This Author published in this journals
All Journal Pendidikan Geografi (Berkala) Tunas Geografi Jurnal Pendidikan Humaniora Empirisma; Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal SOLMA Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education Action Research Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Jurnal Karinov GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Jurnal Graha Pengabdian Journal of Research in Instructional Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) At-Tadzkir: Islamic Education Journal Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Geographical Sciences and Education Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Journal of Innovation and Teacher Professionalism Future Space: Studies in Geo-Education Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Journal of Pesantren and Diniyah Studies AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam (Journal of Environmental Sustainability Management) IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Sirajuddin: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesulitan guru geografi SMA dalam menyusun soal higher order thinking skills berdasarkan kurikulum 2013 Ceres Antika Putri; Yusuf Suharto; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.085 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p23-29

Abstract

Higher order thinking skills are realized through the implementation of HOTS questions which still have difficulties in the preparation. This study aims to determine the level of difficulty, form of difficulty, causal factors, and mapping the difficulties of geography teachers in preparing HOTS questions. The design of this study is a survey with quantitative descriptive analysis and presented in the form of graphics and maps. High school geography teachers in Malang City have difficulty implementing HOTS cognitive level indicators on the items because there is no manual for the preparation of HOTS questions specifically for geography. Based on the results of mapping teachers in public schools have lower levels of difficulty compared to teachers in private schools. Kemampuan berpikir tingkat tinggi diwujudkan melalui implementasi soal HOTS yang masih terdapat kesulitan dalam penyusunannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesulitan, bentuk kesulitan, faktor penyebab, serta pemetaan kesulitan guru geografi dalam menyusun soal HOTS. Rancangan penelitian ini adalah survei dengan analisis deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk grafis dan peta. Guru geografi SMA di Kota Malang kesulitan dalam mengimplementasikan indikator-indikator level kognitif HOTS pada butir soal karena belum adanya buku panduan penyusunan soal HOTS khusus geografi. Berdasarkan hasil pemetaan guru-guru di sekolah negeri memiliki tingkat kesulitan yang lebih rendah dibandingkan dengan guru di sekolah swasta.
Pendekatan kognitif Back and McKeown: Implementasi dalam pengembangan Geography teksbook Widdy Costyastuti Anawati Zatil Hidayah; Yusuf Suharto; Marhadi Slamet Kistiyanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.103 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p76-84

Abstract

Buku teks adalah sumber belajar utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Buku teks yang baik hendaknya bersifat kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk buku teks geografi pada materi keragaman budaya dan mitigasi bencana alam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan Dick dan Carey yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan. Rekapitulasi hasil analisis data melalui penilaian validasi ahli dan subjek uji coba menunjukkan respon positif terhadap kualitas buku teks hasil pengembangan. Hasil penilaian menunjukkan persentase keseluruhan yaitu 82,75 persen, termasuk kategori “sangat baik” dengan keputusan uji “tidak perlu direvisi” melalui perbaikan berdasarkan masukan dan saran validator ahli dan subjek uji coba.
Studi komparasi model grup investigation dan problem based learning dalam meningkatkan critical thinking skill siswa SMA Adi Widya Krisnawati; Yuswanti Ariani Wirahayu; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.327 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p85-93

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dapat dicapai dengan model yang tepat, beberapa diantaranya menggunakan model Group Investigation dan Problem Based Learning. Berdasarkan kelebihan kedua model maka penulis meneliti perbedaan hasil Group Investigation dengan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan mencari tahu manakah yang lebih tinggi. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen semu, pelaksanaanya dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Nurul Ulum Malang. Kelas eksperimen 2 (X IIS 3) perlakuan Problem Based Learning dan kelas eksperimen 2 (X IIS 4) perlakuan Group Investigation. Hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata gain score di kelas eksperimen 1 adalah 34,60, sedangkan kelas eksperimen 2 adalah 27,05. Analisis menggunakan uji Independent t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,045 < 0,050 maka H0 ditolak, membuktikan bahwa ada perbedaan kedua model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis.
Story map media: Inovasi pembelajaran Geografi dalam materi mitigasi bencana Impron Saputra; Yusuf Suharto; Rudi Hartono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.835 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p94-99

