Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Zakiah Zakiah; Isnaniah Isnaniah; Dwi Lestari
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 8 No 01 (2023): Mahakam Midwifery Journal (MMJ)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v8i01.191

Abstract

Abstract According to data from the World Health Organization (WHO), the prevalence of anemia in pregnant women was 41.8% (WHO, 2010). The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia increased compared to 2013, in 2013 as many as 37.1% of pregnant women were anemic while in 2018 it increased to 48.9% (Riskesdas, 2018). The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women. This research method uses a literature study method taken from 10 articles, 3 international articles and 7 national articles. The analysis in this study uses thematic analysis. The results of the study of 10 articles, it was found that the incidence of anemia worth between 11.8% - 62%, age at risk worth between 24% - 71.8%, third trimester gestation age worth between 51% - 62.5%, risk parity worth between 6.1% - 57.7%, gestation interval <2 years worth between 5% - 53.5%, and malnutrition status worth between 31.4% - 58%. Of the 8 articles 6 articles 75% stated that there was a relationship between age and the incidence of anemia and 2 articles 25% stated that there was no relationship between age and the incidence of anemia, from 2 articles 100% that discussed gestational age stated that there was a relationship. gestational age with the incidence of anemia, of the 9 articles there were 5 articles 55.5% which stated that there was a relationship between parity and the incidence of anemia and 4 articles 44.5% which stated that there was no relationship between parity and the incidence of anemia, of 3 articles, there are 2 articles 66.6% which state that there is a relationship between pregnancy distance and the incidence of anemia and 1 article 33.4% states that there is no relationship between pregnancy interval and the incidence of anemia, from 4 articles 100% that discuss parity states that there is a relationship between parity and the incidence of anemia. There is a relationship between age, gestational age, parity, gestational distance and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women Keywords : Incidence of Anemia, Age, Gestational Age, Parity, Birth Distance, Nutritional Status Abstrak Menurut data World Health Organization (WHO) secara global prevalensi anemia pada ibu hamil adalah 41,8% (WHO, 2010). Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dibandingkan dengan 2013, pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9% (Riskesdas, 2018).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Metode penelitian ini menggunakan metode Studi Literatureyang diambil dari 10 artikel, 3 artikel internasional dan 7 artikel nasional. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil dari penelitian 10 artikel, didapatkan kejadian anemia bekisar antara 11,8 % - 62%, umur beresiko bekisar antara 24% - 71,8%, usia kehamilan Trimester III bekisar antara 51% - 62,5%, paritas beresiko bekisar antara 6,1% - 57,7%, jarak kehamilan < 2 tahun bekisar antara 5% - 53,5%, dan status gizi kurang bekisar antara 31,4% - 58%. Dari 8 artikel terdapat 6 artikel 75% menyatakan ada hubungan umur dengan kejadian anemia dan 2 artikel 25% menyatakan tidak ada hubungan umur dengan kejadian anemia, dari 2 artikel 100% yang membahas usia kehamilan menyatakan ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian anemia, dari 9 artikel terdapat 5 artikel 55,5% yang menyatakan ada hubungan paritas dengan kejadian anemia dan 4 artikel 44,5% yang menyatakan tidak ada hubungan paritas dengan kejadian anemia, dari 3 artikel terdapat 2 artikel (66,6%) menyatakan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia dan 1 artikel 33,4% menyatakan tidak ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia, dari 4 artikel 100% yang membahas paritas menyatakan ada hubungan paritas dengan kejadian anemia. Terdapat hubungan antara umur, usia kehamilan, paritas, jarak kehamilan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci : Kejadian Anemia, Umur, Usia Kehamilan, Paritas, Jarak Kelahiran, Status Gizi
PERAN PEMERINTAH DESA KEDAI DURIAN DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MILENIAL YANG GOOD CITIZENSHIP Wasiyem; Faiza Adinda; Amalia Rahmi Nasution; Nabila Inne Azri; Mutiara Ashifa; Zahrani Nabilah; Cindy Aldona; Desri Amrainum; Fatma Salsabila; Dwi Lestari; Muhammad Abu Fattahillah
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan upaya serta tantangan pemerintah desa dalam mewujudkan generasi milenial yang good citizenship di desa Kedai Durian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Pemerintah desa berperan dalam menciptakan generasi milenial yang good citizenship dengan cara membentuk organisasi-organisasi bagi generasi milenial seperti remaja masjid dan karang taruna. (2) Upaya yang dilakukan pemerintah desa agar terciptanya generasi milenial yang good citizenship adalah dengan membuat kegiatan untuk memperdalam ilmu agama, melakukan sosialisasi tentang penanganan penyalahgunaan narkoba, dan membuat berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan kreativitas generasi milenial di desa Kedai Durian. (3) Tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam menciptakan generasi milenial yang good citizenship adalah adanya beberapa kelompok yang sulit diarahkan karena sudah terpengaruh oleh narkoba.
