Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PEMBELAJARAN KRITIK SENI MELALUI VIDEO DAN KEGIATAN BERKARYA DI SMA NEGERI 2 TAPUNG Roni Sarwani; Agusti Efi; Budiwirman Budiwirman
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.34678

Abstract

Fine art criticism is knowledge to students for learning criticism in art learning activities in high school (SMA). There are many opinions that the form of criticism of a work of art can only be judged from one side of the form, as a result, all forms of fine art, both pure and applied, can be critiqued. The application of art criticism learning models through videos and creative activities at SMA Negeri 2 Tapung is carried out with the aim that students are able to give an assessment of a work of art. This model can sharpen critical thinking, and be able to appreciate works of art. The purpose of this research is to see that student achievement can be developed in high school. This study uses a qualitative method to produce an art criticism learning model. This model provides instructions for students to be able to do verbal criticism in class. At first they were nervous, but then it was fun. For researchers, this model is very effective in presenting work in class for learning at SMA Negeri 2 Tapung, Riau Province.Keywords: criticism, appreciation, art, learning, video.Abstrak Kritik seni rupa adalah pengetahuan kepada siswa untuk pembelajaran kritik dalam aktivitas belajar seni rupa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Banyak pendapat bahwa wujud kritik terhadap satu karya seni hanya dapat dinilai dari satu sisi bentuk saja, pada hasilnya semua bentuk karya seni rupa baik murni maupun terapan dapat dilakukan proses kritik. Penerapan model pelajaran kritik seni melalui video dan kegiatan berkarya di sekolah SMA Negeri 2 Tapung dilakukan dengan tujuan agar para siswa mampu memberikan penilaian terhadap sebuah karya seni. Model ini dapat mempertajam berpikir kritis, serta mampu mengapresiasi karya seni. Tujuan Penelitian ini melihat ketercapaian siswa dapat dikembangkan di sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga menghasilkan model pembelajaran kritik seni. Model ini memberikan petunjuk siswa untuk dapat melakukan kritik secara lisan di kelas. Awalnya mereka gugup, namun kemudian dirasa menyenangkan. Bagi peneliti melalui model ini sangat efektif untuk menyajikan karya di kelas untuk pembelajaran di SMA Negeri 2 Tapung Provinsi Riau.  Kata Kunci: kritik, apresiasi, seni, pembelajaran, video. Authors:Roni Sarwani : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri PadangBudiwirman : Universitas Negeri Padang References:Bangun, S. (2000). Kritik Seni Rupa, Bandung: Penerbit ITB.Ramli, Muhammad. (2020),10 Agustus. How To Paint On Canvas With Acrylic Paints For Beginner [Video]. YouTube. https://youtu.be/s9GrirQAUJg.Sarwani, Roni. (2021), 7 Agustus. Bahan Dan Alat Melukis Diatas Media Kanvas. [Video] YouTube. https://youtu.be/jE4wAV3zTC8.Sarwani, Roni. (2022), 24 Mei. Persentase Karya. [Video] YouTube. https://youtu.be/bFBDpqPLivk.Sarwani, Roni. (2022), 24 Mei. Apresiasi Kritik Terhadap Karya Teman di Kelas. [Video] YouTube. https://www.youtube.com/shorts/Kwgh4i6wfB8.Soedarso, Sp. (2006). Trilogi Seni Penciptaan, Eksistensi Dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.Sudjoko. (2000). Pengantar Seni Rupa. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.Susanto, Mikke. (2003). Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik dan Penerbit Jendela.
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK PERTUNJUKAN TARI ZAPIN DI PURNAMA KECAMATAN DUMAI BARAT KOTA MADYA DUMAI PROVINSI RIAU Aidil Dewi Angriani; Agusti Efi; Yuliana Dewi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.39682