Abstract

The development of learning media is based on the problems that occur today, namely the lack of utilization of learning media in the learning process. The use of learning media at SMAN 1 is one of them. Most students use learning methods that are still monotonous, because there are still many who use monotonous and teacher-centered learning methods at school. The purpose of developing research is to produce innovative learning media products. The media intended to be an easy-to-use media in this case is the story map media. As per the development of the 21st century and the current 4.0 industrial revolution, which requires digital based media. The use of digital-based media in addition to being easy to use, also teaches students the usefulness of technology. The development model in this study follows the development model adapted from the ADDIE instructional design model which includes the analysis (design), design (development), development (implement) and evaluation stages. The results of the media feasibility trials in the field have a percentage of (75.9%) which states that it is feasible, while the percentage (24.1%) states that the media is very feasible. The results of the tests of understanding tests were obtained (82.7%) students were able to answer questions well. Based on the results of feasibility trials and understanding tests in the field stated that the media is feasible to use and effectively used to help the learning process at school. Pengembangan media pembelajaran ini didasarkan pada permasalahan yang terjadi saat ini yaitu kurangnya pemanfatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran di SMAN 1 Tumpang salah satunya. Siswa kebanyakan menggunakan cara belajar yang masih monoton, karena di sekolah masih banyak yang menerapkan metode pembelajaran yang monoton dan terpusat pada guru. Tujuan dilakukannya penelitian pengembangan yaitu menghasilkan produk media pembelajaran yang inovatif. Media yang dimaksudkan merupakan media yang mudah digunakan dalam hal ini adalah media story map. Sesuai perkembangan abad 21 dan revolusi industri 4.0 saat ini, yang membutuhkan media berbasis digital. Kegunaan media yang berbasis digital selain mudah digunakan, juga mengajarkan kepada siswa kegunaan dari teknologi. Model pengembangan pada penelitian ini mengikuti model pengembangan yang diadaptasi dari model desain instruksional ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implement) dan evaluasi (evalutation). Hasil uji coba kelayakan media dilapangan didapatkan persentase sebesar (75,9%) yang menyatakan layak, sementara persentase (24,1%) meyatakan media sangat layak. Hasil dari uji coba tes pemahaman didapatkan hasil (82,7%) siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Berdasarkan hasil uji coba kelayakan dan tes pemahaman dilapangan menyatakan bahwa media layak digunakan serta efektif digunakan untuk membantu proses pembelajaran disekolah.
Pengembangan media pembelajaran literasi digital interaktif pada materi persebaran flora dan fauna Titip Prayoga; Yusuf Suharto; Didik Taryana
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.765 KB)