SINTESIS ETIL SITRONELAT DENGAN REAKSI ESTERIFIKASI FISCHER ANTARA ETANOL DENGAN ASAM SITRONELAT HASIL REAKSI OKSIDASI SITRONELAL Dwi Lestari; Cornelia Budimarwanti
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa asam sitronelat yang dihasilkan dari oksidasisitronelal dengan senyawa perak oksida dan selanjutnya mensintesis senyawa etil sitronelat yang dihasilkan melaluireaksi esterifikasi Fischer antara etanol dengan asam sitronelat dari hasil oksidasi sitronelal. Sintesis senyawa asamsitronelat dilakukan dengan mengoksidasi sitronelal menggunakan perak oksida (Ag2O) sebagai oksidator yangdiperoleh dari reaksi antara larutan perak nitrat (AgNO3) dan larutan natrium hidroksida (NaOH). Reaksi oksidasisitronelal berlangsung dalam waktu 35 menit pada suhu 55-60 oC. Senyawa hasil reaksi oksidasi sitronelaldiidentifikasi menggunakan KLT, spektrofotometer IR, dan GC-MS. Selanjutnya hasil oksidasi di esterifikasiFisher dengan etanol menggunakan katalis asam sulfat pekat. Reaksi dilakukan pada suhu 45-50 oC. Hasilesterifikasi diidentifikasi menggunakan KLT, spektrofotometer IR, dan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkanbahwa asam sitronelat terbentuk saat reaksi oksidasi berlangsung pada kondisi suhu 55-60 oC. Asam sitronelat yangdihasilkan berwujud cairan jernih tak berwarna, dan berbau green grassy. Kemurnian dari asam sitronelat yangdiperoleh sebesar 74,98% dengan rendemen 27,6%. Selanjutnya hasil esterifikasi yaitu etil sitronelat yangdihasilkan, berwujud cairan dengan aroma kuat nangka. Kemurnian senyawa etil sitronelat sebesar 71,11% denganrendemen 44,89%.Kata kunci : sitronelal, oksidasi, perak oksida, asam sitronelat, esterifikasi Fischer, etil sitronelat.
ANALISIS KESTABILAN MODEL SEIIT (SUSCEPTIBLE-EXPOSED-ILL-ILL WITH TREATMENT) PADA PENYAKIT DIABETES MELLITUS Hesti Endah Lestari; Dwi Lestari; Husna Árifah
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular mematikan yang penyebaran berasal dari dalam dirisetiap individu yang gaya hidupnya pasif dan tidak sehat serta memiliki pola makan yang tidak baik. Penelitian inibertujuan untuk menjelaskan model matematika masalah penyebaran penyakit diabetes mellitus tanpa faktorgenetik dengan perawatan. Selanjutnya menganalisa kapan penyakit akan menghilang atau tetap ada dalampopulasi. Tahapan analisis yaitu menjelaskan pembentukan model SEIIT (Susceptible-Exposed-ILL-ILL withtreatment), dilanjutkan dengan menentukan titik ekuilibrium dan nilai bilangan reproduksi dasar (????????), menganalisakestabilan di sekitar titik ekuilibrium dan melakukan simulasi dengan menggunakan MAPLE berdasarkan data dariKota Yogyakarta tahun 2014. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa penyebaran penyakit diabetes mellitusdipengaruhi oleh laju kontak infektif individu yang rentan terhadap individu yang laten, laju rekrutmen, dan lajukematian alami, dengan kata lain peningkatan laju perpindahan individu laten terhadap individu sakit tanpaperawatan hanya mempengaruhi perilaku solusi dalam menuju titik ekuilibrium endemik. Selanjutnya pada kasusdi Kota Yogyakarta, populasi yang terjangkit diabetes mellitus akan semakin berkurang atau bahkan menghilangjika nilai dari laju kontak infektif individu yang rentan terhadap individu yang laten kurang dari 0.0000075,sebaliknya penyakit diabetes mellitus akan tetap ada dalam populasi jika nilai dari laju kontak infektif individuyang rentan terhadap individu yang laten lebih dari 0.0000075. Berdasarkan simulasi yang dibentuk dari modelSEIIT, diperoleh kesimpulan jika laju kontak infektif individu yang rentan menjadi individu yang laten semakinbesar, maka tingkat penyebaran penyakit diabetes mellitus semakin besar.Kata Kunci: diabetes mellitus, model SEIIT, dan analisis kestabilan.
