E Paembonan Rustam E Paembonan Ryan Adhitia Muslim Sadikin Amir Saenudin Safar Dody Salsabila, Afviya Samsuardi Samsuardi, Samsuardi Sebastian C. A. Ferse Setyaningsih, Wahyu Adi Setyo Handayani Setyo Pertiwi Simatupang, Candida Putri Nauli Siolimbona, Abdul Ajiz Sonja Kleinertz Subhat Nurhakim Suhaemi Suharsono Suharsono Suharsono _, Suharsono Susanto, Handoko Adi Syahrial Syahrial Taqiyuddin, Muhammad Wijdan Tengku Zia Ulqodry Tirtama, Wahyu Tri Hartanto Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Try Al Tanto Ummu Salma Unstain NWJ Rembet Vijaya Isnaniawardhani Wahab, Iswandi Wahyudi, A’an Johan Welly, Marthen Welmar Olfan Barat, Welmar Olfan Wike Ayu Eka Putri Yanelis Prasenja Yennafri, Yennafri Yidoatimojo, Sudibyo Yuli Naulita Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yunianto Setiawan, Yunianto Yusli Wardiatno Zamani, Nevianty P Zulfikar, Andi