p-Index From 2021 - 2026
9.995
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Tadzkiyyah Conciencia Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Al Ishlah Jurnal Pendidikan Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Anterior Jurnal Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Hadratul Madaniyah Journal on Education Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Pemberdayaan Masyarakat El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Tamaddun : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Didaktika: Jurnal Kependidikan TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal An-Nufus Jurnal Paris Langkis Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Bulletin of Educational Management and Innovation Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Assyfa Journal of Islamic Studies Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan AJCD Jurnal Kemuhammadiyahan dan Integrasi Ilmu Journal of Islamic Education Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PROGRAM ADIWIYATA SD PLUS AL-KAUTSAR MALANG zulkarnain, husni; Humaidi, M. Nurul; Nurhakim, Moh.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2021): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v12i2.9852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dengan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan pada program Adiwiyata di SD Plus Al-Kautsar Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus, untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Sedangkan untuk analisa data peneliti menggunakan teknik interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Adapun untuk pengujian keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, triangulasi sumber data. Pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan Pendidikan lingkungan hidup di SD Plus Al-Kautsar Malang mendorong aktivitas peserta didik untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Plus Al-Kautsar Malang mengimplementasikannya melalui tiga aspek: (a) Mengimplementasikan PAI dalam meningkatkan kesadaran lingkungan hidup pada program Adiwiyata dalam proses KBM, yang meliputi pengelolaan tujuan pembelajaran, pengembangan materi PAI berwawasan lingkungan, pendidik dan cara mengajarnya, peserta didik dan cara belajarnya serta pengelolaan evaluasi belajar, (b) Pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan implementasi PAI dalam meningkatkan kesadaran lingkungan hidup pada program Adiwiyata, dan (c) Metode dalam implementasi PAI dalam meningkatkan kesadaran lingkungan hidup pada program Adiwiyata.
Fostering Religious Character Through Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Program at SMP IT Al-Ghazali Jember ida, nur_dzaedzatul_hikmah; Saiful Amien; Moh. Nurhakim
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 12 No 2 (2025): July 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of students' religious character is an essential aspect in Islamic education, especially in facing the challenges of modernization and globalization that impact the moral behaviour of the younger generation. This study aims to analyze the implementation and effectiveness of the Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) program at SMP IT Al-Ghazali Jember as a strategy for fostering students' religious character. This research uses a qualitative approach with a case study design, where data is obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The primary informants included the principal, accompanying teachers, and students from various grade levels. The triangulation technique was applied to ensure data credibility. The results showed that the MABIT program significantly improved students' daily worship discipline, independence, and responsibility. The activities in this program - including congregational worship, religious studies, group discussions, and self-muhasabah - contribute to forming stronger religious characters. The evaluation of the program shows that its effectiveness is influenced by the active involvement of teachers and parents, as well as the continuity of the activities carried out. The implications of this study indicate that character education based on direct experience is more effective than theoretical approaches, and coaching models such as MABIT need to be developed further. Recommendations include periodic evaluation of learning methods, student participation optimization, and technology integration to support program sustainability.
Entrepreneurship Berbasis Experiential Learning Dalam Membentuk Kemandirian Santri Di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya Asrori, Asrori; Romelah, Romelah; Nurhakim, Moh
TADARUS Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v10i1.9096

Abstract

Panti asuhan merupakan suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadiannya dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran secarah utuh tentang: mendekripsikan pengembangan entrepreneurship berbasis experiential learning dan mendeskripsikan bentuk kemandirian santri di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya. Hasil penelitian ini diantaranya: Pertama, pengembangan entrepreneurship berbasis experiential learning di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya, Pembelajaran yang berbasis pada pengalaman langsung kegiatannya di muali dari pra pengolahan, pengolahan, dan packing dalam membuat pupuk, aneka bahan kimia berupa sabun cuci, sabun cairan pembersi lantai, tiner termasuk juga budidaya ikan. Kedua, kemandirian santri Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya sebagai berikut: 1) mandiri dalam kebutuhan biologis, seperti: masak, makan, mencuci pakaian; 2) mandiri dalam membagi waktu seperti membersikan kamar, waktu belajar, waktu istirahat; 3) mandiri dalam mengatur keuangan sendiri seperti belanja; 4) mandiri memecahkan masalah pribadi seperti mengatur komunikasi yang baik antar sesama; dan 5) mandiri dalam melakukan usaha dan membuka lapangan kerja sendiri.
Reformasi Pendidikan Muhammadiyah: Pendekatan Inovatif dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Rambe, Aslamiyah; Nurhakim, Moh.; Amien, Saiful
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.806-812