MODEL GOAL PROGRAMMING UNTUK OPTIMISASI PENJADWALAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT GRHASIA Dimas Pamungkas; Dwi Lestari; Bambang Sumarno H.M.
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah membentuk penjadwalan perawat yang efektif dan optimal  di Wisma Drupadi  Rumah  Sakit  Grhasia.  Rumah  Sakit  Grhasia  masih  melakukan  penjadwalan  perawat  secara manual  dengan  jumlah  perawat  sebanyak  sebelas  dan  memiliki  tiga  shift  kerja  yaitu  pagi,  siang,  dan malam.  Model  yang  digunakan  untuk  menyelesaikan  masalah  penjadwalan  perawat  adalah  model preemptive goal programming, non-preemptive berbobot sama, dan non-preemptive berbobot beda karena masalah penjadwalan  perawat juga merupakan salah satu masalah optimisasi yang memiliki tujuan lebih dari satu. Hasil dari model  preemptive goal programming dapat membentuk jadwal yang optimal dengan meminimalkan  variabel  deviasi  pada  keempat  tujuan,  sedangkan  model  non-preemptive  goal programming  berbobot sama dan berbobot beda tidak mampu menghasilkan jadwal yang optimal   karena tidak  memenuhi  Tujuan  3,  yaitu  menjamin  setiap  perawat  paling  tidak  memiliki  satu  hari  libur  dan maksimal dua hari libur berturut-turut dalam satu minggu.Kata kunci: Goal programming, optimisasi, penjadwalan perawat, pembobotan, prioritas.
EFEKTIFITAS METODE GOAL PROGRAMMING DAN LEXICOGRAPHIC GOALPROGRAMMING DALAM OPTIMISASI PORTOFOLIO SAHAM Rohmah Nur Istiqomah; Dwi Lestari; Eminugroho Ratna Sari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membentuk portofolio saham dengan model goal programming dan lexicographic goal programming dan menerapkannya pada pasar saham Indonesia. Model goal  programming tidak  memberikan  prioritas setiap tujuan,  sedangkan model lexicographic  goal programmingmemberikan prioritas pada masing- masing tujuan. Langkah dalam menyusun model goal programming portofolio saham  adalah  menentukan  tujuan  -  tujuan  pembentukan  portofolio,  mendefinisikan  variabel  -  variabel penyimpangan   setiap  tujuan  dan  menyusun  fungsi  tujuan goal  programming yaitu  meminimalkan  variabel -variabel  penyimpangan  dan  menyusun  fungsi  kendala.  Sementara  penyelesaian  model lexicographic  goal programming terlebih dahulu menentukan prioritas setiap tujuan, selanjutnya menyelesaikan model dengan fungsi tujuan prioritas  pertama  saja,  dilanjutkan  menyelesaikan  model  dengan  fungsi  tujuan  prioritas  kedua  dengan menambahkan nilai fungsi tujuan prioritas pertama sebagai fungsi kendala baru. Begitu seterusnya hingga prioritas yang terakhir. Solusi optimal pada model dengan fungsi tujuan yaitu prioritas terakhir menjadi solusi optimal dari masalah lexicographic goal programming. Penelitian ini membentuk 11 portofolio untuk masing - masing metode, selanjutnya akan dipilih portofolio optimal setiap metode berdasarkan indeks sharpe. Hasil yang diperoleh bahwa portofolio  optimal  model goal  programming  memberikan indeks  sharpe  yang  lebih  tinggi  daripada  model lexicographic goal programming. Kata  kunci  :  portofolio  optimal, goal  programming,  lexicographic  goal  programming, variabel  penyimpangan, indeks sharpe
EDI SUROJO MEDIA PENGENALAN KEBUDAYAAN LOKAL BERBASIS KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI Fatimah Noor Isnaini; Metri Utami Krahayon; Hana Ika Safitri; Dwi Lestari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i1.24445

