Claim Missing Document
Check
Articles

Resiliensi Akademik Siswa SMA yang Tinggal Kelas Oktavia, Putri; Hariko, Rezki; Taufik, Taufik; Handayani, Puji Gusri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12793

Abstract

Resiliensi akademik merupakan hal yang penting untuk dimiliki siswa dalam akademiknya. Namun, data menunjukkan bahwa resiliensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran resiliensi akademik siswa SMA yang tinggal kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden penelitian adalah siswa SMA di Kecamatan Batang Anai Tahun Ajaran 2023/2024 sebanyak 26 siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala resiliensi akademik siswa yang disusun berpedoman pada model skala likert. Data yang terkumpul diolah menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara umum resiliensi akademik siswa SMA di Kecamatan Batang Anai yang tinggal kelas berada pada kategori tinggi, terdapat salah satu aspek yang berada pada kategori sedang yaitu ketekunan siswa dalam belajar. Berdasarkan aspek-aspek yang diteliti, disimpulkan bahwa siswa sudah memiliki kepercayaan diri, pengontrolan diri, ketenangan, dan ketekunan dalam belajar, meskipun masih perlu ditingkatkan. Pembahasan fokus pada aspek-aspek resiliensi akademik siswa dan implikasi terhadap layanan bimbingan dan konseling.
Are there work-family conflict differences between male and female employees? Febriani, Rahmi Dwi; Triyono, Triyono; Handayani, Puji Gusri; Yendi, Fricha Meiviolona; Putriani, Lisa; Yuca, Verlanda
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323241

Abstract

Work and family are the most important parts of human life that cannot be easily separated. Therefore, individuals must have the ability to balance their responsibilities in work and family life to become individuals with positive and loyal behavior at work. In balancing work and family, conflicts and dilemmas often arise in determining the priorities of these two things, giving rise to a situation called work-family conflict. This research aims to (1) describe employee work-family conflict based on gender (men and women), and (2) examine differences in employee work-family conflict based on gender. This research uses quantitative research methods with a comparative descriptive research type. The research sample was 100 employees of Padang State University. The research results show that there are differences in work-family conflict between male and female employees.
Sikap remaja gen-z berlatar budaya Minangkabau terhadap perilaku seks bebas Putriani, Lisa; Handayani, Puji Gusri; Kurnia, Reni; Putra, Febri Wandha; Febriani, Rahmi Dwi
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap remaja Gen-Z berlatar belakang budaya Minangkabau terhadap perilaku seks bebas ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif, serta menguji perbedaan sikap remaja Gen-Z berlatar belakang budaya Minangkabauterhadap perilaku seks ditinjau dari jenis kelamin. Data dikumpulkan melalui teknik simple random sampling dan didapatkan 292 remaja laki-laki dan perempuan yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat yang berlatar belakang budaya Minangkabau. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik parametrik yaitu dengan menggunakan Paired-Sample T-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menjelaskan bahwa fenomena sikap remaja Minangkabau terhadap perilaku seks bebas berada pada kategori menolak. Kemudian jika dilihat dari aspek kognitif berada pada kategori menolak, aspek afektif ragu-ragu, dan aspek konatif menolak. Selanjutnya, terdapat perbedaan sikap remaja terhadap perilaku seksual bebas ditinjau dari jenis kelamin, dimana remaja laki-laki cenderung lebih menerima perilaku seks bebas dibandingkan dengan remaja perempuan. Oleh karena itu, berdasarkan temuan penelitian ini, diharapkan kerjasama dengan berbagai pihak baikorangtua, guru di sekolah dan masyarakat dalam hal menumbuhkan pemahaman berbudaya Minangkabau pada remaja agar terhindar dari bahaya dari seks bebas.
The Effect of Exposure to Violent Video Games on Students’ Aggressive Tendencies Nasri, Wa Ode Lili Andriani; Handayani, Puji Gusri; Susiati, Susiati; Tobing, Christine Masada Hirashita; Fajri, Nurul; Brescia, Reggiana; Syahputra, Yuda
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 3 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071612000

Abstract

The rapid development of digital technology has made online games a part of students' daily lives, including games containing violent elements. This phenomenon raises concerns because exposure to violent games is suspected of contributing to increased aggressive behavior among adolescents. Therefore, this study aims to determine the effect of violent games on the aggressive behavior of junior high school students. This study used a quantitative approach with a correlational design. The study sample consisted of 282 junior high school students spread across three provinces, namely West Sumatra, Jakarta, and Southeast Sulawesi, consisting of 121 male students and 161 female students. This study used two scales: the violent game scale and the aggressiveness scale. Data analysis was conducted through simple linear regression analysis. The results showed that playing violent games significantly influenced aggressive behavior. The coefficient of determination (R Square = 0.253) indicated that 25.3% of students' aggressive behavior was explained by the intensity of playing violent games, while the rest was influenced by other factors. The implications of this research are the need for active participation by schools, parents, and the community in monitoring and providing alternative positive activities that can reduce students' exposure to violent games.
Pengembangan TOGA sebagai Upaya Mewujudkan Kesehatan Mandiri Masyarakat Desa Sidomakmur Handayani, Puji Gusri; Musriati, Wina; Rahmadani, Indah; Sagita, Fitria; Abrar, Muhammad Fauzan
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 3 (2025): Renata - Desember 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.233