Abstract

This study discusses the changes in the form and function of the Zapin dance performance at Purnama Dumai. At first this dance only served as entertainment for the king in the Siak Sri Indrapura Kingdom. The shift in function that occurs at this time has changed its function to the Traditional Wedding Ceremony. Furthermore, in the changes that occur both in the form and function of performances in the Dumai community, in particular they can accept this according to the times. Likewise with costumes and make-up, the Zapin dance has also undergone changes such as the use of buns and long dangling firs. In this paper, the author uses a qualitative method with a library approach. When viewed in terms of performance, this Zapin dance has undergone changes and developments, where previously in this Zapin dance you had to use Ambal but now it can be performed only in front of the house that has a celebration.Keyword: Function, shape and show venue. AbstrakPenelitian ini membahas mengenai perubahan Bentuk dan Fungsi Pertunjukan tari Zapin yang terdapat di Purnama Dumai. Pada awalnya tarian ini hanya berfungsi sebagai hiburan bagi sang raja di Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pergeseran fungsi yang terjadi saat ini berubah fungsi menjadi Upacara Adat Pesta Perkawinan. Selanjutnya di dalam perubahan yang terjadi baik dari bentuk dan fungsi pertunjukan di masyarakat Dumai, khususnya dapat menerima hal tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Begitu juga dengan tata kostum dan tata rias, pada tarian Zapin ini juga sudah mengalami perbubahan seperti penggunaan sanggul dan cemara yang terjuntai panjang. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Jika dilihat dari segi pementasannya, tari Zapin ini telah mengalami perubahan dan perkembangan, dimana dahulu dalam tarian Zapin ini harus menggunakan Ambal akan tetapi sekarang boleh ditampilkan hanya di depan rumah yang mempunya hajatan.Kata Kunci: Fungsi, bentuk dan tempat pertunjukan. Authors:Aidil Dewi Angriani : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri PadangYuliana Dewi : Universitas Negeri Padang References:Cahyono, A. (2006). Seni Pertunjukan Arak-arakan dalam Upacara Tradisional. Unnes.Gusti, A. (1994). Struktur Tari Zapin di Daerah siak Sri Indrapura Riau. ISI Padangpanjang.Sedyawati, E. (1981). Seni dalam Masyarakat Indonesia. PT. Gramedia.Mahmud, M. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Pustaka Setia.Sugiono, S. (2011). Metode Penelitian. Alfabeta.Soedarsono, S. (1998). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Depdikbud.Soekanto, S. (2014). Sosiologi Suatu Pengantar. PT.Raja Grafindo.
KOSMOLOGI DALAM BUDAYA TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR MELAYU PROVINSI RIAU Selvia Frety Yunia Enjelina; Dian Eka Oktavia; Agusti Efi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.38050