Abstract

Penelitian ini membahas reformasi pendidikan Muhammadiyah melalui pendekatan inovatif dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metode utama pengumpulan data. Dalam proses pemilihan sampel, sampel studi kasus dipilih secara purposive untuk mencakup berbagai tingkat pendidikan di dalam Muhammadiyah. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki peran signifikan dalam sektor pendidikan. Namun, dengan perkembangan teknologi yang pesat, institusi pendidikan Muhammadiyah menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan adaptasi dan inovasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana Muhammadiyah mengimplementasikan teknologi digital dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan manajemen pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Melalui studi kasus di beberapa sekolah dan universitas Muhammadiyah, penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi digital, termasuk e-learning, platform manajemen belajar, dan aplikasi pendidikan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan inovatif tersebut mampu meningkatkan partisipasi siswa, memperkaya materi pembelajaran, dan mempermudah proses administrasi. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan kesenjangan digital di kalangan siswa dan staf pengajar. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan kerjasama dengan sektor swasta untuk memperkuat infrastruktur dan kompetensi digital di institusi pendidikan Muhammadiyah. Reformasi ini diharapkan dapat menjadikan pendidikan Muhammadiyah lebih adaptif dan berdaya saing di era digital. Kata kunci: Era Digital, Muhammadiyah, Reformasi Pendiidkan, Teknologi
Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pendidikan Politik Rahmayanti, Mira; Khozin, Khozin; Nurhakim, Moh
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.260-264

Abstract

Pendidikan politik sebagai upaya yang disengaja untuk memengaruhi individu agar lebih aktif dalam perjuangan politik dan memiliki tanggung jawab etis yang tinggi dalam kegiatan politiknya. Saat ini, pelaksanaan pendidikan politik pada masyarakat umum cenderung kurang efektif,sehingga masih banyak siswa yang belum paham konsep Pendidikan politik. Tujuan penelitan ini adalah mendeskripsikan pndekatan guru PAI dalam mengajarkan Pendidikan politik bagi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokmentasi. Teknik analisis data yang menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan ialah triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan guru PAI dalam mengajarkan Pendidikan politik meliputi Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan partisipasi dalam pengajaran tentang politik. Guru dapat mengajak siswa untuk menganalisis isu-isu politik kontemporer dari perspektif Islam. Menggunakan sumber-sumber seperti Al-Qur'an, Hadis, atau kisah-kisah dari sejarah Islam yang relevan untuk menjelaskan konsep politik dan pemerintahan dalam Islam. Mendorong siswa untuk berdiskusi, bertukar pendapat, dan berpartisipasi dalam debat terbuka tentang isu-isu politik yang relevan dengan mengintegrasikan perspektif Islam. Mengajak siswa untuk terlibat dalam proses politik secara positif, seperti pemahaman tentang pentingnya hak suara, memahami proses demokrasi, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Implementasi Tasawuf Dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah Ahmadi, Ahmadi; Moh. Nurhakim; Khozin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The impression of the loss of manners and ethics in education today is a phenomenon in itself, including in education in Indonesia. Unpraised behaviour in the world of education above would undoubtedly not have happened if all parties prioritised manners, morals and adab. Noble character is one of the things that students must have in addition to the strength of religious spirituality. Religious spirituality has become a new label, style, and identity in educational studies. In Islamic civilisation, spirituality is more synonymous with the term Sufism. This article discusses Sufism as an approach to Islamic religious education which is focused on conventional and transformative Sufism and its implementation in Islamic education in schools. This article uses a literature approach without field research as well as the use of library sources in the form of books, journal articles and other documents that are considered relevant to the discussion. The analysis uses content analysis. From the results of the study, it was found that the implementation of Sufism in Islamic education can be implemented by approaching the relationship between religion and science which offers models of conflict, independence, dialogue and integration. Each of these models has its own consequences. Therefore, in implementing it, it is necessary to consider less harm. Although the implementation is definitely not as easy as imagined. Especially in modern times with the openness of information that can hinder the process of implementing Sufism in Islamic education. Kesan hilangnya adab dan etika dalam pendidikan saat ini menjadi fenonema tersendiri, termasuk juga dalam pendidikan di Indonesia. Prilaku kurang terpuji di dunia pendidikan di atas niscaya tidak akan terjadi jika semua pihak mengedepankan budi pekerti, akhlak dan adab. Akhlak mulia merupakan salah satu hal yang harus dimiliki peserta didik selain kekuatan spritualitas keagamaan. Spiritualitas keagamaan selama ini sudah menjadi label, corak, dan identitas baru dalam kajian pendidikan. Dalam peradaban Islam, spiritualitas lebih identik dengan istilah tasawuf atau sufisme. Artikel ini membahas tentang tasawuf sebagai pendekatan pendidikan agama Islam yang difokuskan pada tasawuf konvensional dan transformatif serta implementasinya dalam pendidikan Islam di sekolah. Artikel ini menggunakan pendekatan kepustakaan tanpa riset lapangan sekaligus pemanfaatan sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal dan dokumen lain yang dianggap relevan dengan pembahasan. Adapun analisanya menggunakan content analysis. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi tasawuf dalam pendidikan Islam bisa diimplementasikan dengan pendekataan relasi agama dan sains yang menawarkan model konflik, independensi, dialog dan integrasi. Pada setiap model tersebut memiliki konsekuensi masing-masing. Oleh karenanya dalam mengimplementasikannya perlu mempertimbangkan lebih sedikit mudharatnya. Walaupun dalam implementasinya pasti tidak semudah yang dibayangkan. Terutama di zaman modern saat ini dengan keterbukaan informasi yang bisa menghambat dalam proses implementasi tasawuf dalam pendidikan Islam.
Purification, Spiritualism, and Reform: Muhammadiyah’s Reception of Neo-Sufism Bachtiar, Hasnan; Nurhakim, Moh.; Rohim, Fathor
Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Vol. 15 No. 1 (2025): June
Publisher : Department of Aqidah and Islamic Philosophy, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/teosofi.2025.15.1.84-112

