p-Index From 2021 - 2026
9.403
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Tadzkiyyah Conciencia Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam JIE (Journal of Islamic Education) ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Anterior Jurnal Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Hadratul Madaniyah Journal on Education Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Pemberdayaan Masyarakat El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Journal of Community Service and Empowerment Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Tamaddun : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Didaktika: Jurnal Kependidikan TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal An-Nufus Jurnal Paris Langkis Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Panrita Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Assyfa Journal of Islamic Studies Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Kemuhammadiyahan dan Integrasi Ilmu Journal of Islamic Education Analit: Analytical And Environmental Chemistry Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

TASAWUF DAN SPIRITUALITAS DALAM MUHAMMADIYAH Hakim, Lukman; Hakim, Moh Nur; Romelah, Romelah
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v11i1.6380

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep tasawuf dari organisasi Islam Muhammadiyah. Secara formal Muhammadiyah menolak tasawuf klasik seperti Naqsabandiyah, Qadiriyah dan sejenisnya. Menurut Muhammadiyah, tasawuf seringkali diselewengkan menjadi tarekat dengan praktek-praktek ritual yang ketat, mengisolasi diri, dan cenderung mematikan peran akal. Penolakan terhadap konsep tarekat ini, mendorong Muhammadiyah untuk bertasawuf dengan cara lain yang dipandang lebih sesuai dengan ajaran Islam. Hasil penelitian menjelaskan, menurut Muhammadiyah kenikmatan spiritual bisa dicapai dengan memperbanyak membaca al-Quran, memperbanyak shalat Sunah, memperbanyak zikir, puasa, dan sebagainya, yang diajarkan agama Islam. Muhammadiyah menjalankan tasawuf dengan mengambil nilai-nilai tasawuf yang sesuai dengan ajaran dasar al-Qur’an dan as-Sunnah dalam praktek ibadah mahd{ah atau ghairu mahd{ahyang kemudian disebut tasawuf substantif. Tasawuf dimaknai sebagai sikap ikhlas, sabar, tawakal sesuai tuntunan Nabi dan hanya terorientasikan kepada Allah SWT. Tasawuf dalam Muhammadiyah dimaknai sebagai keseimbangan material dan spiritual, duniawi dan ukhrawi, yang didasarkan pada al-Qur’an dan Sunnah, dan menafikan tasawuf yang terorientasi pada khalwat dan penyingkiran terhadap kehidupan dunia. Selain itu, inti dari kepribadian warga Muhammadiyah adalah beriman teguh, taat beribadah, berakhlak mulia, dan menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Inilah orientasi dari tasawuf yang tidak disandingkan dengan hal-hal yang dipandang negatif seperti menyendiri, berkebiasaan aneh-aneh, berteologi secara spekulatif dan mengasingkan diri di tengah masyarakat.
KONSEP PENDIDIKAN MELALUI PEMBENTUKAN MANUSIA IHSAN BERDASARKAN KARAKTER NABI IBRAHIM AS Boli, Mukdar; Moh. Nurhakim; Khozin
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 2 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i2.13677

Abstract

Pada hakikatnya, seluruh Rasul menyampaikan ajaran yang sama, yaitu hanya ada satu Tuhan yang maha esa patut untuk disembah, dicintai dan ditakuti, tiap-tiap sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah hamba Allah yang berada di bawah sunnatullah berdasarkan kausalitas di alam semesta ini. Inilah doktrin tauhid, dikenal dengan istilah monoteisme al-quran yang telah dijeaskan dibagian-bagian pembahasan awal. Karena itulah, perlu adanya pemahaman kajian yang serius dalam memahami doktrin yang sangat urgent di dalam al-quran, khususnya memahami karakter Rabbani. Sebab tanpa memahaminya kita tidak akan dapat memahami Islam secara sempurna. Seperti Nabi Ibrahim as, merupakan pembawa risalah, penyeru dan pemberi peringatan sesuai dengan visi misinya adalah mengakabarkan wahyu Allah secara berkesinambungan dan pantang menyerah. Ajaran yang disampaikan berasal dari Allah untuk keselamatan dan kesejahteraan manusia, sesuai dengan norma sosial yang berlandaskan akhlak yang agung di mana kebaikan sering digaungkan dan kejahatan selalu dicegah dan yang kuasa adalah Allah. Lewat pedoman kebaikan akhirnya memperoleh kemenangan. Inilah al-quran secara jelas menyatakan pembelaan-Nya kepada nabi Ibrahim yang diselamatkan dari kobaran api, ..
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN DINAMIKA POLITIK KEBANGSAAN DI INDONESIA: STUDI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN ORDE REFORMASI Saepul Anwar, Aep; Moh Nurhakim; Khozin
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 2 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i2.14462