Abstract

Unsalted flour also has values that are believed to be a Malay view of life that is closely related to cultural cosmology which contains a symbolic meaning of belief in the power of the universe or a thank you to God the Creator of Nature.. In this study, a cosmology of the traditional Malay patty flour culture was carried out in Riau Province. The purpose of this study is to increase the reader's understanding of how cosmology is in research, so that by studying art cosmology it will make it easier to give appreciation to an art and can make art and artists better in the future. With the cosmology in the culture of the Malay fresh flour pat tradition, it can be known about the function of cosmology in the life of the Malay community as well as the use of the Malay fresh flour pat tradition. The research method used in this study is descriptive qualitative, where a description of the traditional Malay culture of patting flour in Riau Province is carried out and the sampling technique used is purposive sampling. The main discussion in this study is a description of the traditional Malay patty flour culture, so that it succeeds in describing the meaning and function of the Malay traditional flour patting culture. Therefore, it is necessary to understand well how the meaning and function of cosmology in a culture, one of which is the Malay tradition of patting fresh flour, can thus preserve a culture and make culture or art better.Keywords: appreciation art, meaning, function cosmology. AbstrakTepung tawar juga memiliki nilai-nilai yang dipercaya sebagai pandangan hidup bermasyarakat Melayu yang erat kaitannya dengan kosmologi budaya yang mengandung makna simbolik kepercayaan atas kekuatan alam semesta atau ucapan terima kasih kepada Tuhan pencipta alam. Pada penelitian ini dilakukan suatu kosmologi dalam budaya tradisi tepuk tepung tawar Melayu di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman pembaca terkait bagaimana kosmologi dalam penelitian, sehingga dengan mempelajari kosmologi kesenian maka akan mempermudah dalam memberikan penghargaan terhadap suatu seni serta dapat menjadikan kesenian maupun seniman menjadi lebih baik untuk ke depannya. Dengan kosmologi dalam budaya tradisi tepuk tepung tawar Melayu dapat diketahui mengenai fungsi kosmologi dalam kehidupan masyarakat melayu serta penggunaan dari tradisi tepuk tepung tawar Melayu. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif, dengan dilakukan pendeskripsian mengenai budaya tradisi tepuk tepung tawar Melayu di Provinsi Riau dan teknik sampling yang dipakai yaitu purposive sampling. Pembahasan inti dalam penelitian ini adalah pendeskripsian mengenai budaya tradisi tepuk tepung tawar Melayu, sehingga berhasil menguraikan bagaimana makna dan fungsi dari budaya tradisi tepuk tepung tawar Melayu. Oleh karena itu perlu dipahami dengan baik bagaimana makna dan fungsi dari kosmologi dalam suatu budaya salah satunya tradisi tepuk tepung tawar Melayu, dengan demikian dapat melestarikan suatu kebudayaan dan menjadikan kebudayaan atau kesenian menjadi lebih baik.Kata Kunci: apresiasi seni, makna, fungsi kosmologi. Authors:Selvia Frety Yunia Enjelina : Universitas Negeri PadangDian Eka Oktavia : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri Padang References:Enjelina, F. S. Y. (2021). “Tradisi Tepuk Tepung Tawar Melayu”. Hasil Dokumentasi Pribadi: 10 September 2021. Lembaga Adat Melayu Riau.Batubara, S. M. (2017). Kearifan lokal dalam budaya daerah kalimantan barat (etnis melayu dan dayak). Jurnal Penelitian IPTEKS, 2(1). 91-104.Batubara, T., Badrun, B., & Muhajir, A. (2022). Tradisi Tepung Tawar: Integrasi Agama dan Kebudayaan pada Masyarakat Melayu di Sumatera Utara. Local History & Heritage, 2(1), 10-16.Ernawati, E. (2019). Kosmologi sebagai Pijakan Kreasi dalam Berkarya Seni (Cosmology as the Foundation of Creation in Artwork). INVENSI (Jurnal Penciptaan Dan Pengkajian Seni), 4(2), 113-129.Subiyantoro, S. (2009). Patung Loro Blonyo dalam Kosmologi Jawa. Humaniora, 21(2), 162-173.
Education in Management of Siak Woven Fabrics by the DEKRANASDA Aulia Annisa Fitri; Agusti Efi
International Journal of Educational Dynamics Vol 5 No 1 (2022): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v5i1.368

Abstract

This study aims to determine the management of the Siak typical cloth carried out or managed by the Regional National Crafts Council (DEKRANASDA) in Siak Regency, Riau Province. The research used a qualitative approach and was conducted at DEKRANASDA in Siak Regency. Primary data were obtained from interviews with three weavers working in the DEKRANASDA Siak Regency, and interviews with two administrators from Dekranasda. The data obtained are further analyzed qualitatively. The Siak Woven Cloth Management Program is carried out by the DEKRANASDA by implementing or providing training for craftsmen who want to learn and carry out activities and events that can promote these crafts and cultural heritage to the community both inside and outside the Siak regency. the management carried out by the management for weavers who work in the DEKRANASDA Siak Regency is to provide raw materials, and equipment for weavers, and make new motifs, innovations, and color modifications but do not eliminate the characteristics of the Weaving itself and accommodate woven fabrics woven by independent or private craftsmen, promote MSME products through events and activities either directly as well as social media, marketing and paying for woven products according to the amount of woven fabric to craftsmen, providing facilities to weaving craftsmen, and making new products from Siak Weaving fabrics.
Changes in Implementation of the "Balahak" Tradition of the Bride Based on Education in the Siulak Community, Kerinci Regency - Jambi Sofrina Zulida Fatma; Agustina Agustina; Agusti Efi
International Journal of Educational Dynamics Vol 4 No 1 (2021): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v4i1.396

Abstract

This study aims to describe the changes in the implementation of the bridal Balahak tradition in the Siulak community in Kerinci Regency, and to describe the causes of changes in the implementation of the bridal Balahak tradition in the Siulak community in Kerinci Regency. This study used a descriptive qualitative method by describing or describing the circumstances that occurred in the object under study, in this case, the change in the implementation of the bridal Balahak tradition in the Siulak community in Kerinci Regency. The results of this study were obtained by data collection techniques in the form of observation, interviews, literature study, and documentation. This study found that several changes occurred in the bridal Balahak tradition in the Siulak community, the factors causing the change in the Balahak tradition were the times, economy, lineage or cultural contact, and the open nature of society.
The Existence of the Kejei Dance of the Rejang Tribe as an Educational Dance Through the Selupu Rejang Art Community Bunga Naselia; Daryusti Daryusti; Agusti Efi
International Journal of Educational Dynamics Vol 4 No 1 (2021): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v4i1.400