Abstract

This paper aims to explore Muhammadiyah’s engagement with Islamic discourse on Sufism, neo-Sufism, and reform. Muhammadiyah appears to adopt a rather critical stance toward Sufism. This qualitative research study employs a combination of discourse analysis and hermeneutics to outline the organization’s perspective on Islamic spiritualism as a discursive phenomenon. This perspective is analyzed interpretively and enriched by scholarly sources, including its ideological framework, the ideas of its leaders, and its socio-cultural context. We find that Muhammadiyah, which espouses a Salafist-leaning ideology primarily opposed to superstition and heresy, does not reject Sufism outright. We argue that the organization’s reluctance to embrace organized Sufism as a modern Islamic expression aims to prevent misunderstanding among its Muslim constituency, while selectively incorporating discursive elements that align with Shari‘ah and modernity. Consequently, Muhammadiyah is more inclined to accept ideas associated with neo-Sufism. This study acknowledges the possibility of a conceptual reconstruction of thought around textualist and conservative ideas that should not be labeled as anti-Sufi.
ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMADIYAH DALAM PERSPEKTIF SALAFISME Ciptadi, Muhammad Teguh; Romelah, Romelah; Nurhakim, Moh.
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v11i1.6559

Abstract

Muhammadiyah as an open and moderate organization, easily accepts ideas and actions from other Islamic groups that have ideologies similar to Muhammadiyah. One such movement is Salafism. The introduction of Salafism into Muhammadiyah has caused various reactions, especially among the Muslims themselves. Some of the issues faced include how the Salafi movement affects the citizens of the Muhammadiyah association, whatever similarities and differences between Salafi and Muhammadiyah movements, as well as the impact of Salafi movements on the Mohammedan association. The research model uses qualitative, and in its discussion this research uses descriptive methods of analysis, while in obtaining data using library methods.In different perspectives, Muhammadiyah is often associated with Salafism and even the movement of radicalism. In addition, the young Mohammedan generation can be influenced by Islamic discourse and transnational movements such as salafism. Furthermore, the unrest that is occurring in Muslim-majority countries in various regions of the world can affect the thinking and attitudes of the young Mohammedan generation. The Muhammadiyah, who has struggled for more than a hundred years to encourage moderation and progress in Islam, is considered too great to change its moderate and progressive tradition, despite the challenges and temptations. The vision of Islamic progress and religious moderation in Indonesia will remain held by the Muhammadiyah.
INTERNALISASI PENANAMAN ADAB DI MI MUHAMMADIYAH BALEHARJO PACITAN Alwi, Itsnaini Muslimati; Khozin; Nurhakim, Moh.
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i2.21005

Abstract

The problem of the younger generation that is often discussed is the decline in moral and ethical values. The phenomenon of the loss of adab, which is the loss of identity (the identity of Islamic sciences and the identity of Muslim scientists), is a common occurrence among the young Muslim generation. In response to this, education is needed to shape students' adab. The purpose of this paper is to discuss 1) Adab education that is internalized in MI Muhammadiyah Baleharjo, 2) Internalization of Adab in MI Muhammadiyah Baleharjo, 3) Challenges of Internalization of Adab in MI Muhammadiyah Baleharjo. The method used is a qualitative approach with a case study type of research. Data collection was done through observation and interviews. The results of this study include: 1) Adab internalized in MI Muhammadiyah Baleharjo includes adab in daily activities, 2) Internalization of adab is done through exemplary, habituation, storytelling, and reward and punishment by principals, teachers, and student guardians, 3) The challenge of internalizing rabbani character is the readiness of teachers to learn and patience in educating and providing good examples.
Historicity Muhammadiyah: What was the Idea of the Founder of Muhammadiyah as a “Progressive Islamic Movement?” Darmayanti, Rani; Nurhakim, Moh.; Utsman, Yusuf Olawale Owa-Onire; Amien, Syaiful
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i1.33965