Abstract

The lack of interactive learning media in learning Geography builds researchers’ intention to create effective learning media used in the learning process. One of the appropriate learning media with current technological advances is interactive digital literacy learning media. The development of this digital literacy learning media has the aim of improving the quality of Geography learning. At this media development stage includes eight development sequences including: (1) needs analysis, (2) preparation of learning media objectives, (3) collection of material items, (4) formulation of product assessment instruments, (5) making media, (6) implementation of the test, (7) revision, and (8) the final product. The product validity test was carried out by three experts, the first being a media expert who scored 100 percent with the validity criteria "valid", the second material expert got a score of 75.5 percent with the validity criteria "quite valid" and the last one the geography teacher got a score of 91.4 percent with "Valid" Validity Criteria. The effectiveness test was carried out at SMAN 1 Kalitidu Class XI IPS 1, totaling 31 students. The class was divided into two control and experimental groups to test the effectiveness of the learning media, and the result was that the experimental class gain score was greater than the control class, which was 27.5 while the control class gain score was 19. So, it can be stated that this interactive digital literacy learning media is valid and effective used by students. Kurangnya media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran Geografi membangun niat peneliti untuk menciptakan media pembelajaran yang efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang tepat dengan kemajuan teknologi saat ini adalah media pembelajaran literasi digital interaktif. Pengembangan media pembelajaran literasi digital ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi. Pada tahap pengembangan media ini meliputi delapan urutan pengembangan meliputi: (1) analisis kebutuhan, (2) penyusunan tujuan media pembelajaran, (3) pengumpulan butir materi, (4) perumusan instrument penilaian produk, (5) pembuatan media, (6) pelaksanaan tes, (7) revisi, dan (8) produk akhir. Uji kevalidan produk dilakukan oleh tiga ahli yang pertama ahli media mendapatkan nilai 100 persen dengan kriteria kevalidan “valid”, yang kedua ahli materi mendapatkan nilai 75,5 persen dengan kriteria kevalidan “cukup valid” dan yang terakhir guru Geografi mendapatkan nilai 91,4 persen dengan kriteria kevalidan “valid”. Uji keefektifan dilakukan di SMAN 1 Kalitidu kelas XI IPS 1 yang berjumlah 31 siswa. Kelas dibagi menjadi dua kelompok kontrol dan eksperimen untuk menguji keefektifan media pembelajaran dan hasilnya gain skor kelas eksperimen lebih besar dibanding kelas kontrol yakni sebesar 27,5 sedangkan gain skor kelas kontrol sebesar 19. Jadi, dapat dinyatakan media pembelajaran literasi digital interaktif ini valid dan efektif digunakan oleh siswa.
Pengaruh model Problem Based Learning berplatform Edmodo pada mata pelajaran Geografi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Indra Dwi Prasetya; Yusuf Suharto; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem Based Learning has several advantages. First, the involvement or role of students is quite high. Both students became enthusiastic and interested in the learning process in working in groups. The purpose of this study was to determine the significant effect of the Problem Based Learning model with the Edmodo platform on the geography critical thinking skills of high school students. The research design used was Quasi Experimental with pretest-posttest design-control group. The subjects of this study were students of class XI IPS SMAN 1 Sukadana. Class XI IPS 1 as the experimental class and Class XI IPS 2 as the control class with 30 students per class. Data collection techniques obtained from critical thinking tests that have been tested for validity and reliability. The test questions are designed based on critical thinking indicators and geography material. Analysis using Mann-Whitney test with SPSS 22 for Windows. The results showed that the significance value of 0.000 less than 0.05 and the average value of the experimental class was greater (79.83) than the control class (67), which means that the Problem Based Learning model with the Edmodo platform in geography subjects has an effect on students' critical thinking skills. SENIOR HIGH SCHOOL. The most influential Problem Based Learning syntax is found in the syntax guiding individual and group investigations. In this syntax, students are required to collect data about a given problem. The results of this study can be developed with different research variables. Problem Based Learning memiliki beberapa keunggulan yang pertama keterlibatan atau peran siswa cukup tinggi. Kedua siswa menjadi semangat dan tertarik dalam proses pembelajaran pada pengerjaan secara berkelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning berplatform Edmodo terhadap kemampuan berpikir kritis geografi siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan pretest-posttest design-control group. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN 1 Sukadana. Kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan Kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa per kelas 30 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Soal-soal tes dirancang berdasarkan indikator berpikir kritis dan materi geografi. Analisis menggunakan uji Mann-Whitney dengan SPSS 22 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar (79,83) dibandingkan kelas kontrol (67), yang berarti model Problem Based Learning berplatform Edmodo pada mata pelajaran geografi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Sintak Problem Based Learning yang paling berpengaruh terdapat pada sintak membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. Pada sintak tersebut siswa dituntut mengumpulkan sebuah data mengenai permasalahan yang diberikan. Hasil penelitian ini dapat dikembangkan dengan variabel penelitian yang berbeda.
Pengembangan booklet digital berbantuan HTML 5 pada materi keragaman budaya Indonesia siswa kelas XI SMA Hasna Indriani; Fatiya Rosyida; Djoko Soelistijo; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for teaching materials in supporting learning that is adapted to student learning conditions is very necessary. Based on the phenomena in the field, it is known that there is a need for teaching materials that can help students understand the material and support online learning. The purpose of this research is to produce a supplement product for teaching materials in the form of digital booklets assisted by HTML 5 technology to support geography learning, especially material on cultural diversity in Indonesia. The research uses the ADD development model which consists of the Analyze, Design and Development stages. The research subjects were material expert validators, teaching materials and linguistics as well as teachers and students of class XII SMA Negeri 5 Malang. The results obtained from the percentage of teaching material validation are 96 percent in the "Very Valid" category and material validation is 77 percent, and language validation is 80% in the "Valid" category. While the results of the response to the feasibility of digital booklets for research subjects, namely the teacher obtained a total percentage of between 74 percent in the "Eligible" category and 90 percent for students in the "Very Eligible" category. Based on the results of the research obtained and analyzed, it can be concluded that the digital booklet that has been developed is valid and suitable to be used as a supplement to teach materials in geography learning the subject matter of cultural diversity in Indonesia. Kebutuhan bahan ajar dalam penunjang pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi belajar siswa sangat diperlukan. Berdasarkan fenomena di lapangan diketahui bahwa adanya kebutuhan bahan ajar yang dapat membantu siswa memahami materi dan mendukung pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar berupa booklet digital berbantuan teknologi HTML 5 untuk menunjang pembelajaran geografi khususnya materi keragaman budaya di Indonesia. Penelitian menggunakan model pengembangan ADD yang terdiri dari tahap Analyze (analisis), Design (perancangan) dan Development (Pengembangan). Subjek penelitian adalah validator ahli materi, desain dan kebahasaan serta guru dan siswa kelas XII SMA Negeri 5 Malang. yang diperoleh dari persentase validasi bahan ajar sebesar 96 persen dengan kategori “Sangat Valid” serta validasi materi sebesar 77 persen, dan validasi bahasa sebesar 80 persen dengan kategori “Valid”. Sedangkan pada hasil respon kelayakan booklet digital terhadap subjek penelitian yaitu guru memperoleh total persentase antara 74 persen dengan kategori “Layak” dan terhadap siswa sebesar 90 persen dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa booklet digital yang telah dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran geografi pokok materi keragaman budaya di Indonesia.
Aplikasi Volcano Berbasis Android Pada Materi Vulkanisme Sebagai Media Microlearning Geografi Ranida Seviana; Yusuf Suharto; Fatiya Rosyida; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i1.59506