Abstract

Sejarah menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang berperan dalam pengambilan kebijakan tersebut. Kajian literatur ini berupaya memaparkan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari masa orde lama, reformasi hingga sampai saat ini masa reformasi. Kajian ini menawarkan tiga potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia: diantaranya adalah (1) Pada masa orde lama ini banyak upaya yang dilakukan untuk memperbaiki kebijakan pendidikan Islam yang diterapkan oleh pemerintahan, namun kondisi politik yang kurang mendukung, antara lain konflik antaretnis, komunisme dunia, dan Islam membuat implementasi kebijakan tersebut tidak lagi maksimal, (2) melalui Ketetapan MPRS Nomor 27 Pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, Pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “agama, pendidikan dan kebudayaan merupakan faktor mutlak dalam membangun negara dan kepribadian”, namun masih menemui kendala karena adanya sentralisasi. kebijakan di negara tersebut. melaksanakan program pendidikan, dan (3) Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya pada Pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, meskipun membawa banyak manfaat. dan kekurangannya serta dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 64 Tahun 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah telah menjadikan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 lebih bermakna dan dapat diterapkan.
PEMBELAJARAN AIK MULTIKULTURAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAUMERE Wahab, Mohamad Ihsan; Moh Nurhakim; Khozin
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 2 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i2.14535

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran AIK Multikultular yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Maumere. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran AIK di kampus yang mayoritas mahasiswanya non muslim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan jenis penelitian interpretatif fenomenologi, data-data diperoleh dengan mengamati realita sosial-agama yang terjadi di kampus. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan AIK multikultural yang optimal terjadi apabila strategi belajar mampu memberikan kesempatan siswa dalam mengekspresikan sudut pandangnya. Adanya konsep learning about dan learning form dapat membantu siswa dalam mengkomunikasikan keyakinan berdasarkan refleksi dan pengalaman. Pembelajaran reflektif adalah proses memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, hal ini sesuai dengan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang tidak hanya transfer of knowlader tetapi juga transfer of velue.
PARADIGMA PAI PADA ZAMAN PERTENGAHAN (USMANI, SYAFAWI, MOGHOL) Sunardin; Moh Nurhakim; Khozin
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 2 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i2.14547

Abstract

Paradigma PAI di Zaman pertengahan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, pada Kerajaan Usmani kegiatan pendidikan yang sangat nampak pada dasarnya adalah pendidikan kemiliteran dan pemerintahan; kehidupan seni, budaya (arsitektur), bidang keilmuan, dan ilmu-ilmu keagamaan. Kedua, pada Kerajaan Safawi, pendidikan yang menonjol adalah bidang perekonomian; kehidupan seni budaya arsitektur, bidang keilmuan dan ilmu-ilmu keagamaan. Ketiga, pada Kerajaan Moghal kegiatan pendidikan yang nampak berkembang adalah kegiatan pendidikan disegala bidang seni. Pendidikan Islam pada masa kejayaan kekhalifahan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan intelektual dan keilmuan umat Islam serta pengaruhnya terhadap dunia. Kekhalifahan Syafawi, Mongol, dan Usmani menunjukkan komitmen yang besar terhadap pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan secara umum. Kekhalifahan tersebut mendirikan lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah, perguruan tinggi, dan universitas untuk mempromosikan pengetahuan agama Islam, ilmu pengetahuan, sastra, dan filsafat.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM ETIKA GLOBAL, ETIKA SOSIAL DAN PERSAUDARAAN UMMAT MANUSIA Saprun, Saprun; Nurhakim, Moh.; Risman, Kadar
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v9i1.24441