Abstract

This research aims to examine the historicity of KH Ahmad Dahlan, founder of Muhammadiyah, in emphasizing the theological principles of tajwid and ijtihad, describing the concept of development used by KH Ahmad Dahlan as an intellectual reaction to the social, political and economic challenges faced by Indonesian society during the Dutch colonial rule. This research uses systematic literature observation (SLR) methodology to identify, disseminate, and analyze all relevant research to answer research questions using the 7P technique. This research increases scientific knowledge about the Islamic reform movement, how insight into the theological principles it offers especially in the modern era, and how the concept of "Islamic Development" responds to the unique aspects of Globalization will be discussed in detail. The final results show the involvement of empowerment from the leaders of the Muhammadiyah movement to create effective educational and promotional initiatives to improve Islamic identity in society. Penelitian ini bertujuan untuk menguji historisitas KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dalam menekankan prinsip-prinsip teologis tajwid dan ijtihad, menggambarkan konsep pembangunan yang digunakan oleh KH Ahmad Dahlan sebagai reaksi intelektual terhadap tantangan sosial, politik dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia selama pemerintahan kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metodologi systematic literature observation (SLR) untuk mengidentifikasi, menyebarluaskan, dan menganalisis semua penelitian yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menggunakan teknik 7P. Penelitian ini meningkatkan pengetahuan ilmiah tentang gerakan reformasi Islam, bagaimana wawasan tentang prinsip-prinsip teologis yang ditawarkannya terutama di era modern, dan bagaimana konsep "Perkembangan Islam" menanggapi aspek-aspek unik Globalisasi akan dibahas secara rinci. Hasil akhir menunjukkan keterlibatan pemberdayaan dari para pemimpin gerakan Muhammadiyah untuk menciptakan inisiatif pendidikan dan promosi yang efektif untuk meningkatkan identitas Islam di masyarakat.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Haris Rifai Abdul Rozak Ali Maftuhin Abidin, Achmad Adek Kholijah Siregar Aep Saepul Anwar Agus Supriadi Agus Supriadi Ahmad Saefulloh AHMADI Alwi, Itsnaini Muslimati Amien, Syaiful Asrori Asrori Asrori Asrori Boli, Mukdar Ciptadi, Muhammad Teguh Devy Habibi Muhammad Dhimas Alunandika Diah Karmiyati, Diah Dian Silvia Rozza Dimas yusup Hartomo Eka Firmansyah Eka Fitriani Eti Rohaeti Fajar Setyadinawan Faridi Faridi Ferdiana, Navila Fika Ratna Pratiwi Haeri Fadly Haeri Fadly, Haeri Haki, Ubay Hasnan Bachtiar Hendra Heriadi Heriadi Humaidi, M. Nurul husni zulkarnain Ibnu Hasan Ibnu Hasan, Ibnu ida, nur_dzaedzatul_hikmah Imro Atus Soliha Irmawati Iwantoro Iwantoro Iyus Herdiana Saputra Khoeron, Khoeron Khozin Khozin Khozin, Khozin Latifatul Azizah Lilik Kholisotin Lukman Hakim M. Anwar Djaelani M. Fahrudin Ghozali M. Islahuddin M. Nurul Humaidi Maftuhah Maftuhah Mahdi Temarwut Mainuddin, Mainuddin Merlinda, Riza Muh Jauhari Muhammad Taufikur Rahman Muji Agus Sofiyandi Munahar Munawirur Rahman Nikmah Sari Hasibuan Nikmah, Shobriyah Nur Kholisatun Nur Khosiah Nurazizah, Ervi Nuryami Nuryami Nuryami Pongsibanne, Ming Wa Qori, Mudrik R. Tanzil Fawaiq S. Rahmayanti, Mira Rambe, Aslamiyah Rani Darmayanti Risman, Kadar Riza Awal Novanto Rohim, Fathor Romelah Romelah Rosmaimuna Siregar Saiful Amien Saiful Amien Saiful Amin Saprun, Saprun Selamat Ariga Sholikah, Nurul Faizatus Siagian, Khairul Azmi Siregar, Adek Kholijah Sofiyandi, Muji Agus Soni Zakaria Sunardin Suradji, Muchamad surindi, Surindi Syafiq Mughni Syafrul Nalus Syaiful Amin Syaiful Amin Syamsul Arifin Taufik Hidayatullah, Taufik Tobroni Tobroni Ummami, Farida Utsman, Yusuf Olawale Owa-Onire Wahab, Mohamad Ihsan Wisono, Dody Wulan Tri Wahyuni zulkarnain, husni