Abstract

This study analyzes community participation in preserving the existence of the Kejei dance culture of the Rejang tribe through the arts community in the Selupu Rejang sub-district, Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. This research is qualitative. Methods of collecting data using research observations, interview methods, and documentation. The interview technique was carried out in an unstructured manner using interview guidelines. Research data analysis is descriptive. The results of data processing in this study show that efforts to preserve the Kejei dance of the Rejang tribe through the art community in the Selupu Rejang sub-district use three methods, namely protection efforts are an effort to maintain the existence of the Kejei dance so that it does not become extinct by conducting dance training Kejei every week regularly. Development efforts are carried out through the quantity aspect of the dance, namely the development of the number of actors (dancers), the number of users, and the number of regions that receive the Kejei dance. Third, efforts to utilize the Kejei dance as an effort to introduce the Kejei dance to the wider community that the Kejei dance must be maintained.
KAJIAN PERTUNJUKAN MUSIK IRINGAN TARI JOGI DI SANGGAR WARISAN PANTAI BASRI PULAU PANJANG BATAM KEPULAUAN RIAU Joel Franky Situmeang; Agusti Efi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i1.42331

Abstract

This research is a case study of musical performance in the Basri Heritage Beach Group or SWPB. Where SWPB always promotes and performs Jogi music. Jogi is a music and dance performance that tells the story of a wife who is left by her husband when she goes to sea. The form of a musical performance entitled "Ari Dunie Jogi." Jogi music is included in two parts consisting of 1) Dondang with musical accompaniment of the inang rhythm, and 2) Dances with musical accompaniment of Joget silat. The purpose of this research is to study the musical performances of the Basri Beach Heritage Sanggar, whose musical performances have never been studied. This research is a qualitative analytic description, while the research methods are field observations, interviews, literature studies, and participant observers. The result of the research is the success of the musical performances of the Basri Beach Heritage Studio through the stages of the training process, performance flying hours, and performance evaluation for the progress of the Basri Beach Heritage Studio. This procession was born through discussions and agreements among fellow musicians so that the sustainability and sustainability of the Basri Beach Heritage Studio group was established.Keywords: music, performance, study, jogi.AbstrakPenelitian ini merupakan kajian pertunjukan musik studi kasus pada kelompok Sanggar Warisan Pantai Basri atau SWPB. Di mana SWPB selalu mempromosikan dan mempertunjukkan musik Jogi. Jogi merupakan pertunjukan musik dan tari yang bercerita istri yang ditinggal suami saat pergi melaut. Bentuk pertunjukan musik berjudul “Ari Dunie Jogi.” Musik Jogi termasuk pada musik dua bagian yang terdiri dari, 1) dondang dengan musik iringan rentak inang, dan 2) tarian dengan musik iringan rentak Joget silat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pertunjukan musik Sanggar Warisan Pantai Basri yang belum pernah dikaji pertunjukan musiknya. Penelitian ini berupa kualitatif deskripsi analitik, adapun metode penelitiannya adalah pengamatan lapangan, wawancara, studi literatur, dan partisipan observer. Hasil