Abstract

This article aims to examine and analyze the Islamic view of Muslim brotherhood which in certain phenomena causes differences and divisions. The focus of the problem is the frequent emergence of new currents that claim to be Muslims, causing friction in conflict in society. This research was conducted through Library Research through documentation studies and literature reviews online or offline. The results showed that the authors found There is an Islamic contribution to the above phenomenon that Islam teaches the importance of building a just, empathetic, and relatable society at both the local and global levels. These concepts became the foundation for the formation of global ethics, social ethics, and the unity of mankind in the view of Islam
BUDAYA LITERASI DI KALANGAN WARGA MUHAMMADIYAH PADA PERIODE KEPEMIMPINAN HAEDAR NASHIR Djaelani, M. Anwar; Munahar; Romelah; Nurhakim, Moh.
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2024): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v6i1.895

Abstract

This research aims to: Assess the literacy activities performance among Muhammadiyah members, and explore opportunities to enhance literacy culture within the Muhammadiyah community based on experiences and initiatives across various regions. The significance of this research lies in the stagnant interest in reading in Indonesia, which has remained at 0.001 percent since 2006. Despite being an integral part of Indonesia, research data indicates a relatively low interest in reading among Muhammadiyah members. Paradoxically, the founders and many leaders of Muhammadiyah have shown exceptional literacy performance. This study employs a qualitative approach utilizing literature review methodology. Data sources and analysis materials are drawn from reliable scholarly literature and books. The findings suggest that, particularly within Muhammadiyah, there is optimism that literacy activities can be effectively maintained. Various strategies can be adopted for this purpose, such as organizing Literacy Training for its members.
KONSEP FILSAFAT PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH Khosiah, Nur; Nurhakim, Moh; Amin, Syaiful
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v6i3.1172

Abstract

Philosophy is the mother of science, all humans are good at philosophy because they are given the advantage of thinking by Allah SWT. The aim of this research is to find out what the concept of Muhammadiyah educational philosophy is. This research uses a descriptive qualitative approach with library research methods. Which results in the conclusion that Muhammadiyah is an educational institution that has a non-political nature. The characteristic of Muhammadiyah education is the existence of Al-Islam and Muhammadiyah education at the elementary school level to the tertiary level. Muhammadiyah, with the motto "advanced Islam", has the potential to become the ideological foundation of civilization. More than just a theological or philosophical expression, it is reflected in social, political, economic and cultural practice. Muhammadiyah's educational philosophy emphasizes six main principles. This education aims to provide benefits to all of nature (rahmatan lil alamin), make the Prophet a good role model (uswatun hasanah), pay attention to the interests of the world and the hereafter, develop human potential as caliphs on earth, compete in goodness, and pay attention to science and technology.
The Role and Principle of Muhammadiyah Ideology in the Nation and State: Historical Studies Merlinda, Riza; Nurhakim, Moh.
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 13, No 1 (2025): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v13i1.10425

Abstract

Muhammadiyah's ideology is a movement for tajdid, or renewal, in all aspects of human life using Islamic theories and systems. This movement always has an agenda of progress (Iṣlah). Muhammadiyah's ideology is structured into thoughts or principles stated in the Muqaddimah of Muhammadiyah's Articles of Association, Muhammadiyah's personality, Muhammadiyah's Faith and Life Ideals, Muhammadiyah's Khittah and other formal thoughts. The methodology used in this research uses the library method (library research), while data collection is carried out by reviewing or exploring several journals, books and documents as well as other sources of data and information that are considered relevant to the research. The findings in this research are the Muhammadiyah ideology as the foundation and main orientation of the movement. In Muhammadiyah ideology, it can be understood as a system of understanding or belief and a theory of struggle to implement Islamic teachings in the lives of the people through socio-religious movements. The main idea or stance in question has been conceptualized in the content of Muhammadiyah's ideology in the Muqaddimah of Muhammadiyah's Articles of Association. The importance of Muhammadiyah ideology in national and state life must adhere to the Islamic Life Guidelines for Muhammadiyah Citizens (PHIW).
Theology of Al-‘Ashr and Muhammadiyah Ethos: History of Thought K.H. Ahmad Dahlan Nurazizah, Ervi; Nurhakim, Moh.
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 13, No 1 (2025): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v13i1.10427