Abstract

Kearifan lokal seperti pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dapat meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis TOGA yang paling umum digunakan di Desa Sidomakmur dan melihat bagaimana TOGA berfungsi untuk mendukung kesehatan mandiri dan strategi pemberdayaan masyarakat. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pemanfaatan TOGA, di lakukan observasi langsung dan wawancara dengan kepala desa, kepala dusun dan beberapa orang warga di Desa Sidomakmur. Setelah itu, data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis TOGA, seperti daun sirih, jahe, kunyit, dan temulawak, banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional yang murah dan mudah diakses. TOGA juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah penyakit dan mengurangi ketergantungan obat kimia. Melalui pelatihan pengolahan herbal dan pembentukan kelompok tani, pengembangan TOGA juga membantu memperkuat ekonomi lokal.  Hasilnya menunjukkan bahwa kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat Desa Sidomakmur dapat ditingkatkan melalui pengelolaan TOGA yang terarah. Oleh karena itu, pengembangan program berbasis TOGA harus diperkuat sebagai bagian dari rencana pembangunan masyarakat pedesaan.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Korban Bullying Dari, Messy Wulan; Handayani, Puji Gusri; Syukur, Yarmis; Febriani, Rahmi Dwi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3626

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang secara berulang kali dengan tujuan untuk menyakiti korbannya. Siswa yang sering menjadi korban bullying cenderung kurang dalam penyesuaian sosial.  Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial siswa yaitu regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi emosi dan penyesuain sosial serta menguji hubungan regulasi emosi dengan penyesuaian sosial siswa korban bullying.  Responden pada penelitian ini yaitu siswa korban bullying di SMPN 3 Batang Anai yang berjumlah 98 siswa dengan 32 siswa kelas VIII dan 66 siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner regulasi emosi dan kuesioner penyesuaian sosial menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis korelasi pearson product moment, dengan bantuan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi emosi siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,11%, penyesuaian sosial siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 69,55%, dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan penyesuaian sosial siswa korban bullying (r= 0,411; p<0,05), di mana semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah bersama guru Bimbingan dan Konseling serta lembaga pendidikan dalam merancang program layanan, khususnya layanan informasi, konseling individual, bimbingan kelompok dan konseling kelompok dan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi dan penyesuaian sosial siswa korban bullying.
Pelatihan Expressive Art Counseling untuk Meningkatkan Keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling Handayani, Puji Gusri; Taufik, Taufik; Putra, Febri Wandha; Fadli, Rima Pratiwi; Suri, Gusni Dian; Sari, Azmatul Khairiah; Febriani, Rahmi Dwi; Zola, Nilma; Hasan, Ikhwanul; Syahril, Putri Wie
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2194

Abstract

Mental health is very important for everyone, including students, for various reasons, especially in supporting the learning process and self-development. However, in reality, there are still many students who experience disturbed mental health, this is caused by: high academic pressure, bullying, lack of social support, family problems, use of technology and social media, hormonal changes, and lack of resources and professional support. Guidance and Counseling (BK) teachers are professionals in schools who will help students. However, BK teachers experience limited skills in helping students to overcome mental health. This is due to the difficulty in detecting student problems due to the lack of openness of students to BK teachers. Therefore, increasing openness by students to BK teachers can reduce and overcome mental health disorders. This community service aims to improve the counseling skills of BK teachers in implementing counseling services. The service method used is the ASSURE model. The results of community service are that BK teachers can understand the implementation and implement expressive art counseling for students. The implication is that BK teachers will practice it with students at school as a form of needs study effort, so that the Guidance and Counseling program can be implemented effectively.ABSTRAKKesehatan mental sangat penting bagi semua orang tak terkecuali bagi siswa karena berbagai alasan, terutama dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri. Namun, pada kenyataannya masih banyak terdapat siswa yang mengalami kesehatan mental yang terganggu, hal ini disebabkan oleh; tekanan akademik yang tinggi, bullying, kurangnya dukungan sosial, masalah keluarga, penggunaan teknologi dan media sosial, perubahan hormonal, serta kurangnya sumber daya dan dukungan profesional. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan tenaga professional di sekolah yang akan membantu siswa. Namun, guru BK mengalami keterbatasan keterampilan untuk membantu siswa untuk mengatasi kesehatan mental. Hal ini disebabkan sulitnya mendeteksi permasalahan siswa karena kurangnya keterbukaan siswa baik kepada Guru BK. Oleh karena itu, peningkatan keterbukaan oleh siswa kepada Guru BK dapat mengurangi dan mengatasi gangguan kesehatan mental. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan konseling Guru BK dalam melaksanakan layanan konseling. Metode pengabdian yang digunakan adalah model ASSURE. Hasil pengabdian kepada Masyarakat bahwa guru BK dapat memahami pelaksanaan dan mengimplementasi expressive art counseling pada siswa. Implikasi Guru BK akan mempraktekannya kepada siswa di sekolah sebagai bentuk upaya studi kebutuhan, agar program Bimbingan dan Konseling dapat terlaksana dengan efektif.
Dimensi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pemikiran Gus Dur serta Penerapannya dalam Bimbingan dan Konseling Ardi, Lailatul Afifah; Karneli, Yeni; Handayani, Puji Gusri
Consilium Vol 5, No 1 (2025): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01332cons