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi dalam menyajikan materi vulkanisme yang abstrak dan kompleks membuat siswa kesulitan dalam memahami materi tersebut. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah media berupa aplikasi Volcano yang memiliki keterbaruan dari segi penyajian materi dengan berbasis microlearning yang mengkombinasikan beragam komponen di dalamnya, seperti objek 3D augmented reality, video youtube, dan gambar dengan menyesuaikan karakter siswa generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media aplikasi Volcano berbasis android, mengetahui kelayakan, serta efektivitas media aplikasi Volcano dalam pembelajaran Geografi SMA/MA materi vulkanisme. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 2 dosen sebagai ahli materi dan ahli media, 34 siswa dan guru geografi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Teknik analisis data pada penelitian pengembangan ini, yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validasi dari ahli materi diperoleh persentase sebesar 83,93%, sedangkan ahli media sebesar 98,33%. Uji coba produk kepada guru dan siswa diperoleh persentase sebesar 88,15% dan 86,60% dengan kriteria sangat layak, sedangkan hasil uji efektivitas produk yang diperoleh dari nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 83,47 menunjukkan bahwa media ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini yaitu dengan adanya aplikasi Volcano diharapkan dapat membantu siswa dalam mempelajari materi vulkanisme.
Pengaruh model discovery learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa Didik Gunawan; Hadi Soekamto; Alfi Sahrina; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p626-635