Abstract

The aim of this research is to describe the history of K.H. Ahmad Dahlan regarding the ethos of muhammadiyah's struggle in its existence as a community organization operating in the field of ummah and its implementation in the field of religious education, so that it can be used as a guide for the successors of its struggle. This research uses a descriptive qualitative approach that is library research with a content analysis, approach where the data is obtained based on literature relevant to the theme of this research and then analyzed to obtain a conclusion. The result of this study is that the theology of Al-ashr is interpreted as the concept of modernity which becomes the foundation of Muhammadiyah's struggle in doing amar ma'ruf nahi mungkar, the mission of social justice and the community becomes the benchmark of its struggle, so that Muhammadiyah carries out movements in all fields and has a breath of renewal so that Muhammadiyah carries a mission to open progressive and open horizons of thinking.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Haris Rifai Abidin, Achmad Adek Kholijah Siregar Agus Supriadi Agus Supriadi Ahmad Saefulloh AHMADI Alwi, Itsnaini Muslimati Amien, Syaiful Asrori Asrori Asrori Asrori Boli, Mukdar Ciptadi, Muhammad Teguh Devy Habibi Muhammad Dhimas Alunandika Diah Karmiyati, Diah Dian Silvia Rozza Dimas yusup Hartomo Eka Firmansyah Eka Fitriani Eti Rohaeti Faridi Faridi Ferdiana, Navila Fika Ratna Pratiwi Haeri Fadly Haeri Fadly, Haeri Hasnahwati Hasnahwati Hasnan Bachtiar Hendra, . Heriadi Heriadi Humaidi, M. Nurul husni zulkarnain Ibnu Hasan, Ibnu ida, nur_dzaedzatul_hikmah Imro Atus Soliha Irmawati Iwantoro Iwantoro Khoeron, Khoeron Khozin Khozin Khozin, Khozin Lilik Kholisotin Lukman Hakim M. Anwar Djaelani M. Fahrudin Ghozali M. Islahuddin M. Nurul Humaidi Maftuhah Maftuhah Mahdi Temarwut Mainuddin, Mainuddin Merlinda, Riza Muh Jauhari Muhammad Taufikur Rahman Muji Agus Sofiyandi Munahar Munawirur Rahman Nikmah Sari Hasibuan Nikmah, Shobriyah Nur Kholisatun Nur Khosiah Nurazizah, Ervi Nuryami Pongsibanne, Ming Wa Qori, Mudrik R. Tanzil Fawaiq S. Rahmayanti, Mira Rambe, Aslamiyah Rani Darmayanti Risman, Kadar Riza Awal Novanto Rohim, Fathor Romelah Romelah Rosmaimuna Siregar Saepul Anwar, Aep Saiful Amien Saprun, Saprun Selamat Ariga Sholikah, Nurul Faizatus Siagian, Khairul Azmi Siregar, Adek Kholijah Sofiyandi, Muji Agus Soni Zakaria Sunardin Suradji, Muchamad surindi, Surindi Syafiq Mughni Syafrul Nalus Syaiful Amin Syaiful Amin Syamsul Arifin Taufik Hidayatullah, Taufik Tobroni Tobroni Ummami, Farida Utsman, Yusuf Olawale Owa-Onire Wahab, Mohamad Ihsan Wahyu Prihanta Wisono, Dody Wulan Tri Wahyuni zulkarnain, husni