Abstract

Penelitian ini membahas terkait dimensi ontologi, epistemology, dan aksiologi dalam pemikiran Abdurrahman Wahid atau Gus Dur serta relevansinya dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Kajian dilakukan melalui studi literatur (literature review) dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang membahas filsafat Gus Dur dan nilai-nilai kemanusiaannya. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa Gus Dur memandang manusia sebagai makhluk yang hidup dalam keragaman sehingga setiap individu memiliki martabat yang layak untuk dihormati. Berdasarkan dimensi epistemologi, pengetahuan menurut Gus Dur ialah berkembang melalui dialog dan keterbukaan terhadap pengalaman orang lain. Sedangkan dari sisi aksiologi, nilai utama yang ditekankan adalah keadilan, kemusiaan, dan toleransi. Berdasarkan dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi tersebut memiliki relevansi dengan bidang keilmuan serta praktiknya dalam BK, terutama dalam hal membangun pemahaman yang utuh terkait klien dan menciptakan suasana konseling yang aman dan menghargai perbedaan. Melalui kajian ini, dapat dilihat bahwa pemikiran Gus Dur dapat memperkaya pendekatan dalam BK yang lebih humanistik dan multikultural.
Co-Authors Abdillah, Wahyu Abdul Hanan Abdul Rauf Abrar, Muhammad Fauzan Adlya, Soechi Izzati Afifah, Zahra Nisrina Agus Ria Kumara Aisha , Septya Akhmad Rifqi Azis Amirah, Nadiratul Aprilyansa, Ari Ardi, Lailatul Afifah Azmatul Khairiah Sari Brescia, Reggiana Chandra, Mutiara Putri Christine Masada Hirashita Tobing Daharnis Daharnis Dari, Messy Wulan Dina Sukma Edris Zamroni Ega Fitria Zalma Fazli, M. Febriani, Rahmi Dwi Fikri, Miftahul Firman Firman Firza Firza Frischa Meivilona Yendi Gudnanto Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hakim, Fahma Hanifa, Nurul Hariko, Rezki Hasan, Ikhwanul Herman, Pebriani Yusnia Hidayah, Alyani Riska Hidayat, Hafiz Humayroh, Dinda Ifdil Ifdil Indah Lestari, Indah Indrama, Leony Sarah Indriyani Santoso Irda Yani Br Purba Ismira, Ismira Kurnia, Reni Liwa, Salsha Nadilla Maharani, Intan Mardiah, Suci Amelia Musriati, Wina Nasution, Indra Pernanda Putra Netrawati, Netrawati Nilma Zola Nurfarhanah Nurfarhanah Nurul Fajri Prayitno, Irwan Purba, Irda Yani Putra, Ade Herdian Putra, Febri Wandha Putri Oktavia Putri Rahmadani, Putri Putriani, Lisa Putriani, Lisa  Rahmadani, Indah Rezki Hariko Purba Ridho, Fadilur Rima Pratiwi Fadli Ronvy, Al Shaffaat Rosanty, Nabilah Safira Zahira Putri Sagita, Fitria Shaamilah Binti Shahabuddin Sidratullah, Yasifa Soeci Izzati Adlya Soma, Yona Mita Sukmawati, Indah Susiati, Susiati Syahniar Syahniar Syahputra, Yuda Syahril, Putri Wie Taufik Taufik TRIAVE NUZILA ZAHRI Triyono Triyono Wa Ode Lili Andriani Nasri Yendi, Fricha Meiviolona Yeni Karneli Yuca, Verlanda Zadrian Ardi Zikra Zulvi, Nur Adila Wafiqoh