dari penelitian adalah bahwa keberhasilan pertunjukan musik Sanggar Warisan Pantai Basri melalui tahapan-tahapan proses latihan, jam terbang pertunjukan, dan evaluasi pertunjukan untuk kemajuan Sanggar Warisan Pantai Basri. Prosesi ini lahir melalui diskusi dan kesepakatan di antara sesama pemusik, sehingga terjalin keberlangsungan dan kebertahanan kelompok Sanggar Warisan Pantai Basri.Kata Kunci: kajian, pertunjukan, musik, jogi. Authors:Joel Franky Situmeang : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri Padang References:Abdullah, A. (2021). “Pola Penganak dan Pola Pengibu Pada Musik Jogi”. Hasil Wawancara Pribadi: 12 April 2021, Taman Dendang Melayu  Jembatan 1 Barelang.Cook, N. (2001). Between Process and Product: Music and/as Performance. Music Theory Online, 7(2), 1-31.Merriam, A. P. (1964). Antropologi Musik. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.Normah, N. (2021). “Lirik Dondang Ari Dunie Jogi”. Hasil Wawancara Pribadi: 12 April 2021, Taman Dendang Melayu Jembatan 1 Barelang Batam.Parncutt and Mc Pherson. (2002). The Science and Psychology of Music Performance: Creative Strategies For Teaching and Learning. Britania Raya: Oxford University Press.Schechner, R. (2003). Performance Theory. Britania Raya: Routledge.Sedyawati, Edi. (2006). Pertumbuhan Seni Pertunjukan (Cetakan Pertama). Jakarta: Sinar Harapan.Sujarno, S. (2003). Seni Pertunjukan Tradisional Nilai, Fungsi dan Tantangannya. Yogyakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata DIY.Suwandi, S. (2007). Berkarya Seni Budaya. Bekasi: Ganeca Exact.Syafrizal, S., Efi, A., & Budiwirman, B. (2022). Management Event Seni Pertunjukan Performance Art. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 246-252.Watanabe, R. T. (1967). Introduction to Music Research. New Jersey: Prentice Hall.Yulfita, A. F., & Herdianto, F. (2022). Deskripsi dan Interpretasi Teknik Permainan Instrument Marimba Concerto In G Major RV dan A Whole New World. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 60-66.Zamri, Z. (2021). “Gelek Pada Musik Jogi”. Hasil Wawancara Pribadi: 12 April 2021, Taman Dendang Melayu Jembatan 1 Barelang Batam.Zulkifli, Z. (2021). “Biola Pada Musik Jogi”. Hasil Wawancara Pribadi: 12 April 2021, Taman Dendang Melayu Jembatan 1 Barelang  Batam.
Validitas Bahan Ajar Dasar Seni dan Desain Berbasis Project Based Learning di Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga Ilham Zamil; Agusti Efi; Budiwirman Budiwirman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap validitas Bahan Ajar Dasar Seni dan Desain berbasis Project Based Learning. Perkembangan teknologi dan zaman telah memberikan dampak bagi dunia pendidikan termasuk pendidikan tinggi. Salah satu hal yang perlu dikembangkan dosen adalah bahan ajar. Bahan ajar merupakan salah satu alternative sumber belajar bagi mahasiswa. Berdasarkan pengamatan, Bahan Ajar Dasar Seni dan Desain belum berbasis pada model pembelajaran yang dituntut di jenjang pendidikan. salah satu model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran adalah model pembelajaran Project Based Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan pendekatan model 4D. berdasarkan uji validitas, diketahui bahwa rerata  skor yang didapat adalah 0,89 sehingga bahan ajar yang dikembangkan tergolong sangat valid dan bisa diterapkan dalam pembelajaran.  
Pertunjukan Partisipasi Pantun Palang Pintu di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau Freddy Antara; Mariana Heristian; Agusti Efi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3541