Abstract

Discovery learning is a scientific learning model that is suitable to train students in critical thinking. Video assistance on several learning syntaxes can support students' critical thinking skills, because they can encourage motivation and complement students' experiences in learning. The study was conducted to determine the effect of the video-assisted discovery learning model on students' critical thinking skills. The method used is a quasi-experimental posttest-only control group design which was carried out at SMAN 1 Batu semester 2021/2022. The subjects of study are XI IPS 4 control class and XI IPS 5 experimental class. Collecting data using essay tests. Data were analyzed using a t-test and obtained sig. (2-tailed) 0.00 less than equal to 0.05, so H1 can be accepted, and H0 can be rejected, which means that the video-assisted discovery learning model affects students' critical thinking skills. The findings of this study are that the syntax that has the most influence on student's critical thinking skills is the data collection which raises three critical thinking indicators, followed by problem statement and verification with two critical thinking indicators. Furthermore, the syntax of stimulation, data processing, and generalization each appear as indicators of critical thinking. Another finding from this study is that gender also makes a difference in critical thinking skills, where female students get critical thinking scores above male students due to their different ways of thinking and learning styles. Discovery learning merupakan model pembelajaran saintifik yang cocok melatih siswa dalam berpikir kritis. Bantuan video pada beberapa sintaks pembelajaran mampu menunjang keterampilan berpikir kritis siswa, karena mampu mendorong motivasi dan melengkapi pengalaman siswa dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang dipergunakan yaitu eksperimen semu desain posttest-only control group yang dilaksanakan di SMAN 1 Batu semester genap 2021/2022. Subjek dari penelitian yaitu XI IPS 4 kelas kontrol dan XI IPS 5 kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan instrument tes berupa soal essay. Data dianalisis menggunakan uji-t dan diperoleh sig. (2-tailed) 0.00 kurang dari sama dengan 0.05, sehingga H1 dapat diterima, H0 dapat ditolak, yang berarti model discovery learning berbantuan video lebih berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan dari penelitian ini yaitu sintaks yang paling berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa adalah sintaks data collection yang memunculkan tiga indikator berpikir kritis, kemudian diikuti sintaks problem statement dan verification dengan dua indikator berpikir kritis. Selanjutnya sintaks stimulation, data processing, dan generalization masing-masing muncul satu indikator berpikir kritis. Temuan lain dari penelitian ini yakni gender juga membuat perbedaan terhadap keterampilan berpikir kritis, di mana siswa perempuan memperoleh skor berpikir kritis di atas siswa laki-laki yang disebabkan oleh cara berpikir dan gaya belajar keduanya yang berbeda.
Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi di SMAN 1 Kademangan Rinanda Dwi Cahya; Yusuf Suharto; Nailul Insani
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p726-740