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru dapat disimpulkan bahwa pengenalan tokoh wayang dan cerita wayang sangat penting dikenalkan sejak dini karena dalam cerita wayang mengandung petunjuk atau teladan yang dapat diteladani oleh anak usia dini. Namun sekarang ini wayang tidak banyak dikenal karena penelitian menunjukkan bahwa para guru dan kepala TK belum memiliki kemampuan dalam mengembangkan materi dan media pembelajaran wayang serta kurangnya pemahaman guru TK tentang wayang. Oleh karena itu, perlu dirancang media untuk mengenalkan tentang tokoh wayang pada anak usia dini. Penulis membuat sebuah media berbentuk  Edi Surojo (Ensiklopedia Superhero Jowo) Tiga Dimensi sebagai Media Pengenalan Kebudayaan Lokal Berbasis Karakter Untuk Anak Usia Dini. Metode yang diterapkan dalam melaksanakan program ini merupakan sebuah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis, berikut adalah tahapan-tahapan yang dilakukan : Persiapan umum, pembuatan isi, dan pembuatan desain. Media seperti Ensiklopedia Superhero Jowo diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengenalkan kebudayaan lokal pada anak usia dini serta mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui tokoh wayang. Potensi berkelanjutan Ensiklopedia Superhero Jowo adalah menjadi media dalam mengenalkan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia yaitu tokoh pewayangan. Dengan adanya Ensiklopedia Superhero Jowo dapat mempermudah guru dalam mengenalkan budaya lokal berbasis karakter pada anak usia dini. Kata Kunci: Pendidikan karakter, wayang, superhero jowo, anak usia dini
TANTANGAN DAN PELUANG TERHADAP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Aris Harja Kusuma; Dilla Aulia Ramadhani; Dwi Lestari; Arita Marini
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) memegang peranan krusial dalam pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Kualitas pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh metode pembelajaran dan materi pelajaran, tetapi juga oleh kualitas dan profesionalisme guru. Pengelolaan SDM yang efektif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung perkembangan profesional serta kesejahteraan guru. Namun, di era modern ini, manajemen SDM di pendidikan guru sekolah dasar dihadapkan dengan berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kualifikasi dan kompetensi guru, keterbatasan sumber daya dan fasilitas, pengelolaan karir dan pengembangan profesional guru, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat berbagai tantangan, terdapat pula peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan manajemen SDM di pendidikan guru sekolah dasar. Peningkatan investasi pemerintah dalam pendidikan, kebijakan yang mendukung kesejahteraan guru, pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi antar guru, dan penerapan praktik terbaik dalam manajemen SDM merupakan beberapa peluang yang dapat dioptimalkan. Dengan memahami tantangan dan peluang yang ada, sekolah dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk mengelola SDM mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh siswa.
PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PENEGAKAN HUKUM TATA NEGARA Kuswan Hadji; Adina Latifaturrohmah; Dwi Lestari; Aina Sarah Hafawati; Tasya Putri Irawan; Nur Wahid Muharrom; Deaz Aji Pratama
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v3i5.3203

Abstract

Mahkamah Konstitusi memiliki peran yang krusial dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan hukum tata negara suatu negara. Studi ini menganalisis peran Mahkamah Konstitusi dalam menegakkan hukum tata negara melalui interpretasi konstitusi, pengujian undang-undang, dan penegakan prinsip-prinsip konstitusional. Penelitian ini menyoroti pengaruh keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap pembentukan dan implementasi kebijakan, serta dampaknya terhadap keadilan dan kedaulatan hukum. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, artikel ini menggambarkan pentingnya peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, perlindungan hak-hak individu, dan pemeliharaan supremasi konstitusi dalam sistem hukum tata negara.
Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pelat Lantai Metode Precast Half Slab, Full Slab dan Konvensional Artiani, Gita Puspa; Indriasari; Dwi Lestari
Jurnal Sipil Krisna Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Sipil Krisna
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sipilkrisna.v9i2.416

Abstract

Construction development in Indonesia continues to progress from year to year. One of the most expensive construction jobs is concrete floor slab work. This forces contractors to choose methods that save more costs and time. Therefore, this research aims to compare 3 methods, namely precast half slab, full slab and conventional methods which are quantitatively carried out by collecting data on project drawings, RAB and project schedule, then analyzed to get the total cost, time and volume of floor slab work. in each method using the Microsoft Excel 2021 program so that calculation results are obtained in terms of costs that are more effective and efficient by applying the precast half slab method for multi-storey building work scales. Where the precast half slab method requires a total cost of Rp. 4,159,526,137, the full slab method requires a total cost of Rp. 4,885,501,898 while the conventional method requires a total cost of Rp. 4,605,483,760. In terms of time, the full slab method is more effective with a total of 105 days of work, while half slab requires 150 days and conventional requires 210 days
Co-Authors Achmad Ludvy adhirajasa shidqi muhamad Adina Latifaturrohmah Ahmad Zangim Aina Sarah Hafawati Albertus Djoko Lesmono Alya Khoyrunisa Amalia Rahmi Nasution Ambaria Nur Ana Yuliana Anisa Mutiara Rizky Anzu Elvia Zahara Arif, Nina Fapari Aris Harja Kusuma Aris Sunantyo Arita Marini aulia sinta arianti Baiq Faridha Aulya Maharani Bambang Sumarno H.M. Bilal Ma&#039;ruf Budiyono , Cecep Pratama Cindy Aldona Cornelia Budimarwanti Deaz Aji Pratama Dedi Atunggal Dela, Delaamelia Desri Amrainum Desy Fitriani Dilla Aulia Ramadhani Dimas Pamungkas Dini Fadhliyah Naiborhu Dita Yuzianah Donny Fransiskus Manalu, Donny Fransiskus Dwi Mei Nandani Edy Purnomo Elin Yulinah Sukandar Elsya Mayori Elvi Khairani Sofyan Eminugroho Ratna Sari ENDANG SUGIARTI Fadhilatul Amaliya Faishal Hasyim Faiza Adinda Fakhruddin Fatma Salsabila Fitriana Yuli S Fitriana Yuli Saptaningtyas Fuad Rahman Gita Puspa Artiani, Gita Puspa Haeki Manzis Heliani, Leni Sophia Hesti Endah Lestari Husna Arifah Indriasari Isnaini, Fatimah Noor Isnaniah Isnaniah Iyut Rosmita Putri Kuswan Hadji Lalu Diandra Surya Wardhana Made Sutha Yadnya Marianne Marianne Maryani Maryani Meirani Harsasi Metri Utami Krahayon Mila Karmila Miranti Wulan Saputri Muhammad Abu Fattahillah Muhammad Jumnahdi Mukrodi Muniroh Munawar Murwati . Musthofa Musthofa Mutiara Ashifa Nabila Inne Azri Nabilah Putri Nursuha Nanda Febriyani Putri Nanik Khurnia Neng Fisheri Kurniati Neng Fisheri Kurniati Nicholas Adi Kusuma Nur Ariza Kurnia Dewi Nur Azlia Arumi Nur Wahid Muharrom Nurdin Nurdin Nurrohmat Widjajanti Parseno Parseno Putri Kusumawati Priyono Rahita Rahmadya Waluyo Rambe Roisuddin Ery Risna Putri Zahara Rohmah Nur Istiqomah Ronaan Maulana Basuki Roro Ranti Dea Alfathya Rosnani Nasution Ruknan Sahid Sahid Sahkholid Nasution Shinta Aulia Siallagan, Dorsinta Siska Rahmadani Suhaji Suhaji Sulhi Sungkowo Edy Mulyono Talita Dhea Alsabilla Tasya Putri Irawan Titin Agustin Nengsih Ulinnuha, Hilmiyati Wasiyem, Wasiyem Yayan Sudaryana yohana sandi wijayanti yunita, yunita nurul arifah Zahrani Nabilah Zakiah Zakiah