Abstract

Pantun Palang Pintu is a form of traditional art performance by the people of the sub-district. Mandau. Regency. Bengkalis which is usually used in welcoming the bride and groom and entertainment for its supporting community. The interaction in the performance of the pantun creation process is spontaneous. In this case the messages conveyed are socio-cultural realities as material for the interaction of participation in producing meaning and exchanging experiences related to people's lives. This study aims to determine the performance of palang Pintu rhyme in the people of Riau, especially in the people of the sub-district. Mandau, Regency. Bengkalis. This study uses a qualitative descriptive method and the analysis used is the data obtained, both written data and data obtained in the field through interviews and collected and described and then analyzed with the problems that have been formulated. cloth known as doorstop and the existence of reciprocal pantun activities. With the participation of the audience or extended family, both parties explained that the Pantun Palang Pintu performance was in Mandau District. Bengkalis Regency is a participation show.
Pengembangan media belajar peserta didik menggunakan video pada pembelajaran batik tulis di sekolah menengah kejuruan negeri 8 Padang Fadhillah, Fadhillah; Efi, Agusti
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022373jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media belajar peserta didik menggunakan video yang praktis dan valid pada pembelajaran batik tulis. Serta mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas media pembelajaran menggunakan video pada pembelajaran batik tulis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan 4D mengacu pada teori Thiajaragan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Sedangkan kualitas kelayakan media pada penelitian sudah melalui uji validitas para ahli, angket respon guru dan peserta didik (Kurniawan, 2017:14). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video yang dikembangkan untuk peserta didik pada pembelajaran batik tulis  kelas XI SMK telah memenuhi kriteria valid dari segi pendekatan isi/materi, media, dan kebahasaan, begitu juga dari respon guru dan peserta didik terhadap media video sudah valid dan praktis, sehingga siap untuk diuji coba skala besar dikelas XI SMK.
Co-Authors ADRIANI ADRIANI Agus Irianto Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Aidil Dewi Angriani Alifia, Salsabilla Wilda Ambiyar, Ambiyar Ami Zola Anggun Yodansi Anni Faridah Apri Marlina Aprianti, Viki Ardipal Ardipal Astari Ayuni Atika Dwi Putri Aulia Annisa Fitri Aulia, Tiara Ayu Puspita Sari Azzahra, Ridawati Budiwirman Budiwirman Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Bunga Naselia DARMANSYAH . Daryusti Daryusti - Derisa Derisa Desmaleni, Rahayu Dian Eka Oktavia Efrashia, Tiara Husnun Elida elida elida Elida, Elida Elpalina, Srimutia Elsa Pitaloka Erianjoni Erianjoni Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ezriani, Ezriani Fadhillah, Fadhillah Fauziah, Qori Febrina, Suci Ferdian, Feri Fitri, Aulia Annisa Fitrisia, Azmi Freddy Antara Friyatmi Friyatmi Gita Noveri Eza Gusrini, Esi Gustina Gustina Hadiastuti, Hadiastuti Handri Arni Happytri, Leony Harmawan, Violintikha HARYONO Hurahmi, Intah Mifta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idha, Muhammad Trio Idris Ilham Zamil Indah Wulandari Indah Wulandari Joel Franky Situmeang Kasman Rukun Khairani, Kiki Kiki Khairani Lasmi, Ami Lasmi, Lasmi Lestari, Mia Febria Lorenzo, Naufal Lufri Lufri Maharani, Anjelina Mansyera Pratama, Vischa Mariana Heristian Mariana Heristian Marna, Jean Elikal Martin, Yona Mayang Yulasna Mega Kencana Meifitriadi Meifitriadi Mia Febria Lestari Mitra Lusiana Muhammad Agus Muljanto Muhammad Ridho Muharika Dewi Mutia, Gabila Heira Nita Sahara Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti, Nofiyanti Novi Yanti Novrita, Sri Zulfia Nur Amelia Sari Nur Amelia Sari Nurhizrah Gistituati Nurul Inayah Hutasuhut Oktaviani, Melsa Puji Hujria Suci Putra, Gilang Oritaliano Putri, Atika Dwi Putri, Yuzia Eka Rahman, Doni Rahmi, Fathiah Rahmiati . Rendi Rezki Reni Fitria Reska Mayefis Retno Desti Dwi Rezki Datmi Rezki, Rendi Ridawati Azzahra Ririn Amaliah Putri Sarah Rizal Arifin Lubis Rochanawati, Ida Roni Sarwani Ruth Meliani Tatubeket Safrina, Nova Sarah, Ririn Amaliah Putri sari, Mutia Selvia Frety Yunia Enjelina Setiawati, Erlin Shaheed Fikar Sofrina Zulida Fatma Suriani, Mimi Susanti, Retnaningtyas SYAFITRI, YESI Syafrizal Syafrizal Tiara Aulia Tiara Husnun Efrashia Umaroh, Aufa Vinna Aulya Wahyu Eka Saputra Wakhinuddin Wakhinuddin Wati, Lulu Fajar Weni Nelmira Yadona, Putri Yahya Yahya Yazel Aze, Hazevi Atila Yeni Elviza Febrianti Yenni Idrus Yetti, Silvia Yona Martin Yudistira, Sukma Yulasna, Mayang Yulia Aryati Yuliana Dewi Yuliana Yuliana Yuliarma, Yuliarma Yumielda , Vivi Destri Yunus, Rona Rahayu Yusman, Ahmad Fauzan Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zamil, Ilham Zola, Ami Zulmayelti, Zulmayelti