Abstract

This study aims to improve analytical thinking skills in geography subjects in class XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar using the Discovery Learning learning. This research is a Class Action Research. This type of research aims to overcome problems that are in the classroom that have been observed before. The students targeted by the study were in class XI IPS 2 with the number of students, namely 34 students, with the number of men 11 and women 23 students. Data collection techniques use primary data obtained from the implementation of actions. Research instruments used in the form of test questions and field records. The data analysis used is to compare the average score of students' analytical thinking skills The average result of the analytical thinking skills test score in cycle I was 64 while in cycle II it was 83 so that it increased the score by 19 with a percentage of 29.6875%. Conclusions from the results of the study reveal that the application of Discovery Learning can improve students' analytical thinking skills. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jenis penelitian ini yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang berada di dalam kelas yang sudah di observasi sebelumnya. Siswa yang menjadi sasaran penelitian berada di kelas XI IPS 2 dengan jumlah siswa yaitu 34 siswa, dengan jumlah laki-laki 11 dan perempuan 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah dengan membandingkan skor rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil rata-rata skor tes kemampuan berpikir analitis pada siklus I adalah 64 sedangkan pada siklus II yaitu 83 sehingga mengalami peningkatan skor sebesar 19 dengan presentase 29.6875%. Kesimpulan dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa.
Co-Authors Adi Widya Krisnawati Adilah, Gina Putri Adip Wahyudi Aimmaul Allifah, Aimmaul Alfin Dwi Cahyani Alfyananda Kurnia Putra Andarukmi, Nur Fitri Andini, Tri Julia Ardiansyah, Iqbal Dio Astuti, Endah Setiani Atmaja, Martha Abymanyu Ragil Azmi, Mohammad Faizal Azzukhruf, Nadhifan Fawwazian Bangsa, Bryan Kusuma Bigharta Bekti Susetyo Budi Handoyo Budi Wihoho, Bagus Setia Budijanto Budijanto, Budijanto Byla, Najlah Shalsa Ceres Antika Putri Didik Gunawan Didik Sukriono Didik Taryana Dwi Purwaningtyas, Laily Fauziyah Dwiyono Hari Utomo Ervina, Ayu Fadila Gastama, Aulia Nindy Fatiya Rosyida, Fatiya Febriani, Farika Dwi Ferryati Masitoh Fitri Dia Amana Turohmah Hadi Soekamto Hartono, Rudi Hasna Indriani Hermawan, Mochammad Riyan I Komang Astina Ike Sari Astuti Ilzam, Moch Ilzam, Moch Ilzam Impron Saputra Inaisya Putri Hartono Indra Dwi Prasetya Ishak, Nor Asniza Ishmatun Nihayah Joyti, Joyti Kamal, Muhammad Mustafa Faiz Kamilatun Nisa Kurniawan, Muchammad Akbar Lutfia, Maya Maarif, Muhammad Marhadi Slamet Kistiyanto Masruroh, Heni Maulana Kiswanto Maulidiah, Linda Muhammad Ayub Djoda Muhammad Rifai Mustafa, Achmadda Rahmansyah Nailul Insani Nihayah, Ishmatun Nikmatussolihah, Nikmatussolihah Nisa'i Choiriyah, Zauharotu Nisa, Kamilatun Nisa’, Ba’id Fahrun Nisa’, Ihda Sholihatin Noor, Rifki Nazahah Purnamasari, Wulan Safriani Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putra, Bramantiyo K Dwi Rachmadian, Robby Hilmi Raharja, Azhar Mada Rahmawati, Ratna Ranida Seviana Revaldy, Aries Dimas Rinanda Dwi Cahya Riska Aprilia, Riska Risqiyati, Risqiyati Rizqy, Iftinan Merthatul Rosida, Fatiya Rudi Hartono Saeful Kurniawan Safitri, Isti Farin Oktafia Sahrina, Alfi Saiful Amin Salmayda, Salmayda Salsabila, Resyifa Qatrunnada Sari Dewi Sari, Mita Intan Satti Wagistina Sazali, Syazwani Binti Setyasih, Iya Singgih Susilo Soelistijo, Djoko Solly Aryza Sri Untari Srinio, Fuad Sugeng Utaya Sumarmi Sumarmi, Sumarmi Sumarmi Suparlan Al Hakim Syafitri, Dyah Rina Syamsul Bachri Tahirah, Inas Titip Prayoga Turohmahohmah, Fitri Dia Amana Tuti Mutia Umam, M. Ulyaul Wei, Lai Chin Widdy Costyastuti Anawati Zatil Hidayah Widyarini, Fianisya Wulandari, Fajar Wulandari, Linis Tri Yanuar, Muhammad Risky Yuswanti Ariani Wirahayu Zulfa, Alfiatus Zumrotus Sholichah